Membangun Hotspot menggunakan Mikrotik by ifritcrew

VIEWS: 152 PAGES: 16

									            Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
Membangun Hotspot menggunakan Mikrotik
Oleh I Putu Hariyadi, S.Kom, CCNA
putu.hariyadi@stmikbumigora.ac.id

A. Akses ke Mikrotik
Untuk dapat mengakses mikrotik dapat dilakukan melalui
beberapa cara yaitu:
- Console (lokal)
- Telnet
- SSH (dengan bantuan program aplikasi Putty)
- Winbox (program berbasis GUI untuk mengkonfigurasi
Mikrotik)

Sebelum dapat melakukan konfigurasi, Anda harus melalui
proses otentikasi login terlebih dahulu. Default user dari
mikrotik adalah:
User     : admin
Password : kosong (blank)

Sebelum dapat mengakses secara remote melalui antar muka
web, telnet, SSH, dan winbox, konfigurasi alamat IP pada
salah satu interface dari Mikrotik. Untuk mengkonfigurasi
alamat IP pada interface dari mikrotik, eksekusi perintah
berikut:

[admin@mikrotik] > ip address add address 192.168.1.1/24
interface=ether1
Untuk memverifikasi alamat IP yang telah dikonfigurasi pada
interface ether1, eksekusi perintah berikut:
[admin@mikrotik] > ip address print

B. Konfigurasi Mikrotik
1. Mengubah hostname:
[admin@mikrotik] > system identity set
name=stmikbumigora.intra.net
2. Mengubah password user:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > password
old password:
new password: ******
retype new password: ******

Mikrotik mengatur user/pengguna yang terhubung ke router
                           Page 1
            Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
dari console, serial, telnet, SSH atua winbox. User dapat
diotentikasi menggunakan user yang tersimpan di lokal atau
di server RADIUS. Masing-masing user, masuk sebagai anggota
dari group, yang menentukan hak akses dari user tersebut.
User default adalah admin, sebagai anggota dari group
"full".

Untuk menampilkan user yang ada di Mikrotik, eksekusi
perintah berikut:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > user print
Flags: X - disabled
 #   NAME
           GROUP
                 ADDRESS
 0   ;;; system default user
     admin
           full

Terdapat 3 group default bawaan dari Mikrotik yaitu:
- Read
- Write
- Full
Untuk menampilkan informasi group yang ada, eksekusi
perintah berikut:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > /user group print
 0 name="read"
policy=local,telnet,ssh,reboot,read,test,winbox,password,web
,sniff,!ftp,!write,!policy
 1 name="write"
policy=local,telnet,ssh,reboot,read,write,test,winbox,passwo
rd,web,sniff,!ftp,!policy

 2 name="full"
policy=local,telnet,ssh,ftp,reboot,read,write,policy,test,wi
nbox,password,web,sniff

Untuk membuat user baru dengan hak akses read, eksekusi
perintah berikut:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > user add name=operator
group=read

Untuk menampilkan informasi user yang ada di Mikrotik,
                           Page 2
             Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
eksekusi perintah berikut:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > user print
Flags: X - disabled
 #   NAME
           GROUP
                 ADDRESS
 0   ;;; system default user
     admin
           full
                 0.0.0.0/0
 1   operator
           read
                 0.0.0.0/0

3. Menampilkan informasi waktu dari sistem:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > system clock print
            time: 19:22:03
            date: dec/26/2009
  time-zone-name: "manual"
      gmt-offset: +00:00

4. Menampilkan informasi interface (LAN Card):
[admin@stmikbumigora.intra.net] > interface print
Flags: D - dynamic, X - disabled, R - running, S - slave
 #     NAME
                                         TYPE
MTU
 0 R ether1
                                         ether
1500
 1 R ether2
                                         ether
1500

Terlihat ada 2 interface yang terpasang yaitu ether1 &
ether2.

