Docstoc

Filsafat Hukum

Document Sample
Filsafat Hukum Powered By Docstoc
					    Filsafat Hukum


                                        FILSAFAT HUKUM


               24 Maret 2008

   Literatur
1. Dasar-dasar filsafat hukum (lilarisidi)
2. Filasafat Hukum (Sutisno)
3. Dialektika Hukum Dan moral

    Filsafat adalah
    Phylos = Cinta
    Sofia = Kebijaksanaan

    Phyloshopya          :       Cinta kebijaksanaan,
    Filsafat             :       mencintai kebijaksanaan,
    Filosof              :       orang yang mencintai kebijaksanaan,
    Orang sufi           :       orang yang bijaksana.

    Mengapa Filsafat hukum itu penting dan diletakkan diakhir semester ?
    Karena Filsafat hukum penutuik kaji (bahasa Minang), berarti menutup kaji dari pelajaran
    hukum yang telah diterima selama ini..

    Objek filsafat hukum adalah Ilmu hukum.

   Cara berfikir filsafat itu adalah :
1. Kritis
2. Objektif
3. Mendalam
   Oleh sebab itu pertanyaan filsafat tidak bersifat fenomena tapi mengenai yang bersifat
   hakekat atau nilai dari sesuatu.
   Jadi berbicara tentang filsafat adalah berbicara tentang nilai dari sesuatu.



   Dalam Pengertian Ilmu Filsafat Bersifat :
1. Metodis
   Filsafat mempunyai metode tertentu karena dapat dikaji, dapat diselidiki secara ilmiah
2. Sistematis
   Filsafat punya kerangka - kerangka yang jelas
3. Koheren
   Dia mempunyai keterkaitan- keterkaitan

Dari ketiga sifat filsafat tersebut diatas maka filsafat menjadi ilmu yang universal

Dalam Arti Pandangan hidup Filsafat Adalah :
Petunjuk arah kegiatan aktifitas manusia dalam segala bidang kehidupan.
Oleh Karena itu filsafat memiliki paling tidak 3 sifat pokok dan 1 sifat tambahan :

   1. Menyeluruh (universal)

Ketika berfikir filsafat tidak hanya melihat dari satu sisi tapi melihatnya dari berbagai
aspek.
Sifat menyeluruh mengandung arti bahwa cara berfikir filsafat tidaklah sempit dan selalu
melihat suatu persoalan atau permasalahan dari tiap sudut yang ada/ segala aspek.

   2. Mendasar

Tidak hanya melihat dari kulit luar tapi juga secara mendasar dan mendalam, setiap
aspek dianalisis secara mendalam sampai keakar - akarnya

   3. Spekulatif

Kajian dalam filsafat tidak dapat langsung di temukan dalam sekali kajian tapi melalui
beberapa hal seperti :

          a.   eksperimen-eksperimen.
          b.   Beberapa kesalahan-kesalahan.
          c.   Beberapa kajian yang dilakukan dengan cara untung - untungan
          d.   Dan lain sebagainya.

       maka baru di dapat kebenaran yang dicari.
Spekulatif yang dilakukan dalam filsafat hukum harus memiliki dasar-dasar yang dapat
dipertanggung jawabkan secara ilmiah



   Sifat atau ciri Tambahan Adalah :

   4. Refleksi Kritis

Yang Artinya pengendapan dari apa yang dipikirkan secara berulang-ulang dan
mendalam (Kontenplasi). Pengendapan itu dilakukan untuk memperoleh pengetahuan
atau jawaban atas pertanyaan yang lebih jauh lagi dan ini dilakukan secara terus
menerus
Perbedaan filsafat barat dan timur
Terletak pada cara berfikirnya
Filsafat Timur :
Cara Berfikirnya bersifat Sekolatif yang artinya Pasrah, terbatas, menerima apa adanya
Filsafat Barat
Cara Berfikirnya bersifat spekulatif yang artinya tiada batasnya dan berani mencoba .

Filsafat Adalah cara berfikir yang kritis dan mendalam
Filsafat hukum dalam pelajaran atau ilmu pengetahuan yang ada sangat di perlukan
apalagi disaat timbul suatu pertanyaan dimana teori dari ilmu pengetahuan tersebut
tidak mampu menjawab.

Filsafat Adalah
Ilmu yang akan membantu setiap ilmu pengetahuan untuk menjawab pertanyaan yang
tidak terjawab oleh ilmu itu sendiri jadi dapat diartikan filsafat merupakan dewa
penyelamat dari ilmu2 yang ada, krn disaat teori-teori dari ilmu-ilmu yang ada tidak
mampu menjawab maka filsafat lah yg akan membantu menjawabnya. Filsafat ada pada
setiap ilmu-ilmu yg ada.

Filsafat hukum dan ilmu-ilmu yang lain merupakan bagian dari ilmu filsafat
Buktinya :

           Umum

               Ada                           Ada Mutlak

                            Ada Khusus                                 Alam

                                                                                    Ada
Nisbi                          Antropologi

                                                                   Manusia        Etika=
Hukum = Filsafat hukum
                                                            Logika
Cara Berfikir Filosof adalah untuk kebajikan tanpa tedensi, yang ada hanya kebenaran.
Pentingnya ahli hukum mendalami filsafat hukum adalah
Agar seorang ahli hukum nantinya dapat berfikir dengan /secara kritis, objektif, dan
mendalam.

Beda Ilmu Pengetahuan yg ada dengan filsafat yaitu
Terletak pada sifatnya
- Ilmu Pengetahuan          :       Sifatnya fenomena
- Filsafat             :     bersifat mendasar dan mendalam.
     Filsafat hukum mengajar kan orang berfikir secara Prediktif
     Yaitu memprediksi, mengkaji apa yang akan terjadi di depan dengan dasar dari gejala2
     yang terjadi pada saat ini.

              31 Maret 2008
     Kedudukan Filsafat Hukum dalam ilmu filsafat
     Filsafat pada intinya menjelajahi pertanyaan “Apa, Bagaimana, dan darimana” Oleh
     karena itu dengan pertanyaan ini orang mencari sebab akibat yang di dapat dari :
     Sains
     Ilmu pengetahuan hanya berbicara sebatas sesuatu yang dapat diindrakan berarti
     berbicara secara fenomena maka yang dibicarakan “kenapa”. Kenapa menyatakan
     sebab.
     Yang ada dibalik fenomena adalah : Nilai-nilai atau hakekat,

     Jadi filsafat hukum adalah
     Mencari nilai2 sesuatu dibalik fenomena ilmu hukum.

    FUNGSI Filsafat :
 1. Filsafat sebagai ilmu pengetahuan
     Berfungsi membantu ilmu pengetahuan untuk menjawab pertanyaan - pertanyaan yang
    tidak dapat terjawab dari ilmu pengetahuan tersebut.
 2. Filsafat sebagai pandangan hidup
      Membantu manusia dalam mengarahkan aktifitas - aktivitas kehidupan manusia,
    berperan sebagai kompas dalam kehidupan manusia

               Oleh karena itu banyak yang berpendapat filsafat berfungsi sebagai : Central
     Aktifity dimana Filsafat akan mengarahkan aktifitas manusia. Adapun filsafat mencakup
     pertanyaan mengenai makna - makna kebenaran dan hubungan logis diantara ide - ide
     dasar yang tidak dapat dipecahkan dengan ilmu empiris karena kadangkala persoalan-
     persoalan itu membutuhkan pemikiran yang mendalam.

               Filsafat hukum akan membangun cara berfikir seorang ahli hukum untuk tidak
     berfikir secara empiris tetapi melihat dari berbagai sisi.

