metode penelitian dan penulisan hukum

					     Metode Penelitian dan Penulisan Hukum
                                 METODE PENELITIAN HUKUM DAN PENULISAN




     Metode


     Himpunan langkah yang dilakukan orang dalam menjalankan suatu perbuatan yang diperoleh dari akal
     yang sehat




     Metodelogi


     Himpunan ilmu pengetahuan tentang bagaimana manusia seharusnya melakukan perbuatan tertentu.




     Pengetahuan


     Adalah Apa saja yang diketahui oleh manusia.
     Pengetahuan Terbagi 2 yaitu :
   Secara Biasa (Melalui panca indra)
   Secara Ilmu (melalui ilmu)




     Ilmu Pengetahuan


     Pengetahuan yang diperoleh manusia dengan menggunakan metode tertentu yang disusun secara
     sistematik




     PENELITIAN


     Berasal dari kata Teliti, arti secara singkat adalah mengamati sesuatu secara ditel


     Istilah penelitian dewasa ini sering diterjemahkan/diartikan RISET artinya :
     RE       :      Kembali, Ulang
     SET      :      mencari
     Secara Gramatical artinya mencari ulang, mencari kembali
   Pengertian Riset adalah usaha yang dilakukan manusia untuk menemukan dan menguji suatu
   pengetahuan, sehingga ditemukan pengetahuan yang benar dan bermanfaat dalam kehidupan manusia.




   Hubungan kehidupan manusia dengan ilmu pengetahuan


   Perbedaan antara masyarakat maju dengan masyarakat ketinggalan terdapat pada pengetahuan
   yang dimiliki oleh masyarakat tersebut.


   Untuk menemukan pengetahuan, dalam sejarah umat manusia telah dilakukan berbagai cara
   yaitu :
1. Penemuan kebetulan
   Penemuan suatu ilmu pengetahuan tanpa adanya kesengajaan dilakukan.
   Contoh :
a. Penemuan Api
b. Penemuan batu bara
c. Penemuan minyak bumi




2. Trial en error (usaha coba-coba)
   Usaha untuk menemukan ilmu pengetahuan yang benar dengan melakukan suatu percobaan tanpa
   mempelajari teori2 yang relevan dengan percobaan itu. Kesalahan dari percobaan pertama merupakan
   perbaikan dari percobaan kedua dst sampai berhasil.
   Contoh :
   - Lampu Pijar oleh Edison
3. Berdasarkan Tradisi
   Dilakukan dengan cara mencari pengetahuan2 yang disampaikan secara turun temurun dalam
   masyarakat yang bersangkutan, biasanya dinamakan legenda.
   Contoh :
   Pengetahuan ttg pelangi oleh orang dulu sebagai bayangan dari ular naga.


4. Dari pemegang otoritas (kekuasaan)
   Mencari    ilmu   pengetahuan    dengan   cara   meminta   arahan/petunjuk/pendapat   dari   pemegang
   otoritas/penguasa, baik penguasa negara atau pemegang otoritas religi, budaya dan otoritas dunia tanpa
   memikirkan pandangan itu dengan pertimbangan sendiri.
   Cara ini disebut dengan Taklik
    Contoh :
    Meminta tunjuk Presiden, menteri, ulama dsb nya.
5. Berdasarkan Spekulasi dan argumentasi
    Menemukan kebenaran berdasarkan spekulasi dengan cara mengambil keputusan secara sembarangan
    dan mengemukakan argumentasi yang bersifat logis terhadap keputusan itu.
    Contoh :
    Logika tentang adanya Tuhan, malaikat, hari kiamat
    Yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah tetapi dilakukan dengan argumentasi logis bahwa segala
    sesuatu ada yang menciptakan
6. Melalui Metode ilmiah
    Penemuan kebenaran melalui metode ilmiah yang dilakukan dengan cara :
a. menetapkan problem tentang masalah yang akan dijawab.
b. Mencari teori yang relevan.
c. Menyusun hipotesis melalui deduksi berdasarkan teori
d. Melakukan pengujian dengan cara :
 Mengumpukkan data/mengolah data
 Secara induktif menganalisa untuk menarikkesimpulan.


    Metode ilmiah (scentifik mentox)


    Ciri metode ilmiah

1. Dedukto
2. Hyphoteticto
3. Verificative
    Dengan deduksi dilakukan penarikan hipotesis untuk diuji kebenarannya dengan mengumpulkan dan
    menganalisis data.




    Cara melakukan metode ilmiah

1. Problem
    Adalah sesuatu yang harus dijawab atau diselesaikan karena belum sesuai dengan harapan.
    Permulaan /star untuk melakukan metode ilmiah adalah problem, setelah mengetahui problem, tahap
    selanjutnya,
    Studi Pustaka yaitu mencari bahan tertulis atau literature berkenaan dengan problem yang harus kita
    cari jawabannya kegunaannya untuk mencari teori.
2. Theory
   Adalah pernyataan2 yang terdahulu yang berkenaan dengan masalah2 yang kita teliti yang telah diakui
   sebagai kebenaran oleh banyak orang.
   Setelah menemukan teori kita melakukan,
   Deduksi yaittu membuat pernyataan bahwa teori yang berlaku umum itu berlaku terhadap hal khusus
   yang akan kita kritik sehingga melahirkan Hipotesis.
3. Hipotesis
   Yaitu jawaban sementara peneliti terhadap masalah yang akan ditelitinya, yang disusun berdasarkan
   teori kegiatan, selanjutnya Colecting (pengumpulan) yaitu mengumpulan data2 yang didapat
4. Data
   Adalah hasil pencatatan yang dilakukan orang terhadap Fakta
   (Fakta = Kenyataan adalah peristiwa2 atau proses yang terjadi dalam kehidupan manusia)
   Data tersebut dianalisa
   Analisa data yaitu
   Kegiatan peneliti menguraikan, membahas, menilai data tersebut sehingga menghasilkan sesuatu yaitu
   kesimpulan (conclusion) yang berkenaan dengan hal khusus
5. Conclusion (kesimpulan)
   Hasil atau kesimpulan dari cara2 melakukan metode ilmiah            terhadap conclusion dilakukan
   Generalization (induksi) dengan menyatakan bahwa kesimpulan penelitian kita berlaku umum,
   sehingga dapat melahirkan teori baru mendukung teori lama.




