Perubahan Lingkungan Bisnis

Document Sample
Perubahan Lingkungan Bisnis Powered By Docstoc
					                                             MODUL VII



             VARIABEL COSTING: ALAT UNTUK PERENCANAAN DAN
                                PENGENDALIAN MANAJEMEN



     Isi materi dari modul ini adalah membahas mengenai dua metode perhitungan income yang dapat
     dipakai oleh perusahaan. Metode tersebut adalah varible costing (Direct costing) dan Absorption
     costing (Full costing). Metode ini disebut sebagai Costing (perhitungan harga pokok) .


        Definisi
           Absorption Costing:
              Penentuan harga pokok produk yang memasukkan semua unsur biaya, baik yang
              bersifat variable ataupun fixed. Absorption costing mengalokasikan biaya overhead
              tetap ke produk seperti halnya alokasi biaya overhead variable.


           Variable Costing:
              Penentuan harga pokok produk yang hanya memasukkan unsur biaya variabel ( direct
              material, direct labor, dan variable overhead). Sedangkan fixed overhed dimasukkan
              sebagai Period cost. Istilah variable costing lebih menggambarkan bagaimana cara
              harga pokok produk dihitung pada saat laporan laba rugi disusun dengan pendekatan
              kontribusi.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                       Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   1
        Klasifikasi Biaya Sebagai Product atau Period Cost Berdasarkan Absorption
               Costing dan Variable Costing

                              Absorption Costing              Variable Costing
           Product Cost       Direct Material (DM)            Direct Material (DM)
                              Direct Labor (DL)               Direct Labor (DL)
                              Variable Overhead (VOH)         Variable Overhead (VOH)
                              Fixed Overhead (FOH)                         -----


           Period Cost        Selling expenses                Fixed Overhead (FOH)
                              Administrative expenses         Selling Expenses
                                                              Administrative expense



     Contoh Soal:
           PT. XYZ memiliki informasi biaya estimasi dan aktual sebagai berikut:
           Biaya produksi (manufacturing cost):
                    Direct materials              $ 100.000
                    Direct labor                  $ 50.000
                    Variable overhead             $ 80.000
                    Fixed overhead                $ 90.000
                    Total manufacturing cost      $ 320.000
           Biaya non-produksi (non-manufacturing cost):
                    Variable selling              $ 32.000
                    Fixed selling & Adm.          $ 100.000
           Total manufacturing cost               $ 132.000
           Estimasi dan unit produksi aktual             100.000 unit
           Penjualan (unit)                                  80.000 unit
           Harga jual                                    $ 6.50 perilaku unit
           Persediaan awal barang dagang                 0




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                       Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   2
     Pertanyaan:
              1. Hitung biaya perilaku unit (unit cost) untuk metode variable costing dan      absorption
                 costing.
              2. Susunlah laporan laba rugi untuk metode variable costing dan absorption costing.
              3. Buatlah rekonsiliasi perbedaan laba kedua metode tersebut, dan jelaskan kenapa
                 terjadi perbedaan laba


     Jawab:
     1.
                                     Variable Costing       Absorption Costing
               Direct material       $ 1.00                 $ 1.00
               Direct labor          $ 0.50                 $ 0.50
               Variable overhead     $ 0.80                 $ 0.80
               Fixed overhead          0.00                 $ 0.90
               Total                 $ 2.30                 $ 3.20




              Nilai persediaan barang akhir:
              Variable costing      → $ 2.30 x 20.000 unit = $ 46.000
              Absorption costing    → $ 3.20 x 20.000 unit = $ 64.000


     2. Laporan L/R Metode Absorption costing & Variable costing
                                                    PT.XYZ
                                               Laporan Laba Rugi
                                               Absorption Costing

     Sales ($ 6.50 x 80.000 unit) ………………………………………$ 520.000

     Cost of Good Sold (COGS) ……………………………………….                              256.000

     Gross Margin ……………………………………………………..                                $ 246.000

     Selling & Administrative Expense ………………………………..                       132.000

     Net Income ………………………………………………………... $ 132.000




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                         Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN    3
                                                 PT. XYZ
                                            Laporan Laba Rugi
                                             Variable Costing

