Kajian Pustaka by roeslandy

VIEWS: 231 PAGES: 7

									Kajian Pustaka


   A. Pendahuluan

Hampir semua penelitian memerlukan studi pustaka. Walaupun orang sering membedakan
antara riset kepustakaan dan riset lapangan, keduanya tetap memerlukan penelusuran pustaka.
Perbedaan utamanya hanyalah terletak pada fungsi, tujuan atau kedudukan studi pustaka dalam
masing-masing riset tersebut.,

Dalam riset pustaka, penelusuran pustaka lebih dari pada sekedar melayani fungsi-fungsi
persiapan kerangka penelitian, mempertajam metodologi atau memperdalam teoritis. Riset
pustaka dapat sekaligus memanfaatkan sumberr perpustakaan untuk memperoleh data
penelitiannya tanpa melakukan riset lapangan.

Dalam melakukan riset kepustakaan ada empat langka yang biasa dilakukan. Petama
menyiapkan alat perlengkapan berupa pensil, ballpen, dan kertas catatan. Kedua, menyusun
bibliogarafi kerja. Ketiga, mengatur waktu penelitian. Keempat, membaca dan membuat catatan
penelitian.

B. Pengertian Kepustakaan
Dari sekian referensi yang ada memang tidak dijelaskan secara definitive apa pengertian dari
studi kepustakaan. Akan tetapi secara garis besar studi pustaka dapat diartikan sebagai kajian
teoritis yang bertujuan untuk menelusuri dan mencari dasar-dasar yang berkaitan erat dengan
penelitian secara teori yang mencakup masalah penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian
dan definisi operasional. Lebih dari itu studi kepustakaan merupakan survey data yang telah
tersedia. Hal ini dapat dilakukan setelah masalah penelitian dipilih atau sebelum masalah dipilih.
Jika studi kepustakaan dilakukan sebelum pemilihan masalah, penelaahan kepustakaan termasuk
memperoleh ide tentang masalah apa yang paling up to date untuk dirumuskan dalam
penellitian.

C. Pentingnya Studi Kepustakaan

Mengadakan survey terhadap data menelusuri literature yang ada serta menelaahnya secara
tekun merupakan kerja kepustakaan yang sangat diperlukan dalam penelitian. Studi kepustakaan
merupakan kegiatan yang wajib dilakukan dalam penelitian, khususnya penelitian akademik
yang tujuan utamanya adalah mengembangkan aspek teoritis maupun aspek manfaat praktis.
Selain itu, studi kepustakaan dilakukan dengan tujuan utama untuk mencari dasar pijakan atau
pondasi untuk memperoleh dan mengembangkan landasan teori, kerangka berfikir dan
penentuan dugaan sementara sehingga para peneliti dapat mengerti, melokasikan,
mengorganisasikan dan kemudian menggunakan variasi pustaka dalam tiap bidangnya.
Walaupun ada perbedaan antara riset pustaka dan riset lapangan, namun keduanya tetap
memerlukan penelusuran pustaka. Perbedaan utamanya hanya terletak pada fungsi, tujuan dan
kedudukan studi pustaka dalam masing-masing riset tersebut. Dalam riset pustaka, penelusuran
pustaka lebih dari pada sekedar melayani fungsi-fungsi persiapan kerangka penelitian,
mempertajam metodologi atau memperdalam teoritis. Riset pustaka dapat sekaligus
memanfaatkan sumberr perpustakaan untuk memperoleh data penelitiannya tanpa melakukan
riset lapangan.

Studi kepustakaan dirasa semakin urgent karena studi kepustakaan mempunyai beberapa
peranan, antara lain :

1) Mengetahui batas-batas cakupan dari permasalahan.
2) Dengan mengetahui teori tentang permasalahan penelitian, maka kita dapat menempatkan
pertanyaan secara perspektif.
3) Menentukan konsep studi yang berkaitan erat dengan permasalahan.
4) Mengetahui dan menilai hasil penelitian yang sejenis yang mungkin kontradiktif.
5) Untuk menentukan pilihan metode penelitian yang tepat untuk memecahkan permasalahan.
6) Mencegah atau megurangi replikasi yang kurang bermanfaat dengan penelitian yang sudah
dilakukan dengan penelitian yang lainnya.
7) Supaya peneliti lebih yakin dalam menginterprestasikan hasil penelitiannya yang hendak
dilakukan.


