SK SA DAN KETENTUAN POKOK KURIKULUM UPI by RZgf0cH

VIEWS: 0 PAGES: 24

									                          KETETAPAN SENAT AKADEMIK
                       UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
                       NOMOR:001 /Senat Akd./UPI-SK/VIII/2011
                                             TENTANG
                 KETENTUAN POKOK PENGEMBANGAN KURIKULUM
                      UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
                               EDISI TAHUN 2011

                       DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
             SENAT AKADEMIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Menimbang       : a. bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2004 tentang
                     Penetapan Universitas Pendidikan Indonesia sebagai BHMN, Senat Akademik
                     adalah badan normatif tertinggi di Universitas di bidang akademik;
                  b. bahwa untuk melaksanakan pengembangan dan pembakuan kurikulum, perlu
                     ditetapkan Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum Universitas
                     Pendidikan Indonesia;
                  c. bahwa hasil kerja Tim Pengembang Kurikulum serta saran dan pendapat
                     Komisi A Senat Akademik tentang                Rancangan Ketentuan Pokok
                     Pengembangan Kurikulum Universitas Pendidikan Indonesia perlu segera
                     ditetapkan sebagai Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum Universitas
                     Pendidikan Indonesia;
                  d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, huruf b, dan
                     huruf c, perlu menetapkan Ketetapan Senat Akademik Universitas Pendidikan
                     Indonesia tentang Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum Universitas
                     Pendidikan Indonesia Edisi Tahun 2011;

Mengingat       : 1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
                     (Lembaran Negara Republik Indoonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
                     Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
                  2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran
                     Negara RI Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik
                     Indonesia Nomor 4586);
                  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
                     Pendidikan (SNP);
                  4. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2004 tentang Penetapan Universitas
                     Pendidikan Indonesia sebagai Badan Hukum Milik Negara, (Lembaran
                     Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 13);
                  5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/Kepmen/2000 tentang
                     Pedoman Penyusunan Kurikulum dan Penilaian Hasil Belajar Perguruan
                     Tinggi;
                  6. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang
                     Kurikulum Inti Perguruan Tinggi.
                  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang
                     Standar Kualifikasi Akademik dan Tenaga Pendidik;
                  8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2009 tentang
                     Program Pendidikan Profesi Guru bagi Guru Pra Jabatan;
                  9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang
                     Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor;


   Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011                                              1
                   10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 9 Tahun 2010 tentang
                       Program Pendidikan Profesi Guru bagi Guru dalam Jabatan;
                   11. Ketetapan Majelis Wali Amanat Universitas Pendidikan Indonesia Nomor
                       21/TAP/MWA UPI/2010 tentang Penetapan Rencana Strategis Universitas
                       Pendidikan Indonesia 2010-2015;
                   12. Keputusan Senat Akademik Nomor 035/Senat Akad./UPI-TU/III/2005
                       tentang Pedoman Pembukaan, Penutupan, Perubahan Nama Fakultas,
                       Jurusan, Program Studi, Program Diploma, Program Sertifikasi, Program
                       Profesi, dan Program Vokasi;


Memperhatikan: Pendapat dan saran anggota Senat Akademik dalam Rapat Senat Akademik
               dalam Rapat Pleno Senat Akademik pada tanggal 24 Agustus 2011

                                    MEMUTUSKAN

Menetapkan     :
Pertama        : Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum Universitas Pendidikan Indonesia
                 Edisi Tahun 2011, sebagaimana tertuang dalam lampiran Surat Ketetapan ini;
Kedua          : Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum sebagaimana dimaksud diktum
                 pertama ini menjadi pedoman bagi pengembangan dan pembaharuan kurikulum
                 di Universitas Pendidikan Indonesia;
Ketiga         : Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian
                 hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan dilakukan perbaikan dan
                 penyesuaian sebagaimana mestinya.

                                                     Ditetapkan di     : Bandung
                                                     Pada tanggal      : 24 Agustus 2011

                                                     Senat Akademik
                                                     Universitas Pendidikan Indonesia

Ketua,                                               Sekretaris,




Prof. Dr. H. Syihabuddin, M.Pd.                      Dr. Djadja Rahardja, M.Pd.
NIP. 19600120 198703 1 001                           NIP. 19590414 198503 1 005




2                                                   Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011
LAMPIRAN I
KETETAPAN SENAT AKADEMIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
NOMOR : 001/Senat Akd./UPI-SK/VIII/2011


            KETENTUAN POKOK PENGEMBANGAN KURIKULUM
          UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA EDISI TAHUN 2011

                                           MUKADIMAH


Kurikulum Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Edisi Tahun 2011 merupakan penyempurnaan
dari Kurikulum UPI tahun 2006, dan menampilkan perubahan serta penyesuaian terhadap
perkembangan yang terjadi. Perubahan tersebut berkenaan dengan pemantapan dan pengembangan
kelembagaan UPI, penyesuaian terhadap kebutuhan dan tuntutan masyarakat, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta profesi.

UPI merupakan perguruan tinggi yang memiliki norma dasar kehidupan edukatif, ilmiah, dan
religius. Norma dasar tersebut terwujud dalam bentuk tindakan seluruh sivitas akademika di dalam
dan di luar kampus, serta menjiwai gagasan dasar, rancangan dan implementasi kurikulum UPI.

Perubahan kelembagaan IKIP Bandung menjadi UPI pada tahun 1999 dan PT BHMN pada tahun
2004 memberikan otonomi yang lebih luas baik dalam pengelolaan kelembagaan maupun
pengembangan program. Perubahan tersebut tidak mengubah misi utama UPI di bidang
kependidikan, bahkan mempertajam visi dan memperluas misi, fungsi, dan wewenangnya dalam
pengembangan ilmu dan tenaga nonkependidikan. Perubahan kelembagaan dan perluasan misi,
fungsi, dan wewenang tersebut menuntut adanya pemantapan dan penyesuaian ketentuan pokok
pengembangan kurikulum baik untuk program kependidikan maupun nonkependidikan.

Perubahan kebijakan pemerintah dalam pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang meliputi
wajib belajar 9 tahun, otonomi dan standar pendidikan, memberikan dampak terhadap
penyelenggaraan pendidikan di UPI. Perubahan tersebut menuntut peningkatan mutu pendidikan
yang didukung oleh tenaga kependidikan dan nonkependidikan profesional dalam penyiapan dan
pengembangan ragam sumber daya manusia yang mampu berkompetisi pada tataran global.
Tuntutan tersebut perlu dipenuhi melalui pengembangan program pendidikan dengan rujuk mutu
internasional.

Berdasarkan pemikiran di atas, maka disusunlah Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum UPI
Edisi Tahun 2011 sebagai berikut.




   Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011                                                3
                                          BAB I
                                     KETENTUAN UMUM

                                              Pasal 1

Dalam Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum ini yang dimaksud dengan:
1. Universitas adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai Badan Hukum Milik
    Negara (BHMN).
2. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
    perkuliahan serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
    pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
3. Struktur kurikulum adalah pengelompokan mata kuliah berdasarkan sifatnya dalam menunjang
    pencapaian tujuan pendidikan.
4. Sebaran mata kuliah adalah penempatan mata kuliah berdasarkan semester.
5. Program studi kependidikan adalah program studi yang mempersiapkan lulusannya untuk
    bekerja dalam bidang kependidikan sebagai guru dan nonguru.
6. Program studi nonkependidikan adalah program studi yang mempersiapkan lulusannya untuk
    bekerja di luar bidang kependidikan.
7. Program pendidikan profesi guru adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk
    mempersiapkan lulusan S1 kependidikan dan S1/D4 nonkependidikan yang memiliki bakat dan
    minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar
    nasional pendidikan.
8. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat untuk tenaga kependidikan dan nonkependidikan.
9. Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk
    menunjang penyelenggaraan pendidikan.
10. Tenaga nonkependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat
    untuk menunjang penyelenggaraan kegiatan di bidang nonkependidikan.
11. Sertifikat adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada tenaga kependidikan
    dan nonkependidikan sebagai tenaga profesional;
12. Evaluasi kurikulum adalah upaya memperoleh informasi tentang proses dan hasil yang dicapai
    serta digunakan untuk pengembangan kurikulum.
13. Standar adalah kriteria dasar yang harus dipenuhi dalam penyusunan semua komponen
    kurikulum.

                                      BAB II
                      DASAR-DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM

                                          Bagian Kesatu
                                          Visi dan Misi

                                              Pasal 2

UPI memiliki visi menjadi Universitas Pelopor dan Unggul (a leading and outstanding university) dalam
disiplin ilmu pendidikan dan pendidikan disiplin ilmu.