   CONTOH MELAKUKAN METODE ILMIAH

1. Problem
   Hukum perkawinan apa yang dipakai oleh masyarakat minang kabau ?
   Lakukan Studi Pustaka yaitu dengan mempelajari hukum adat minang kabau.
2. Teory
   Dari melakukan studi pustaka lalu ditemukan salah satu theory yang dikemukakan oleh Van Den Berg
   yaitu teori Resepsion in Complex “bagi pemeluk agama tertentu berlaku secara complex atau lengkap
   seluruh hukum agama yang dianutnya”.
   Terhadap teory van den berg dilakukan deduksi sehingga melahirkan Hipotesis.
3. Hipotesis
   Jawaban sementara dari peneliti tersebut adalah
   “Hukum perkawinan masyarakat minangkabau adalah keseluruhan hukum perkawinan islam, karena
   masyarakat minangkabau penganut agama islam yang kuat”. Kemudian dilakukan Collecting
   (pengumpulan data) yaitu bagaimana perkawinan di minang dalam segala bidang.
   a. dalam meminang
   Pihak perempuan meminang pihak laki2 (memakai hukum adat)
      b. Dalam pertunanganan
            Pihak perempuan memberi tanda pengikat (memakai hukum adat)
c.         Pengurusan surat pendaftaran pernikahan
            (memakai UU/hukum pemerintahan)
      d. Tempat dilangsungkannya pernikahan
            Ada yang menurut UU yaitu di kantor KUA
            Ada yang menurut adat
      e. Mengenai pengesahan perkawinan
            Ijab Kabul dengan membayar mahar dengan disaksikan oleh 2 orang saksi (memakai hukum islam)
      f. Pestanya
            Beralek di tempat wanita (menurut hukum adat)
      g. Tempat tingal/ domisili setelah pernikahan
            Suami tinggal ditempat istri (menurut hukum adat)
      h. Status anak
            Anak ikut ibu, suku ibu dll (menurut hukum adat)
      i.    Perceraian
            Suami mengucapkan talaq (menurut hukum islam)
      4. Data
            Dari data2 tersebut dapat disimpulkan


      5. Coclusion (kesimpulan)
            Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa orang minangkabau melakukan perkawinan memakai hukum adat
            ditambah dengan hukum islam dan UU
            Dari kesimpulan ini kita bisa melakukan Generalization (induksi) bahwa teori van den berg tidak benar,
            yang benar adalah “bagi pemeluk agama tertentu, hukum agama yang berlaku hanyalah sepanjang telah
            diterima dalam hukum adat mereka” sehingga teori tersebut dibantah dan muncullah teori baru.




            Jenis penelitian berdasarkan bidang ilmu

         Terdiri dari 2 macam :
      1. Penelitian eksakta
            Penelitian yang objeknya adalah benda2 alam beserta proses yang terjadi, walau dalam jenis penelitian
            ini objeknya ada manusia, namun manusia tetap di pandang sebagai salah satu jenis benda alam.
            Yang termasuk dalam penelitian eksakta antara lain :
      Penelitian Fisika
      Penelitian kimia
      Penelitian Biologi dsbnya
     Penelitian jenis ini tidak memerlukan rekomendasi
     Ex : meneliti cacing, langsung dibawa ke labor untuk di teliti.
2. Penelitian sosial (social riset)
     Penelitian yang objeknya berupa manusia sebagai mahkluk sosial beserta alat2 yang diperlukan dalam
     kehidupan sosial itu, dalam jenis penelitian ini dapat dimasukkan hal lain yaitu
 Penelitian Bahasa
 Penelitian sastra
 Penelitian budaya dll
     Jenis penelitian ini memerlukan rekomendasi untuk melakukannya.




     Penelitian Hukum

     Soeryono Soekanto
     Penelitian hukum adalah kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode dan sistimatika tertentu yang
     bertujuan untuk mempelajari satu atau lebih gejala hukum tertentu dengan cara menganalisanya. Dari
     pengertian tersebut dapat menentukan Ciri2 penelitian hukum sebagai berikut :
1.    Penelitian hukum itu merupakan bagian kegiatan ilmiah sebagai penelitian ilmiah bertujuan
     untukmenemukan pengetahuan yang benar di bidang hukum.
2.   Penelitian hukum harus menggunakan metode dan sistimatika tertentu yang dikenal sebagai metode
     ilmiah, yang merupakan gabungan antara deduksi dan induksi.
3. Penelitian hukum itu objeknya adalah gejala hukum yaitu semua hal yang berhubungan dengan hukum,
     kedalamnya juga termasuk masalah hukum.


   Dalam memahami makna hukum kita dapat mengelompokkan pandangan orang jadi 3 kelompok yaitu :
1. Pandangan Normatif terhadap hukum
     Pandangan ini melihat bahwa hukum itu sebagai himpunan kaidah yang dikeluarkan oleh penguasa
     masyarakat yang wajib ditaati, bagi yang melanggarnya dikenakan sanksi. Pandangan ini melihat hukum
     sebagai Dasolen yaitu harapan2 /keharusan2 yang dikeluarkan oleh penguasa masyarakat, orang yang
     memandang hukum sebagai himpunan norma ini akan melakukan penelitian hukum dengan cara
     mempelajari/menganalisis peraturan hukum sepertiyang dimuat dalam peraturan per Uuan
2. Pendekatan Sistim terhadap Hukum
     Pendekatan sistim memandang hukum sebagai sistim yaitu suatu proses bergeraknya Input untuk
     melakukan legeslasi, melalui pendekatan sistim ini orang memandang hukum sebagai gejala sosial
     berupa perilaku2 hukum dari setiap warga masyarakat. Penelitiannya disebut penelitian empiris yang
     mengamati hukum sebagai perilaku nyata dalam masyarakat
3. gabungan
    Pandangan ini dianut oleh Ahmad sanusi yang menyatakan bahwa hukum adalah kaidah yang ditaati dan
    gejala sosial yang diharuskan.




    SISTIM

    Badalah suatu kesatuan atau unit yang terdiri dari bagian2 atau sub sistim yang satu sama yang lain saling
    bekerjasama untuk mencapai tujuan hidup. Kata lain sistim adalah berprosesnya suatu input.

