makalah-pendidikan-luar-biasa

Document Sample
makalah-pendidikan-luar-biasa Powered By Docstoc
					Makalah Pendidikan Luar Biasa
Evaluasi kurikulum
Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan
pendidikan pada umumnya, maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Hasil-hasil evaluasi
kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang
kurikulumdalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan system pendidikan dan
pengembangan model kurikulum yang digunakan. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh
guru-guru, kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya, dalam memahami dan membantu
perkembangan siswa, memilih bahan pelajaran, memilih metode dan alat-alat Bantu pelajaran, cara penilaian
serta fasilitas pendidikan lainnya. Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas, hal itu disebabkan
beberapa factor :1.Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah.2.Objek
evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang
digunakan.3.Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga
berubah. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri. Ada pihak yang berpendapat
bahwa keduanya tidak ada hubungan, tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan
yang sangat erat. Pihak yang memandang ada hubungan, hubungan tersebut merupakan hubungan sebab
akibat. Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum, sebaliknya perubahan evaluasi akan
memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis, dan
prosesnya ...
Read More
Makalah-Dunia remaja
BAB IPENDAHULUANA.LATAR BELAKANG MASALAHRemaja merupakan salah satu periode kehidupan yang
dimulai dengan perubahan biologis pada masa pubertas dan diakhiri dengan masuknya seseorang ke dalam
tahap kedewasaan. Dua ratus tahun yang lalu, periode ini tidak dikenali.Kata-kata ‘remaja' belum digunakan,
dan masa perkembangan hanya dibedakan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Munculnya
kemampuan bereproduksi yang disebut dengan ‘pubertas‘ menjadi batas antara dua tahap perkembangan
ini.Munculnya tahap remaja dalam periode kematangan seksual dan sosial ditandai dengan semakin
berkembangnya kompleksitas masyarakat. Sejalan dengan makin beragamnya fungsi sosial, semakin meningkat
pula kualifikasi yang diperlukan dalam dunia kerja. Hal ini mendorong berkembangnya pendidikan formal.
Secara bersamaan, peraturan yang melarang penggunaan tenaga kerja anak-anak, semakin meningkatnya usia
harapan hidup, dan faktor lain yang berpengaruh terhadap transformasi sosial memberikan sumbangan
terhadap semakin mantabnya masa remaja sebagai salah satu tahap perkembangan yang penting.Untuk waktu
yang lama, remaja dimaknai sebagai masa transisi, tidak lebih dari masa selintas menuju kedewasaan, masa
yang ditandai dengan instabilitas dan keresahan. Meskipun remaja bermasalah tidak bisa dianggap mewakili
kelompok usia remaja secara keseluruhan, pada saat yang bersamaan remaja dipandang sebagai periode
emosi yang tidak stabil dan terganggu, serta masa pemberontakan.Saat ini, dengan pengetahuan ilmiah pada
proses pengalaman remaja, masa remaja secara luas dipandang sebagai periode ...
 Read More
Makalah pembelajaran dengan pendekatan teori Konstruktivistik
BAB IPENDAHULUAN1.LATAR BELAKANG Pembentukan pengetahuan menurut konstruktivistik memandang
subyek aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. Dengan bantuan
struktur kognitifnya ini, subyek menyusun pengertian realitasnya. Interaksi kognitif akan terjadi sejauh realitas
tersebut disusun melalui struktur kognitif yang diciptakan oleh subyek itu sendiri. Struktur kognitif senantiasa
harus diubah dan disesuaikan berdasarkan tuntutan lingkungan dan organisme yang sedang berubah. Proses
penyesuaian diri terjadi secara terus menerus melalui proses rekonstruksi.Yang terpenting dalam teori
konstruktivisme adalah bahwa dalam proses pembelajaran, si belajarlah yang harus mendapatkan penekanan.