                                              Pasal 3

Dalam merealisasikan visinya, UPI memiliki misi sebagai berikut:
a. menyelenggarakan pendidikan disiplin ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu dan disiplin ilmu
    lainnya yang berkualitas, berdaya saing global, dan relevan dengan tujuan pendidikan nasional;
b. menyelenggarakan penelitian untuk mengembangkan teori dan praktik pendidikan serta keilmuan lain
    yang inovatif dan berakar pada kearifan lokal;
c. mengembangkan pendidikan profesional guru yang terintegrasi dalam pendidikan akademik dan
    profesi untuk semua jalur dan jenjang pendidikan;

4                                                       Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011
d. menyebarluaskan pengalaman dan temuan-temuan inovatif dalam disiplin ilmu pendidikan pendidikan
   disiplin ilmu, dan disiplin ilmu lain demi kemajuan masyarakat.

                                           Bagian Kedua
                                   Tugas Pokok, Fungsi, dan Tujuan

                                                  Pasal 4

UPI memiliki tugas pokok sebagai berikut:
a. melaksanakan pendidikan berbagai bidang keilmuan, teknologi, seni dan budaya, ilmu pendidikan,
   ilmu sosial, humaniora, ilmu kesehatan, olah raga, ilmu agama, dan disipilin ilmu lainnya pada
   berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan dalam sistem multi kampus secara tatap muka dan jarak
   jauh;
b. melaksanakan penelitian dalam rangka pendidikan dan pembelajaran, penemuan, dan penambahan
   khasanah keilmuan, inovasi dalam rangka pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan, tekologi,
   seni, dan budaya, ilmu pendidikan, ilmu sosial, humaniora, ilmu kesehatan, olah raga, ilmu agama, dan
   disipilin ilmu lainnya;
c. melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya perwujudan keterkaitan pengembangan
   dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, ilmu pendidikan, ilmu sosial,
   humaniora, ilmu kesehatan, olahraga, agama, dan disiplin ilmu lainnya dengan realitas kehidupan di
   masyarakat;
d. melaksanakan pengembangan budaya akademik dalam kehidupan kampus yang edukatif, ilmiah, dan
   religius;
e. melaksanakan kerjasama berdasarkan kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan
   dengan berbagai pihak meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
f. melaksanakan penggalangan dana untuk memperkuat dan meningkatkan mutu, produktivitas dan
   kinerja universitas yang dilakukan secara melembaga dan dikelola secara profesional.

                                                  Pasal 5

UPI memiliki fungsi sebagai berikut:
a. mengembangkan disiplin ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, disiplin ilmu dan profesi lain
   yang menunjang keterlaksanaan tugas pokok universitas;
b. menghasilkan sumber daya manusia terdidik yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan tuntutan dan
   perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, ilmu pendidikan, ilmu sosial,
   humaniora, ilmu kesehatan, olahraga, agama dan disiplin ilmu lain;
c. menyebarkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, ilmu pendidikan, ilmu sosial ,
   humaniora, ilmu kesehatan, olahraga, agama, dan disiplin ilmu lain.

                                                  Pasal 6

Secara umum tujuan pendidikan UPI diarahkan pada pembentukan manusia yang beriman, bertaqwa,
bermoral, berahlak mulia, berilmu, profesional, religius, memiliki integritas kepribadian, dan cinta terhadap
bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia, serta pengembangan ilmu yang mendukung
pembangunan masyarakat. Tujuan umum UPI adalah sebagai berikut:
a. membina dan mengembangkan mahasiswa untuk menjadi ilmuwan, tenaga kependidikan dan tenaga
    nonkependidikan yang beriman, bertakwa, profesional, berkompetensi tinggi, dan berwawasan
    kebangsaan;
b. mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, olah raga, dan seni;
c. mendukung pengembangan kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan dengan
    berperan sebagai kekuatan moral yang mandiri;


    Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011                                                            5
d. mendukung pembangunan masyarakat yang religius, demokratis, cinta damai, cinta ilmu, dan
   bermartabat.


                                               Pasal 7

Dalam merealisasikan sebagaimana dimaksud pada pasal 6, UPI memiliki tujuan khusus sebagai berikut:
a. menyelenggarakan pendidikan tinggi yang menghasilkan tenaga kependidikan dan tenaga
    nonkependidikan ;
b. menghasilkan guru TK, SD, SLTP, SLTA, dan dosen yang bermutu dalam berbagai bidang studi
    sesuai dengan kebutuhan;
c. menghasilkan tenaga ahli administrasi pendidikan, konselor pendidikan, ahli kurikulum dan teknologi
    pendidikan, ahli pendidikan luar sekolah, instruktur dan tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan
    keperluan yang menunjang berfungsinya sistem pendidikan;
d. menghasilkan tenaga ahli nonkependidikan dalam berbagai disiplin ilmu sesuai dengan kebutuhan;
e. mengembangkan dan melaksanakan program pendidikan profesional tenaga kependidikan;
f. bekerjasama dengan lembaga lain, mengembangkan dan melaksanakan Program Pendidikan
    Sertifikasi nonkependidikan untuk memperoleh sertifikat dalam keahlian tertentu.;
g. melaksanakan penelitian dalam bidang kependidikan dan nonkependidikan yang mendukung
    pengembangan pendidikan;
h. melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang berhubungan dengan pemecahan masalah-
    masalah kependidikan, masalah-masalah nonkependidikan dan pembangunan yang terkait dengan
    darma pendidikan serta darma penelitian.

                                         Bagian Ketiga
                                   Karakteristik Kurikulum UPI

                                               Pasal 8

(1)   Kurikulum Universitas sebagai berikut :
      a. Kurikulum UPI 2011 berorientasi pada perkembangan ilmu, profesi kependidikan dan
         nonkependidikan, perkembangan ipteks, serta penyiapan tenaga kependidikan dan
         nonkependidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
      b. Kurikulum UPI 2011 menggunakan kombinasi pendekatan disiplin ilmu dan pendekatan
         kompetensi.
      c. Kurikulum UPI 2011 menggunakan pendekatan topik inti dari disiplin ilmu terkait.
      d. Kurikulum UPI 2011 menggunakan pendekatan keseimbangan pendidikan keakhlian
         umum dan khusus, yaitu memuat mata kuliah yang berfungsi membekali lulusan memiliki
         kepribadian yang terintegrasi dan memiliki keahlian sesuai dengan bidang studinya.
(2)   Topik inti merupakan aspek-aspek substantif esensial dalam bidang kependidikan dan
      nonkependidikan, dengan materi yang bersumber dari disiplin ilmu, kemampuan yang
      bersumber pada kompetensi, atau kombinasi antara keduanya.
(3)   Pengembangan topik inti sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) mengacu pada dua sumber,
      yaitu kompetensi profesi yang harus dikuasai oleh para lulusan, dan disiplin ilmu yang
      mendasari penguasaan kompetensi profesi tersebut.
(4)   Pengembangan kepribadian termuat dalam kelompok mata kuliah umum dan pengembangan
      keahlian termuat dalam kelompok mata kuliah dasar keahlian dan mata kuliah keahlian.
(5)   Kurikulum Universitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) menganut asas dan sifat
      fleksibel secara horisontal dan vertikal dengan memperhatikan kecenderungan global,
      mengantisipasi persaingan nasional dan global, serta mengantisipasi mobilitas dan keragaman
      minat mahasiswa.
      a. Fleksibilitas kurikulum memungkinkan transfer kredit antar program studi (kependidikan
          dan nonkependidikan yang relevan), antar jenjang program di lingkungan UPI, dan antar


6                                                        Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011
             program studi di UPI dengan program studi di perguruan tinggi lain di dalam dan di luar
             negeri;
        b.   Fleksibilitas kurikulum secara horisontal tercermin dalam penataan mata kuliah pilihan
             untuk menampung keragaman minat, kemampuan dan mobilitas mahasiswa, dalam
             penyesuaian isi kurikulum dengan peningkatan standar mutu, kebutuhan dan tuntutan
             masyarakat; serta dalam keragaman kemasan mata-mata kuliah untuk menawarkan
             pendidikan akademik dan pendidikan profesi;
        c.   Fleksibilitas kurikulum dimaksudkan juga untuk memberikan layanan khusus
             berdasarkan wilayah dan berbagai sektor yang memerlukan tenaga kependidikan dengan
             kemampuan fleksibel;
        d.   Fleksibilitas kurikulum menyajikan kemasan mata kuliah untuk menghasilkan calon guru
             yang mampu: mengajar pada tingkat TK, tingkat SD/MI, tingkat SMP/MTs, serta tingkat
             SMA/MA, dan SMK; memiliki kemampuan mengajar lebih dari satu bidang studi, dan
             atau memiliki kemampuan kependidikan lain di luar mengajar.
        e.   Fleksibilitas kurikulum memungkinkan dilakukan revisi isi dan nama mata kuliah yang
             disesuaikan dengan tuntutan standar mutu, kebutuhan masyarakat, dan perkembangan
             Ipteks.