                                      FILSAFAT HUKUM

     Pengertian Filsafat Hukum
     Secara sederhana dapat dikatakan bahwa filsafat hukum adalah cabang dari filsafat
     yakni :
1.   Filsafat tingkah laku atau etika
     Karena tingkah laku atau etika dinamakan hukum maka disebut filsafat hukum
   Filsafat hukum mengkaji tingkah laku manusia yang berasal dari fenomena2 yang terjadi
   didalam kehidupan manusia.
   Objek filsafat hukum adalah hukum

   Filsafat hukum dengan ilmu hukum
   Persamaan
   Terletak pada objek materianya yaitu tingkah laku manusia
   Perbedaan
   Terletak pada Objek forma yaitu nilai-nilai dan hakekat

            Ilmu hukum hanya memberikan jawaban sepihak dan hanya melihat gejala -
   gejala hukum sebatas yang dapat dilihat oleh panca indra mengenai perbuatan -
   perbuatan manusia dan kebiasaan - kebiasaan manusia sementara itu pertimbangan nilai
   dari hakekat tsb luput dari penilaian – penilaian.
   Norma hukum Tidak termasuk dunia kenyataan tapi masuk ke dalam sains (realita) atau
   solen (idealita).
            Jadi dalam kajian ilmu hukum sain masuk dalam realita ilmu pengetahuan
   sedangkan Solen masuk dalam realita filsafat.
   Sain harus mengacu pada sollin

    llmu hukum dapat dibedakan menjadi :
1. Ilmu tentang Norma (Norm Wissenchaft)
    Ilmu tentang norma antara lain membahas tentang perumusan norma hukum kemudian
    apa yang dimaksud dengan norma hukum
2. Ilmu tentang pengertian Hukum (Kampushesyen)
    Antara lain membahas tentang Masyarakat hukum, subjek hukum
           Keduanya disebut dengan ilmu Dogmatig
           Ciri dog matig hukum : Teoritis rasional dengan mengunakan logika
3. Ilmu tentang kenyataan Hukum (Tatsachen Wissenschaft)
    Ilmu tentang kenyataan ,ilmu ini mempelajari tentang kenyataan - kenyataan yang terjadi
    dalam masyarakat yaitu sesuatu yang sebenarnya sudah ada dalam masyarakat

          Dari perbandingan tersebut tampak bahwa filsafat tidak dimasuk kan dalam
   cabang dari ilmu hukum tapi masuk dalam teori ilmu hukum (legal Theori) mengapa tidak
   masuk dalam cabang ilmu hukum karena filsafat mempelajari fenomena - fenomena.

                                                                                      14 April
   2008
   Batas - batas Filsafat hukum dan ilmu hukum
   Filsafat hukum termasuk dalam filsafat
   Merupakan bagian dari filsafat bukan bagian dari hukum

   Dalam filsafat adalah filsafat hukum adanya merupakan bagian dari Filsafat etika
           Filsafat dibagi dalam 2 bagian :
      1.   Filsafat yang umum teoritis
      2.   Filsafat yang khusus praktis
           Filsafat adalah
           Induk dari segala ilmu sedangkan ilmu hukum bagian kecil dari ilmu hukum
           Filsafat khusus praktis terbagi 2 :
      a.   Abstrak
      b.   Kongkrit

           Ilmu hukum berbicara tentang realita, kenyataan. Ilmu hukum tidak berbicara tentang
           hal2 yang abstrak
           Ex :
           Hukum perjanjian ada karena manusia melakukan perjanjian hukum perkawinan ada
           karena adanya perkawinan

          Filsafat yang khusus praktis
          Berbicara yang sesungguhnya ada
       a. Khusus abstrak
-    mempunyai sifat yang umum universal
-    tidak tergantung pada ruang dan waktu
-    tidak melekat pada waktu
       b. Khusus konkrit
       - bergantung pada ruang dan waktu (hukum positif)
          ex :
          Pembunuh pertama di dunia adalah qabil, dia membunuh habil. Hal ini terjadi karena
          Qabil tidak mendapat keadilan, jadi keadilan merupakan hak yang disukai oleh
          masyarakat
       - Norma aturan adil adalah bersifat konkrit
          Ilmu hukum
       - Filsafat khusus konkrit
       - Karena norma - konkrit yang dulu sesuai belum tentu sekarang bisa diterima

           Filsafat yang kongkrit adalah
           Filsafat yang diselenggarakan di dalam setiap ilmu pengetahuan yang terikat atau
           melekat pada hasil - hasil ilmu pengetahuan oleh karena itu sering disebut sebagai
           filsafat yang hanya mempunyai sifat konstruksi artinya memberi dasar- dasar yang
           umum dari setiap ilmu pengetahuan yang bersangkutan

          Aspek Filsafat
- orang takut hukum karena butuh hukum
             Aspek teori ilmu hukum
- orang takut hukum karena takut dihukum
    Batas antara filsafat yang khusus kongkrit dengan filsafat yang khusus abstrak
    seringkali tidak diingat oleh sarjana yang bersangkutan, terutama oleh para sarjana yang
    keahliannya terletak di dalam ilmu pengetahuan yang besangkutan saja.

    Filsafat hukum yang pada pokoknya didasarkan pada ilmu hukum merupakan filsafat
    yang hanya bersifat konstruksi

      Kajian terhadap ilmu hukum ada 2 :
  1. ilmu hukum ( konstruksi )
-      Basisnya ilmu hukum tapi mengkaji filsafat
-      lmu hukum menyesuaikan filsafat
  2. ilmu filsafat
- Basicnya filsafat tapi mengkaji ilmu hukum
- yang sempurna/sebaiknya
      orang hukum mengkaji sosiologi hasilnya dangkal
      orang sosiologi mengkaji hukum hasilnya dalam

    Filsafat yang bersifat praktis konkrit mulai berkembang pada abad 19 dan awal abad 20
    Masehi mengenai sistim-sistim modern dan uraian tersebut dapat diambil kesimpulan
    bahwa batas antara filsafat hukum dan ilmu hukum ialah :
    Ilmu hukum
    Termasuk ilmu pengetahuan mengenai hukum positif atau hukum INGCONGKRITO, jadi
    objek adalah hukum positif. Oleh karena itu bersifat universal
    Filsafat hukum
    Mengenai hukum dalam arti abstrak (IN ABSTRACTO) yang termasuk dalam filsafat
    abstrak khusus praktis, jadi Objek filsafat hukum adalah hukum secara abstrak dimana
    kajian filsafat hukum sekarang sama dengan masa lalu maka disebut universal

     Filsafat hukum dalam arti abstrak dapat dibagi dalam 2 lingkungan
1. Lingkungan yang merupakan dasar dari hukum Positif atau hukum dalam arti kongkrit
     dengan demikian hal - hal yang merupakan kesimpulan yang diperoleh melalui abstraksi
     yaitu abstraksi dari hal- hal sebagai hasil yang umum kolektif maka metoda filsafat
     hukum disini adalah Induktif
2. Lingkungan yang tidak melalui Induksi tetapi yang didasarkan atas pokok pangkal yang
     abstrak umum, Universal yang diambil dari hasil filsafat yang doperoleh dengan jalan
     deduksi.
      Filsafat hukum yang termasuk dalam lingkungan yang kedua diatas baru berhadapan
     dengan :
  1. Hukum yang abstrak umum yaitu hukum kodrat
  2. Hukum yang tingkatnya lebih tinggi dari hukum kodrat yaitu keadilan
     Oleh Karena itu dapat dikatakan adanya suatu hubungan yang terdapat antara filsafat
     hukum dan ilmu hukum sebab didalam fikiran kita terdapat hukum positif, hukum kodrat
     dan asas keadilan
   Dengan demikian orang akan menempatkan hukum positif itu dalam rangkaian 2 hal
   yang abstrak ini yaitu :
   Hukum positif sebagai penjelmaan yang khusus yang terikat pada waktu dan ruang
   tertentu dan hubungan antara objek ilmu hukum yang positif itu dengan objek filsafat
   hukum yang abstrak yaitu hukum kodrat dan asas keadilan maka disini jelas terlihat
   adanya hubungan antara hukum kodrat dengan hukum positif, antara asas keadilan
   dengan hukum positif baik melalui hukum kodrat atau tidak dengan demikian secara
   jelas dapat kita lihat objek filsafat hukum adalah :
a. Azaz keadilan
b. Hukum Kodrat
c. Dasar- dasar umum hukum positif