D. Ciri-ciri Studi Kepustakaan
Tentunya ada perbedaan yang mendasar antara studi kepustakaan dengan penelitian lansung
lapangan. Untuk melakukan penelitian yang lebih professional hendaknya penelitian lapangan
dikombinasikan dengan riset pustaka supaya ada perbedaan antara teoritis dengan realita yang
terjadi. Akan tetapi adakalanya penelitian membatasi hanya pada penelitian pustaka saja.
Alasannya, Pertama, persoalan yang hanya bisa dijawab dengan studi pustaka saja dan tidak bisa
mengharapakan dari riset lapangan; kedua, studi pustaka diperlukan sebagai satu tahap tersendiri
yaitu pendahuluan untuk memahami gejala baru dalam masyarakat; ketiga, data pustaka tetap
ada dalam menjawab persoalan penelitian.
Adapun ciri-ciri yang terdapat dalam studi pustaka adalah :
1. Penelitian berhadapan langsung dengan teks dan data, angka dan angka dengan pengetahuan
langsung dari lapangan atau saksi mata berupa kejadian atau benda-benda lain.
2. Data pustaka bersifat siap pakai .
3. Data pustaka umumnya data skunder yang bukan orisinil dari tangan pertama dilapangan.
4. Kondisi data pustaka tidak dibatasi oleh ruang dan waktu
E. Isi Studi Kepustakaan
Isi kajian pustaka dapat berbentuk kajian teoritis yang pembahasannya difokuskan pada
informasi sekitar permasalahan penelitian yang hendak dipecahkan. Maka seorang peneliti harus
tahu persis permasalahan apa yang dia teliti dan memehami segala permasalahan yang berkaitan
dengan hal tersebut. Misalnya, apa latar belakangnya, bagaimana rumusan masalahnya, apa
tujuan peneliti dalam hal itu?

Dalam contoh misalnya, jika peneliti hendak mengungkapkan pengaruh prestasi belajar dilihat
dari factor-factor : hubungan anak dengan orang tua, pekerajaan orang tua dan status orang tua,
maka peneliti dapat melakukan studi yang berhubungan dengan teori sosiologi dan psikologi
pendidikan anak serta hubungan social serta kegiatan anak dalam keluarga, peranan orang tua
dan jenis pekerjaan
F. Mengenal Perpustakaan

Perpustakaan merupakan tempat utama untuk menyimpan literature-literatur yang kita butuhkan
dalam studi pustaka. maka dalam rangka menelusuri dan menelaah literature studi yang ada pada
perpustakaan, maka kia harus mengenal perpustakaan secara maksimal mulai dari system
pelayanan, system penyusun literature dan klasifikasi buku yang dianut oleh perpustakaan
tersebut.
1. System Pelayanan. Secara umum system pelayanan dalam perpustakaan terbagi atas dua jenis,
yaitu: system tertutup, yaitu pembaca tidak bisa ke rak buku secara langsung untuk memilih
buku atau bacaan lainnya, tetapi pembaca hanya dapat mengetahui koleksi buku diperpustakaan
tersebut melalui catalog. dari catalog tersebut pembaca hanya dapat mengambil nomor buku dan
meminta petugas untuk mengambilnya.
2. System Klasifikasi. Dalam mengenal perpustakaan, si peneliti juga harus tahu system
klasifikasi buku yang dianut perpustakaan tersebut dalam mengatur buku-bukunya. System
klasifikasi diatur menurut jumlah yang ada, mulai dari yang sulit, sedang sampai yang
sederhana.
Dalam klasifikasi sederhana ada dua system umum yang dianut, yaitu :
 system library of congress, yaitu klasifikasi besar dinyatakan dengan huruf, sedangkan
klasifikasi dibawahnya dinyatakan dengan angka.