                                                       1/8
Merekalah yang harus aktif mengembangkan pengetahuan mereka, bukan pembelajar atau orang lain. Mereka
yang harus bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya. Penekanan belajar siswa secara aktif ini perlu
dikembangkan. Kreativitas dan keaktifan siswa akan membantu mereka untuk berdiri sendiri dalam kehidupan
kognitif siswa.Belajar lebih diarahkan pada experimental learning yaitu merupakan adaptasi kemanusiaan
berdasarkan pengalaman konkrit di laboratorium, diskusi dengan teman sekelas, yang kemudian
dikontemplasikan dan dijadikan ide dan pengembangan konsep baru. Karenanya aksentuasi dari mendidik dan
mengajar tidak terfokus pada si pendidik melainkan pada pebelajar. Beberapa hal yang mendapat perhatian
pembelajaran konstruktivistik, yaitu: (1) mengutamakan pembelajaran yang bersifat nyata dalam kontek yang
relevan, (2) mengutamakan proses, (3) menanamkan pembelajran dalam konteks pengalaman social, (4)
pembelajaran dilakukan dalam ...
Read More
Tugas Makalah 1 Pengertian Strategi, Metode, Teknik dan Taktik
BAB IPENDAHULUANBelajar adalah suatu proses perubahan yang relatif permanen pada pengetahuan,
kemampuan, keterampilan, dan tingkah laku, yang terjadi sebagai hasil dari usaha yang disengaja dan
pengalaman yang terkontrol dan tidak terkontrol.Menurut Miarso belajar adalah:“Learning is the process by
which relatively enduring change in behavior occurs as a result of controlled and uncontrolled experiences, and
also considered as the acquisition of skills, knowledge, ability and attitude which influence the description and
diagnose of events and people”. Definisi tersebut menunjukkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan
yang relatif permanen pada tingkah laku yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman yang terkontrol dan tidak
terkontrol, dan belajar merupakan proses pemerolehan keterampilan, pengetahuan, kemampuan, dan tingkah
laku yang mempengaruhi deskripsi dan diagnosa terhadap peristiwa dan manusia.Dalam Undang-Undang N0.
20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, istilah belajar tidak ditemukan. Istilah yang digunakan
adalah pembelajaran. Pembelajaran didefinisikan sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang
memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah
tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik
pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Pada tulisan ini akan dipaparkan
istilah-istilah ...
 Read More
Definisi, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi Kurikulum
A. Definisi, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi Kurikulum1. Definisi Evaluasi KurikulumPemahaman mengenai
pengertian evaluasi kurikulum dapat berbeda-beda sesuai dengan pengertian kurikulum yang bervariasi menurut
para pakar kurikulum. Oleh karena itu penulis mencoba menjabarkan definisi dari evaluasi dan definisi dari
kurikulum secara per kata sehingga lebih mudah untuk memahami evaluasi kurikulum.Pengertian evaluasi
menurut joint committee, 1981 ialah penelitian yang sistematik atau yang teratur tentang manfaat atau guna
beberapa obyek. Purwanto dan Atwi Suparman, 1999 mendefinisikan evaluasi adalah proses penerapan
prosedur ilmiah untuk mengumpulkan data yang valid dan reliabel untuk membuat keputusan tentang suatu
program. Rutman and Mowbray 1983 mendefinisikan evaluasi adalah penggunaan metode ilmiah untuk menilai
implementasi dan outcomes suatu program yang berguna untuk proses membuat keputusan. Chelimsky 1989
mendefinisikan evaluasi adalah suatu metode penelitian yang sistematis untuk menilai rancangan, implementasi
dan efektifitas suatu program. Dari definisi evaluasi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi adalah
penerapan prosedur ilmiah yang sistematis untuk menilai rancangan, implementasi dan efektifitas suatu
program.1Sedangkan pengertian kurikulum adalah :·Worthen & Sanders, 1987 : 41-49Evaluasi adalah proses
pengumpulan informasi untuk membantu mengambil keputusan dan di dalamnya terdapat perbedaan mengenai
siapa yang dimaksudkan dengan pengambilan keputusan·Tyler (1949)Evaluasi kurikulum adalah upaya untuk
menentukan tingkat perubahan yang terjadi pada ...
