Docstoc

makalah-hukum-bagi-masyarakat

Document Sample
makalah-hukum-bagi-masyarakat Powered By Docstoc
					Makalah Hukum Bagi Masyarakat
Evaluasi kurikulum
Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan
pendidikan pada umumnya, maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Hasil-hasil evaluasi
kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang
kurikulumdalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan system pendidikan dan
pengembangan model kurikulum yang digunakan. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh
guru-guru, kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya, dalam memahami dan membantu
perkembangan siswa, memilih bahan pelajaran, memilih metode dan alat-alat Bantu pelajaran, cara penilaian
serta fasilitas pendidikan lainnya. Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas, hal itu disebabkan
beberapa factor :1.Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah.2.Objek
evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang
digunakan.3.Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga
berubah. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri. Ada pihak yang berpendapat
bahwa keduanya tidak ada hubungan, tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan
yang sangat erat. Pihak yang memandang ada hubungan, hubungan tersebut merupakan hubungan sebab
akibat. Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum, sebaliknya perubahan evaluasi akan
memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis, dan
prosesnya ...
Read More
makalah Sejarah Kurikulum, Prinsip Kurikulum dan Fungsi Kurikulum
MAKALAH Pengantar KurikulumSejarah Kurikulum, Prinsip Kurikulum dan Fungsi KurikulumDosen : Syaichudin,
M.Ag, M.PdDisusun Oleh :M. Saikhul Arif 091 024 255FAKULTAS ILMU PENDIDIKANJURUSAN TEKNOLOGI
PENDIDIKANUNIVERSITAS NEGRI SURABAYA2010KATA PENGANTAR Syukur alhamdulillah kami ucapkan
kepada yang Maha pemberi Nikmat kesehatan jasmani dan rohani yakni Allah SWT, karena dengan Nikmat-Nya
kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan pokok bahasan “Pengantar Kurikulum”. makalah ini disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Kurikulum Tidak lupa kami ucapkan kepada Bapak
Syaichudin,S.Ag, S.Pd, yang telah mengarahkan dan membimbing mata kuliah Pengantar Kurikulum. Kami
menyadari bahwa makalah yang kami susun ini masih banyak kekurangan disana-sini oleh karena itu saran dan
kritik yang membangun selalu kami harapkan demi perbaikan dan pengembangan penyusunan tugas makalah
selanjutnya. Kami juga berharap semoga makalah yang kami susun ini bermanfaat bagi kami dan teman-teman
yang membacanya. Amiin. Surabaya, 15 Februari 2010 PenyusunBAB IPENDAHULUAN1. Latar belakang
masalahBangsa yang besar adalah bangsa yang mempunyai kurikulum pendidikan yang bagus dan stabil (tidak
berubah-ubah) serta memberi motivasi pelajarnya agar bisa meningkatkan standar mutu pendidikannya di
kemudian hari.Sejarah kurikulum pendidikan di Indonesia kerap berubah setiap ada pergantian Menteri
Pendidikan, sehingga mutu pendidikan Indonesia hingga ...
Read More
Sejarah Kurikulum, Prinsip Kurikulum dan Fungsi Kurikulum
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahPerkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan
bermasyarakat. berbangsa, dan bernegara di dalam negeri dan isu-isu mutakhir dari luar negeri yang dapat
mempengaruhi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia merupakan hal-hal yang harus segera ditanggapi
dan dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum baru pada setiap jenjang pendidikan.Beberapa hal yang
melatar belakangi penyusunan kurikulum baru antara lain:Adanya peraturan penundang-undangan yang baru
telah membawa implikasi terhadap paradigma pengembangan kurikulum pendidikan dasar dan menengah
antara lain pembaharuan dan divensifikasi kurikulum, serta pembagian kewenangan pengembangan kurikulum.
Perkembangan dan perubahan global dalam berbagai aspek kehidupan yang datang begitu cepat telah menjadi



