hukum adat

Document Sample
hukum adat Powered By Docstoc
					Hukum Adat
                                        HUKUM ADAT

       Adat Adalah merupakan dari pada kepribadian sesuatu bangsa, merupakan salah satu
penjelmaan dari pada jiwa bangsa yang bersangkutan dari abad kea bad.
       Tiap bangsa di Dunia ini memiliki adapt kebiasaan sendiri yang satu dengan yang lain
tidak sama. Oleh karena itu ketidaksamaan inilah yang menyebabkan adapt tersebut
merupakan unsure yang terpenting yang memberikan identitas kepada bangsa yang
bersangkutan. Didalam Negara RI adapt yang dimiliki oleh suku-suku bangsa adalah berbeda2
meskipun dasar serta sifat nya adalah satu yaitu : ke Indonesiaannya.
       Adat istiadat yang hidup serta yang berhubungan dengan tradisi rakyat inilah yang
merupakan sumber yang mengagumkan bagi hokum adapt kita.

Hukum adapt Menurut beberapa sarjana adalah :

   1. NM Joyo Diguno SH.

Hukum tidak bersumber pada peraturan2

   2. Suroyo

Suatu complex norma2 yang bersumber pada perasaan keadilan rakyat yang selalu
berkembang serta meliputi peraturan2 tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari2 dalam
masyarakat, sebagian besar tidak tertulis, senantiasa di taati dan dihormati oleh rakyat, karena
mempunyai akibat hokum.

Prof. Dr Soepomo SH mengatakan :
Hukum adapt terus menerus dalam keadaan tumbuh dan berkembang seperti hidup itu sendiri.

Van Volen Hoven mengatakan :
Hukum adapt berkembang dan maju terus. Keputusan2 adat menimbulkan hokum adapt

      Hukum adapt pada waktu yang lalu agak berbeda isinya, hokum adapt menunjukkan
perkembangan jadi hokum adapt itu tidak statis.




HUKUM ADAT ADA 2 UNSUR

   1. Unsur Kenyataan

Adapt itu dalam keadaan yang sama selalu diindahkan oleh rakyat.
      2. Unsur Psikologis

   Terdapat adanya keyakinan pada rakyat bahwa adapt itu di maksud mempunyai kekuatan
   hokum. Unsur psikologis inilah yang menimbulkan adanya “kewajiban hokum” (opinion Juris
   Neccesitatis).

   BIDANG-BIDANG HUKUM ADAT

      1.   Hukum Negara
      2.   Hukum Tata Usaha Negara
      3.   Hukum Pidana (Soepomo menyebutkan Hukum Adat Delik)
      4.   Hukum Perdata.
      5.   Hukum antar bangsa adapt.



          Dari semua macam hokum tersebut diatas hanya hokum perdata adapt materillah yang
   tidak terdesak oleh zaman penjajahan sehingga sampai hari ini masih berlaku dengan
   mengalami pengaruh-pengaruh yang tidak sedikit.

   Timbulnya Hukum Adat
          Apabila sesuatu peraturan adapt istiadat yang hidup dalam masyarakat menjadi tradisi
   dapat diakui sebagai peraturan hokum.
     Menurut beberapa sarjana timbulnya hokum adapt adalah :
- Van Vollen Hoven
          Apabila hakim menemui bahwa ada peraturan2 adat, tindakan2 atau tingkah laku yang
  oleh adapt dan yang oleh masyarakat dianggap patut dan mengikat para penduduk serta ada
  perasaan umum yang menyatakan bahwa peraturan2 itu harus ditetapkan oleh para kepala
  adapt dan petugas hokum lainnya maka peraturan2 adat itu terang bersifat hokum.
- Teer Haar
          Menyatakan bahwa hokum adapt yang berlaku hanya dapat diketahui dari penetapan2
  petugas hokum seperti :
 Kepala adapt
 Hakim
 Rapat adapt
 Perangkat (perabot)
 Dsbnya.
  Yang dinyatakan di dalam atau di luar persengketaan
- Logemann
          Menyatakan bahwa norma2 yang hidup adalah norma pergaulan hidup bersama yaitu :
  ‘Peraturan2 tingkah laku yang harus diturut oleh segenap warga pergaulan hidup bersama itu’.
  Maka apabila ternyata bahwa ada suatu norma yang berlaku, norma itu tentu mempunyai
  sanksi, sanksi apapun dari yang paling ringan sampai yang berat.
  Orang dapat menganggap segala norma yang mempunyai sanksi itu semuanya adalah norma
  hokum.
- Soepomo
         Menyatakan bahwa suatu peraturan mengenai tingkah laku manusia pada suatu waktu
  mendapat sifat hokum pada ketika petugas hokum yang bersangkutan mempertahankannya
  terhadap orang yang melanggar peraturan itu atau pada ketika petugas hokum bertindak untuk
  mencegah pelanggaran itu.

           Tiap peraturan hokum adapt adalah timbul berkembang dan selanjutnya lenyap, dengan
   lahirnya peraturan baru, sedang peraturan baru itu berkembang juga akan tetapi kemudian
   akan lenyap, dengan perubahan perasaan keadilan akan hidup di hati nurani rakyat yang
   menimbulkan perubahan peraturan begitulah seterusnya, keadaannya seperti jalannya ombak
   di pesisir Sumatera.

   Wujud Hukum Adat
   Di dalam masyarakat hokum adapt terlihat dalam 3 wujud yaitu :

      1. Hukum yang tidak tertulis (Ius Non Scriptum).

   Inilah yang merupakan bagian terbesar.

      2. Hukum yang tertulis (ius Scriptum).

   Ini sebagian kecil saja.
   Misalnya :
   Perturan perundang-undangan yang dikeluar kan raja2 atau sultan2 dahulu di jawa, Bali, dan di
   Aceh.

      3. Uraian2 Hukum secara tertulis lazimnya.

   Uraian2 ini adalah :
   Merupakan suatu hasil penelitian yang dibukukan seperti antara lain :
   Buku hasil penelitian Soepomo yang berjudul “Hukum Perdata Adat Jawa Barat” dan buku
   hasil penelitian Jaya Diguno/Tirta winata yang diberi judul “Perdata Adat Jawa Tengah”.

   Kekuatan materil Peraturan Hukum Adat
            Kekuatan materil dari pada peraturan hokum adapt itu tidaklah sama, apabila penetapan
   itu di dalam kenyataan social sehari2 diturut oleh masyarakat maka kekuatan materil penetapan
   itu adalah 100 %, sebaliknya sesuatu penetapan yang tidak diturut di dalam kehidupan sehari2
   oleh rakyat meskipun secara formal (resmi atau lahiriah) mengandung peraturan hokum
   kekuatan materilnya adalah nihil.
            Tebal atau tipisnya kekuatan materil sesuatu peraturan hokum adapt adalah tergantung
   pada faktor2 sebagai berikut :
     a. Lebih atau kurang banyaknya penetapan2 yang serupa yang memberikan stabilitas
        kepada peraturan hokum yang diwujudkan oleh penetapan2 itu.
     b. Seberapa Jauh keadaan social di dalam masyarakat yang bersangkutan mengalami
        perubahan
     c. Seberapa jauh peraturan yang diwujudkan itu selaras dengan sistim hokum adapt yang
        berlaku
     d. Seberapa jauh peraturan itu selaras dengan syarat2 kemanusiaan.


Teori Reseption Complexu (Mr. L.W.C van Den Berg)
       Seorang SH yang pernah menjabat berbagai jabatan penting sebagai penasehat bahasa
timur dan hokum islam pada pemerintah colonial Belanda sebagai Guru besar di Derpt dan
sebagai penasehat departemen jajahan di Negeri Belanda ia mengemukakan suatu teori

Inti dari pada teori yang dikemukakan Van Den Berg ini adalah :
Hukum Pribumi ikut agamanya, karena jika memeluk agama harus juga mengikuti hukum2
agama itu dengan setia.
Contoh :

        Harta selama perkawinan         :   Hukum Agama
        Harta Pusaka                    :   Hukum Adat

Minang        :       Hukum Adat dulu baru hokum Islam.
Van Vollen Hoven Sangat menentang Teori Van Den Berg.
      Van Vollen Hoven menyatakan hokum adapt itu hokum asli masyarakatnya dengan di
tambah di sana sini dengan ketentuan2 hukum agama.

