hukum surat-surat berharga

Document Sample
hukum surat-surat berharga Powered By Docstoc
					    Hukum Surat-surat Berharga
    HUKUM SURAT – SURAT BERHARGA

    ISTILAH

o Berharga
    Sesuatu yang memiliki nilai,atau sesuatu yang dapat dinilai dengan uang
o Surat
    Sesuatu yang berbentuk akta yang sengaja ditulis dan di tanda tangani dan dapat dijadikan bukti
o Hukum
    Himpunan peraturan yang tertulis dan tidak tertulis mengikat dan memiliki sanksi


    ISTILAH HUKUM SURAT BERHARGA
    Himpunan peraturan yang mengatur tentang surat yang memiliki nilai. lengkapnya, himpunan peraturan
    yang mengatur tentang surat yang berbentuk akta yang merupakan alat pembayaran, alat bukti hak tagih
    dan alat memindahkan hak tagih
    EX               :      Surat cek, wesel, surat sanggup, obligasi, surat saham


   Surat Berharga Terbagi
1. Surat berharga
2. Surat yang berharga


   PERBEDAAN BERDASARKAN FUNGSI
1. SURAT BERHARGA WARDE PAPIEN / NEGONABLE INSTRUMEN
o Merupakan alat pembayaran ( Surat Berharga ) Ex       : Cek
o Alat pemindahan hak tagih, dalam surat berharga ada cara pemindahanya atau pembawa hak
o Surat bukti hak tagih ( dengan memperlihatkan surat tersebut orang dapat menerima haknya )
    Fungsi ini disebut juga surat legitimasi artinya pemegang surat tersebut diberi pengakuan oleh surat
    tersebut sebagai yang berhak.
2. SURAT YANG BERHARGA PAPIER VAN WARDA / LETTER OF VALUE
o Bukan alat pembayaran karena alat tersebut tidak berpindah
o Bukan alat atau surat bukti hak tagih
o Surat bukti diri


    ALASAN / LATAR BELAKANG DITERBITKANYA SURAT BERHARGA
1. Praktis
2. Aman
    alasan tersebut tidak mutlak karena praktis dan aman hanya bagi orang – orang tertentu saja.


    PENGATURAN SURAT BERHARGA
Sumber hukum surat berharga terbagi jadi 2 bab yaitu          :


        1. Hukum Tertulis

    a. KUHD
        Didalam KUHD
        -   Sudah ada waktu lahirnya KUHD th 1848
        -   Direbut dalam KUHD karena peraturan tsb tertulis
       Diluar KUHD
       - Belum ada waktu lahirnya KUHD / th 1848
            ex obligasi
        -   Peraturan tsb tidak tertulis
    b. BW


        2. Hukum tidak tertulis

    Hukum yang muncul dari praktek / kebiasaan yang muncul




    KUHD – BW

   KUHD sebagai lex spesialis derogat lex generalis bagi hukum surat berharga.
   Psl 1319 BW setiap perjanjian baik yang dibuat secara khusus atau tidak, berlaku ketentuan dalam BW

    SURAT BERHARGA DI DALAM KUHD
o Surat wesel pasal 100
o Surat cek pasal 174
o Surat sanggup pasal 178
o Surat saham pasal 40
o Chartet party pasal
o Konosemen pasal 504
o DO pasal 510


    SURAT BERHARGA DI LUAR KUHD
o Bilyet giro ………….
            o Surat obligasi PP No 20/ 73
            o Sertifikat
            o Deposito
            o Saham


                SURAT BERHARGA SEBAGAI SURAT LEGITIMASI
                Guna legitimasi dalam memperlancar peredaran surat berharga tersebut terutama dalam hal
1. kalau terjadi perselisihan dalam peradilan
   kalau terjadi perselisihan di luar pengadilan
2. Diperlukan dalam rangka menentukan siapa yang berhak.




