Docstoc

Khutbah Jum'at HAJI PEMBULATAN TEKAD MENUJU KESALIHAN SOSIAL

Document Sample
Khutbah Jum'at HAJI PEMBULATAN TEKAD MENUJU KESALIHAN SOSIAL Powered By Docstoc
					                                        HAJI PEMBULATAN TEKAD
                                       MENUJU KESALIHAN SOSIAL
                                            ‫السال ُ عل ك ْ ور م ُ وبرك ته‬
                                            ُ ُ ‫َّ َم ََيْ ُم َ َحْ َة اهلل َ َ ً َا‬
 ِ ‫ِن ال َمْد لَّه َحْم ُ ُ َ َسْ َ ِيْ ُ ُ ونستغْ ِ ُ ُ , َ َ ُوْذ ِااهلل ِنْ ُ ُوْر َنْ ُ ِ َا َ ِنْ سِّ َت َعْ َاِنَا َن َهْد ا‬
 ‫فره ونع ُ ب ِ م شر ِ أ فسن وم َيأ ِ أ م ل م ْ ي ِ هلل‬                                         ‫إ َّ ح َ ِل ن ده ون تع نه‬
     ‫ف َ مض َّ له وم ْ ي ل ه فاله د َ ل ُ ه ُ أ الإل َ إ َّ و ده شر ل ُ و ه ُ َّن م َم ع ده‬
                         ‫أ‬
     ُ ُ ْ‫َال ُ ِل َ ُ َ َن ُضِْلْ ُ َ َ َا ِي َه أَشْ َد َنْ ََِه ِال اهلل َحْ َ ُ الَ َ ِيْك ََه َأَشْ َد َ َّ ُح َّدًا َب‬
  ُ ‫و س له النب َّ ب د ُ الله َّ َل َل َ عل َيدن م َم ٍ ِ ع ِ ِ وعل ل ِ وص ب ِ وم تب َ هد‬
  ‫َرَ ُوُْ ُ َ َ ِي َعْ َه . َّ ُم ص ِّ وَسَّم ََى سِّ ِ َا ُح َّد ابْن َبْد اهلل َ ََى آِه َ َحْ ِه َ َنْ َ ِع ُ َاه‬
             ‫إل ي ِ قي مة َم ب ُ في َي م لم َ رحمك ُ ُ أص ك َ ِي َ بت َ هلل ف ف ز ُتق ن‬
             َ ْ‫َِى َوْم ال ِ َا َ ِ. أ َّا َعْد : َ َاأُّهَا ال ُسِْ ُوْن َ ِ َ ُم اهلل ُ ِيْ ُمْ و إَّاي ِ َقْو ا ِ َقَد َا َالمَّ ُو‬


        Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah atas segala limpahan rahmat dan karunlanya
sehingga bisa hadir di majlis Jumat yang berbahagia ini, semoga kebahaglan kita senantiasa bertambah
dan membawa maslahah. Melalui mimbar ini juga kita berharap semoga bekal ketaqwaan menjadi
bekal yang utama dan pertama dalam mensukseskan kehidupan di dunia dan di akhirat.
Sungguh merupakan kebahagiaan kita sebagai seorang muslim apabila bisa menyisihkan rizki Allah
dengan kemantapan untuk berhaji. Seorang muslim yang menyadari betul bahwa kelebihan rizki yang
ada pada dirinya merupakan titipan dan amanat dari Allah untuk dibelanjakan dan didistribusikan
secara halal, yang salah satunya adalah niat menggunakannya untuk beribadah haji. Dengan penuh
tawadhu dan qonaah seorang muslim mempersiapkan segalanya, baik secara mental, fisik, dan spiritual
untuk mengunjungi Baitullah di Makkah al Mukaromah dan berziarah di Madinah Al Munawwaroh,
disertai tekad untuk mencapai keridhaan Allah dan mencapai derajat Haji Mabrur.
Ibadah haji ini dikaitkan dengan kemampuan karena haji merupakan sebuah perjalanan ibadah yang
butuh pengorbanan besar berupa kemampuan materi dan kekuatan fisik. Bila sebuah ibadah dikaitkan
langsung dengan kemampuan berarti menunjukkan kesempurnaan hikmah Allah dalam meletakkan
ibadah tersebut. Orang yang beriman akan menerima ketentuan ibadah tersebut tanpa berat hati. Karena
mereka mengetahui bahwa tidak ada satupun bentuk syariat yang diletakkan oleh Allah SWT
melainkan maslahat kembali bagi hamba. Tidak terkait sedikitpun dengan kebutuhan Allah terhadap
mereka. Manusialah yang membutuhkan kedekatannya dengan Allah. Di sisi lain dikaitkan ibadah haji
ini dengan kemampuan hamba menunjukkan kasih sayang Allah yang tinggi terhadap hamba-Nya.
Orang berimanlah yang paling bergembira dengan semua bentuk ibadah yang diwajibkan oleh Allah
SWT. Merekalah yang memiliki kesiapan untuk menjalankannya. Mereka juga memiliki keberanlan
untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa
Ta'ala. Mereka tetap tegar dan bersemangat sekalipun anjuran Allah Subhanahu wa Ta'ala dan
RasulNya itu dlanggap kecil dan sepele oleh kebanyakan orang.
Jama'ah Jum'ah rahima kumullah
       Ada beberapa perbekalan yang dapat dibawa oleh para kaum muslimin dalam melengkapi
ibadah mulia tersebut menjadi sempurna. Sebagaimana sebuah kaidah bahwa sempurnanya keimanan
adalah selaras dengan ucapan dan amal perbuatan. Berikut beberapa perbekalan yang dapat dibawa
para jama' ah haji sebelum memulai perjalannya, selain melengkapi persiapan materi, fisik, dan mental.
Bekal paling utama dan pertama dalam berhaji adalah hendaknya setiap jama'ah haji mengikhlaskan
dan meluruskan niatnya, bukanlah ibadah haji untuk melakukan perbuatan riya, sum'ah, atau bahkan
takabbur. Sebagaimana Allah berfirmaN

    ُ ‫ِل الذ َ ت ب وأ لح و تصم ِالل ِ وأ لص د نه ْ ِله فأ لئ َ م َ م من ن س َ ي ِ الل‬
    ‫إَّا َّ ِين َا ُوا ََصَْ ُوا َاعْ َ َ ُوا ب َّه ََخَْ ُوا ِي َ ُم لَّ ِ َُوَ ِك َع الْ ُؤْ ِ ِي َ وَ َوْف ُؤْت َّه‬
                                                                                             ‫م من َ أ عظ م‬
                                                                                   )641(‫الْ ُؤْ ِ ِين َجْرًا َ ِي ًا‬


Artinya "Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada
(agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah
bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang
beriman pahala yang besar. " (QS. An Nisaa : 146 ).
       Selain itu terdapat pula didalam hadits qudsi yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas R.A,
dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Rabb-nya azza wa jalla, Allah SWT berfirman yang
artinya : Sesungguhnya Allah telah menulis setiap kebaikan dan kejelekan, kemudlan Dia menjelaskan:
" Barangsiapa berniat melakukan sebuah kebaikan namun ia mengurungkannya, maka Allah telah
menulis untuknya satu kebaikan yang sempurna, tetapi apabila ia melaksanakan maka Allah menulis
untuknya sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat kebaikan, atau dilipat gandakan lebih dari itu. Dan
barangsiapa yang berniat melakukan kejahatan namun kemudlan ia mengurungkannya, maka Allah
menulis untuknya satu kebaikan yang sempurna, tetapi apabila perbuatan itu jadi ia lakukan maka
Allah menuliskan untuknya satu dosa kejahatan ". (HR. Bukhari dan Muslim)
       Bekal berikutnya yang penting bagi jamaah haji adalah, hendaklah para jama'ah haji melakukan
segala ibadah senantiasa berpijak kepada sunnah Rasulullah SAW yang dengan itulah syarat utama
sebuah ibadah setelah ikhlas diterima oleh Allah. Firman Allah Subhanahu wa ta'ala :