     Sales ( $ 6.50 x 80.000 unit) …………………………………….                       $ 520.000
     Variable Expenses:
             Variable COGS : ( $ 2.30 x 80.000 unit) = $ 184.000
             Variable Selling:                          $ 32.000+       $ 216.000
     Contribution Margin ………………………………………………                             $ 304.000

     Fixed Expenses (Period cost):
            Fixed overhead         $ 90.000
            Fixed Administrative   $ 100.000+                             $ 190.000
     Net Income …………………………………………………………                                    $ 114.000



     3. Rekonsiliasi dan analisis penyebab perbedaan laba

                                                Reconciling
                                          Analysis and Comparison
     Differece:
             Absorption income                          $ 132.000
             Variable income                            $ 114.000
                                                        $ 18.000
     Explained:
            (Unit produksi- unit sales)                    20.000
            Fixed overhead rate                          x $ 0.90
                                                        $ 18.000




     Perbandingan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajerial
     Akuntansi Keuangan :
        1. Laporan ditujukan pada pihak internal & eksternal
        2. Menekankan peringkasan keuangan dari aktivitas di masa lalu
        3. Menekankan pada obyektifitas dan dapat diverifikasinya data-data keuangan.
        4. Disususn untuk data keuangan perusahaan secara keseluruhan
        5. Taat pada PSAK
        6. Bersifat mandatory (wajib) untuk laporan eksternal




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                      Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   4
        Akuntansi Manajerial :
        1. Laporan lebih ditujukan pada pihak internal
        2. Menekankan pada keputusan yang memiliki dampak di masa datang
        3. Menekankan pada relevansi dan fleksibilitas data
        4. Menekankan pada ketepatan waktu.
        5. Disusun secara detail untuk setiap unit organisasi.
        6. Tidak perlu mengikuti aturan PSAK
        7. Tidak Mandatori.


     Perubahan Lingkungan Bisnis
             Kompetisi dalam berbagai industri menjadi kompetisi global dan langkah-langkah inovasi
     jasa dan produk mengalami perkembangan yang cukup pesat. Kondisi ini menguntungkan
     konsumen karena persaingan yang semakin intensif mendorong harga lebih murah, kualitas
     lebih tinggi, dan semakin banyak pilihan.
             Bagaimanapun sangat penting untuk memiliki apresiasi tentang bagaimana organisasi
     melakukan transformasi untuk menjadi lebih kompetitif. Sejak awal tahun 1980-an, beberapa
     perusahaan telah melakukan serangkaian tahap program perbaikan, dimulai dengan just-in-time
     (JIT) dan melalui total quality management (TQM), proses rekayasa ulang, dan serangkaian
     program manajemen yang lain termasuk teori kendala (TOC). Bila program-program ini
     dilakukan dengan tepat maka akan dapat meningkatkan kualitas, pengurangan biaya,
     peningkatan output, meningkatkan pelayanan kepada konsumen, dan akhirnya meningkatkan
     laba.


     Just-in-Time (JIT)
             Perusahaan yang menggunakan sistem pengendalian sediaan dan produksi JIT akan
     membeli material dan memproduksi output sesuai dengan permintaan aktual dari konsumen.
     Dalam sistem JIT, sediaan dikurangi sampai tingkat minimum dan dalam beberapa kasus
     sampai nol.
             Pendekatan JIT dapat digunakan baik untuk perusahaan dagang maupun manufaktur.
     Sistem JIT akan menimbulkan dampak yang signifikan pada operasi perusahaan manufaktur
     yang memiliki tiga kelas sediaan (bahan baku, barang dalam proses, barang jadi). Sediaan
     menimbulkan biaya, mengakibatkan adanya inefisiensi dan konsumsi waktu berlebihan untuk
     menyelesaikan produk.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                        Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   5
     KONSEP JIT.     Dalam kondisi yang ideal, perusahaan yang menjalankan sistem JIT akan
     membeli bahan baku hanya untuk kebutuhan hari itu saja. Perusahaan tidak memiliki sediaan
     BDP pada akhir hari tersebut, dan semua barang jadi yang diselesaikan hari itu telah dikirimkan
     kepada konsumen begitu produksi selesai.
             Dalam lingkungan JIT, arus barang dikendalikan dengan pendekatan pull (pull
     approach), yaitu pada level akhir perakitan, sinyal dikirim ke workstation di belakangkanya.
     Sinyal mengindikasikan sejumlah partisi dan bahan-bahan yang akan dikerjakan padajam-jam
     berikutnya untuk memenuhi permintaan konsumen.
             Dalam sistem manufaktur konvensional, digunakan pendekatan push, yaitu jika suatu
     workstation telah menyelesaikan pekerjaannya, barang setengah jadi segera dikirim ke
     workstation berikutnya tanpa melakukan analisa apakah workstation tersebut siap atau belum
     untuk menerima kiriman barang ½ jadi tersebut.