   Input sistim hukum
a. Subjek (pendukung hak dan kewajiban)
b. Objek Hukum (apa saja yang berguna oleh subjek hukum)

   Proses pembuatan aturan hukum
1. Proses Legelasi (membuat hukum)
   Proses ini melahirkan UU yang diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat sehari2
2. Proses penegakan melalui
   Negosiasi, kalau tidak bisa negosiasi maka diambil jalan tengah

   Langkah2 dalam metode penelitian hukum khusus dan penulisan skripsi
1. Penulisan Proposal Penelitian
   Tahapan2 dalam menyusun usulan penelitian :
a. Membuat Outline (rancangan daftar isi dari skripsi yang akan di tulis)
   Pertama2 memikirkan judul penelitian diikuti dengan outline (laporan penelitian/skripsi) dengan sistemika sbb:
   Judul
   Nama Penulis & Bp
   Abstrak
   Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN
a. Latar belakang masalah
b. Rumusan masalah
c. Tujuan Penelitian
d. Hipotesis
e. metode penelitian terdiri dari :
       Metode Pendekatan
       Populasi dan sample
       metode dan alat pengumpulan data
       Tehnik pengolahan dan analisis data

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA
    Sebab tinjauan pustaka dapat dibagi menjadi beberapa sebab sesuai dengan teori2 dan konsepsi yang relevan
    denganpermasalahan penelitian sehingga dapat terdiri 3 atau 4 sebab

    BAB III
1   Kesimpulan
2   Saran
    Daftar Kepustakaan/daftar literature

b. Outline yang telah selesai diserahkan ke bag akademis untuk diteruskan ke PD I guna penunjukan pembimbing
   dengan mengeluarkan SK pengangkatan pembimbing.
c. Mahasiswa Konsultasi dulu mengenai Judul dan outline dengan Pembimbing II yang dilanjutkan dengan
   Pembimbing I
d. Konsultasi Proposaldengan Pembimbing II, dilanjutkan dengan Pembimbing II, jika telah dianggap sempurna oleh
   pembimbing I maka disetujui untuk mengikuti seminar proposal,.

e. Seminar Proposal
   Proposal diserahkan kepada panitia seminar, kemudian tentukan hari dan pelaksanaan seminar, masukan dalam
   seminar agar digunakan untuk penyempurnaan proposal.

2. Pelaksanaan Penelitian
a. Pengurusan Izin/Rekomendasi penelitian
   Rekomendasi Fakultas di tanda tangani PD I yang ditujukan walikota CQ Kasbang Limas, Bila penelitian dilakukan
   dikota bkt, atau ke Kasbang Limas kantor Gubernur bila penelitian dilakukan di luar Bukittinggi
   Rekomendasi kasbang limas kantor gubernur ditujukan kepada instasi tingkat Propinsi Bupati/Wako Kasbang Limas
   Propinsi lain atau departemen Luar negeri
   Rekomendasi kasbang Limas kabupaten kota ditujukan kepada instasi tingkat kab kota/camat dari kec tempat
   penelitian yang akan dilakukan
   Rekomendasi DEPARLUditujukan ke consultan RI di tempat negara yang akan dilakukan penelitian.
   Camat akan memutuskan rekomendasi Bupati/wako kepada instansi tingkat kecamatan dan kelurahan,
   walinagari/kades tempat penelitian dengan cara membuat ket pada Foto copy rekomendasi kasbang limas kab agam
b Pelaksanaan pengumpulan data
   Melakukan Studi Dokumen untuk mengumpulkan Surat2, Arsip2, Catatan2 yang berhubungan dengan objek
   penelitian.
   Pelaksanaan wawancara, pengedaran quisioner/angket dan pelaksanaan dokumentasi seperti mengambil gambar
   dengan kamera, merekam suasana dengan handy cam dsbnya.

3. Penulisan laporan penelitian
a. Pengolahan dan analisa data
   Pengolahan data adalah kegiatan peneliti menyusun data mentah secara sistemais sesuai dengan kategori data
   sehingga dapat disajikan dengan baik.
   Analisa data adalah kegiatan peneliti untuk menilai data yang disajikan sehingga dapat ditarik kesimpulan.
b. Konsultasi skripsi dengan pembimbing II dan Pembimbing II
   Setelah Draf skripsi ditulis dilakukan konsultasi dengan pembimbing II dilanjutkan dengan Pembimbing I kalau
   sudah dirasa sempurna maka disetujui mengikuti ujian kompehensip

c. Ujian Komprehensip
   Skripsi telah di acc pembimbing, mahasiswa mendaftarkan ujian kompre ke bag akademis lalu dilakukan ujian
   kompre dengan dihadiri oleh 2 orang Dosen Pembimbing dan 2 orang Dosen penguji sesuai jadwal yang telah
   ditentukan yangt dilaksanakan terbuka, kalau dinyatakan lulus dilakukan perbanyakan skripsi dan mendaftarkan
   untuk wisuda.

I.   PENYUSUNAN JUDUL SKRIPSI
          Dalammenyusun judul penelitian perlu mempedomani hal2 sbb:
1.   Judul penelitian harus sesuai dengan program kekususan yang diperoleh dan harus merupakan penelitian hukum
2.   Judul disusun seringkas mungkin karena pada cover, judul ditulis dengan huruf besar. Apabila terpaksa panjang
      sebaiknya dibagi menjadi 2 :
a.   Judul Induk
      Mengungkapakan variable yang bersifat umum dan ditulis dengan huruf yang besar.
b.   Judul Anak
      Bervariabelkhusus, ditulis dengan huruf kecil
             Contoh :
      “PEMBORONG BANGUNAN (Studi pada perjanjianpemasangan saluran listrik tegangan tinggi antara PT PLN
      pembangkit dan jaringan cabang BKT dengan PT WASKITA KARYA pada tahun 2005)”.
      Pemborong bangunan             :      Judul Induk
              Kata dalam kurung                :      Judul anak
              3. Pada judul jangan tergambar bahwa penelitian akan membongkar kejelekan orang atau lembaga tertentu, karena
                 peneliti akan mendapat kesulitan untuk mengumpulkan data.
                 Pada Judul jangan dipakai kata masalah sebab akan memberi image kepada yang akan membaca bahwa tempat yang
                 diteliti terdapat masalah
                 Contoh :
                 Masalah penegakan hukum perdata di pengadilan BKT
                 Kesan judul tsb di PN BKT terjadi penyimpangan
              4. Jangan dipakai kata2 kiasan dalam judul karena akan menimbulkan salah paham bagi orang yang membacanya.
                 Contoh :
                 Kewajiban ayah terhadap buah hati
                 Kalau yang membaca orang bule dan diartikan ke bahasanya akan timbul salah penafsiran.
              5. Peneli mempunyai kemampuan untuk malaksanakan penelitian dengan judul itu, baik berupa ketersediaan waktu,
                 biaya dan tenaga
                 Contoh :
                 Peneliti studi kasus di PN mengenai kasus perdata,sedang kasus perdata memakan waktu yang lama, jadi tidak
                 memungkinkan untuk menyelesaikan skripsi dengan waktu yang selama itu.
                 Peneliti tentang Irak- amerika, apakah peneliti mempunyai dana untuk membiayai kepergiannya ke Irak

