Docstoc

KUMPULAN JUDUL SKRIPSI KIMIA

Document Sample
KUMPULAN JUDUL SKRIPSI KIMIA Powered By Docstoc
					KUMPULAN JUDUL SKRIPSI KIMIA

SILAHKAN KAMI TAMPILKAN JUDUL JUDUL SKRIPSI YANG ADA, BILA
BERMINAT UNTUK MENDAPATKAN FILENYA ATAU
MENDOWNLOADNYA SILAHKAN HUBUNGI email :
pusatskripsi@gmail.com atau sms ke 085316254562
  1. AKTIVITAS ANTIBAKTERI EDIBLE FILM DARI PATI TAPIOKA YANG
      DI INKORPORASI DENGAN MINYAK ATSIRI DAUN ATTARASA [LITSEA
      CUBEBA(LOUR.) PERS.]
  2. ALKALINITAS : ANALISA DAN PERMASALAHANNYA UNTUK AIR
      INDUSTRI
  3. AMIDASI ASAM PALMITAT MENJADI PALMITAMIDA MENGGUNAKAN
      KATALIS NIKEL
  4. AMIDASI ASAM PELARGONAT MENJADI PELARGONAMIDA
      MENGGUNAKAN KATALIS NIKEL
  5. ANALISA ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DARI CPO FRESH, CPO
      OUTSPEC, DAN CPO BLENDING DI PTPN III PERDAGANGAN PKS SEI
      MANGKEI
  6. ANALISA EFFLUENT YANG DIPROSES MELALUI INSTALASI
      PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI EFFLUENT LABORATORIUM
      CHEMICAL PLANT DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK
  7. ANALISA FOSFOR TANAH DAN FOSFOR DAUN UNTUK REKOMENDASI
      PEMUPUKAN FOSFAT PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
  8. ANALISA ION KALIUM (K) PADA DAUN KELAPA SAWIT SECARA
      SPEKTRO-FOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DI PUSAT PENELITIAN
      KELAPA SAWIT (PPKS) ______
  9. ANALISA KADAR ALFA SELULOSA DARI TANDAN KOSONG KELAPA
      SAWIT DENGAN METODE GRAVIMETRI
  10. ANALISA KADAR AMONIAK DAN NITROGEN TOTAL PADA AIR
      SUNGAI BUANGAN LIMBAH PABRIK KARET SECARA NESSLER
      MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER
  11. ANALISA KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB), KADAR AIR, DAN
      KADAR KOTORAN PADA MINYAK KELAPA SAWIT (CPO)HASIL
      OLAHAN PT.. MOPOLI RAYA ACEH TAMIANG
  12. ANALISA KADAR ASAM LEMAK BEBAS DARI CRUDE PALM OIL ( CPO )
      PADA TANGKI TIMBUN DI PT. SARANA AGRO NUSANTARA
  13. ANALISA KADAR ASAM LEMAK BEBAS PADA TANGKI REBUS
      DENGAN METODE TITRASI VOLUMETRI DI PTP. NUSANTARA III PKS
      SEI BARUH
  14. ANALISA KADAR BESI (FE) DAN TEMBAGA (CU) DALAM AIR ZAMZAM
      SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA)
  15. ANALISA KADAR FREE-ALF3 DAN CAF2 DALAM LARUTAN NA3ALF6
      PADA TUNGKU REDUKSI SECARA X-RAY DIFRAKSI DI PT INALUM
      KUALA TANJUNG
  16. ANALISA KADAR ION BESI, KADMIUM DAN KALSIUM DALAM AIR
      MINUM KEMASAN GALON DAN AIR MINUM KEMASAN GALON ISI
      ULANG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
17. ANALISA KADAR KALSIUM OKSIDA (CAO) DAN MAGNESIUM OKSIDA
    (MGO) PADA PUPUK DOLOMIT DAN KISERIT SECARA TITRASI
    KOMPLEKSOMETRI
18. ANALISA KADAR KALSIUM OKSIDA (CAO) PADA BERBAGAI JENIS
    PAKAN AYAM SECARA TITRASI PERMANGANOMETRI DI BARISTAND
    INDUSTRI ______
19. ANALISA KADAR KARBON ORGANIK DI DALAM TANAH
    PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. MINANGA OGAN SECARA
    TITRIMETRI
20. ANALISA KADAR KOTORAN (DIRT CONTENT) DAN KADAR ABU (ASH
    CONTENT) PADA KARET REMAH SIR 20 PT.BRIDGESTONE SUMATRA
    RUBBER ESTATE, TBK DOLOK MELANGIR – SERBELAWAN
21. ANALISA KADAR LIPID PROPIL PADA DARAH SECARA
    SPEKTROFOTOMETER MICROLAB 300
22. ANALISA KADAR LOGAM BESI (FE), KALSIUM (CA) DAN MAGNESIUM
    (MG) DALAM LIMBAH KELAPA SAWIT SECARA SPEKTROFOTOMETRI
    SERAPAN ATOM
23. ANALISA KADAR PERMANGANAT PADA AIR RESERVOIR DI PDAM
    TIRTANADI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) SUNGGAL ______
    DENGAN METODE TITRIMETRI
24. ANALISA KADAR PROTEIN PADA BUNGKIL INTI SAWIT PTPN IV
    BELAWAN DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT ______
25. ANALISA KADAR SULFAT DAN FOSFAT PADA HULU DAN HILIR AIR
    SUNGAI DELI SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
26. ANALISA KADAR TARTRAZINE DAN SUNSET YELLOW DALAM
    SERBUK MINUMAN NUTRISARI DENGAN METODE
    SPEKTROFOTOMETRI
27. ANALISA KADAR TIMBAL PADA AIR BAKU DELITUA DI PDAM
    TIRTANADI PROVINSI ______
28. ANALISA KADAR TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS), AMONIAK (NH3),
    SIANIDA (CN-) DAN SULFIDA (S2-) PADA LIMBAH CAIR BAPEDALDASU
29. ANALISA KADAR UNSUR HARA KALIUM (K) DARI TANAH
    PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BENGKALIS RIAU SECARA
    SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA)
30. ANALISA KADAR UNSUR HARA KARBON ORGANIK DAN NITROGEN DI
    DALAM TANAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BENGKALIS RIAU
31. ANALISA KADAR UNSUR ZN DAN CU PADA KOPI BUBUK (COFFEA
    SPP.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
32. ANALISA KANDUNGAN AMONIA DARI LIMBAH CAIR INLET DAN
    OUTLET DARI BEBERAPA INDUSTRI KELAPA SAWIT
33. ANALISA KANDUNGAN BESI DAN AMONIA DARI AIR SUNGAI
    KAWASAN INDUSTRI DAN NON INDUSTRI
34. ANALISA KEBUTUHAN OKSIGEN BIOLOGI (KOB) DAN OKSIGEN
    TERLARUT (OT) PADA AIR SUNGAI DENAI BUANGAN LIMBAH PABRIK
    KARET
35. ANALISA KEBUTUHAN OKSIGEN SECARA KIMIAWI LIMBAH CAIR
    LABORATORIUM DI BALAI RISET DAN STANDARDISASI ______
36. ANALISA KEHILANGAN MINYAK BERDASARKAN PERBEDAAN
    TEKANAN PADA AMPAS SCREW PRESS DENGAN METODE EKSTRAKSI
    SOKLETASI DI PKS RAMBUTAN PTPN III TEBING TINGGI
37. ANALISA KEHILANGAN MINYAK (OIL LOSSES) PADA FIBER HASIL
    PENGEPRESSAN DAN CANGKANG DENGAN METODE EKSTRAKSI
    SOKLETASI
38. ANALISA KORELASI TERHADAP FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
    PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III ______
39. ANALISA K, P, CU DAN MN DALAM ABU LIMBAH PADAT PABRIK
    PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (PKS)
40. ANALISA KUANTITATIF ASAM LAURAT DALAM PRODUK ASAM
    LEMAK PT. SOCI SECARA KROMATOGRAFI GAS
41. ANALISA KUANTITATIF KHLORIDA DAN SULFAT DALAM AIR INPUT
    DAN OUTPUT PADA PDAM TIRTASARI BINJAI SECARA TITRASI DAN
    SPEKTROFOTOMETRI
42. ANALISA KUANTITATIF KOKAS DAN PUNTUNG ANODA SISA (BUTT)
    TERHADAP PERSENTASE KASAR SATU (C1) DENGAN METODE
    PENGAYAKAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS ANODA DI PT.
    INALUM
43. ANALISA LIGNIN TERHADAP TANDAN KOSONG SAWIT DI PUSAT
    PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) ______
44. ANALISA PERBANDINGAN KADAR KOTORAN (DIRT CONTENT) PADA
    KARET REMAH YANG BERASAL DARI BAHAN BAKU LUMP MANGKOK
    DENGAN BAHAN BAKU LATEX PT.BRIDGESTONE SUMATERA RUBBER
    ESTATE,TBK
45. ANALISA PERBANDINGAN KONSENTRASI ZAT MENGUAP DALAM
    CRUMB RUBBER MUTU SIR 20 DAN CRUMB RUBBER MUTU SIR 3WF
46. ANALISA PERBANDINGAN NILAI ACCELERATED STORAGE
    HARDENING TEST (ASHT) DARI KARET REMAH SIR 20CV DAN SIR
    3WF
47. ANALISA PERBANDINGAN NILAI PRI DARFI PRODUK SIR 20 DAN SIR 3
    UNTUK TEMPERATUR YANG BERBEDA-BEDA
48. ANALISA PERSENTASE KEHILANGAN MINYAK SAWIT YANG
    TERDAPAT PADA AMPAS PRESS DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II
    PAGAR MERBAU
49. ANALISA RENDEMEN DAN MUTU MINYAK JERINGAU ( ACORUS
    CALAMUS ) BERDASARKAN VARIASI KADAR AIR YANG DIPEROLAH
    SECARA PROSES DESTILASI
50. ANALISA SILDENAFIL SITRAT PADA OBAT TRADISIONAL GALI-GALI
    DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
51. ANALISA UNSUR HARA BESI (FE) YANG TERKANDUNG DI DALAM
    TANAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI
52. ANALISA UNSUR HARA BORON PADA DAUN KELAPA SAWIT DENGAN
    METODE DESTRUKSI BASAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI DI
    PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) ______
53. ANALISA UNSUR HARA CU DAN ZN PADA DAUN KELAPA SAWIT
    DENGAN MENGGUNAKAN AAS DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT
    (PPKS) ______
54. ANALISA UNSUR HARA FOSFOR (P) PADA DAUN KELAPA SAWIT
    DENGAN METODE DESTRUKSI BASAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI
    DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) ______
55. ANALISA UNSUR HARA FOSFOR (P) PADA DAUN KELAPA SAWIT
    SECARA SPEKTROFOTOMETRI DI PUSAT PENELITIAN KELAPA
    SAWIT (PPKS) ______
56. ANALISA UNSUR HARA KALIUM (K) DALAM TANAH SECARA
    SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DI PUSAT PENELITIAN
    KELAPA SAWIT (PPKS) ______
57. ANALISA UNSUR HARA NITROGEN PADA SAMPEL TANAH KELAPA
    SAWIT DI PPKS ______ SECARA TITRIMETRI
58. ANALISA UNSUR NITROGEN PADA DAUN KELAPA SAWIT DENGAN
    METODE DESTRUKSI BASAH SECARA TITRIMETRI
59. ANALISA ZAT PEWARNA PADA MINUMAN RINGAN BLACKBERRY
    DENGAN METODE KROMATOGRAFI KERTAS
60. ANALISIS BAHAN PENGAWET NATRIUM BENZOAT PADA BUMBU DAN
    KECAP MIE INSTAN SECARA SPEKTROFOTOMETER UV-VISIBLE
61. ANALISIS KADAR AMONIAK, NITRAT, TDS DAN TSS DARI LIMBAH
    CAIR PETERNAKAN.