     JIT Pull Approach
     Order JIT
     Untuk bahan baku

  pemasok            Bagian                Bagian             Bagian               Konsumen
                     pencampuran           oven               penjualan



     Pembelian JIT. Perusahaan menyandarkan pada pemasok yang benar-benar dapat dipercaya.
     Pemasok yang dapat diandalkan diikat dengan kontrak jangka panjang. Pemasok mengirimkan
     bahan yang diperlukan beberapa saat sebelum barang tersebut digunakan.
             Pemasok harus menyediakan barang yang memenuhi standar kualitas perusahaan
     (tidak cacat). Karena sistem JIT sangat rentan terhadap gangguan, barang cacat tidak dapat
     ditoleransi.
             Perusahaan yang menggunakan JIT biasanya dapat menghemat biaya dalam jumlah
     yang signifikan. Perusahaan yang menggunakan sistem JIT tidak harus menghilangkan sama
     sekali sediaannya.


     Elemen Kunci JIT :
     a. memperbaiki layout produksi.
     Dalam sistem JIT, seluruh mesin yang digunakan untuk memproses produk tertentu disatukan
     dalam suatu lokasi tertentu. Pendekatan ini menjadikan lay out pabrik mini untuk masing-




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                      Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   6
     masing produk, sehingga biasa disebut sebagai pabrik terfokus atau pabrik dalam pabrik
     (factory within factory).
     b. Mengurangi waktu Setup
     Setup berisi aktivitas menyiapkan bahan, mengubah setting mesin, mempersiapkan peralatan,
     dan melakukan pengujian. Jika peralatan dirancang untuk satu jenis produk, maka tidak
     diperlukan lagi setup berulang-ulang dan jumlah unit produksi dapat dipenuhi berapapun
     diinginkan.
     c. Zero Defect dan JIT
     d. Karyawan yang fleksibel
     Lay Out Produksi berdasarkan JIT


             Aliran Produk A                                      Aliran Produk B


            Mesin drilling                            Mesin drilling                 Mesin Shoping




    Mesin pemotong               Perakitan            Mesin Pemotong                    Perakitan



     Bahan datang            unit selesai                 bahan datang                 unit selesai



                                  Departemen Penerimaan dan Pengiriman



     Total Quality Management (TQM)
     Pendekatan paling populer dalam rangka perbaikan terus menerus disebut total quality
     management. Ada dua karakteristik TQM yaitu :
         1. fokus pada pelayanan konsumen
         2. pemecahan masalah secara sistematis oleh tim di garda depan.


     Siklus Plan-Do-Check-Act sering disebut Deming Wheel. Yaitu pendekatan sistematis yang
     didasarkan pada fakta untuk melakukan perbaikan terus menerus.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                        Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   7
     Plan, mempelajari proses yang ada, mengumpulkan data, analisa data untuk identifikasi
     kemungkinan-kemungkinan, menyusun rencana perbaikan, memutuskan bagaimana mengukur
     perbaikan.
     Do, Jika memungkinkan menerapkan rencana dalam lingkup kecil, mengumpulkan data.
     Check, mengevaluasi data yang diperoleh pada fase Do, apakah ada perbaikan?
     Act, jika sukses adakan perubahan permanen, jika tidak sukses coba lagi.


     Proses Reengineering (Rekayasa Ulang).
            Yaitu pendekatan yang lebih radikal dibandingkan dengan TQM. Sebagai ganti
     perbaikan sistem yang dirancang serial dan bertahap, dalam proses reengineering suatu proses
     bisnis diplot dalam suatu diagram secara detail, dikritisi, dan kemudian dirancang ulang untuk
     menghilangkan langkah-langkah yang tidak diperlukan, mengurangi kemungkinan terjadinya
     kesalahan, dan pengurangan biaya.
            Proses reengineering berfokus untuk menyederhanakan dan menghilangkan aktivitas
     yang tidak bermanfaat. Ide pokoknya adalah bahwa setiap aktivitas yang tidak memiliki nilai
     tambah terhadap produk dan jasa harus dihilangkan.