5. Mengubah nama interface untuk mempermudah
mengidentifikasi atau memberikan gambaran mengenai
interface:
a. Mengubah interface ether1 dengan nama "local", karena
interface ini terhubung ke LAN
[admin@stmikbumigora.intra.net] > interface set ether1
                           Page 3
           Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
name=local
b. Mengubah interface ether2 dengan nama "public", karena
interface ini terhubung ke Internet
[admin@stmikbumigora.intra.net] > interface set ether2
name=public

6. Menampilkan informasi interface:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > interface print
Flags: D - dynamic, X - disabled, R - running, S - slave
 #     NAME
                                         TYPE
MTU
 0 R local
                                         ether
1500
 1 R public
                                         ether
1500

7. Mengatur alamat ip pada interface local yang terhubung ke
LAN dengan alamat IP 192.168.1.1 dan subnetmask
255.255.255.0:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip address add address
192.168.1.1/24 interface=local

8. Mengatur alamat ip pada interface public yang terhubung
ke Internet dengan alamat IP 202.134.1.1 dan subnetmask
255.255.255.0:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip address add address
202.134.1.1/24 interface=public
9. Menampilkan informasi alamat-alamat ip pada masing-masing
interface:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 #    ADDRESS           NETWORK         BROADCAST
INTERFACE
 0    192.168.1.1/24    192.168.1.0     192.168.1.255
local
 1    202.134.1.1/24    202.134.1.0     202.134.1.255
public
10. Menampilkan informasi tabel routing
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip route print
                           Page 4
            Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S
- static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC          GATEWAY-STATE
GATEWAY                          DISTANCE INTERFACE
 0 ADC 192.168.1.0/24      192.168.1.1
                             0         local
 1 ADC 202.134.1.0/24      202.134.1.1
                             0         public
11. Mengatur alamat default gateway.
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip route add
gateway=202.134.1.2

12. Menampilkan informasi routing tabel setelah ditambahkan
konfigurasi default gateway
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S
- static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS         PREF-SRC          GATEWAY-STATE
GATEWAY                           DISTANCE INTERFACE
 0 A S 0.0.0.0/0                              reachable
202.134.1.2                       1         public
 1 ADC 192.168.1.0/24       192.168.1.1
                              0         local
 2 ADC 202.134.1.0/24       202.134.1.1
                              0         public

Terlihat terdapat sebuah entry tambahan yang berfungsi
sebagai default route. Paket-paket yang ditujukan diluar
dari alamat jaringan dari masing-masing interface local
(192.168.1.0/24) & public (202.134.1.0/24) akan dirutekan ke
alamat default gateway 202.134.1.2 melalui interface keluar
yaitu interface public.
13. Menampilkan informasi Domain Name System (DNS)
DNS merupakan sebuah system yang melakukan
pemetaan/translasi nama domain ke alamat IP dan sebaliknya.
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip dns print
            primary-dns: 0.0.0.0
          secondary-dns: 0.0.0.0
  allow-remote-requests: no
    max-udp-packet-size: 512
                           Page 5
            Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
             cache-size: 2048KiB
          cache-max-ttl: 1w
             cache-used: 4KiB

14. Mengatur alamat Domain Name System (DNS).
Primary DNS merupakan server DNS utama, sedangkan secondary
DNS adalah server DNS cadangan sebagai backup apabila server
DNS utama mengalami permasalahan.

[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip dns set
primary-dns=202.134.1.10
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip dns set
secondary-dns=61.94.192.12

15. Menampilkan informasi DNS setelah dikonfigurasi pada
langkah sebelumnya:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip dns print
            primary-dns: 202.134.1.10
          secondary-dns: 61.94.192.12
  allow-remote-requests: no
    max-udp-packet-size: 512
             cache-size: 2048KiB
          cache-max-ttl: 1w
             cache-used: 5KiB

16. Memverifikasi koneksi ke alamat IP dari default gateway
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ping 202.134.1.2
202.134.1.2 64 byte ping: ttl=128 time=13 ms
202.134.1.2 64 byte ping: ttl=128 time=1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 1/7.0/13 m

17. Memverifikasi koneksi ke alamat IP dari server DNS
primary
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ping 202.134.1.10
202.134.1.10 64 byte ping: ttl=128 time=1 ms
1 packets transmitted, 1 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 1/1.0/1 ms