                ISTILAH LEGITIMASI ( PS KUHD115 KUHD, PS 1947 BW)

                JENIS LEGITIMASI


            1. Legitimasi Formil
                Pengakuan yang dilihat dari Formalitas semata atau Faktor2 yang tampak
                Ex : Cek


            2. Legitimasi Materil
                Melihat pada kebenaran yang sesungguhnya, yaitu diteliti siapa sebenarnya yang berhak.
                Ex : Surat yang berharga




                CIRI-CIRI LEGITIMASI


            1. Legitimasi diberikan pada semua pemegang legitimasi tersebut secaraumum.
            2. Luas atau sempitnya pengakuan itu sangat tergantung pada klausula nya.
            3. Adanya pembatasan pada pengakuan dengan klausula rekta (pengganti)


                HAK DAN KEWAJIBAN PEMEGANG LEGITIMASI/SURAT BERHARGA ATAU TANGKISAN TERHADAP
                PEMEGANG SURAT BERHARGA.
                Sejauh mana hak dan kewajiban pemegangnya, ada 2 alasan :
            1. Tangkisan yang bersifat absolut (mutlak)
            a. tentang adanya cacat bentuk dari surat berharga (tidak memenuhi syarat surat berharga).
                    Contoh :
        o Tentang tanda tangan (kalau kosong tanda tangannya berarti surat berharga tersebut jadi tidak berharga)
        o Tanda tangan ada yang tidak sama
        o Tanggal penerbitan sifatnya menentukan masa beredarnya suatu surat berharga, untuk melihat masa
            berlaku atau daluwarsa suatu surat berharga
        o Salah satu pihak tidak cukup, apakah waktu surat berharga tersebut diterbitkan dia telah dewasa ?
        b. Daluwarsa
Contoh : cek masa edar 70 hari, kalau sudah 71 hari, maka dianggap batal dan bank berhak menolak untuk
            mencairkan.
        c. Karena ada kelainan Formalitas protes
            Menurut UU Protes harus menggunakan akta


        2. Tangkisan yang brsifat nisbi (relatif)
            Alasan yang disampaikan yang berkaitan dengan hubungan awal antara penerbit dengan pemegang I
            dan termasuk dalam hubungan pribadi (disebut perikatan dasar)
            Alasan ini tidak boleh dipertanyakan oleh pihak tersangkut (bank) Kecuali pada pemegang yang tidak
            jujur atau tidak beritikad baik.
            Ex : mendapatkan dengan cara mencuri.




            KLAUSA PADA SURAT BERHARGA


            Klausa syarat yang disepakati atau janji2 yang disepakati.
            guna klausa surat berharga adalah menentukan bagaimana cara mengalihkan surat berharga kepada
            orang lain..




            KLAUSA YANG MELEKAT PADA SURAT BERHARGA


        1. Aan Toonder (to bearer) atas tunuj/kepada pembawa
            Makna dari pembawa : orang yang membawa adalah orang yang menguasai
            Ex : Lembar cek
            Bagaimana cara mengalihkan klausula ini yaitu :
            Mengalihkan dari tangan ke tangan, hal ini sudah berlaku secara hukum.
   Ex : Si A memberi begitu saja cek kepada B secara hukum sah, si A kehilangan cek berarti dia sudah
   kehilangan haknya secara hukum terhadap cek yang hilang tersebut. Dasar hukumnya pada pasal 613
   (3) KUHPt (perdata)
2. Aan Order (to order) atas pengganti/kuasanya/tertunjuk
   Suatu benda termasuk surat berharga kalau mengalihkan didasari atas 2 hal
a. bezit adalah pengalihan atau penguasaan surat berharga
b. Aigendom ownership adalah pengalihan atau penguasaan kepemilikan.
   Jadi untuk Aan order jika kita gunakan istilah kuasanya tidak tepat karena pada kuasanya bermakna tidak
   mengarahkan aigendomnya.
   Bagaimana cara mengalihkan klausa ini yaitu :
   Endosemen yaitu dalam pasal 613 (3) KUHPt BW dan pasal 1110 KUHD
   ENDOSEMEN adalah cara mengalihkan dengan menyebutkan nama pada pemegang berikutnya di
   bagian belakang surat tersebut.
   Ex : Surat wesel
3. Opname (atas nama) nama pemegang surat berharga tercantum
   Cara mengalihkan surat berharga seperti ini :
   Cessie pasal 613 (1) KUHPt (jenis surat hutang)
   Cessie (mengalihkan surat berharga dengan akta antara pihak I, II, III, dstnya)
   Ex : Bank bali mempunyai piutang ke bank X, kemudian bank Bali menunjuk PT. Y untuk menagih.
4. Met on order (tidak kepada pengganti)
   Cara pengalihan sama dengan cessie (surat wesel). Kalau ingin membatasi peredarannya maka
   memakai klausa rekta dengan pemakaian tidak kepada pengganti.


   No 1 dan 2
   Termasuk surat berharga karena sifatnya praktis dan mudah untuk mengalihkan pada orang lain.