     Theory of Constraint (TOC)
     Constraint atau kendala adalah segala sesuatu yang menghambat anda untuk memcapai apa
     yang anda inginkan. Karena kendala menjadi penghambat untuk meraih apa yang diinginkan,
     pengelolaan berdasarkan TOC menjadi faktor kunci sukses.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                     Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   8
                              COST ACCOUNTING, COST CONCEPT
                               DAN COSTINFORMATION SYISTEM


        FUNGSI MANAJEMEN
            Manajemen perusahaan dapat digolongkan kedalam tiga tingkatan yaitu:
                Kelompok manajemen eksekutif (TOP MANAGEMENT) atau tingkatanya meliputi
                   Direktur atau Direksi Perusahaan.
                Kelompok manajemen menengah (Midle Management) meliputi Manager Cabang,
                   Kepala Departemen, Kepala Devisi atau yang setingkat.
                Kelompok manajemen operasi (Lower Management) meliputi Mandor (supervisor).


            Semua kelompok manajemen tersebut di atas memerlukan data biaya yang harus di
     sajikan secara sistematis dalam melaksanakan fungsi manajemen yaitu untuk menentukan tujuan
     perusahaan dan merealisasi atau mencapai tujuan tersebut dengan efektif dan efisien.
     Adapun fungsi manajemen meliputi :
        a. Perencanaanan ( Planning ) , adalah proses untuk menentukan tujuan organisasi yang
            akan dicapai perusahaan dan mengatur strategi yang akan dilaksanak, perencanaan ini
            dapat disusun untuk jangka pendek atau jangka panjang, dan akan dipakai dasar untuk
            mengendalikan kegiatan perusahaan.
        b. Pengorganisasian ( Organizing ), adalah membentuk kerangka dasar dalam menentukan
            aktivitas dan tugas pokok dari suatu kelompok individu atau individu dalam perusahaan
            yang meliputi, pemberian tugas, pengendelgasian wewenang, pertanggung jawaban atau
            tugas yang diberikan.
        c. Pengarahan, merupakan proses yang harus dilaksanakan menajemen agar pelaksanaan
            dapat diarahkan sesuai dengan tujuan perusahaan, untuk tujuan tersebut manajemen harus
            selalu mengadakan perbaikan yang diperulukan dan menumbuhkan motivasi para
            karyawan agar dapat bekerja dengan optimal sesuai dengan rencana.
        d. Pengendalian ( Controling ), adalah proses untuk memriksa kembali, menilai dan selalu
            memonitor kembali laporan – laporan apakah pelaksanaan tidak menyimpang dari tujuan
            yang sudah ditentukan.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                      Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   9
        HUBUNGAN AKUNTANSI KEUANGAN DAN AKUNTANSI BIAYA
                     Akuntansi Keuangan adalah proses pencatatan dan penggolongan, peringkasan,
         dan penyajian dari transaksi keuangan suatu dengan cara yang sistematis, serta penafsiran
         terhadap hasilnya dari laporan – laporan yang disajikan oleh akuntansi .
                     Tujuan Akuntansi Keuangan adalah sebagai alat pembantu untuk menjalankan
         fungsi, alat komunikasi dan pertanggungjawaban dari manajemen kepada berbagai pihak
         yang menggunakan Laporan Keuangan, sesuai kepentingan masing – masing pemakai .
         Khususunya untuk perusahaan manufaktur, Akuntansi Keuangan memerlukan data biaya
         dengan bantuan Akuntansi Biaya dalam hal:
                  1. Untuk penentuan harga pokok berbagai jenis produk atau berbagai jasa yang
                     dihasilkan perusahaan.
                  2. Untuk menyusun perencanaan dan mengendalikan biaya
                  3. Untuk pengembalian keputusan yang berhubungan dengan biaya


