Docstoc

makalah-pendidikan-anak-usia-dini-melalui-pancasila

Document Sample
makalah-pendidikan-anak-usia-dini-melalui-pancasila Powered By Docstoc
					Makalah Pendidikan Anak Usia Dini Melalui
Pancasila
BAGAIMANAKAH CARA YANG EFEKTIF DALAM MENDIDIK ANAK USIA DINI??
Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia
6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan
perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Menurut pakar pendidikan, usia dini (0 – 6) tahun adalah usia emas yang sangat berpengaruh pada kepribadian
anak selanjutnya karena perkembangan IQ, EQ, dan SQ berkembang sampai 80%. Pendidikan anak dini usia
bukan sekedar mengetahui tingkat kemampuan atau tingkat perkembangan anak pada setiap tingkat usia
tertentu seperti menangis jika merasa terganggu, berteman, bercerita dan lainnya, tetapi harus mengetahui
proses perkembangan anak pada semua aspek perkembangan untuk dapat dioptimalkan. Berikut ini akan saya
paparkan cara efektif mendidik anak usia dini yaitu : Mendidik anak lewat cara bermain Mereka diajarkan dengan
cara yang mereka ketahui, yakni lewat bermain. Tetapi bukan sekadar bermain, tetapi bermain yang diarahkan.
Lewat bermain yang diarahkan, mereka bisa belajar banyak; cara bersosialisasi, problem solving, negosiasi,
manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam grup besar/kecil, kewajiban sosial, serta 1-3 bahasa." L ewat
bermain, anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain, otak anak berada dalam keadaan yang
tenang. Saat tenang ...
Read More
makalah Sejarah Kurikulum, Prinsip Kurikulum dan Fungsi Kurikulum
MAKALAH Pengantar KurikulumSejarah Kurikulum, Prinsip Kurikulum dan Fungsi KurikulumDosen : Syaichudin,
M.Ag, M.PdDisusun Oleh :M. Saikhul Arif 091 024 255FAKULTAS ILMU PENDIDIKANJURUSAN TEKNOLOGI
PENDIDIKANUNIVERSITAS NEGRI SURABAYA2010KATA PENGANTAR Syukur alhamdulillah kami ucapkan
kepada yang Maha pemberi Nikmat kesehatan jasmani dan rohani yakni Allah SWT, karena dengan Nikmat-Nya
kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan pokok bahasan “Pengantar Kurikulum”. makalah ini disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Kurikulum Tidak lupa kami ucapkan kepada Bapak
Syaichudin,S.Ag, S.Pd, yang telah mengarahkan dan membimbing mata kuliah Pengantar Kurikulum. Kami
menyadari bahwa makalah yang kami susun ini masih banyak kekurangan disana-sini oleh karena itu saran dan
kritik yang membangun selalu kami harapkan demi perbaikan dan pengembangan penyusunan tugas makalah
selanjutnya. Kami juga berharap semoga makalah yang kami susun ini bermanfaat bagi kami dan teman-teman
yang membacanya. Amiin. Surabaya, 15 Februari 2010 PenyusunBAB IPENDAHULUAN1. Latar belakang
masalahBangsa yang besar adalah bangsa yang mempunyai kurikulum pendidikan yang bagus dan stabil (tidak
berubah-ubah) serta memberi motivasi pelajarnya agar bisa meningkatkan standar mutu pendidikannya di
kemudian hari.Sejarah kurikulum pendidikan di Indonesia kerap berubah setiap ada pergantian Menteri
Pendidikan, sehingga mutu pendidikan Indonesia hingga ...
Read More
Sejarah Kurikulum, Prinsip Kurikulum dan Fungsi Kurikulum
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahPerkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan
bermasyarakat. berbangsa, dan bernegara di dalam negeri dan isu-isu mutakhir dari luar negeri yang dapat
mempengaruhi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia merupakan hal-hal yang harus segera ditanggapi
dan dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum baru pada setiap jenjang pendidikan.Beberapa hal yang
melatar belakangi penyusunan kurikulum baru antara lain:Adanya peraturan penundang-undangan yang baru
telah membawa implikasi terhadap paradigma pengembangan kurikulum pendidikan dasar dan menengah
antara lain pembaharuan dan divensifikasi kurikulum, serta pembagian kewenangan pengembangan kurikulum.
Perkembangan dan perubahan global dalam berbagai aspek kehidupan yang datang begitu cepat telah menjadi
tantangan nasional dan menuntut perhatian segera dan serius. Kondisi masa sekarang dan kecenderungan di



