industrial pancasila
Document Sample


HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA (HIP)
Disusun guna memenuhi tugas individu mata kuliah Hukum Ketatanegaraan
Disusun Oleh
Linggar Agus Pambudi (08401241011)
PKnH R 2008
JURUSAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN HUKUM
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011
BAB I
PENDAHULUAN
A. Hubungan Industrial
Hubungan Industrial adalah suatu subjek yang membahas sikap dan perilaku orang-orang
di dalam organisasi kerja (perusahaan) dan mencari sebab-sebab yang menentukan
terjadinya perilaku tersebut serta mencarikan jawaban terhadap penyimpangan-
penyimpangan yang terjadi.
B. Perkembangan Hubungan Industri di Indonesia
1. Periode sebelum kemerdekaan
Sistem hubungan industrial masuk Indonesia dibawa oleh Belanda sebagai penjajahan
pada akhir abad ke 20 dengan pertama-tama memperkenalkannya di perusahaan-
perusahaan asing khususnya Belanda yang pekerja-pekerjanya juga Belanda.
2. Periode setelah kemerdekaan
Hubungan industrial masih tetap diwarnai oleh orientasi politik setelah penyerahan
kedaulatan dengan system serikat pekerja yang pluralistis maka sistem hubungan
industrial baik yang berdasarkan liberalisme maupun marxisme berkembang pesat di
pelopori oleh serikat pekerjanya masing-masing.
3. Periode demokrasi terpimpin
Setelah pemberontakan G3O/SPKI dapat ditumpas dan lahirlah pemerintah orde baru
yang bertekad ingin melaksanakan pancasila dan undang-undang dasar 1945 secara murni
dan konsekwen. Maka sejak itu lahirlah “Hubungan Indusrial Pancasila”.
BAB II
ISI
A. Hal-Hal Umum
1. Pengertian
Hubungan industrial pancasila adalah hubungan antara pelaku dalam proses produksi
barang dan jasa (pekerja,buruh,pemerintah) didasarkan atas nilai yang merupakan manifestasi
dari keseluruhan sila-sila dari pancasila dan undang-undang dasar 1945 yang tumbuh dan
berkembang diatas kepribadian bangsa dan kebudayaan nasional Indonesia.
Hubungan industrial di suatu Negara didasarkan atas filsafah bangsa dan Negara
tersebut.Sehingga dengan demikian setiap Negara mempunyai system hubungan industrialnya
sendiri yang didasarkan atas filsafah Negara itu.
2. Tujuan
Tujuan utama dari hubungan industrial pancasila selaras dengan cita-cita bangsa
Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur ,ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial,maka dengan demikian
tujuan industrial pancasila adalah sebagai berikut :
a. Mensukseskan pembangunan dalam rangka mengemban cita-cita bangsa Indonesia yaitu
masyarakat adil dan makmur.
b. Ikut berperan dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial.
c. Menciptakan ketenangan,ketentraman dan ketertiban kerja serta ketenangan usaha.
d. Meningkatkan produksi dan produktivitas kerja.
e. Meningkatkan kesejahteraan pekerja serta derajatnya sesuai dengan martabat manusia.
3. Landasan
a. Hubungan Industrial pancasila mempunyai landasan idiil yaitu pancasila dan landasan
konstitusional adalah undang-undang dasar 1945.Secara operasional berlandaskan Garis-
Garis Besar Haluan Negara serta ketentuan-ketentuan pelaksanaannya yang diatur oleh
pemerintah di dalam program pembangunan.
b. Hubungan Industrial pancasila juga berlandaskan kepada kebijaksanaan-kebijaksanaan
pemerintah untuk menciptakan keamanan nasional,stabilitas nasional,meningkatkan
partisipasi sosial dan kelanjutan pembangunan nasional.
B. Pokok-Pokok Pikiran dan Pandangan Hubungan Industrial
1. Pokok-Pokok Pikiran
a. Keseluruhan sila-sila dari pada pancasila secara utuh dan bulat yang tidak dapat
dipisahkan satu sama lain.
b. Pengusaha dan pekerja tidak dibedakan karena golongan, kenyakinan, politik, paham,
aliran, agama, suku maupun jenis kelamin.
c. Menghilangkan perbedaan dan mengembangkan persamaan serta perselisihan yang
timbul harus diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat.
2. Asas-Asas untuk mencapai tujuan
a. Asas-asas pembangunan nasional yang tertuang dalam GBHN seperti asas manfaat,
usaha bersama dan kekeluargaan, demokrasi, adil dan merata, serta keseimbangan.
b. Asas kerja yaitu pekerja dan pengusaha merupakan mitra dalam proses produksi.
3. Sikap mental dan sikap sosial
Sikap sosial adalah kegotong-royongan, toleransi, saling menghormati. Dalam hubungan
industrial pancasila tidak ada tempat bagi sikap saling berhadapan/ sikap penindasan oleh
yang kuat terhadap yang lemah.
C. Pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila
1. Lembaga kerjasama Bipartit dan Tripartit
a. Lembaga kerjasama bipartite dikembangkan perusahaan agar komunikasi antar pihak
pekerja dan pihak pengusaha selalu berjalan dengan lancer.
b. Lembaga kerjasama tripartite dikembangkan sebagai forum komunikasi, konsultasi
dan dialog antar ketiga pihak tersebut.
2. Kesepakatan Kerja Bersama (KKB)
a. Melalui kesepakatan kerja bersama dapat diwujudkan suatu proses musyawarah dan
mufakat dalam mewujudkan kesepakatan kerja bersama.
b. Dalam kesepakatan kerja bersama semangat hubungan industrial pancasila perlu
mendapat perhatian.
c. Setiap kesepakatan kerja bersama supaya paling sedikit harus memiliki suatu
pendahuluan/mukadimah yang mencerminkan falsafah hubungan industrial pancasila
3. Kelembagaan penyelesaian perselisihan industrial
a. Lembaga yang diserahi tugas penyelesaian perselisihan industrial perlu ditingkatkan
peranannya melalui peningkatan kemampuan serta integritas personilnya.
b. Kelembagaan penyelesaian perselisihan baik pegawai perantara, arbitrase P4D/P4P
yang berfungsi dengan baik akan dapat menyelesaikan perselisihan dengan cepat,
adil, terarah dan murah.
4. Peraturan perundangan ketenagakerjaan
a. Peraturan perundangan berfungsi melindungi pihak yang lemah terhadap pihak yang
kuat dan memberi kepastian terhadap hak dan kewajibannya masing-masing.
b. Setiap peraturan perundangan ketenagakerjaan harus dijiwai oleh falsafah hubungan
industrial pancasila. Karena itu kalau perlu diciptakan peraturan perundangan yang
baru yang dapat mendorong pelaksanaan hubungan industrial pancasila.
5. Pendidikan hubungan industrial
a. Agar falsafah hubungan industrial pancasila dipahami oleh masyarakat, maka falsafah
itu disebarluaskan baik melalui penyuluhan maupun melalui pendidikan.
b. Penyuluhan dan pendidikan mengenai hubungan industrial pancasila ini perlu
dilakukan baik kepada pekerja/serikat pekerja maupun pengusaha dan juga aparat
pemerintah.
D. Beberapa Masalah Khusus yang Harus Dipecahkan Dalam Pelaksanaan
Hubungan Industrial
1. Masalah Pengupahan
Apabila didalam perusahaan dapat diciptakan suatu system pengupahan yang akibat akan
dapat menciptakan ketenagakerjaan, ketenangan usaha serta peningkatan produktivitas
kerja. Apabila didalam perusahaan tidak dapat diciptakan suatu system pengupahan yang
baik, maka upah akan selalu menjadi sumber perselisihan didalam perusahaan.
2. Pemogokan
Pemogokan akan dapat merusak hubungan antara pekerja dan pengusaha. Hak mogok
diakui dan diatur penggunaannya. Oleh sebab itu walaupun secara yuridis dibenarkan
tetapi secara filosofis harus dihindari.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Hubungan industrial pancasila adalah hubungan antara pelaku dalam proses produksi barang dan
jasa (pekerja,buruh,pemerintah) didasarkan atas nilai yang merupakan manifestasi dari keseluruhan sila-
sila dari pancasila dan undang-undang dasar 1945 yang tumbuh dan berkembang diatas kepribadian
bangsa dan kebudayaan nasional Indonesia.
Adapun Tujuan utama dari hubungan industrial pancasila selaras dengan cita-cita bangsa
Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur ,ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial,maka dengan demikian tujuan industrial
pancasila adalah sebagai berikut :
a. Mensukseskan pembangunan dalam rangka mengemban cita-cita bangsa Indonesia yaitu
masyarakat adil dan makmur.
b. Ikut berperan dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian
abadi dan keadilan sosial.
c. Menciptakan ketenangan,ketentraman dan ketertiban kerja serta ketenangan usaha.
d. Meningkatkan produksi dan produktivitas kerja.
e. Meningkatkan kesejahteraan pekerja serta derajatnya sesuai dengan martabat manusia.
Beberapa masalah yang harus dipecahkan dalam pelaksanaan hubungan Industrial yaitu
1. Masalah Pengupahan
2. Pemogokan
Pemogokan akan dapat merusak hubungan antara pekerja dan pengusaha. Hak mogok
diakui dan diatur penggunaannya. Oleh sebab itu walaupun secara yuridis dibenarkan
tetapi secara filosofis harus dihindari.
DAFTAR PUSTAKA
- S. P. Hasibuan, Drs. H. Malayu. (2006). Manajemen SDM. Jakarta: PT Bumi Aksara
- Teguh, Ambar. dkk. (2003). Manajemen SDM, Konsep dan Pengembangan Dalam Konteks
Organisasi Publik. Yogjakarta: Graha Ilmu Yogjakarta.
- http://marthasilvia17.blogspot.com/2010/03/hubungan-industrial-pancasila.html
- http://www.stekpi.ac.id/informasi/datas/users/1-hubungan%20industrial.pdf
Get documents about "