        PENGERTIAN DAN TUJUAN COST ACCOUNTING
                     Akuntansi Biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat
        manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta
        menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.
                     Pengertian Cost Accounting adalah Akuntansi yang membicarakan tentang
        penentuan harga pokok ( Cost ) dari sesuatu produk yang diproduksi atau dijual di pasar baik
        untuk memenuhi pesanan maupun untuk menjadi persedian barang dagangan yang akan
        dijual.
                     Tujuan Cost Accounting : adalah menyediakan satu informasi yang diperlukan
        manajemen dalam mengelola perusahaan yaitu informasi biaya yang bermanfaat untuk :
        1. Perencanaan dan pengendalian biaya
        2. Penentuan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan
        3. pengambilan keputusan oleh manajemen




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                      Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   10
        COST CONCEPT
                Biaya dalam pengertian yang luas merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang
        dilakukan memeperoleh manfaat Pengorbanan tersebut pada tanggal perolehan dinyatakan
        dengan pengurangan kas atau aktival lainnya pada saat ini atau dimasa mendatang .
     Berikut ini akan dibahas beberapa konsep yang sering dipakai :
     1. Harga perolehan ( Cost )
        Harga perolehan adalah jumlah yang dapat diukur dalam satuan uang, dalam bentuk
                -    Kas yang dibayarkan
                -    Nilai aktiva lainnya yang dikorbankan,
                -    Nilai jasa yang dikorbankan
                -    Atau hutang yang ditimbul,
      Dalam rangkai pemilikan barang dan jasa yang diperlukan perusahaan, baik pada masa lalu (
     harga perolehan yang telah terjadi ) maupun pada masa yang akan datang.
        2. Biaya ( Expenses )
            Expenses adalah harga perolehan yang dikorbankan atau dikorbankan dalam rangka
        memperoleh pengasilan ( revenues ) dan akan dipakai sebagai pengurung penghasilan .
        Biaya digolongkan kedalam harga pokok penjualan, baiaya penjualan, biaya administrasi dan
        umum, biaya bunga, dan lain – lain
        3. Pengahasilan ( Revenus )
            penghasilan adalah jumlah yang dapat diukur dalam satuan uang dalam bentuk , kas yang
        diterima, piutang yang timbul, dalam rangka penjualan dagang atau yang diterima, piutang
        yang, dalam rangka penjualan barang dagang atau jasa yang di lakukan oleh perusahaan
        kepada pihak l


         4. Rugi dan laba ( profit and loss )
            Rugi dan laba adalah hasil dari proses mempertemukan secara wajar antara semua
        penghasilan dengan semua biaya dalam periode akuntansi yang sama. Apabila semua
        penghasilan lebih besar di bandingkan biaya maka selisihnya adalah laba bersih . akan tetapi
        apabila semua penghasilan lebih kecil di bandingkan dengan biaya, selisihnya adalah rugi.
        5.Kerugian




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                       Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   11
          Kerugian adalah biaya yang sudah di gunakan tanpa menghasilkan manfaat pendapatan.
        Atau berkurangnya kekayaan perusahaan yang bukan karena pengambilan modal oleh
        pemilik. Contoh; biaya persediaan yang tidak di asuransi rusak karena banjir dapat
        klasifikasikan sebagai kerugian pada laporan laba- rugi.


        COST OBJECT
              Objek biaya adalah segala hal seperti produk, proyek, dan lain- lain kemana biaya-
        biaya diukur dan dibebakan. Contoh : menghitung berapa biya untuk memeproduksi sepeda,
        maka objek biya adalah sepeda. Jika tujuannya adalah menentukan biaya pengembangan
        produk maka objek biaya adalah proyek mengembangkan produk.




        COST CLASIFICATION
               Klasifikasi biya adalah proses mengelompokan secara sistematis atas keseruluhan
        elemen yang ada kedalam golongan tertentu yang lebih ringkas untuk dapat memberikan
        informasi yang lebih punya arti. Dalam mengklasifikasikan biya harus disesuaikan dengan
        tujuan dari informasi biaya yang disajikan.