                                                   1/4
tantangan nasional dan menuntut perhatian segera dan serius. Kondisi masa sekarang dan kecenderungan di
masa yang akan datang perlu dipersiapkan generasi muda termasuk peserta didik yang memiliki kompetensi
yang multidimensional. Pengembangan kurikulum harus dapat mengantisipasi persoalan-persoal-an yang
mempunyai kemungkinan besar sudah dan/atau akan ...
Read More
Landasan Evaluasi Kurikulum
Landasan Evaluasi KurikulumLessinger (1973:3) berpendapat bahwa konsep akuntabilitas mendasarkan dirinya
pada tiga landasan yang menggambarkan produk, proses yang berkenaan dengan dana dan kaitan antara dana
yang digunakan dengan hasil belajar.Rossi dan Freeman (1985:95) mengemukakan enam jenis akuntabilitas,
yaitu :•    Akuntabilitas Dampak (Impact Accountability)•      Akuntabilitas Efisien (Efficiency Accountability)•
Akuntabilitas Lingkup (Coverage Accountability)•      Akuntabilitas Pemberian jasa (Service Delivery
Accountability)•     Akuntabilitas Keuangan (Financial Accountability)•     Akuntabilitas Hukum (Legal
Accountability)Pendapat Scriven (1991) tentang akuntabilitas yaitu bahwa akuntabilitas selalu berhubungan
dengan hasil, akuntabilitas memberikan dasar pem,benaran bagi dana yang telah dikeluarkan berdasarkan hasil
yang dicapai dan waktu yang digunakan.McDavid dan Hawthorn (2006:435) berpendapat mengenai
akuntabilitas yaitu bahwa pertanggung jawaban itu hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki wewenang
formal seperti orang yang mengembangkan kurikulum, kepala sekolah, guru dan sebagainya.Berdasarkan
pendapat Rossi dan Freeman (1985), scriven (1991), dan McDavid dan Hawthorn (2006) maka dalam buku ini
dikemukakan 4 jenis – jenis akuntabilitas, sebagai dasar Landasan Evaluasi Kurikulum, yaitu : a. Akuntabilitas
legal (legal accountability)Akuntabilitas legal mengandung arti bahwa kegiatan pengembangan kurikulum
tersebut haruslah merupakan kegiatan yang sah secara hukum baik ketika proses konstruksi kurikulum,
implementasi kurikulum dan evaluasi kurikulum. Setiap kegiatan yang terjadi tidak terjadi tidak boleh melanggar
issu, seperti masalah agama, budaya, sosial, ekonomi, jenis kelamin ...
 Read More
filsafat olahraga
Filsafat adalah seni berpikir. Oleh karena itu, Filsafat Olahraga merupakan perenungan akan keterlibatan
manusia dalam aktivitas jasmani. Mengkaji pendidikan jasmani dan olahraga dari berbagai posisi pemikiran
filsafat akan mendukung penjelasan dan pemahaman tentang sifat, nilai, tujuan, signifikansi, dan cakupan
pendidikan jasmani dan olahraga serta dapat memahami cakupan wilayah studi filsafat atau cabang filsafat
(ontologi, epistemology, dan aksiologi) dan aplikasi kajiannya dalam pendidikan jasmani dan olahraga. Ontologi
          : yang mempertanyakan tentang keberadaan sesuatu Epistemologi           : bagaimana mempertanyakan?
Aksiologi          : nilai atau hikmah Arti Pendidikan itu sendiri adalah proses yang isinya harus mengarah
kepada pembinaan potensi rohaniah. Sebab rohaniah adalah sumber potensi bagi semua kreasi manusia yang
tercermin di dalam kebudayaan. Jadi ada saling keterkaitan yang erat dan tidak mungkin dapat dipisahkan
antara Filsafat dengan Penjas dan Olahraga. Pengaruh dan sumbangsih Ilmu Filsafat pada Penjas dan
Olahraga juga memiliki andil yang besar dalam perkembangan Pendidikan Jasmani dan Olahraga, yaitu
melahirkan ilmu-ilmu baru yang sangat berkaitan erat dan mendukung kemajuan penjas dan olahraga itu
sendiri. Sebagai salah satu contoh yaitu, dengan Filsafat maka dapat membantu menganalisis prinsip-prinsip
pendidikan jasmani dan olahraga beserta implikasinya terhadap pengajaran dan pelatihan. ...
Read More
FASE PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI
FASE PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI A. Pengertian Kognitif Kognitif adalah proses yang terjadi
secara internal di dalam pusat susunan syaraf pada waktu manusia sedang berpikir (Gagne,l976: 71).
Kemampuan kognitif ini berkembang secara bertahap, sejalan dengan perkembangan fisik dan syaraf-syaraf
yang berada di pusat susunan syaraf. Salah satu teori yang berpengaruh dalam menjelaskan perkembangan
kognitif ini adalah teori Piaget. Jean Piaget, yang hidup dari tahun 1896 sampai tahun 1980, adalah seorang ahli
biologi dan psikologi berkebangsaan Swiss. Ia merupakan salah seorang yang memmuskan teori yang dapat
menjelaskan fase-fase perkembangan kognitif. Teori ini dibangun berdasarkan dua sudut pandang yang disebut