62. ANALISIS KADAR ASAM LEMAK BEBAS DARI PALM FATTY ACID
    DESTILATE (PFAD) DAN COCONUT FATTY ACID DESTILATE (CFAD)
63. ANALISIS KADAR ASAM SALISILAT DALAM PRODUK KOSMETIK
    MECCO ACNE LOTION SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA
    TINGGI (KCKT)
64. ANALISIS KADAR BESI (FE) DALAM AIR MINUM KEMASAN DENGAN
    METODE SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM (SSA)
65. ANALISIS KADAR COD, BOD, DAN ANGKA PERMANGANAT DARI
    LIMBAH CAIR INDUSTRI KARET YANG TERDAPAT PADA AIR SUNGAI
    DENAI DI AMPLAS
66. ANALISIS KADAR DAN RENDEMEN MINYAK SAWIT (CPO) DAN
    MINYAK INTI SAWIT (PKO) DENGAN EKSTRAKSI SOKLETASI DI PTPN
    III PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI
67. ANALISIS KADAR FE DAN CN- PADA AIR BAKU SUNGAI BELAWAN
    SUNGGAL UNTUK PENYEDIAAN AIR MINUM DI PDAM TIRTANADI
    ______
68. ANALISIS KADAR KHLORIDA PADA AIR DAN AIR LIMBAH DENGAN
    METODE ARGENTOMETRI
69. ANALISIS KADAR LOGAM TIMBAL (PB) DALAM MI INSTAN SECARA
    SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
70. ANALISIS KADAR NITRAT (NO3) DAN NITRIT (NO2) DARI LIMBAH
    CAIR INDUSTRI KARET DENGAN MENGGUNAKAN
    SPEKTROFOTOMETER PADA BALAI RISET STANDARDISASI INDUSTRI
    ______
71. ANALISIS KADAR PROTEIN KASAR DALAM KACANG KEDELAI,
    KACANG TANAH DAN KACANG HIJAU MENGGUNAKAN METODE
    MAKRO KJELDHAL SEBAGAI BAHAN MAKANAN CAMPURAN
72. ANALISIS KADAR UNSUR NIKEL (NI), KADMIUM (CD) DAN
    MAGNESIUM (MG) DALAM AIR MINUM KEMASAN DENGAN METODE
    SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA)
73. ANALISIS KALSIUM (CA) DAN MAGNESIUM (MG) PADA AIR SUMUR,
    AIR UMPAN DAN AIR BOILER DARI PT. COCA-COLA BOTTLING
    INDONESIA
74. ANALISIS KANDUNGAN LOGAM KROM TOTAL PADA IKAN GULAMAH
    (PSEUDOSEINIA AMOYENSIS), UDANG PUTIH (PENAEAUS
    MERGUINENSIS) DAN KERANG BULU (ANADARA GRANOSA) DI
    PERAIRAN BELAWAN
75. ANALISIS KEHILANGAN MINYAK KELAPA SAWIT PADA AIR
    KONDENSAT UNIT PEREBUSAN DI PTPN III PKS RAMBUTAN TEBING
    TINGGI
76. ANALISIS KEHILANGAN MINYAK SAWIT PADA FAT PIT DAN TANDAN
    KOSONG DI PTPN III KEBUN RAMBUTAN
77. ANALISIS KUANTITATIF BESI (FE), SENG (ZN) DAN MANGAN (MN)
    DALAM AIR SUMUR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI
    SERAPAN ATOM
78. ANALISIS PERSENTASE KEHILANGAN MINYAK SAWIT YANG
    TERDAPAT PADA BIJI BUAH KELAPA SAWIT YANG TELAH DIPRESS
    DI PTPN II PAGAR MERBAU
79. ANALISIS VISKOSITAS DAN BRIGHTNESS PULP PADA PROSES
    BLEACHING DI PT TOBA PULP LESTARI,TBK PORSEA
80. BENTONIT TERPILAR TIO2 SEBAGAI KATALIS PEMBUATAN
    HIDROGEN DALAM PELARUT AIR PADA HIDROGENASI GLUKOSA
    MENJADI SORBITOL DENGAN KATALIS NIKEL
81. CAO DAN MGO SEBAGAI KATALISATOR TERHADAP REAKSI
    TRANSESTERIFIKASI MINYAK JARAK (RICINUS COMMUNIS)
    MENJADI METIL ESTER ASAM LEMAK
82. CAO DAN MGO SEBAGAI KATALISATOR TERHADAP REAKSI
    TRANSESTERIFIKASI MINYAK JARAK (RICINUS COMMUNIS)
    MENJADI METIL ESTER ASAM LEMAK
83. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDEMEN CPO (CRUDE
    PALM OIL) DI PKS (PABRIK KELAPA SAWIT) ADOLINA PTPN VI
    PERBAUNGAN
84. HIDROGENASI GLUKOSA MENJADI SORBITOL DENGAN
    MENGGUNAKAN KATALIS PD/C DALAM PELARUT N-HEKSAN KERING
85. HUBUNGAN ANALISA DOBI (DETERATION OF BLEACHABILITY
    INDEX) DAN ?-KAROTEN DALAM CPO (CRUDE PALM OIL) DENGAN
    MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE
86. HUBUNGAN HARGA BILANGAN IODIN DAN TITIK KERUH TERHADAP
    OLEIN YANG DIPEROLEH DARI HASIL FRAKSINASI RBDPO PADA PT.
    SMART TBK.
87. IDENTIFIKASI HIDROKUINON DALAM KRIM PEMUTIH SELEBRITIS
    NIGHT CREAM DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
88. IDENTIFIKASI HIDROKUINON DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH VIVA
    WHITE MOUSTURIZER SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
89. IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA MINYAK ATSIRI RIMPANG JAHE
    EMPRIT (ZINGIBER OFFICUNALE ROSC.) DAN UJI AKTIVITAS
    ANTIBAKTERI
90. IDENTIFIKASI PEWARNA RHODAMIN B (CI 45170) DALAM LIPSTIK
    SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) DAN
    SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE
91. IDENTIFIKASI PEWARNA SINTETIS DALAM MINUMAN RINGAN SIENA
    OKABE STRAWBERRY SECARA KROMATOGRAFI KERTAS
92. IMOBILISASI CRUDE ENZIM PAPAIN YANG DIISOLASI DARI GETAH
    BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L) DENGAN MENGGUNAKAN KAPPA
    KARAGENAN DAN KITOSAN SERTA PENGUJIAN AKTIVITAS DAN
    STABILITASNYA
93. ISOLASI ISOLASI SENYAWA ALKALOIDA DARI BATANG TUMBUHAN
    BROTOWALI (TINOSPORA CRISPA (L.)MIERS.)
94. ISOLASI SENYAWA ALKALOIDA DARI BIJI BUAH PALA (MYRISTICA
    FRAGRANS HOUTT)
95. ISOLASI SENYAWA ALKALOIDA DARI BIJI TUMBUHAN MAHONI
    (SWIETENIA MAHOGANI JACQ)
96. ISOLASI SENYAWA ALKALOIDA DARI DAUN TUMBUHAN SAMBILOTO
    (ANDROGRAPHIS PANICULATA (BURM.F.) NESS)
97. ISOLASI SENYAWA ALKALOIDA DARI DAUN TUMBUHAN SIDAGURI
    (SIDA RHOMBIFOLIA L.)
98. ISOLASI SENYAWA ALKALOIDA DARI DAUN TUMBUHAN WUNGU
    (GRAPTOPHYLLUM PICTUM L.)
99. ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI BUAH TUMBUHAN
    HARIMONTING (RHODOMYRTUS TOMENTOSA W.AIT)
100.      ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI BUNGA TUMBUHAN
    ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.)
101.      ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI DAUN TUMBUHAN ILER
    (COLEUS ATROPURPUREUS BENTH.)
102.      ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI DAUN TUMBUHAN
    JAMBU MONYET ( ANACARDIUM OCCIDENTALE L.)
103.      ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI DAUN TUMBUHAN
    KEDONDONG LAUT (NOTHOPANAX FRUTICOSUM (L.) MIQ)
104.      ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI KULIT BATANG
    TUMBUHAN SIRSAK (ANNONA MURICATA L)
105.      ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI KULIT BUAH ALPUKAT
    (PERSEA GRATISSIMA GAERTN)
106.      ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI KULIT BUAH
    TUMBUHAN JENGKOL (PITHECOLLOBIUM LOBATUM BENTH.)
107.      ISOLASI SENYAWA FLAVONOID DARI DAUN TUMBUHAN
    HARIMONTING (RHODOMYRTUS TOMENTOSA W.AIT.)
108.      ISOLASI SENYAWA STEROIDA DARI DAUN TUMBUHAN
    SISARAH (SPILANTHES ACMELLA MURR)
109.      ISOLASI SENYAWA TERPENOIDA DARI EKSTRAK METANOL
    BIJI BUAH DUKU (LANSIUM DOMESTICUM L.)
110.      ISOLASI SENYAWA TERPENOIDA DARI KULIT BUAH MAHONI (
    SWIETENIA MAHAGONI (L.) JACQ. )
111.      KARBONILASI METIL OLEAT DENGAN KATALIS PDCL2/CUCL2
    MENGGUNAKAN AEROSIL SEBAGAI PENYERAP AIR
112.      KESADAHAN : ANALISA DAN PERMASALAHANNYA UNTUK AIR
    INDUSTRI
113.      MENENTUKAN KONSENTRASI NAOH SECARA ASIDIMETRI
    PADA PROSES BLEACHING DI PT. TOBA PULP LESTARI TBK PORSEA
114.      METODE SAMBUNG LENGKUNG ANTARA TANAMAN TOMAT
    DAN KENTANG UNTUK MENDAPATKAN SATU TANAMAN BARU YANG
    MENGHASILKAN 2 JENIS PRODUK SEKALI PANEN
115.     MUTU CPO (CRUDE PALM OIL) SANGAT DITENTUKAN OLEH
   KUALITAS TANDAN BUAH SEGAR (TBS) YANG DIOLAH
116.     OPTIMASI PENGGUNANAN CAMPURAN ASAM ASETAT DAN
   FENOL SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA KARET ALAM SIR 2O
117.     PEMANFAATAN ARANG SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN
   UNTUK MENURUNKAN KADAR BESI DALAM AIR SUMUR
118.     PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK POLIETILENA (PE) SEBAGAI
   MATRIKS KOMPOSIT DENGAN BAHAN PENGUAT SERAT KACA
119.     PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK POLIETILENA TEREFTALAT
   (PET) SEBAGAI MATRIK KOMPOSIT DENGAN BAHAN PENGUAT KACA
   SERAT
120.     PEMANFAATAN LIMBAH PULP BUAH SEMANGKA (CITRULLUS
   VULGARIS, SCHARD) UNTUK PEMBUATAN NATA DE WATERMELON
   PULP DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI ACETOBACTER XYLINUM
121.     PEMANFAATAN SIRUP GLUKOSA HASIL HIDROLISA AMILUM
   DARI BIJI KWENI (MANGIFERA ODORATA GRIFT) SEBAGAI PEMANIS
   PADA PEMBUATAN MANISAN DARI BUAH SALAK (SALACCA EDULIS
   REINW)
122.     PEMANFAATAN SIRUP GLUKOSA HASIL HIDROLISA AMILUM
   DARI BIJI MANGGA ARUMANIS (MANGIFERA INDICA LINN) SEBAGAI
   PEMANIS PADA PEMBUATAN MANISAN DARI BUAH KEDONDONG
   (SPONDIAS DULCIS FORST )
123.     PEMANFAATAN SIRUP GLUKOSA HASIL HIDROLISA SELULOSA
   DARI DAMI NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS LAMK)
   SEBAGAI PEMANIS PADA PEMBUATAN MANISAN DARI BUAH KELAPA
   (COCOS NUCIFERA L)
124.     PEMANFAATAN SIRUP GLUKOSA HASIL HIDROLISIS SERAT
   DARI AMPAS KELAPA DALAM PEMBUATAN GULA JAWA/ GULA
   MERAH DENGAN VOLUME BERVARIASI
125.     PEMANFAATAN TANGKIL (GNETUM GNEMON) UNTUK
   CAMPURAN KERUPUK DENGAN VARIASI PERBANDINGAN ANTARA
   TEPUNG TANGKIL DAN TEPUNG TAPIOKA.
126.     PEMBUATAN ALKANOLAMIDA DARI HASIL AMIDASI RBDPKO,
   RBDOLEIN, DAN RBDSTEARIN DENGAN DIETANOLAMIN
127.     PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT MENTAH
   DENGAN METANOL MEGGUNAKAN KATALIS KALIUM HIDROKSIDA
128.     PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI BAHAN TABLET VITAMIN C
   MENGGUNAKAN KITOSAN DAN AMYLUM MANIHOT SEBAGAI
   MATRIKS MELALUI METODE GRANULASI BASAH.
