; Promotif-dan-Preventif-dlm-P4GN - Copy
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Promotif-dan-Preventif-dlm-P4GN - Copy

VIEWS: 77 PAGES: 3

  • pg 1
									             DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA PROMOTIF DAN
                                       PREVENTIF


        Kesehatan merupakan kebutuhan dengan hak setiap insan agar dapat
kemampuan yang melekat dalam diri setiap insan. Hal ini hanya dapat dicapai bila
masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, berperan serta untuk meningkatkan
kemampuan hidup yang sehat. Kemandirian masyarakat diperlukan untuk mengatasi
masalah kesehatan dan menjalankan upaya pemecahannya sendiri.
Kemampuan masyarakat perlu ditingkatkan terus menerus untuk menolong dirinya
sendiri dalam mengatasi masalah kesehatan. Kegiatan pembinaan yang di lakukan
sendiri antara lain mempromosikan kesehatan dalam pelayanan agar peran serta
remaja, wanita, keluarga dan kelompok masyarakat di dalam upaya kesehatan ibu, anak
meningkat. Ini sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat.
        Masalah penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya (NAPZA)
atau istilah yang populer dikenal masyarakat sebagai NARKOBA (Narkotika dan
Bahan/Obat berbahaya) merupakan masalah yang sangat kompleks, yang memerlukan
upaya   penanggulangan      secara    komprehensif    dengan    melibatkan    kerja   sama
multidispliner, multisektor, dan peran serta masyarakat secara aktif yang dilaksanakan
secara berkesinambungan, konsekuen dan konsisten. Meskipun dalam Kedokteran,
sebagian besar golongan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) masih
bermanfaat bagi pengobatan, namun bila disalahgunakan atau digunakan tidak menurut
indikasi medis atau standar pengobatan terlebih lagi bila disertai peredaran dijalur ilegal,
akan berakibat sangat merugikan bagi individu maupun masyarakat luas khususnya
generasi muda.
        Promosi kesehatan adalah proses pemberdayaan atau mendirikan masyarakat
untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya, melalui peningkatan
kesadaran, kemauan dan kemampuan, serta pengembangan lingkungan sehat. Dalam
pengertian Promosi Kesehatan tersebut terkandung beberapa pengertian operasional
sebagai berikut :

1. Promosi Kesehatan merupakan bagian dari upaya kesehatan masyarakat (public
   health) secara keseluruhan, yang fokus upayanya adalah : Pemberdayaan
  masyarakat, yaitu upaya memampukan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan
  dan melindungi kesehatan, yang oleh karena itu Promosi Kesehatan lebih bersifat
  upaya promotif – preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-raehabilitatif.

2. Pemberdayaan dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran, kemauan dan
  kemampuan untuk hidup sehat, disertai dengan mengembangkan iklim yang
  mendukung, sehingga penekanan Promosi Kesehatan pada pengembangan perilaku
  dan lingkungan sehat.

3. Pemberdayaan tersebut merupakan upaya kemitraan berbagai pihak dan merupakan
   upaya dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, sehingga masyarakat aktif sebagai
   pelaku atau subyek, bukan pasif menunggu sebagai obyek semata.

4. Pemberdayaan dilakukan sesuai dengan kondisi dan budaya setempat, sehingga
   Promosi Kesehatan diwarnai oleh suasana lokal.

  Istilah dan pengertian Promosi kesehatan ini merupakan pengembangan dan istilah
  pengertian yang sudah dikenal selama ini, seperti : Pendidikan Kesehatan,
  Penyuluhan Kesehatan, KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi), serta istilah dan
  pengertian lain yang senada, seperti : Pemasaran sosial (social marketing), mobilisasi
  social.     Istilah Promosi kesehatan dimaksudkan dapat menampung berbagai
  pengertian dan istilah yang selama ini berkembang.

  Dalam      melaksanakan     PROMOTIF      dan    PREVENTIF     dalam     MENCEGAH
  PENYALAHGUNAAN            NARKOBA     perlu   mempertimbangkan     sasaran   promosi
  kesehatan yang diklasifikasikan dalam 3 kategori yaitu sasaran primer, sekunder dan
  tertier

      a. Sasaran primer
            Sasaran primer adalah individu atau kelompok yang diharapkan berubah
            perilakunya dengan dilaksanakannya      promosi penanggulangan Narkoba
            Yang termasuk dalam sasaran primer adalah penyalahguna Napza suntik,
            dan narapidana (kelompok beresiko tertular), orang dengan mobilitas tinggi,
            perempuan , remaja dan anak jalanan.

      b. Sasaran Sekunder
         Sasaran sekunder adalah individu atau kelompok dan organisasi yang
         mempengaruhi perubahan perilaku sasaran primer. Yang termasuk dalam
         sasaran sekunder adalah pengelola salon, café, pub, tokoh masyarakat, tokoh
         agama, petugas kesehatan, petugas lembaga pemasyarakatan, lintas
         program, lintas sektor, organisasi profesi, organisasi kepemudaan, organisasi
         keagamaan dan LSM.

      c. Sasaran Tersier
         Sasaran tersier adalah individu atau kelompok dan organisasi yang memiliki
         kewenangan untuk membuat kebijakan dan keputusan dalam pelaksanaan
         penanggulangan dan peredaran gelap narkoba. Yang termasuk dalam sasaran
         tersier adalah para pejabat eksekutif, legislatif, penyandang dana, pimpinan
         dan media massa.

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi promosi kesehatan
dapat digunakan sebagai strategi penyuluhan tentang narkoba atau lebih dikenal dengan
P4GN, dan dengan strategi tersebut diharapkan lebih mengetahui tentang narkoba.




          Oleh : BAMBANG WAHYUDIN
                                (Staf Perencanaan BNNP Sulsel)
                                 (Anggota PPPKMI)

								
To top