                                                                                21 April
   2008
   PENDEKATAN FILSAFAT
   Pada pokoknya ada 2 macam cara tinjauan atau pendekatan filsafat hukum yaitu :
1. Pendekatan histories
   Sejarah perkembangan filsafat hukum
a. Zaman Purbakala
 Masa Yunani
- Masa Pra socrates Sekitar 500 tahun SM
   Di tandai dengan belum adanya pengaruh filsuf socrates. Filsafat hukum belum ada
   karena para filsuf baru bicara tentang filsafat alam. Objek kajiannya adalah
   mempertanyakan bagaimana kejadian alam dan berusaha mencari apa yang menjadi inti
   alam.
a. Filsuf Thales mengemukakan
   Bahwa alam ini terjadi dari air
b. Anaximandros
   Bahwa inti alam ini adalah suatu zat yang tidak tentu sifatnya disebut To apeiron
c. Anaximenes
   Sumber dari alam semesta adalah Udara
d. Phitagoras (532 SM)
   Bilangan adalah dasar dari segala-galanya.
   Filsuf yang hanya menyinggung tentang manusia sebagai salah satu sub sistem alam
   semesta. Hal ini merupakan tonggak sejarah dari filsafat.
   Phitagoras berpendapat :
- Bahwa setiap manusia memiliki jiwa yang selalu berada dalam proses katharsis yaitu :
   Pembersihan diri.
- Manusia harus melakukan pembersihan diri agar jiwa tadi dapat masuk ke dalam
   kebahagiaan.
- Manusia itu hanya sebagian kecil dari alam dan bukan penguasa alam.
- Manusia sebagai objek Filsafat, sebab hanya dengan kaitan manusia ini pembicaraan akan
   sampai kepada masalah filsafat hukum.
- Tidak mengkaji sampai agama
- Hukum untuk mengembalikan kebersihan jiwa manusia.
   Uraian nya :
   alam terjadi dari bilangan misalnya alam terdiri dari wujud yang satu ditambah wujud
   yang lain maka terjadilah alam, jadi menurutnya manusia terjadi karena bilangan,
   bilangan nya adalah laki - laki dan perempuan.
   jadi Phitagoras yang meletakkan atau menegakkan tonggak manusia. Jadi dia
   mengatakan salah satu sub sistim di alam itu adalah manusia jadi manusia adalah
   sebagian kecil elemen dari alam, dan merupakan sebagian kecil penguasa dari alam jadi
   manusia tidak bisa semena-mena terhadap alam ini karena ada yang lain selain manusia.
e. Heraklitos
- Alam semesta terbentuk dari api
- Slogan yang terkenal Partarei yang artinya semua mengalir dengan kata lain segala
   sesuatu di dunia ini tidak henti-hentinya berubah.
   Uraiannya :
   mengatakan alam semesta terbentuk dari api dengan slogan yang terkenal phantarei
   yang berarti semua mengalir sesuai dengan keadaan jadi bahwa segala sesuatu di dunia
   ini tidak henti - henti ada perubahan

- Masa Socrates, plato, aristoteles
   Masa Socrates
- Manusia sebagai objek filsafat
- Mengkaji manusia dari berbagai segi aspek kehidupan
- Tugas utama negara adalah mendidik warga negara agar taat pada hukum.
   Uraiannya :
   Socrates mengkaji manusia dari berbagai sudut sehingga diperkirakan filsafat hukum
   lahir pada masa Socrates dan mengalami masa operkembangan di masa plato dan
   aristoteles.
   Masa Plato
- Orang-orang yang melanggar hukum harus dihukum.
   Aristoteles
- Bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri (Zoon Politicon)
- Hukum terbagi :
a. Hukum alam
   Tidak mengalami perubahan
b. Hukum Positif
   Hukum negara
- Ibi ius ubi societes
    Dimana ada manusia di situ ada hukum.
Uraiannya :
   Yang terkenal hingga sekarang dari Aristoteles adalah Zoon politicon karena menurut
   aristoteles manusia tidak bias hidup sendiri

- Masa Stoa
    Kaum stoa yakin akan persamaan akan manusia dalam persekutuan universal dan
    menolak doktrin perbudakan dari aristoteles mereka memandang alam semesta sebagai
    suatu substansi organic yang tunggal, mereka juga telah menjalankan pengaruh abadi
    terhadap pemikiran hukum, alam yang memperlihatkan struktur dan ketertiban dan
    manusia kedua-duanya mengambil bagian dalam intelijensi atau akal budi, akal budi
    adalah pendorong naluri tindakan - tindakan manusia dapat dievaluasi hanya dalam
    kerangka alam sebagai suatu keseluruhan hukum alam merupakan standart yang paling
    dasar bagi aturan2 hukum dan institusi - institusi yang dibuat manusia digabungkan
    dengan gagasan aristoteles dan Kristen yang diwujudkan dalam tradisi hukum alam dari
    filsafat hukum pada abad pertengahan
    Jadi zaman yunani, merupakan zaman dari kota kecil yang aman, dimana adanya
    masyarakat filosof dan tidak ada intimidasi sehingga lahir demokrasi

   Masa Romawi
   Pada masa romawi perkembangan filsafat hukum tidak segemilang masa yunani karena
   ahli fakir atau filosof romawi banyak mencurahkan perhatiannya pada masalah
   bagaimana hendak mempertahankan ketertiban diseluruh kawasan kekaisaran romawi.
   Orang romawi berfikir secara diktator.
   Pada masa Romawi ini :
a. Telah mulai adanya klasifikasi hukum
b. Masa terpenting dalam perkembangan sejarah hukum.
- Masa cicerio
   Adanya konsep tentang persamaan
- Masa St. Agustine
   Kesamaan manusia dibawah hukum alam.
   Konsepsi terpenting adalah bahwa manusia itu bebas dari dosa, jika manusia mengalami
   instrusi/alam yang politik maka manusia akan mengalami masalah.
- Ius natural
   Hukum alam
- Ius gentium
   Hukum yang berlaku pada hukum asing tidak diberlakukan hukum sipil
- Ius......
   Menunjuk pada hukum kota roma, pada dasarnya diberlakukan pada setiap tata hukum
   pada masyarakat romawi
   Jadi manusia pada masa romawi telah mengenal hukum dan dimulainya kodifikasi
   dengan adanya iustianus.
b. Abad Pertengahan
- Masa Gelap
   Tidak ada lagi perkembangan filsafat dan perkembangan hukum. Kemudian bangsa dari
   barat pada umumnya.
   Jerman datang membawa agama, waktu itu orang romawi tidak punya agama, akibatnya
   semua orang romawi menerima agama yang dibawa oleh bangsa barat itu menjadi
   sebuah kepercayaan. Sehingga sampai sekarang Romawi menjadi pusat Katolik.
- Masa scholastics
     Masa yang semuanya ditujukan pada Tujan, dimana perkembangan filsafat terfokus pada
     filsafat ketuhanan.
     Banyak pemikiran yang lahir tapi corak yang khusus yaitu didasarkan semuanya pada
     Tuhan sesuai dengan corak pemikiran ketuhanan sehingga dinamakan Scholastics
c.   Zaman Renaisance
     Pada abad ini pusat perhatian pemikiran adalah Allah, baru kemudian ciptaannya yaitu
     manusia sehingga manusia jadi titik tolak pemikiran. Pada Zaman ini sikap hidup religius
     terpisah dengan kehidupan lainnya, para filsuf umumnya memisahkan urusan yang
     berkaitan agama dengan non agama yang disebut Adanya dikotomi antara urusan dunia
     dengan urusan akhirat.
     Jean Bodin mengatakan :
     Hukum adalah perintah dari penguasa yang berdaulat, namun kekuasaan raja tidak
     melampaui hukum alam yang didekritkan Tuhan
d.   Zaman Baru
     Filsuf zaman ini adalah Thomas Hobes (abad-17 tahun 1588-1679)
     Ia menggunakan istilah “hak alamiah” (law of nature) dan “akal benar” (Right Reason)
     Yang utama baginya adalah :
1.   Kemerdekaan yang dimiliki tiap orang untuk menggunakan kekuasaan sendiri menurut
     kehendaknya sendiri
2.   Asas2 kepentingan sendiri
3.   Kondisi alamiah dari umat manusia adalah peperangan abadi yang didalam nya tidak ada
     standart perilaku yang berlaku umum.
     Selain itu juga muncul paham bahwa manusia tidak mampu mengetahui mana yang adil
     dan mana yang tidak adil dan juga manusia tidak mampu mengetahui apa yang
     dikehendaki oleh tuhan dan tuhan di atas segala-segalanya.
e.   Zaman Modern
     Pada zaman ini filsafat hukum berdasarkan rasionalitas pemikiran manusia dan
     empirisme dan kedaulatan berada di tangan rakyat dan nilai manusia pribadi diakui
     sebagai subjek hukum. Zaman ini melahirkan aspirasi revolusi perancis 1789 yaitu
     lahirnya pengetahuan manusia tentang kedaulatan rakyat. Kemudian zaman modern lahir
     pemikiran tentang demokrasi (Kedaulatan rakyat), sehingga lahirlah revolusi Perancis
     yang menggugat kedaulatan Raja.
     Empirisme : melihat kenyataan dulu baru kemudian dirasionalkan