129.     PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI METIL ESTER ASAM
   LEMAK MINYAK JARAK PAGAR YANG DIGUNAKAN SEBAGAI
   BIODIESEL
130.     PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI NATRIUM 9,10,12-
   TTIHIDROKSI STEARAT YANG DI TURUNKAN DARI MINYAK
   JARAK(RICINUS COMMUNIS LINN)
131.     PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI TEPUNG TAPIOKA DAN
   DEDAK DENGAN PENAMBAHAN GLISERIN SEBAGAI KULIT RISOL
   DAN PENGARUH AKIBAT PENGGORENGAN
132.     PEMBUATAN GARAM KALSIUM KAROTENIL SULFAT DAN
   PENGARUH SIFAT PEMANTAPNYA TERHADAP METIL ESTER TIDAK
   JENUH
133.     PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL DARI SERBUK BATANG
   KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN PEREKAT POLIPROPILENA
   DIFUNGSIONALISASI DENGAN MALEAT ANHIDRAT
134.     PEMBUATAN TABLET KOMPOS N,P,K DARI KOMPOS TANDAN
   KOSONG KELAPA SAWIT DAN KULIT BUAH KAKAO
135.     PEMERIKSAAN WARNA DENGAN MENGGUNAKAN LOVIBOND
   TINTOMETER DAN PENENTUAN KADAR AIR DARI CRUDE PALM
   KERNEL OIL (CPKO) DI PT.AGRO JAYA PERDANA
136.     PEMISAHAN DAN PENENTUAN KADAR ASAM SITRAT DARI
   BUAH ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA.L)
137.     0PEMURNIAN GAS ALAM DENGAN PENYERAPAN
   MENGGUNAKAN KARBONAT DAN DIETHANOLAMINE PADA UNIT
   BENFIELD
138.     PENCAMPURAN TEPUNG HASIL ISOLASI PROTEIN DARI
   LIMBAH PADAT INDUSTRI KECAP DENGAN TEPUNG KALDU AYAM
   SEBAGAI PENYEDAP RASA MAKANAN
139.     PENENTUAN ALKALINITAS DAN SILIKA PADA INTERNAL
   TREATMENT DI PABRIK KELAPA SAWIT
140.     PENENTUAN AMMONIAK PADA LIMBAH CAIR PENGOLAHAN
   KARET REMAH DENGAN BAHAN BAKU LATEKS PEKAT DAN LUMP
   MANGKOK DI PT. BRIDGESTONE SUMATERA RUBBER ESTATE
   DOLOK MERANGIR
141.     PENENTUAN ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DAN KADAR AIR PADA
   PALM KERNEL OIL (PKO) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV
   (PERSERO) PABATU
142.     PENENTUAN BILANGAN ASAM PADA CPKO (CRUDE PALM
   KERNEL OIL) DAN CPKFAD (CRUDE PALM KERNEL FATTY ACID
   DISTILLATE) DI PT. PALMCOCO LABORATORIES ______
143.     PENENTUAN BILANGAN IODIN ASAM LEMAK RINGAN (<C16)
   DARI HASIL DESTILASI ASAM LEMAK MENGGUNAKAN METODE
   WIJS DI PT. ECOGREEN OLEOCHEMICALS
144.     PENENTUAN BILANGAN IODIN DALAM CRUDE PALM STEARIN
   DAN REFINED BLEACHED DEODORIZED PALM STEARIN
145.     PENENTUAN BILANGAN IODIN DALAM REFINED BLEACHED
   DEODORIZED COCONUT OIL (RBD CNO) DAN VIRGIN COCONUT OIL
   (VCO)
146.     PENENTUAN BILANGAN IODIN DARI ASAM LEMAK FAB-H
   YANG DIHASILKAN OLEH UNIT HIDROGENASI DI PT. SINAR
   OLEOCHEMICAL INTERNATIONAL (SOCI)
147.     PENENTUAN BILANGAN IODIN TERHADAP RBD PALM OLEIN
   YANG BERASAL DARI DAERAH ______ DAN DUMAI
148.     PENENTUAN BILANGAN PEROKSIDA ASAM MIRISTAT (C1499)
   DARI UNIT FRAKSINASI DI PT. SOCI ______
149.     PENENTUAN BILANGAN PEROKSIDA PADA MINYAK INTI
   KELAPA SAWIT (CPKO) DI PT. ECOGREEN OLEOCHEMICALS
150.      PENENTUAN BILANGAN SWELLING INDEKS COMPOUND
   LATEKS PADA PEMBUATAN BENANG KARET DI PT.INDUSTRI KARET
   NUSANTARA TANJUNG MORAWA ______
151.      PENENTUAN BILANGAN VOLATILE FATTY ACID (VFA) DALAM
   LATEKS KEBUN PADA PEMBUATAN KARET REMAH
152.      PENENTUAN BRIGHTNESS PULP PADA D0, D1 DAN D2 STAGE DI
   UNIT BLEACHING PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA
153.      PENENTUAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) LIMBAH
   CAIR PULP DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE DI PT.
   TOBA PULP LESTARI, TBK
154.      PENENTUAN CO2 PADA LIQUIDFACTION NATURAL GAS (LNG)
   PADA ALIRAN KE REAKTOR DAN ALIRAN KE DIETHANOL AMINE (
   DEA) DENGAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS
155.      PENENTUAN DERAJAT GRAFTING DAN FRAKSI GEL DARI
   POLIPROPILENA TERDEGRADASI YANG DIFUNGSIONALISASIKAN
   DENGAN MALEAT ANHIDRIDA
156.      PENENTUAN DERAJAT SUBSTITUSI (DS) SELULOSA ASETAT
   DARI TANDAN KOSONG SAWIT DENGAN CARA TITRASI DI PUSAT
   PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) ______
157.      PENENTUAN EFISIENSI PENYERAPAN SULFUR OLEH SPONGE
   IRON VESSEL (61-201-DA) UNIT DESULFURIZER PADA AMMONIA
   PLANT-II PT. PUPUK ISKANDAR MUDA-LHOKSEUMAWE
158.      PENENTUAN JUMLAH PITCH (PEREKAT) YANG TERKANDUNG
   DALAM GAS BUANG PADA PEMANGGANGAN ANODA UNTUK
   PRODUKSI ANODA KARBON DI PT. INALUM
159.      PENENTUAN KADAR AIR CRUDE PALM OIL (CPO) PADA ALAT
   VACUM DRYER DI STASIUN KLARIFIKASI PABRIK PENGOLAHAN
   KELAPA SAWIT
160.      PENENTUAN KADAR AIR DAN ASAM LEMAK BEBAS PADA CPO
   (CRUDE PALM OIL) DI PKS. PT. MULTIMAS NABATI ASAHAN KUALA
   TANJUNG
161.      PENENTUAN KADAR AIR DAN KADAR ABU DARI GLISERIN
   YANG DIPRODUKSI PT. SINAR OLEOCHEMICAL INTERNATIONAL-
   ______
162.      PENENTUAN KADAR AIR DAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS
   (ALB) DARI INTI BUAH KELAPA SAWIT VARITAS TENERA YANG
   DIPRODUKSI OLEH PERKEBUNAN PTPN III SEI MANGKEI
163.      PENENTUAN KADAR AIR DAN KADAR KOTORAN MINYAK INTI
   SAWIT DI PTPN III PKS KEBUN RAMBUTAN – TEBING TINGGI
164.      PENENTUAN KADAR AIR DAN KOTORAN MINYAK SAWIT
   MENTAH (CPO) PADA TANGKI PENYIMPANAN DI PABRIK KELAPA
   SAWIT PTPN.IV KEBUN ADOLINA
165.      PENENTUAN KADAR AIR DI DALAM GAS ALAM DI PT.
   PERTAMINA EP. REGION SUMATERA FIELD PANGKALAN SUSU
166.      PENENTUAN KADAR AIR INTI SAWIT PADA KERNEL SILO
   MENGGUNAKAN ALAT MOISTURE ANALYZER DI PT. PN III PKS
   RAMBUTAN TEBING TINGGI
167.      PENENTUAN KADAR AIR PADA CAKE BROWNIES DAN ROTI
   TWO IN ONE NENAS DAN ES
168.       PENENTUAN KADAR AIR PADA PRODUK SPRITE SECARA
   GRAVIMETRI DENGAN VARIASI BRIX DI PT. COCA COLA BOTTLING
   INDONESIA UNIT ______
169.       PENENTUAN KADAR ALUMINIUM (AL) SECARA
   SPEKTROFOTOMETRI PADA WATER TREATMENT PLANT (WTP) DI
   PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA UNIT ______
170.       PENENTUAN KADAR ALUMINIUM OKSIDA (AL2O3 ) DALAM
   LIMBAH PENGOLAHAN ALUMINIUM
171.       PENENTUAN KADAR AMONIAK DALAM UDARA DENGAN
   METODE NESSLER MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-
   VISIBEL
172.       PENENTUAN KADAR AMONIAK (NH3) PADA LATEKS DALAM
   PENGOLAHAN CRUMB RUBBER DI PT. BRIDGESTONE
173.       PENENTUAN KADAR AMONIAK (NH3) PADA LATEKS KOMPON
   TERHADAP BENANG KARET DI PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA
174.       PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DAN KADAR
   AIR DALAM CRUDE PALM OIL (CPO) PADA TANGKI TIMBUN DI PTPN
   III PKS SEI MANGKEI – PERDAGANGAN
175.       PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DARI PALM
   KERNEL OIL (PKO ) PADA TANGKI PENIMBUNAN DI PT. SARANA
   AGRO NUSANTARA
176.       PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DAN BILANGAN
   IODIN DALAM MINYAK HASIL EKSTRAKSI BIJI JAGUNG DENGAN
   PELARUT N-HEKSANA
177.       PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DAN BILANGAN
   IODIN DARI MINYAK HASIL EKSTRAKSI KACANG TANAH DENGAN
   PELARUT N-HEKSANA
178.       PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DARI CPO NON
   EDIBLE OIL YANG DIPEROLEH DARI PENCAMPURAN CPO DAN PFAD
   (4 : 1)
179.       PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DARI CRUDE PALM
   KERNEL OIL (CPKO) DAN CRUDE COCONUT OIL (CNO)
180.       PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS, KADAR AIR, DAN
   KADAR KOTORAN PADA TANGKI PENIMBUNAN CRUDE PALM OIL
   (CPO) DI PT. EASTERN SUMATRA INDONESIA BUKIT MARADJA PALM
   OIL MILL
181.       PENENTUAN KADAR ASAM SIKLAMAT DALAM MINUMAN
   RINGAN ION TUBUH SWEAT SECARA SPEKTROFOTOMETRI
182.       PENENTUAN KADAR BESI DALAM ALUMINIUM CAIR
   TERHADAP KUALITAS PRODUK AKHIR DI PT. INALUM KUALA
   TANJUNG
183.       PENENTUAN KADAR BESI (FE) DAN KADAR AMONIA (NH3)
   PADA AIR SUNGAI SOGONG DAN MARCAPADA SECARA
   SPEKTROFOTOMETRI
184.       PENENTUAN KADAR BESI PADA SOFT WATER SECARA
   SPEKTROFOTOMETRI DI PT COCA COLA BOTTLING INDONESIA
185.       PENENTUAN KADAR BILANGAN IODIN DARI RBD PALM OLEIN
   DENGAN METODE PELARUT CAMPURAN N-HEKSAN-ASAM ASETAT
   DAN PELARUT CAMPURAN SIKLOHEKSANA-ASAM ASETAT DI PT.
   PALMCOCO LABORATORIES
186.    PENENTUAN KADAR BIURET, H2O, DAN TOTAL NITROGEN
   PADA UREA PRILL DARI BULK STORAGE DI PT. PUPUK ISKANDAR
   MUDA LHOKSEUMAWE
187.    PENENTUAN KADAR BORON DALAM TANAH SECARA
   SPEKTROFOTOMETRI DENGAN PEREAKSI AZOMETHINE-H
188.    PENENTUAN KADAR COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) PADA
   LIMBAH CAIR DI INDUSTRI KARET
189.    PENENTUAN KADAR COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) PADA
   LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT, PABRIK KARET DAN
   DOMESTIK
190.    PENENTUAN KADAR COD DAN BOD DALAM PENGOLAHAN
   LIMBAH CAIR DIPKS PT. MULTIMAS NABATI ASAHAN KUALA
   TANJUNG
191.    PENENTUAN KADAR DIFENHIDRAMIN HCL DALAM OBAT
   BATUK SIRUP DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA
   TINGGI (KCKT)
192.    PENENTUAN KADAR FOSFAT DAN COD PADA PROSES
   PENGOLAHAN AIR LIMBAH PT. SINAR OLEOCHEMICAL
   INTERNATIONAL (PT.SOCI)
193.    PENENTUAN KADAR FOSFAT PADA AIR UMPAN RECOVERY
   BOILER DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DI PT. TOBA
   PULP LESTARI, TBK – PORSEA
194.    PENENTUAN KADAR GLUKOSA PADA KENTANG REBUS DAN
   TALAS REBUS SEBAGAI PENGGANTI NASI BAGI PENDERITA
   DIABETES DENGAN METODE LUFF SCHOORL
195.    PENENTUAN KADAR KESADAHAN TOTAL DALAM AIR BAKU
   DAN AIR BERSIH DENGAN TITRASI KOMPLEKSIOMETRI DI PT
   INALUM KUALA TANJUNG
196.    PENENTUAN KADAR KLORIN AIR BAKU PRODUKSI DI PT.
   COCA-COLA BOTTLING INDONESIA ______ DENGAN METODE
   KOLORIMETRI
197.    PENENTUAN KADAR LEMAK DALAM MARGARIN DENGAN
   METODE EKSTRAKSI SOKLETASI
198.    PENENTUAN KADAR LEMAK DALAM MARGARIN DENGAN
   METODE EKSTRAKSI SOKLETASI DIBALAI BESAR PENGAWAS OBAT
   DAN MAKANAN ______
199.    PENENTUAN KADAR LEMAK DARI YOGHURT DI BALAI
   PENGOLAHAN OBAT DAN MAKANAN
200.    PENENTUAN KADAR LEMAK (OIL GREASE) PADA LIMBAH CAIR
   KELAPA SAWIT DENGAN METODE GRAVIMETRI
201.    PENENTUAN KADAR LOGAM BESI (FE) DALAM TEPUNG
   GANDUM DENGAN CARA DESTRUKSI BASAH DAN KERING DENGAN
   SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM SESUAI STANDAR NASIONAL
   INDONESIA (SNI) 01-3751-2006
202.    PENENTUAN KADAR LOGAM FE DENGAN METODE
   SPEKTROMETER SERAPAN ATOM (SSA) PADA AIR BERSIH DI PY.