              II PENYUSUNAN LATAR BELAKANG MASALAH
                 Pada bagian ini kita harus ungkapkan 2 hal:
              1. DAS SOLEN
                  Berupa harapan2 yang berkenan dengan objek yang akan kita teliti. Harapan2 itu dapat kita temukan dalam berbagai
                  peraturan per Uuan berkenaan dari variable yang diteliti
              2. DAS SEIN
                  Kenyataan2 yang diperoleh dari informasi awal mengenai hal yang akan kita teliti, misalnya dapat kita peroleh dari
                  Berita2 di Koran, majalah, media elektronik, internet dll
                  Misalnya :
                  Menurut informasi penyelesaian perkara perdata bisa memakan waktu 5 – 6 tahun dengan biaya yang sangat tinggi
                  karena disamping biaya formal terdapat juga biaya informal,
                  Misalnya
                  Dalam mengambil keputusan, biayanya tertulis Rp.15.000,-, dalam kenyataannya bisa mencapai Rp.100.000,-
                  Perlunya diungkapkan Das solen dan Das sein pada latar belakang masalah karena gap antara das solen dengan das
                  sein merupakan cirri (identitas) dari adanya masalah

                   Apa yang merupakan Das Solen dan Das sein tergantung dari jenis masalah yang kita teliti


                       1. Out ter Problem

                   Yaitu masalah yang sungguh2 terjadi dalam kehidupan masyarakat.
                   Das solen nya :     Seharusnya masyarakat sudah mencapai suatu keadaan tertentu
                   Das seinnya     :   Keadaan yang diharapkan belum tercapai
                   Contoh :
                   Pembuat UU mengharapkan tidak ada tindak pidana tapi kenyataannya masih banyak kasus pencurian.


                       2. Iner Problem(masalah dalam diripeneliti)

                   Adalah masalah yang hanya ada dalam pemikiran si peneliti, Boleh jadi dalam kehidupan masyarakat,
                   hal itu tidak merupakan masalah, tapi bagi sipeneliti hal itu merupakan masalah
Das solen :        Si peneliti sebagai orang yang meneliti bidang ilmu tertentu seharusnya telah mengetahui halitu
   Das sei       :   Peneliti belum mengetahuinya
   Contoh :
   Mitra sebagai pengguna lahan harus membayar sea tanah, sedangkan menurut UPA negara tidak boleh
   menyewakan tanah, sedangkan PT PELINDO adalah badan usaha milik negara, sehingga secara yuridis
   merupakan masalah,maka perjanjiannya batal demi hukum. Yang melihat itu masalah adalah sipeneliti
   Tapi bagi PT PELINDO dan perusahaan mitranya tidak masalah karena perjanjian itu menguntungkan
   mereka.




   III PERUMUSAN MASALAH

   Dalam perumusan masalah yang perlu dip[erhatikan adalah hal2 Sbb :


       1. Masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya, yang jawabannya ditempatkan pada bagian
             kesimpulan laporan penelitian.
       2. Peneliti harus mempunyai bekal2 untuk menjawab masalah antara lain :

a. Bekal teori
   Peneliti mempunyai pengetahuan mengenai masalah yang akan diteliti.
b. Bekal metode
   Peneliti mempunyai kemampuan, mampu mencari langkah termasuk alat yang akan digunakan dalam
   mengumpulkan data untuk menjawab masalah itu.
   Misal :
   Masalah yang dirumuskan harus dijawab dengan mengumpulkan data melalui angket, peneliti harus
   mampu menyusun angket
c. Bekal waktu dan biaya
   Harus dihubungkan dengan lamanya waktu penelitian dan tempat pelaksanaan penelitian


d. Bekal tenaga
   Peneliti mampu melaksanakan pengumpulan data baik secara sendirian/ dengan menggunakan vii
   wolker
     3. Masalah harus singkron dengan judul, jangan terlalu luas, jangan terlalu sempit karena itu jumlah
         masalah harus disesuaikan dengan Konstruksilogis terhadapvariabel dan sub variable yang
         ditarik dari judul penelitian.
     4. Jangan mempermasalahkan keyakinan orang terhadap agama/religi atau budaya masyarakat.
     5. Jangan tergambar bahwa penelitian kita akan mengorek kejelekan orang/lembaga tertentu.




I.   TUJUAN PENELITIAN

Adalah untuk menjawab masalah penelitian yang telah dirumuskan karena itu untuk menyusun tujuan
penelitian dilakukan dengan cara membuang kata Tanya yang terdapat dalam masalah diganti dengan
“untuk mengetahui”
Contoh :
Masalahnya            :        Bagaimana lahirnya proses perjanjian
Tujuannya             :       Untuk mengetahui proses terjadinya perjanjian




V    MERUMUSKAN MANFAAT PENELITIAN

Manfaat penelitian adalah keuntungan2 yang akan diperoleh dengan dilaksanakannya penelitian2 itu.
Bagian manfaat penelitian, perlu disusun dengan baik apalagi kalau penelitian itu akan dibiayai oleh
pihak tertentu.
Penelitian2 yang membawa manfaat yang besar akan dibiayai oleh pihak tertentu dengan biaya yang
besar pula.




Manfaat penelitian dibagi 2 macam :


     1. Manfaat teoritis

Berapa sumbangan penelitian itu terhadap perkembangan ilmu pengetahuan


     2. Manfaat Praktis

Manfaat yang akan diperoleh, oleh berbagai pihak penelitian itu.
Contoh :
   Manfaat bagi negara, seperti manfaat bagiu perkembangan hukum nasional, regional, internasional.




   VI TINJAUAN PUSTAKA

    Peneliti harus mengungkapkan teori2 dan konsepsi yang pernah dikemukakan orang yang relevan
   dengan masalah penelitiannya
   Teori adalah pandangan/pendapat dari orang terdahulu yang telah didukung banyak orang dan dianggap
   sebagai kebenaran. Untuk itu perlu mempelajari acuan umum berupa buku2 pelajaran yang telah
   diterbitkan, studi terhadap PerUUan karena UU merupakan hasil keputusan lembaga legislative yang
   telah diakui kebenarannya
   Konsepsi adalah pandangan orang tertentu yang belum dapat dukungan dari banyak orang biasanya
   termuat dalam acuan khusus seperti laporan penelitian terdahulu, makalah yang tidak diterbitkan, artikel
   pada surat kabar dsbnya.