   No 3 dan 4


   Surat yang berharga




   JENIS DARI SURAT BERHARGA


 Surat wesel
   Defenisi dari surat wesel tidak ada dalam UU
   Untuk dapat mencari defenisi dari surat wesel, harus tahu syarat format dalam surat wesel, hal ini dapat
   dilihat pada Pasal 100 KUHD.
   Dalam Pasal 100 KUHD ada 8 syarat Format dari surat wesel
          1. Istilah wesel

     Kata wesel harus ada dalam surat
     Istilah wesel dalam berbagai bahasa
   Wissel (Belanda)
   Weechell (Jerman)
   Bill of exchange (inggris)


          2. Adanya Perintah

     Perintah disini artinya perintah membayar tanpa syarat , yang biasanya dicantumkan nominalnya terdiri
     dari angka dan huruf. Bagaimana jika terjadi perbedaan antara angka dengan huruf maka yang
     dipakai adalah huruf, Bagaimana kalau ada coretan, maka yang dipakai adalah nilai yang terkecil.


          3. Siapa yang menjadi tersangkut (yang berkewajiban membayar)

     Tersangkut dalam teorinya bisa bank, lembaga non bank dll


          4. Hari Bayar

     Kapan surat wesel harus dibayar, ada 4 pilihan untuk hari bayar.


                  a. Waktu diperlihatkan
                  b. Tanggal yang ditentukan.
                  c. Pada waktu tertentu, setelah surat itu diperlihatkan
                  d. Pada waktu tertentu setelah terbitnya surat tersebut
          5. Tempat pembayaran

     Dimana tempat dilakukan pembayaran


          6. Harus menyebutkan siapa pemegang/penerima/pengganti

     Bagaimana kalau tulisan pengganti tidak ada ? Dalam hukum surat berharga asas PRAESUMTIF
     ORDER PAPIER karena dalam surat wesel hanya klausa maka kalau tidak ada kata pengganti maka
     tidak memenuhi syarat klausula atau berklausula pengganti.


          7. Mencantumkan tempat dan tanggal kredit

     Gunanya :
   1. Tempat
        Untuk menentukan hukum mana yang berlaku. Hal ini berlaku juga secara internasional . Hukum yang
        berlaku adalah hukum dimana tempat penerbitan.
   2. Tanggal
        untuk masalah daluwarsa, maksudnya surat wesel itu berlaku apa tidak atau masih berada dalam masa
        edar.
                Unsurnya adalah     :


                    a. Daluwarsa
                    b. Cakap.

        Apa yang menerbitkan dianggap cakap menurut hukum


            8. Tanda tangan penerbit

        Guna tanda tangan adalah seorang penerbit adalah orang yang paling bertanggung jawab karena ia
        membubuhkan tanda tangan




        PENGECUALIAN


      Kalau point No 5 tidak ada tempat maka yang dibuat acuan adalah tempat di No 3
      Kalau Poin No 7 tidak ada maka yang dibuat acuan adalah No 8


        KESIMPULAN DEFENISI WESEL YANG DISIMPULKAN DARI KE 8 SYARAT FORMAL DALAM SURAT
        ESEL SESUAI PASAL 100 KUHD
        Surat yang memuat kata wesel yang diterbitkan pada tanggal dan tempat tertentu dimana seorang
        penerbit memerintahkan tanpa syarat pada tersangkut untuk membayar sejumlah uang kepada
        pemegang/penerima/pengganti pada tanggal dan tempat yang ditentukan.




        PERSONALIA DALAM SURAT WESEL


1. Penerbit (drawer)
   Orang yang mengeluarkan surat wesel tersebut.
2. Tersangkut (drawee)
   Orang yang diperintah membayar atau orang yang berkewajiban membayar
3. Penerima (holder)
   Orang yang menerima surat wesel dari penerbit pemegang I
4. Pengganti (Indorsee)
   Orang yang menggantikan posisi pemegang sebelumnya.
5. Endosan (indorser)
   Orang yang memperalihkan surat wesel kepada orang lain
6. Akseptan (acceptor)
   Orang yang menyatakan setuju untuk membayar




       Ratio atau latar belakang terbitnya surat wesel


   1. Kebiasaan dalam dunia perdagangan, dapat menunda pembayaran dengan surat wesel
   2. Dapat di acceptasikan, dialihkan dengan persetujuan.




