Tadabur Al Mukmin by tahubrontack

VIEWS: 9 PAGES: 7

									Tadabbur Surat Al-
Mukminun 1-11
                         Disusun oleh :

                            Mansurudin
                            Muhammad


       Bogor EduCARE

“A place where English
    improve your life”
                     Al-Mukminun 1-11
                  

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.”

                                                     
                                                            

"Orang-orang yang khusyu` di dalam melakukan sembahyang."

                                                  
                                                         

" Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna."

                                                  
                                                              

“Dan orang-orang yang menunaikan zakat”

                                                
                                                           

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya”

                                                              
                                                       
                                              

”Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki* Maka Sesungguhnya mereka
dalam hal ini tiada terceIa.”

    *Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan
     budak belian yang didapat di luar peperangan. dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu,
     wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam
     peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. imam boleh melarang
    kebiasaan ini. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan
    bersama-samanya.




   
   

“Barangsiapa mencari yang di balik itu* Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.”


   *Maksudnya: zina, homoseksual, dan sebagainya.

                                              
                                   

“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.”

   
                                                        

“Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.”

                                              
                                                                                  

“Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi.”

                                                  
                          

“(yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.”




  Makna ayat Al-Mukminun 1-11
Makna Ayat Ayat tersebut :

Ayat 1 : Yang mendapat kemenangan adalah orang-orang dengan sifat-sifat surat yang ada
dibawahnya.

Ayat 2 : Yakni mereka yang tenang anggota-anggotanya dan khusyuk jiwanya dalam bersembahyang
Tanda tanda Khusyuk :

1.   Tidak berpaling ke kiri dan ke kanan
2.   Tidak menguap
3.   Tidak memainkan janggut
4.   Tidak mengerjakan hal hal yang makruh

Cara cara khusyuk dalam sembahyang :

     a. Memahami apa yang dibaca
     b. Mengenang Allah dan menumbuhkan perasaan takut akan ancamannya
     c. Untuk mewujudkan munajat yang sebenar-benarnya


Ayat 3 : Yakni Semua orang yang berpaling dari segala hal yang tidak memberi manfaat dari
pembicaraan tersebut, seperti berdusta, memaki, dan kata-kata yang sia-sia.

Ayat 4 : Menurut turunnya ayat ini, yang dimaksud dengan zakat adalah infaq dalam sabilillah, bukan
zakat yang diwajibkan nisabnya oleh Allah, Zakat yang semacam itu baru diwajibkan pada tahun 2 H,

Ayat 5 & 6 : Yakni mereka yang menjaga kemaluan mereka dari yang haram, tidak menjerumuskan
diri kedalam larangan Allah, tiada mau mendekati selain istri-istri mereka yang dihalalkan oleh
budak-budak mereka yang tertawan dalam peperangan.

Ayat 7 : Yakni barang siapa yang menuju kepada selain istri-istrinya dan budak yang dihalalkan
baginya maka orang-orang itu melampaui batas yang telah ditetapkan oleh Allah.

Ayat 8 : Yakni semua mereka apabila dipercayakan kepadanya suatu amanah maka daat
menyampaikan amanah yang diberikan kepadanya dan jika membuat janji dapat menunaikan janji
itu.

Ayat 9 : Yakni semua mereka yang kekal mengerjakan sembahyang menunaikannya pada waktu-
waktunyadengan memelihara syarat, adab, dan rukunnya.

Ayat 10 & 11 : Inilah sifat-sifat yang membentuk kepribadian manusia iman yang seutuhnya.




           Inti Al-Mukminun 1-11
1. Orang yang Beriman.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman” (QS. Al Mu’minun : 1)

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi
mereka disediakan Surga-Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki
buah-buahan dalam Surga-Surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada
kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-
isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya” (Al Baqarah : 25)

Siapa yang tidak mau, jika beriman balasannya adalah surga? Setiap muslim itu pasti menginginkan
derajat yang lebih tinggi dan surga bagi kehidupannya kelak di akhirat. Tapi satu pertanyaan untuk
kita, apakah sudah kita beriman kepada Allah dengan sebenar-benar iman yang kita punya? Iman di
hati, mulut, dan perbuatan kita?



2. Orang yang Khusyuk dalam Bersembahyang

“(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya” (QS. Al Mu’minun : 2)

Seorang muslim itu harus tahu apa sebenarnya esensi yang terkandung dalam setiap gerakan shalat.
Sering kita merasa lega setelah kita usai melaksanakan aktivitas shalat. Tapi apakah kita pernah
berpikir, sudah benarkah shalat kita? Mungkin banyak dari kita yang ketika shalat masih memikirkan
hal-hal lain yang bersifat keduniawian. Lalu, khusyuk-kah shalat kita? Mari kita bersama-sama
meluruskan niat kita dalam melaksanakan shalat.