   Dalam studi kepustakaan sebaiknya kita gunakan kartu kutipan yaitu :


          1. 1 lembar kertas

   untuk mencatat sebuah teori/konsepsi dari seorang penulis secara terpisah dengan penulis lain.


          2. Pada bagian atas kartu dituliskan kategori dan sub kategori dari teori/konsepsi itu.
          3. berdasarkan kategori dan sub kategori kita dapat menyusun kartu kutipan secara alpabet dengan
              tujuan kategori dan sub kategori yang bersamaan akan terkumpul berdekatan sehingga
              memudahkan dalam menyajikannya.
          4. Mengutip 5 baris/lebih diketik dengan 1 spasi, kurang dari 5 baris 2 spasi.



   Pengkutipan dilakukan dengan cara menggunakan catatan kaki :
1. untuk pengutipan pertama kali harus dituliskan pada Fote Note
          No fote note ditulis super skrip diikuti dengan tanda kurung.
   nama penulis tanpa title yang ditulis didepan dengan nama yang dikenal. Contoh : jimi carte ditulis carter,
   jimi
   Judul buku ditulis dengan huruf italic
   jilid buku ex : jilid I, Jilid II dstnya
   cetakan ex : cetakan kesatu dstnya
   Penerbit : kota tempat terbit, tahun terbit, halaman.
   Bila kita mengutip dari pandangan yang dikutip orang lain
    Kita harus menyebutkan lebih dulu nama pemilik pandangan diikuti dengan nama penulis buku
    Contoh :
    Terhar di dalam Soeroyo dipuro, diikuti dengan judul buku soerroyo dipuro.
    Bila dikutip dari internet
    Nama web site internet dianggap sebagai penerbit.


2. Bila mengutip dari buku yang sama untuk yang ke II, III, IV dstnya digunakan istilah sbb :
a. Ibid
    Bila dikutip dari buku yang sama pada halaman yang sama setelah dibatasi oleh kalimat tersendiri.
b. Ibid No hal
    Bilakita mengutip dari buku yang sama pada halaman berbeda setelah dibatasi oleh kalimat tersendiri
c. LOC.CIP (loca citato)
    loca citato artinya pada tempat yang sama
    Contoh :
    Soeroyo Dipuro Loc.Cip
    Bila kita mengutip dari buku Soeroyo dipuro pada halaman yang sama dengan sebelumnya, tetapi telah
    dibatasi olehkutipan dari buku lain.
d. OP.CIT (opera citato)
    Seperti kutipan terdahulu diikuti dengan No hal. Bila kita mengutip dari buku yang sama pada hal
    berbeda setelah mengutip dari buku lain
    Contoh :
    Soeroyo dipuro OP.CIT.10




    HIPOTESIS
    Adalah dugaan sementara peneliti perkenaan dengan jawaban terhadap masalah yang diteliti yang berdasarkan teori
    & resepsi yang diuraikan pada bagian tinjauan pustaka yang akan dibuktikan kebenaranya melalui pengumpulan &
    analisis data


    Walaupun menurut buku panduan penulis kripsi fakultas hipotesis bersifat tentratif artinya boleh saja
    atau ada atau tidak ada namun sebaiknya kita tetap memakai hipotesis karena sesuai dengan prinsip
    metode ilmiah, salah satu cirri dari penelitian ilmiah adalah pelaksanaan deduksi terhadap teori dengan
    cara menyusun hipotesis
    Dilihat dari segi sudut Redaksionalnya / susunan kalimat2nya hipotesis itu merupakan staatmen /
    pernyataan dari peneliti tentang ada / tidak adanya hubungan / perbedaan antara2 atau lebih Variabel /
    keadaan dari suatu variable tertentu.
              Karean itu hipotesis dapat dikelompokan 3 macam              :
         1. Hipotesis Korelasional
              Korealasi artinya hubungan sebab akibat
              Hipotesis korelasional adalah pernyataan peneliti bahwa antara 2 atau lebih variable, ada / tidak ada
              hubungan sebab akibat, karena itu




              Hipotesis korelasional dibagi 2 yaitu           :
         1. HO korelasional O. ( hipotesis non ) O = non
              Pernyataan peneliti bahwa antara dua atau lebih variable tidak ada hubungan sebab akibat.
              Contoh
Tidak ada hubungan antara keadaan ekonomi dengan tingkat kejahatan
         b. Tidak ada pengaruh pelaksanaan Perda No 9 Tahun 2000 tentang pemerintahan nagari terhadap
              perekonomian anak nagari.
         2. HA korelasi alternatif ( hipotesis alternatif )
              yaitu pernyataan peneliti bahwa antara dua atau lebih variabel terdapat hubungan sebab akibat,
              Contoh      :
         a. Keadaan ekonomi mempunyai pengaruh negatif terhadap tingkat kejahatan.
              Pengaruh negatif artinya
              Bila keadaan ekonomi meningkat kejahatan menurun, sebaliknya kalau ekonmi merusot kejahatn
              meningkat
         b.   Penyalahan hukum meningkatkan kesadaran hukum masyarakat disini berarti pengaruhnya positif
              artinya mangkin sering penyalahan hukum dilakukan makin meningkat kesadaran hukum.
         c.   Pelaksanaan perda 9 tahun 2000 tentang pemerintahan negara dengan meningkatkan taraf
              perekonomian anak nagari.


         2. Hipotesis Komperatif
              Adalah pernyataan peneliti bahwa antara dua atau lebih variabel terhadap perbedaan
                 Contoh        :
              Kesadaran hukum msyarakat perkotaan terhadap hukum pertikuler lebih tinggi dari kesadaran
              masyarakat pedesaan yang lebih tinggi pula dari kesadaran masyarakat terpencil


         3. Hipotesis Kerja
         Adalah pernyataan peneliti mengenai keadaan suatu variabel tertentu
         Contoh     :
         a. Menurut UU No 1 / 74 & PP No 9 / 75
             Pelaksanaan perkawinan bagi masyarakat non muslim dilaksanakan pada kantor catatan sipil. Dari informasi
             pendahuluan diperoleh informasi bahwa kantor catatan sipil hanya ada dikantor bupati / wali kota. Kantor bupati /
             wali kota itu tempatnya sangat jauh dari masyarakat terpencil dengan demikian dapat ditarik hipotesis bahwa
    prosedur perkawinan yang ditetapkan dalam uu perkawinan & PP No 9 tahun 1975 belum terlaksana pada
    masyarakat mentawai non muslim
b. Peraturan daerah sumbar no 9 th 2000 tentang penelitian nagari khusus mengenai badan usaha nagaribelum
    terlaksana sama sekali di sumbar