(6)     Kurikulum UPI 2011 menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) beban studi mahasiswa
        dinyatakan dengan satuan kredit semester (sks)


                                    BAB III
                  STRUKTUR KURIKULUM DAN SEBARAN MATA KULIAH

                                          Bagian Kesatu
                         Struktur dan Ketentuan Pengembangan Kurikulum

                                                    Pasal 9

(1) Struktur Kurikulum program Sarjana dan Diploma tersusun sebagai berikut
    a. Mata Kuliah Umum (MKU) adalah kelompok mata kuliah yang ditujukan untuk
        mengembangkan aspek kepribadian mahasiswa sebagai individu dan warga masyarakat.
    b. Mata Kuliah Profesi (MKP) adalah kelompok mata kuliah pada Program Studi Tenaga
        Kependidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan Profesi, dan terdiri atas
        kelompok Mata Kuliah Dasar Profesi (MKDP), Mata Kuliah Keahlian Profesi (MKKP)
        dan Mata Kuliah Latihan Profesi (MKLP).
    c. Mata Kuliah Keahlian (MKK) adalah kelompok mata kuliah yang ditujukan untuk
        mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam penguasaan keahlian bidang studi/bidang
        ilmu terkait.
    d. MKK dapat terdiri atas MKK Fakultas dan MKK Program Studi.
    e. MKK Program Studi ada yang bersifat wajib dan ada yang bersifat pilihan.
    f. Mata Kuliah Perluasan dan Pendalaman (MKPP) adalah mata kuliah pilihan yang diambil
        dari prodi sendiri yang ditujukan untuk memperluas atau memperdalam penguasaan materi.
    g. Mata Kuliah Kemampuan Tambahan (MKKT) adalah mata kuliah pilihan yang disediakan
        oleh suatu prodi yang dapat diambil oleh mahasiswa dari luar program studi tersebut untuk
        menambah kemampuan dalam bidang lain dalam bentuk paket.
    h. Mata Kuliah Pilihan Bebas (MK Pilihan Bebas) adalah mata kuliah yang diambil dari prodi
        sendiri dan atau prodi lain, dan mahasiswa bebas menentukan mata kuliah pilihannya.
    i. Mata Kuliah Konsentrasi Akademik (MK Konsentrasi Akademik) adalah kelompok mata
        kuliah pada Program Studi Non Kependidikan yang bertujuan untuk mengembangkan suatu
        keahlian tertentu, dan terdiri atas Mata Kuliah Dasar Akademis (MKDA), Mata Kuliah
        Keahlian Akademis (MKKA) dan Mata Kuliah Latihan Akademis (MKLA).
      Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011                                                 7
    j.  Struktur dan sebaran mata kuliah pendidikan profesi ditentukan oleh program studi masing-
        masing yang sudah memiliki program tersebut dengan rentang 38 – 40 sks.
    k. Skripsi adalah tugas akhir (karya tulis) yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan
        mahasiswa program S1 dalam menyusun karya ilmiah sebagai muara dari keseluruhan
        pengalaman belajarnya, didasarkan atas hasil penelitian lapangan, dan ditulis dengan tata
        cara penulisan karya ilmiah.
(2) Struktur Kurikulum Sekolah Pascasarjana tersusun sebagai berikut:
    a. Sesuai dengan sifat program S2 dan S3 sebagai studi lanjut yang mengembangkan keahlian
        dalam bidang studi tertentu, struktur kurikulum tidak memiliki kelompok Mata Kuliah
        Umum (MKU), tetapi semua mata kuliah merupakan Mata Kuliah Keahlian (MKK);
    b. MKK terdiri atas dua kelompok yaitu kelompok Mata Kuliah Landasan Keahlian (MKLK)
        dan kelompok Mata Kuliah Keahlian Utama (MKKU);
    c. Mata Kuliah Landasan Keahlian (MKLK) adalah kelompok mata kuliah yang ditujukan
        untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam landasan keahlian berkenaan dengan
        bidang studi/bidang ilmu;
    d. Mata Kuliah Keahlian Utama (MKKU) adalah kelompok mata kuliah yang ditujukan untuk
        mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam keahlian utama berkenaan dengan bidang
        studi/bidang ilmu;
    e. Tesis (Program S2) atau Disertasi (Program S3) adalah tugas akhir yang ditujukan untuk
        mengembangkan kemampuan mahasiswa menyusun karya ilmiah sebagai muara dari
        keseluruhan pengalaman belajarnya, didasarkan atas hasil penelitian lapangan, dan ditulis
        dengan tata cara penulisan karya ilmiah.
(3) Struktur Kurikulum Program Pendidikan Profesi tersusun sebagai berikut :
    a. Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Dasar (SD) Prajabatan.
    b. Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Dasar (SD) Dalam Jabatan.
    c. Pendidikan Profesi Konselor.

                                            Pasal 10

(1) Setiap program studi wajib menyediakan MKKT bagi mahasiswa dari program studi lain.
(2) Dalam MKKP dimungkinkan ada kegiatan praktikum di sekolah atau luar sekolah yang dikelola
    oleh program studi masing-masing.
(3) Program Studi Kependidikan dan Nonkependidikan dapat menyediakan lebih dari satu
    konsentrasi akademik.

                                            Pasal 11

(1) Pengembangan kurikulum program Sarjana dan Diploma berdasarkan pada ketentuan sebagai
    berikut:
    a. bobot sks tiap mata kuliah 2-4 sks, skripsi 6 sks, dan dalam hal khusus dimungkinkan
        sampai lebih dari 6 sks bila ada ketentuan secara nasional;
    b. MKK tiap program studi wajib memuat mata kuliah Bahasa Inggris (2 sks); Statistika atau
        Matematika (2 sks);
    c. program studi yang memerlukan mata kuliah Pcndidikan Kesenian dan atau mata kuliah
        Kewirausahaan dapat memasukkannya dalam MKK Program studi masing-masing scbcsar
        2 sks.




8                                                      Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011
(2) Pengembangan Kurikulum Sekolah Pascasarjana (S2 dan S3) berdasarkan pada ketentuan
    sebagai berikut:
    a. bobot sks untuk tiap mata kuliah minimal 2 sks dan maksimal 4 sks, kecuali tesis (8 sks)
        dan disertasi (15 sks);
    b. MKLK dapat memuat mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan sesuai dengan keperluan
        program studi.
    c. MKKU terdiri atas MKKU wajib dan MKKU pilihan (dapat pilihan bebas atau pilihan
        paket/ konsentrasi);
    d. program magister (S2) yang memerlukan latihan, memasukkan mata kuliah tersebut ke
        dalam MKKU;
    e. kurikulum program Doktor (S3) dapat mencantumkan mata kuliah aanvullen bagi
        mahasiswa S3 lintas bidang (lulusan S2 tidak sejenis), yang tercantum pada Kurikulum S2
        Program Studi yang bersangkutan atau program studi lain di lingkungan SPs UPI.

                                                            Pasal 12

(1) Jumlah sks Program Sl berkisar antara 144-150 sks dengan komponen sebagai berikut:
   a. Mata Kuliah Umum (MKU) dengan jumlah sks sebanyak 14 sks, dan terdiri atas:
         1)     Pendidikan Agama …………………………………………………                                                              2 sks
         2)     Pendidikan Kewarganegaraan …………………………………......                                                    2 sks
         3)     Pendidikan Bahasa Indonesia ……………………………………...                                                     2 sks
         4)     Pendidikan Lingkungan Sosial, Budaya, dan Teknologi (PLSBT)                                       2 sks
         5)     Seminar Pendidikan Agama ..............................................................           2 sks
         6)     Pendidikan Jasmani dan Olah Raga ................................................                 2 sks
         7)     Kuliah Kerja Nyata ………………………………….......................                                           2 sks

   b. MKP Program Kependidikan guru dengan jumlah sks sebanyak 28 sks, terdiri atas:
           1)     MKDP untuk kependidikan guru ......................................................              12 sks
                  1. Landasan Pendidikan .................................................................          2 sks
                  2. Perkembangan Peserta Didik .......................................................             2 sks
                  3. Bimbingan dan Konseling ...........................................................            3 sks
                  4. Kurikulum dan Pembelajaran .....................................................               3 sks
                  5. Pengelolaan Pendidikan ...............................................................         2 sks

           2)     MKKP Bidang Studi untuk kependidikan guru                                                        12 sks
                  1. Belajar dan Pembelajaran Bidang Studi........................................                  2 sks
                  2. Evaluasi Pembelajaran Bidang Studi...........................................                  2 sks
                  3. Perencanaan Pembelajaran Bidang Studi.....................................                     2 sks
                  4. Media Pembelajaran Bidang Studi ..............................................                 3 sks
                  5. Metode Penelitian Pendidikan Bidang Studi................................                      3 sks