 System deweg decimal, yaitu klasifikasi yang menggunakan kode hanya dengan angka.
System ini cukup baik untuk perpustakaan yang koleksi bacaannya tidak terlalu banyak.
3. Mengenal Pengaturan Ruangan. Dalam pengenalan ruangan ini, termasuk juga mengenal
petugas perpustakaan, karena petugas ini cukup berpengetahuan dalam klasifikasi dan system
cataloging perpustakaan. Ruang perpustakaan biasanya terdiri atas ruang untuk meletakkan buku
teks, ruang untuk jurnal, ruang untuk majalah-majalah ilmiah dan ruang untuk buku referensi,
tesis-tesis dan lain-lain.
G. Macam-macam Sumber Informasi
Ada beberapa sumber informasi yang dapat digunakan oleh peneliti sebagai bahan studi
kepustakaan. Mulai dari jurnal penelitian, laporan hasil penelitian, abstrak, narasumber, buku,
surat kabar, majalah, dan internet.
a. Jurnal Penelitian
Jurnal penelitian merupakan sumber utama dan sangat penting sebagai sumber informasi.
Banyak ragamnya tentang jurnal penelitian sebanyak bidang pengetahuan yang ada dan digeluti
oleh peneliti.
b. Laporan hasil penelitian
Hasil penelitian mempunyai bobot yang hampir sama dengan yang ada dalam jurnal. Hasil
penelitian yang ada dan subtansi lainnya dalam hasil penelitian dapat diambil sebagai acuan
kepustakaan.
c. Nara sumber
Nara sumber merupakan sumber informasi yang hidup, karena mereka umumnaya mempunyai
pengaruh positif dalam bidang ilmu tertentu.
d. Buku Buku adalah sumber pustaka ilmiah yang secara resmi telah dipublikasikan atau telah
menjadi peganggan dalam mempelajari suatu bidang ilmu.
e. Surat kabar dan MajalahMedia cetak yang satu ini merupakan sumber pustaka yang cukup
baik dan mudah diperoleh dimasyarakat, mengingat informasi dari surat kabar dan majalah
merupakan informasi yang sifatnya popular tapi para peneliti dianjurkan untuk lebih dahulu
mengevaluasi isi yang hendak diambil.

f. Internet Kemajuan tekhnologi telah membawa dampak yang sangat signifikan dibidang
informasi, dunia seolah semakin kecil, batas antara Negara dapat dilampaui dengan tidak
melakukan intervensi.

H. Mengorganisasi Subtansi Kajian Pustaka
Setelah informasi yang berhubungan dengan permasalahan penelitian diperoleh secara
konprehensif dan lengkap, langkah berikutnya adalah mengorganisasi materi yang diperoleh
secara sistematis sebagai bahan acuan selama melakukan kegiatan penelitian.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam mengorganisasi kajian pustaka sebagai berikut:
1. Mulai dari materi hasil penelitian harus diperhatikan dari yang paling relevan, relevan dan
cukup relevan.
2. Membaca abstrak lebih dahulu dari setiap penelitian untuk memberikan penelitian apakah
permasalahan yang dibahas itu sesuai dengan yang akan dipecahkan dalam penelitian.
3. Mencatat bagian-bagian penting dan relevan dengan permasalahan penelitian. Hal ini untuk
menjaga agar tidak terjebak dalam unsur plagiat, para peneliti hendaknya juga mencatat sumber-
sumber informasi dan mencantumkannya dalam daftar pustaka, jika memang informasi banyak
dari ide atau hasil penelitian orang lain.
4. Buatlah catatan, salinan atau kutipan informasi dan susun secara rapi dan mudah didapatkan
jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
I. SIMPULAN
Dari uraian diatas akhirnya dapat diambil simpulan bahwa :
a) Salah satu kegiatan yang paling banyak memakan waktu, tenaga dan biaya dalam proses
penelitian adalah kajian pustaka.
b) Ada banyak sumber informasi yang dapat digunakan oleh peneliti sebagai bahan studi
kepustakaan. Mulai dari jurnal penelitian, laporan hasil penelitian, abstrak, narasumber, buku,
surat kabar, majalah, dan internet.
c) Dalam melakukan riset kepustakaan ada empat langkah yang biasa dilakukan. Petama
menyiapkan alat perlengkapan berupa pensil, ballpen, dan kertas catatan. Kedua, menyusun
bibliogarafi kerja. Ketiga, mengatur waktu penelitian. Keempat, membaca dan membuat catatan
penelitian.
METODE PENDEKATAN