 Read More
PERENCANAAN PEMBELAJARAN DENGAN PENGEMBANGAN KURIKULUM




                                                       2/8
A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Suatu proses pembelajaran akan
dikatakan berhasil apabila diawali dengan perencanaan yang sangat matang, maka setengah keberhasilan
sudah tercapai, setengahnya lagi terletak pada pelaksanaan.perencanaan pembelajaran pada mulanya
merupakan suatu ide dari orang yang merancangnya, tentang bentuk-bentuk pelaksanaan proses pembelajaran
yang akan dilaksanakan. Untuk mengkomunikasikan ide tersebut, biasanya dituangkan dalam bentuk
perencanaan tertulis. Selanjutnya berdasarkan pelaksanaan tersebut, diwujudkan dalam pelaksanaan, yaitu
dalam proses pembelajaran . Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik, calon guru harus
memiliki empat standar kompetensi guru, yaitu (1) kompetensi pedagogis, (2) kompetensi kepribadian, (3)
kompetensi sosial, dan (4) kompetensi profesional. Perencanaan Pembelajaran diharapkan dapat menjadi bekal
para calon guru tentang berbagai aspek yang terkait kurikulum dan pembelajaran. Dalam sistem pendidikan
nasional, kita mengenal tiga komponen utama, yakni (1) peserta didik, (2) guru, dan (3) kurikulum. Dalam proses
belajar mengajar, ketiga komponen tersebut terdapat hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan
yang lain. Tanpa peserta didik, guru tidak akan dapat melaksanakan proses pembelajaran. Tanpa guru para
siswa juga tidak akan dapat secara optimal belajar. Tapa kurikulum, guru pun tidak akan mempunyai bahan ajar
yang akan diajarkan kepada peserta didik. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang
menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar ...
Read More
DETEKSI DINI TERHADAP ANAK-ANAK BERBAKAT
Banyak refrensi menyebutkan bahwa didunia sekitar 10%-15% anak berbakat dalam pengertian memiliki
kecerdasan atau kelebihan yang luar biasa jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Kelebihan –
kelebihan mereka bisa Nampak dalam salah satu atau lebih tanda-tanda berikut : Kemampuan intelegensi
umum yang sangat tinggi ,biasanya ditunjukkan dengan perolehan tes intelegensi yang sangat tinggi. Bakat
istimewa dalam bidang tertentu . misalnya bidang bahasa,seni,matematika. Kretivitas yang tinggi dalam berfikir ,
yaitu kemampuan untuk menemukan ide-ide baru. Tanda-tanda umum anak berbakat Sejak usia dini sudah
dapat dilihat adanya kemungkinan anak memiliki bakat yang istimewa. Sebagai contoh ada anak yang baru
berumur dua tahun tetapi lebih suka memilih alat-alat mainan untuk anak berumur 6-7 tahun; atau anak usia tiga
tahun tetapi sudah mampu membaca buku-buku yang diperuntukkan bagi anak usia 7-8 tahun. Mereka akan
sangat senang jika mendapat pelayanan seperti yang mereka harapkan. Anak yang memiliki bakat istimewa
sering kali memiliki tahap perkembangan yang tidak serentak. Ia dapat hidup dalam berbagai usia
perkembangan, misalnya: anak berusia tiga tahun, kalau sedang bermain seperti anak seusianya, tetapi kalau
membaca seperti anak berusia 10 tahun, kalau mengerjakan matematika seperti anak usia 12 tahun, dan kalau
berbicara seperti anak berusia lima tahun. Yang perlu dipahami adalah bahwa anak berbakat umumnya tidak
hanya belajar lebih ...
 Read More
Kemampuan Mengelola Pembelajaran
Guru memainkan peran penting dalam transformasi budaya melalui sistem persekolahan, khususnya dalam
menata interaksi peserta didik dengan sumber belajar untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Untuk itu
diperlukan guru yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang memadai, mutu kepribadian yang
mantap, serta menghayati profesinya sebagai guru. Profesi keguruan merupakan kegiatan yang membutuhkan
berbagai kemampuan, sedangkan kemampuan tersebut memerlukan pelatihan, baik berupa latihan
kemampuan yang terbatas maupun kemampuan yang terintegrasi dan mandiri. Undang-undang Nomor 14 tahun
2005 tentang Guru dan Dosen, menyebutkan bahwa guru dan dosen harus menguasai empat kompetensi yaitu
kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi
pedagogik adalah kemampuan guru dan dosen mengelola proses pembelajaran peserta didik. Seorang guru
yang mempunyai kompetensi pedagogik minimal telah menguasai bidang studi tertentu, ilmu pendidikan, baik
metode pembelajaran, maupun pendekatan pembelajaran. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan
kepribadian guru dan dosen yang mantap, berakhlak mulia, berwibawa, dan menjadi teladan bagi peserta
didiknya. Kompetensi sosial ialah kemampuan seorang guru dan dosen untuk berkomunikasi dan berinteraksi
secara efektif dan efisisen dengan peserta didik, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Kompetensi



                                                      3/8
profesioanal adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. Implementasi
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah
peraturan, ...