   Filsuf di zaman ini yang dikenal adalah :
1. Rudolf Von Jhering (1818)
   Menolak beberapa teori antara lain :
a. Teori Hegel
   Hukum adalah ekspresi dari kemauan umum (general will)
b. Teori Von savigny
   Hukum adalah ekspresi spontan dari kekuatan bawah sadar serta pendapatnya yang
   mengatakan mengabaikan secara sadar untuk melindungi kepentingan warga
   masyarakat.
   Aliran2 nya bercirikan :
a. Aliran positivisme
   Hukum sebagai sejumlah aturan yang memaksa berlaku dalam suatu negara
b. Aliran sosiological dan “hukum bebas”
2. Eugen erich (1862-1922)
   Mengungkapkan “ pusat dari bobot perkembangan hukum tidak terletak dalam legalitas
   dan keputusan yudisial, tetapi dalam masyarakat itu sendiri
3. Gustav radbruch (1878-1949)
   Berpendapat bahwa hukum merupakan suatu gejala kultural yang dapat dipahami
   melalui hubungan pada nilai-nilai yang diperjuangkan manusia untuk diwujudkan
   melalui hukum
4. Rescoe pound (1870-1964)
   Filsuf dari amerika serikat yang beralirkan sosiologi hukum, mengemukakan bahwa
   hukum itu berbeda antara “law in books” dengan “law in action” selanjutnya
   mengemukakan bahwa hukum berisi perintah dan unsur ideal.



5. Joseph W.Bingham (awal abad-20)
   Beraliran filsafat hukum realistis mengungkapkan bahwa peraturan hukum seperti kaidah
   ilmiah tidak mempunyai eksistensi yang independen karena hanya merupakan
   konstruksi mental yang dengan mudah meringkaskan fakta2 partikular.
6. H.L.A hart
   Karyanya The konsep of Law, ia mengembangkan suatu pandangan tentang hukum
   sebagai suatu perpaduan aturan sekunder dan aturan primer.
f. Zaman reformasi
    Filsafat Hukum zaman Reformasi dapat diungkapkan bahwa bangsa Indonesia disatu
   pihak menginginkan hukum sebagai panglima atau hukum yang mengatur persoalan
   ekonomi, politik, budaya dan persoalan sosial kemasyarakatan lainnya. Dipihak lainnya
   tampak dalam perilaku masyarakat terhadap hukum, justru mengfungsikan hukum
   sebagai alat politik, alat ekonomi, sosial dan budaya kemasyarakatan lainnya.
   Berdasarkan realita hukum dari dua sudut pandang diatas, tampak putusan2 pengadilan
   pada tingkat pertama, pengadilan pada tingkat banding dan MA yang terkadang simpang
   siur sehingga disebut hukum mandul.

             Kajian tentang asal mula filsafat manusia akan mengantar kita tentang kajian
   filsafat hukum, karena filsafat hukum ada pada filsafat manusia

   Dalam Filsafat ada 4 Mazhab

      1.   Mazhab Plato
      2.   Mazhab Aristoles
      3.   Mazhab Stoa
      4.   Mazhab epicurus
    Dari ajaran2 tersebut, maka orang berfikir sehungga lahir suatu aliran baru yang
    merupakan kombinasi dari aliran yang ada yang bernama ecletesisme. Setelah itu
    muncul masa Neoplatonisme (plato Baru). Ajarannya plato tapi ajaran plato yang telah
    dikombinasikan dengan ajaran-ajaran yang lain.

    Neoplatonisme
    Mula-mula membangun suatu tata filsafat yang bersifat ketuhanan. Menurut pendapatnya
    “ Tuhan itu hakekat satu2nya yang paling utama dan luhur yang merupakan sumber dari
    segala-galanya”.
    Dengan dasar filsafat plato yang mengajarkan orang harus berusaha mencapai
    pengetahuan yang sejati. Oleh karena itu maka kita harus berikhtiar melihat Tuhan,
    sebab melihat tuhan itu tidak dapat hanya berfikir saja, akan tetapi harus dengan jalan
    beribadah, jadi ajaran neoplatonisme masih dipengaruhi oleh ajaran Ecletesisme.

                                                                                      8 Mei
    2008
    Masa Thomas Aquenas dan Scolastic
-   Adanya perbedaan tentang hukum
    Scholastick mengatakan :
-   Bahwa hukum itu berasal dari tuhan
-   Penguasa itu adalah wakil tuhan
    Tomas Aquines
    Hukum itu harus dapat menjangkau akal budi manusia itu sendiri.
    Ex :
    Raja dapat berkuasa karena ia berdaulat, raja berdaulat karena ia diberi kedaulatan oleh
    rakyat. Oleh karena itu rakyat harus patuh pada penguasa.

    Ius Divinum Posituum
    Hukum yang didapati dari wahyu disebut hukum positif
    Ius Posituum Humanum
    Hukum yang diketahui oleh manusia berdasarkan akal budi

   Thomas Aquines menyatakan ada 3 hukum :
1. Hukum yang berasal dari Tuhan (lex devina atau ius devina)
2. Hukum yang berasal dari kontrak sosial (lex Humana)
   Hukum manusia atau yang dibuat oleh manusia, dimana garisan-garisan dari lex
   naturalis tidak boleh dilanggar
3. Lex Naturalis yaitu hukum tuhan yang sudah didelegasikan pada alam.
   Kemudian muncullah teori dalam hukum yaitu lex superiori derogat legi imperiori :
   hukum yang lebih tinggi mengalahkan hukum yang lebih rendah

    Kebenaran      :     yang menunjuk pada keadilan Tuhan
    Perbedaan antara filsafat timur dan filsafat barat
    Filsafat timur                                     Filsafat Barat
         1. asli                                1. Buatan
         2. Suka          hidup         damai                            2.       Suka
            Konflik
         3. Pasif                               3. Aktif
         4. Bergantung pada pihak lain           4. Mandiri.
         5. Lambat                              5. Cepat.
         6. Meneruskan                          6. Menciptakan.
         7. Konservatif                         7. Progresif.
         8. Intuitif                            8. Rasional.
         9. Teoritis                            9. Expremental.
         10. Artistik                           10. ilmiah.
         11. Kerohanian                         11. Mareialistik.
         12. Psikis                             12. Fisik
         13. Mengutamakan ukrawi                13. Mengutamakan Duniawi.
         14. Manusia alam dan manusia sejajar    14. Alam Dikuasai oleh manusia
         15. Kolektifistis atau kesamaan         15. Individualistis



      Orang Barat
-    Berusaha melakukan experimen-experimen (aktif)
-    Melakukan pekerjaan sendiri/mandiri
      Orang Timur
-    hanya menerima saja
-    suka minta tolong
      Akibatnya :
      Orang barat lebih cepat berkembangnya dari pada orang timur