                                                     1/4
masa yang akan datang perlu dipersiapkan generasi muda termasuk peserta didik yang memiliki kompetensi
yang multidimensional. Pengembangan kurikulum harus dapat mengantisipasi persoalan-persoal-an yang
mempunyai kemungkinan besar sudah dan/atau akan ...
Read More
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIFA. Tujuan: ·                      Mendeskripsikanmodel-model pembelajaran
yang dapat diterapkan pada pembelajaran di kelas.·       MenyusunRencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
dengan langkah-langkah pembelajaran yangmenerapkan model pembelajaran tertentu.·
MenerapkanRencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model pembelajaran tertentu
padapembelajaran nyata di kelas (realteaching)B. PendahuluanDiberlakukannyaKurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) menuntut para guru untukmenyelenggarakan pembelajaran yang bervariasi di kelas. Hal ini
dapat terciptajika para guru memahami dan menguasai beberapa model pembelajaran baik secarateoritis
maupun dari segi praktis. Adanya pembelajaran yang bervariasidiharapkan dapat lebih membangkitkan
semangat dan aktivitas siswa dalambelajar, supaya kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum dapat dicapai
olehsiswa.     Pada modul ini akan diberikan uraian singkat tentang beberapamodel-model pembelajaran yang
dapat diterapkan pada pembelajaran di kelas.Model-model pembelajaran tersebut meliputi Pengajaran
Langsung (DI= Direct Instruction), PembelajaranKooperatif (cooperative learning) danPengajaran Berdasarkan
Masalah (PBI=ProblemBase Instruction) serta inkuiri atau belajar melalui penemuan.       Pada modul ini juga
diberikan contoh-contoh Rencana PelaksanaanPembelajaran (RPP) yang menerapkan keempat model
pembelajaran tersebut di atas.Hal ini dimaksudkan untuk memberi contoh kepada para guru dalam
mengembangkanRPP di sekolah masing-masing dengan menerapkan model pembelajaran tertentu.C.
PengajaranLangsung        Pengajaran langsung banyak diilhami oleh teori belajar sosialyang juga sering disebut
belajar melalui observasi. Arends (1997) menyebutnyasebagai teori pemodelan tingkah laku. Tokoh lain yang
menyumbang dasarpengembangan model pengajaran langsung John Dolard dan Neal Miller serta
AlbertBandura yang ...
Read More
KONSEP LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Dalam menghadapi peradaban modern, yang perlu diselesaikan adalah persoalan-persoalan umum internal
pendidikan Islam yaitu (1) persoalan dikotomik, (2) tujuan dan fungsi lembaga pendidikan Islam, (3) persoalan
kurikulum atau materi. Ketiga persoalan ini saling interdependensi antara satu dengan lainnya. Pertama,
Persolan dikotomik pendidikan Islam, yang merupakan persoalan lama yang belum terselesaikan sampai
sekarang. Pendidikan Islam harus menuju pada integritas antara ilmu agama dan ilmu umum untuk tidak
melahirkan jurang pemisah antara ilmu agama dan ilmu bukan agama. Karena, dalam pandangan seorang
Muslim, ilmu pengetahuan adalah satu yaitu yang berasal dari Allah SWT (Suroyo, 1991 : 45). Kedua, perlu
pemikiran kembali tujuan dan fungsi lembaga-lembaga pendidikan Islam (Anwar Jasin, 1985 : 15) yang ada.
Memang diakui bahwa penyesuaian lembaga-lembaga pendidikan akhir-akhir ini cukup mengemberikan, artinya
lembaga-lembaga pendidikan memenuhi keinginan untuk menjadikan lembaga-lembaga tersebut sebagai
tempat untuk mempelajari ilmu umum dan ilmu agama serta keterampilan. Ketiga, persoalan kurikulum atau
materi Pendidikan Islam, meteri pendidikan Islam terlalu dominasi masalah-maslah yang bersifat normatif, ritual
dan eskatologis. Materi disampaikan dengan semangat ortodoksi kegamaan, suatu cara dimana peserta didik
dipaksa tunduk pada suatu meta narasi yang ada, tanpa diberi peluang untuk melakukan telaah secara kritis. ...
 Read More
 KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)
Proses Pendidikan dan Pembelajaran pada Anak Usia Dini (PAUD) hendaknya dilakukan dengan tujuan
memberikan konsep yang bermakna bagi anak melalui pengalaman nyata. Hanya pengalaman nyatalah yang
memungkinkan anak menunjukkan aktivitas dan rasa ingin tahu secara optimal dan menempatkan posisi
pendidik sebagai pendamping, pembimbing serta fasilitator bagi anak. Melalui proses pendidikan diharapkan
dapat menghindari bentuk pembelajaran yang hanya berorientasi pada kehendak guru yang menempatkan anak