Faktor2 yang mempengaruhi proses perkembangan hokum adapt :
       Disamping iklim dan juga watak bangsa yang bersangkutan maka faktor2 penting yang
mempengaruhi hokum adapt ialah :

     a. Faktor Magic/Animisme

Pengaruh Magic dan Animisme ini khususnya terlihat dalam 4 hal yaitu :

             1. Pemujaan roh2 leluhur sehingga hokum adapt oleh bangsa barat disebut
                sebagai adapt leluhur.

Ex       :      China

             2. Percaya adanya roh2 jahat dan gaib

Ex       :      Jepang
              3. Takut kepada hukuman atau pembalasan oleh kekuatan2 gaib.
              4. Dijumpainya dimana2 orang2 yang oleh rakyat (masyarakat, penduduk)
                dianggap dapat melakukan hubungan dengan roh2 jahat dan kekuatan gaib
                tersebut diatas.
      b. Faktor agama.

   Agama di Indonesia yang mempengaruhi hokum adapt adalah agama :
- Hindu
   Pengaruh agama Hindu yang terbesar terdapat di Bali khususnya dalam soal pemerintahan
   Raja dan pembagian kasta, sedangkan dalam hokum adapt Bali agama Hindu sedikit sekali
   mempengaruhinya.
- Islam
   Agama Islam Sangat mempengaruhi hokum Adat di Indonesia terutama dalam Proses
   perkawinan dan lembaga Wakaf
- Kristen

          Agama Kristen juga mempengaruhi hokum adapt asli masyarakat pemeluk agama
   Kristen khusunya dalam perkawinan. Dan dalam perkawinan masyarakat Kristen dilaksanakan
   menurut agama Kristen dan juga hokum adapt, hal ini terlihat pada suku bangsa Batak.

      c. Kekuasaan2 yang lebih tinggi dari penguasa tinggi adat

          Misalnya kekuasaan raja2, kepala nagari. Pengaruh kekuatan ini ada yang positif ada
   pula yang negative. Yang positif sesuai dengan masyarakat yang bersangkutan, sedangkan
   yang negative biasanya menginjak2 persekutuan hokum yang bersangkutan, hal ini terjadi
   karena masyarakat tersebut dibawah kekuasaan yang mengeluarkan peraturan

      d. Hubungan Dengan Orang2 barat (kekuasaan Asing)

          Faktor ini sangat besar pengaruhnya, hal inilah yang menyebabkan hokum adapt
   terdesak dari beberapa bidang kehidupan hokum. Hukum Adat yang semula sudah meliputi
   segala bidang kehidupan hokum oleh kekuasaan asing (Belanda) menjadi terdesak sedemikian
   rupa sehingg Praktis akhirnya tinggal hanya bidang perdata materil saja.
   Alam pikiran Barat yang dibawa oleh orang2 asing ke dalam pergaulan hukumnya, sehingga
   mempengaruhi cara berfikir orang Indonesia. Yang utama lhirnya sifat individualistis terutama di
   kota2 besar.

   Nilai2 yang universal dalam hokum adapt.
   Hukum adapt yang tradisional itu menunjukkan juga adanya nilai2 yang universal yaitu :

      1. Azas2 Gotong Royong.
      2. Fungsi social manusia dan milik dalam masyarakat
      3. Asas Persetujuan sebagai dasar kekuasaan Umum
       4. Asas perwakilan dan permusyawaratan dan sistim pemerintahan.


       Nilai2 Universal tersebut diatas tercermin atau di laksanakan oleh masyarakat desa dan
    memberikan corak hidup bagi mereka.
    Misal :

       a. Azas gotong royong.

    Azas ini jelas nampak dengan adanya kebiasaan untuk bekerja bersama-sama untuk
    kepentingan bersama.
    Ex :
-   Membangun dan memelihara saluran2 air guna mengairi sawah2
-   Membangun dan memelihara Majid desa.
-   Membangun dan memelihara tanggul desa.

       b. Asas fungsi sosial dan milik masyarakat

    Dicerminkan juga dalam kebiasaan azas gotong royong tersebut diatas (fungsi sosial manusia),
    sedangkan fungsi sosial milik nampak juga dalam kebiasaan si pemilik mengizinkan warga2
    sedesnya dalam keadaan2 tertentu menggunakan hak miliknya

       c. Asas Persetujuan sebagai dasar kekuasaan Umum

    Nampak dalam pelaksanaan Pamong Desa, dimana kebiasaan kepala desa dalam mengambil
    keputusan2 untuk /menyangkut kepantingan bersama mengenai kehidupan desanya selalu
    dibicarakan di balai desa untuk mencari mufakat.

       d. Asas perwakilan dan permusyawaratan dan sistim pemerintahan.

    Penuangannya dalam kehidupan sehari2 di desa berwujud dalam Lembaga Balai Desa (yang
    dimaksud diatas)

          Hal ini terlihat dalam pelaksanaan pemerintahan desa dimana sudah jadi kebiasaan
    bahwa kepala desa dalam mengambil keputusan yang penting yang menyangkut kehidupan
    desanya selalu lebih dahulu membicarakannya dibalai desa untuk mendapatkan pemufakatan.

    Sumber-sumber hokum adapt Adalah :
    Kebiasaan dan adapt istiadat yang berhubungan dengan tradisi rakyat :

          Kebudayaan tradisional rakyat,
          Perasaan keadilan yang hidup di dalam hati nurani Rakyat.
          Rasa keadilan di dalam berhubungan tanpa pamrih.
  Sumber untuk mengenal hokum adapt itu adalah :
- Pepatah2 adat
- Yurisprudensi.
- Laporan2 Penelitian.
- Dokumen2 bersejarah yang memuat tentang hokum adapt.
- Buku2 ataupun peraturan2 yang dikeluarkan oleh raja2.
- Buku2 karangan para ahli hokum Adat.



   Sistim Hukum Adat
          Tiap hokum merupakan suatu sistim artinya Komplek atau kumpulan norma2nya. Itu
   merupakan suatu kebulatan sebagai wujud dari kesatuan alam pikiran yang hidup di dalam
   masyarakat.

          Sistim hokum adapt bersendi atas dasar dalam fikiran bangsa Indonesia. Hukum adapt
   memiliki corak2sebagai berikut :

       a. Mempunyai sifat kebersamaan atau communal yang kuat, Artinya : manusia menurut
          hokum adapt merupakan mahkluk dalam ikatan kemasyarakatan yang erat, rasa
          kebersamaan ini meliputi seluruh lapangan hokum adapt.
       b. Mempunyai Corak religius/Magic yang berhubungan dengan pandangan hidup alam
          Indonesia
       c. Hukum adapt diliputi oleh pikiran penataan serta kongkrit tapi nyata artinya : hokum
          adapt sangat memperhatikan banyaknya dan berulang-ulangnya perhubungan hidup
          yang kongkrit.

d. Hukum adapt mempunyai sifat yang fisual artinya perhubungan hokum dianggap hanya terjadi
   oleh karena ditetapkan dengan suatu ikatan yang dapat dilihat.
   Misalnya fisualnya dalam kehidupan sehari-hari ada tandanya ex tunagan tandanya tukar
   cincin.