       Bentuk atau jenis surat wesel


       Secara umum dibagi 2 yaitu :
   1. Surat wesel biasa
       Surat wesel yang penerbit, pemegang dan tersangkutnya adalah orang yang berbeda.
   2. Surat wesel bank
       Penerbit dan tersangkut adalah orang yang sama, berada diper bankan yang merupakan media
       pengiriman uang.


       Secara khusus dapat dilihat di KUHD pasa 102 (1)


           1. Surat wesel atas ganti penerbit

       Penerbit = pemegang I


           2. Surat wesel atas penerbit sendiri

       Penerbit = tersangkut, biasanya sebagai media pengiriman uang


           3. Surat wesel atas perhitungan pihak ke 3

       Surat wesel tersebut menyebutkan “bayarkan uang kepada bank atas perhitungan pihak ke 3 dengan
       pemberian kuasa (lost giving)
    4. Surat wesel inkaso

Surat wesel yang pemberian kuasa, ini semacam pengecualian dari surat berharga. Karena penyerahan
dalam surat berharga disertai oleh bezitnya.


    5. Surat wesel domisili

Surat tersebut dibayarkan ditempat yang ditentukan, tempat dapat diganti pada saat tersangkut
melakukan akseptasi.


Endosemen (110 – 116 KUHD)
Cara mengalihkan surat wesel dengan cara menyebutkan pada siapa akan dialihkan, ditulis dibelakang
surat wesel tersebut.
Endosemen berasal dari bahasa perancis yaitu endos = belakang
Tetapi endosemen tidak mutlak ditulis dibelakang, penulisan di belakang hanya karena di perancis dan
juga dari makna kata endos yang berarti belakang, jadi endosemen dapat dibubuhkan di depan surat
wesel dengan membubuhkan tanda tangan si pengalih dan juga kepada yang dialihkan (110 9(1) KUHD).
Surat wesel dapat dialihkan pada siapa saja termasuk kepada tersangkut, aseptan bahkan penerbit
sendiri.


Aseptan yang pengalihan tanpa syarat maksudnya :
Apapun syarat pada surat wesel dianggap tidak ada Pasal 111 (2) KUHD tentang pengalihan syarat
sebagian batal demi hukum.




Jenis2 endosemen


    1. Endosemen Blanko

Tidak mencantumkan nama penanggung berikutnya, cukup membubuhkan tanda tangan yang
mengalihkan, karena nama akan dicantumkan sendiri oleh si penerima atau pemegang berikutnya tsb


    2. Endosemen Biasa

Dibuat secara lengkap dengan mencantumkan semua yang dibutuhkan
Ex : mulai dari nama pengganti, tgl, tgl peralihan dsb
          3. Endosemen Inkaso

      Pengalihan dengan cara pemberian kuasa, yang diserahkan kuasanya


          4. Endosemen jaminan

      Pengalihan yang dilakukan sebagai penjamin, bukan dalam bentuk pengalihan hak


      AKSEPTASI (120 – 128 KUHD)
      Semacam pernyataan dari tersangkut untuk membayar pada waktu ditentukan . jika tersangkut telah
      menyanggupi maka ia disebut akseptan ada juga istilah non aseptan maksudnya tidak diperlukan
      akseptasi karena tersangkut dapat membayar langsung tanpa jaminan. Penulisan Tsb ACCEPTEA dapat
      dilakukan di depan surat atau belakang akseptasi juga dilakukan syarat. Namun Akseptasi dapat
      dilakukan sebagian ini merupakan suatu penolakan karena mungkin aseptan tidak punya cukup dana
      untuk membayar.




      SURAT CEK


      Syarat formal :
1. Memuat istilah cek
2. memuat perintah membayar tanpa syarat.
3. memuat siapaa yang menjadi tersangkut dalam cek, tersangkut umumnya bankir atau lembaga keuangan
      non bank
4. Memuat tempat pembayaran/pencairan
5. memuat Tgl dan tempat penerbit guna :
    Tanggal
      Untuk menentukan daluewarsa
      Untuk menentukan cakap hukumnya si penerbit dalam melakukan tindakan hukum saat itu
    Tempat untuk menentukan hukum apa yang berlaku
6. Memuat tanda tangan penerbit
      Guna : tanda tangan berguna untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab penuh