 ُ ‫قل َاأ ُّهَا َّاس إِّي رَ ُول َّه َِيْ ُم َ ِيعًا َّ ِي َه ُلْك َّ َ َا ِ َالْ َرْض لَا َِه إَّا ُو ُحْ ِي َ ُ ِي‬
 ‫ُ ْ ي َي الن ُ ِن س ُ الل ِ إل ك ْ جم الذ ل ُ م ُ السمو ت و أ ِ إل َ ِل ه َ ي ي ويم ت‬
                           ‫ف من ِالل ِ ورس ل ِ النب ِّ ُم ِّ الذ ي م ُ ِالل ِ وكلم ته َاتبع ُ ل َلك ت تد ن‬
                  )651(َ ‫َآ ُِوا ب َّه َ َ ُوِه َّ ِي الْأ ِّي َّ ِي ُؤْ ِن ب َّه َ َِ َا ِ ِ و َّ ِ ُوه َعَّ ُمْ َهْ َ ُو‬


Artinya : Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu
Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia,
yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, nabi yang
ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia,
supaya kamu mendapat petunjuk ": ( QS. Al Nraaf : 158 ).
Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA ia berkata bahwasanya Rasulullah
SAW bersabda :

   ْ ‫عل ه َل َ م‬            ‫ك ُّ ُمت د َ َ َن َ إ َّ م ْ أب وم ْ ي ب ي س َ ِ َ َ رس ُ هلل َل‬
   ‫ُل أ َّ ِي َخل الج َّة ِال َن َ َى , َ َن َأْ َى َارَ ُول اهلل ؟ قال َ ُول ا ِ صَّى اهلل ََيْ ِ وَسَّم : َن‬
                                                                  ‫َط عن دخ َ َنة وم عص ن فق ْ أب‬
                                                  )‫أ َا َ ِي َ َل الجَّ َ َ َنْ َ َا ِي َ َد َ َى (رواه البخاري‬


"Semua ummatku masuk jannah kecuali yang enggan ". Maka para sahabat bertanya : "Ya Rasulullah,
siapakah yang enggan? ". Beliau shalallahu 'alaihi wa sallam menjawab : "Barangsiapa mentaatiku
akan masuk jannah dan barangsiapa mendurhakaiku berarti ia telah enggan (untuk masuk
kedalamnya) ". ( HR. Bukhari ).
Bekal selanjutnya yang ketiga adalah hendaknya bagi setiap jamaah haji mengumpulkan segala
persiapan perbekalannya sebelum berangkat dengan harta yang halal dan baik. Sebab Allah hanya akan
menerima dan memerintahkan hambaNya segala sesuatu yang halal dan baik. Sebagaimana firman
Allah SWT dalam Surat Al Baqarah 168 :


          ‫ي َي الن س كل ِم ف أ ِ حل َيب و َتبع خطو ِ الش ط ِ ِن ُ لك ْ عد ٌّ مب ن‬
     )611(ٌ ‫َاأ ُّهَا َّا ُ ُُوا م َّا ِي الْ َرْض ََالًا طِّ ًا َلَا ت َّ ِ ُوا ُ ُ َات َّيْ َان إَّه َ ُم َ ُو ُ ِي‬


Artinya : "Hai sekallan manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan
janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh
yang nyata bagimu. " (QS. Al Baqarah : 168 ),
Di dalam Surat An Nahl ayat 114 Allah mengingatkan


                                ‫فكل ِم ر قك ُ الل ُ حل َي و كر ن م َ الل ِ إ ْ ك ت ْ ِي ُ ت بد ن‬
                           )664(َ ‫َ ُُوا م َّا َزَ َ ُم َّه ََالًا ط ِّبًا َاشْ ُ ُوا ِعْ َة َّه ِن ُنْ ُم إَّاه َعْ ُ ُو‬
Artinya : "Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan
syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepadaNya saja menyembah. " (QS. An Nahl : 114 )
Dalam Q.S. Abbasa ayat 24 Allah berfirman :

                                                                                      ‫ف ي ظ ِ إ س ُ إل طع مه‬
                                                                                  )44(ِ ِ ‫َلْ َنْ ُر الْ ِنْ َان َِى َ َا‬
Artinya : "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. "