     Beberapa Aliran/Mazhab dalam filsafat hukum
     Menurut Northrop
     Dalam karyanya Cultural Value mengemukakan tentang adanya beberapa aliran atau
     mazhab dalam filsafat hukum
1.   Legal Positif Lizem
2.   Pragnatic legal realizm
3.   Neo Kantian, Ano kelsenian, etical jurispruden
4.   Fungsional antropological or sosiological jurisprudence
5.   Naturalistie Jurisprudence
                                                                              9 Mei
     2008
     Menurut Lili Rasyidi, Aliran Filsafat Hukum :
1.   Hukum Alam
-    Irrasional      :      diluar jangkauan manusia
- Rasional           :    Yang bisa dilogikakan
Adanya Absolut Justis      :       Keadilan yang mutlak
Sejarah Hukum alam Adalah :
    Sejarah umat manusia dalam usahanya menemukan absolut justice/keadilan yang
    absolut tersebut.
Pengertian Hukum Alam
Berubah-berubah sesuai dengan kondisi/kehidupan masyarakat dan keadaan politik
Keadilan Masyarakat
Keadilan seperti apa yang ada pada saat itu
Fungsi Hukum
Sebuah alat untuk mencapai keadilan
Filsafat Hukum alam
1. Dipergunakannya hukum alam untuk merubah peraturan/konsep hukum perdata romawi
    yang lama menjadi sistim hukum yang baru
    Sistim hukum yang lama        :      Code Justianus
    Code Justianus diambil dari nilai2 masyarakat romawi yang condong pada hukum agama
    yaitu nilai2 islam
    Sistim hukum umum yang bersifat universal : Prinsip2 hukum umum yang berlaku sama
    di dunia/negara2 lain didunia
           Ex :
           Hukum perjanjian harus ada 2 saksi, maka ini juga ditetapkan oleh negara lain
    Prinsip2 hukum perdata yang dibuat itu berdasarkan atau berasal dari hukum agama
    agama yang mana ? agama Islam
           Keadilan yang universal : keadilan yang berdasarkan lex naturalis dan lex devina

    2. Dipergunakan sebagai senjata perebutan kekuasaan antara gereja maupun pihak
                                         kerajaan
3. Dipergunakan sebagai hukum dasar international dan dasar kebebasan pemerintahan
4. dipakai oleh para hakim AS dalam menafsirkan konstitusi/UUD

2.   ....
3.   Aliran utilitar
4.   .....
5.   ....
6.   .....

     Sumber hukum Alam

         1. Irrasional

     Adalah hukum yang bersumber dari Tuhan
     Dianut oleh kaum Skolastik filsup yang terkenal yaitu Thomas Aquines dalam hukumnya
     summa Theologika ia membentangkan pemikiran Hukum alamnya yang banyak
     mempengaruhi gereja dan bahkan menjadi dasar pemikiran gereja sampai sekarang,
     seperti halnya aristoteles yang membagi hukum itu atas hukum alam dan hukum positif
     maka Thomas aquines membagi hukum menjadi 4 golongan yaitu :
a.   Lex eterna
     Merupakan Ratio tuhan sendiri yang mengatur segala hal dan merupakan sumber dari
     segala sumber hukum, ratsio ini tidak dapat ditangkap oleh panca indra manusia
b.   Lex Devina
     Bagian dari tario Tuhan yang dapat ditangkap oleh manusia berdasarkan wahyu yang
     diterimanya
c.   LexNaturalis
     Yang merupakan hukum alam yaitu merupakan penjelmaan dari lex eterna didalam ratio
     manusia
d.   Lex positivis
     Hukum yang berlaku merupakan pelaksanaan dari hukum alam oleh manusia berhubung
     dengan syarat khusus yang diperlukan oleh keadaan dunia, hukum positif terdiri dari
     hukum positif yang diciptakan oleh tuhan seperti yang terdapat dalam kitab suci dan
     hukum positif buatan manusia

        2. Rasional

     Adalah hukum alam yang bersumber dari manusia

     Thomas Aquino membagi Asas hukum alam ke dalam 2 jenis yaitu :

        1. Prinsipia Prima

     Adalah Asas yang dimiliki oleh manusia semenjak ia lahir dan bersifat mutlak dan tidak
     dapat dipisahkan dari diri manusia, oleh karena itu prinsipia prima tidak dapat berubah
     ditempat manapun dan dalam keadaan apapun.

        2. Prinsipia Sekunder

     Merupakan Asas yang diturunkan dari Prinsipia prima tidak berlaku mutlak dan dapat
     berubah menurut tempat dan waktu oleh karena itu dapat dikatakan bahwa prinsipia itu
     adalah merupakan penafsiran manusia dengan menggunakan rationya terhadap prinsipia
     prima.

     12 Mei 2008
     Hubungan Hukum, Keadilan, Etika dan Moralitas Sosial
            Kita akan menilai interaksi hubungan antara pengertian dan disiplin yang sangat
     erat hubungannya, analisa tentang hubungan itu telah menjadi pokok pembicaraan yang
     tiada henti2nya antara ahli filsafat hukum, ahli hukum, ahli agama dll yaitu mengenai
     hubungan antara hukum, keadilan,etika dan moralitas sosial. Jadi problem atau masalah
     itu sudah merupakan problem yang sanagt tua umurnya yang berasal dari para ahli
     hukum dan ahli filsafat, Selanjutnya pengertian hukum sebagai suatu bentuk
     kaidah/norma sosial akan dibedakan dengan pengertian sistim hukum kemudian dengan
     hukum dan etika, dan kemudian dibedakan pula etika sebagai suatu sistim nilai yang
     mengatur tingkah laku individu dan moralitas sosial sebagai suatu sistim kaedah/norma
     yang mengatur tingkah laku sosial dari suatu masyarakat tertentu.

   Pengertian Hukum
   Kalau diperhatikan definisi dan semua uraian tentang hukum maka berkisar antara 2
   sikap atau pandangan yang extrim yaitu :
1. Pandangan yang mengutamakan sifat memaksa dari hukum.
   Aspek memaksa dari kaedah hukum itu berdasarkan atas sumber kekuasaan yaitu
   perintah tertinggi atau tata hirarki dan didasarkan atas paksaan melalui sanksi.
2. Pandangan yang menitik beratkan pada diterimanya oleh masyarakat dan kepatuhan atas
   hukum. (ket Tgl 19/5)
   Jhon Austin dan Hans Kelsen adalah aliran yang beraliran Positivisme.
   Austin Membedakan hukum dengan apa yang dinamakan dengan :

        a. Law of God

     Hukum Yang diciptakan oleh Tuhan yang dapat dilihat dalam kitab suci

        b. Human Of law

     Hukum yang diciptakan oleh manusia dibagi atas 2 yaitu :

               1. LawProferly so colled

     Hukum yang sesungguhnya yang disebut dengan hukum positif yang terdiri dari 4 unsur
     yaitu :
-   Perintah
-   Kewajiban
-   Sanksi
-   Kekuasaan Tertinggi

               2. Law In Proferly So colled

     Hukum yang tidak sesungguhnya seperti adat dll.

            Aliran Positivisme yang dianut oleh Jhon Austin terkenal dengan Command
     Theory (teori perintah).Oleh karena hukum adalah merupakan perintah tertinggi maka
     hukum diciptakan, Hukum yang bukan diciptakan bukan hukum, maka menurut Austin
     Hukum Internasional Bukanlah hukum karena hukum internasional tidak ada penguasa
     tertinggi.
             Menurut Hans Kelsen Perintah itu didasarkan tata hirarki, menurutnya hukum itu
     harus murni terlepas dari nilai2, baik nilai politik, sosial, budaya, dll. Maka dari Hans
   kelsen ini llahirlah “Free Recht Lehre”. Maka menurut teori Hans kelsen jenis perintah itu
   tidak berasal dari penguasa seperti Jhon Austin melainkan dari hirarki.