3. Orang yang Jauh dari Perkara yang Tiada Guna

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna” (QS. Al
Mu’minun : 3)

Orang yang hidupnya selalu dipenuhi dengan aktivitas ukhrawi akan rindu sekali dengan akhirat. Dia
senantiasa melakukan hal-hal yang dapat memberikan manfaat bagi dirinya maupun orang lain.
Sudahkah kita menyadari aktivitas seperti apa yang sudah kita jalani sebagai rutinitas kita sehari-
hari? Apakah rutinitas yang membawa keberkahan bagi kita atau justru mengandung kemudharatan
bagi hidup kita?

“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka
menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya” (Qs. Al Kahfi : 104).

Banyak dari kita menyangka bahwa kegiatan yang sudah kita lakukan setiap harinya adalah baik, tapi
belum tentu bagi Allah. Maka dari itu, sebelum kita melakukan segala aktivitas,renungkanlah hal
tersebut. Agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi.
4. Orang yang Menunaikan Zakat

“Dan orang-orang yang menunaikan zakat” (QS. Al Mu’minun : 4)

Orang yang mampu dalam segi ekonomi kehidupannya, wajib membantu dan menyisihkan sebagian
hartanya bagi mereka yang kurang mampu. Salah satunya adalah zakat. Zakat wajib hukumnya bagi
orang-orang yang dilebihkan hartanya oleh Allah.

“….Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya. (yaitu) orang-
orangyang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat” (QS.
Fushshilat : 6-7)

Zakat itu kedudukannya adalah kedua setelah shalat. Banyak dari ayat Al-Qur’an yang menyebutkan
zakat setelah kata shalat. Bisa diartikan bahwa shalat dan zakat itu saling mengisi satu sama lain dan
tidak dapat dipisahkan.



5. Orang yang Menjaga Kemaluannya

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya” (QS. Al Mu’minun : 5)

Banyak wanita yang beralasan, karena faktor ekonomi-lah mereka akhirnya menjadi wanita
penghibur. Dan tak sedikit pula para lelaki yang karena alasan bosan dengan sang istri akhirnya
mencari wanita lain. Sungguh amat disayangkan apabila mereka beralasan seperti itu. Seharusnya
mereka sadar bahwa segala sesuatunya itu datang dari Allah. Maka sepatutnya-lah mereka takut
padaAllah apabila melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan perintah-Nya.



6. Orang yang Penuhi Janjinya

“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya” (QS.
AlMu’minun : 8)

Janganlah pernah berjanji kalau dirasa kita tidak bisa memenuhi janji itu. Ucapkanlah InsyaAllah
dengan penuh keyakinan bahwa segala sesuatunya itu datangnya hanya dari Allah. Kalau Allah
mengizinkan, maka kita akan bisa memenuhi janji itu. Tapi jika Allah belum berkehendak, maka kita
tidak bisa berbuat apa-apa.




7. Orang yang Memelihara Sembahyangnya

“Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya” (QS. Al Mu’minun : 9)

Shalat memang rukun Islam yang kedua, tapi kita juga harus tahu dasar-dasar apa yang
mengaharuskan kita shalat. Apakah hanya untuk menggugurkan kewajiban saja? Jawabannya pasti
tidak. Kita harus tanamkan dalam hati bahwa kita butuh shalat sebagai salah satu cara kita
berkomunikasi dengan Allah. Shalat adalah tiang agama. Tanpa shalat, seseorang belum bias
dikatakan mukmin. Bukankah shalat adalah amalan yang dihisab pertama kali di akhirat nanti? Dan
bukankah shalat juga yang membedakan antara orang mukmin dengan orang nasrani? Di ayat
selanjutnya, Allah swt menerangkan,

“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus.
Mereka kekal di dalamnya” (QS. Al Mu’minun : 10-11)

Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang selalu mau terus belajar dan memperbaiki diri.Dan
semoga kita menjadi insan yang senantiasa istiqomah di jalan-Nya agar kelak bisa meraihsyurga
Firdaus-Nya dan kekal di dalamnya. Mudah-mudahan ketujuh tanda-tanda itu ada dalam diri kita
masing-masing sehingga kita menjadi golongan yang dirindu syurga. Amin.

								
To top