                                                      2/4
secara pasif dan guru menjadi dominan. Yang ISTIMEWA dari PAUD DPL kami menganggap program PAUD
kami biasa-biasa saja seperti program desa-desa lain karena mungkin Beliau belu tahu kalau PAUD baru tahun
ini dilaksanakan di Desa Gedong.Kegiatan PAUD menjadi Spesial karena di Desa Gedong baru tahun ini dimulai
pembelajaran. Kami (Tim KKN-PPM UNDIP 2009) harus mendesain ruangan belajar sedemikian rupa agar
menarik perhatian anak-anaksehingga merasa nyaman saat mengikuti proses belajar. Selain mendesain
ruangan rekan-rekan KKN juga memberi masukan mengenai rancangan / desain proram PAUD ke depan
sehingga PAUD Desa Gedong mempunyai konsep yang jelas tentang kegiatan yang hendak diwujudkan untuk
meningkatkan kemampuan anak-anak didik sedini mungkin. Pada masa usia dini anak mengalami masa
keemasan (the golden years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai
rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan
perkembangan ...
 Read More
KONSEP-KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
KONSEP-KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pengertian dan Karakteristik Anak Usia Dini Dalam
undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu
upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan
melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan
rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I
Pasal 1 Ayat 14). Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini merupakan usia
yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 7).
Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini
disebut sebagai usia emas (golden age). Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif
sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Ada berbagai kajian tentang hakikat anak
usia dini, khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple, Brener, serta Kellough (dalam Masitoh
dkk., 2005: 1.12 – 1.13) sebagai berikut. Anak bersifat unik. Anak mengekspresikan perilakunya secara relatif
spontan. Anak bersifat aktif dan enerjik. Anak itu egosentris. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan
antusias terhadap banyak hal. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. Anak umumnya kaya dengan
fantasi. Anak masih mudah frustrasi. Anak ...
Read More
Belajar, Mengajar dan Pembelajaran
Istilah belajar (learning) menurut kamus besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai usaha untuk memperoleh
kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan pengalaman. Definisi
tersebut didukung oleh beberapa pendapat para ahli, diantaranya adalah James O. Whittaker menyatakan
belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman, sedangkan
Winkel menyatakan belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan
lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan
sikap. Cronchbach menyatakan belajar adalah suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku
sebagai hasil dari pengalaman. M. Ngalim Purwanto menyatakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif
menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. Berdasarkan
beberapa pendapat di atas maka inti dari belajar adalah proses perubahan yang berkelanjutan dan ditandai oleh
beberapa ciri-ciri adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan
(kognitif), keterampilan (psikomotorik), maupun nilai dan sikap (afektif), perubahan itu tidak berlangsung sesaat
saja melainkan menetap atau dapat disimpan, perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan
usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan, perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh
pertumbuhan fisik/ kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan. Selain memiliki
ciri-ciri terdapat beberapa ...
 Read More
Perpektif Pendidikan Karakter




                                                      3/4
Pendidikan karakter sebagai sebuah program kurikuler telah dipraktekan di sejumlah negara. Studi J. Mark
Halstead dan Monica J. Taylor (2000) menunjukkan bagaimana pembelajaran dan pengajaran nilai-nilai sebagai
cara membentuk karakter terpuji telah dikembangkan di sekolah-sekolah di Inggris. Peran sekolah yang
menonjol terhadap pembentukan karakter berdasarkan nilai-nilai tersebut ialah dalam dua hal yaitu: to build on
and supplement the values children have already begun to develop by offering further exposure to a range of
values that are current in society (such as equal opportunities and respect for diversity); and to help children to
reflect on, make sense of and apply their own developing values (Halstead dan Taylor, 2000: 169). Untuk
membangun dan melengkapi nilai-nilai yang telah dimiliki anak agar berkembang sebagaiamana nilai-nilai
tersebut juga hidup dalam masyarakat, serta agar anak mampu merefleksikan, peka, dan mampu menerapkan
nilai-nilai tersebut, maka pendidikan karakter tidak bisa berjalan sendirian. Dalam kasus di Inggris, review
penelitian tentang pengajaran nilai-nilai selama dekade 1990-an memperlihatkan bahwa pendidikan karakter
yang diusung dengan kajian nilai-nilai dilakukan dengan program lintas kurikulum. Halstead dan Taylor (2000:
170-173) menemukan bahwa nilai-nilai yang diajarkan tersebut juga disajikan dalam pembelajaran Citizenship;
Personal, Social and Health Education (PSHE); dan mata pelajaran lainnya seperti Sejarah, Bahasa Inggris,
Matematika, Ilmu ...
Read More
Instrumen Efektivitas Pendidikan Karakter
Character Education Partnership (2003) telah mengembangkan standar mutu Pendidikan Karakter sebagai alat
evaluasi diri terutama bagi lembaga (sekolah/kampus) itu sendiri. Instrumen berupa skala Likert (0 – 4) dengan
memuat 11 prinsip sebagai berikut: Effective character education promotes core ethical values as the basis of
good character. Effective character education defines “character” comprehensively to include thinking, feeling
and behavior. Effective character education uses a comprehensive, intentional, and proactive approach to
character development. Effective character education creates a caring school community. Effective character
education provides students with opportunities for moral action. Effective character education includes a
meaningful and challenging academic curriculum that respects all learners, develops their character, and helps
them succeed. Effective character education strives to develop students’ self-motivation. Effective character
education engages the school staff as a learning and moral community that shares responsibility for character
education and attempts to adhere to the same core values that guide the education of students. Effective
character education fosters shared moral leadership and long-range support of the character education initiative.
Effective character education engages families and community members as partners in the character-building
effort. Effective character education assesses the character of the school, the school staff’s functioning as
character educators, and the extent to which students manifest good character. (Character Education
Partnership, 2003:5-15) Efektivitas implementasi ...
Read More




                                                       4/4

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:543
posted:7/21/2012
language:Malay
pages:4
Description: Makalah pendidikan