   PEPATAH ADAT
          Kecuali istilah2 hukum adapt diberbagai lingkungan hokum adapt terdapat pula pepatah
   adapt yang sangat berguna sebagai petunjuk tentang adanya sesuatu peraturan hokum adapt,
   pepatah adapt memberikan/memberi lukisan tentang adanya aliran hokum yang tertentu,
   pepatah adapt baik untuk diketahui dan disebut akan tetapi pepatah itu tidak boleh dipandang
   sebagai pasal2 kitab UU. Pepatah adapt tidak memuat peraturan Hukum Positif. Pepatah adapt
   hanya mengandung aliran Hukum dalam bentuk yang menyolok saja.Pepatah aAdat bukan
   merupakan sumber hokum adapt melainkan mencerminkan dasar hokum yang tidak tegas
1. Contoh Dari daerah Tapanuli Yaitu :
   Togu Urat Nibolu, Toguan Urat nipadang, Togu Penanidok ni uhum, Toguan na nidok ni padan.
      Artinya :
      Akar bamboo kuat, akan tetapi akar rumput lebih kuat lagi
   Maksud dari pada pepatah adapt ini mengandung dasar hokum bahwa Peraturan2 hukum
   Positif adalah kuat akan tetapi sesuatu persetujuan adalah lebih kuat daripada peraturan hokum
   secara ringkasnya yang diutamakan musyawarahnya.
2. Contoh Pepatah Dari minangkabau
      Sakali aia gadang, sakali tapian baranjak sakali rajo baganti sakali adapt berubah
      Artinya :
   Apabila air meluap tempat pemandian bergeser, apabila raja diganti atau ditukar maka adapt
   akan berganti pula.
   Maksud dari pepatah itu adalah bahwa adapt itu tidak statis melainkan berubah menurut
   perubahan yang berlaku dengan penggantian kepala adapt.

PERSEKUTUAN HUKUM
         Di dalam Hukum Adat ada kelompok bersama yang terdiri dari banyak orang mereka
  hidup berkumpul tinggal bersama2 di dalam satu daerah serta mempunyai cara hidup dan
  peraturan yang sama, menikmati kekayaan alam seperti tanah dan air dari wilayah yang
  mereka tempati .
          Mereka merupakan satu kesatuan yang bertindak dalam satu kesatuan hokum. Bukan
  saja segala kekayaan alam di sekitarnya kepunyaan bersama, malahan tempat tinggalnya pun
  kepunyaan bersama merupaka satu rumah besar yang dapat ditempati oleh seluruh keluarga.
  Rumah keluarga tersebut dapat diperbesar menurut keperluan penghuninya. Seluruh anggota
  persekutuan ini merasa terikat satu sama lain dan berasal dari keturunan yang satu.
          Perasaan mempunyai ikatan kekeluargaan ini menimbulkan rasa tanggung jawab setiap
  anggotanya terhadap seluruh kepentingan bersama.
         Kumpulan manusia yang merupakan kesatuan seperti tersebut diatas dinamakan
  Persekutuan Hukum (Recht Gemenchaapen). Faktor yang mengikat persekutuan itu mungkin
  satu benda suci yang sama2 dipelihara dan dipuja sejak zaman nenek moyang karena
  mempunyai kekuatan magic yang dianggap menyelamatkan seluruh masyarakat, mungkin juga
  karena keturunan dan daerah tempat tinggal, mungkin juga gabungan keduanya yang banyak
  dipakai menjadi dasar pokok kesatuan ialah factor keturunan dan daerah.
         Benda Suci di Sulawesi Selatan terkenal dengan sebutan ARAJANG, GAUKANG dan
  KALOMPOAN Biarpun merupakan benda yang tidak berarti bagi orang lain tetapi bagi
  masyarakatnya dianggap sebagai suatu pengikat yang dapat menyelamatkan anggota
  persekutuannya yang mempunyai kekuatan gaib /Magic.

1. Factor Genologi(Keturunan)
       Persekutuan yang berdasarkan satu keturunan sedarah berasal dari satu nenek moyang
   yang satu kemudian berkembang menjadi satu keluarga yang seketurunan. Jumlahnya
   bertambah dan daerah yang ditempati meluas tetapi tetap dalam satu ikatan kekeluargaan yang
   sedarah.
       Faktor genelogi mempunyai beberapa corak yang berlainan karena perubahan mengambil
   keturunan. Garis keturunan diambil secara sepihak (unilateral) yang mungkin menurut ibu
   (matrilineal) atau menurut bapak (patrilinial) ada juga yang menentukan garis keturunan
   kedua pihaknya yaitu ibu dan bapak (bilateral) yang berdasarkan kedua orang tua
   (parental).
      Sedangkan ada pula yang disebut dengan ‘Double unilateral’ mengenai garis keturunan
   yang lain dari itu. Sesudah bapak garis keturunan diambil dari kakek (bapak dari bapak saya)
   nenek tidak termasuk sedang dari pihak ibu garis keturunan diambil dari nenek (ibu dari ibu
   saya) kakek tidak termasuk ke dalamnya.

a. Patriliniar (pertalian Darah menurut garis keturunan Bapak)
           Garis keturunan melalui orang laki2 saja. Anak mengikuti keturunan bapak menjadi
   anggota clan bapaknya, Bapak mengikuti kakek dan seterusnya. Kesemuanya berpusat pada
   satu Bapak asal kedudukan bapak lebih tinggi dari pada Ibu baik ke dalam maupun keluar,
   bapaklah yang menentukan segala sesuatunya.Keturunan laki-laki sangat diperlukan karena
   dialah yang akan meneruskan keturunan.
           Contoh :
- Batak
- Nias
- Sumba
b. Matreliniar (pertalian darah meneurut garis ibu )
          Garis keturunan melalui orang perempuan saja, anak menjadi anggota clan ibunya.
   Yang menjadi atau yang memegang peranan di dalam masyarakat adalah “Mamak” saudara
   laki2 dari ibu. Dialah yang menentukan segala sesuatunya. Laki2 yang tertua menjadi kepala
   keluarga yang dinamakan “mamak kepala waris”. Bapak tidak memegang peranan/berkuasa di
   dalam rumah dan dia disebut ‘urang sumando’. Keturunan dari ibu asal merupakan keluarga
   yang rapat, saudara seibu kedudukannya lebih tinggi atau lebih rapat dari pada saudara
   sebapak.
          Contoh :
- Minangkabau.
       c. Parental (mengambil garis keturunan kepada kedua orang tua)
          Kedudukan kedua orang tua di dalam bentuk ini sama tinggi. Terhadap keluarga ibu dan
   keluarga bapak sama kedudukannya. Terhadapke dua belah pihak (Bapak-Ibu) anak2 memiliki
   hubungan hokum yang sama, pertalian kekeluargaan yang sama.
          Contoh          :
- Jawa
- Aceh
- Bali
- Kalimantan

2. Faktor Teritorial
          Persekutuan Hukum berdasarkan kepada hubungan hidup bersama di dalam suatu
   daerah yang menjadi persoalan bukan perhubungan darah tetapi lingkungan daerahnya dimana
   para anggotanya tinggal, para anggota bergabung didalam satu ikatan dengan tata susunan
      kedalam. Dan bertindak sebagai satu kesatuan keluar, meninggalkan daerah untuk sementara
      tidak berarti keluar dari persekutuan. Bagi mereka sebagai pendatang hendak memasuki
      persekutuan diperlukan jangka waktu tertentu dan memenuhi syarat2 yang ditentukan oleh
      adapt.
          Didalam factor territorial ini factor genelogi sering memegang peranan di dalam tata
      susunan.
   a. Persekutuan Desa
             Para Penduduk diikat bersama karena mempunyai satu tempat kediaman mungkin ada
      tempat lain yang agak kedalam ditempati oleh anggotanya. Tetapi para kepala2 persekutuan
      sama2 tinggal di pusat dari persekutuan itu.
      Contohnya :
      Desa di jawa Dan di Bali.
   b. Persekutuan Daerah
             Apabila di dalam suatu daerah yang telah mempunyai beberapa desa walaupun
      masing2 desa itu mempunyai tata susunan tersendiri, tetapi masih termasuk sebagian dari
      persekutuan daerah yang mempunyai wilayah dan harta kekayaan, Tanah2, hutan Rimba baik
      yang telah dikerjakan ataupun yang belum
      Contoh nya :
      Kuria di anggola dan mandailing dengan huta2nya, marga di sumsel dengan dusun2nya,
      daerah datuk kaya di Riau beserta kampung2nya.
   c. Perserikatan Desa
             Beberapa Desa yang letaknya berdekatan menggabungkan diri mengadakan perjanjian
      untuk sama2 memelihara kepentingan bersama.
      Seperti : mengurus pengairan
      Para kepala dari desa2 itu mengadakan kerja sama (mengurus pengairan) sebagai anggota
      keluarga yang sama dan dengan kedudukan yang sama pula, perserikatan yang seperti ini
      terdapat di Batak dengan HUTA2 nya.