Pengecualian
1.    Jika tidak dituliskan tempat pembayaran maka tempat pembayaran alamat/nama disamping nama
      tersangkut.
2. Tempat atau alamat disamping nama tersangkut tidak ada pula , maka pergi ke kantor pusat
3. jika alamat tempat pembayaran lebih dari 2 tempat, dipakai alamat diatas yang pertama
4. Alamat penerbit tidak ada, ambil alamat disamping nma penerbit




    DEVINISI surat cek dapat disimpulkan


    Surat yang memuat istilah cek yang diterbitkan pada tanggal dan tempat tertentu yang mana seorang
    penerbit memerintahkan tanpa syarat pada tersangkut/bankir untuk membayar sejumlah uang pada
    pemegang di tempat tertentu




    Personalia Dalam Surat Cek


1. Penerbit
    Yang menerbitkan
2. Tersangkut
    Bankir / yang membayar
3. Pemegang
    Menerima dari penerbit
4. Pembawa
    Yang menguasai cek tanpa menyebutkan nama
5. Pengganti
    Yang menggantikan posisi sebelumnya




                                       PEMBAHASAN SOAL UJIAN
1. Jelaskan definisi hukum surat berharga menurut pemahaman anda
    Jawab       :
    Untuk mengetahui definisi dari hukum berharga terlebih dahulu kita jabarkan dari masing2 katanya yaitu
   Berharga
        Adalah sesuatu yang memiliki nilai atau sesuatu yang dapat dinilai dengan uang
   Surat
        Sesuatu yang berbentuk akta sengaja di tulis dan ditanda tangani dan dapat dijadikan bukti
   Hukum
        Himpunan peraturan yang tertulis dan tidak tertulis, mengikal dan memiliki sanksi
    Dari ketiga pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan mengenai definisi hukum surat berharga sebagai
    berikut    :
    Himpunan peraturan yang mengatur tentang surat yang berbentuk akta yang merupakan alat
    pembayaran, alat bukti hak tagih dan alat memindahkan hak tagih


2. Jelaskan sumber hukum tentang surat berharga
    Jawab         :
    Sumber hukum surat berharga terbagi jadi 2 bab yaitu         :
    1. Hukum Tertulis
    a. KUHD
          Didalam KUHD
          -   Sudah ada waktu lahirnya KUHD th 1848
          -   Direbut dalam KUHD karena peraturan tsb tertulis
          Diluar KUHD
          -   Belum ada waktu lahirnya KUHD / th 1848
              ex obligasi
          -   Peraturan tsb tidak tertulis
    b. BW
    2. Hukum tidak tertulis
    Hukum yang muncul dari praktek / kebiasaan yang muncul


3. Sebutkan apa yang menyebabkan timbulnya hak untuk menerbitkan surat berharga
    Jawab         :
        Yang menyebabkan timbulnya hak untuk menerbitkan surat berharga mempunyai beberapa alasan
    secara umum
    -     Adanya perjanjian terdahulu
    -     Dalam perjanjian ada kesepakatan
-   Dalam kesepakatan, melakukan pembayaran melalui surat ( kesepakatan dinamakan peristiwa dasar )
-   Kalau terjadi kesepakatan maka lahirlah perikatan dasar yang dapat menimbulkan hak & kewajiban surat
    berhatga
    Jadi munculnya hak kalau ada kesepakatan / lahirnya kesepakatan yang menimbulkan perikatan


4. Jelaskan maksud makna legitimasi dalam surat berharga
    Legitimasi dalam surat berharga adalah pengakuan yang diberikan oleh hukum kepada pemegang surat
    berharga
    Makna legitimasi dapat juga kita lihat dari jenisnya yaitu   :


           1. Legitimasi Formil
    Pengakuan yang dilihat dari fakta2 yang tampak
    Ex      :       Cek


         2. Legitimasi Materil

    Legitimasi yang melihat pada kebenaran yang sesungguhnya
    Ex      :       Surat Hutang


5. Jelaskan sejauh mana hak pemegang surat berharga
    Jawab       :
    Sejauh mana hak pemegang surat berharga dapat kita lihat dari 2 alasan yaitu     :


         1. Tangkisan yang bersifat absolut

    a. Tentang adanya cacat bentuk dari surat berharga
    b. Daluwarsa
    c. Karena adanya kelainan formalitas protes


         2. Tangkisan yang bersifat nisbi

-   Alasan yang disampaikan yang berkaitan dengan hubungan awal antara penerbit dengan pemegang I &
    termasuk dalam hubungan pribadi
-   Alasan ini tidak boleh dipertanyakan oleh pihak tersangkut ( Bank ) karena dapat menghambat peredaran
    kecuali pada pemegang yang tidak beritikad baik