   Dari dalam norma hukum harus ada :




     - Etika
   - Moralitas          Jika hal ini tidak ada, maka keadilan hukum tidak akan pernah ada.
   - Keadilan




   16 Mei 2008
   Hubungan etika dan moralitas sosial
          Walaupun sebagian ahli menyamakan istilah etika, kesusilaan, moralitas sosial,
   namun sebagian ahli yang lain selalu membedakan kedua istilah tersebut, Misalnya
   Strawson membedakan 2 arti dari istilah itu, menurutnya Moralitas sosial atau moral
   etika kedua terminologi itu bukan hanya sekedar masalah terminologi sebab dengan
   perbedaan itu akan menjelaskan hubungan nilai2 individu dengan nilai2 sosial dan
   dengan nilai2 hukum.

   Catatan :
- Norma Hukum yang baik harus mampu mencerminkan nilai2 moralitas dan etika sosial.
- Hukum itu harus mampu membentuk suatu nilai2 moral yang bersifat universal dalam
   masyarakat.

          Di dalam subuah tulisannya Strawson mengemukakan bahwa lingkungan etika
   adalah merupakan lingkungan yang beraneka ragam merupakan citra atau gambaran
   ideal dari kehidupan manusia yang tertentu saja, saling tidak sesuai dan kadangkala
   bertentangan. Dengan demikian etika merupakan lingkungan aturan hidup yang ideal
   yang ditetapkan oleh individu bagi dirinya sendiri.
          Selanjutnya etika itu harus dipahami, tentu tidak sama antara individu yang satu
   dengan individu yang lain, Berbeda dengan lingkungan moralitas atau kesusialaan yang
   merupakan aturan2 atau prinsip2 yang mengatur tingkah laku manusia yang berlaku
   universal dalam masyarakat atau golongan tertentu.
   Manfaat Perbedaan Etika dan moralitas sosial
   Manfaat pendekatan ini adalah bahwa dengan demikian akan melenyapkan hubungan
   antara :

      1. Nilai2 yang ditetapkan oleh individu untuk mereka sendiri sebagai manusia yang
          bertanggung jawab.
   2. Norma2 atau kaedah2 moral atau moralitas yang mengatur masyarakat
       mencerminkan perimbangan sosial dan pilihan antara nilai individu yang
       bertentangan .
   3. Tata Hukum/Norma Hukum yang harus mencerminkan moralitas sosial yang
       umum diterima walaupun sama sekali tidak identik sama dengan tata hukum.




Teori Tentang etika
Penggolongan teori2 etika banyak sekali terdapat dalam leteratur tetapi pembagian atau
penggolongan yang sering diadakan dan terpenting adalah Pembagian berdasarkan
sumber darimana nilai2 etika itu di temukan.
Berdasarkan sumbernya maka nilai2 etika dapat digolongkan :

   1. Teori Naturalis

Berarti setiap pandangan yang berpendapat bahwa sifat etika bisa dijelaskan atau
dibatasi dari sudut sifat2 kodrat.

   2. Teori Intuisionistis

Berpendirian bahwa etika adalah disiplin yang bersifat otonom yang berlawanan
dengannaturalistis. Penganut Intiuisionistis percaya bahwa ketentua2 pokok dari etika
normatif adalah pandangan atau pengertian yang bersifat intiutif yang tidak bisa
disimpulkan dari suatu disiplin lainnya.

   3. Teori Non Kognitif

Yaitu suatu teori yang mengganggap nilai2 etika tidak bisa dijelaskan atau diketahui
secara objektif sebab nilai2 etika itu semata2 menyangkut emosi atau perasaan sehingga
tidak bisa diteliti dengan mudahnya

Dilihat dari nilai tujuan ada 2 teori :

   1. Teori Teologis

Menurut teori ini bahwa etika itu adalah kebaikan merupakan nilai tujuan, sedangkan
kewajiban dan hak merupakan nilai Derivatif atau sekunder. Teori ini dianut oleh
aristoteles
      2. Teori Deontis

   Hak dan kewajiban itu adalah primer dan kebaikan itu adalah Derevatif/sekunder. Teori
   ini dianut oleh Immanuel Kant
   Hubungan Teori Hukum dengan teori etika
   Semua jenis2 teori etika tersebut diatas sangat mempengaruhi terhadap teori hukum,
   susut tinjauan darimana teori etika itu sebaiknya ditinjau dari sudut teori hukum ialah
   dari sudut faliditasnya atau kekuatan berlakunya sebagai titik tolak untuk untuk
   mengambil batasan atau definisi faliditas baik dari teori formil maupun materil yaitu
   dengan memperoleh faliditas dari tata hukum itu berdasarkan unsur hakekat norma
   dasrnya.



   Teori2 etika dapat dibagi atas 2 golongan :

      1. Teori2 yang menerima dan mengakui faliditas objektif dari dalil2 etika yaitu :
            a. Teori etika yang didasarkan atas nilai2 meta positif baik dari ketentuan
                 yang religius maupun non religius
             b. Teori yang mengakui dan menerima nilai2 etika yang mempunyai sifat atau
                 corak objektif dan karena itu bersifat memaksa walaupun dirasakan secara
                 instinktif.
             c. Teiru empiris, ada 3 empirisme yang penting

- Sistim/Approach yang mencari dalil2 dari etika, dari pengalaman historis dan pengalaman
   sosial
- Sistim yang menguji nilai etika itu berdasarkan fakta dan moralitas sosial
- Positivisme Logika.

      2. Teori2 yang menyangkal atau menolak faliditas objektif dari dalil2 atau nilai etika
         itu, ada 2 type dari jenis teori ini yaitu :
             a. Relativisme.
             b. Non Kognitive

   19 Mei 2008

   Diterimanya hukum itu oleh masyarakat dan kepatuhan atas hukum
   Sikap seperti ini adalah pengertian hukum sebagaimana yang dikemukakan oleh teori
   Savigny dan Eugen Ehrlich yang mengutamakan kepatuhan, kebiasaan dan hukum yang
   hidup dalam masyarakat sebagai unsur yang menentukan. Hukum yang demikian itu
   mungkin saja memperoleh penegasan dari penguasa tetapi hukum itu tidak diciptakan
   oleh penguasa.
   Keterangan :
   Hukum adalah kebiasaan yang tumbuh dari masyarakat yang kadangkala ada kebiasaan
   tersebut yang diformalkan, tumbuh dari bawah.

   Walaupun demikian menurut Freidmann Perbedaan kedua pandangan di atas tidaklah
   absolut tetapi hany bersifat relatif sebab perbedaan itu pada hakekatnya ialah masalah
   titik berat definisi positivisme, sebab definisi pisitivisme dari austin dan kelsen tentu
   membutuhkan diterima dan dipatuhinya hukum itu oleh masyarakat, sebaliknya definisi
   dari Von Savigny dan Ehrlich setidaknya di dalam sistim hukum modern tidak ada
   tingkah laku sosial betapapun berakarnya dalam masyarakat atau mantapnya dan
   diperkuat oleh golongan yang mematuhi/dipatuhi.
   Keterangan :
   Kata fredmen hanya perbedaan menafsirkan atau pemahaman mengenai positivisme
   yaitu :
1. austin dan hans kelsen positivisme aturan yang dilegalkan oleh penguasa
2. erlih dan vonsav menafsirkan positivisme sebagai apa yang lahir dari masyarakat.
   Jadi menurut fredmien antara austin dan hans serta erlih dan von tidak ada perbedaan
   Contoh :
   Hukum pidana ada penguasa yang menindak secara paksa tapi di hukum adat tidak bisa
   menindak inilah yang dinamakan positivisme.

   Di dalam masyarakat primitif jangkauan hukum masih lemah sebagian perkembangan
   sistim hukum tidak berkembang.
   Keterangan :
   Karena masyarakat primitif kehidupannya sangat lemah dapat dilihat pada ciri
   masyarakat primitif yaitu kepatuhannya serta kesederhanaannya. Oki dlm masy prim
   teori hukum tidak berkembang karena dlm masy prim hidupnya sanagt sederhana.

   Didalam Masyarakat yang lebih maju dan komplek perkembangan sistim hukum melaju
   dengan pesat.
   Keterangan :
   Pada masyarakat maju hukum harus terus berkembang mengikuti perkembangan sosial
   masyarakat, karena tehnologi terus berkembang pada masyarakat maju, untuk itu hukum
   harus mampu mengantisipasi perkembangan ini karena persoalan mekin hari semakin
   komplek.