   PERTAMINA EP. REGION SUMATERA FIELD PANGKALAN SUSU
203.    PENENTUAN KADAR LOGAM KADMIUM CD ) DAN LOGAM
   ZINKUM ( ZN ) DALAM BLACK LIQUOR PADA INDUSTRI PULP PROSES
   KRAFT DARI TOBA PULP LESTARI DENGAN METODE
   SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM ( SSA)
204.     PENENTUAN KADAR LOGAM MANGAN (MN) DAN KROM (CR)
   DALAM AIR MINUM HASIL PENYARINGAN YAMAHA WATER
   PURIFIER DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
205.     PENENTUAN KADAR LOGAM SENG (ZN) DAN TEMBAGA (CU)
   DALAM AIR PAM HASIL PENYARINGAN YAMAHA WATER PURIFIER
   TIPE DRINKING STAND
206.     PENENTUAN KADAR LOGAM TIMBAL (PB) PADA REFINED
   GLYSERIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI DI PT. ECOGREEN
   OLEOCHEMICAL
207.     PENENTUAN KADAR METANA PADA ALIRAN GAS KE
   DIETANOL AMIN, KARBONAT, PLANT, DAN TRAIN MENGGUNAKAN
   KROMATOGRAFI GAS
208.     PENENTUAN KADAR MINYAK BRONDOLAN BUAH SAWIT PADA
   KEADAAN MENTAH, AGAK MATANG, MATANG, DAN LEWAT
   MATANG DI PTP. NUSANTARA III PKS ( PABRIK KELAPA SAWIT ) SEI
   MANGKEI
209.     PENENTUAN KADAR MINYAK DAN ASAM LEMAK BEBAS (ALB)
   TANDAN BUAH SEGAR (TBS) BERDASARKAN DERAJAT KEMATANGAN
   BUAH DI PTP.NUSANTARA III PKS (PABRIK KELAPA SAWIT) SEI
   MANGKEI
210.     PENENTUAN KADAR MINYAK MENTAH (CPO) YANG TERBAWA
   DALAM AIR LIMBAH PADA PROSES PEMURNIAN MINYAK DI SLUDGE
   SEPARATOR DI PKS PT MULTIMAS NABATI ASAHAN - KUALA
   TANJUNG
211.     PENENTUAN KADAR MINYAK PADA PK (PALM KERNEL), PKM
   (PALM KERNEL MEAL), DAN PKC (PALM KERNEL CAKE) DI
   PT.INDUSTRI KELAPA SAWIT NUSANTARA IV KEBUN PABATU
212.     PENENTUAN KADAR MINYAK YANG TERDAPAT PADA TANDAN
   BUAH KOSONG SESUDAH PROSES PEMIPILAN SECARA SOKLETASI DI
   PTP. NUSANTARA III PABRIK KELAPA SAWIT SEI MANGKEI -
   PERDAGANGAN
213.     PENENTUAN KADAR NATRIUM BENZOAT, KALIUM SORBAT
   DAN NATRIUM SAKARIN DALAM SIRUP DENGAN METODE
   KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) DI BALAI BESAR
   PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN ______
214.     PENENTUAN KADAR NATRIUM SIKLAMAT DALAM MINUMAN
   RINGAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
215.     PENENTUAN KADAR NITRIT PADA BEBERAPA AIR SUNGAI DI
   KOTA ______ DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI (VISIBLE)
216.     PENENTUAN KADAR NITROGEN (N), FOSFOR (P) DAN KALIUM
   (K) SEBELUM DAN SETELAH FERMENTASI DALAM PEMBUATAN
   KOMPOS
217.     PENENTUAN KADAR NITROGEN PADA PUPUK UREA DI PT.
   PUPUK ISKANDAR MUDA
218.     PENENTUAN KADAR NITROGEN TOTAL DAN KADAR AMONIAK
   PADA LIBAH CAIR KELAPA SAWIT
219.     PENENTUAN KADAR PADATAN TOTAL PADA LATEKS KOMPON
   TERHADAP MUTU BENANG KARET
220.     PENENTUAN KADAR PENCAMPURAN MINYAK TANAH DENGAN
   SOLAR MENGGUNAKAN SENSOR GAS SEMIKONDUKTOR(TGS
   FIGARO)
221.     PENENTUAN KADAR PENGOTOR DALAM KOKAS SECARA X-
   RAY FLUORESCENE DI PT INALUM
222.     PENENTUAN KADAR SENG (ZN) PADA LIMBAH DI PT. INDUSTRI
   KARET NUSANTARA
223.     PENENTUAN KADAR SILIKA DALAM BAHAN BAKU ALUMINIUM
   FLUORIDA SECARA SPEKTROFOTOMETRI
224.     PENENTUAN KADAR SILIKA DALAM TREATED WATER SECARA
   SPEKTROFOTOMETRI PADA PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA
225.     PENENTUAN KADAR SILIKA DI MULTI FUEL BOILER DENGAN
   SPEKTOFOTOMETER UV-VISIBEL DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK,
   PORSEA
226.     PENENTUAN KADAR SIO2 DALAM BAHAN BAKU ALUMINA
   (AL2O3) SECARA SPEKTROFOTOMETER DI PT INALUM KUALA
   TANJUNG
227.     PENENTUAN KADAR SODA YANG HILANG DI TAHAP
   PENCUCIAN IV PADA PROSES PEMBUATAN PULP DI PT. TOBA PULP
   LESTARI (TPL)
228.     PENENTUAN KADAR SULFAT DALAM AIR BERSIH SECARA
   SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE DI PERUMAHAN PT INALUM
   TANJUNG GADING
229.     PENENTUAN KADAR SULFUR DIOKSIDA (SO2) DI UDARA
   AMBIEN DENGAN METODE PARAROSANILIN SECARA
   SPEKTROFOTOMETRI
230.     PENENTUAN KADAR UNSUR CUPRUM (CU) DAN ZINKUM (ZN)
   PADA DAUN MANGGA (MANGIFERA INDICA)DISEKITAR
   LABORATORIUM KIMIA ANALITIK FMIPA USU SECARA
   SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
231.     PENENTUAN KADAR VISKOSITAS PADA SAAT DIWASHER IV
   PADA PROSES PEMBUATAN PULP DI PT. TOBA PULP LESTARI (TPL)
232.     PENENTUAN KADAR Β-KAROTEN DARI MINYAK SAWIT YANG
   TERIKAT PADA ADSORBEN ZEOLIT ALAM DALAM BERBAGAI
   VARIASI UKURAN PARTIKEL
233.     PENENTUAN KANDUNGAN BIJIH EMAS DARI BATUAN
   PENAMBANGAN MASYARAKAT DESA BEUTEUNG-ACEH DENGAN
   METODE SIANIDASI DAN PEMURNIAN SECARA ELEKTROLISIS
234.     PENENTUAN KANDUNGAN PADATAN TOTAL DARI LATEKS
   KOMPON DAN PENGARUHNYA TERHADAP MUTU BENANG KARET
235.     PENENTUAN KANDUNGAN PADATAN TOTAL ( % TSC ) LATEKS
   PEKAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEKUATAN TARIK BENANG
   KARET DI PT. IKN – ______
236.     PENENTUAN KEHILANGAN MINYAK KELAPA SAWIT DARI UNIT
   PEREBUSAN YANG TERDAPAT PADA AIR KONDENSAT DAN AIR
   KOLAM FAT FIT DENGAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI DI PTPN
   III PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI
237.     PENENTUAN KEHILANGAN MINYAK KELAPA SAWIT PADA AIR
   KONDENSAT UNIT PEREBUSAN DI PTPN III PKS RAMBUTAN TEBING
   TINGGI DENGAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI
238.      PENENTUAN KEKERUHAN PADA AIR RESERVOIR DI PDAM
   TIRTANADI INSTALASI PENGOLAHAN AIR SUNGGAL ______ METODE
   TURBIDIMETRI
239.      PENENTUAN KOMPONEN SENYAWA/MINYAK ATSIRI DAN UJI
   AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI N-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN
   METANOL KULIT KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANII)
240.      PENENTUAN KOMPOSISI HIDROKARBON PADA LNG YANG
   TERDAPAT DALAM BERTH II DAN BERTH III DENGAN
   MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS
241.      PENENTUAN KUALITAS CRUDE PALM KERNEL OIL YANG
   DIPEROLEH DARI HASIL EKSTRAKSI INTI SAWIT DENGAN PELARUT
   N-HEKSAN DI PT. PALMCOCO LABORATORIES
242.      PENENTUAN KUALITAS MINYAK YANG DIPEROLEH DARI
   HASIL EKSTRAKSI KOPRA DENGAN PELARUT N-HEKSAN
243.      PENENTUAN KUALITAS MINYAK YANG DIPEROLEH DARI
   HASIL EKSTRAKSI PALM KERNEL EXPELLER DENGAN PELARUT N-
   HEKSAN DI PT. PALMCOCO LABORATORIES
244.      PENENTUAN MUTU CPO SEBELUM DAN SETELAH
   PENGGUNAAN OIL PURIFIERDAN VACUUM DRIER PADA STASIUN
   KLARIFIKASI DI PTP-NUSANTARA IV
245.      PENENTUAN NILAI ALKALI AKTIF (AACHARGE) DALAM
   PROSES PEMASAKAN SERPIH AKASIA DI UNIT DIGESTER FIBRE LINE
   2 PT RIAU ANDALAN PULP AND PAPER
246.      PENENTUAN NILAI CARBON EQUIVALEN (CE) CAST IRON PADA
   PROSES PENANGKAIAN ANODA DI RODDING PLANT PT. INALUM
   KUALA TANJUNG BATU BARA
247.      PENENTUAN NILAI REAKTIVITY RESIDU (RR) O2 UNTUK
   PENGENDALIAN KUALITAS ANODA DI PT INALUM KUALA TANJUNG
248.      PENENTUAN PERSEN VOLUME FRAKSI MINYAK MENTAH
   (CRUDE PETROLEUM) DENGAN METODE DISTILASI SECARA ASTM D-
   86 DI PT. PERTAMINA EP REGION SUMATERA FIELD PANGKALAN
   SUSU
249.      PENENTUAN PH DAN KADAR AMONIA (NH3) LATEKS PADA
   TANGKI TRUCK PENGANGKUTAN DI PT BRIDGESTONE SUMATRA
   RUBBER ESTATE
250.      PENENTUAN PH DAN SUHU OPTIMUM UNTUK AKTIVITAS
   EKSTRAK KASAR ENZIM LIPASE DARI KECAMBAH BIJI JARAK
   KEPYAR (RICINUS COMMUNIS L) TERHADAP HIDROLISIS MINYAK
   WIJEN
251.      PENENTUAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DALAM AIR
   SUNGAI DELI DAN PENGARUHNYA TERHADAP WAKTU
   PENYIMPANAN
252.      PENENTUAN TOTAL SUSPENDED SOLID ( TSS ) DI
   LABORATORIUM BALAI RISET STANDARDISASI INDUSTRI ______
253.      PENENTUAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) LIMBAH CAIR
   PULP DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK DENGAN METODE
   GRAVIMETRI SOSOR LADANG – PORSEA
254.      PENENTUAN VISKOSITAS PADA PROSES PEMUTIHAN PULP
   (BLEACHING) DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK
255.    PENENTUAN VISKOSITAS PADA WAKTU PEMANASAN 1 MENIT
   DAN SETELAH 4 MENIT TERHADAP SIR 20CV DI PT BRIDGESTONE
   SUMATRA RUBBER ESTATE DOLOK MERANGIR
256.    PENENTUAN % VOLUME KOMPOSISI GAS ALAM DENGAN
   MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI GAS (GC)
257.    PENENTUAN ZAT PEREDUKSI PADA GLISERIN DENGAN
   MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VISIBLE
258.    PENENTUAN Β-KAROTEN DAN MINYAK SAWIT YANG TERIKAT
   PADA BENTONIT SETELAH DIGUNAKAN SEBAGAI BLEACHING
259.    PENETAPAN KADAR EPINEFRIN DALAM SEDIAAN INJEKSI
   OBAT PEMACU KERJA JANTUNG DENGAN METODE KROMATOGRAFI
   CAIR KINERJA TINGGI (KCKT)
260.    PENETAPAN KADAR ETANOL DALAM MINUMAN BERALKOHOL
261.    PENETAPAN KADAR NITROGEN YANG TERKANDUNG DALAM
   PUPUK NITROGEN, FOSFOR, KALIUM (NPK) DI PT. RISPA ______
262.    PENETAPAN KADAR TOC PADA AIR LIMBAH OIL CATCHER
263.    PENETAPAN KADAR ZAT AKTIF PARASETAMOL DALAM OBAT
   SEDIAAN ORAL DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA
   TINGGI (KCKT)
264.    PENGARUH BERAT ARANG CANGKANG KELAPA SAWIT
   SEBAGAI BAHAN PENGISI TERHADAP MUTU KARET
265.    PENGARUH BERAT ARANG CANGKANG KEMIRI (ALEURITES
   MOLUCCANA) SEBAGAI BAHAN PENGISI TERHADAP MUTU KARET
266.    PENGARUH BERAT DAN WAKTU PENYEDUHAN TERHADAP
