MATA KULIAH PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PKn SD by aku_sangbintang3

VIEWS: 1,350 PAGES: 4

									           MATA KULIAH PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PKn SD

1. Pendidikan kewarganegaraan menempati kedudukan yang sentral dan strategis dalam
   kerangka kurikulum disekolah.
   a. Jelaskan pernyataan tersebut diatas!
      Kurikulum merupakan bagian dari sistem pendidikan yang tidak bisa dipisahkan dengan
      komponen sistem lainnya. Tanpa Kurikulum suatu sistem pendidikan tidak dapat
      dikatakan sebagai sistem pendidikan yang sempurna. Ia merupan ruh (spirit) yang
      menjadi gerak dinamik suatu sistem pendidikan, Ia juga merupakan sebuah idea vital
      yang menjadi landasan bagi terselenggaranya pendidikan yang baik. Bahkan, kurikulum
      seringkali menjadi tolak ukur bagi kualitas dan penyelenggaraan pendidikan. Baik
      buruknya kurikulum akan sangat menentukan terhadap baik buruknya kualitas output
      pendidikan, dalam hal ini, peserta didik. Oleh karena kurikulum merupakan hal yang
      paling sentral dalam suatu pendidikan maka Pendidikan Kewarganegaraan sangatlah
      dibutuhkan dalam kurikulum tersebut dan melihat negara Indonesia adalah negara
      Pancasila maka penanaman nilai-nilai pancasila sangatlah di butuhkan untuk membentuk
      mental peserta didik agar tetap mempertahankan nilai-nilai dari pancasila tersebut.
   b. Bagaimana cara membelajarkan materi PKn kepada peserta didik di Sekolah
      Dasar?
      Selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan
      keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman yang praktis agar memiliki
      kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Oleh karena itu, ada dua hal yang harus
      kita perhatikan dalam mebelajarkan materi PKn, yaitu bekal pengetahuan materi
      pembelajaran dan atau metode pendekatan pembelajaran. Hal terakhir ini merupakan
      titik yang masih lemah untuk mengantarkan peserta didik menjadi warga Negara yang
      demokratis. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (portofolio based
      learning) merupakan alternative utama guna mencapai tujuan PKn.
   c. Jelaskan bagaimana cara pelaksanaan pendidikan nilai moral dan norma yang
      dilaksanakan di Indonesia?
      Secara yuridis formal, pendidikan nilai, moral, dan norma di Indonesia dilaksanakan
      melalui Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan pada Undang- Undang Nomor
      20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagai landasan operasional, serta
      Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006tentang Standar Isi dan Nomor 23 Tahun 2006
      tentang Standar Kompetensi Lulusan sebagai landasan kurikuler. Sejalan dengan
      kebijakan Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional
      Pendidikan, maka kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan untuk lingkungan lembaga
      pendidikan formal dilaksanakan dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat
      SatuanPendidikan.
2. Mengapa buku teks atau paket tidak dapat dijadikan satu-satunya sumber bahan
   ajar?
   Karena buku teks atau paket akan mudah ketinggalan perkembangan informasi
   barukhususnya yang berkenaan dengan informasi politik dan ketatanegaraan yangsedang
   mengalami perubahan yang sangat mendasar sehingga penggunaan bukuteks atau paket saja
   tidaklah cukup, melainkan harus dilengkapi juga dengansumber-sumber lain.
3. Sebutkan dan jelaskan factor-faktor eksternal dan internal yang dapat
   menggambarkan situasi sebagai analisis guru dalam mengembangkan pembelajaran
   PKn di SD?
       Faktor eksternal
         Faktor eksternal yang dapat menggambarkan situasi sebagai bahan analisis
         guru,meliputi perubahan sosial budaya dan harapan masyarakat, tuntutan dan
         tantangansistem pendidikan, perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan, kontribusi
         darisistem dukungan guru, serta sumber masukan bagi sekolah.
       Factor internal
         Faktor internal yang dapat menggambarkan situasi sebagai bahan analisis
         guru,meliputi bakat, kecakapan, dan kebutuhan siswa, nilai, sikap, keterampilan
         mengajar, pengetahuan, pengalaman, kekuatan, kelemahan, dan peran guru, etoskerja
         sekolah dan struktur politik, sumber-sumber bahan pembelajaran, sertamasalah-
         masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulumyang berlaku.
4. Tugas PKn dengan paradigma yang direvitalisasi adalah mengembangkan pendidikan
   demokrasi yang mengemban tiga fungsi pokok! Sebut dan jelaskan!
   Tiga fungsi pokok yang dimaksud, yakni
       mengembangkan kecerdasan warganegara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual,
         rasional, emosional sertasosial,
       membina tanggung jawab warga negara (civic responsibility), dan
       mendorong partisipasi warga negara (civic participation).
5. Jelaskan tujuan dari pembelajaran PKn yang berbasis portofolio!
   Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap
   kewarganegaraannya dan pemerintahnya dengan cara :
   a. Membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara
       efektif
   b. Membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan
       efektivitas partisipasi
   c. Mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warganegara
         Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan
   memperdalam pemahaman siswa tentang prinsip-prinsip demokrasi dan kemampuan
   menumbuhkan kesadaran hukum. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar
   bagaimana cara mengungkapkan pendapat, bagaimana cara menentukan tingkat
   pemerintahan dan lembaga pemerintahan manakah yang paling tepat dan layak untuk
   mengatasi masalah yang diidentifikasikan oleh mereka, dan bagaimana cara mempengaruhi
   penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. Pembelajaran ini
   mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan teman-temannya di kelas dan dengan
   bantuan guru serta sumber lainnya, siswa dapat menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai
   berikut : (1) Mengeidentifikasi masalah yang akan dikaji, (2) Mengumpulkan dan menilai
   informasi dari berbagai 37 sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji, (3) Mengkaji
   pemecahan masalah, (4) Membuat kebijakan publik, (5) Membuat rencana tindakan. Model
   pemebelajaran PKn berbasis portofolio merupakan laboraturium demokrasi dalam
   pembinaan nilai demokrasi dan hukum yang berlaku di dalam kehidupan.
6. Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan
   penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.
   a. Jelaskan dan jabarkan aspek-aspek yang dinilai dalam mata pelajaran PKn di SD,
       dengan mengacu pada taxonomi bloom!
        Kognitif (pengetahuan ),
          pada aspek ini menekankan pada aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian,
          dan keterampilan berpikir. Adapun instrument yang bisa digunakan dalam penilaian
          ini seperti tes (tulis dan lisan), portofolio.
        Afektif (sikap), menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap,
          apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Adapun instrument yang bisa digunakan dalam
          penilian ini seperti pengamatan, inkuiri dst. Penilaian afektif terdiri dari 1)
          penerimaan (receiving), berhubungan dengan kesensitifan. Sebagai contoh,
          kemampuan mengakui adanya perbedaan-perbedaan, (2) Partisipasi, berhubungan
          dengan kesediaan memperhatikan. Misalnya, ikut berpartisipasi dalam suatu
          kegiatan. (3) Penilaian dan penentuan sikap, mencakup penerimaan yang mengakui
          penilaian atu pendapat orang lain. (4) Organisasi, mencakup sistem nilai sebagai
          pedoman dan pegangan hidup. Misalnya, menganggap nilai dalam suatu skala
          penilaian yang digunakan sebagai pedoman untuk bertindak. (5)Pembentukan pola
          hidup, mencakup kehidupan pribadi.
        Psikomotor (mempertimbangkan sesuatu dengan detil.ketrampilan).
          Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau
          kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu.
          Ranah psikomotor terdiri dari tujuh jenis perilaku. Ketujuh jenis perilaku tersebut
          dapat Anda cermati pada ulasan berikut ini. (1) Persepsi, mencakup kemampuan
          memilah-milah hal-hal secara khas setelah menyadari adanya perbedaan. Misalnya,
          pemilahan anak yang rajin dengan yang tidak rajin, yang nilai rapornya baik dengan
          yang kurang. (2) Kesiapan, mencakup kemampuan penempatan diri dalam gerakan
          jasmani dengan rohani. Dalam PKn misalnya mengamati perilaku seseorang. (3)
          Gerakan terbimbing, mencakup kemampuan melakukan gerakan sesuai dengan
          contoh dari guru. Dalam pembelajaran PKn misalnya guru memberi contoh/ suri
          tauladan cara mengucap salam yang baik jika ketemu saudara yang lebih tua, teman,
          bertamu ke rumah orang. (4) Gerakan yang terbiasa, mencakup kemampuan memberi
          salam pada guru sebelum masuk kelas, ini sudah tidak usah dibimbing sudah biasa
      dilakukan . (5) Gerakan kompleks, mencakup kemampuan melakukan sikap moral
      cara membantu teman yang membutuhkan bantuan dengan sikap yang
      menyenangkan, trampil dan cekatan. (6) Penyesuaian pola gerakan, mencakup
      kemampuan mengadakan penyesuaian dengan lingkungan, menyesuaikan diri dengan
      hal-hal yang baru. (7) Kreativitas, mencakup kemampuan berperilaku yang
      disesuaikan dengan sikap dasar yang dimilikinya sendiri. Misal cara bergaul dengan
      teman yang menyenangkan, cara menolong teman yang sakit, teman jatuh dengan
      sikap yang penuh keiklasan dan menyenangkan.
b. Jelaskan perbedaan dan fungsi antara penilaian individu, penilaian rata-rata kelas,
   dan penilaian berbasis kelas!
     Penilaian individu
        Penilaian individual adalah penilaian yang dilakukan untuk menilai pencapaian
        kompetensi atau hasil belajar secara perorangan. Penilaian individual perlu
        memperhatikan nilai universal seperti: disiplin, jujur, tekun, cermat, teliti,
        tanggungjawab, rendah hati, sportif, etos kerja, toleran, sederhana, bebas, antusias,
        kreatif, inisiatif, tanggap dan peduli dan lain-lain.
        Fungsi penilaian individu adalah:
        - Mengetahui pencapaian kompetensi atau hasil belajar secara perorangan.
     Penilaian rata-rata kelas
        Penilaian rata-rata kelas merupakan penilaian akhir pada tingkat satuan pendidikan
        yang bertujuan untuk pencapaian SKL.
        Fungsi penilaian rata-rata kelas:
        - Untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa secara keseluruhan/semua siswa
            dalam satu kelas.
     Penilaian berbasis kelas, merupakan suatu proses pengumpulan pelaporan dan
        penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-
        prinsip penilaian(valid, mendidik, berorientasi pada kompetensi, adil, objektif dst),
        pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat dan konsisten sebagai
        akuntabitas public.
        Fungsi penilaian berbasis kelas bagi siswa dan guru adalah untuk membantu;
        - Siswa dalam mewujudkan dirinya dengan mengubah atau mengembangkan
            perilakunya kea rah yang lebih baik dan maju.
        - Siswa mendapat kepuasan atas apa yang telah dikerjakannya.
        - Guru untuk menetapkan apakah metode belajar mengajar yang digunakan telah
            memadai.
        - Guru membuat pertimbangan dan keputusan administrasi.

								
To top