18. Memverifikasi koneksi ke alamat IP dari server DNS
secondary:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ping 61.94.192.12
61.94.192.12 64 byte ping: ttl=128 time=3 ms
61.94.192.12 64 byte ping: ttl=128 time<1 ms
                           Page 6
            Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/1.5/3 ms
19. Menampilkan informasi Network Address Translation (NAT)
NAT digunakan untuk mengubah alamat IP sumber atau alamat IP
tujuan dari paket yang melalui router. NAT diperlukan oleh
komputer client di LAN yang menggunakan alamat IP Private
agar dapat mengakses Internet menggunakan alamat IP Public
yang dimiliki oleh interface public dari router.
Terdapat 2 jenis NAT yaitu source NAT (srcnat), dan
destination NAT (dstnat).
a. srcnat: jenis NAT ini dilakukan pada paket yang berasal
dari jaringan yang di-NAT. NAT router mengubah alamat IP
sumber dari paket dengan alamat IP baru saat melalui router.
Operasi sebaliknya dilakukan pada paket-paket balasan yang
bergerak ke arah lainnya.
b. dstnat: jenis NAT ini dilakukan pada paket yang ditujukan
ke jaringan yang di-NAT. Umumnya digunakan untuk membuat
host-host pada jaringan private dapat diakses dari Internet.
NAT router yang melakukan dstnat akan mengubah alamat IP
tujuan dari paket IP yang melalui router menuju jaringan
private.
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
20. Mengatur Network Address Translation (NAT).
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip firewall nat add
action=masquerade out-interface=public chain=srcnat
Keterangan paramater:
- action: aksi yang dilakukan pada paket yaitu masquerade,
melakukan translasi alamat IP sumber ke alamat IP Public.
- out-interface: interface keluar bagi paket, yaitu
interface public.
- chain: menentukan chain yang digunakan yaitu srcnat.

21. Menampilkan informasi NAT setelah dikonfigurasi pada
langkah sebelumnya.
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 0   chain=srcnat action=masquerade out-interface=public

                          Page 7
            Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
22. Memverifikasi koneksi dari komputer client ke alamat IP
default gateway
C:\>ping 202.134.1.2

Pinging 202.134.1.2 with 32 bytes of data:

Reply   from   202.134.1.2:   bytes=32   time=3ms   TTL=127
Reply   from   202.134.1.2:   bytes=32   time=1ms   TTL=127
Reply   from   202.134.1.2:   bytes=32   time=1ms   TTL=127
Reply   from   202.134.1.2:   bytes=32   time=1ms   TTL=127
Ping statistics for 202.134.1.2:
    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 1ms, Maximum = 3ms, Average = 1ms
23. Memverifikasi koneksi dari komputer client ke alamat IP
DNS Server utama:
C:\>ping 202.134.1.10
Pinging 202.134.1.10 with 32 bytes of data:

Reply from 202.134.1.10: bytes=32 time=1ms TTL=127
Ping statistics for 202.134.1.10:
    Packets: Sent = 1, Received = 1, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 1ms, Maximum = 1ms, Average = 1ms
Control-C
^C
24. Memverifikasi koneksi dari komputer client ke alamat IP
DNS Server kedua:
C:\>ping 61.94.192.12

Pinging 61.94.192.12 with 32 bytes of data:
Reply   from   61.94.192.12:   bytes=32   time=1ms   TTL=127
Reply   from   61.94.192.12:   bytes=32   time<1ms   TTL=127
Reply   from   61.94.192.12:   bytes=32   time=2ms   TTL=127
Reply   from   61.94.192.12:   bytes=32   time=1ms   TTL=127
Ping statistics for 61.94.192.12:
    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
                           Page 8
            Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 0ms, Maximum = 2ms, Average = 1ms
25. Menampilkan informasi pool.
Pool merupakan jangkauan alamat yang akan didistribusikan
oleh server Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) ke
client-client di jaringan.

[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip pool print
 # NAME
                                RANGES

26. Membuat pool dengan nama "intranet-pool" dengan alokasi
jangkauan ruang alamat IP yang didistribusikan mulai dari
alamat IP 192.168.1.25 sampai dengan 192.168.1.50:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip pool add
name=intranet-pool ranges=192.168.1.25-192.168.1.50

27. Menampilkan informasi pool setelah dikonfigurasi pada
langkah sebelumnya:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip pool print
 # NAME
                                RANGES
 0 intranet-pool
                                192.168.1.25-192.168.1.50

28. Menampilkan informasi alamat jaringan dan
parameter-parameter lain dari server DHCP:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip dhcp-server network
print
 # ADDRESS             GATEWAY        DNS-SERVER
WINS-SERVER     DOMAIN

29. Mengatur alamat jaringan dari Server DHCP sesuai dengan
alamat IP pada pool yang telah dibuat sebelumnya dan alamat
default gateway serta alamat IP DNS:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip dhcp-server network add
address=192.168.1.0/24 gateway=192.168.1.1
dns-server=202.134.1.10 domain=telkom.net

30. Menampilkan informasi alamat jaringan dari Server DHCP
setelah dikonfigurasi pada langkah sebelumnya:

[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip dhcp-server network
                           Page 9
            Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
print
 # ADDRESS             GATEWAY        DNS-SERVER
WINS-SERVER     DOMAIN
 0 192.168.1.0/24      192.168.1.1    202.134.1.10
         telkom.net