Metode PAI di PTU

Metodologi pengajaran merupakan salah satu komponen penting yang perlu menadapat
perhatian dalam pembelajaran PAI di sekolah umum. Karena PAI tidak hanya diarahkan pada
pengembangan kognitif siswa semata, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana agar
daya jiwa peserta didik dapat berfungsi secara maksimal merubah watak yang jelek mencapai
kesempurnaannya yaitu manusia yang berakhlak mulia. Ibnu Miskawaih (1997:35-43) membagi
daya jiwa menjadi tiga yaitu :

   1. Jiwa rasional (al-Nafs al-Natiqah)
   2. Jiwa apetitif atau binatang buas (al-Nafs al-Sabu’iyah)
   3. Jiwa binatang (al-Nafs al-Bahamiyah)

Ibnu Miskawaih menolak pendapat yang mengatakan bahwa akhl;ak itu tidak dapat diperbaiki
karena sudah merupakan karakter atau watak seseorang, Nampak jelas bahwa watak atau
karakter manusia dapat dirubah atau dipengaruhi melalui suatu proses yang sistematis, terencana
dan simultan dan proses mempengaruhi itu disebut pendidikan.

Conny R. Semiawan (1995 : 33) menjelaskan tiga alasan pentingnya metodologi dalam proses
pembelajaran adalah :

   1. Rancangan pembelajaran pendidik terhadap peserta didik
   2. Unsur pendidikan , pengajaran dan pengasuhan
   3. Hasil PAI harus mengantisipasi dan beradaptasi dengan era informasi dan globalisasi.

Metodolologi yang paling tepat dalam PAI dengan mengintegrasikan kegiatan kurikuler, ko
kurikuler, dan ekstra kurikuler. Dalam mengintegrasikan ketiganya pengelola perlu
mengklasifikasikan materi PAI ke dalam tiga kelompok :

   1. Materi tentang dasar-dasar keislaman dan implementasinya
   2. Materi tentang wawasan pemikiran Islam
   3. Materi tentang integrasi nilai-nilai keislaman ke dalam bidang studi mahasiswa

J. Riberu (1995:41) mengatakan bahwa penghayatan dan pengamalan materi perkuliahan agama
atau “pengendapan nilai” bagi peserta didik dapat dilakukan secara realistis dalam praktek
kehidupan keseharian.

Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar PAI di kelas, dapat mempertimbangkan metode
yang digunakan Muhammad Abduh dalam Muhammad Rasyid Ridha (1931:757) sebagai
berikut :

   1. Keteladanan dari guru dalam perilaku sehari-hari
   2. Melalui latihan-latihan dalam melaksanakan ibadah makhdoh maupun ibadah social
   3. Penugasan untuk pengamalan dan pengamalan dalam mengimplementasikan mater-
      materi pelajaran.

Tujuan pelaksanaan PAI di PTU

Dalam merumuskan tujuan pendidikan Islam para ahli sangat dipengaruhi oleh pandangan hidup
atau falsafah hidupnya, misalnya :