   KADAR KAFEIN DARI BUBUK TEH
267.    PENGARUH BERAT DIVINILBENZENA TERHADAP SIFAT
   MEKANIK DAN FISIK PAPAN KOMPOSIT DARI POLIPROPILENA
   TERMODIFIKASI MALEAT ANHIDRIDA DAN SERBUK KAYU
268.    PENGARUH BERAT KITOSAN, PH DAN WAKTU KONTAK
   TERHADAP KADAR AMONIAK DALAM LARUTAN AMONIUM KLORIDA
269.    PENGARUH BESAR BUKAAN UDARA DI LIGHT TENERA DUST
   SEPARATOR (LTDS)I DAN II TERHADAP KEHILANGAN INTI SAWIT
   PADA STASIUN KERNEL DI PT. EASTERN SUMATRA INDONESIA
   KABUPATEN SIMALUNGUN
270.    PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP KADAR VITAMIN
   C PADA TANAMAN BAYAM (AMARANTHUS TRICOLOR) DENGAN
   NAUNGAN DAN TANPA NAUNGAN
271.    PENGARUH CO2 (KARBONDIOKSIDA) MURNI TERHADAP
   PERTUMBUHAN MIKROORGANISME PADA PRODUK MINUMAN
   FANTA DI PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA UNIT ______
272.    PENGARUH DOSIS FLOKULAN TERHADAP BERAT JENIS
   ENDAPAN PADA PROSES PEMURNIAN NIRA MENTAH DI PABRIK
   GULA KWALA MADU
273.    PENGARUH DUA JENIS POLISAKARIDA DALAM BIJI ALPUKAT
   (PERSEA AMERICANA MILL) TERHADAP KANDUNGAN SIRUP
   GLUKOSA MELALUI PROSES HIDROLISIS DENGAN HCL 3 %
274.    PENGARUH EFISIENSI ARUS (CURRENT EFFICIENCY)
   TERHADAP FREKWENSI TERJADINYA ANODE EFFECT DALAM
   LARUTAN KRIOLIT (NA3ALF6) PADA PROSES EEKTROLISA DI PT
   INALUM
275.    PENGARUH EKSTRAK BELIMBING WULUH (AVERRHOA
   BILIMBI L) SEBAGAI PENGGUMPAL LATEKS TERHADAP MUTU
   KARET
276.    PENGARUH FE, SI DAN CU DIDALAM DAPUR PENAMPUNG
   TERHADAP MUTU ALUMINIUM DI PT. INALUM KUALA TANJUNG
277.    PENGARUH FRAKSI BUAH (KEMATANGAN PANEN) KELAPA
   SAWIT TERHADAP KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DALAM CPO
   (CRUDE PALM OIL) DI PTPN III RAMBUTAN TEBING TINGGI
278.    PENGARUH FRAKSI TANDAN BUAH SEGAR TERHADAP KADAR
   ASAM LEMAK BEBAS DAN DOBI (DETERATION OF BLEACHABILITY
   INDEX) DI PTPN III PKS SEI MANGKEI, PERDAGANGAN
279.    PENGARUH H2SO4, CA(OH)2, ALM(OH)NCL3M-N DAN CA(OCL)2
   PADA PROSES PENGOLAHAN AIR TANAH SUMUR DALAM MENJADI
   AIR PRODUKSI DI PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA UNIT ______
280.    PENGARUH H-FAKTOR TERHADAP VISKOSITAS DAN
   BILANGAN KAPPA UNBLEACH DIUNIT DIGESTER DI PT TOBA PULP
   LESTARI TBK.PORSEA
281.    PENGARUH HOLDING TIME TERHADAP KEKERUHAN PADA
   SAMPEL AIR SUNGAI BABURA DENGAN METODE TURBIDIMETRI
282.    PENGARUH IMPREGNASI NACL TERHADAP NILAI KALOR
   BAKAR DAN KUAT TEKAN BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA
283.    PENGARUH JUMLAH AIR TERHADAP KINERJA SLUDGE
   SEPARATOR DI PABRIK KELAPA SAWIT PT.PERKEBUNAN
   NUSANTARA III KEBUN RAMBUTAN TEBING TINGGI
284.    PENGARUH JUMLAH NAOH YANG DIGUNAKAN PADA PROSES
   PEMUTIHAN EOP STAGE TERHADAP BRIGHTNESS DI UNIT
   BLEACHING PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA
285.    PENGARUH JUMLAH PEMAKAIAN AIR DI CONTINUOUS
   SETTLING TANK TERHADAP POTENSI MINYAK YANG DIHASILKAN
   DAN KADAR MINYAK HILANG
286.    PENGARUH JUMLAH PEMAKAIAN AIR PADA PROSES
   PENGOLAHAN SLUDGE TERHADAP KADAR MINYAK HILANG (
   LOSSES ) DAN POTENSI MINYAK YANG DIHASILKAN
287.    PENGARUH JUMLAH PEMAKAIAN AIR PENCUCI TERHADAP
   KANDUNGAN SODIUM DALAM BUBUR PULP DI WASHER IV PADA
   PROSES WASHING PULP DI PT. TOBA PULP LESTARI TBK PORSEA
288.    PENGARUH JUMLAH PEMAKAIAN AIR TERHADAP KADAR
   MINYAK HILANG DALAM LUMPUR MINYAK (SLUDGE) PADA
   PEMISAHAN SLUDGE PTP. NUSANTARA III PABRIK KELAPA SAWIT
   RAMBUTAN
289.    PENGARUH JUMLAH PEMAKAIAN CAIRAN PEMASAK
   TERHADAP BILANGAN KAPPA PADA PROSES PEMASAKAN DI
   DIGESTER UNIT FIBER LINE PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA
290.    PENGARUH JUMLAH PEMAKAIAN HIDROGEN PEROKSIDA
   (H2O2) PADA TAHAP EP2 TERHADAP BRIGHTNESS PULP DI UNIT
   BLEACHING PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA
291.    PENGARUH JUMLAH PENAMBAHAN AIR IMBIBISI PADA
   STASIUN GILINGAN TERHADAP KEHILANGAN GULA DALAM AMPAS
   DI PABRIK GULA KWALA MADU PTPN II
292.     PENGARUH JUMLAH SODA LOSS DALAM PULP TERHADAP
   PEMAKAIAN CLO2 DI DO TOWER PADA UNIT BLEACHING DI PT.
   TOBA PULP LESTARI, TBK
293.     PENGARUH KADAR AIR DARI BUBUK TEH HASIL FERMENTASI
   TERHADAP KAPASITAS PRODUKSI PADA STASIUN PENGERINGAN DI
   PABRIK TEH PTPN IV UNIT KEBUN BAH BUTONG
294.     PENGARUH KADAR AIR TERHADAP KADAR ASAM LEMAK
   BEBAS (ALB) DARI MINYAK CPKO (CRUDE PALM KERNEL OIL) PADA
   TANGKI TIMBUN (STORAGE TANK) DI PT. SARANA AGRO
   NUSANTARA UNIT BELAWAN
295.     PENGARUH KADAR BESI (FE) DAN SILIKON (SI) DI DALAM POT
   REDUKSI TERHADAP MUTU PRODUK AKHIR YANG DIHASILKAN DI
   PT INALUM
296.     PENGARUH KADAR KOTORAN TERHADAP KUALITAS KARET
   REMAH
297.     PENGARUH KANDUNGAN AIR BAHAN BAKU SIR 10 TERHADAP
   MUTU PRODUK RESIPRENA 35 DI PT.INDUSTRI KARET NUSANTARA
   SEI BAMBAN-SERDANG BEDAGAI
298.     PENGARUH KATALIS KALSIUM KARBONAT DAN LISEROL
   TERHADAP PRODUK GLISEROLISIS REFINED BLEACHED DEODORIEZ
   PALM OIL (RBD PO)
299.     PENGARUH KEASAMAN TANAH TERHADAP NILAI ALUMINIUM
   DAPAT DITUKAR PADA TANAH DI PUSAT PENELITIAN KELAPA
   SAWIT ______
300.     PENGARUH KEHILANGAN INTI SAWIT TERHADAP MUTU
   MINYAK INTI SAWIT DI PTPN III PKS KEBUN RAMBUTAN – TEBING
   TINGGI
301.     PENGARUH KEKENTALAN (VISKOSITAS) LATEKS TERHADAP
   KONSENTTRASI ASAM ASETAT PADA BENANG KARET
302.     PENGARUH KENAIKAN KANDUNGAN CO2 OUTLET ABSORBER
   DI MAIN CO2 REMOVAL ( MCR ) TERHADAP SISTEM PEMURNIAN GAS
   SINTESA DI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA LHOKSEUMAWE
303.     PENGARUH KERJA THRESHER TERHADAP KEHILANGAN BUAH
   DI TANDAN KOSONG (UNSTRIP FRUIT) DAN KEHILANGAN INTI SAWIT
   PADA STASIUN PENEBAHAN DI PTP. NUSANTARA III PKS RAMBUTAN
   TEBING TINGGI
304.     PENGARUH KESTABILAN OPERASI POT PADA PABRIK REDUKSI
   TERHADAP KANDUNGAN BESI (FE) DAN SILIKON (SI) DI DALAM
   ALUMINIUM CAIR YANG DIHASILKAN
305.     PENGARUH KOMBINASI KOMPOSISI BAHAN OLAH KARET
   TERHADAP TINGKAT KONSISTENSI PLASTISITAS RETENSION INDEKS
   (PRI) KARET REMAH SIR 20 DI PT. BRIDGESTONE SUMATERA RUBBER
   ESTATE DOLOK MERANGIR
306.     PENGARUH KOMPOSISI ARANG CANGKANG KELAPA SAWIT
   DAN HITAM ARANG (CARBON BLACK) TERHADAP KUALITAS
   KOMPON KARET SOL SEPATU
307.     PENGARUH KONSENTRASI ALKALI AKTIF DI DALAM WHITE
   LIQUOR TERHADAP BILANGAN KAPPA PADA UNIT DIGESTER DI PT.
   TOBA PULP LESTARI, TBK
308.     PENGARUH KONSENTRASI ALKALI AKTIF TERHADAP
   VISKOSITAS PULP YANG BELUM DIPUTIHKAN PADA UNIT DIGESTER
   DI PT TOBA PULP LESTARI TBK, PORSEA
309.     PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT (CH3COOH)
   TERHADAP MODULUS GREEN 300% PADA PROSES PRODUKSI
   BENANG KARET DI PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA
310.     PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT (CH3COOH)
   TERHADAP TEGANGAN TARIK (GREEN MODULUS 300%) BENANG
   KARET (COUNT 37 SW ENDS 40) PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA
311.     PENGARUH KONSENTRASI BENZOIL PEROKSIDA PADA
   DEGRADASI THERMAL POLIPROPILENA
312.     PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PENYIMPANAN
   LARUTAN KITOSAN TERHADAP ADSORPSI ION FE DENGAN METODE
   SPEKTROFOTOMETRI
313.     PENGARUH KONSENTRASI FEEDING ALUMINA TERHADAP
   PRODUKTIVITAS ALUMINIUM CAIR PADA TUNGKU REDUKSI DI PT
   INALUM KUALA TANJUNG
314.     PENGARUH KONSENTRASI INDUSER DAN PENAMBAHAN
   KOFAKTOR ENZIM TERHADAP PRODUKSI EKSTRAK KASAR ENZIM
   LIPASE EKSTRASELULER OLEH PSEUDOMONAS AERUGINOSA
315.     PENGARUH KONSENTRASI KAUSTIK SODA DAN TEMPERATUR
   TERHADAP TINGKAT KEBERSIHAN BOTOL DI PT. COCA-COLA
   BOTTLING INDONESIA UNIT
316.     PENGARUH KONSENTRASI MALEAT ANHIDRAT TERHADAP
   DERAJAT GRAFTING MALEAT ANHIDRAT PADA HIGH DENSITY
   POLYETHYLENE ( HDPE ) DENGAN INISIATOR BENZOIL PEROKSIDA
317.     PENGARUH KONSENTRASI MALEAT ANHIDRIDA TERHADAP
   DERAJAT GRAFTING MALEAT ANHIDRIDA PADA POLIPROPILENA
   TERDEGRADASI DENGAN INISIATOR BENZOIL PEROKSIDA
318.     PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM OKSIDA (NA2O) DALAM
   ALUMINA (AL2O3) TERHADAP KRIOLIT (NA3ALF6) YANG
   DIHASILKAN PADA TUNGKU REDUKSI DI PT INALUM
319.     PENGARUH KONSENTRASI OPTIMUM TAWAS TERHADAP
   TURBIDITAS DENGAN METODE JAR TEST DI PDAM TIRTANADI
   INSTALASI SUNGGAL
320.     PENGARUH KONSENTRASI POLI ALUMINIUM KLORIDA (PAC)
   TERHADAP ALKALINITAS DAN PEMBENTUKAN FLOK PADA
   PENGOLAHAN AIR DI PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA (CCBI)
321.     PENGARUH KONSENTRASI TAA (NAOH DAN NA2S) DAN
   %SULFIDITY DI DALAM WL TERHADAP PROSES PEMASAKAN CHIP DI
   DIGESTER PLANT PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA
322.     PENGARUH KONSENTRASI TOTAL ALKALI AKTIF TERHADAP
   % SULFIDITAS DALAM WHITE LIQUOR PADA PROSES
   RECAUSTISIZING DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA
323.     PENGARUH KONSISTENSI TERHADAP PENURUNAN BILANGAN
   KAPPA DAN KENAIKAN BRIGHTNESS DARI PROSES UNBLEACH
   BLENDING KE PROSES BLEACHING DO STAGE PADA PT. TOBA PULP
   LESTARI, TBK- PORSEA
324.     PENGARUH KUALITAS ANODA TERHADAP OPERASI TUNGKU
   DI PT INALUM
325.      PENGARUH LAJU ALIR PULP TERHADAP KONSENTRASI CLO2
   UNTUK MENINGKATKAN % BRIGHTNESS PULP DI DO-TOWER DI PT.
   TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA
326.      PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN KONSENTRASI RAGI ROTI
   TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI FERMENTASI GLUKOSA HASIL
   HIDROLISIS SELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT
327.      PENGARUH LAMANYA PENYIMPANAN CPO TERHADAP
   PERUBAHAN KANDUNGAN ASAM LEMAK BEBAS DI STORAGE TANK
328.      PENGARUH LAMANYA PERENDAMAN DAUN TEH TERHADAP
   KADAR TANNIN BEVERAGE DI PT. COCA–COLA BOTLING INDONESIA
   ______
329.      PENGARUH LAMA PENYIMPANAN CPO TERHADAP KADAR
   ASAM LEMAK BEBAS DAN KADAR AIR PADA STORAGE TANK DI PTPN
   III PKS SEI MANGKEI PERDAGANGAN
330.      PENGARUH LAMA PENYIMPANAN UREA DI BULK STORAGE
   TERHADAP KADAR AMMONIAK BEBAS PADA PT. PUPUK ISKANDAR
   MUDA
331.      PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAUN TEH HIJAU TERHADAP
   KONSENTRASI TANIN PADA PEMBUATAN FRESTEA GREEN TEA DI PT.
   COCA-COLA BOTTLING INDONESIA UNIT ______
332.      PENGARUH LAMA WAKTU PENIMBUNAN CPO PADA STORAGE
   TANK TERHADAP MUTU MINYAK SAWIT DARI HASIL PENGOLAHAN
   DI PTPN IV PKS KEBUN PABATU–TEBING TINGGI
333.      PENGARUH LAMA WAKTU PENYIMPANAN INTI SAWIT ( PKO )
   TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS ( ALB )
334.      PENGARUH NILAI PH DAN NILAI VOLATILE FATTY ACID (VFA)
   TERHADAP KEMANTAPAN LATEKS PEKAT
335.      PENGARUH NILAI VISKOSITAS MOONEY TERHADAP JUMLAH
   BERAT MOLEKUL KARET REMAH SIR 20
336.      PENGARUH PEMAKAIAN BUTT (PUNTUNG ANODA) TERHADAP
   PENAMBAHAN COAL TAR PITCH PADA KUALITAS ANODA DI PT
   INALUM
337.      PENGARUH PEMAKAIAN FOSFAT TREATMENT DALAM
   MENGONTROL PH VS FOSFAT PADA PACKAGE BOILER (53-BF-4001)
   DAN WASTE HEAT BOILER (53-BF-4002) DI UNIT UTILITY-1 PT. PUPUK
   ISKANDAR MUDA
338.      PENGARUH PEMAKAIAN WHITE LIQUOR ( LINDI PUTIH )
   TERHADAP EUKALIPTUS DAN PINUS MERKUSI PADA UNIT DIGESTER
   PT.TOBA PULP LESTARI, TBK – PORSEA
339.      PENGARUH PEMANASAN RBD OLEIN (REFINED BLEACHED
   DEODORIZED OLEIN) TERHADAP BILANGAN PEROKSIDA (PEROXIDE
   VALUE)
340.      PENGARUH PENAMBAHAN ABU PEMBAKARAN SERBUK KAYU
   TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN SIFAT FISIK BETON
341.      PENGARUH PENAMBAHAN AIR DELUSI (AIR
   PENGENCER)TERHADAP PEMISAHAN MINYAK, DAN NOS DI STASIUN
   SCREW PRESS DI PT. PERKEBUNANA NUSANTARA III SEI MENGKEI
342.      PENGARUH PENAMBAHAN ALF3 TERHADAP TEMPERATUR
   BATH DAN MOLTEN YANG DIHASILKAN DI PT. INALUM
343.    PENGARUH PENAMBAHAN AMMONIUM HIDROKSIDA (NH4OH)
   SAAT PENGENDAPAN TERHADAP PERUBAHAN BILANGAN ASAM
   RESIPRENE 35 PT. INDUSTRI KARET
344.    PENGARUH PENAMBAHAN ARANG SEKAM PADI DAN ARANG
   ILALANG (IMPERATA CYLINDRICA L) TERHADAP SIFAT-SIFAT FISIK
   DAN KIMIA PADA AIR SUMUR
345.    PENGARUH PENAMBAHAN ASAM SULFAT (H2SO4) PADA
   PENGOLAHAN AIR BAHAN BAKU DI PT. COCA COLA BOTTLING
   INDONESIA (PT. CCBI) DI BELAWAN
346.    PENGARUH PENAMBAHAN DIVINILBENZEN TERHADAP
   KOMPATIBILITAS PERBANDINGAN CAMPURAN POLIETILENA DAN
   KARET ALAM SIR 3L MENGGUNAKAN INISIATOR DIKUMIL
   PEROKSIDA.
347.    PENGARUH PENAMBAHAN H2O2 TERHADAP KECERAHAN
   (BRIGHTNESS) TAHAP EKSTRAKSI/OKSIDASI/PEROKSIDA (E/O/P)DI
   PEMUTIHAN (BLEACHING) PADA PENGOLAHAN KAYU PT TOBA PULP
   LESTARI, TBK PORSEA
348.    PENGARUH PENAMBAHAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2)
   PADA STAGE EKSTRAKSI TERHADAP BRIGHTNESS PULP DI UNIT
   BLEACHING PT TOBA PULP LESTARI.TBK PORSEA
349.    PENGARUH PENAMBAHAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2)
   TERHADAP DERAJAT KEPUTIHAN (BRIGHTNESS) PADA TAHAP D2 DI
   UNIT BLEACHING PT. TOBA PULP LESTARI, TBK-PORSEA
350.    PENGARUH PENAMBAHAN JUMLAH AIR PENGENCER
   TERHADAP PEMISAHAN MINYAK DARI CAIRAN PADA STASIUN
   PRESSAN DI PTP NUSANTARA IV PULU RAJA
351.    PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR TERHADAP PERUBAHAN PH,
   KEKERUHAN DAN TOTAL PADATAN TERLARUT PADA AIR BAKU DI
   WATER TREATMENT PLANT (WTP) DI PT.COCA-COLA BOTTLING
   INDONESIA UNIT ______
352.    PENGARUH PENAMBAHAN NACL TERHADAP PERUBAHAN
   VISKOSITAS BAHAN PENCUCI TANGAN CAIR (HAND SOAP)
353.    PENGARUH PENAMBAHAN OKSIGEN (O2) PADA TOWER EOP
   TERHADAP JUMLAH PEMAKAIAN KLORIN DIOKSIDA (CLO2) PADA
   TOWER D1 DI UNIT BLEACHING DI PT. TOBA PULP LESTARI,TBK
   PORSEA
354.    PENGARUH PENAMBAHAN OKSIGEN TERHADAP DERAJAT
   PUTIH PADA TAHAP EKSTRAKSI OKSIDASI DI UNIT PENCUCIAN PT.
   TOBA PULP LESTARI, TBK-PORSEA
355.    PENGARUH PENAMBAHAN PAC (POLI ALUMINIUM KLORIDA)
   TERHADAP KUALITAS AIR LIMBAH DOMESTIK YANG DIOLAH
   DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI
356.    PENGARUH PENAMBAHAN POLY ALUMINIUM CHLORIDA (PAC)
   TERHADAP NILAI TURBIDITAS AIR SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUK
   MINUMAN DI PT. COCA-COLA INDONESIA BOTTLING ______
357.    PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH MENGKUDU (MORINDA
   CITRIFOLIA L) TERHADAP BILANGAN PEROKSIDA, BILANAGAN
   IODIN DAN BILANGAN ASAM DARI MINYAK GORENG BEKAS
358.     PENGARUH PENAMBAHAN SO2 TERHADAP BUBUR PULP YANG
   TELAH DIPUTIHKAN PADA PROSES PULP MACHINE DI PT. TOBA PULP
   LESTARI, TBK – PORSEA
359.     PENGARUH PENAMBAHAN SUSU KAPUR (CAOH)2 DAN GAS SO2
   TERHADAP PH NIRA MENTAH DALAM PEMURNIAN NIRA DI PABRIK
   GULA KWALA MADU PTP NUSANTARA II LANGKAT
360.     PENGARUH PENAMBAHAN TAWAS TERHADAP PROSES
   PENJERNIHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN
   METODE ELEKTROKOAGULASI
361.     PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI BERAT INOKULUM
   TERHADAP KUALITAS TEMPE BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS)
362.     PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN C TERHADAP
   KANDUNGAN SELULOSA BAKTERIAL HASIL FERMENTASI AIR
   KELAPA OLEH BAKTERI ACETOBACTER XYLINUM
363.     PENGARUH PENCUCIAN BERULANG BERAS RAMOS IR-64
   TERHADAP KADAR KARBOHIDRAT, SERAT DAN PROTEIN DARI NATA
   DE ORIZA
364.     PENGARUH PENERAPAN PROSEDUR PENGUJIAN PADA
   TEMPERATUR RUANG TERHADAP NILAI KEBUTUHAN OKSIGEN
   BIOKIMIA (KOB)
365.     PENGARUH PENGERINGAN BAHAN BAKU KARET REMAH
   TERHADAP NILAI ASHT SESUAI DENGAN MUTU KARET SIR 20 DI PT.
   BRIDGESTONE SUMATERA RUBBER ESTATE DOLOK MERANGIR
366.     PENGARUH PENGGUNAAN FILM PELAPIS CA-ALGINAT
   KITOSAN DAN PELAPIS PLASTIK TERHADAP KADAR PATI ROTI
   TAWAR DAN PERTUMBUHAN ISOLAT BAKTERI
367.     PENGARUH PENGISI KALSIUM KARBONAT DAN WAKTU
   VULKANISASI TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN SWELLING INDEX
   FILEM LATEKS KARET ALAM
368.     PENGARUH PERBEDAAN SUHU DAN BOTOL PENYIMPANAN
   TERHADAP KADAR NITRAT (NO3- -N) PADA SAMPEL AIR SUNGAI DELI
369.     PENGARUH PH, SILIKA (SIO2) DAN ORTOFOSFAT (O-PO4)
   TERHADAP COOLING WATER TREATMENT UREA-1 (63-EF-2101) PT.