Read More
MASALAH - MASALAH YANG DI HADAPI ANAK TUNAGRAHITA
MASALAH - MASALAH YANG DI HADAPI ANAK TUNAGRAHITA a. Masalah kesulitan dalam kehidupan
sehari-hari Masalah ini berkaitan dengan kesehatan dan pemeliharaan diri dalam kehidupan sehari-hari. Melihat
kondisi keterbatasan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari mereka banyak mengalami kesulitan apalagi yang
termasuk kategori berat dan sangat berat; pemeliharaan kehidupan sehari-harinya sangat memerlukan
bimbingan. Karena itulah disekolah diharapkan sekali dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam melatih
dan membiasakan anak didik untuk merawat dirinya sendiri. Masalah-masalah yang sering ditemui diantaranya
adalah; cara makan, menggosokkan gigi, memakai baju, memasang sepatu dan lain-lain. b. Masalah kesulitan
belajar Dapat disadari bahwa dengan keterbatasan kemampuan berpikir mereka, tidak dapat dipungkiri lagi
bahwa mereka sudah tentu mengalami kesulitan belajar yang tentu pula kesulitan tersebut terutama dalam
bidang pengajaran akademik, sedangkan untuk bidang studi, non akademik mereka tidak banyak mengalami
kesulitan belajar. Masalah-masalah yang sering dirasakan dalam kaitannnya dengan proses belajar mengajar
diantaranya: kesulitan menangkap pelajaran, kesulitan dalam belajar yang baik, mencari metode yang tepat,
kemampuan berpikir abstrakyang terbatas, daya ingat yang lemah dan sebagainya. c.       Masalah penyesuaian
diri Masalah ini berkaitan dengan masalah-masalah atau kesulitan dalam hubungannya dengan kelompok
maupun individu disekitarnya. Disadari bahwa kemampuan penyesesuaian diri dengan lingkungan sangat
dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan. Karena tingkat kecerdasan anak tunagrahita jelas-jelas berada ...
Read More
 Tunagrahita Tidak Selalu Idiot
Pendidikan ialah salah satu hal penting bagi manusia. Betuk pendidikan bisa secara akademik atau non
akademik. Pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia
tercinta ini. Mulai dari Program Wajar (wajib belajar) Sembilan Tahun sampai Wajar Dua Belas Tahun.
Pembagian beasiswa dalam dan luar negeri pun termasuk dalam salah satu program pemerintah. Adanya UU
tentang pendidikan memberikan garis tebal bahwa pendidikan harus dilaksanakan secara merata dan tanpa
pengecualian. Sekolah negeri, sekolah swasta, bahkan sekolah luar biasa (SLB) menjadi tempat formal untuk
mendapatkan pendidikan.Berbicara tentang SLB, tidak akan lepas dari keberadaan anak luar biasa (ABK).ABK
ialah anak yang memiliki grafik perkembangan yang berbeda dari anak normal. Grafik tersebut bisa naik dan
turun. Ada beberapa kategori ABK diantaranya Tunagrahita, Tunawicara, Tunarungu, Tunalaras, Tunanetra,
Tunadaksa, Anak berkesulitan belajar, dan anak yang terlampau pintar. Sementara ini yang akan saya bahas
ialah tentang anak tunagrahita. Banyak yang berasumsi bahwa anak tunagrahita sama dengan anak idiot.
Asumsi tersebut kurang tepat karena sesungguhnya anak tunagrahita terdiri atas beberapa klasifikasi.
Tunagrahita ialah istilah yang digunakan untuk anak yang memiliki perkembangan intelejensi yang terlambat.
Setiap klasifikasi selalu diukur dengan tingkat IQ mereka, yang terbagi menjadi tiga kelas yakni tunagrahita
ringan, tunagrahita sedang dan tunagrahita berat. 1. Tunagrahita Ringan Anak yang ...