   1. Imam al-Ghazali mendasarkan pada pemikiran supfistik maka tujuan pendidikan
      menurutnya ada dua yaitu kesempurnaan insane yang tujuannya Taqarrub (mendekatkan
     diri) kepada Allah Swt, dan kesempurnaan insane yang tujuannya adalah kebahagiaan
     dunia dan akhirat.
2.   Djawad Dahlan (1996 : 67) tujuan pendidukan Islam adalah tujuan Iman dan Taqwa.
3.   Abdurrahman Saleh (1990 :153,156-157) tujuan pendidikan Islam adalah al-Qur’an dan
     al-Hadits.
4.   Sayyed Naquib al-Attas merumuskan tujuan pendidikan Islam adalah menghasilkan
     manusia yang baik (beradab) atau insan kamil.
5.   Konferensi Islam Dunia I di Makkah pada tahun 1977 tentang pendidikan Islam
     merekomendasikan bahwa, “…..tujuan akhir pendidikan Islam adalah perwujudan
     penyerahan mutlak kepada Allah, pada tingkat individual, masyarakat dan kemanusiaan
     pada umumnya
6.   ‘Atiyah al-Abrosyi tujuan hakiki pendidikan Islam adalah kesempurnaan akhlak, sebab
     itu ruh pendidikan Islam adalah akhlak.
7.   Muhammad Abduh dalam Rasyid Rida, tujuan pendidikan sekolah adalah mengantarkan
     anak pada batas-batas yang memungkinkan mencapai kebahagiaan sewaktu hidup dan
     sesudah mati.
8.   Al-Syaibany mengklasifikasikan tujuan pendidikan Isalam ada tiga yaitu ;
          1. Tujuan Individual
          2. Tujuan Sosial
          3. Tujuan Profesional
          4. Dalam GBPP PAI tahun 1997, tujuan mata kuliah pendidikan agama Islam
              adalah “untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bewrtaqwa
              kepada Tuhan YME, berbudi pekerti luhur, berfikir filosofi, bersikap rasional dan
              dinamis, berpandangan luas, ikut serta dalam kerjasama antar umat beragama
              dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi serta seni
              untuk kepentingan nasional”.
          5. Harun Nasution menegaskan bahwa tujuan pendidikan agama Islam di sekolah
              umum adalah membentuk manusia takwa. Adapun tujuan PAI di PTU adalah
              menghasilkan mahasiswa yang berjiwa agama bukan hanya berpengetahuan
              agama saja.
          6. J. Riberu menegaskan tujuan pendidikan agama Islam di PTU pada dasarnya
              sama dengan tujuan PAI pada umumnya, yaitu mengembangkan watak manusia
              yang sesuai dengan tntutan zaman.
          7. Quraish Shihab (1995 : 185) merumuskan tujuan PAI di sekolah umum adalah
              melahirkan para agamawan yang berilmu, bukan para ilmuan dalam bidang
              agama.
          8. Ahmad Tirtosudiro (1995 : 18) berpendapat bahwa tujuan PAI diPTU adalah
              tercapainya keimanan dan ketakwaan serta tercapainya kemampuan menjadikan
              ajaran agama sebagai landasan penggalian dan pengembangan disiplin ilmu yang
              ditekuninya.
          9. Dalam kurikulum nasional PTU MKDU salah satunya pendidikan agama
              berfungsi sebagai mata kuliah yang melandasi pengembangan keahlian bidang
              ilmu yang ditekuni mahasiswa
          10. Ahmad Sanusi bahwa funsi PAI dalam PTU adalah penyadaran, pemahaman,
              pemaknaan, dan pemberdayaan peserta didik agar mampu menjalankan hablum
              minallah dan hablum minannas, secara mandiri, berkembang maju, optimal., dan
              bertanggung jawab.
          11. Zakiah Daradjat menjabarkan rumusantujuan PAI di sekolah sebagai berikut:
                  1. Menumbuh suburkan dan mengembangkan seta membentuk sikap positif
                      dan disiplin serta cinta terhadap pendidikan agama dalam pelbagai
                      kehidupan peserta didik yang nantinya diharapkan menjadi manusia yang
                      bertakwa kepada Allah dan Rosul-Nya.
                  2. Ketaatan pada Allah dan Rosul-Nya
                  3. Menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan agama
    Cara Merumuskan Hipotesis
9. Cara merumuskan Hipotesis ialah dengan tahapan sebagai berikut: rumuskan
   Hipotesis penelitian, Hipotesis operasional, dan Hipotesis statistik.
10. Hipotesis penelitian
11. Hipotesis penelitian ialah Hipotesis yang kita buat dan dinyatakan dalam bentuk
   kalimat.
12. Contoh:
13. - Ada hubungan antara gaya kepempininan dengan kinerja pegawai
14. - Ada hubungan antara promosi dan volume penjualan
15. Hipotesis operasional (1)
16. Hipotesis operasional ialah mendefinisikan Hipotesis secara operasional variable-
   variabel yang ada didalamnya agar dapat dioperasionalisasikan.
17. Misalnya “gaya kepemimpinan” dioperasionalisasikan sebagai cara memberikan
   instruksi terhadap bawahan.
18. Kinerja pegawai dioperasionalisasikan sebagai tinggi rendahnya pemasukan
   perusahaan.
19. Hipotesis operasional (2)
20. Hipotesis operasional dijadikan menjadi dua, yaitu Hipotesis 0 yang bersifat netral
   dan Hipotesis 1 yang bersifat tidak netral Maka bunyi Hipotesisnya:
21. H0: Tidak ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan
   tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan
22. H1: Ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi
   – rendahnya pemasukan perusahaan.
23. Hipotesis statistik
24. Hipotesis statistik ialah Hipotesis operasional yang diterjemahkan kedalam bentuk
   angka-angka statistik sesuai dengan alat ukur yang dipilih oleh peneliti.
25. Dalam contoh ini asumsi kenaikan pemasukan sebesar 30%, maka Hipotesisnya
   berbunyi sebagai berikut:
26. - H0: P = 0,3
27. - H1: P m0,3
28. H. Uji Hipotesis
29. Hipotesis yang sudah dirumuskan kemudian harus diuji.
30. Pengujian ini akan membuktikan H0 atau H1 yang akan diterima.
31. Jika H1 diterima maka H0 ditolak, artinya ada hubungan antara cara memberikan
   instruksi terhadap bawahan dengan tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan.
Menyusun Hipotesis