31. Menerapkan pool dari Server DHCP yang telah dibuat
sebelumnya pada interface local, agar client-client yang
melakukan permintaan DHCP Request dapat memperoleh alamat IP
dari Server DHCP:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip dhcp-server add
interface=local address-pool=intranet-pool

32. Menampilkan informasi penerapan pool Server DHCP pada
interface local:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip dhcp-server print
Flags: X - disabled, I - invalid
 #    NAME                    INTERFACE
RELAY            ADDRESS-POOL                   LEASE-TIME
ADD-ARP
 0 X dhcp1                    local
             intranet-pool                   3d
33. Mengaktifkan Server DHCP "dhcp1" untuk pool
"intranet-pool" pada interface local
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip dhcp-server enable 0
34. Menampilkan informasi penerapan pool server DHCP pada
interface setelah diaktifkan pada langkah sebelumnya:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip dhcp-server print
Flags: X - disabled, I - invalid
 #    NAME                   INTERFACE
RELAY           ADDRESS-POOL                    LEASE-TIME
ADD-ARP
 0    dhcp1                  local
             intranet-pool                   3d
35. Mengatur fasilitas hotspot dari mikrotik
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip hotspot
[admin@stmikbumigora.intra.net] /ip hotspot> setup
Select interface to run HotSpot on
hotspot interface: local   <--- antarmuka yang digunakan
oleh hotspot
                           Page 10
            Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
Set HotSpot address for interface
local address of network: 192.168.1.1/24 <-- mengatur alamat
ip gateway bagi pengguna hotspot
masquerade network: yes <-- mengaktifkan fasilitas translasi
alamat
Set pool for HotSpot addresses

address pool of network: 192.168.1.25-192.168.1.50 <--
menentukan alamat pool yang digunakan
Select hotspot SSL certificate

select certificate: none <-- menentukan sertifikat Secure
Socket Layer (SSL) yang digunakan
Select SMTP server
ip address of smtp server: 0.0.0.0 <-- mengatur alamat ip
dari server SMTP
Setup DNS configuration
dns servers: 202.134.1.10,61.94.192.12 <-- mengatur alamat
ip dari server dns
DNS name of local hotspot server
dns name: telkom.net <-- nama domain
Create local hotspot user
name of local hotspot user: admin <-- nama dari user hotspot
lokal
password for the user: 123456 <-- password untuk user admin
36. Menampilkan informasi hotspot:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip hotspot print
Flags: X - disabled, I - invalid, S - HTTPS
 #   NAME                     INTERFACE
ADDRESS-POOL                  PROFILE
IDLE-TIMEOUT
 0   hotspot1                 local
intranet-pool                 hsprof1                    5m

37. Menampilkan informasi user lokal pada hotspot:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip hotspot user print
Flags: X - disabled, D - dynamic
 #   SERVER                          NAME
                          Page 11
             Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
     ADDRESS         PROFILE                        UPTIME
 0                                    admin
                     default                        0s

38. Membuat user baru di hotspot:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip hotspot user
[admin@stmikbumigora.intra.net] /ip hotspot user> add
name=putu
address copy-from email             limit-bytes-out
limit-uptime password routes
comment disabled    limit-bytes-in limit-bytes-total
mac-address   profile   server
[admin@stmikbumigora.intra.net] /ip hotspot user> add
name=putu password=123456
[admin@stmikbumigora.intra.net] /ip hotspot user> print
Flags: X - disabled, D - dynamic
 #   SERVER                          NAME
    ADDRESS         PROFILE                         UPTIME
 0                                   admin
                    default                         0s
 1                                   putu
                    default                         0s
39. Konfigurasi Wireless Client untuk terhubung ke hotspot
melalui Access Point dengan SSID yang telah dikonfigurasi.