                                    ‫َل َ إ َّ َ َيب ال ي َ ُ إ َّ َيب‬
                                                           ‫ط‬                      ‫س ُ هلل َل هلل عل‬
                       )‫قال ر ُول ا ِ صَّى ا ُ ََيْه وَسَّم : ِن اهلل َّ ِ ٌ َ ٌقْبل ِال ط ِّ َ ( رواه مسلم‬


Rasulullah SAW bersabda : " Sesungguhnya Allah itu baik, Dia tidak menerima kecuali dari yang baik
" ( HR. Muslim : 1015 ).
Dalam Hadits Riwayat Abu Mansyur ad-Dadaini Rasulullah bersabda " Barangsiapa tidak
mempedulikan dari mana ia mengusahakan harta, maka Allah tidak mempedulikan dari mana Dia
memasukkannya ke neraka. "
Jam'aah Jum'at yang berbahagia, perbekalan berikutnya adalah hendaklah para jama'ah haji berusaha
menjauhi segala bentuk perbuatan mungkar dan penyimpangan dalam tata tertib pelaksanaanya,
janganlah membuang waktu secara percuma dan sia-sia untuk berbelanja dan kegiatan lain yang tidak
bermanfaat.
Allah berfirman dalam Surat Al] Baqarah 197:

‫َج وم ت عل م خ ر‬                 ‫ح ُّ ه ٌ م ل م ت فم فرض ف ه َّ َج ف ف َ ول فس ق و جد ل ف‬
ٍ ْ‫الْ َج أَشْ ُر َعُْو َا ٌ َ َنْ َ َ َ ِي ِن الْح َّ َلَا رَ َث ََا ُ ُو َ َلَا ِ َا َ ِي الْح ِّ َ َا َفْ َُوا ِنْ َي‬
                                               ‫ي ل ُ الل ُ وت َود ف ِن خ َ الز ِ الت و َاتق ِ ي أ ل أ ب ب‬
                                      )691(ِ ‫َعَْمْه َّه َ َز َّ ُوا َإ َّ َيْر َّاد َّقْ َى و َّ ُون َاُوِي الْ َلْ َا‬


Artinya "(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi[122], barangsiapa yang menetapkan
niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-
bantahan di dalam masa mengerjakan haji. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya
Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan
bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal. "
         Jama'ah haji harus dapat menggunakan momentum ibadah haji untuk melakukan sebanyak-
banyaknya berdzikir dan mengerjakan ibadah dengan baik dan benar serta menyempumakan apa-apa
yang menjadi rukun dan syarat dalam ibadah tersebut.
Demiklan khotbah Jum'at yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini Semoga ibadah haji dan
qurban yang kita lakukan benar-benar menjadi ibadah yang diterima Allah SWT. Amin Ya
Rabbal'alamin. 


  ‫ب ر َ هلل ل ولك ْ ف ق ِ عظ م ونفعن َ ِيك ْ ب ف ه م ْ ي ِ َ الذ ِ حك م وت َب ِن وم ك‬
ْ‫َا َك ا ُ ِي ََ ُم ِي ال ُرْآن ال َ ِيْ ِ َ َ َ َ ِي و إَّ ُم ِمَا ِيْ ِ ِن ااَ َات و ِّكْر ال َ ِيْ ِ َ َق َّلْ م ِّي َ ِنْ ُم‬
                                                                                                   ‫تالوت ُ إن ُ ه َ السم ُ عل م‬
                                                                                                   ُ ْ‫ِ َ َ َه َّه ُو َّ ِيْع ال َِي‬
                                                SILATURRAHIM
                                                Oleh : Drs. Imron Rosyid