6. Klausa Surat Berharga
    Klausa surat berharga adalah syarat yang disepakati atau janji2 yang disepakati yang gunanya
    menentukan bagaimana cara mengalihkan surat berharga kepada orang lain


         1. AAN TOONDER ( To Bearer )

    Atas tunjuk / kepada pembawa
    Maknanya adalah orang yang membawa adalah orang yang menguasai cara mengalihkan klausa ini
    yaitu mengalihkan dari tangan ke tangan hal ini sudah berlaku secara umum


         2. AAN ORDER ( To Order )

    Atas pengganti / kuasanya / tetunjuk
   Maknanya suatu benda termasuk surat berharga kalau mengalihkan didasari atas 2 hal
   a. Bezit
   b. Eigendom
   Cara mengalihkan klausa ini yaitu endosemen mengalihkan dengan menyebut nama pemegang
   berikutnya dibagian belakang surat tsb
   Ex : Surat Wesel




       3. Op Name

   Atas nama maknanya nama pemegang surat berharga tercantum, cara mengalihkan klausa ini yaitu
   Cersis artinya mengalihkan
   Surat berharga dengan akta antara pihak I, II, III dstnya


       4. Met On Order

   Tidak kepada pengganti
   Cara pengalihan sama dengan Cessie


7. Kapan surat wesel harus dibayar
   Jawab      :
   Ada 4 pilihan untuk hari bayar
   a. Waktu dipertikatkan
   b. Tanggal yang ditentukan
   c. Pada waktu tertentu setelah surat itu diperlihatkan
   d. Pada waktu tertentu setelah terbitnya surat tersebut


8. Apa Gunanya Tempat & Tanggal Surat
   Jawab      :
   -   Gunanya tempat
       Untuk menentukan hukum mana yang berlaku hal ini berlaku juga secara internasional
   -   Gunanya Tanggal
       -   Untuk masalah daluwarsa apakah surat wesel tsb masih dalam masa edar
       -   Cakap
           apakah yang menerbitkan sudah dianggap cakap menurut hukum
      Jenis Surat Cek Yang Kita Kenal Dalam Teori ( Pasal 183 KUHD )
   1. Surat cek atas pengganti penerbit
       adalah surat cek yang mana seorang penerbit tapi juga sebagai pemegang I
       Surat cek muncul ketika penerbit belum tahu siapa yang akan menjadi pemgang
       Alasan mengunakan surat cek ini
       Adalah karena seseorang memerlukan uang tunai
Ex :   A menerbitkan cek senilai tertentu kemudian dijual dengan mengadakan perjanjian dengan sipembeli cek
       tsb
   2. Surat cek atas penerbit sendiri
       adalah surat cek yang mana penerbit tapi juga sebagai tersangkut yang berbeda lokasi
       Gunanya    : Untuk media pengiriman uang
       Contoh     : di BRI = Cepebri
   3. Surat cek atas perhitungan pihak ke 3
       Surat cek yang diterbitkan untuk kepentingan pihak ke 3
       Hubungan antara penerbit dengan pihak ke 3 yang berlaku adalah pemberian kuasa ( Lost giving ) karena
       pihak ke 3 yang diberi kuasa oleh penerbit maka pihak ke 3 paling bertanggung jawab
   4. Surat Cek Inkaso
       Surat cek yang dialihkan dengan cara pemberian kuasa, surat cek ini pedasaranya dengan surat kuasa
       jadi penerbit memberikan kuasa pada pemegang untuk mencairkan pada pihak ke 3 ( bank )
     Jadi disini yang beralih ada 2 hal yaitu


         1. Bezitnya ( Surat ceknya )
         2. Kuasanya ( tapi eigendomnya tidak beralih )



   Istilah Lain dari Surat Cek


         1. Cek Kosong

     Cek pada waktu ditunjukan pada bank / tersangkut dana seorang penerbit tidak cukup tersedia, cek
     belum dianggap kosong sebelum ditunjukan kepada resangkut


         2. Cek Mundur

     Cek yang tanggal terbitnya dimundurkan hal ini tidak mempengaruhi hari bayar dari surat cek tersebut,
     hari bayarnya tetap mengacu pada pasal 205 KUHP yaitu waktu diperlihatkan
     Alasan bank tidak menolak cek mundur karena merespon keinginan masyarakat , ketidak tahuan, Cek
     mundur merupakan kesepakatan interen