   Analisa tentang sayart minimum apa yang harus dimiliki oleh suatu sistim hukum
   Misalnya menurut :
   Prof Al Hart
1. Membedakan antara hukum primitif prim legal sistim dengan sistim hukum maju
   (advance legal systim).
2. Primary ruler of obligation
   Erat hubungannya dengan aturan2 kebiasaan atau adat yang disebut dng costumery
   rules dan biasanya berlaku pada masy prim dan tidak bisa berlaku pada masy modern
     karena tidak ada kepastian dan bersifat berubah2 tidak tetap sedangkan prim bersifat
     tetap jadi di masy dapt diberlakukan costumery rules.
3.   secondary rules of recognation
     dalam secondary ror ini hukum nya dibuat oleh lembaga2 tertentu untuk mengantisipasi
     perkembangan dunia modern. Adanya secon ini untuk mengatasi masalah primary yang
     tidak mampu mengatasi masalhnya. Hukum seconder tidak boleh melAWAN hukum
     primer, hanya mengakomodir dari hukum primer dan melengkapi untuk memenuhi
     kebutuhan dari hukum primer. Tapi jika primari bisa dan sanggup mengatasi persoalan2
     maka tidak perlu secondary dipakai.
             23 Mei 2008
     TEORI-TEORI TENTANG ETIKA
             Dari berbagai macam teori dikaitkan dengan teori hukum kita lihat dari sudut atau
     batasan dari sudut validitasnya artinya dari validitas (tingkat kepatuhan orang pada
     hukum) dari tata hukum itu berdasarkan unsur hakekat norma dasar, tetapi hal ini tidak
     mutlak tergantung dimana ahli itu memandangnya sehingga terjadilah keberagaman dari
     teori2 para ahli.
             Kenapa orang patuh pada hukum karena hukum dibuat secara spesifik yang
     ditentukan oleh norma dasar yang dianggap ada sebelumnya.
     Ex :
     Suatu norma diformalka misal penghinaan pasal 310,311. kalau kita tidak melakukan
     berarti kita patuh, tapi kita tidak melakukan bukan karena takut pada ancaman pasalnya
     hukumnya tapi memangtidak mau berbuat karena memang tidak mau bukan karena
     pasal, atau aturan hukumnya.
     Alf Ross
     Sistim keseluruhan dlam masyarakat sehingga dari batas2nya kita dapat meramalkan
     atau memprediksi kalau hal tersebut dibiarkan akibatnya akan menjadi buruk.
     Contoh :
     Mengapa orang dilarang zinah karena akan terjadi kekacauan2 dalam masyarakat
     Teori2 validitas objektif etika tersebut ada yang menerima dan ada yang tidak menerima.
1.   Teori2 yang menerima
     Yang menerima teori validitas etika adalah kelompok yang bercirikan teologis dan teori
     yang bercorak rasionalistis, Alasan kedua kelompok ini menerima adalah : 1. kelompok
     teologis mengatakan bahwa manusia pada dasarnya baik atau beretika oki segala nilai
     kebaikan yang ada dalam norma hukum adalah merupakan perwujudan dari nilai2
     kabaikan yang ada pada diri manusia., 2.teori rasional menerima karena etika itu
     merupakan salah satu unsur dari norma hukum
2.   Orang patuh menerima nilai etika sebagai norma hukum secara terpaksa walaupun tidak
     ada yang memaksa. Berarti dibatasi paksaan dalam diri manusia yang dirasakan secara
     instingtif atau rasa keadilan yang ada dalam diri manusia itu sendiri.
3.   Dianut oleh kaum empiris, mereka mau menerima karena menurut kenyataan dapat
     dibuktikan,

     30 Mei 2008
     Antinomi2 terpenting dalam teori hukum
     Freidmen mencba membuat klasifikasi mengenai antinomi yang terpenting dalam filsafat
     hukum dan teori hukum yaitu :

        1.   Individu dengan universum.
        2.   Voluntarisme dengan pengetahuan objektif.
        3.   Intelek dengan intuisi.
        4.   Stabilitas dengan perubahan.
        5.   Positivisme dengan idealisme.
        6.   Kollektifisme dengan individualisme.
        7.   Demokrasi dengan otokrasi.
        8.   Nasionalisme dengan internasionalisme.



   06 juni 2008
   HUKUM – KEKUASAAN
   Recht staat not Macht Staat
   Hukum tanpa kekuasaan bukan berarti apa2
   Kekuasaan tanpa hukum adalah kesewenangan
   Hubungan Hukum dan kekuasaan
   Kenapa orang patuh pada hukum ?
   Karena :
a. Hukum itu adalah nilainya sendiri.
b. Teori kekuasaan, takut akan kekuasaan yang ada dalam hukum.



     Hubungan hukum dan kekuasaan dapat dirumuskan dalam sebuah slogan :
     “Hukum tanpa kekuasaan adalah angan2, kekuasaan tanpa hukum adalah kezalima “
     Dalam penerapnnya :
-   Hukum memerlukan kekuasaan untuk penerapannya, ciri utama inilah yang membedakan
     hukum disatu pihak dengan norma2 sosial lainnya.
-   Kekuasaan diperlukan oleh karena hukum itu bersifat memaksa
     Dalam Masyarakat ada terdapat norma2 sosial yang didalamnya tidak ada kekuasaan
     yang jelas yaitu :
-   Norma kesusialaan.
-   Norma kesopanan.
-   Norma Agama.
-   Norma Hukum.
     Yang membedakan norma hukum dengan norma sosial lainnya adalah :
     Karena sifat memaksa dan mengikat dari hukum tersebut. Kekuasaan itu ada dalam
     hukum agar hukum itu bersifat memaksa. Jika ada hukum tanpa kekuasaan maka
     penerapan2 dari hukum itu dalam masyarakat akan mengalami hambatan.
     Semakin tertib masyarakat dalam pergaulan hidup maka kekuasaan tidak perlu ada.
     EX :
     Diperlukannya kekuasaan orang. Pada lampu merah kenapa masih ada polis ? itu terjadi
     karena kurangnya kesadaran dari masyarakat tentang hukum dalam lalu lintas.

    Hukum itu sendiri adalah kekuasaan, karena hukum dapat memberikan kekuasaan pada
     seseorang.
        Contoh :
        Polisi
        Sumber hukum adalah :
-   Kekuasaan (Kharisma) yang legal
-   Kekuatan (fisik dan ekonomi)
    Disisi lain yang lebih penting adalah
-   Hukum mrupakan pembatas dari kekuasaan agar tidak terjadi kesewenangan atau
     penyelahgunaan dari kekuasaan itu sendiri (power To corrupt)
-   Kekuasan merupakan sifat yang buruk, karena keinginan untuk mempunyai kekuasaan
     yang lebih dan disalahgunakan.

   Baik buruknya sesuatu kekuasaan adalah tergantung dari bagian mana kekuasaan itu
   dipergunakan atau dengan kata lain baik buruknya kekuasaan senantiasa harus diukur
   dengan kegunaannya untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan atau disadari oleh
   masyarakat terlebih dahulu.. Yang menjadi ukurannya adalah apakah kekuasaan di
   gunakan untuk mencapai apa yang sudah kita rencanakan ? jika berhasil berarti
   kekuasaan digunakan dan jika gagal berarti kekuasaan tidak dijalankan/kekuasaan
   disalah gunakan.
   Kekuasaan merupakan sesuatu yang mutlak dalam kehidupan masyarakat karena unsur
   pemegang kekuasaan adalah merupakan faktor yang penting untuk menggunakan
   kekuasaan yang dimilikinya yang sesuai dengan kehendak masyarakat, dimana
   kekuasaan tanpa digunalkan oleh manusia itu sama artinya tidak ada, karena itu
   disamping keharusan adanya hukum sebagai alat pembatas juga bagi pemegang
   kekuasaan ini diperlukan sayarat2 lain seperti :
a. memiliki watak yang jujur.
b. Rasa pengabdian terhadap kepentingan masyarakat.
   Kesadaran hukum yang tinggi dari masyarakat juga merupakan pembatas yang ampuh
   bagi pemegang kekuasaan, antara hukum dan kekuasaan terdapat hubungan yang erat.