       LINGKUNGAN HUKUM (Lingkaran Hukum)
       Menurut Van Vollen Hoven
               Hindia Belanda (Indonesia Sekarang) dibaginya ke dalam 19 lingkungan hokum
       (lingkaran Hukum) yang dapat di bagi lagi di dalam beberapa daerah yang lebih kecil yang
       diberinya nama Rechtskringan yang terdiri dari beberapa Rechtsgouwen, ke 19 itu adalah :

          1. Aceh
                    Aceh Besar
                    Pidi Utara, Pidi Timur, Pidi Barat
                    Semeulue
                    Singkel

2. -   Tanah Gayo, alas, dan batak
       Tanah Gayo (Gayo Luas)
       Tanah Alas
      Tanah Batak (Tapnuli)
   -   Tapanuli Utara
   a.  Pak-Pak (barus), Dairi
   b.  Karo
   c. Simalungun.
   d.  Toba (samosir), Balige, Laguboti, Lumban, Julu
   -   Tapanuli Selatan
   a.  Padang Lawas
   b.  Angkola
   c. Mandailing ( Sayur Motinggi )
   d.  Toba (samosir, Balige, Laguboti, lumban)
   -   Nias (Nias Selatan)
3.-    Minangkabau
    - agam,
   - Tanah datar,
   - 50 Kota,
   - Padang pariaman,
   - Kurinci,
   - Daerah kampar
   - Mentawai (pagai)

          4. Sumatera Selatan

   a. Bengkulu
   - Rejang
   b. Lampung
          - Abung,
          - Paminggir,
          - Pubian,
          - Rebang,
          - Gedung tatakan,
          - Tulang bawang
   c. Palembang
   Anak Lakican,
   Jelma daya,



   Pasemah,
   Semendo
   d. Jambi
         Penduduk batin, dan pengulu
       5. Daerah Melayu ( Lingga Riau, indragiri, sumatera timur dan banjar)
       6. Bangka Belitung
       7. Kalimantan, dayak, Kalbar, kapuas hulu, Kalimantan Tenggara, mahakam Hulu, Pasir,
           Dayak Kenya, Dayak kelemanten, Dayak Landak, Dan Tayan, Dayak lawangan, Lepo
           Alim, Lepo Time, Longgla, dayak Makanyanpatai, Dayak Makanyan Siung, Dayak
           Ngaju, Dayak od Danun dan dayak Penyambung punan.
       8. Minahasa (menado)
       9. Gorontalo (Goalemo dan Bolangmongondo)
       10. Daerah toraja (sulawesi tengah, toraja, Toraja barih, toraja barat, sigi,khaili, tawaili,
           toraja sadan, tomori, tolainang dan kapulauan banggai)
       11. Sulawesi Selatang (Bugis, Bone, Goa, Laikang, Ponre, Mandar, Makassar, salajar dan
           Muna).
       12. Kepulauan ternate (ternate, Tidore, Halmahera)
       13. Maluku (Ambon, Hitu, Banda, uliasa,saparua, Buru, Seram, Kepulauan Kai, Kepulauan
           Haru dan Kisar)
       14. Irian
       15. Kepulauan Timor (Timor, Timor Tengah, Molo, Sumba, Karang Asem, Buleleng,
           Jembrana, Lombok,Sumbawa)
       16. Bali dan Lombo (Bali, Kastala, Karang Asem, Buleleng. Jembrana, Lombok, Sumbawa)
       17. Jawa Tengah dan Jawa Timur Serta Madura (Jawa tengah, kedu, purworwjo,
           tulungagung, jawa timur, Surabaya, dan madura)
       18. Swapraja solo dan jogja
       19. Jawa Barat (Sunda, Jakarta, Banten, Dan Preanger)


            Lingkungan Hukum Ada yang bersamaan letaknya dengan pembagian daerah2 tetapi
    tidak jarang juga dari Batas2 daerah seperti : Karo dan simalungun berada di sumatera Timur
    Bukan di tapanuli begitupula gayo dan alas diaceh.
            Perpindahan penduduk secara berkelompok membawa adapt kebiasaannya ketempat
    kediaman yang baru, perpindahan ini ada karena kehendak sendiri dan ada pula karena diatur
    oleh Pemerintah dengan cara seperti Transmigrasi sedang dengan kemauan sendiri
    contohnya :
    Danau Toba ke Tapanuli Selatan di Sayur matingge dan
    Dari Minang kabau ke Aceh Barat
    Dari Bugis ke Bali, Lombok.
    Dari Banjar ke Indra giri.
            Yang diatur oleh pemerintah orang jawa ke sumsel, sumbar. Di tempat yang baru
    mereka meneruskan adatnya dan dapat mempengaruhi tempat tinggal yang baru tersebut,
    kebudayaan lama hilang atau tercampur.



                                           PERKAWINAN
         Perkawinan terdiri dari :
     1. Menurut Jumlah
a.     Monogami
b.     Bigami
c.     Poligami
d.     Poliandry
     2. Menurut Kekeluargaan
     a. Exogami
         Calon berasal dari luar kampung
     b. Endogami
         Calon berasal dari dalam kampung
     c. Elektrogami
         Bebas mencari jodoh, tidak terikat
         Ex : masyarakat modern




     3. Menurut terlaksananya
     a. Peminangan
               Umumnya setelah ada calon yang cocok diadakan pengiriman utusan untuk
        menyampaikan hasrat yakni melakukan lamaran.
        Tugas peminangan ini di bebankan kepada beberapa orang yang berpengalaman biasanya
        dikalangan famili yang bersangkutan. Kalau tidak ada, dengan meminta bantuan dengan
        keluarga yang lain yang mengerti dan paham dengan adapt istiadat, orang dimaksud
        dinamakan Telangkai.
        Telangkai Adalah :
        Utusan resmi dari pihak orang tua yang meminang ditujukan kepada orang tua yang dipinang,
        sebab di dalam perkawinan, orang tua dan keluargalah yang berwenang.

                Setelah dijumpai kata sepakat diantara kedua belah pihak, dibuatkan janji sebagai tanda
        telah bertunangan.
        Ikatan ini dinyatakan dengan menyerahkan benda dan benda itu dinilai/mempunyai nilai yang
        tinggi.
     - Nias                  :     Bobo nibu
     - Jawa                 :     Panjer, peningset
     - Sunda                  :    Panacane
     - Aceh                  :     Tanda Kongnarik
     - sulawesi selatan :          Passikkob
                Diwaktu perkawinan dilangsungkan, pihak laki2 menyerahkan pemberian lagi untuk
        mempelai wanita, ada yang berupa uang/barang. Kalau pada masyarakat islam disebut mas
        kawin.
     b. Kawin kerja
                Bagi pemuda yang tidak sanggup untuk membayar mahar/mas kawin/uang jujur
        sekaligus dapat mengasurnya dan bekerja pada mertuanya (kawin kerja/kawin jasa). Anak yang
   lahir di dalam masa hutang yang belum dilunasi berada dibawah kekuasaan mertua sampai
   hutang lunas sesuai janji.
   Ex :
   Pada zaman nabi Musa, di batak disebut mandinding, di bali disebut numngunt.
   Suami tidak mempunyai hak untuk membawa istrinya ke tempat keluarganya, jadi mereka
   tinggal di rumah orang tua istrinya.