           3)     MKLP Bidang Studi ........................................................................       4 sks
                  Program Pengalaman Lapangan (PPL) ...........................................                    4 sks

   c.   MKP Program Kependidikan nonguru diatur oleh Program Studi yang bersangkutan.

   d. MKK Program Studi Kependidikan dengan jumlah sks berkisar antara 102-108 sks,
      terdiri atas:
         1) MKK Fakultas …………………………………............................                                               6-12 sks
         2) MKK Program Studi …………………………...............................                                         74-80 sks
         3) MKK Pilihan dapat merupakan:
            MK Pilihan Bebas, MKPP, MKKT atau MK Konsentrasi Akademik
            Kependidikan ....................................................................................   14-18 sks

   Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011                                                                              9
     e. MKK Program Studi Nonkependidikan dengan jumlah sks berkisar antara 110-116 sks,
        terdiri atas:
           1)    MKK Fakultas …………………………………............................                                                6 -12 sks
           2)    MKK Program Studi ........................................................................           82-99 sks
           3)    MK Pilihan Bebas, MKPP, dan atau MKKT ...................................                            16-18 sks


     f.   MK Konsentrasi Akademik Program Studi Nonkependidikan dengan jumlah sks berkisar
          antara 20-26 sks, terdiri atas:
           1)    MKDA .............................................................................................   6 - 11 sks
           3)    MKKA .............................................................................................   6 -12 sks
           3)    MKL bidang studi (Program Pengenalan Lapangan) .....................                                 2 - 4 sks

(2) Jumlah sks Program D3 keseluruhan berkisar antara 112 - 120 sks dengan komponen sebagai
    berikut.
    a. Mata Kuliah Umum (MKU) dengan jumlah sks sebanyak 10 sks terdiri atas:
           1)   Pendidikan Agama ……………………………...............................                                             2 sks
           2)   Pendidikan Kewarganegaraan ……………………………………                                                               2 sks
           3)   Pendidikan Bahasa Indonesia ……………………………………                                                              2 sks
           4)   Pendidikan Lingkungan Sosial, Budaya, dan Teknologi (PLSBT)                                             2 sks
           5)   Pendidikan Jasmani dan Olah Raga ..............................................                         2 sks

     b. Mata kuliah Keahlian (MKK) dengan jumlah sks berkisar antara 102-110 sks, terdiri atas:
           a.     MKK Fakultas ………………………………..............................                                               6 - 12 sks
           b.     MKK Program Studi ………………………….............................                                            88 - 96 sks
           c.     MK Pilihan ......................... ………………….............................                             8 - 16 sks

(3) Jumlah sks Program S2 keseluruhan berkisar antara 48-50 sks bagi mahasiswa yang linier dan
    56-62 bagi mahasiswa lintas bidang, dengan komponen sebagai berikut:
    a. Mata Kuliah Landasan Keahlian (MKLK) berjumlah 10 sks, memuat mata kuliah wajib
        dan mata kuliah pilihan (dalam program studi yang bersangkutan);
    b. Mata Kuliah Keahlian Utama (MKKU) dengan sks berkisar antara 30-32 sks, memuat
        MKKU Wajib dan MKKU Pilihan (dapat berupa paket pilihan keahlian dan pilihan tidak
        terstruktur);
    c. Mata Kuliah aanvullen 8-12 sks
    d. Tesis (sesuai dengan paket pilihan keahlian) ...................................................... 8 sks.

(4) Jumlah sks Program S3 sebanyak 48 - 50 sks bagi mahasiswa yang linier dan56-62 sks bagi
    mahasiswalintas bidang , dengan komponen sebagai berikut:
    a. Mata Kuliah Landasan Keahlian (MKLK) berkisar antara 10-12 sks, memuat mata kuliah
       wajib dan mata kuliah pilihan (dalam Program Studi yang bersangkutan);
    b. Mata Kuliah Keahlian Utama (MKKU) dengan sks berkisar antara 23-25 sks, memuat
       MKKU Wajib dan MKKU Pilihan (berupa paket pilihan keahlian dan tidak terstruktur);
    c. Mata kuliah aanvullen 6-12 sks
    d. Disertasi (sesuai dengan paket pilihan keahlian)................................................15 sks.
(5) Jumlah sks Program Pendidikan Profesi adalah sebagai berikut
   a. Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Dasar (SD) Prajabatan sebanyak 20 SKS
   b. Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Dasar (SD) Dalam Jabatan sebanyak 20 SKS
   c. Pendidikan Profesi Konselor sebanyak 38 SKS




10                                                                                   Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011
                                          Bagian Kedua
                                       Sebaran Mata Kuliah

                                                 Pasal 13

(1) Program Sl dan Diploma:
    a. jumlah sks per semester antara 18-20 sks;
    b. penempatan mata kuliah pada tiap semester disesuaikan dengan tingkat kesulitannya.
       1) Mata kuliah pengantar dan umum ditempatkan pada semester-semester awal;
       2) Mata kuliah lanjutan ditempatkan pada semester-semester tengah;
       3) Mata kuliah tingkat tinggi dan pamungkas ditempatkan pada semester-semester akhir.
    c. Total semester:
       1) Program Sl : 8 semester;
       2) Program D3 : 6 semester (nonkependidikan);

   d. Mata Kuliah Pengalaman Lapangan (MKPL)
      1) MKPL ditempatkan pada semester ganjil atau genap akhir.
      2) pada semester tersebut mahasiswa yang bersangkutan tidak mengontrak mata kuliah
         yang bersifat teori.

(2) Sebaran mata kuliah dan total semester Sekolah Pascasarjana:
    a. Jumlah sks per semester antara 12-16 sks, termasuk bagi mahasiswa yang mengambil mata
       kuliah aanvullen.
    b. Jumlah mata kuliah maksimal 6 mata kuliah termasuk bagi mahasiswa yang mengambil
       mata kuliah aanvullen.
    c. Penempatan mata kuliah pada tiap semester disesuaikan dengan tingkat kompleksitas dan
       mata kuliah aanvullen;
    d. Mata Kuliah yang bersifat landasan (MKLK) ditempatkan pada semester awal;
    e. Mata Kuliah Keahlian Utama (MKKU) ditempatkan pada semester tengah;
    f. Mata Kuliah pamungkas (Tesis dan Disertasi) ditempatkan pada semester akhir.
    g. Total semester:
       1) Program S2: kuliah 3 semester, penelitian dan penulisan tesis 1 semester;
       2) Program S3: kuliah 3 semester, penelitian dan penulisan disertasi 3 semester;
(3) Sebaran mata kuliah pada Program Pendidikan Profesi adalah sebagai berikut
    a. Pada Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Dasar (SD) Prajabatan, mata kuliah disebar
       dalam satu semester.
    b. Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Dasar (SD) Dalam Jabatan sebanyak 20 SKS mata
       kuliah disebar dalam satu semester.
    c. Pendidikan Profesi Konselor sebanyak 38 SKS mata kuliah disebar dalam dua semester.


                                          Bagian Ketiga
                                      Kodifikasi Mata Kuliah

                                                 Pasal 14

(1) Setiap mata kuliah memiliki identitas yang ditandai oleh kode huruf dan diikuti dengan kode
    angka sebagai berikut:
    a. kode huruf (terdiri atas 2 huruf) menunjukkan kelompok mata kuliah atau program studi di
        mana mata kuliah tersebut dibina dan dicantumkan dalam kurikulum;

   Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011                                              11
    b. kode angka (terdiri atas 3 angka) menunjukkan tingkat kompleksitas dan kedalaman mata
       kuliah.
(2) Kelompok mata kuliah memiliki kode huruf sebagai berikut:
    a. kelompok mata kuliah umum diberi kode huruf KU, yang menunjukkan bahwa mata kuliah
       tersebut tercantum dalam kurikulum semua program studi;
    b. kelompok mata kuliah dasar profesi, diberi kode huruf KD, yang menunjukkan bahwa
       mata kuliah tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa yang mengambil profesi tersebut;
    c. kelompok mata kuliah keahlian suatu fakultas diberi kode IP untuk FIP, IS untuk FPIPS,
       BS untuk FPBS, MA untuk FPMIPA, TK untuk FPTK, OK untuk FPOK, EB untuk FPEB,
       dan PS untuk SPs, yang menunjukkan nama fakultas dan diikuti oleh kode angka dari
       fakultas yang bersangkutan;
    d. kelompok mata kuliah keahlian suatu program studi diberi kode dua huruf sesuai dengan
       program studinya, yang menunjukkan nama program studi yang bersangkutan (kode huruf
       mata kuliah terlampir).
(3) Kode mata kuliah diatur sebagai berikut:
    a. 100-199: mata kuliah yang memberikan pengetahuan dasar (basic knowledge) pada jenjang
       program Diploma dan Sl dalam suatu disiplin ilmu atau profesi, berbentuk mata kuliah
       wajib atau mata kuliah pilihan;
    b. 200-299: mata kuliah yang memberikan kemampuan/ketrampilan dasar (basic skills) pada
       jenjang program Diploma atau Sl dalam suatu disiplin ilmu atau profesi, berbentuk mata
       kuliah wajib atau mata kuliah pilihan;
    c. 300-399: mata kuliah yang memberikan pengetahuan lanjutan (intermediate) pada jenjang
       program Diploma atau Sl dalam suatu disiplin ilmu atau profesi, berbentuk mata kuliah
       wajib atau mata kuliah pilihan;
    d. 400-499: mata kuliah yang memberikan kemampuan/ ketrampilan lanjutan (intermediate)
       pada jenjang program S1 dalam suatu disiplin ilmu atau profesi, berbentuk mata kuliah
       wajib atau mata kuliah pilihan;
    e. 500-599: mata kuliah yang memberikan pengetahuan dan keterampilan tingkat tinggi
       (advanced) pada jenjang program Sl atau mata kuliah yang memberikan pengetahuan dasar
       untuk program S2 dalam suatu disiplin ilmu atau profesi, berbentuk mata kuliah wajib atau
       mata kuliah pilihan;
    f. 600-699: mata kuliah yang memberikan pengetahuan landasan dan lanjutan jenjang
       program S2, berbentuk mata kuliah wajib atau mata kuliah pilihan;
    g. 700-799: mata kuliah yang memberikan pengetahuan dan keterampilan tinggi pada jenjang
       program S2, berbentuk mata kuliah wajib atau mata kuliah pilihan;
    h. 800-899: mata kuliah yang mengembangkan pengetahuan dan keterampilan tinggi pada
       jenjang program S3, berbentuk mata kuliah wajib atau mata kuliah pilihan;
    i. 900-999: matakuliah yang mengutamakan kemampuan belajar mandiri untuk menguasai
       pengetahuan atau keterampilan pada jenjang program S3, berbentuk mata kuliah wajib atau
       mata kuliah pilihan.
    j. Kode mata kuliah pada Program Pendidikan Profesi ditetapkan tersendiri dengan
       Keputusan Rektor.


                                  BAB IV
                 STANDAR MATA KULIAH, DESKRIPSI, DAN SILABUS

                                            Pasal 15

(1) Standar suatu mata kuliah terdiri atas:
    a. standar teoretis yang meliputi standar bobot akademik (bobot satuan kredit semester, sks),
        standar deskripsi, silabus mata kuliah, dan satuan acara perkuliahan (SAP), serta standar
        pembelajaran dan evaluasi hasil belajar mahasiswa;
12                                                     Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011
    b. standar operasional, yaitu kesesuaian antara pelaksanaan perkuliahan dengan standar
        teoretik di atas.
(2) Bobot sks suatu mata kuliah ditetapkan berdasarkan keluasan dan kedalaman pembahasan
    materi perkuliahan, proses pembelajaran, tuntutan kemampuan dan keterampilan intelektual
    dari mata kuliah yang bersangkutan.
(3) Standar bobot 1 sks
    a. untuk teori: 50 menit tatap muka, 60 menit kegiatan berstruktur, dan 60 menit kegiatan
        mandiri;
    b. untuk praktikum: 100 menit;
    c. untuk kuliah lapangan: 150 - 200 menit.

                                                    Pasal 16

(1) Identitas dan Deskripsi Mata Kuliah:
    a. identitas mata kuliah terdiri atas: nama, nomor kode, dan bobot sks mata kuliah;
    b. deskripsi mata kuliah adalah uraian singkat mengenai mata kuliah, bersifat relatif
        permanen, dan menjadi pedoman bagi dosen untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi
        silabus dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP);
    c. deskripsi mata kuliah disusun oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan, dan memuat:
        status mata kuliah (mata kuliah dasar/pengantar/pengenalan, atau mata kuliah lanjut); garis-
        garis besar materi (topik-topik inti dan noninti); kemampuan/kompetensi yang diharapkan,
        pendekatan pembelajaran secara umum, evaluasi secara umum dan daftar pustaka utama.
(2) Silabus mata kuliah adalah uraian yang lebih rinci dari deskripsi, memuat :
    a. identitas mata kuliah yang terdiri atas: nama, kode, dan bobot sks mata kuliah, matakuliah
        prasyarat, dilaksanakan pada semester genap/ganjil;
    b. tujuan umum matakuliah;
    c. deskripsi isi/materi mata kuliah;
    d. pendekatan pembelajaran secara umum;
    e. media atau alat bantu belajar;
    f. evaluasi hasil belajar mahasiswa;
    g. rincian isi/materi kuliah setiap pertemuan (garis besar);
    h. daftar pustaka utama.

                                          BAB V
                                  IMPLEMENTASI KURIKULUM

                                            Bagian Kesatu
                                       Pelaksanaan Perkuliahan

                                                    Pasal 17

(1)     Implementasi Kurikulum UPI 2011 menerapkan pendekatan yang menuntut dosen
        mengembangkan proses belajar yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada
        mahasiswa untuk aktif, proaktif dan kolaboratif dalam mencari, mengolah, dan
        memanfaatkan pengetahuan untuk mengembangkan dirinya.
(2)     Perkuliahan dilaksanakan dengan pendekatan multi metode (menggunakan pendekatan dan
        metode mengajar yang bervariasi) serta multi media dan sumber (media sumber non
        elektronik, media sumber elektronik off line dan media sumber elektronik on line).
(3)     Perkuliahan dilaksanakan oleh dosen penanggung jawab mata kuliah sendiri atau didampingi
        oleh asisten, dan atau dilaksanakan oleh tim dosen dengan rombongan belajar untuk D3 dan
        S1 berjumlah maksimum 40 orang mahasiswa, S2 25 orang, S3 20 orang. Apabila jumlah
        mahasiswa yang mengontrak suatu mata kuliah melebihi ketentuan jumlah di atas maka
        perkuliahan tersebut harus dilaksanakan dalam kelas-kelas paralel.
      Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011                                                13
(4)    Pelaksanaan kelas paralel diatur sehingga terjadi kesetaraan dalam hal materi perkuliahan dan
       ujian yang diberikan pada kelas paralel tersebut.
(5)    Pembelajaran dapat dilaksanakan dalam bentuk perkuliahan di kelas/luar kelas, praktek,
       praktikum di laboratorium/workshop/ bengkel, kerja lapangan/kuliah kerja lapangan
       (KKL)/kuliah kerja nyata (KKN) dan praktik lapangan.
(6)    Pengelolaan laboratorium/workshop/bengkel diatur oleh dosen koordinator praktikum
       bersama-sama dengan ketua jurusan/ program studi.
(7)    Untuk kelancaran pelaksanaan praktikum, dosen harus menyiapkan pedoman praktikum,
       modul, dan lembar kerja.
(8)    Jenis tugas yang diberikan kepada mahasiswa dapat berupa tugas terstruktur, atau tugas
       mandiri dengan beban tugas sesuai dengan tingkat kesulitannya.Tugas-tugas dapat berupa:
       laporan buku, makalah, laporan praktikum, laporan diskusi, laporan observasi lapangan, dan
       penyelesaian soal/masalah.
(9)    Pengendalian mutu proses belajar mengajar (PBM) dibahas dalam pertemuan/seminar dosen
       mata kuliah sejenis/kelompok bidang keahlian (KBK), rapat dosen, dan
       pemantauan/monitoring terhadap PBM, antara lain penguasaaan dosen dalam bidang studi
       dan pengelolaan pembelajarannya.
(10)   Pemantauan pelaksanaan perkuliahan dilakukan oleh petugas khusus di tingkat Fakultas,
       Jurusan dan Program Studi dengan menggunakan instrumen daftar hadir mahasiswa, dosen,
       berita acara perkuliahan, dan angket mahasiswa berbantuan komputer.
(11)   Kelulusan mahasiswa dalam mata kuliah ditetapkan berdasarkan hasil belajar mahasiswa
       dalam pengerjaan tugas, penyajian dan partisipasi dalam diskusi, ujian tengah semester
       (UTS), ujian akhir semester (UAS), kehadiran dan aspek kepribadian.
(12)   Penetapan kelulusan menggunakan aturan pendekatan acuan patokan (PAP), pendekatan
       acuan norma (PAN), atau gabungan keduanya yang disesuaikan dengan karakteristik hasil
       belajar yang dievaluasi.
(13)   Ujian ulang hanya diberikan kepada mahasiswa yang mendapat nilai ujian D dan BL, setelah
       mahasiswa yang bersangkutan mengikuti program remedial.
(14)   Penetapan kelulusan dalam ujian perbaikan/ulang mempertimbangkan nilai yang telah dicapai
       sebelumnya.
(15)   Dalam penyelesaian studi, mahasiswa diwajibkan menulis skripsi, tesis, atau disertasi.
(16)   Untuk Program Studi tertentu sesuai dengan karakteristik tertentu dapat menggunakan jalur
       non skripsi dengan menyediakan tugas akhir bentuk lain dan atau mata kuliah dengan bobot
       setara dengan bobot skripsi.