   PUPUK ISKANDAR MUDA
370.     PENGARUH PROSES PENGAYAKAN TERHADAP UKURAN
   KOKAS DI PT. INALUM KUALA TANJUNG
371.     PENGARUH PROSES PENGEPRESAN (SCREW PRESS) TERHADAP
   PERSENTASE KEHILANGAN MINYAK KELAPA SAWIT YANG
   TERDAPAT PADA AMPAS PRESS DI PT. SOCFIN INDONESIA KEBUN
   AEK LOBA
372.     PENGARUH PROSES PENGOLAHAN TERHADAP MUTU CRUDE
   PALM OIL (CPO) YANG DIHASILKAN DI PTPN IV PKS ADOLINA
   PERBAUNGAN-______
373.     PENGARUH RESIN PENUKAR ION DALAM PENGENDALIAN
   KUALITAS AIR UNTUK AIR UMPAN BOILER DI PTPN II PAGAR
   MERBAU
374.     PENGARUH SPESIFIK GRAFITY ( SG ), GROSS HEATING VALUE (
   GHV ) DAN C6+ TERHADAP MUTU GAS ALAM DI PT.PERTAMINA EP
   REGION SUMATERA FIELD PANGKALAN SUSU
375.     PENGARUH STARTER ANTARA NIRA KELAPA DAN AIR KELAPA
   TERHADAP KUALITAS NATA DE COCO
376.     PENGARUH STRENGHT WHITE LIQUOR TERHADAP KAPPA
   NUMBER PADA PROSES PEMASAKAN DI DIGESTER UNIT FIBER LINE
   DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK-SOSORLADANG
377.     PENGARUH SUHU CRUDE OIL TANK (COT) TERHADAP KADAR
   AIR DARI MINYAK SAWIT MENTAH (CPO) DI PABRIK KELAPA SAWIT
   PTPN. IV KEBUN ADOLINA
378.     PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENYIMPANA SABUN MANDI
   BATANG KECANTIKAN DAN SABUN MANDI BATANG KESEHATAN
   TERHADAP KADAR AIR, KADAR ALKALI BEBAS NAOH, ASAM LEMAK
   BEBAS, DAN KADAR GARAM NACL
379.     PENGARUH SUHU PADA CRUDE OIL TANK (COT) TERHADAP
   KADAR AIR DARI MINYAK SAWIT MENTAH (CPO) DI PABRIK KELAPA
   SAWIT PTPN. IV KEBUN ADOLINA
380.     PENGARUH SUHU PEMANASAN TERHADAP PLASTISITAS
   KARET SIR 20 DI PT. BRIDGESTONE SUMATRA RUBBER ESTATE
   DOLOK MERANGIR
381.     PENGARUH SUHU TERHADAP PERBANDINGAN ETILENA
   DENGAN PROPILENA DALAM KOPOLIMER PROPILENA-ETILENA
   DENGAN MENGHITUNG DAERAH SIDIK JARI MENGGUNAKAN
   INSTRUMEN FTIR
382.     PENGARUH SUHU TERHADAP % RECOVERY ALUMINIUM PADA
   PENGOLAHAN CAMPURAN ALUMINIUM OKSIDA YANG
   TERAKUMULASI PADA PERMUKAAN ALUMINIUM CAIR (DROSS)
383.     PENGARUH SUHU TERHADAP TEGANGAN PERMUKAAN SABUN
   CUCI PIRING CAIR BUATAN SENDIRI, SUNLIGHT, DAN S.O.S
384.     PENGARUH SWELLING INDEKS COMPOUND TERHADAP
   TEGANGAN TARIK (GREEN MODULUS 300%) PADA PROSES BENANG
   KARET COUNT 37 NS 40 PT.INDUSTRI KARET NUSANTARA ______
385.     PENGARUH SWELLING INDEKS TERHADAP TEGANGAN PUTUS
   BENANG KARET ( RESISTANT AT BREAKS ) COUNT -42 SW ENDS 40
386.     PENGARUH SWELLING INDEX COMPOUND TERHADAP
   TEGANGAN TARIK (GREEN MODULUS 300%) BENANG KARET COUNT
   37 NS 40 DI PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA ______
387.     PENGARUH TAWAS DAN DIATOMEA (DIATOMACEOUS EARTH)
   DALAM PROSES PENGOLAHAN AIR GAMBUT DENGAN METODE
   ELEKTROKOAGULASI
388.     PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU PEREBUSAN TERHADAP
   KADAR AIR DAN KADAR MINYAK PADA AIR KONDENSAT DI STASIUN
   PEREBUSAN DENGAN PEREBUSAN SISTEM TIGA PUNCAK (TRIPLE
   PEAK) DI PTPN III PKS SEI MANGKEI – PERDAGANGAN
389.     PENGARUH TEKANAN PADA PENGEMPA (SCREW PRESS)
   TERHADAP KONDISI BIJI DAN PERSENTASE KEHILANGAN MINYAK
   KELAPA SAWIT YANG TERDAPAT PADA AMPAS PRESS DI PABRIK
   KELAPA SAWIT PTPN III SEIMANGKEI - PERDAGANGAN
390.     PENGARUH TEKANAN PADA SCREW PRESS TERHADAP
   PERSENTASE KEHILANGAN MINYAK KELAPA SAWIT YANG
   TERDAPAT PADA AMPAS PRESS
391.     PENGARUH TEKANAN UAP DAN WAKTU PEREBUSAN
   TERHADAP KEHILANGAN MINYAK DAN KADAR NOS ( NON- OIL
   SOLID ) PADA AIR KONDENSAT DI STASIUN PEREBUSAN DENGAN
   POLA PEREBUSAN SISTEM TIGA PUNCAK ( TRIPPLE PEAK ) DI PTPN
   III PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI
392.     PENGARUH TEKANAN UAP DAN WAKTU PEREBUSAN
   TERHADAP KEHILANGAN MINYAK PADA AIR REBUSAN DAN TANDAN
   KOSONG DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN III KEBUN RAMBUTAN
   TEBING TINGGI
393.     PENGARUH TEMPERATUR BATH TERHADAP ALUMINA
   SOLUBILITY PADA TUNGKU REDUKSI DI PT INALUM KUALA
   TANJUNG
394.     PENGARUH TEMPERATUR DAN PERBANDINGAN GLISEROL
   DENGAN MINYAK KELAPA TERHADAP PRODUK GLISEROLISIS
   MENGGUNAKAN KATALIS NAOH
395.     PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU (H- FAKTOR)
   TERHADAP KEMATANGAN CHIP DI UNIT DIGESTER TOBA PULP
   LESTARI. PORSEA
396.     PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMANGGANGAN
   UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS ANODA PT INALUM
397.     PENGARUH TEMPERATUR PASTA TERHADAP MUTU ANODA DI
   PT. INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM
398.     PENGARUH TEMPERATUR PEMANASAN TERHADAP PROSES
   PEMURNIAN CPO PADA CRUDE OIL TANK (COT) DI PT.MULTIMAS
   NABATI ASAHAN KUALA TANJUNG
399.     PENGARUH TEMPERATUR SKIMMING OFF PADA
   PENAMBAHAN DROSS TREATMENT FLUX UNTUK MENGETAHUI
   JUMLAH METAL DALAM DROSS DI PT INALUM
400.     PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KADAR AIR DALAM INTI
   SAWIT PADA UNIT KERNEL SILO DI STASIUN KERNEL DI PKS PT.
   MULTIMAS NABATI ASAHAN KUALA TANJUNG
401.     PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KECEPATAN
   PENGENDAPAN SLUDGE DALAM CRUDE PALM OIL PADA CONTINOUS
   SETTLING TANK
402.     PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KECEPATAN
   PENGENDAPAN SLUDGE DALAM CRUDE PALM OIL PADA CONTINOUS
   SETTLING TANK
403.     PENGARUH TEMPERATUR VULKANISASI TERHADAP NILAI
   KELENTURAN (SCHWARTZ VALUE/VRS) BENANG KARET (COUNT 42
   SW ENDS 40) PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA
404.     PENGARUH TURBIDITAS DAN PENAMBAHAN KLORIN
   TERHADAP KUALITAS AIR DALAM CLARIFIER (53-FD-1001) UNIT
   UTILITY-1 PT. PUPUK ISKANDAR MUDA ACEH UTARA
405.     PENGARUH UAP PANAS PADA CAKE BRAKE CONVEYOR
   TERHADAP KEHILANGAN BIJI DALAM PEMISAHAN BIJI DAN SERAT
   DI PTP.NUSANTARA IV PABATU
406.     PENGARUH VARIASI JUMLAH DAN JENIS AIR PENCUCI
   TERHADAP SODA LOSS DAN % SOLID PADA PROSES WASHING PULP
   DI PT.TOBA PULP LESTARI TBK PORSEA
407.     PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN QULA TERHADAP KADAR
   KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN AIR PADA PEMBATAN NATA DE
   CACAO DARI PULPA BIJI BUAH COKLAT (THEOBROMA CACAO LINN)
408.     PENGARUH VARIASI VOLUME AMMONIA (NH4OH) 10%
   TERHADAP WARNA PADA PRODUKSI RESIPRENE 35 DI PT. INDUSTRI
   KARET NUSANTARA
409.     PENGARUH VISKOSITAS DAN TEKANAN TERHADAP JUMLAH
   PERSEN VOLUM FRAKSI BENSIN
410.     PENGARUH VOLUME LINDI PUTIH YANG DIGUNAKAN
   TERHADAP KADAR LIGNIN PULP PADA PROSES PEMASAKAN DI
   DIGESTER FL#2 DI PT.RAPP KERINCI
411.     PENGARUH WAKTU DAN TEMPERATUR TERHADAP
   KEHILANGAN MINYAK PADA AIR KONDENSAT DENGAN PEREBUSAN
   SISTEM TIGA PUNCAK (TRIPLE PEAK)
412.     PENGARUH WAKTU FERMENTASI TERHADAP KUALITAS
   TEMPE DARI BIJI NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS) DAN
   PENENTUAN KADAR ZAT GIZINYA
413.     PENGARUH WAKTU INAP BUAH MENTAH TERHADAP KADAR
   ASAM LEMAK BEBAS (ALB) PADA MINYAK SAWIT (CPO) DI PTPN III
   RAMBUTAN TEBING TINGGI
414.     PENGARUH WAKTU INAP CPO PADA STORAGE TANK
   TERHADAP KADAR ASAM LEMAK BEBAS, KADAR AIR, DAN KADAR
   KOTORAN DI PTPN III TEBING TINGGI PKS KEBUN RAMBUTAN
415.     PENGARUH WAKTU PENGGUNAAN ULTRASONIK BATH
   TERHADAP SIFAT-SIFAT KARAKTERISTIK KITOSAN NANOPARTIKEL
416.     PENGARUH WAKTU PENIMBUNAN MINYAK SAWIT MENTAH
   (CPO) PADA BAK PENAMPUNGAN (FAT FIT) TERHADAP KADAR
   KOTORAN MINYAK SAWIT MENTAH (CPO) DI PABRIK KELAPA SAWIT
   PTPN. IV KEBUN ADOLIN
417.     PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN SAMPEL AIR SUNGAI DELI
   TERHADAP KADAR KROMIUM HEKSAVALEN (CR6+)
418.     PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP NILAI ASAM
   LEMAK YANG MUDAH MENGUAP (VFA) PADA LATEKS DALAM
   PEMBUATAN KARET REMAH DI PT. BRIDGESTONE SUMATRA
   RUBBER ESTATE
419.     PENGARUH WAKTU PEREBUSAN TERHADAP % KADAR
   KEHILANGAN MINYAK (LOSSES) PADA MINYAK KELAPA SAWIT
   PADA AIR REBUSAN DENGAN SISTEM PEREBUSAN TIGA PUNCAK
   (TRIPLE PEAK) DI PTP NUSANTARA IV (PERSERO) PULU RAJA
420.     PENGARUH WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KUALITAS CPO
   YANG DIHASILKAN PADA PROSES PRODUKSI PABRIK KELAPA SAWIT
   DI PTPN III RAMBUTAN
421.     PENGARUH WAKTU, TEMPERATUR DAN TEKANAN TERHADAP
   KEHILANGAN MINYAK PADA AIR KONDENSAT DENGAN PEREBUSAN
   SISTEM TIGA PUNCAK DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN III KEBUN