c. Kawin darurat
            Untuk menjaga jangan sampai mendapat malu/agar anak dalam kandungan dari
   seorang wanita yang tidak bersuami ada laki2 yang mau mengaku sebagai ayahnya, maka
   dikawinkanlah mereka.
            Laki2 tadi dipergunakan untukmenjaga nama baik keluarga yang bersangkutan dan
   tidak mempunyai hubungan gelap dengan calon istrinya yang telah hamil itu
   Ex : di jawa disebut nikah tambel atau tambelan
d. Kawin meminjam jago
            Dalam masyarakat patrilineal, anak laki2 diperlukan untuk meneruskan keturunan dll.
   Keluarga dalam kalangan ini kalau tidak punya keturunan laki2 akan berusaha untuk
   memperolehnya.
   Anaknya perempuan, dikawinkan dengan seorang pemuda dengan perjanjian bahwa nanti anak
   yang akan lahir bukan masuk klen bapak anak itu, tapi masuk klen neneknya yang mengingini
   keturunan laki2
            Perkawinan pemasukan ini, menantu memasuki klen istrinya berbagai ragam caranya.
   Dengan meminjam jago, di sumsel suami tidak memasuki klen istrinya hanya anak yang lahir
   guna meneruskan keturunan.
   Pada perkawinan ini, anak, menantu menjadi anggota family mendapat harta pusaka yang
   nantinya akan meneruskan kepada anaknya.
            Pada perkawinan ini, dimana menantu punya tugas untuk mengurusnharta untuk istri
   dan anak walaupun ia dimasukkan ke dalam famili mertuanya.
- Sumsel         :      semendo ambol anak, nangkon, campur sumbai
- Ambon         :      kawin ambil piara
- Gayo          :      Anggam
- Bali                  :      Nyeburin
   Perkawinan ini sama dengan kawin kerja dimana menantu tinggal dirumah istrinya dan uang
   jujur tidak diperlukan.
e. Kawin Lari
            Sebelum perkawinan terjadi, pemuda melarikan calon istrinya yang sebelumnya antara
   kedua calon telah ada permufakatan. Halini dilakukan biasanya untuk menghindarkan aturan2
   adat yang tidak mungkin terpenuhi
   Ex :
   Uang jemputan
            Setelah calon istri yang dilarikan itu diserahkan kepada keluarga secara baik, maka
   pemuda itu melaporkan perbuatannya ke calon mertuannya dan calon mertua telah lebih dahulu
   memperkirakan hal ini akan terjadi.
f. Kawin Gantung
           Perkawinan dengan upacar peresmiannya tidak serentak, ditunggu suatu masa yang
   telah ditentukan terlebih dahulu.
   Setelah perkawinan dilaksanakan secara agam islam, kedua suami istri belum tinggal serumah,
   baru mereka tinggal serumah setelah perkawinan diresmikan menurut adapt.
g. Kawin Paksa
           Perkawinan berlangsung dengan memaksa calon suami yang telah melakukan
   perbuatan yang tidak senonoh yang melakukan anak keluarga.
   Perkawinan ini dilangsungkan dengan memberikan tekanan pada pihak pemuda.
h. Kawin Ganti tikar
           Jika salah seorang dari suami istri meninggal dunia, yang masih hidup mencari
   penggantinya di kalangan keluarga yang meninggal, biasanya saudara dari yang meninggal.



                                    MAMAK KEPALA WARIS

          Di Minang kabau sesuatu lingkungan kekeluargaan (sapariuk), yang terdiri dari
  beberapa cabang (jurai) merupakan organisasi tersendiri dengan kepalanya sendiri.
          Kepala tersebut diambil dari keluarga itu sendiri. Kepala dari suatu jurai dinamakan
  mamak kepala waris/tungganal (seseorang laki2 tertua dalam jurai itu)
          Segala sesuatunya dikalangan jurai berjalan dengan pimpinan mamak kepala waris
  Misal nya :
- Mendirikan rumah gadang.
- Mencarikan jodoh untuk kemenakannya
- Dll
            Keluarga yang tidak mempunyai laki2 yang dapat dijadikan mamak kepala waris tugas
   itu dilaksanakan oleh pengulu andika.
            Pengadilan Padang tanggal 1 juli 1933 didaerah hokum Batusangkar dan Sawahlunto
   berlaku peraturan orang laki2 tertua jadi mamak kepala waris.



                                              ADOPSI
          Memasukkan seseorang dalam lingkungan kelurga serta memperlakukan dia serupa
   dengan anggota keluarga sendiri, jadi sama/serupa dengan yang berhubungan darah.
   Kedudukannya dalam keluarga dari segi hak dan kewajiban tidak ada bedanya dengan
   keluarga lain.
          Dalam adapt pengambilan anak tersebut biasanya dilakukan upacara adapt dan dibayar
   sejumlah uang atau benda berharga dan sejak saat itu anak yang bersangkuat masuk menjadi
   anak dari orang yang mengangkatnya. Serta anak tersebut punya kedudukan sebagai anak
   kandung dari orang tersebut.

                                           ANAK ANGKAT
          Dalam keluarga jawa/sunda kedudukan anak angkat berbeda dari kedudukaan anak
   angkat dari keluarga lain. Di jawa pengangkatan anak tidak memutuskan pertalian keluarga
antara anak yang diangkat dan orang tuanya sendiri. Dia hidup ditengah2 keluarga orang tua
angkatnya tidak berkedudukan sebagai anak kandung

       Di jawa biasanya anak yang akan diangkat diambil dari lingkungan keluarganya dan
alas an untuk mengangkat anak adalah :

   1. Untuk memperkuat pertalian kekeluargaan dengan orang tuanya anak yang diangkat.
   2. Dilandasi oleh rasa belas kasihan terhadap anak yang diangkat.
   3. Adanya kepercayaan apabila kita mengangkat anak (bagi yang belum punya anak/sulit
        punya anak) maka nanti akan mudah mendapat anak.
   4. Untuk membantu dirumah.




                                       PERCERAIAN

      Adalah suatu hal yang tidak diinginkan tai terjadi, dengan terjadinya perceraian maka
hubungan kekeluargaan yang selama ini baik menjadi rusak.
Alasan-alasan perceraian itu antara lain :

   1.   Tidak memperoleh keturunan.
   2.   Salah seorang melakukan perzinahan
   3.   Suami bertindak kasar kepada istri
   4.   Adanya unsure ketidaksenangan dari salah satu keluarga
   5.   dll




                                     Pemeliharaan Anak
        DI Minang kabau apabila terjadi perceraian maka pemeliharaan terhadap anak diberikan
pada ibunya. Sebaliknya di daerah patrilineal, pemeliharaan anak diserahkan kepada keluarga
laki2/suami.



                                  HARTA PERKAWINAN

        Hidup bersama yang ditimbulkan oleh perkawinan membawa mereka kea rah pencarian
harta, harta yang didapat selama dalam perkawinan dinamakan harta perkawinan.
        Harta yang timbul selama dalam perkawinan dinamakan harta perkawinan, ke dalam
harta perkawinan tidak dapat dimasukkan harta pembawaan diwaktu perkawinan mungkin
merupakan pemberian dari pihak keluarga pada anggota keluarga yang akan kawin tersebut
        Selama dalam perkawinan harta dapat bertambah karena ada keluarga yang meninggal
dan kita sebagai ahli warisnya
        Harta pusaka tetap menjadi harta pribadi dari istri/suami yang mendapat warisan itu
biarpun hasilnya sama2 dinikamati.
        Selain dari itu kemungkinan masing2 mempunyai pencarian, suami bekerja, istri
mempunyai pekerjaan yang hsilnya menjadi milik pribadi yang berusaha.
        Harta perkawinan adalah seluruh harta yang diperoleh selama dalam perkawinan
sebagai hasil usaha mereka bersama.
        Sekiranya terjadi perceraian, seluruh harta yang ada dikelompokkan menurut yang
tersebut diatas agar dapat ditentukan siapa yang berhak memiliki dan menguasainya
        Harta pusaka tetap menjadi harta yang pribadi bagi yang berhak dan tidak dibagi kalau
ada perceraian.