40. Menampilkan informasi alamat IP yang sudah
didistribusikan ke client-client wireless
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip dhcp-server lease print
Flags: X - disabled, R - radius, D - dynamic, B - blocked
 #    ADDRESS                      MAC-ADDRESS
HOST-NAME             SERVER              RATE-LIMIT
   STATUS
 0 D 192.168.1.50                  00:23:69:0B:E6:80 putu
              dhcp1
bound
41. Menampilkan informasi user lokal hotspot yang telah
aktif (sukses) melalui proses otentikasi hotspot:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > ip hotspot active print
Flags: R - radius, B - blocked
 #    USER
    ADDRESS         UPTIME        SESSION-TIME-LEFT
IDLE-TIMEOUT
                           Page 12
            Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
 0     admin
     192.168.1.49   1m55s
42. Membackup konfigurasi sistem:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > system backup save
name=backup.26.09.2009
Saving system configuration
Configuration backup saved

43. Menampilkan informasi file yang tersimpan di router:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > file print
 # NAME                                    TYPE
                       SIZE                CREATION-TIME
 0 hotspot                                 directory
                                           dec/26/2009
19:06:51
 1 hotspot/radvert.html                    .html file
                       1481                dec/26/2009
19:06:51
 2 hotspot/md5.js                          .js file
                       7218                dec/26/2009
19:06:51
 3 hotspot/logout.html                     .html file
                       1813                dec/26/2009
19:06:51
 4 hotspot/login.html                      .html file
                       3380                dec/26/2009
19:06:51
 5 hotspot/xml                             directory
                                           dec/26/2009
19:06:51
 6 hotspot/xml/logout.html                 .html file
                       359                 dec/26/2009
19:06:51
 7 hotspot/xml/login.html                  .html file
                       787                 dec/26/2009
19:06:51
 8 hotspot/xml/WISPAccessGatewayParam.xsd .xsd file
                       4251                dec/26/2009
19:06:51
 9 hotspot/xml/flogout.html                .html file
                       361                 dec/26/2009
19:06:51
10 hotspot/xml/rlogin.html                 .html file
                            Page 13
           Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
                     530                  dec/26/2009
19:06:51
11 hotspot/xml/alogin.html                .html file
                      821                 dec/26/2009
19:06:51
12 hotspot/xml/error.html                 .html file
                      416                 dec/26/2009
19:06:51
13 hotspot/img                            directory
                                          dec/26/2009
19:06:51
14 hotspot/img/logobottom.png             .png file
                       4317               dec/26/2009
19:06:51
15 hotspot/rlogin.html                    .html file
                       739                dec/26/2009
19:06:51
16 hotspot/errors.txt                     .txt file
                       3615               dec/26/2009
19:06:51
17 hotspot/status.html                    .html file
                       2917               dec/26/2009
19:06:51
18 hotspot/alogin.html                    .html file
                       1293               dec/26/2009
19:06:51
19 hotspot/redirect.html                  .html file
                       213                dec/26/2009
19:06:51
20 hotspot/error.html                     .html file
                       898                dec/26/2009
19:06:51
21 hotspot/lv                             directory
                                          dec/26/2009
19:06:51
22 hotspot/lv/radvert.html                .html file
                      1475                dec/26/2009
19:06:51
23 hotspot/lv/logout.html                 .html file
                      1843                dec/26/2009
19:06:51
24 hotspot/lv/login.html                  .html file
                      3408                dec/26/2009
19:06:51
                             Page 14
            Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
25 hotspot/lv/errors.txt                   .txt file
                      3810                 dec/26/2009
19:06:51
26 hotspot/lv/status.html                  .html file
                      2760                 dec/26/2009
19:06:51
27 hotspot/lv/alogin.html                  .html file
                      1303                 dec/26/2009
19:06:51
28 backup.26.09.2009.backup                backup
                      14404                dec/26/2009
19:22:48

44. Menampilkan informasi sumber daya komputer Mikrotik:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > system resource print
                   uptime: 1h6m16s
                  version: "3.20"
              free-memory: 697212kB
             total-memory: 719248kB
                      cpu: "Intel(R)"
                cpu-count: 1
            cpu-frequency: 2666MHz
                 cpu-load: 1
           free-hdd-space: 59748kB
          total-hdd-space: 101022kB
  write-sect-since-reboot: 1342
         write-sect-total: 1342
        architecture-name: "x86"
               board-name: "x86"
45. Menampilkan informasi lisensi mikrotik:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > system license print
    software-id: "FAVD-NFT"
  upgradable-to: v4.x
         nlevel: 5
       features:
46. Me-restart mikrotik:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > system reboot

47. Mematikan mikrotik:
[admin@stmikbumigora.intra.net] > system shutdown

48. Mereset mikrotik.
                          Page 15
            Instalasi & Konfigurasi Mikrotik.txt
Reset digunakan untuk mengembalikan router mikrotik ke
konfigurasi default, sehingga menghapus konfigurasi yang
aktif saat ini.
[admin@stmikbumigora.intra.net] > system reset




                          Page 16

								
To top