     Cat :
    Dalam negara demokrasi
        Kekuasaan itu adalah kekuasaan rakyat.
    Dalam Negara Hukum
        Kekuasaan = Autority (kesewenangan).

     PEPERZAK,mengemukakan adanya hubungan ini dapat diperlihatkan dengan dua cara
     yakni :
1. Dengan menelaahnya dari konsep sanksi.
   Adanya perilaku yang tidak mematuhi aturan hukum,menyebabkan diperlukannya sanksi
   untuk menegakkan aturan hukum itu karena sanksi dalam kenyataan merupakan
   “kekerasan” maka penggunaannya memerlukan legitimasi yuridis(pembenaran hukum)
   agar menjadikan sebagai kekerasan yang sah.
   Arti penting legitimasi yuridis
   Untuk membenarkan digunakannya sanksi sebagai kekerasan yang sah.



2   Dengan menelaahnya dari konsep penegakan Konstitusi
    Pembinaan sistim aturan2 hukum dalam suatu negara yang teratur adalah diatur oleh
    hukum itu sendiri, perihal ini biasanya tercantum dalam konstitusi dari negara yang
    bersangkutan. Penegakan Konstitusi itu termasuk penegakan prosedur yang benar
    dalam pembinaan hukum itu, mengasumsikan digunakannya kekuasaan (force)
    diperlukannya kekuatan sebagai pendukung serta pelindung bagi sistim aturan2 hukum
    untuk kepentingan penegakkannya berarti hukum pada akhirnya harus didukung serta
    dilindungi oleh sesuatu unsur yang bukan hukum yaitu oleh kekuasaan.

13 Juni 2008
ETIKA PRIFESI HUKUM
   Profesionalisme para penegak hukum amat sangat penting, pembangunan hukum -----
   Sdm ----Profesionalisme-------Etika.
   Etika itu berkaitan dengan 4 hal :
1. Nilai
   Pengertian nilai dalam etika profesi
   Nilai adalah sifat/kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia baik
   lahir maupun batin.
   Bagi manusia nilai dijadikan landasan/motivasi dalam bersikap dan bertingkah laku baik
   disadarinya atau tidak. Berbeda dengan fakta yang dapat dari observasi secara empiris
   maka nilai adalah sesuatu yang bersifat abstrak karena nilai sangat berkaitan dengan
   cita2 keinginan dan harapan dan segala sesuatu pertimbangan internal atau batiniah dan
   nilai yang abstrak dan subjektif tersebut agar dapat lebih berguna dalam menuntun sikap
   dan tingkah laku manusia perlu lebih dikongkritkan lagi untuk nilai harus dirumuskan
   kedalam simbol2 tertentu yang tujuannya agar lebih mudah dipahmi secara
   interpersonal.
   Wujud yang lebih kongkrit dari nilai ini adalah ;
   Norma yang berbagaimacam dari norma yang ada.
2. Norma
   Norma Hukum adalah norma yang paling kuat karena dapat dipaksakan pelaksanaanya
   oleh kekuasaan eksternal, nilai dan norma selanjutnya berkaitan erat dengan moral dan
   etika.
   Hukum :
   Mempelajari tentang kelakuan manusia
             3. Moral
                Beda Moral dan etika
                Moral :
                Kepribadian seseorang yang terkandung di dalam dirinya, makna moral yang terkandung
                dalam kepribadian seseorang itu tercermin dalam sikap dan tingkah lakunya.
                Etika
                Merupakan cerminan dari moral seseorang
             4. Etika
                Merupakan cerminan dari moral seseorang

               Filsafat Hukum mempunyai kaitan yaang erat dengan etika karena antara filsafat dengan
               etika mempunyai tujuan yang sama. Etika sebagai cabang dari filsafat.
               Pertama-tama dapat dideteksi secara diskriptif dan normatif karena itu ada yang disebut
               dengan etika diskritif dan etika normatif. Diluar itu ada pendekatan yang disebut Meta
               etika.
               Etika Deskriptif melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas
misalnya :    merupakan adat kebiasaan tentang baik dan buruk, tindakan yang diperbolehkan dan
               dilarang.
               Etika diskriptif mempelajari moralitas yang terdapat pada individu2 tertentu dalam
               kebudayaan atau Subcultur tertentu dalam suatu periode sejarah dan sebagainya.

                Nb :
                Norma sosial
             a. Aturan2 Masyarakat
             b. Dengan Norma ini masyarakat akan dapat saling menghargai/ untuk mempertahankan
                eksistensi ditambah control sosial.

                       27 juli 2008
                Fungsi2 efektivitas hukum dalam masyarakat
                Selalu terjadi permasalahan antara apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi.
                Lahirnya hukum melihat kenyataan selalu terjadi pertentangan dalam masyarakat.
                Pertentangan tingkah laku seseorang dengan orang lain sehingga pada akhirnya
                masyarakat punya standar nilai tersebut.

                Fungsi Hukum
             a. Menerapkan mekanisme kontrol sosial yang kan membersihkan masyarakat dari tingkah
                laku yang menyompang sehingga hukum berfungsi untuk mempertahankan eksistensi
                kelompok itu. Anggota kelompok akan berhasil mengatasi tuntutan yang menuju ke arah
                penyimpangan guna menjamin agar kelompok tersebut tetap utuh atau kemungkinan lain
                hukum akan gagal dalam melaksanakan tugasnya sehingga kelompok itu hancur atau
                punah.
             b. Hukum sebagai alat untuk mengubah masyarakat (the Law is social engeenering)
   Selain dari fungsi hukum sebagai kontrol sosial dan mengubah masyarakat, Rosche
   Pound beranologi bahwa yang mengemukakan hak yang bagaimanakah seharusnya
   diatur oleh hukum, hak2 manakah yang bisa dituntut individu dalam masyarakat.
   Menurut Rousche Pound yang merupakan hak itu adalah kepentingan/tuntutan yang
   diakui, diharuskan, dibolehkan secara hukum sehingga tercapai suatu keseimbangan
   sehingga terwujud apa yang dikatakan ketertiban umum.

   Efektivitas hukum berarti mengkaji kaedah hukum yang harus memenuhi syarat yaitu
   berlaku secara yuridis, sosioligis dan filosofis.
   Faktor yang dapat mempengaruhi hukum yang berfungsi dalam masyarakat adalah Sbb :

      1. kaedah hukum / norma hukum.

   Dalam teori ilmu hukum dapat dibedakan antara 3 hal mengenai berlakunya hukum
   sebagai faedah yakni sbb :
a. Kaedah hukum berlaku secara yuridis, apabila penentuannya berdasarkan kaedah yang
   lebih tinggi tingkatannya atau dasar yang telah ditetapkan.
b. Kaedah Hukum berlaku secara sosiologis, apabila kaedah tersebut efektif artinya kaedah
   itu dapat dipaksakan berlakunya oleh penguasa walaupun tidak diterima oleh warga
   masyarakat (teori kekuasaan) atau kaedah itu berlaku karena adanya pengakuan dari
   masyarakat.
c. Kaedah hukum berlaku secara filosofis yaitu sesuai dengan cita2 hukum sebagai nilai
   positif yang tertinggi
   Oleh karena itu agar hukum berfungsi secara efektif maka terhadap norma hukum harus
   memenuhi ke 3 unsur kaidah tersebut diatas.

      2. Unsur Penegak hukum/aparatur hukum,

   Mencakup ruang lingkup yang sangat luas yakni seluruh strata masyarakat.

      3. Sarana Atau fasilitas

   Merupakan sesuatu yang penting dalam rangka menegakkan efektifitas hukum, terutama
   sarana dalam bentuk fisik

      4. Warga Masyarakat.

   Yakni kesadaran masyarakat untuk mematuhi suatu peraturan per-UU-an atau dengan
   kata lain tingkat kepatuhan oleh kesadaran hukum masyarakat.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:171
posted:7/23/2012
language:Malay
pages:27