        Berikut ini beberaopa cara peng klafikasikan biaya :
        1. Biya dapat diklafisikasikan sesuai dengan fungsi pokok dari aktivitas perusahaan .
           berdasarkan fungsi pokok kegioatan perusahaan biya dapat digolongkan kedalam:
               a. fungsi produksi, yaitu yang berhubungan dengan kegitan pengolahan bahan baku
                   menjadi barang jadi, biayanya disebut biaya produksi dengan belemen biaya
                   terdiri dari biaya bahan baku ( direck material ) , biya tenaga kerja langsung (
                   direct labor ), biaya overhead pabrik ( factori overhead cost ).
               b. Fungsi pemasaran , yaitu fungsi yang berhubungan kegitan penjualan produk
                   selesai yang siap untuk dijual. Biaya penjualan, biya pengiriman barang , biya
                   iklan
               c. Fungsi administrasi dan umum, adalah fungsi yang berhubungan secara
                   keseluruhan , biayanya disebut biaya administrasi dan umum.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                       Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   12
                  d. Fungsi keuangan, yaitu yang berhubungan dengan kegiatan keuangan yang
                     diperlukan perusahan , misalnya biaya bunga .
        2. Klasifikasi berdasarkan dengan hubungan terhadap kegiatan atau volume produksi, maka
            biaya dapat dikelompokkan; sebagai biaya tetap, biaya variabel, dan biaya semivariabel.
        3. Klasifikasi biaya sesuai dengan objek atau pusat yang dibiayai, yaitu; biaya langsung dan
            biaya tidak langsung. Biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang terjadi dapat
            diidentifikasi langsung kepada objeknya, contoh: biaya bahan baku dan biaya tenaga
            kerja. Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya yang terjadi tidak dapat
            diidentifikasi pada objeknya, contoh: biaya overhead pabrik.
        4. Klasifikasi sesuai dengan periode akuntansi dimana biaya akan dibebankan, dapat
            digolongkan sebagai Capital Expenditure adalah pengeluaran yang akan memberikan
            manfaat pada beberapa periode akuntansi dan sebagai pengeluaran penghasilan (Revenue
            Expenditures) adalah pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode
            akuntansi.
        5. Klasifikasi biaya sesuai dengan tujuan pengambilan keputusan yaitu; biaya relevan dan
            biaya tidak relevan. Biaya relevan adalah biaya yang relevan dengan pengambilan
            keputusan atau yang mempengaruhi keputusan yang akan di ambil. Contohnya adalah
            biaya bahan baku yang termasuk klasifikasi biaya variable.


                                       ANALISIS PULANG POKOK


            Penerimaan dan biaya merupakan variabel-variabel penting untuk mengetahui kondisi
     bisnis suatu perusahaan.dengan diketahuinya penerimaan total (R) yang diperoleh dan biaya
     total ( C)    yang dikeluarkan,dapatlah dianalisis apakah perusahaan mndapat keuntungan
     ataukah mengalami kerugian. Keuntungan (provit positif,µ > 0) akan didapatkan apabila R >
     C.secara grafik hal ini terlihat pada area dimana kurva R terletak diatas kurva
     C.sebaliknya,kerugian (provit negaif,µ<0) akan dialami apabila R<C; pada area dimana kurva R
     terletak dibawah kuva C.
            Konsep yang lebih penting berkenaan dengan R dan C adalah konsep pulang pokok
     (brek –even), yaitu suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis jumlah minimum produk
     yang harus di hasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Keadaan pulang
     pokok (provit nol,µ =0) terjadi apabila R = C;perusahaan tidak memperoleh keuntungan tetapi




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                       Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   13
     tidak pula menderita kerugian.secara grafik hal ini ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva R
     dan kurva C.




     C,R                             R =r ( Q )
     Q


                        µ>0        C=c(Q)
                                                          Q = jumlah produk
                                                          R = penerimaan toal
                        TPP ( µ = 0 )                               C = biaya total
                                                          µ = provit total
                  µ<0                                           (= R-C)
     0                           Q                        TPP = titik pulang pokok(break even
                                                                   Poin)


     BREAK IVEN POIN UNTUK MULTIPLE PRODUK
     CONTOH
     Sebuah perusahaan mempunyai informasi mengenai 9 jenis produknya sebagai berikut:


     Jenis produk                                 harga    VC      unit sales
     Sandwich                                     $2,95    $1.25 7.000
     Soft drink                                   0.80     0.30    7.000
     Homemade chips                               0.59     0.18    1.000
     Baked potato w/topping                       1.55     0.47    5.000
     Tea                                          0.75     0.25    5.000
     Breakfast menu                               2.95     1.20    2.000
     Grape                                        1.75     0.55    2.500
     Milkshake                                    1.75     0.80    2.000
     Salad bar                                    2.85     1.00    3.000