 Read More
Media Pembelajaran Bagi Anak Tunagrahita
Media pembelajaran merupakan suatu elemen penting yang tidak dapat terpisahkan dari proses pembelajaran
secara keseluruhan dan dapat lebih meningkatkan kualitas belajar siswa, kualitas mengajar guru, di samping itu
dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran baik di sekolah umum maupun di SLB termasuk
bagi anak-anak tunagrahita. Seperti dalam pembelajaran anak-anak pada umumnya , maka pembelajaran bagi
anak tunagrahita pun, media pembelajaran dan Alat Bantu pelajaran memegang peranan penting , hal ini
dikarenakan anak tunagrahita kurang mampu berfikir abstrak, seperti dikemukakan oleh Astati (1988:6) Alat
Bantu pelajaran penting diperhatikan dalam mengajar anak tunagrahita. Hal ini disebabkan anak tunagrahita
kurang mampu berfikir abstrak, mereka membtutuhkan hal-hal kongkrit. Agar terjadinya tanggapan tentang




                                                     4/8
obyek yang dipelajari, maka dibutuhkan alat pelajaran yang memadai. Selanjutnya diterangkan tentang
karakteristik alat Bantu pelajaran untuk anak tunagrahita antara lain: Warna. Tidak terlalu menyolok Garis dan
bentuk tidak boleh abstrak Hal yang penting adalah dalam menciptakan atau memilih alat bantu atau media
pembelajaran ini harus diingat tentang hal-hal yang perlu ditonjolkan atau yang akan menjadi pusat / pokok
pembicaraan. Anak tunagrahita akan mengalami kesulitan apabila dihadapkan dengan obyek yang kurang jelas
tanpa tekanan tertentu. Jadi dalam memilih media pembelajaran bagi anak tunagrahita, harus benar-benar
selektif dan mengarah pada hal yang abstrak, serta disesuaikan dengan karakteristik dan ...
Read More
DAMPAK PERKEMBANGAN EMOSI ANAK TUNAGRAHITA
Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap
seseorang atau kejadian. Emosi dapat ditunjukkan kerika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada
seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu. Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis, émotion, dari
émouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'.
Kebanyakan ahli yakin bahwa emosi lebih cepat berlalu daripada suasana hati. Definisi emosi menurut para ahli
: Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu
keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah
dorongan untuk bertindak. Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi
merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator
perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. (Prawitasari,1995)
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Pengertian Emosi adalah suatu perasaan (afek) yang
mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam
maupun dari luar dirinya. Emosi anak tunagrahita secara umum Perkembangan emosi anak tunagrahita
berbeda-beda sesuai dengan tingkat ketunagrahitaan, masing-masing. Anak yang berat dan sangat berat tingkat
ketunagrahitaan hampir tidak memperlihatkan dorongan untuk mempertahankan diri (Moh. Amin, 1995:35).
Mempertahankan diri dalam ...
Read More
Mengenal Karakteristik Anak Indigo
Sekarang ini sering kita dengar tentang anak indigo, bahkan tidak jarang kita temui anak-anak dengan kelebihan
ini di sekitar kita. Telah banyak ahli yang meneliti mengenai karakteritik atau ciri sifat yang membedakan antara
anak indigo dengan anak normal yang lain. Untuk itu tidak ada salahnya jika kita mengetahui tentang karakteritik
dan perilaku seperti apa yang sering ditunjukkan oleh anak indigo ini.Anak indigo merupakan generasi baru yang
terlahir di dunia ini. Anak ini memiliki karakteristik yang unik yang membedakan dengan generasi sebelumnya.
Istilah indigo ini mengindikasikan aura dalam warna kehidupan. Kata indigo sendiri diambil dari nama warna
yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet. Indigo sendiri juga terkait dengan indera keenam
yang terletak pada cakra mata ketiga yang menggambarkan intuisi dan kekuatan bathin yang luar biasa tajam di
atas kemampuan orang kebanyakan. Banyak dari mereka memiliki kelebihan dengan bakat yang luar biasa atau
secara akademis berprestasi. Anak yang mengalami indigo ini mampu menunjukkan empati yang sangat dalam
dan mudah merasa iba, serta tampak bijaksana untuk anak seusianya. Anak indigo datang ke dunia dengan
berbagai misi. Kebanyakan dari mereka merupakan pendobrak suatu ...