Pembagian harta Pusako/perkawinan

    a.     Harta Pusaka
    b.     Harta perkawinan
    c.     Harta pencarian
    d.     Harta Bersama



           Dengan kematianpun harta warisan tidak bisa dibagi tapi dikembalikan kepada keluarga
si mati.
        Harta pembawaan tetap menjadi kepunyaannya diwaktu perkawinan begitu juga
pemberian dari keluarganya kecuali benda2 hadiah yang nilainya biasa saja dianggap sebagai
pemberian untuk kedua pengantin
        Tanah pauseang, pemberian untuk anak perempuan di Batak menjadi kepunyaan
suami istri tetapi dalam pemindahan hak tetap mengadakan pemufakatan terlebih dahulu denga
keluarga pihak istri. Jadi pihak keluarga istri tetap berhak untuk memperhatikan penggunaan
tanah itu dan akan diteruskan oleh keturunan suami isteri itu.
        Harta pencarian, kekayaan yang diperoleh sendiri oleh suami istri dan menjadi milik
mereka masing2 yang dapat mereka gunakan secara bebas. Sekiranya pemilik meninggal
dunia, harta ini menjadi warisan dan akan dibagi setelah utang dilunaskan. Harta pencarian ini
hasilnya dapat dinikmati bersama.
Ex :
Pada masyaraklat sunda yang dikenal dengan sebutan kawin nyalindung ka gelung
(berselindung di balik konde) yaitu seorang wanita kaya bersuami pria miskin. Suami istri dapat
menikmatinya tapi pemiliknya tetap istri.
        Hukum adapt hakekatnya menghendaki terpisahnya kekayaan suami dan istri tapi di
berbagai daerah ada kemungkinan sebagian kekayaan itu tercampur jadi kekayaan bersama.
Barang2 semacam ini dinamakan :
           -   Harta Suarang                   :       Minang kabau
           -   Barang perpanjangan             :       Kalimantan
           -   Cap Kara                         :      sulsel, Minahasa, Makasar
           -   Gono gini                        :      Jawa tengah, jawa timur
           -   Guna Kaya                               :       Jawa Barat.



                                              SAPIKUL SAGENDANG
                     Pembagian harta perkawinan oleh karena terjadinya perceraian di berbagai daerah
              Hindia Belanda (Indonesia) seolah2 mengikuti peraturan dalam hokum Islam, dikatakan seolah2
              karena para sarjana (ahli hokum) tidak sependapat tentang itu, karena fakta dilapangan
              memang tidak mengikuti peraturan di dalam hokum Islam khususnya yang beragama non
              Islam. Diantaranya adalah Lerhant yang mengungkapkan bahwa anggapan pembagian harta
              warisan tersebut berasal dari hokum Islam harus ditolak karena ada daerah yang Islam tidak
              berpengaruh. Pelaksanaan perkawinan dengan istilah sapikul sagendang laki2 nanggung anak
              asuhan, sasuhun serambat (suami 2X mendapat bagian Istri).
              Harta di bagi 3 yaitu :
2/3 untuk suami.
1/3 untuk istri
            -…………………….
                Suami mendapat sepikulan sedangkan istri segendangan, hasil karya suami melebihi hasil kerja
                istri.

               Ketentuan ini sudah mulai ditinggalkan seperti kasus bok sodro alias sarifah :

                  1. Putusan PN Bojonegoro ( 5 Maret 1951 )

                      Menurut hokum adapt di jawa, istri bukanlah ahli waris dari mendiang suaminya. Istri
               berhak atas 1/3 dari harta gono gini.
                      Menetapkan bahwa barang2 tersebut dalam surat gugat menjadi harta gono gini
               peninggalannya mendiang Sudomo alias wagio yang belum dibagi oleh ahli waris dan yang
               diperoleh dari perkawinan tergugat I (bok sodro alias sarifah)
                      Pengadilan memutuskan bahwa dari barang2 tersebut diatas 1/3 jatuh ke tergugat I,
               bagiannya sendiri di dalam harta gono gini.



                  2. Keputusan PT.Surabaya ( 27 Desember 1955 )

                      Menuatkan putusan PN Bojonegoro yakni menetapkan bagian bagi tergugat I adalah 1/3
               bagian.

                  3. Keputusan MA ( 11 Februari 1959 )
       Tidak lah tepat pertimbangan Yudex Facti (PN dan PT) bahwa seorang janda harus
menerima hanya 1/3 bagian dari harta gono gini, oleh karena kalangan masyarakat di Jawa
Tengah sudah lama makin meresap perasaan yang dipandang adil berdasarkan sama2 ikut
sertanya para wanita dalam perjuangan2 nasional bahwa seorang janda wajar mendapat ½
bagian dari harta gono gini

Hal ini telah menjadi pertumbuhan hokum adapt di Jawa Tengah




                                     HARTA WARISAN

         Hokum warisan mempunyai hubungan yang erat dengan susunan kekeluargaan serta
benda yang akan diwariskan.
         Pada masyarakat Parental, semua harta kepunyaan orang tua diwariskan kepada anak
dengan bagian yang sama tanpa ada perbedaan antara anak laki2 dan perempuan, begitu juga
pembagian anak sulung dngan anak bungsu sama jumlahnya.
         Kesulitan tentang pembagian harta warisan tidak akan timbul kalau sepasang suami istri
yang salah seorang telah meninggal itu punya keturunan. Orang tua yang masih hidup menjaga
dan menikmati hasil harta warisan yang akan diteruskan oleh keturunan.
         Persengketaan tentang pembagian harta warisan akan muncul antar anak dengan ibu
tirinya. Dalam hal ini diperlukan memisahkan harta benda ke dalam golongan tertentu
         Menurut putusan MA tadi, harta pencarian bersama (gono gini) sebagian diserahkan
kepada yang masih hidup dan sisanya menjadi hak milik ahli waris.
………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………..



   1. ……………….
   2. Seorang waris tidak wajib untuk mempertahankan harta warisan itu apa adanya (tidak
      dibagi) dan setiap waris berhak menuntut setiap waktu agar harta warisan itu dibagi.
   3. Apabila orang yang meninggal itu memberikan sesuatu barang dari hartanya semasa
      hidupnya kepada seorang/beberapa orang anaknya maka pemberian itu akan
      diperhitungkan sewaktu harta warisan akan dibagi oleh para ahli waris



END Catatan surya

Star Catatan Lola

   4. Harta warisan tidak di bagi2 selama masih perlu untuk penghidupannya (janda dan
       anak2nya)
KEPUTUSAN MA
        Keputusan MA 24 Juni 1959 menurut hokum adapt seorang janda yang memegang
barang2 yang merupakan gono gini dari janda itu dan almarhum suaminya tidak dapat diganggu
gugat tentang barang2 itu oleh ahli waris almarhum suaminya, selama janda itu masih hidup
dan tidak kawin lagi.

KEPUTUSAN MA 29 OCT 1958 (HUKUM ADAT WARISAN)
        Dalam hal seorang suami meninggal dunia dengan meninggalkan seorang janda tanpa
anak, sedang ada barang gono gini maka janda itu berhak menguasai barang-barang itu
seluruhnya, tanpa perlu mempertimbangkan tentang cukup atau tidak cukup nya barang2 itu
untuk hidup janda.
        Pada masyarakat Ptrilineal harta tetap berada di kalangan keluarga pihak laki2. Anak
laki2 yang dapat menjadi ahli waris. Anak perempuan dan janda tidak mendapat pembagian di
dalam warisan.
        Supaya anak perempuan mendapat bagian juga dari harta warisan maka di waktu dia
dikawinkan diberilah dia sebidang tanah sebagai harta bawaan atau barang2 lain, harta bawaan
disebut Pauseng, setelah dia dikaruniai anak oleh Allah oleh orang tua diserahkan lagi
sebidang tanah kepada anak perempuannya itu namun sekarang telah terjadi perubahan anak
dan janda mendapat harta warisan.