                                              Pasal 18

(1) Pelaksanaan Kurikulum Universitas menuntut penyesuaian isi buku pedoman Mata Kuliah
    Latihan Profesi (MKLP) dan Mata Kuliah Latihan Akademik (MKLA), yang diwujudkan dalam
    prosedur dan isi pengalaman belajar untuk mengembangkan kompetensi dan keahlian yang
    dituntut.
(2) Mahasiswa calon tenaga kependidikan dan nonkependidikan mempunyai kesempatan yang
    sama dalam mencoba dan melatih diri berkenaan dengan tugas keahliannya.
(3) Kegiatan latihan disesuaikan dengan perubahan tuntutan di lapangan, perkembangan Ipteks
    berkenaan dengan bidang kependidikan, dan atau dalam bidang ilmu terkait.
(4) MKPL untuk calon tenaga kependidikan guru dan calon tenaga kependidikan non guru memuat
    kegiatan untuk mengembangkan kemampuan mengajar (khusus untuk calon guru), memberi
    bantuan berkenaan kesulitan belajar dan masalah yang dihadapi peserta didik, serta
    melaksanakan tugas-tugas kependidikan lainnya.
(5) MKPL direncanakan dan dilaksanakan oleh jurusan/program studi dan fakultas masing-masing
    di bawah koordinasi Direktorat Akademik.
(6) Hal-hal yang bersifat teknis berkenaan dengan MKPL diatur secara khusus dalam Buku
    Pedoman tersendiri.
14                                                       Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011
                                           Bagian Kedua
                                           Semester Padat

                                                 Pasal 19

(1) Program studi dapat menyediakan sejumlah mata kuliah untuk semester padat.
(2) Semester padat dapat diikuti oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah baru dan atau mata
    kuliah perbaikan.
(3) Kuliah semester padat diselenggarakan pada masa libur antara semester genap dan ganjil.
(4) Jenis mata kuliah yang ditawarkan dalam semester padat tidak boleh memuat komponen
    praktikum.
(5) Jumlah pertemuan atau tatap muka tiap mata kuliah dalam semester padat sebanyak 14-16 kali.
(6) Jumlah mata kuliah yang dapat dikontrak mahasiswa dalam satu semester padat adalah antara 2
    - 4 mata kuliah.
(7) Jumlah mata kuliah yang ditawarkan pada semester padat harus lebih banyak dari jumlah mata
    kuliah yang akan dikontrak oleh mahasiswa.
(8) Jumlah sks yang dapat dikontrak mahasiswa dalam satu semester padat maksimum 9 sks.

                                         Bagian Ketiga
                                  Perpindahan dan Studi Lanjut

                                                 Pasal 20

(1) Perpindahan dapat dilakukan oleh mahasiswa dari program studi yang sama atau serumpun di
    lingkungan Universitas atau dari luar Universitas.
(2) Kecuali untuk mahasiswa yang masuk melalui jalur PMDK, perpindahan mahasiswa S1 dari
    program kependidikan ke program nonkependidikan atau sebaliknya, dari program
    kependidikan ke program kependidikan lainnya, dan dari program nonkependidikan ke
    program nonkependidikan yang lain dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
    a. minimal telah mengikuti empat semester pada program studi lama, dan atau memiliki 60
        SKS dengan IPK minimal 2,5;
    b. pengakuan terhadap sks bawaan dilakukan oleh Ketua Program Studi yang bersangkutan
        (baru); dan
    c. masih memiliki masa studi yang memungkinkan bagi mahasiswa yang bersangkutan untuk
        dapat menyelesaikan studinya.
(3) Mahasiswa S1 pindahan dari perguruan tinggi lain:
    a. berasal dari perguruan tinggi terakreditasi;
    b. pada perguruan tinggi asal, minimal telah mengikuti empat semester, dan atau telah
        memiliki 80 SKS dengan IPK 2,75.
    c. mengikuti dan lulus seleksi pada jurusan atau program studi sejenis;
    d. pengakuan terhadap sks bawaan dari perguruan tinggi asal dilakukan melalui penilaian oleh
        Ketua Jurusan/Prodi yang bersangkutan (baru);
    e. masih memiliki masa studi yang memungkinkan mahasiswa yang bersangkutan untuk dapat
        menyelesaikan studinya.
(4) Perpindahan mahasiswa pascasarjana dapat dilakukan :
    a. minimal telah mengikuti dua semester pada program studi S2 lama dan atau memiliki 20
        SKS dengan IPK minimal 3,00, sedangkan untuk S3 minimal telah mempunyai 15 SKS
        dengan IPK minimal 3,25;
    b. pengakuan terhadap sks bawaan dilakukan oleh Ketua Program Studi yang bersangkutan
        (baru).

   Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011                                               15
(5) Lulusan S1 UPI dapat mengambil program S1 kedua, kedua-duanya kependidikan, atau satu
    kependidikan dan satu lagi nonkependidikan, dengan ketentuan sebagai berikut:
    a. telah lulus program S1 pertama;
    b. mengikuti dan lulus seleksi;
    c. dilakukan proses penilaian terhadap hasil perkuliahan yang telah dicapainya untuk
        menentukan mata kuliah dan jumlah sks yang harus ditempuh pada program yang baru.
(6) Mahasiswa lulusan jenjang diploma dapat melanjutkan ke jenjang sarjana dalam program studi
     yang sama, dengan ketentuan sebagai berikut:
    a. berasal dari perguruan tinggi terakreditasi;
    b. mengikuti dan lulus seleksi;
    c. dilakukan proses penilaian terhadap hasil perkuliahan yang telah dicapainya untuk
        menentukan mata kuliah dan jumlah sks yang harus ditempuh pada program yang baru.

                                       Bagian Keempat
                              Kriteria Keberhasilan Kurikulum

                                            Pasal 21

(1) Keberhasilan Kurikulum Universitas ditandai dengan: terwujudnya suasana kampus yang
    edukatif, ilmiah, dan religius; adanya dialog kreatif antara pembina akademik dengan perguruan
    tinggi lain, dan antara tenaga administratif dengan mahasiswa; meningkatnya pemahaman dan
    gairah kerja dosen sebagai tenaga akademik-pendidik; meningkatnya kreativitas mahasiswa
    dalam berbagai kegiatan kampus; berlangsungnya proses mengajar yang kreatif dan inovatif;
    serta tercapainya tujuan khusus kurikulum yang terlukis dalam kualitas tamatan.
(2) Implementasi kurikulum Universitas sebagaimana dimaksud pada pasal 17 ayat (1) harus
    didukung oleh tenaga dosen yang bermutu, dan dilengkapi dengan sarana/prasarana
    pendidikan, laboratorium, perpustakaan dan perlengkapan belajar, insentif kerja dosen, dana
    operasional perkuliahan yang memadai, serta lingkungan kampus yang kondusif.
(3) Agar sasaran implementasi kurikulum sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tercapai, maka
    setiap mata kuliah harus memiliki: deskripsi, silabus, Satuan Acara Perkuliahan (SAP), dan
    handout yang mengacu pada deskripsi dan silabus mata kuliah serta menggunakan buku sumber
    dan jumal mutakhir.
(4) Dalam rangka mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan dan tcknologi, maka SAP dan
    handout harus ditinjau kembali dan direvisi setiap tahun.
(5) Dalam mengembangkan materi perkuliahan dan menjamin kemutahiran keilmuan, perkuliahan
    harus memanfaatkan berbagai pustaka dan sumber mutakhir antara lain dengan mengakses
    internet.
(6) Banyaknya pustaka/sumber yang harus dibaca mahasiswa disesuaikan dengan karakteristik
    tingkat kesulitan mata kuliah yang bersangkutan.