                                                       2/4
sudut pandang aliran struktural (structuralism) dan aliran konstruktif (constructivism). Aliran struktural yang
mewarnai teori Piaget dapat dilihat dari pandangannya tentang inteligensi yang berkembang melalui
serangkaian tahap perkembangan yang ditandai oleh perkembangan kualitas struktur kognitif. Aliran konstruktif
terlihat dari pandangan Piaget yang menyatakan bahwa, anak membangun kemampuan kognitif melalui
interaksinya dengan dunia di sekitarnya. Dalam hal ini, Piaget menyamakan anak dengan peneliti yang selalu
sibuk membangun teori-teorinya tentang dunia di sekitarnya, melalui interaksinya dengan lingkungan di
sekitarnya. Hasil dari interaksi ini adalah terbentuknya struktur kognitil, atau skemata (dalam bentuk tunggal
disebut skema) yang dimulai dari terbentuknya struktur berpikir secara logis, kemudian ...
 Read More
KARAKTERISTIK ANAK USIA TK DAN IMPLIKASINYATERHADAP PEMBELAJARAN
Mengenal karakteristik peserta didik untuk kepentingan proses pembelajaran merupakan hal yang penting.
Adanya pemahaman yang jelastentang karakteristik peserta didik akan memberikan kontribusi terhadap
pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif. Berdasarkan pemahaman yang jelas tentang karakteristik
peserta didik, para guru dapat merancang danmelaksanakan kegiatan pembelajaransesuai perkembangan anak.
Pembahasan berikut ini tidak akan mengurangi secara rinci teori-teori perkembangan anak usiaini karena hal itu
perlu kajian tersendiri. Namun dalam uraian ini akandiidentifikasi sejumlah karakteridtik anak usia TK untuk
kepentingan pembahasan pengelolaan kelas di TK.Menurut Mushtafa (2002) praktik pendidikan dan pengajaran
anak usiadini selama beberapa dasawarsa belakangan ini sangat dipengaruhi oleh teori perkembangan Jean
Piaget. Piaget mengkatagorikan empat tahapan perkembangankognitif dan afektif yang dilalui manusia. Menurut
teori ini, anak-anak berkembang secara kognitif melalui keterlibatan aktif dengan lingkungannya.Dikaitkan
dengan teori ini, perkembangan anak usia dini berada pada tahap berpikir praoperasional (usia 2-7 tahun). Pada
tahap ini perkembangan anak sudahditandai dengan per-kem-bangan bahasa dan berbagai bentuk representasi
lainnyaserta perkem-bangan konseptual yang pesat. Proses berfikir anak berpusat pada penguasaan
simbol-simbol seperti kata-kata yang mampu mengung-kapkan pengalaman masa lalu. Manipulasi symbol,
termasuk kata-kata, merupakankarakteristik penting dari tahap praoperasional. Hal ini tampak dalam
menirusesuatu yang tertunda sehingga menghasilkan suatu tindakan yang telah dilihat dimasa lalu dan dalam
imajinasi anak-anak atau pura-pura bermain (Piaget, 1951)yang dikutip Mussen, Conger, Kagen dan Huston ...
 Read More
Perbedaan Penelitian dan Pengembangan
Dalam kamus bahasa Indonesia, penelitian adalah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian
data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau ingin menguji suatu
hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum, sedangkan pengembangan adalah proses atau cara
yang dilakukan untuk mengembangkan sesuatu menjadi baik atau sempurna. Pengembangan, dalam pengertian
secara umum berarti pola pertumbuhan, perubahan secara perlahan (evolusi), dan perubahan secara bertahap.
Pengertian ini kemudian diterapkan dalam berbagai bidang kajian dan praktik yang berbeda. Dalam bidang
teknologi pembelajaran (instructional technology ), pengembangan memiliki arti yang agak khusus. Menurut
Seels & Richey (1994), pengembangan berarti proses menterjemahkan atau menjabarkan spesifikasi rancangan
kedalam bentuk fitur fisik. Atau dengan ungkapan lain, pengembangan berarti proses menghasilkan
bahan-bahan pembelajaran. Kalau arti penelitian dan arti pengembangan dikaitkan menjadi satu kata utuh yaitu
penelitian dan pengembangan, maka kira-kira diartikan sebagai “kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis,
dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif yang disertai dengan kegiatan mengembangan
sebuah produk untuk memecahkan suatu persoalan yang dihadapi. Bagaimanapun istilah pengembangan
memiliki arti yang lebih luas apabila dipakai dalam konteks penelitian daripada jika istilah ini digunakan dalam
konteks menghasilkan produk pembelajaran. Dengan demikian, penelitian pengembangan mencakup evaluasi
normative, sumatif, dan konfirmatif. Menurut Tessmer and Richey(1997), pengembangan mungkin memusatkan
perhatiannya tidak hanya ...
Read More
PENANGANAN ANAK AUTISTIK