Hipotesis adalah pernyataan tentative yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang
kita amati dalam usaha untuk memahaminya Asal dan Fungsi Hipotesis.

Hipoptesis dapat diturunkan dari teori yang berkaitan dengan masalah yang akan kita teliti. Jadi,
Hipotesis tidak jatuh dari langit secara tiba-tiba.

Misalnya seorang peneliti akan melakukan penelitian mengenai harga suatu produk maka agar
dapat menurunkan hipotesis yang baik, sebaiknya yang bersangkutan membaca teori mengenai
penentuan harga.

Hipotesis dapat disusun dengan dua pendektan, yaitu secara deduktif, yaitu dengan ditarik dari
teori. Suatu teori terdidi dari proposisi-proposisi, sedangkan proposisi menunjukan hubungan
antara dua konsep. Proposisi ini merupakan postulat-postulat yang dari padanya disusun
hipotesis.dan yang kedua secara induktif yang bertolak dari pengamatan empiris.

Pada model Walaace tentang proses penelitian ilmiah telah dijelaskan enjabarab tantabg
hipotesis dari teori denagn metode deduksi logis. Teori terdiri dari seperangkat proposisi,
sedangkan proposisis menunjukan hubungan diantara dua konsep. Bertitik tolak dari proposisi
itu diturunkan hipotesisi secara deduksi. Konsep-konsep yang berada dalam proposisi
diturunkan dalam pengamatan menjadi variable-variabel sebagaimana ditunjukan pada skema
dibawah ini

Hipotesis dapat juga disusun secara induktif. Drai pengalaman kita dimasa lampau kita bisa
menyusun hipotesis, yang ada hubungan positif diantara hipotesis yang kita ajukan.

Sehubungan dengan penyusunan hipotesis ini , Deobald B. Van Dallen mengemukakan postulat-
postulat yang diturunkan daru dua jenis asumsi, yaitu postulat yang disusun berdasarkan asumsi
dari alam, dan postulat yang berdasarkan asumsi proses psikologis. Postulat yang bersumber dari
kenyataan-kenyataan alam adalah :

1. Postulat jenis ( natural kinds)

Ada kemiripan diantara objek-objek individual tertentu yang memungkinkan mereka untuk
dikelompokan kedalam satu kelas tertentu. Dengan postulat ini kita dapat menyusun hipotesis
terhadap objek pengamatan tertentu, apakah ia termasuk kelompok x atau kelompok y

2. Postulat Keajekan (constansi)

Dialam ini ada hal-hal yang menurut pengamatan kita selalu berulang dengan pola yang sama.
Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman ini kita mempunyai alas an untuk menduga hal yang
sama.

3. Postulat Determinisme

Ada postulat sebab akibat yang menyatakan bahwa suatu peristiwa terjadi karena sesuatu atau
beberapa sebab. Postulat ini dipakai untuk menyusun suatu hipotesis untuk menersngksn
peristiwa tertentu.

								
To top