َ ‫ُ م ي د هلل فال مض َّ ل ُ وم ي ل ه ه‬                       ‫ح د ِل ِ ذ هد له و ُن لن تد َ ل ْ َ أ هد‬
‫ال َمْ ُ لَّه ال ِي َ َانَا ِ َذَا َمَا ك َّا ِ َهْ َ ِي َوال َنْ َ َانَا اهلل َنْ َهْ ِا ُ َ َ ُ ِل َه َ َنْ ُضِْلْ ُ فَالَ َادِي‬
 َ ‫ل ُ ه ُ َ الإل َ إ َّ و ده شر له و ه ُ َ َّ م َم ع د ُ و س له الن ِي ب د ُ الله َّ ص ِّ َل‬
                                                              ‫أ‬
 ‫َه أَشْ َد أنْ ََِه ِال اهلل َحْ َ ُ الَ َ ِيْك ََ ُ َأَشْ َد َّن ُح َّدًا َبْ ُه َرَ ُوُْ ُ َ َب َّ َعْ َه . َّ ُم َل وَسَّم‬
   ‫وب ر عل م َمد وعل ل ِ وص به وم تبعه بإ س ِ إل ي ِ د ن َم ب ُ في عب د ُ أص ك‬
                                                              ‫ن‬
 ْ‫َ َا ِكْ ََى ُح َّ ٍ َ ََى آِه َ َحْ ِ ِ َ َنْ َ ِ َ ُمِْ ِ ِحْ َا ُ َِى َوْم ال ِّيْ ِ. أ َّا َعْد : َ َاأ ِ َا ُ اهلل ُ ِيْ ُم‬
                                                                          ‫َ ِي ي بت َ هلل تع ل وط عت ِ ل َلك ْ ت لح ن‬
                                                                          َ ْ‫و إ َّا َ ِ َقْو ا ِ َ َاَى َ َا َ ِه َعَّ ُم ُفِْ ُو‬

Jama'ah Jum'at ingkang dipun rahmati Allah
         Sumangga kita tansah ningkataken iman lan taqwa kita dhumateng Allah SWT, Dzat ingkang
tansah paring rahmat lan barokah dhumateng kita sedaya, shalawat saha salam mugi tansah dipun
aturaken dhumateng junjungan kita Nabi Muhammad SAW., dhumateng para keluarga lan sahabat-
sahabatipun. Amin.
Saklajengipun, kranten kitra taksih wonten ing swasana dinten Riyadin Idul Fitri 1431 H, pramila
wonten ing kesempatan punika kula ngaturaken : "Sugeng Riyadin Idul Fitri 1431 H, nyuwun
pangapunten lahir saha batos, mbok menawi sak laminipun sesrawungan wonten klenta-klentu atur
saha solah bawa ingkang mboten mranani ing penggalih, mugi sageta kalebur ing dinten riyadin
punika." Mugi-mugi Gusti Allah nampi amal ibadah shiyam kita, sholat tarowih, tadarus, shadaqah lan
zakat kita, lan mugi-mugi kita sedaya wangsul malih wonten kesucian kadasta nalika kita lahir saking
guwa garba ibu.
         Yen kita mlebet wonten ing wulan Syawal, bangsa Indonesia anggadahi tradisi ngawontenaken
syawalan utawi shilaturrahim kanthi wujud ngapunten-ngapuntenan, jawad astha kangge ngicalaken
sedaya salah lan klentu ingkang sampun kelampahan.
Pitakenanipun punapa yektosipun inti saking shilaturahim piyambak ? lan punapa tradisi ingkang
sampun lumampah wonten ing bangsa kita punika sampun kalebet hakekat shilaturrahim ingkang dipun
kersaaken?
Jama'ah Jum'at ingkang dipun mulyakaken Allah.
       Tembung shilaturrahim punika saking bahasa Arab, kedadosan saking kalih tembung, sepindah
'Sillah' ingang asalipun saking tembung 'washola' ingkang maknanipun dumugi, 'Washlun' ingkang
nggadahi makna nyambung, wondhene tembung ingkang nomor kalih 'rahim' utawi 'arham' ingkang
nggadahi makna ngasihi utawi ugi 'rahim' ingkang artosipun kandungan ibu. Wondene 'Shilaturahim'
artosipun nyambung hubungan pasederekan utawi hubungan kekerabatan. Dipun wastani nyambung
krana wonten hubungan pasederekan ingkang sakderengipun rengang utawi pedhot lajeng dipun
sambung. Wonten ing Al Qur'an dipun ngendikaaken :