                                                      3/4
PENANGANANANAK AUTISTIKLatar BelakangPenanganan anak autistik memang cukup berat,karena
membutuhkan strategi yang berbeda dengan anak lain pada umumnya. Selaintidak mampu bersosialisasi,
penderita autis tidak dapat mengendalikan emosinya.Ia hanya tertarik kepada aktivitas mental dirinya sendiri.
Kelainan ini jugamenyebabkan perkembangan anak penyandang autism tertinggal jauh dibanding anaknormal
seusianya. Bahkan tidak mustahil anak autis akan menjadi abnormalselamanya, bila tidak mendapat
penanganan, pendidikan, dan perlakuan yangserius. Selama ini pemerintah belum memberi perhatian kepada
anak-anak yangterkena autism. Karena itu, para orangtua harus berjuang sendiri mengembangkananaknya.
Sayangnya, terapi yang harus dijalani anak-anak autistik ini harusdijalankan dengan intensif. Biayanya pun
mahal, sehingga sering tidakterjangkau oleh masyarakat bawah. Ketidakpedulian pemerintah terlihat daribelum
jelasnya jumlah penyandang autism di Indonesia. Apalagi, jumlah merekabelum tertangani, yang tersebar dari
Sabang hingga Merauke. Lalu bagaimana maumenangani, bila data penderitanya pun masih belum
diketahui.Hasil salah satu penelitian menunjukkan jumlahpenyandang autistik meningkat dari tahun ke tahun.
Pada 1987, ratio penyandangautistik 1:5.000. Ini berarti, di antara 5.000 anak, ada satu anak autistik.Angka ini
meningkat tajam, menjadi 1:500 pada 1997, kemudian jadi 1:150 pada2000. Para ahli memperkirakan pada
2015 mendatang penyandang autistik akanmencapai 70% dari keseluruhan populasi di dunia. Sekitar 80%,
gejala autismterdapat pada anak laki-laki. Bila dilihat per negara, di Amerika autismdialami dengan
perbandingan 1:150 anak. Ada ...
 Read More




                                                       4/4

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:31
posted:7/21/2012
language:Malay
pages:4