     BILYET GIRO


     Arti Sederhana Dari Bilyet Giro

     Bilyet Giro adalah surat Simpanan yang merupakan surat perintah nasabah tentang pemindah bukuan sejumlah dana



     Pengaturan Bilyet Giro

-    Bilyet Giro diluar KHUD dengan alasan karena istilah ini muncul setelah lahirnya KUHD
-    Pengaturan bilyet giro terdapat dalam surat edaran BI / 1972
-    Merupakan hukum tidak tertulis alasan karena pengaturan bilyet giro hanya dalam surat edaran BI




     Kelemahan Bilyet Giro

     Yang bisa menerima hanya orang tertentu saja dengan lasan sipenerima harus mempunyai rekening di bank tempat
     pemindah bukuan
          Syarat Formal Bilyet Giro

1. Bilyet Giro menyebut istilah Bilyet Giro ditambah dengan no seri yang mempunyai nominal yang terdiri
          dari angka dan huruf
2. Bilyet Giro memuat perintah tanpa syarat pemindah bukuan
3. Bilyet giro harus mencantumkan nama & tempat dari tertarik ( tersangkut )
4.           Bilyet Giro harus mencantumkan siapa penerima beserta alamat ( Dlm Bilyet Giro P1 sekaligus
          merupakan pemegang terakhir )
5. Harus disebutkan berapa jumlah dana
6.        Harus mencatumkan tanda tangan seorang penarik ( penerbit ) & cap kalau sebuah perusahaan
          berbadan hukum
7        Harus menyebutkan dimana & kapan penarikan ( penerbit )
         Gunanya            :
         -      Tempat untuk menentukan hukum mana yang berlaku
          -     Tgl untuk masalah daluwarsa & masalah cakap hukum
     8        Harus mencatumkan tgl efektif berlakunya perintah
              Tgl efektif       : hari bayar / hari pemindah bukuan
     9        Harus dapat menyebutkan bank penerima ( kalau Ada )
              Dalam praktek ini dianggap perlu.


     Dari 9 syarat formal tersebut diatas dapat disimpulkan definisi dari Bilyet Giro yaitu       :
          Bilyet Giro adalah sebagai surat perintah nasabah yang sudah distandarisasikan bentuknya kepada bank penyimpan
          dana / tertarik ( tersangku ) untuk memindah bukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan ( penerbit )
          kepada penerima ( pemegang ) yang disebutkan namanya kepada bank yang sama / bank yang berbeda


     Kesimpulan Bilyet Giro Dari ke 9 Formal                 :
1. Bilyet Giro tidak dapat diuangkan secara tunai
2. Bilyet Giro tidak dapat dipindah tangankan secara endosemen karena BG berklausa atas nama ( bukan
          atas pengganti )
              Bilyet Giro dapat dipindah tangankan dengan cara Cessie yaitu         :
              Membuat surat akta yang diketahui oleh beberapa pihak
     3.           Bilyet Giro mempunyai tenggang waktu 70 hari
4. Bebas biaya matrai alasan karena merupakan surat berharga jangka pendek & tidak nilai tukar tunai


     Alasan Orang Mengunakan Bilyet Giro
     1.           Karena bebas biaya matrai
     2.           Karena lebih aman
          Keamananya                :
           Kalau tercecer tidak bisa diuangkan karena surat tersebut jadi berharga kalau namanya tercantum
        3. Karena orang tidak mungkin mengajukan sebelum tanggal efektif
        4. Kalau mengunakan Bilyet Giro orang merasa sudah sampai kepada sasaranya
           alasanya Bilyet Giro tidak mungkin dipindah tangankan
        5. Bilyet Giro dapat dibatalkan sebelum Tgl efektif


          SURAT SANGGUP
          Surat Sanggup dapat diartikan
        1. Promesse Aan Order
        2. Surat Aksep
        3. Accept
            Ketiganya merupakan bagian dari Comercial Peper


            Surat Sanggup diatur dalam :
            Pasal 174 – 177 KUHD




            DEFINISI SURAT SANGGUP

            Defenisi tidak ditemukan dalam UU tapi dari syarat2 Formal dapat diambil kesimpulan dari definisi Surat sanggup.