                                          ‫َاتق الل َ الذ س ءل َ به و أ ح َ إ َّ الل َ ك َ عل ك ْ رق ب‬
                                      )6(‫و َّ ُوا َّه َّ ِي تَ َا َُون ِ ِ َالْ َرْ َام ِن َّه َان ََيْ ُم َ ِي ًا‬
Artosipun : "... Lan padha taqwao sira kabeh marang Allah kang nganggo asma-Ne sira tansah
nyenyuwun siji lan sijine, lan (jaganen) hubungan shilaturahim. Saktemene Allah tansah njagal Lan
ngawasi sira kabeh ". (An Nisa': 1)
Ayat kala wau negasaken bilih njagi hubungan pasedherekan ing antawisipun sedherek utawi kerabat
punika mujudaken setunggaling bukti ketaqwaan kita dhumateng Allah, sahengga kangge tiyang
muslim mboten pikantuk medhot pasedherekan. Gusti Allah paring gambaran menawi kekeluargaan
punika gumantung woten ing 'Arsyipun Allah, kasebat wonten ing hadits" :


                           ُ ُ ‫الرح م م َل ٌ ب ع ْ ِ تف ْ ُ م وصلن وصل ُ ُ وم قطعن قطع‬
               )‫َّ ِيْ ُ ُعَّق ِال َرش َ ُول : َنْ َ ََ ِي َ ََه اهلل َ َنْ َ َ َ ِي َ َ َه اهلل (متفق عليه‬


Artosipun : "Kekeluargaan punika gumantung wonten Arsy, piyambakipun ngendika: "sok sapa wonge
ngubungake aku, mangka Allah uga bakal ngubungi dheweke, lan sok sapa wonge medhot aku, mangka
Allah uga bakal medhot. (HR Bukhari Muslim)
Jama'ah Jum'at ingkang minulya
       Saestu penting hubungan kekeluargaan punika, krana asal saking kerabat punika inggih saking
setunggal papan, inggih punika rahimipun ibu kita, punika maknanipun
bilih Allah ngibarataken hubungan kekeluargaan kaliyan Arsyipun Allah. Wonten hadits sanes malah
langkung dipun tegesaken malih kanthi ancaman dhumateng sok sintena tiyang ingkang medhot
hubungan pasederekan. Tiyang ingkang medhot pasederekan mboten badhe mlebet suwarga :

                                                                                     ٌ ‫الي خ ُ َنة ق ط‬
                                                                     )‫َ َدْ ُل الج َّ َ َا ِع (أخرجه البخاري‬
Artosipun : "Ora bakal mlebu suwarga wong kang medhot paseduluran " (HR Bukhori)
       Para ulama sami sepakat bilih ingkang dipun maksud medhot wonten hadits punika inggih
medhot pasedherekan utawi medhot shilaturrahim.
Mboten dipun wastani `shilaturahim' ingkang wajib punika namung sakdermi sawijining kerabat
ngubungi kerabat sanesipun lan tumindak sake dhumateng tiyang sanes, krana punika bab ingkang
lumrah lan inggih panci mekaten sakmestinipun kita nyambung pasedherekan, kadasta tradisi ingkang
sampun lumampah. Ngawontenaken pepanggihan setunggal tahun sepindhah antawis keluarga kanthi
wujud pepanggihan trah Lan sanesipun, bab punika ugi tetep perlu dipun lestantunaken minangka
khasanah budaya tradisi bangsa Indonesia ingkang ketelah guyub rukun. Ananging punapa ingkang
dipun maksudaken kanthi `shilaturahim' ingkang wajib inggih punika tetep nyambung pasedherekan
sinaosa piyambakipun sampun nebihi utawi medhot pasedherekan. Kanjeng Nabi ngendika :


                                 ‫ل ْ َ و ِل ب مك ولك ْ و ِ ُ ذ إذ قطع ْ رحم ُ وصله‬
                 )‫َيس ال َاص ُ ِال ُ َافئ ََ ِن ال َاصل ال ِي ِ َا َ َ َت َ ِ َه َ ََ َا (رواه البخاري‬