                                         BAB VI
                                 IJAZAH DAN SERTIFIKAT

                                            Pasal 22

(1) Ijazah dan sertifikat kompetensi merupakan pengakuan atas prestasi belajar dalam bidang
    keahlian tertentu dan penguasaan kompetensi dalam bidang profesi tertentu.
(2) Ijazah diberikan kepada lulusan program pendidikan akademik.
(3) Sertifikat kompetensi diberikan kepada lulusan Program Pendidikan Profesi.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai kurikulum dan pelaksanaan sertifikasi profesi sebagaimana
    dimaksud pada ayat (3) akan diatur tersendiri dengan Surat Keputusan Rektor.

16                                                     Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011
                                          BAB VII
                                    EVALUASI KURIKULUM

                                                 Pasal 23

(1) Evaluasi kurikulum bertujuan menghasilkan        informasi yang diperlukan untuk perbaikan dan
    penilaian menyeluruh terhadap kurikulum          yang sedang dilaksanakan atau yang sedang
    dikembangkan.
(2) Evaluasi kurikulum sebagaimana dimaksud          dalam ayat (1) memuat tujuan yang bersifat
    formatif (untuk keperluan perbaikan) dan         tujuan yang bersifat sumatif (untuk keperluan
    penilaian menyeluruh terhadap kurikulum).

                                                 Pasal 24

Evaluasi kurikulum sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 mencakup penilaian terhadap desain,
pelaksanaan, dan hasil-hasil yang dicapai, sebagai berikut:
a. evaluasi desain kurikulum dilakukan melalui telaah terhadap seluruh komponen kurikulum
    yang tertuang dalam struktur program, deskripsi mata kuliah, silabi, dan SAP;
b. evaluasi pelaksanaan kurikulum dilakukan terhadap:
    1) kinerja mahasiswa dan dosen dalam pembelajaran;
    2) pemanfaatan sarana pendukung kegiatan pembelajaran.
c. evaluasi hasil dilakukan melalui:
    1) kajian terhadap kinerja mahasiswa dan kinerja lulusan yang menggunakan kurikulum yang
        bersangkutan (evaluasi dampak);
    2) kajian terhadap kinerja mahasiswa meliputi hasil kegiatan pembelajaran pada setiap mata
        kuliah (IP) dan pada keseluruhan mata kuliah (IPK);
    3) kajian terhadap kinerja lulusan dilakukan ketika yang bersangkutan bertugas di lapangan.

                                            Pasal 25

(1) Evaluasi desain dan pelaksanaan kurikulum yang bersifat menyeluruh dilakukan secara berkala,
    minimal lima tahun sekali, dan yang bersifat parsial dilakukan secara berkelanjutan.
(2) Evaluasi hasil dilakukan secara berkala pada pertengahan semester, akhir semester, dan akhir
    program yang bersangkutan.
(3) Hasil evaluasi digunakan untuk penyempurnaan desain dan pelaksanaan kurikulum.

                                                 Pasal 26

(1) Teknik penilaian yang digunakan dalam evaluasi kurikulum, berbentuk tes dan nontes.
(2) Teknik tes digunakan untuk menilai hasil belajar, berbentuk tes tertulis, lisan, dan tindakan,
    sesuai tujuan pembelajaran yang bersangkutan.
(3) Teknik non tes digunakan untuk mengevaluasi desain dan pelaksanaan kurikulum, berbentuk
    angket, wawancara, observasi, dan analisis dokumen.




   Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011                                                 17
                                              Pasal 27

(1) Evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum dilakukan oleh berbagai pihak, yaitu: pimpinan
    fakultas, pimpinan jurusan, pimpinan program studi, dosen penanggungjawab mata kuliah, dan
    masyarakat pengguna.
(2) Responden/sumber data, meliputi:
    a. pakar yang relevan, dari dalam maupun dari luar Universitas;
    b. mahasiswa dengan cara mengisi format evaluasi pada akhir perkuliahan.

                                              Pasal 28

(1) Hasil-hasil yang diperoleh dari evaluasi kurikulum digunakan untuk:
    a. perbaikan setiap komponen dalam perangkat kurikulum;
    b. perbaikan kinerja dosen, sarana/fasilitas, media dan sumber belajar;
    c. perbaikan pelaksanaan perkuliahan, praktikum, dan Program Pengalaman Lapangan (PPL);
    d. pengendalian mutu pendidikan pada tingkat program studi/jurusan/fakultas/
        universitas.
(2) Hasil evaluasi disampaikan kepada semua pihak yang berkepentingan pada waktu yang tepat
    dan dalam format khusus.


                                       BAB VIII
                             STANDARDISASI PROGRAM STUDI

                                              Pasal 29

(1) Standardisasi program studi merupakan upaya pembakuan yang dilakukan untuk memelihara
    dan meningkatkan kinerja setiap program ditinjau dari indikator relevansi, efektivitas, efisiensi,
    dan produktivitas untuk memungkinkan dihasilkannya keluaran yang optimal.
(2) Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditujukan untuk meningkatkan:
    a. relevansi program dengan kebutuhan lingkungan dan perkembangan Ipteks;
    b. kualitas proses dan hasil yang dicapai secara berkesinambungan;
    c. efisiensi program, secara intemal (efisiensi penyelenggaraan) dan secara eksternal
        (pemanfaatan dan kemanfaatan keluaran);
    d. produktivitas proses yang ditempuh dalam menghasilkan keluaran.
(3) Proses standardisasi program menggunakan dua ragam standar yaitu:
    a. standar yang bersifat kualitatif, yang meliputi:
        1) kesesuaian program dengan bidang ilmu jurusan dan fakultas yang membinanya;
        2) kesesuaian program dengan kebutuhan lapangan;
        3) kesesuaian program dengan struktur kurikulum yang digunakan.
    b. standar yang bersifat kuantitatif, yang meliputi:
        1) jumlah dan kualifikasi minimal staf pengajar dalam bidang keahlian yang
            bersangkutan;
        2) rasio dosen: mahasiswa;
        3) kelengkapan sarana dan prasarana;
        4) sebagai acuan dalam pengembangan/ pembukaan program studi baru.
(4) Komponen yang distandardisasikan meliputi:
    a. Karakteristik program studi: kesesuaiannya dengan bidang keilmuan jurusan/fakultas, ruang
        lingkup program studi lain, dan kebutuhan lapangan;
    b. Mahasiswa: jumlah per angkatan, latar belakang pendidikan;
    c. Kurikulum: profil kompetensi lulusan, lama pendidikan, bobot sks, struktur kurikulum, dan
        prosedur pengembangannya;

18                                                       Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011
   d. Tenaga dosen: bidang keahlian dan kualifikasi pendidikan, distribusi kepangkatan, rasio
      dosen dan mahasiswa, rasio dosen tetap dan dosen luar biasa;
   e. Tenaga penunjang akademik dan tenaga administrasi: bidang dan jenjang pendidikan
      tenaga penunjang akademik, rasionya terhadap mahasiswa, bidang dan jenjang pendidikan
      tenaga administrasi, rasionya terhadap mahasiswa;
   f. Sarana dan prasarana fisik: jenis dan jumlah peralatan penunjang akademik, jenis dan
      jumlah peralatan administrasi dan ruangan, termasuk luas tiap jenis ruangan;
   g. Kepustakaan./sumber belajar: jenis dan jumlah buku dan jumal untuk perkuliahan inti
      (pokok), untuk perkuliahan pendukung, kategori umum/lain-lain, dan distribusi buku
      menurut bahasa dan tahun penerbitan.

                                                 Pasal 30

(1) Penyelenggaraan standardisasi harus memenuhi:
    a. standar lingkup: standar kualitatif dan kuantitatif;
    b. kejelasan: dinyatakan dalam rumusan yang spesifik dan/atau dalam bentuk jumlah,
        persentase, atau ukuran;
    c. kelaikan: tidak bersifat mutlak melainkan dalam bentuk rentangan.
(2) Standardisasi dilakukan melalui:
    a. analisis dokumen kebijakan tentang standardisasi berbagai komponen;
    b. penyiapan panduan standardisasi untuk pimpinan universitas;
    c. penyampaian kuesioner untuk pimpinan prodi, dosen, dan mahasiswa;
    d. wawancara dengan pimpinan program studi, dosen, dan mahasiswa;
    e. observasi langsung ke program studi yang bersangkutan.
(3) Standardisasi dilakukan oleh tim khusus yang:
    a. dibentuk oleh Universitas;
    b. personalianya mewakili semua fakultas yang ada;
    c. personalia dari setiap fakultas mewakili berbagai bidang yang relevan.


                                          BAB IX
                                    KETENTUAN PENUTUP

                                                 Pasal 31

   (1) Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan
       sebagai pedoman untuk pengembangan Kurikulum Universitas Pendidikan Indonesia.
   (2) Dengan berlakunya ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum ini, semua ketentuan lain
       yang tidak sesuai dan/atau bertentangan dengan ketentuan ini dinyatakan tidak berlaku.




   Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011                                            19
LAMPIRAN II
KETETAPAN SENAT AKADEMIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
NOMOR : 001/Senat Akd./UPI-SK/VIII/2011


                                       KODE MATA KULIAH

                                      MATA
          MATA KULIAH                                MATA KULIAH JURUSAN/
                                     KULIAH                                                KODE
          UNIVERSITAS                                  PROGRAM STUDI
                                    FAKULTAS
     A. Mata Kuliah Umum                                                                 KU - - -
     B. Mata Kuliah Dasar Profesi                                                        KD - - -
                                    I. FIP                                               IP - - -
                                                  1. Administrasi Pendidikan             AP - - -
                                                  2. Psikologi Pend. & Bimbingan         PB - - -
                                                  3. Pendidikan Luar Sekolah             LS - - -
                                                  4. Pendidikan Luar Biasa               LB - - -
                                                  5. Teknologi Pendidikan                TP - - -
                                                  6. Pend. Guru Sekolah Dasar            GD - - -
                                                  7. Pend. Guru Anak Usia Dini           UD - - -
                                                  8. Psikologi                           PG - - -
                                                  9.Pendidikan Non Guru Perpustakaan      LM- - -
                                                     dan Informasi
                                                  10. PJJ Pend. Guru Sekolah Dasar       PJJ----
                                                     (PJJ-PGSD)
                                                  11. Teknologi Pendidikan (S1-          TP -----
                                                     Kompetensi Ganda)
                                    II. FPIPS                                            IS - - -
                                                  1. Pendidikan Kewarganegaraan          KN - - -
                                                     (PPKn)
                                                  2. Pendidikan Sejarah                  SJ - - -
                                                  3. Pendidikan Geografi                 GG - - -
                                                  4. Survey Pemetaan dan Informasi       SI - - -
                                                     Geografi
                                                  5. Pendidikan Ilmu Pengetahuan         SS - - -
                                                    Sosial
                                                  6. Managemen Pemasaran Turisme         MP - - -
                                                  7. Managemen Industri Katering         MI - - -
                                                  8. Managemen Resort dan Leasure        MR - - -
                                                  9. Ilmu Pendidikan Agama Islam         PI - - -
                                                  10. Pendidikan Sosiologi               SO - - -

                                    III. FPMIPA                                          MA - - -
                                                  1. Pendidikan Biologi                  BI - - -
                                                  2. Pendidikan Fisika                   FI - - -
                                                  3. Pendidikan Kimia                    KI - - -
                                                  4. Pendidikan Matematika               MT - - -
                                                  5. Pendidikan Ilmu Komputer            IK - - -
                                                  6. Biologi                             BI - - -
                                                  7. Fisika                              FI - - -
                                                  8. Kimia                               KI - - -
                                                  9. Matematika                          MT - - -
                                                  10. Ilmu Komputer                      IK - - -
                                                  11. International Program on Science   SE - - -
                                                      Education (IPSE)
                                                  12. Pendidikan Biologi (S1-            BI - - -
                                                      Kompetensi Ganda)
20                                                       Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011
                                MATA
    MATA KULIAH                                  MATA KULIAH JURUSAN/
                               KULIAH                                                 KODE
    UNIVERSITAS                                    PROGRAM STUDI
                              FAKULTAS
                                              13. Pendidikan Fisika (S1-            FI - - -
                                                  Kompetensi Ganda)
                                              14. Pendidikan Matematika (S1-        MT - - -
                                                  Kompetensi Ganda)

                              IV. FPBS                                              BS - - -
                                              1. Pendidikan Bahasa Indonesia        IN - - -
                                              2. Pendidikan Bahasa Daerah           DR - - -
                                              3. Pendidikan Bahasa Inggris          IG - - -
                                              4. Pendidikan Bahasa Jerman           JR - - -
                                              5. Pendidikan Bahasa Arab             AR - - -
                                              6. Pendidikan Bahasa Jepang           JP - - -
                                              7. Pendidikan Bahasa Perancis         PR - - -
                                              8. Pendidikan Seni Musik              SM - - -
                                              9. Pendidikan Seni Tari               ST - - -
                                              10. Pendidikan Seni Rupa &            RK - - -
                                                 Kerajinan
                                              11. Bahasa dan Sastra Indonesia       IN - - -
                                              12. Bahasa dan Sastra Inggris         IG - - -
                                              13. Pendidikan Bahasa Inggris         IG - - -
                                                  (S1 – Kompetensi Ganda)

                              V. FPTK                                               TK - - -
                                              1. Pendidikan Teknik Bangunan         TB - - -
                                              2. Pendidikan Teknik Arsitektur       TA - - -
                                              3. Pendidikan Teknik Mesin            TM - - -
                                              4. Pendidikan Listrik Tenaga          LT - - -
                                              5. Pendidikan Elektronika Kom         EK - - -
                                              6. Pendidikan Tata Boga               BG - - -
                                              7. Pendidikan Tata Busana             BU - - -
                                              8. Teknik Sipil D3                    TC - - -
                                              9. Teknik Arsitektur                  TA - - -
                                              10. Teknik Perumahan                  TR - - -
                                              11. Teknik Mesin                      TM - - -
                                              12. Teknik Elektro                    TE - - -
                                              13. Pendidikan Teknik Produksi dan    PP - - -
                                                  Perancangan
                                              14. Pendidikan Teknik Otomotif        OT - - -
                                              15. Pendidikan Teknik Refrigasi dan   RT - - -
                                                  Tata Udara
                                              16. Pend.Teknologi Agro Industri      TG - - -
                                              17. Teknik Sipil S1                   CE - - -
                                              18. Pendidikan Kesejahteraan          KB - - -
                                                  Keluarga

                              VI. FPOK                                              OK - - -
                                              1. Pend. Jasmani, Kesehatan &         KR - - -
                                                 Rekreasi
                                              2. Pendidikan Jasmani PGSD            GJ - - -
                                              3. Pendidikan Kepelatihan OR          PL - - -
                                              5. Ilmu Keolahragaan                  IO - - -
                                              5. Keperawatan                        PW - - -




Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011                                                    21
                                 MATA
         MATA KULIAH                         MATA KULIAH JURUSAN/
                                KULIAH                                             KODE
         UNIVERSITAS                           PROGRAM STUDI
                              FAKULTAS
                              VII. FPEB                                          EB - - -
                                          1.Pendidikan Akuntansi                 PA - - -
                                          2.Pendidikan Manajemen Bisnis          MB - - -
                                          3.Pend. Manajemen Perkantoran          MK - - -
                                          4.Pendidikan Ekonomi                   KP - - -
                                          5.Manajemen                            MJ - - -
                                          6.Akuntansi                            AK - - -
                              VII. SPs                                           PS - - -
                                          1. Administrasi Pendidikan             AP - - -
                                          2. Pengembangan Kurikulum              PK - - -
                                          3. Bimbingan & Konseling               BK - - -
                                          4. Pendidikan Luar Sekolah             LS - - -
                                          5. Pendidikan Umum                     PU - - -
                                          6. Pendidikan Kebutuhan Khusus         KK - - -
                                          7. Pendidikan IPA                      PA - - -
                                          8. Pendidikan Matematika               MT - - -
                                          9. Pendidikan Bahasa Indonesia         IN - - -
                                          10. Pendidikan Bahasa Inggris          IG - - -
                                          11. Pendidikan Bahasa Jepang           JP - - -
                                          12. Pendidikan Bahsa Perancis          PR - - -
                                          13. Pendidikan IPS                     SS - - -
                                          14. Pend. Kewargaan Negara             KN - - -
                                          15. Pendidikan Kesenian                KS - - -
                                          16. Pendidikan Teknik Kejuruan         KJ - - -
                                          17. Pendidikan Olahraga                OR - - -
                                          18. Magister Manajemen Bisnis          MB - - -
                                          19. Linguistik                         LG - - -
                                          20. Pendidikan Sejarah                 SJ - - -
                                          21. Pendidikan Geografi                GG - - -
                                          22. Pendidikan Biologi                 BI - - -
                                          23. Pendidikan Dasar                   PD - - -
                                          24. Penjaminan Mutu Pendidikan         QA - - -
                                          25. Pendidikan Bahasa dan Budaya       DR - - -
                                              Sunda
                                          26. Pendidikan Ekonomi                 PE - - -



                                                  Ditetapkan di     : Bandung
                                                  Pada tanggal      : 24 Agustus 2011

                                                  Senat Akademik
                                                  Universitas Pendidikan Indonesia

Ketua,                                             Sekretaris,




Prof. Dr. H. Syihabuddin, M.Pd.                    Dr. Djadja Rahardja, M.Pd.
NIP. 19600120 198703 1 001                         NIP. 19590414 198503 1 005



22                                               Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011
Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011   23
24   Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum 2011

								
To top