    Dalam suatu proposal hipotesis no 1 & hipotesis alternatif selalu di ungkapkan keduanya sehingga penelitian itu
    tidak pernah gagal sebab apabila hipotesis nol tidak terbukti hipotesis alternatif yang akan terbukti & sebaliknya

Ada beberapa tipe Comperatif yaitu          :
1. Time Series
   adalah perbandingan antara keadaan suatu objek pada suatu waktu tertentu dengan keadaan objek itu pada waktu
    yang lain
   Secara ringkas objeknya satu, yang diamati pada waktu yang berbeda
   Contoh      :
   Keadaan ani 10 th yang lalu tidak sama dengan keadaan ani yang sekarang, ani 10 th yang lalu kurus, sekarang
    gemuk
    Jadi dengan time series bisa kita lihat maju mundurnya / fluktuasinya

    2. Cross Section

       adalah membandingkan antara keadaan 2 objek yang diamati pada waktu yang sama dalam cross section
        objeknya 2

       Contoh       :

       Membandingkan kesadaran hukum masyarakat bkt mengenai pendaftaran tanah dengan kesadaran hukum
       masyarakat solok mendaftarkan tanah



 Apakah hukum Partikuler
    Arisototeles membagi hukum menjadi 2 yaitu                 :
1. Universal
            Hukum alam yaitu hukum yang sesuai dengan akal sehat manusia
            Contoh : Larangan membunuh, membunuh salah satu & dilarang
2. Partikuler
    Hukum yang ditetapkan oleh penguasa masyarakat
    Misalnya            : Eksekuter melaksanakan hukuman mati




    METODE PENELETIAN
    Bagian ke 6 dari proposal adalah metode penelitian
    Yang dimaksud metode penelitian dalam prposal adalah langkah yang akan ditempuh oleh peneliti dalam
    menjawab masalah penelitianya atau untuk membuktikan hipotesis yang telah disusunnya langkah dalam
    meneliti sesuatu terutama ditentukan oleh apa yang akan diteliti / objek penelitian didalam penelitian yang
   merupakan objek pengamatan adalah variabel yang akan diteliti, yang dimaksud dengan variabel adalah
   objek pengamatan pada suatu soal pengamatan dilakukan.
   Contoh :
   Kita mau mengumpulkan data tentang white board , kita harus melakukan pengamatan terhadap
   variabel2 antara lain warna, tinggi, lebar, berat, bahan dan kegunaan white board. Masing2nya satu
   variabel karena itu yang menentukan langkah yang akan dipakai adalah variabel yang akan
   diamati………………dengan langkah. Untuk mengetahui berat anting2 mas tidak sama dengan untuk
   mengetahui berat mobil orang yang ingin mengetahui anting mas harus ke took mas / laboratorium yang
   mempunyai timbangan mikro sedangkan orang yang ingin mengetahui berat mobil harus membawa
   mobilnya kejembatan timbangan




   A. Jenis2 variabel


       Variabel dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu :
   1. Berdasarkan statusnya dalam hipotesis
a. independent variabel
   variabel yang dalam hipotesis ditetapkan sebagai variabel yang tidak dipengaruhi keberadaannya oleh
   masyarakat/variabel lain,………………..dalam hipotesis kolerasional independen variabel mempengaruhi
   keberadaan independen variabel
   contoh :
   keadaan ekonomi mempengaruhi tingkat kejahatan, hipotesis ini keadaan ekonomi merupakan
   independen variabel, keadaan ekonomi tidak dipengaruhi oleh……………….pengaruh tingkat kejahatan
b. Dependen variabel/tergantung
   Adalah variabel yang dalam hipotesis dinyatakan keberadaannya dipengaruhi oleh variabel lain
           Contoh :
   Tingkat kejahatan adalah……………..variabel keberadaannya dipengaruhi oleh keadaan ekonomi.
c. ntervening variabel/………………
   Variabel yang digunakan untuk mengetahui variabel yang lain yang bersifat abstrak. Ada variabel
   abstrak, variabel yang tidak mungkin diamati secara langsung. Untuk mengamatinya, diamati variabel
   yang lain dsb intervening variabel
   Contoh :
   Kita ingin mengamati kesadaran hukum masyarakat, kesadaran hukum tidak mungkin diamati secara
   langsung karena…………….abstrak. Untuk mengetahui kesadaran hukum masyarakat perlu mengamati
   perilaku hukum masyarakat. Tiap perilaku hukum masyarakat sesuai dengan aturan hukum dikatakan
   masyarakat itu taat hukum. Kesadaran hukum apabila tidak ada harga suatu masyarakat yang telah
   mendaftarkan tanah, berarti kesadaran hukum masyarakat dalam mempertahankan mendapatkan tanah
   nol, semuanya mendaftarkan tanah maka kesadarannya 100 (nilai 100 )
d. Controlling variabel (variabel kendali)
    Variabel2 yang berpengaruh terhadap dependen variabel, tetapi dalam penelitian yang bersangkutan
    pengaruhnya tidak akan diamati sehingga dalam pelaksanaannya pengaruh controlling variabel
    usahakan untuk mengadakannya. Misalnya : dengan mengambil sample yang sama.
    Contoh :
    Kita ingin mengetahui pengaruh penyuluhan hukum terhadap kesadaran hukum masyarakat. Yang
    berpengaruh tidak hanya penyuluhan hukum tapi juga umur orang, jenis kelamin, pendidikan, status
    sosialnya dst.
    Agar kita dapat menggam,barkan pengaruh penyuluhan hukum maka variabel lain dikatakan sebagai
    variabel control, hasilnya dengan menetapkan responden/informan dari orang/umur yang sama, jenis
    kelamin, status sosial yang sama.