 Read More
Pengaruh Media Animasi Komputer Terhadap Hasil Belajar Sains Anak Tunagrahita Ringan
Dunia pendidikan luar biasa seyogyanya memanfaatkan perkembangan teknologi komputer untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran anak tunagrahita. Mengingat pada prinsipnya komputer dihadirkan untuk mempermudah
proses belajar siswa. Penggunaan komputer yang sesuai akan memudahkan dalam penyampaian materi
pelajaran yang disampaikan guru pada siswanya. Media animasi komputer sangat menonjolkan unsure
visualisasi (gambar) dan unsur imaji suara. Hal ini yang menjadi penguat bagi anak tunagrahita dalam menerima
informasi sains khususnya mengenai energi . Apa yang didengar siswa dikuatkan oleh visual (penglihatan), dan
apa yang dilihat siswa dikuatkan oleh audio (pendengaran). Hal ini akan memberi kesan yang kuat pada anak




                                                      5/8
tunagrahita, sehingga mereka akan mampu mempertahankan respons tersebut dalam memorynya. Selama ini
istilah animasi erat kaitannya dengan dunia pembuatan film, kartun ataupun komik yang diciptakan dari
efek-efek yang dihasilkan oleh animasi komputer itu sendiri. Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film
animasi, adalah film yang meru pakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang
bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar -lembar kertas gambar yang kemudian
diputar sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer pembuatan
film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Animasi secara harfiah berarti membawa hidup atau bergerak.
Menganimasi memilki makna menggerakkan obyek agar menjadi hidup. Membuat ...
 Read More
Penggunaan Alat Adaptif Komputer Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Anak Tunagrahita
Ringan
Komputer disadari selain merupakan sarana untuk memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang
kondusif sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Karena komputer dapat
mendukung kepada pencapaian tujuan belajar yang telah ditetapkan. Dengan menggunakan komputer hasil
belajar diyakini akan lebih baik. Penggunaan komputer dalam pembelajaran dapat digunakan untuk semua mata
pelajaran. Terutama pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Sains, Bahasa Inggris, Seni Lukis, dan lain-lain.
Aplikasi dalam berbagai kepentingan pembelajaran anak tunagrahita menjadi sangat menarik. Penggunaan
gambar, teknik operasi hitung, cerita yang ditampilkan melalui komputer pada anak tunagrahita dapat membantu
memperjelas penyampaian pesan. Penggunaan komputer sebagai alat adaptif dapat mempertinggi proses
belajar mengajar. Manfaat dari penggunaan komputer 1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian anak
tunagrahita, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar; 2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya,
sehingga dapat lebih dipahami oleh anak tunagrahita, dan memungkinkan mereka menguasai tujuan pengajaran
lebih baik; 3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan
kata-kata oleh guru, sehingga anak tunagrahita tidak bosen dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru
mengajar untuk setiap jam pelajaran; 4. Anak tunagrahita lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak
hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan
dan lain-lain. Dunia pendidikan luar biasa seyogyanya memanfaatkan perkembangan teknologi komputer untuk
meningkatkan ...
 Read More
Dibalik Kehebatan Anak Indigo
Indigo adalah istilah yang diberikan kepada anak yang menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan
usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi. Biasanya mereka tidak mau diperlakukan sebagai
anak-anak . Terlahir sebagai anak Indigo bukanlah sebuah pilihan, tetapi merupakan takdir yang tidak bisa
dihindari. Hari-harinya dipenuhi oleh pemikiran-pemikiran yang mendesak, susah tidur dengan tenang, dan
penglihatan-penglihatan yang mengganggu pikiran dan perasaan, sepertinya hidupnya sudah ditakdirkan untuk
menanggung semua itu. Dia mungkin bisa melupakannya untuk beberapa saat, tetapi pemikiran-pemikiran dan
suara-suara akan terus mengisi hari dan malamnya. Indigo disangka sebagai penyakit karena sebelumnya hal
tersebut belum pernah di dokumentasikan oleh masyarakat, lalu pada diri mereka muncul suatu perilaku yang
sangat lain dari perilaku yang biasa ditunjukan oleh para anak yang terlahir sebelumnya, sehingga karena
memiliki perbedaan maka disebut sebagai suatu yang tidak normal, mengalami gangguan dan sakit. Banyak
terjadi kasus yang merupakan salah diagnosis dan juga menghasilkan suatu cara penyembuhan berbahaya
yang dilakukan terhadap sesuatu yang sebenarnya bukan penyakit, berusaha menghilangkan sesuatu yang
bukan merupakan penyakit dan mungkin juga itu merupakan suatu perangkat yang penting dalam diri seorang
anak dapat mengakibatkan suatu kerusakan yang cukup membahayakan pada anak tersebut, alih-alih
menyembuhkan malah celaka yang didapatkan. Berikut adalah 10 penderitaan yang harus ditanggung oleh anak
Indigo sebagai resiko ...