KEPUTUSAN PT MEDAN 23 APRIL 1957 TENTANG HUKUM ADAT WARISAN DI DAERAH
BATAK.
        Menurut hokum adapt di daerah batak seorang janda perempuan tidak dapat mewarisi
tanah2 yang ditinggalkan suaminya tetapi dapat menuntut tetap dapat menikmati tanah2 yang
ditinggalkan suaminya itu selama harta itu diperlukan buat penghidupan nya yang melebihi
keperluan hidupnya tidak dapat dituntut. Putusan PT Medan ini di kuatkan oleh MA dengan
putusan tgl 15 Oct 1958.
        Pada masyarakat Matrilineal orang laki2 tidak mendapat bagian di dalam warisan, untuk
mengatasi hal ini atas kemufakatan pihak keluarga yang laki2 diberikan harta/sebidang tanah
dan pemberian itu waktunya tidak ditentukan.



Di Minangkabau harta pusaka dibagi atas 3 bagian :

   1. Harta pusaka

Yang terbagi dalam 2 bagian :

          a. Pusako tinggi (tambilang Basi)
Merupakan harta pusaka keluarga yang turun temurun dari generasi ke generasi berasal dari
nenek moyang, harta ini tetap kepunyaan bersama dari keluarga, setiap anggota mempunyai
hak pakai

          b. Pusako Randah (tambilang ameh)

Merupakan harta pencarian satu generasi lebih dahulu dari yang menjadi ahli waris juga
menjadi harta keluarga.

   2. Harta Pencarian

Yaitu kekayaan yang diperoleh karena usaha sendiri
Seperti : berdagang, bertani
Dan menjadikan milik perseorangan, pemilik bebas menggunakannya, setelah dia meninggal
jadi pusako rendah

   3. Harta Suatang

Yaitu harta pencarian bersama selama menjadi suami istri. Jika terjadi perceraian di bagi 2 dan
jika salah seorang meninggal bagian si mati diserahkan pada keluarganya (dibagi menurut
hokum islam).

        Harta pencarian sesudah meninggal suami jatuh kepada anak dan istri hal ini ditegaskan
dalam kasus harta peninggalan dr.Muchtar (pegawai KPM).
Kejadian nya sbb :
Diwaktu menjalani cutinya dr.Ahmad Muchtar meninggal dunia dikampungnya koto gadang
(Bukittinggi) pada tgl 29 sept 1926, sebagai dr yang bekerja pada perusahaan minyak BPM dia
meninggalkan dana persediaan berupa sejumlah uang dan yang disimpan oleh perusahaan
tersebut, berdasarkan hokum matrelinial yang berlaku mahmud gelar sampono sutan dan
pasha sebagai keluarga yang terdekat di dalam jurainya menuntut supaya uang tersebut
diserahkan kepada mereka (sebagai ahli waris yang berhak menerima )

Janda dr A.muchtar berpendapat bahwa dia beserta ke 7 anaknya yang dibawah umur itulah
yang menjadi ahli waris dengan mengemukakan alas an :

   1. Hukum keibuan hanya berlaku terhadap harta pusaka yang diterima dari generasi
       terdahulu.
   2. Harta pencarian jatuh kepada janda kepada ank2 karena diperoleh dimasa perkawinan
   3. mahmud adalah keluarga yang terlalu jauh (derajat ke 7 ) untuk dapat harta itu
   4. dr. A muchtar pada amanahnya hari selasa tgl 14 sep 1926 telah menentukan bahwa
       semua hartanya diserahkan kepada dia (istri, sebagai ibu dari anak2nya).
       Terhar dalam suratnya tgl 14 april 1927 kepada perusahaan minyak BPM di jatinegara
menegaskan pendiriannya sebagai berikut :
       Berdasarkan keterangan diatas saja tidak disangsikan lagi (dapat diterima) menjelaskan
pendirian saya :
Bahwa tidak ada yang lain berhak dari anak2 dr. Mochtar dan istrinya atas uang yang disimpan
pada perusahaan tuan itu dan bahwa setiap hakim yang mempunyai tugas melaksanakan
hokum adapt dan dengan sungguh2 memperhatikan perkembangan masyarakat dan istimewa
berkenaan persoalan pribadi, keseluruhan harta pencarian dari dr muchtar itu diserahkan
kepada anak2 dan istrinya.




                                      HUKUM TANAH

Perbedaan tanah pada UUPA dengan Hukum adapt terletak pada :
“Hukum adapt tanah digadaikan dalam UUPA gadai hanya boleh untuk benda bergerak”.

Kedudukan dalam hokum adapt sangat penting
   Ada 2 hal yang menyebabkan tanah itu memiliki kdeududkan yang sangat penting dalam
hokum adapt yaitu :

   1. Karena sifatnya

Hal ini dilihat dengan kenyataan tanah itu bersifat tetap tidak pernah berobah bahkan nilainya
lebih menguntungkan dari sebelumnya.

   2. Karena Fakta
         a. sudah merupakan kenyataan bahwa tanah itu : merupakan tempat tinggal
             persekutuan
          b. Memberikan penghidupan kepada persekutuan

Ex : ladang, sawah dll

          c. Merupakan tempat dimana warga persekutuan yang meninggal dunia
             dikebumikan
          d. Merupakan tempat tinggal pula bagi roh para leluhur persekutuan sebagai
             pelindung.



Hak persekutuan atas tanah
            Mengingat fakta tersebut diatas (fakta dan sifat) hubungan persekutuan terhadap tanah
   yang didudukinya adalah sangat erat sekali dan bersifat religius megic, hubungan yang erat
   dan bersifat religius magic ini menyebabkan persekutuan memperoleh hak untuk menguasai
   tanah dimaksud, memanfaatkan tanah itu, memungut hasil dari tumbuh2an yang hidup diatas
   tanah itu juga berburu terhadap binatang2 yang hidup di sana. Hak persekutuan atas tanah ini
   disebut Hak pertuanan atau hak ulayat. Menurut van volen hoven ini yang disebut
   beschikking recht. antara hak persekutuan ini (hak ulayat) dan hak para warganya masing2
   (hak individu) ada hubungan timbale balik yang saling mengisi. Hubungan timbale balik ini di
   umpamakan dengan istilah mengembang dan megempis maksudnya kalau pada hak ulayat itu
   terlihat kekuasaan persekutuan lebih dominant maka tetap lah dia merupakan hak ulayat tetapi
   sebaliknya apabila hubungan individu dengan tanah ulayat itu dari hari ke hari makin erat maka
   hilanglah hak persekutuan atas tanah ulayat tadi.

   Yang menjadi objek hak ulayat adalah :

      a.   Tanah atau daratan
      b.   Air
      c.   Tumbuh2an yang hidup secara liar
      d.   Binatang yang hidup secara liar



   Cara persekutuan dan mempertahankan Hak ulayatnya

      1. Persekutuan berusaha meletakkan batas2 disekeliling wilayah kekuasaan ituu.
      2. Menunjuk pejabat tertentu yang khusus bertugas mengawasi hak ulayat tadi pejabat ini
           disebut Janning (minangkabau), tete nusah (minahasa), kepala kewang (ambon),
           lelimpis lembukit (………..Bali).



        Dan dalam perkembangannya dimintakan surat kepada ketua kampong atau kepada
   pemerintahan daerah. Hak ulayat dalam bentuk dasarnya adalah suatu hak daripada
   persekutuan atas tanah yang didiami, sedangkan pelaksanaannya di lakukan oleh persekutuan
   itu sendiri atas nama persekutuan.