   RAMBUTAN TEBING TINGGI
422.     PENGARUH WAKTU TERHADAP BILANGAN KAPPA DAN
   BRIGHTNESS DARI PROSES UNBLEACH BLENDING KE PROSES
   BLEACHING D0 STAGE DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA
423.     PENGARUH WAKTU TERHADAP DERAJAT GRAFTING MALEAT
   ANHIDRAT DALAM HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) DENGAN
   INISIATOR BENZOIL PEROKSIDA
424.     PENGARUH WAKTU TINGGAL PULP DI MENARA EP2
   TERHADAP TINGKAT BRIGHTNESS PADA PROSES BLEACHING DI
   PT.TOBA PULP LESTARI,TBK PORSEA
425.     PENGARUH Α - RESIN DALAM CTP (COAL TAR PITCH)
   TERHADAP MUTU ANODA DI PT. INALUM KUALA TANJUNG
426.     PENGENDALIAN LIMBAH CAIR DI PABRIK BENANG KARET PT.
   INDUSTRI KARET NUSANTARA ______
427.     PENGERUH VARIASI KETEBALAN TANAH PADA UJI
   PATHOGENISITAS GENODERMA.SP TERHADAP MUNCULNYA
   PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG TANAMAN PADA TANAMAN
   KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINENSIS JACQ)
428.     PENGGUNAAN COOPERATIVE FUEL RESEARCH (CFR) ENGINE
   UNTUK ANALISA ANGKA OKTAN PREMIUM TANPA TIMBAL (TT)
   PT.PERTAMINA (PERSERO) REVINERY UNIT-VI BALONGAN
   INDRAMAYU - JAWA BARAT
429.     PENGOLAHAN INTERNAL AIR BOILER DENGAN PENAMBAHAN
   ASAM SULFAT (H2SO4) 98% DAN KAUSTIK SODA (NAOH) DI PTPN III
   PABRIK KELAPA SAWIT RAMBUTAN TEBING TINGGI
430.     PENGUJIAN AWAL KUALITAS MADU SHACET MEREK X DI
   BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI (BARISTAND)
431.     PERANAN ASAM STEARAT TERHADAP KOMPATIBILITAS
   POLIBLEN PLASTIK BEKAS JENIS POLIPROPILENA (PP) DENGAN
   BAHAN PENGISI KITIN DAN KITOSAN
432.     PERANAN BERAT JENIS DALAM PENENTUAN KANDUNGAN
   MINYAK BUMI BERDASARKAN KLASIFIKASI GRAVITAS API DI
   PT.PERTAMINA EP REGION SUMATERA FIELD PANGKALAN SUSU
433.     PERANAN PENAMBAHAN CACO3 HASIL PENGENDAPAN CACL2
   DAN NA2CO3 TERHADAP KEKUATAN MEKANIS DAN KETAHANAN
   TERMAL KOMPOSIT POLISTIRENA
434.     PERANAN PENDISPERSI ASAM STEARAT TERHADAP
   KOMPATIBILITAS CAMPURAN PLASTIK POLIPROPILENA BEKAS
   DENGAN BAHAN PENGISI DEKSTRIN
435.     PERBANDINGAN ANALISA KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB)
   DARI TANDAN BUAH SEGAR (TBS) SIAP OLAH DENGAN BUAH YANG
   DIINAPKAN
436.     PERBANDINGAN METODE KROMATOGRAFI GAS DAN BERAT
   JENIS PADA PENETAPAN KADAR ETANO
437.     PERBANDINGAN (STUDY BANDING) HOLDING TIME (WAKTU
   PERBANDINGAN) DENGAN TANPA HOLDING TIME PADA PROSES
   FLUXING DI PT.INALUM KUALA TANJUNG
438.     PERBANDINGAN TOTAL PADATAN TERSUSPENSI DAN
   KEBUTUHAN OKSIGEN BIOLOGIS (KOB) PADA ANALISIS AIR LIMBAH
   KELAPA SAWIT DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS)
439.     PERLAKUAN PENGERINGAN BAHAN BAKU KARET REMAH
   UNTUK MENDAPATKAN NILAI PRI SESUAI DENGAN PARAMETER
   MUTU KARET SIR 10 DI PT. BRIDGESTONE SUMATRA RUBBER
   ESTATE - DOLOK MERANGIR
440.      PROSES PELEBURAN ALUMINIUM DALAM TUNGKU REDUKSI
   PADA PT. INALUM KUALA TANJUNG BATUBARA
441.      PROSES PENGOLAHAN DROSS (ZAT PENGOTOR) SETELAH
   SKIMMING OFF DI PT.INALUM KUALA TANJUNG
442.      RANCANGAN PEMANCAR PENGAMAN SEPEDA MOTOR
   DENGAN MENGGUNAKAN REMOTE KONTROL BERBASIS
   MIKROKONTROLER SECARA HADWARE
443.      REAKSI GRAFTING MALEAT ANHIDRIDA PADA
   POLIPROPILENA DENGAN INISIATOR BENZOIL PEROKSIDA
444.      SEMI SINTESIS N,N-BIS(2-HIDROKSIETIL)-3-(4-METOKSIFENIL)
   AKRILAMIDA DARI ETIL P-METOKSISINAMAT HASIL ISOLASI
   RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA, L) MELALUI AMIDASI
   DENGAN DIETANOLAMIN
445.      SIFAT FISIS DAN KIMIA DARI CAMPURAN ANTARA
   EPOKSIPRENA DENGAN POLIPROPILENA DAN METIL METAKRILAT
446.      SINTESIS 4-ALIL-2-METOKSI FENIL LAURAT MELALUI REAKSI
   TRANSESTERIFIKASI ANTARA 4-ALIL-2-METOKSI FENIL ASETAT
   DENGAN METIL LAURAT
447.      SINTESIS 9-N-PENTOKSI 10-HIDROKSI N-PENTIL STEARAT
   CAMPURAN DARI ASAM OLEAT
448.      SINTESIS BAHAN SURFAKTAN ANIONIK KALIUM 9,10-
   DIHIDROKSI STEARAT DAN SURFAKTAN NONIONIK 9,10-DIHIDROKSI-
   N- (2-ETANOL) STEARAMIDA DARI ASAM OLEAT
449.      SINTESIS ETIL ESTER ASAM LEMAK DARI MINYAK DEDAK
   PADI IR64 DAN DEDAK PADI LOKAL MELALUI ETANOLISIS SECARA
   LANGSUNG (IN-SITU)
450.      SINTESIS METIL ESTER ASAM LEMAK DARI PFAD (PALM
   FATTY ACID DESTILLATE) DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI
   JENIS DESIKAN
451.      SINTESIS SENYAWA 9,10-DIHIDROKSI N,N- BIS (2-
   HIDROKSIETIL) STEARAMIDA CAMPURAN DARI ASAM OLEAT
452.      SISTEM INFORMASI BIMBINGAN BELAJAR MAESTRO CABANG
   ______
453.      STUDI ANALISIS PENINGKATAN KECERAHAN PULP PADA
   TAHAP KLORINASI DAN EKSTRAKSI PEROKSIDA DI PT TOBA PULP
   LESTARI, TBK
454.      STUDI DIAGNOSA PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK YANG
   DISEBABKAN OLEH PENYAKIT HIPERTENSI YANG MENIMBULKAN
   DAMPAK SPESIFIK PADA KESEIMBANGAN ELEKTROLIT TUBUH
   TERUTAMA KADAR NA DAN K.
455.      9STUDI EFEK JENIS DAN BERAT KOAGULAN TERHADAP
   PENURUNAN NILAI COD DAN BOD PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH
   DENGAN CARA KOAGULASI
456.      STUDI EFEK PENAMBAHAN NATRIUM SULFAT (NA2SO4 25%)
   TERHADAP VISKOSITAS LARUTAN PENCUCI PIRING (DISHWASHING
   LIQUID)
457.      STUDI ISOLASI BAKTERI RHIZOBIUM YANG DIINOKULASIKAN
   KE DALAM DOLOMIT SEBAGAI PEMBAWA ( CARRIER ) SERTA
   PEMANFAATANNYA SEBAGAI PUPUK MIKROBA
458.    STUDI KANDUNGAN VITAMIN C PADA TUMBUHAN KOL (
   BRASSICA OLERACIA L. ) DENGAN BERBAGAI PENGOLAHAN
459.    STUDI KARAKTERISASI PEMBUATAN KITIN DAN KITOSAN
   DARI CANGKANG BELANGKAS (TACHYPLEUS GIGAS) UNTUK
   PENENTUAN BERAT MOLEKUL
460.    STUDI KELARUTAN KITIN DALAM LARUTAN ASAM FOSFAT
461.    STUDI KELARUTAN KITOSAN DALAM LARUTAN ASAM
   ASKORBAT
462.    STUDI PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT UBI JALAR (IPOMOEA
   BATATAS POIR) SEBAGAI INDIKATOR PADA TITRASI ASAM BASA
463.    STUDI PENDAHULUAN ISOLASI BAKTERI RHIZOBIUM DARI
   BINTIL AKAR TANAMAN PUTRI MALU ( MIMOSA PUDICA. L) SERTA
   PEMANFAATANNYA SEBAGAI PUPUK HAYATI
   (BIOFERTILIZER)DAENGAN MENGGUNAKAN BENTONIT SEBAGAI
   MEDIUM PEMBAWA
464.    STUDI PENENTUAN AKTIVITAS CRUDE ENZIM PAPAIN DALAM
   MIKROKAPSUL CA ALGINAT-KITOSAN
465.    STUDI PENENTUAN KADAR FE2O3 DALAM ALUMINA YANG
   DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN BAKU DI PT INALUM DENGAN
   METODE SPEKTROFOTOMETRI
466.    STUDI PENGARUH DARI BERBAGAI KONSENTRASI ASAM-ASAM
   ORGANIK TERHADAP KELARUTAN, DERAJAT DEASETILASI,
   VISKOSITAS DAN BERAT MOLEKUL KITOSAN
467.    STUDI PENGARUH KADAR HIDROGEN SULFIDA YANG
   TERDAPAT PADA MINYAK BUMI DALAM PROSES PENGOLAHAN DI PT
   PERTAMINA EP REGION SUMATERA FIELD PANGKALAN SUSU
468.    STUDI PENGARUH WAKTU PENGOMPOSAN TERHADAP
   KANDUNGAN KARBON DAN NITROGEN DI DALAM KOMPOS
   HIDRILLA
469.    STUDI PENGETSAAN BENTONIT TERPILAR FE2O3
470.    STUDI PENGGUNAAN CAMPURAN FENOL SEBAGAI
   ANTIOKSIDAN PADA KARET ALAM SIR 20 DENGAN PEMVULKANISASI
   SULFUR DAN PEROKSIDA
471.    STUDI PERBANDINGAN AKTIVITASI ASAM DAN BASA
   TERHADAP TANAH DIATOMEA SEBAGAI BAHAN PEMUCAT CPO
   (CRUDE PALM OIL)
472.    STUDI PERBANDINGAN BILANGAN IODIN MINYAK KELAPA
   SAWIT MENTAH (CPO) DAN MINYAK INTI KELAPA SAWIT MENTAH
   (CPKO) PADA TANKI TIMBUN DI PELABUHAN DENGAN TANKI KAPAL
   DI KAPAL
473.    STUDI SINTESIS MONOGLISERIDA MELALUI REAKSI ANTARA
   GLISEROL KARBONAT (4-HIDROKSIMETIL-1,3-DIOKSOLAN-2-ON)
   DENGAN PALM FATTY ACID DISTILLATE (PFAD) MENGGUNAKAN
   KATALIS TRIETILAMIN (TEA)
474.    STUDI TENTANG KANDUNGAN NITROGEN, KARBON ( C )
   ORGANIK DAN C/N DARI KOMPOS TUMBUHAN KEMBANG BULAN
   (TITHONIA DIVERSIFOLIA)
475.    STUDI TENTANG KENAIKAN AMONIAK (NH3) DAN SULFAT (SO4)
   PADA AIR LIMPASAN PENGERUKAN PASIR LAUT SERTA
   PENGARUHNYA TERHADAP KELIMPAHAN POPULASI PLANKTON
   DAN BENTOS
476.    STUDY PENGGOLONGAN DARAH A, B, AB, O MELALUI ANALISA
   SECARA BIOKIMIAWI KLINIS
477.    THE TEMPERATURE STAGE WHICH USED AT ANODE PASTE
   DOUGHING PROCESS IN GREEN PLANT PT INALUM
478.    TRANSESTERIFIKASI HETEROGEN ANTARA MINYAK SAWIT
   MENTAH DENGAN METANOL MENGGUNAKAN KATALIS K2O-CAO
479.    TRANSESTERIFIKASI HETEROGEN MINYAK SAWIT MENTAH
   DANA METANOL MENGGUNAKAN KATALITAS PADAT KALSIUM
   OKSIDA
480.    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL BUNGA
   ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L) TERHADAP BAKTERI
   ESCHERICHIA COLI DAN STAPYLOCOCCUS AUREUS
481.    UJI BIOKIMIA SERTA UJI INDEKS ANTI-MIKROBIAL ASAP CAIR
   TEMPURUNG KELAPA TERHADAP ISOLAT BAKTERI DARI IKAN LELE
   DUMBO (CLARIAS SP)
482.    UJI KANDUNGAN FOSFAT SEBAGAI P2O5 DALAM BERBAGAI
   MEREK PUPUK FOSFAT KOMERSIAL SECARA SFEKTROFOTOMETRI
483.    UPAYA MEMPERKECIL KEHILANGAN MINYAK (LOSSES)
   DENGAN PENGATURAN TEKANAN SCREW PRESS PADA AMPAS PRESS
   PADA STASIUN PRESSING DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN III KEBUN
   RAMBUTAN TEBING TINGGI
484.    VARIASI WAKTU PENYAMBUNGAN DAN PRODUKTIVITAS BUAH
   TOMAT HASIL SAMBUNG PUCUK ANTARA TERUNG SEBAGAI
   BATANG BAWAH DAN TOMAT SEBAGAI BATANG ATAS

				
DOCUMENT INFO
Description: KUMPULAN JUDUL SKRIPSI KIMIA,SKRIPSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA, SKRIPSI KESEHATAN LINGKUNGAN INDUSTRI, KUMPULAN JUDUL SKRIPSI SASTRA INGGRIS. KUMPULAN SKRIPSI ILMU PERPUSTAKAAN., KUMPULAN JUDUL SKRIPSI SASTRA BAHASA INDONESIA, KUMPULAN SKRIPSI ILMU HUKUM,KUMPULAN SKRIPSI BAHASA ARAB,KUMPULAN JUDUL SKRIPSI BAHASA JEPANG KUMPULAN SKRIPSI ILMU KOMPUTER, KUMPULAN JUDUL SKRIPSI FISIKA, KUMPULAN JUDUL SKRIPDI FARMAKOLOGI