Artosipun : "Dudu diarani wong kang nyambung keluarga iku wong kang nyukupi, ananging kang
diarani wong nyambung kekeluargaan yaiku menawa keluarga iku medhot pasedulurane, mangka
dheweke tetep nyambung. (HR Bukhori)
       Saestu penting nyambung pasedherekan sahengga keluarga tetep wutuh lan mboten pedhot,
sahingga Arsy Allah kemawon dipun gantungaken dhumateng piyambakipun, lan ancaman ingkang
saestu dhumateng tiyang ingkang medhot pasedherekan.
Malah wonten ing setunggaling hadits dipun sebataken bilih keimanan kita punika dipun gantungaken
kaliyan nyambung pasedherekan :


                                                        ُ ‫خر ف ي ِ ْ رحم‬           ‫م ْ م َ ب هلل و ي‬
                                            )‫َن آ َن ِا ِ َال َوْمض ااَ ِ ِ َلْ َصل َ ِ َه (رواه مسلم‬

Artosipun : "Sak sapa wonge kang ngaku iman marang Allah lan dina akhir, mangka sambungen
paseduluran ".
       Salah setunggaling manfaat shilaturahim ngendikanipun kanjeng Nabi Muhammad SAW inggih
punika badhe dipun jembaraken rejekinipun lan dipun panjangaken yuswanipun, pramila mangga sami
dipun jagi pasedherekan punika. Punapa gegayutanipun antawis shilaturahim kalian rejeki lan umur
panjang ?.
Pangandikan Nabi kala waun namung badhe ngemutaken dhumateng kita sedaya bilih yuswa lan rezeki
punika sedayanipun saking Allah, piyambakipun ingkang badhe nemtokaken dhumateng sinten rejeki
punika badhe dipun paringaken, pramila kangge tiyang ingkang-ingkang remen nyambung
pasedherekan, kados-kados sampun manjangaken yuswanipun, paling mboten nalika piyambakipun
kepanggih kaliyan sederek ingkang sampun dangu mboten pinanggih badhe kemutan riwayatipun
nalika rumiyin, sahingga kita rumaos yuswanipun panjang. Ananging langkung penting malih bilih
kanthi pinanggih sedherek badhe ndadosaken swasana remen, bingah wonten ing manah kita, lan sinten
mangertos kanthi pinanggih kalian sedherek badhe saget mbikak konten rejeki, kranten wonten
kesempatan kangge mbikak sesambetan kaliaan dagangan. Sedaya punika namung Allah ingkang
badhe nggerakaken manah menungsa.
Jama'ah Jum'at ingkang minulya
         Wonten ing kawontenan riyadin punika mujudaken wekdal ingkang sae kangge nyambung
pasedherekan, antawisipun wonten hubungan ingkang renggang sak derengipun, ananging krana
punika taksih wulan syawal langkung pantes menawi dipun sambung malih, sinambi ngresikaken
sedaya rereget nalika rumiyin, nyuciaken jiwa sahingga sak bibaripun syawal kita lajeng saget
ningkataken malih amal ibadah kita.
Mekaten kala wau khutbah Jum'at ingkang saget kula aturaken, mugi-mugi saestu Gusti Allah SWT
nampi sedaya amal ibadah kita, paring pangapunten sedaya dosa lan kesalahan kita.


  ‫ب ر َ ُ ل ولك ْ ف ق ِ عظ م ونفعن َ ِيك ْ ب ف ه م ْ ي ِ َ الذ ِ حك م وتق َّ ِن وم ك‬
ْ‫َا َك اهلل ِي ََ ُم ِي ال ُرْآن ال َ ِيْ ِ َ َ َ َ ِي و إَّ ُم ِمَا ِيْ ِ ِن ااَ َات و ِّكْر ال َ ِيْ ِ َ َ َبلْ م ِّي َ ِنْ ُم‬
                                                                                                  ‫تالوت ُ إن ُ ه َ السم ُ عل م‬
                                                                                                  ُ ْ‫ِ َ َ َه َّه ُو َّ ِيْع ال َِي‬

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:183
posted:7/27/2012
language:Arabic
pages:8
About Hey there!I am new to the site am looking for blogs to guest blog on/for. I am pretty open when it comes to writing but would be most comfortable writing about beauty, fashion, home, or lifestyle.