            SYARAT2 FORMAL SURAT SANGGUP

        1. Harus memuat istilah Surat sanggup bisa juga istilah lain yaitu :
            “klausula order / promess atas pengganti”
            dapat pula dari bahasa asing :
        a. Promisorry Note           (Bahasa Inggris)
        b. Order Biefje              ( Bahasa Belanda)
        c. Billet Ul Order     ( Bahasa Perancis)
        2. Memuat kesanggupan tanpa syarat untuk membayar.
        a. Tanpa Syarat
            Sebuah kesanggupan dibuat tanpa adanya syarat apapun
        b. Membayar
            Dengan Nominal Yang terdiri dari angka dan huruf
        3. Surat Sanggup Mencantumkan Hari Bayar
            Hari bayar ada 4 yaitu :
a. Pada waktu diperlihatkan.
b. Pada waktu / tgl tertentu
c. Pada waktu tertentu setelah diperlihatkan
           Dengan syarat yang harus dipatuhi yaitu :
           Sebelum datang mencairkan surat sanggup tersebut, maka ia melalui prosedur yaitu pemegang harus
           dating pada penerbit, untuk minta pernyataan kepada penerbit yaitu pernyataan bahwa




           surat sanggup tersebut telah dilihat oleh penerbit (disebut Visum), dengan diberi tanda tangan. Kalau
           penerbit menolak membuat visum maka dapat protes yang disebut proses non visum
           Masa visum 1 tahun
d. Pada waktu tertentu setelah penerbitan.
       4. Surat sanggup harus menyebutkan dimana akan dilakukan tempat pembayaran
           Kalau dalam surat sanggup tidak dicantumkan tempat pembayaran maka yang dipakai adalah tempat si
           penerbit, kalau tidak dicantumkan pula tempat si penerbit maka tempat pembayarannya dilakukan
           dimana surat sanggup itu diterbitkan.
       5. Surat sanggup harus menyatakan kepada siapa surat sanggup tersebut diberikan.
           Pemegang 1 / pengganti, klausulanya atas pengganti, cara pengalihannya dengan endosemen.
           Kata pengganti lupa menyebutkan maka secara otomatis berkalusula atas pengganti memakai asa
           klausula preasumtif
       6. Surat sanggup harus menyatakan juga dimana surat sanggup tersebut diterbitkan beserta tgl nya.
       7. Surat sanggup juga harus mencantumkan tanda tangan penerbit
           Gunanya tanda tangan adalah untuk mengetahui orang yang akan bertanggung jawab akan hal tersebut.


           Kesimpulan Defenisi surat sanggup
           Adalah surat yang memuat kata sanggup ataupun istilah lainnya yang ditanda tangani pada tanggal dan tempat
           tertentu dimana seorang penanda tangan sanggup tanpa syarat membayar sejumlah uang kepada seseorang
           pemegang / pengganti pada tgl dan tempat tertentu



           Arti lain secara sederhana

           Adalah surat yang menanggung janji, janji dalam pengertiannya adalah janji untuk membayar.
       Kesimpulan Surat sanggup

   1. dalam surat sanggup tidak dikenal kata2 tersangkut
   2. penerbit kedudukannya sama dengan acceptan
   3. penerbit juga dinamakan sebagai debitur (orang yang berkewajiban)




       Beda surat sanggup dengan surat hutang

       Surat hutang
1. Dapat diperjual belikan
   Tidak dapat dipindah tangankan
2. klausulanya atas nama
3. pengalihannya adalah cessie
       Surat sanggup
   1. dapat diperjual belikan
   2. klausulannya atas pengganti
   3. pengalihannya dengan endosemen




       NOTE

    Surat wesel didalam surat berharga sama dengan cek dimana dalam wesel pembayaran dapat ditunda (
       Pasal 100 KUHD ).
    Surat wesel disini termasuk dalam surat berharga, sedang wesel pos termasuk pada surat yang berharga.
    Beda surat cek dan surat wesel
   Cek
   1. merupakan alat pembayaran tunai
   2. masa edar 70 hari
   3. waktu pembayaran : pada waktu diperlihatkan
   4. orang yang berkewajiban adalah banking
   5. tidak ada akseptasi
   6. klausula kepada pembawa dan atas pengganti
        Surat wesel

1. Alat pembayaran kredit
2. masa edar 1 tahun
3. waktu pembayaran yaitu pada waktu tertentu yang ditentukan oleh penerbit.
4. orang yang berkewajiban adalah bank/non bank
5. ada akseptasi
6. klausulanya atas pengganti
 Surat sanggup diperjual belikan di bursa effek

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:217
posted:7/23/2012
language:Indonesian
pages:21