    B. Bentuk2 Variabel


1. variabel numeric
    Variabel yang berbentuk angka atau berbentuk hal2 diangkakan, variabel yang berbentuk angka secara
    langsung, missal umur, lama hukuman, besarnya kerugian, dsbnya. Variabel yang dapat diangkakan
    adalah variabel yang oleh peneliti dimulai dengan angka.
    Contoh : KUISIONER
    Pandangan orang terhadap suatu hal yang di ukur dengan skala model ………..
    Yaitu (example)
    Bagaimana menurut anda tentang perceraian tidak perlu lewat sidang pengadilan?
    Sidang pengadilan
a. sangat setuju        (100)
b. setuju               (75)
c. ragu                (50)
d. kurang setuju         (25)
e. tidak setuju         (0)
    Contoh :
    Pengukuran perilaku masyarakat dengan menggunakan kuisioner sebagai alat ukur, contoh
    kuisionernya :
    “ berapa banyak warga RT/Dusun………… yang tidak mendaftarkan tanah ?
    alternatif jawabannya semua diberi super seratus yaitu :
a. Banyak               (75)
b. sedang               (50)
c. sedikit              (25)
d. tidak ada            (0)
e. semuanya               (100)
   apabila penelitian kita objeknya variabel numeric dapat dihitung dengan angka, maka penelitian
   tersebut………..
2. Variabel non numeric
   Variabel2 yang tidak berbentuk angka dan tidak dapat diangkakan
   Contoh :
   Proses terjadinya suatu peristiwa hukum, seperti proses pemeriksaan perkara oleh hakim, proses
   pembuatan perjanjian, proses terjadinya suatu tindak hukum pidana. Bila kita mengumpulkan data bagi
   variabel non numeric daftarnya berupa narasi (laporan dalam bentuk kalimat), atau berbentuk gambar,
   baik berbentuk gambar hidup maupun gambar.


C. Sifat2 variabel


       1. Variabel comtimne

   Variabel yang dinilai skor/sifatnya sambung menyambung, terus menerus
   Ciri2nya
   Diantara 2 nilai yang berdekatan masih mungkin ditemukan nilai lain yang jumlahnya tidak terbatas.
   Contoh :
   Umur narapidana, besarnya uang sewa menyewa, jumlah ganti rugi.
   Variabel comtimne perjanjian datanya dapat disajikan………..tidakterputus dalam grafik


       2. Variabel deskrip

   Variabel yang nilai skor/sifatnya yang terputus/ tidak berkelanjutan
   Contoh :
   Jenis kelamin, angka tahun…………….. dsbnya
   Continue          :       umur          :       70-71-75 dstnya
   Deskrip :         Th       :


D. Data Menurut skala pengukuran


       1. Variabel nominal

   Variabel yang mulai/bentuk dan sifatnya tidak dapat dibandingkan, sehingga tidak dapat dikatakan bahwa
   nilai yang satu lebih dari yang lain dan penyajiannya tidak dapat……
   Ex : Nama2 agama : Budha, hindu, islam, Kristen (tidak dapat disbanding)
       2. Variabel ordinal

   Variabel deskrip yang nilainya, bentuknya, sifatnya dapat dibandingkan satu sama yang lain sehingga
   kita dapat mengatakan bahwa nilai yang satu lebih dari nilai yang lain dan dapat disusun berdasarkan
   urutan teratas.
   Contoh :
   Angka tahun, pangkat pegawai negeri, pendidikan
   Seperti Ia, Ib, Ic dst


       3. Variabel interval

   Variabel    kontinue     yang   tidak   mempunyai   0   9nol)   data   tidak   ada   (dikata   0   tidak   ada)
   karena……………..variabel ini, walaupun adaangka nol tidak berarti tidak ada.
   Contoh :
   Suhu udara, nilai kesadaran hukum orang antara nol dengan 100


       4. Variabel rasio

   Variabel yang mulainya merupakan angka mutlak, nilainya tidak mungkin negatif
   Contoh :
   Lama hukuman (dalam tahun), besarnya kerugian (Rp), berat badan, umur narapidana.




   TIPE2 PENELITIAN HUKUM
   Bagian pertama dari metode penelitian dalam proposal yang berjudul metode pendekatan perlu
   diungkapkan variabel penelitian dan Tipe penelitian yang akan dilaksanakan untuk masing2 variabel itu.
1. Makna hukum sebagai objek
a. penelitian hukum normative (law in book)
   adalah objeknya berupa hukum sebagai himpunan kaidah seperti dimuat dalam per-UU-an. Biasa untuk
   mengetahui asas hukum yang dimuat dalam UU itu singkronisasi antar peraturan hukum.
b. Penelitian hukum empiris
   Adalah penelitian yang objeknya hukum sebagai yang terdapat dalam perilaku warga masyarakat dalam
   kehidupan sehari2, sering juga disebut dengan penelitian hukum sosiologis/socio legal research