   Hak perseorangan atas tanah
   Hak perseorangan atas tanah dibatasi oleh hak ulayat, sebagai seorang warga persekutuan
   maka tiap individu mempunyai hak untuk :
mengumpulkan hasil2 hutan seperti dammar dan lain sebagainya.
memburu binatang liar yang hidup diwilayah persekutuan
mengambil hasil dari pohon2 yang tumbuh liar
membuka……. Dan kemudian mengerjakan …..terus menerus
mengusahakan pengurus selanjutnya suatu………………

   Transaksi2 tanah
          Untuk sekedar mengadakan pemisah yang tegas maka hak ulayat dan berbagai hak
   perseorangan atas tanah yang biasanya disebut pula hokum tanah yang tidak bergerak,
   sedangkan transaksi2 tanah dimasukkan dalam golongan hokum tanah yang bergerak dalam
   hokum adapt dikenal 2 macam transaksi tanah yaitu :



      1. perbuatan hokum sepihak

   Contoh :
a. Pendirian suatu desa.
b. Pembukaan tanah oleh warga persekutuan



      2. Perbuatan hokum 2 pihak

   Inti dari pada transaksi ini adalah penyerahan tanah dengan disertai dengan pembayaran
   kontan dari pihak lain pada saat itu juga dalam hokum tanah perbuatan hokum ini disebut
   transaksi jual, dijawa disebut adol atau sade
   Transaksi jual ini menurut isinya dapat dibedakan dalam 3 macam :
a. Penyerahan tanah dengan pembayaran kontan disertai ketentuan bahwa yang menyerahkan
   tanah mempunyai hak mengambil kembali tanah itu dengan pembayaran uang yang sama
   jumlahnya. Hal ini disebut menggadai (Minangkabau), ngajual gade (Sunda) dan menjual gadai
   (riau dan jambi).
b. Penyerahan tanah dan pembayaran kontan tanpa syarat bahasa jawanya adol plas, menjual
   jada (Kalimantan).
c. Penyerahan tanah dengan pembayaran kontan disertai perjanjian bahwa apabila kemudian tidak
   ada perbuatan hokum lain sesudah 1, 2,3 atau beberapa kali panen tanah itu kembali lagi
   kepada pemilik tanah semula disebut menjual tahunan atau Adol oyodan.

           Transaksi ini supaya merupakan perbuatan hokum yang syah artinya agar mendapat
   perlindungan hokum wajib dilakukan dengan bantuan kepala persekutuan.
           Dengan demikian perbuatan tersebut menjadi terang. Kepala persekutuan biasanya
   menerima uang saksi atau Pago2 kalau transaksi tersebut dilakukan tanpa sepengatuan kepala
   persekutuan maka transaksi dimaksud tidak diakui oleh hokum adapt dan oleh karenanya pihak
   ketiga tidak terikat olehnya dan oleh umum (masyarakat) sipenerima tanah (hak baru) tidak
   diakui haknya atas tanah yang bersangkutan, dan perbuatan tersebut dianggap perbuatan yang
   tidak terang.




   Jenis2 Hak atas tanah :
   Istilah yang dipergunakan 1 daerah dengan daerah lain mungkin saja berbeda dan ada yang
   sama yaitu :
   1. Hak milik

Yang menjadi pemilik dari tanah dapat melakukan transaksi seperti menggadaikan, menjual,
meariskan dll di dalam hal2 yang telah ditentukan yang mungkin :

          a. Hak milik terkekang.

Dimana kekuasaan persekutuan masih kuat, pemilik dapat melaksanakan haknya di dalam
wbatas2 yang diizinkan saja.

          b. Hak milik bebas

Pemilik lebih leluasa menggunakan haknya karena kekuasaan persekutuan telah lemah
sedangkan pemilik lebih kuat jadi lebih berkuasa menentukan kehendak atas tanahnya



   2. Tanah bengkok

Adalah tanah pertanian yang jumlahnya Cuma sebidang yang dikhususkan untuk seseorang
yang memegang jabatan pada persekutuan sebagai penghargaan kepadanya, di batak
dinamakan Saba nan bolak, galung arajang (Sulawesi selatan), dudun dati raja (Ambon), Bukti
(Bali), tegal jabatan (jabatan), tanah abuan (Minangkabau) tanah itu tetap diuntukkan
kepadanya selama dia memegang jabatannya biasanya yang mengerjakan tanah itu adalah
anggota persekutuan secara gotong royong dan hasil pengolahan tanah tadi di antarkan ke
lumbung penyimpanannya.



   3. Hak mengolah

Ialah hak untuk membuka tanah, mengolah dan menanaminya dan mempergunakan hasilnya
guna keperluan sendiri atau keluarga, hak ini tidak sama bermacam ragam seperti



   4. Hak menikmati

Yaitu mengambil hasil hutan, hasil buruan, hasil sungai tau laut. Hak ini dapat diserahkan
kepada orang lain yang bukan termasuk ke dalam anggota persekutuan tetapi bagi mereka hak
ini tidak dapat menimbulkan hak milik.



   5. Hak wewenang pilih

Yaitu hak untuk meneruskan pengusahaan sebidang tanah yang telah diolah sendiri.
   Jika tanah itu ditinggalkan atau ditelantarkan sehingga tanda2 atau bekas2 pengolahan tidak
   kelihatan lagi sudah menjadi hutan belukar haknya lepas dan tanah dapat dikerjakan oleh
   anggota lain.


       6. Hak wenang beli

   Yaitu memberikan keistimewaan kepada pemilik tanah yang bersebelahan atau famili terdekat
   untuk memberi tanah yang akan dijual, kalau hak ini tidak dipergunakan barulah pemilik tanah
   diperkenankan menjual ke pihak lain



       7. Hak pakai

   Ialah untuk menggunakan harta kepunyaan bersama oleh anggota persekutuan. Harta pusaka
   (harta ini tidak boleh dibagi2 tetapi anggotanya mempunyai hak pakai.

       8. Jual gadai

Istilah jual gadai antara lain :
- Minang kabau           :       menggadai
- Jawa                  :        adol sende
- Sunda                   :      Ngade/ngajual akad
- Tapanuli               :       Dondon
     Jual gadai maksudnya memindahkan hak atas tanah dimana yang menerima gadai (yang
     meminjamkan uang), berhak mengolah, mengambil hasil, menguasai tanah yang digadaikan,
     sampai ditebusi kembali oleh pemberi gadai, bahkan penerima gadai berhak memindahkan
     gadainya kepada pihak lain dan biasanya atas seizin pemberi gadai.
     Pemegang gadai/penerima gadai tidak boleh menjual tanah itu, dan juga si pemberi gadai
     setiap waktu boleh menebusi tanah yang digadaikannya. Tapi minimal gadai itu boleh ditebusi
     setelah satu kali panen.



       9. Jual lepas

   Yaitu perpindahan tanah untuk selama2nya biasanya di dalam jual lepas ini diperlukan bantuan
   dari pamong desa dan pamong desa itu kadang kalanya bertindak sebagai saksi dan dia pun
   menerima uang.



       10. Jual Tahunan
    Yaitu perpindahan tanah dari si pemilik untuk sementara waktu untuk mana dia menerima
    sejumlah uang setelah waktu yang ditentukan tersebut, habis tanah dikembalikan kepada
    pemiliknya dan pemilik tidak perlu mengembalikan uang jualannya.



       11. Hibbah

    Hal ini biasanya dilakukan diwaktu terjadinya perkawinan anak perempuan sebagai hadiah
    sebab anak perempuan menurut sistim patrilinial setelah menikah meninggalkan rumah orang
    tuanya dan berpindah ke rumah suaminya.



       12. Wakaf

    Ini adalah istilah yang diambil dari hukum Islam dan hal ini baru timbul/ada setelah Islam masuk
    ke Minangkabau. Wakaf adalah sebagian dari tanah yang dipergunakan untuk keperluan
    bersama dimana dilakukan upacara keagamaan atau usaha lain yang sehubungan dengan itu.
    Misal : rumah ibadat



       13. Belah Pinang

    Suatu perjanjian di mana pemilik menyerahkan tanahnya untuk dikerjakan oleh orang lain dan
    hasilnya akan dibagi bersama .



       14. Jaminan

    Yaitu suatu persetujuan atas hutang piutang atau akibat dari itu dimana ditunjukkan tanah
    tertentu sebagai jaminan.
    Bali               :      Mukantah
    Batak              :      Tahan
    Jawa              :      tanggungan

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:320
posted:7/22/2012
language:Malay
pages:27