Read More
Anak Berkebutuhan Khusus




                                                    6/8
KesulitanBelajar, Lambat Belajar,TunaGrahita, Gifted Disinkroni19JANsumber :
http://gulit1.wordpress.com/2009/03/05/kesulitan-belajar-lambat-belajar-tunagrahita-gifted-disinkroni/a.
Pengertian Kesulitan Belajar, Lambat Belajar,Tunagrahita, Gifted DisinkroniAnak berkesulitan belajar adalah
anakyang memiliki ganguan satu atau lebih dari preoses dasar yang mencakuppemahaman penggunaan
bahasa lisan atau tulisan, gangguan tersebut mungkinmenampakkan diri dalam bentuk kemampuan yang tidak
sempurna dalam mendengarkan,berpikir, berbicara, membaca, menulis,mengeja atau menghitung. Batasan
tersebutmeliputi kondisi-kondisi seperti gangguan perceptual, luka pada otak,diseleksia dan afasia
perkembangan. Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah,kita dihadapkan dengan sejumlah karakterisktik siswa
yang beraneka ragam. Adasiswa yang dapat menempuh kegiatan belajarnya secara lancar dan berhasil
tanpamengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak sedikit pula siswa yang justrudalam belajarnya mengalami
berbagai kesulitan. Kesulitan belajar siswaditunjukkan oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk
mencapai hasilbelajar, dan dapat bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis, sehinggapada akhirnya dapat
menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berada dibawah semestinya.Kesulitan belajar siswa
mencakuppengetian yang luas, diantaranya : (a) learning disorder; (b) learningdisfunction; (c) underachiever; (d)
slow learner, dan (e) learningdiasbilities. Di bawah ini akan diuraikan dari masing-masing pengertiantersebut.1.
 Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaandimana proses belajar seseorang terganggu karena
timbulnya respons yangbertentangan. Pada dasarnya, yang mengalami kekacauan belajar, potensi
dasarnyatidak dirugikan, akan tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanyarespons-respons yang
bertentangan, sehingga hasil belajar yang dicapainya lebihrendah dari potensi yang dimilikinya. Contoh : ...
Read More
PENDIDIKAN INTEGRASI UNTUK ANAK AUTIS
PENDIDIKANINTEGRASI UNTUK ANAK AUTISLatar BelakangSekarangbanyak sekali kita temui peningkatan
jumlah anak berkesulitan belajar di tiapsekolah-sekolah, terutama penyandang autisme. Mengingat di Negara
kita belumada upaya yang sistimatis untuk menanggulangi kesulitan belajar anak autisme,maka diperlukan
upaya untuk meningkatkan pelayanan pendidikan secara umum.Peningkatan pelayanan pendidikan itu
diharapkan dapat menampung anak autismelebih banyak serta meminimalkan problem belajar terutama pada
anak-anak autisme(learning problem). Salah satu upaya meningkatkan kualitas dan kuantitaspelayanan dan
pendidikan anak autisme diperlukan pendidikan integrasi danimplementasinya dalam bentuk group/kelas
(sekolah), individu (one on one) sertapembelajaran individual melalui modifikasi perilaku.Pendidikan
IntegratifKonseppendidikan integratif memiliki penafsiran yang bermacam-macam antara lain:
Menempatkananak autisme dengan anak normal secara penuhPendidikanyang berupaya mengoptimalkan
perkembangan fungsi kognitif, efektif, fisik,intuitif secara integrasiMenurutpandangan saya, yang di maksud
dengan pendidikan integratif adalah : ü Mengintegrasikan anak autisme dengan anak normal sepenuhnyaü
Mengintegrasikan pendidikan anak autisme dengan pendidikan padaumumnyaü Mengintegrasikan dan
mengoptimalkan perkembangan kognisi, emosi,jasmani, intuisi, pada autismü Mengintegrasikan apa yang
dipelajari disekolah dengan tugas masadepanü Mengintegrasikan manusia sebagai mahluk individual sekaligus
mahluksosialSetelahsering melakukan observasi kecil dapatsaya ketahui bahwa ada banyak anakautisme yang
belajar bersama anak normal, tetapi mereka tidak memperolehpelayanan pendidikan secara memadai atau
mereka tidak mendapatkan sekolahdengan alasan yang tidak jelas. Penyebabnya adalah kurangnya sumber
dayamanusia dan banyak tenaga ahli yang belum memiliki ...