2. Jenis variabel
a. Penelitian hukum kuantitatif
           Adalah penelitian hukum yang berusaha untuk mengukur variabel2 penelitian dengan menggunakan alat
           ukur yang menghasilkan angka
           Contoh :
           Penelitian tentang umur narapidana, masa kerugian
       b. Penelitian hukum kualitatif
           Adalah berusaha untuk mengumpulkan data tanpa menghasilkan angka.
           Contoh :
           Proses legislasi, proses aplikasi, dan proses yudikasi hukum.
       3. manfaat
a. Penelitian hukum teoritis
           Adalah penelitian hukum yang tujuannya hanya untuk pengembangan pengetahuan hukum tidak secara
           langsung berhubungan dengan praktek hukum misalnya penelitian tentang tindak pidana hukum islam,
           mengapa dikatakan teoritis karena peraturan pidana hukum islam tidak berlaku. Penelitian hukum teoritis
           ini di sebut juga penelitian hukum murni
b. Penelitian hukum terapan (praktis)
           Yaitu penelitian yang hasilnya memberikan manfaat secara langsung terhadap kehidupan masyarakat
           bangsa dan negara. Misalnya pengaruh Perda no 9 tahun 2000 tentang pemerintahan nagari (pernag)
           terhadap kehidupan perekonomian masyarakat sumbar.
       4. Tujuan umum
     A.   Penelitian eksploratoris (penjajakan)
           Penelitian mengenai hukum yang selama ini belum diteliti orang, sehingga peneliti tidak mempunyai teori
           konsep dan informasi awal mengenai objek penelitian itu. Misalnya tentang hukum pada masyarakat
           primitif seperti hukum waris dalam masyarakat kubu.
     B.   Penelitian eksplanatoris
           Adalah penelitian yang bertujuan untuk menguji suatu teori tertentu. Untuk mengetahui apakah teori lama
           masih relevan atau perlu diganti/dibatalkan
           Contoh :
           Hukum keluarga dalam masyarakat minangkabau, dalam penelitian ini akan kami uji penelitian van den
           berg tentang teori resepsion in complex “bagi pemeluk agama tertentu berlaku secara complek seluruh
           hukum agama yang dianutnya.
       5. Metode
       a. Survey
           Mencari informasi mengenai sejumlah besar orang dengan mengumpulkan keterangan dari sebagian
           kecil mereka. Misalnya proses jual beli ternak, dalam masyarakat minangkabau, keterangan diperoleh
           dari beberapa pedagang ternak pada satu pasar ternak pada masing2 kabupaten/kota.
        b. Studi kasus
            Adalah penelitian yang dilakukan dengan mengamati proses terjadinya suatu peristiwa mulai dari awal
            sampai akhir, baik peristiwa itu berupa sengketa ataupun peristiwa yang bukan sengketa. Dalam studi
            kasus peristiwa itu diamati seluruhnya tidak dengan diamati sebagian
            Contoh :
            Perjanjian pemborongan bangunan terminal aur kuning tahun sekian. Dalam penelitian ini akan diamati
            mulai   dari   proses   rencana   pembangunannya,      penyediaan      anggaran,   pelaksanaan   tender,
            penandatanganan kontrak, pelaksanaan pembayaran sampai pada pelaksanaan pekerjaan.
        c. Sensus
            Penelitian dengan cara mengamati semua anggota populasi, bukan mengamati sebagian saja. Misalnya
            sensus dari nagari A diamati semua rumah tangga lalu dihitung banyaknya penduduk dengan masing2
            jenis pendidikan
        d. Partisipatif
            Adalah penelitian yang dilakukan dengan cara membaur dengan masyarakat yang diteliti dengan
            berpartisipasi (ikut serta) dalam kehidupan mereka dengan demikian sipeneliti merasakan betul apa yang
            dialami oleh masyarakat itu. Misalnya penelitian tentang penguasaan tanah pada masyarakat nagari X
            dilakukan dengan cara tinggal di nagari itu dengan demikian peneliti merasakan betul bagaimana
            masyarakat disitu menguasai tanah.
e.        Penelitian eksperimental
            Eksperimen (percobaan), penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilaksanakan dengan cara
            melaksanakan perlakuan tertentu terhadap objek tertentu, dan mengamati pengaruh perlakuan itu.
            Walaupun penelitian ini awalnya dipakai oleh ilmu eksakta seperti penelitian tentang pengaruh pemberian
            pupuk urea terhadap tanaman lobak kemudian metode ini berkembang kepada ilmu sosial, seperti
            penelitian tentang pengaruh penggunaan metode pendidikan tertentu terhadap perkembangan
            pengetahuan anak. Dalam penelitian hukum memang agak sulit melakukan penelitian percobaan karena
            pelaksanaan hukum memerlukan kewenangan penguasa. Dalam penelitian hukum penelitian
            eksperimental dilakukan dengan mengamati pengaruh dari pelaksanaan dari UU tertentu. Terutama yang
            baru dilaksanakan
     Contoh :
            Pengaruh efektifitas pelaksanaan Perda Sumbar No 9 tahun 2000 tentang pemerintahan nagari terhadap
            pemungutan retrebusi.


        6. Tempat
            a. Kepustakaan
            Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menemukan data dari bahan kepustakaan. Kita harus
            membedakan antara teori/konsepsi dengan data. Teori/konsepsi adalah pandangan orang yang
     dituliskannya dalam karya ilmiah. Misalnya dalam buku, makalah, dsbnya sedangkan data adalah
     hasilpencatatan yang dilakukan orang terhadap suatu peristiwa tertentu. Data yang berasal dari catatan
     peristiwa itu ada di muat dalam bahan kepustakaan. Misalnya kita memperoleh data tentang jenis
     kejahatan dan jumlah pelakunya dari laporan tahunan dari sebuah lembaga kemasyarakatan




     b. Lapangan
     Adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mengamati objek penelitian ditempat dimana objek itu
     berada sehari2 sehingga objek itu dipengaruhi oleh lingkungannya.
         Misalnya :
   meneliti keputusan hakim dengan membahas arsip pada pengadilan tertentu (arsip putusan)
   Meneliti hukum yang hidup dengan memperhatikan perilaku masyarakat, dengan demikian kita perlu
     membedakan antara dokumen dengan bahan kepustakaan.
     Bahan kepustakaan adalah bahan2 yang sengaja ditulis sebagai suatu karya tertentu baik berupa buku
     pelajaran makalah ataupun laporan.
     Dokumen adalah bahan2 tertulis yang diusahakan secara langsung dari suatu peristiwa tertentu.
     Misalnya surat perjanjian adalah dokumen bahan2 kepustakaan demikian pula surat2 lain, seperti surat
     panggilan polisi, berita acara suatu peristiwa seperti berita acara pemeriksaan polisi, keputusan hakim,
     naskah per-UU-an, bila kita meneliti dokumen ditempat mana dokumen tersebut berada sehari2.
     penelitian itu termasuk penelitian lapangan bukan penelitian kepustakaan.


c. Laboratarium hukum
     Adalah penelitian dengan menggunakan objek penelitian dengan cara menempatkan objek itu pada
     suatu tempat tertentu sehingga objekn itu dapat dikontrol oleh peneliti/pengelola labor sesuai dengan
     keputusan rapat kerja labor hukum pada fakultas hukum negara Indonesia bagian barat yang diadakan
     pada bulan juni 2006 di lampung (UNILA), fakultas hukum diwajibkan mempunyai labor hukum. Labor
     hukum itu dapat berupa labor letigasi (penyelesaian sengketa) dan non letigasi. Pada labor hukum itu
     dilaksanakan kegiatan penelitian2 ketrampilan hukum dan dilaksanakan pula kegiatan penelusuran
     badan hukum. Penelusuran badan hukum merupakan kegiatan penelitian hukum


     Catatan
   Biasanya yang sering dipakai yang Ni 1 yaitu penelitian hukum normative dan penelitian hukum empiris
   Dalam suatu penelitian biasa dipakai 1.2 atau lebih tipe penelitian
   Penelitian hukum semata2 untuk mengembangkan ilmu atau cakrawala berfikir.
     NOTE

     1. Metoda :         Melihat
     2. Hukum :          Law
     Metode berasal dari bahasa latin yaitu :
     Meta        :       Belakang
     Hidos       :       Jalan
     Gramatikal metode adalah jalan belakang
     Metode bahas Indonesia adalah cara, tapi yang dimaksud bukan cara biasa
     Penelitian bisa dilihat dari berbagai segi :
    berdasarkan tempatnya
1   berdasarkan lapangan
2   berdasarkan metodenya
3   berdasarkan metode pengumpulan data melalui survei, melalui partisipasi
     penelitian empiris adalah penelitian yang dilakukan dngan cara mengamati perilaku atau tingkah laku
     seseorang
     Das solen adalah aturan atau kaidah

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:304
posted:7/23/2012
language:Malay
pages:23