     Selain informasi di atas, diketahui biaya tetap (fixed cost) $b42,000 per tahun




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                         Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   14
     Diminta:
     Tentukan break even poin dalam dolar.
     Jawab


     MULTIPLE BREAK EVEN POIN
                                           1   2      3        4       5       6        7
     Jenis                               sales VC    VC/S    I-VC/S    forecasted      % of     weighted
     Produk                                                           sales sales contributin(5x7)
     Sandwich                            2.95 1.25   0.42    0.58     20.650 0.340 0.197
     Soft drink                          0.80 0.30   0.38    0.62     5.600 0.092 0.057
     Homemade chps                       0.59 0.18   0.31    0.69     590     0.010 0.007
     Baked potato W/topping              1.55 0.47   0.30    0.70     7.750 0.128 0.090
     Tea                                 0.75 0.25   0.33    0.67     3.750 0.062 0.042
     Breakfst menu                       2.95 1.20   0.41    0.59     5.900 0.097 0.057
     Grape                               1.75 0.55   0.31    0.69     4.375 0.072 0.050
     Milkshake                           1.75 0.80   0.46    0.54     3,500 0.058 0.031
     Salad bar                           2.85 1.00   0.35    0.65     8,550 0.141 0.091
                                                                      60,665 1.000      0.622


     P (Dollar)= Fixed cost
                    Σ [ ( I – VC/S ) x (w) ]


                  = $ 42,000/0.622 = $ 67,524
     Kondisi break even poin terjadi pada saat µ=0 atau TR=TC
     TR           =PxQ
     P            = price?unit
     Q            = soled quantities
     TC           = TFC + TVC
     TVC          = AVC ( Q )
     Mencari tingkat output break even ( Qb )
     TR                          = TC
     P x (Qb)                    = TFC + AVC (Qb)
     P x (Qb) – AVC (Qb) = TFC
     (P – AVC) Qb                = TFC




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                           Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   15
                                TFC
                      Qb     = P - AVC




     P-AVC = Contribution margin perunit




                                           TR


                                  profit            TC
           400
           200 rugi                                                                  P = $10
                                                                                AVC = $5
            0              40                   Q                               TVC = $200




                VARIABEL COSTING: ALAT UNTUK PERENCANAAN DAN
                                  PENGENDALIAN MANAJEMEN
     Isi materi dari modul ini adalah membahas mengenai dua metode perhitungan income yang
     dapat dipakai oleh perusahaan. Metode tersebut adalah varible costing (Direct costing) dan
     Absorption costing (Full costing). Metode ini disebut sebagai Costing (perhitungan harga
     pokok) .
        Definisi
           Absorption Costing:
                Penentuan harga pokok produk yang memasukkan semua unsur biaya, baik yang
                bersifat variable ataupun fixed. Absorption costing mengalokasikan biaya overhead
                tetap ke produk seperti halnya alokasi biaya overhead variable.
           Variable Costing:
                Penentuan harga pokok produk yang hanya memasukkan unsur biaya variabel ( direct
                material, direct labor, dan variable overhead). Sedangkan fixed overhed dimasukkan



PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                         Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   16
             sebagai Period cost. Istilah variable costing lebih menggambarkan bagaimana cara
             harga pokok produk dihitung pada saat laporan laba rugi disusun dengan pendekatan
             kontribusi.


        Klasifikasi Biaya Sebagai Product atau Period Cost Berdasarkan Absorption
               Costing dan Variable Costing
                           Absorption Costing            Variable Costing
           Product Cost    Direct Material (DM)          Direct Material (DM)
                           Direct Labor (DL)             Direct Labor (DL)
                           Variable Overhead (VOH)       Variable Overhead (VOH)
                           Fixed Overhead (FOH)                        -----


           Period Cost     Selling expenses              Fixed Overhead (FOH)
                           Administrative expenses       Selling Expenses
                                                         Administrative expense




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                    Diah Iskandar, SE. M.Si.   AKUNTANSI MANAJEMEN   17

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:130
posted:7/27/2012
language:Malay
pages:17