 Read More
Layanan Pendidikan untuk Anak Berbakat
A. Apa Yang Dimaksud Dengan Anak Berbakat? a. Pengertian anak berbakat Menurut definisi yang
dikemukakan Renzuli, anak berbakat memiliki pengertian, "Anak berbakat merupakan satu interaksi diantara tiga
sifat dasar manusia yang menyatu ikatan terdiri dari kemampuan umum dengan tingkatnya di atas kemampuan
rata- rata, komitmen yang tinggi terhadap tugas'tugas dan kreativitas yang tinggi. Anak berbakat ialah anak yang
memiliki kecakapan dalam mengembangkan gabungan ketiga sifat ini dan mengaplikasikan dalam setiap
tindakan yang bernilai. Anak-anak yang mampu mewujudkan ketiga sifat itu masyarakat memperoleh
kesempatan pendidikan yang luas dan pelayanan yang berbeda dengan program-program pengajaran yang



                                                      7/8
reguler (Swssing, 1985). Pengertian lain menyebutkan bahwa anak gifted adalah anak yang mempunyai potensi
unggul di atas potensi yang dimiliki oleh anak-anak normal. Para ahli dalam bidang anak-anak gifted memiliki
pandangan sama ialah keunggulan lebih bersifat bawaan dari pada manipulasi lingkungan sesudah anak
dilahirkan. Keunggulan lain yang telah disepakati oleh para ahli ialah anak-anak gifted mempunyai superioritas
dalam bidang akademik. Kiranya hal itu tidak sulit untuk dimengerti, sebab salah satu syarat penting untuk
meraih prestasi akademik tertentu ialah persyaratan intelegensi. Kepribadian memang merupakan salah satu
sumbangan yang dapat diberikan oleh anak atau orang-orang gifted. Dengan dasar kepribadian yang baik maka
akan dilahirkan pula karya-karya yang baik pula, sehingga masahat yang diberikan ...
Read More
HAKEKAT BIMBINGAN KONSELING ANAK LUAR BIASA
HAKEKAT BIMBINGAN KONSELING ANAK LUAR BIASA BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa
ini tidak semua orang mengerti mengapa bimbingan juga diperlukan oleh anak-anak luar biasa, mereka hanya
mengetahui bahwa bimbingan konseling hanya diberikan pada anak-anak normal pada umumnya. Oleh karena
itu diperlukan pembahasan mengenai bimbingan konseling untuk anak luar biasa. Salah satu tugas pokok
sekolah luar biasa adalah membantu siswa untuk mencapai perkembangan yang optimal sesuai dengan tingkat
dan jenis keluarbiasaan. Seorang siswa dikatakan berhasil mencapai perkembangan yang optimal apabila ia
dapat menggunakan sisa kemampuannya secara optimal sesuai dengan derajat ketunaannya. Namun
kenyataan menunjukkan masih banyaknya kesenjangan dalam mengantarkan anak untuk mencapai
perkembangan tersebut. Kesenjangan tersebut akan menyebabkan ketidak berhasilan anak mencapai
perkembangan secara optimal. Ketidak berhasilan tersebut tidak semuanya semata-mata karena ketunaan yang
disandang siswa, tetapi ada juga karena ketidak mampuan pelaksana pendidikan untuk mendekati secara
individu sehingga dapat mengetahui berbagai hambatan-hambatan yang mereka hadapi. Untuk itu mereka perlu
diupayakan dan dibantu untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut. Salah satunya dengan diberikan
bimbingan konseling. 1.2 Rumusan Masalah Apa yang melatar belakangi pendidikan konseling untuk anak luar
biasa? Apa yang dimaksud bimbingan konseling anak luar biasa? Apa saja klasifikasi pada bimbingan
konseling? Bagaimana bimbingan konseling ALB sebagai suatu sub sistem? Apa tujuan, fungsi, dan prinsip
bimbingan konseling ALB? 1.3 Tujuan Penulisan Mengetahui latar ...
 Read More




                                                     8/8

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:260
posted:7/21/2012
language:Malay
pages:8
Description: Makalah pendidikan