Kumpulan Kahlil Gibran
Document Sample


Bukanlah di hutan-hutan itu kemabukan yang terbuat dari hujan terus menerus atau khayalan. Karena, sungai-sungai, didalamnya tidak ada sesuatu pun selain pecahan-pecahan awan kesedihan. Tetapi hanyalah pembiusan, ambing susu dan penjual susu untuk manusia. Berilah aku seruling dan bernyanyilah karena nyanyian itu minuman terbaik dan jeritan seruling itu akan tetap ada setelah anak bukit itu hilang dan hancur. Bukanlah di hutan itu agama, tidak, dan tidak pula didalamnya ada kekafiran yang kotor. Maka jika burung bulbul itu bernyanyi, ia tidak akan berkata ini benar. Sesungguhnya agama manusia itu datang seperti bayangan dan gugusan-gugusan bintang. Dan agama tidak berdiri di bumi setelah thaha dan al-masih. Bukanlah di hutan-hutan itu keadilah, tidak dan tidak pula didalamnya hukuman. Karena jika pohon shafshaf itu menemukan bayang-bayangnya di atas tanah maka pohon cemara tidak akan berkata ini burung nazar, dan bicara ngaco adalah bid’ah yang berlawanan dengan al-kitab. Sesungguhnya keadilan manusia itu adalah es, jika ia dilihat oleh matahari maka mencair. Berilah aku seruling dan bernyanyilah karena nyanyian adalah keadilan hati. Dan jeritan seruling itu akan tetap ada setelah dosa-dosa itu menghilang. Bukanlah dihutan itu orang kuat, tidak, dan tidak pula di dalam hutan-hutan itu orang lemah. Jika singatidak mengaum maka kamu tidak akan berkata: inilah yang menakutkan. Sesungguhnya kekuatan manusia itu bayang-bayang ditepian akal, berputar-putar. dan kebenaran-kebenaran manusia itu terabaikan seperti daun-daun musim gugur. Ilmu manusia itu adalah hujan yang belum turun, pada awalnya jelas adapun pada akhirnya seperti zaman dan takdir. Dan seutama-utamanya ilmu adalah mimpi, jika kamu telah mendapatkannya dan kamu berjalan di depan orang-orang yang mengantuk maka mereka mengejek. Karena itu jika kamu melihat saudarnaya mimpi-mimpi terpisah dari kaumnya maka dia tersisihkan dan terhinakan. Karena dialah sang nabi, dan dinginnya hari esok yang memisahkannya dari umatnya dengan keburukan hari kemarin yang menutupi badan dengan kain sarung. Dialah orang yang asing dari dunia dan penghuninya, dan dialah si pembual yang mencaci maki manusia sehingga orang-orang ingi nmemprotes. Dialah orang yang keras meskipun ia amat lembut, dialah orang jauh yang memanggil-manggil manusai sehingga mereka pergi meninggalkan. Bukanlah di hutan itu ilmu, tidak, dan tidak pula kebodohan di dalamnya. Karena jika dahan-dahan pohon meliuk-liuk bukan berarti mereka berkata ini orang bodoh. Sesungguhnya ilmunya manusai itu hanyalah potongan, seperti kabut di kebun-kebun. Karena itu jika matahari muncul dari balik ufuk timur maka kabut itu menghilang. Bukanlah di hutan itu kebebasan, tidak dan hamba itu bukanlah orang yang hina. Sesungguhnya kemuliaan adalah kelemahan dan gelembung air yang mengapung. Karena itu buah tidak bertemu dengan bunganya di atas tumbuhan yang kering. Maka dia tidak akan berkata ini si hina dan akulah penolong yang mulia. Kelembutan manusai adalah gelombang laut meskipun indah debur ombaknya didalam perutnya tidak ada mutiara. Dan keburukan yang dimilikinya adalah dua nafasnya: kesatuan dari adonan lumpur dan yang lainnya, dan gelombang yang pecah membentur karang. Serta dari siput yang bertingkah seperti perempuan yang lamban lagi lembek yang hampir-hampir tidak kuasa menanggung bajunya dan kelembutan bagi orang yang hina adalah baji besi yang ia gunakan untuk berlindung. Jika ia merasatakut atau terancam maka ia gemetaran. Karena itu jika kamu bertemu dengan orang yang lembut maka kepadanyalah kamu meminta pertolongan yang penglihatannya bisa mengelabuhi tatapan-tatapannya. Bukanlah di dalam hutan-hutan itu orang yang lembut, yang dilembutkan oleh kelembutan anak- anak beruang. Karena ranting-ranting pohon oak itu menjulang di samping pohon cemara. Dan jika burung merak itu memberi celah-celah seperti pohon flamboyan. Itu karena dia tidak tahu sesuatu yang lebih baik yang ada dalam hutan atau tidak tahu sesuatu yang buruk yang ada didalamnya. Kepandaian pada manusai itu adalah curahan air dan yang paling elok adalah curahan air dan yang paling elok adalah kepandaian orang yang pandai meniru. Yang mengagumkan dalam banyak hal adalah orang yang membodohinya, sedangkan dalam tiruan-tiruan itu tidak ada manfaat dan mudharat baginya. Diantara penyanyi ada yang melihat dalam dirinya ada kekuasaan, dalam suaranya, dalam nyanyiannya dan lafadz-lafadznya seperti surat-surat suci. Dan diantara gunung- gunung, kaca-kacanya pergi di waktu pagi sebagai angkasa raya dan bayangannya sebagai rembulan yang bercahaya dan berkilauan. Cinta manusia adalah rupa-rupa yang rumit dan kebanyakan rupa-rupa cinta itu seperti aroma wangi yang paling mudah untuk disuka, dan kebanyakan cinta itu dimiliki oleh yang terbiasa dalam bahaya. Dan cinta itu jika gugusannya telah digiring oleh tubuh-tubuh manusia menuju ranjang maka akan mati bunih diri karena banyaknya maksud. Seolah-olah cinta adalah raja dalam penawanan, yang kelu lagi enggan hidup, dia punya pengawal namun telah lari. Dan katakanlah kami lupa maka penggali kanal akan menghilang dan kami tidak pernah melupakan orang-orang gila sampai lautan menggenangi. Sesungguhnya di dalam kalbu dzulqarnaen ada pertapaan dan dalam nafas terakhir Qais ada istana megah. Dalam kemenangan itu ada kekalahan yang tersembunyi dan dalam kekalahan itu ada kemenangan dan keuntungan. Dan cinta itu ada dalam jiwa dan bukan ada dalam tubuh, kita mengenal cinta itu seperti keledai yang membawa wahyu, dan bukannya kemenangan itu untuk yang mabuk. Kebahagiaan didunia itu bukanlah apa-apa kecuali hanya bayang-bayang yang diharap-harapkan, karena itu andai bayang-bayang itu berubah menjadi sesosok wujud manusia maka ia akan menjemukan. Seperti sungai yang berlari menuju tempat yang datar dengan merayap dan ketika telah sampai jalannya pun melambat dan menjadi keruh warnanya. Manusia itu tidak bahagia kecuali dalam kerinduan akan buah-buahan segar terlarang, karena itu jika mereka bisa mewujudkannya maka mereka akan merasa tentram. Karena itu jika kamu berjumpa dengan orang yang berbahagia sedangkan dia terpisah dari tempat yang menyenangkan maka kritiklah kelakuannya yang kelewat bata lagi menyedihkan. Puncaknya jiwa adalah intinya jiwa yang tersembunyi, karena itu tidak ada rupa dan gambaran- gambaran yang bisa melihatnya. Karena itu dia berkata jika jiwa-jiwa itu telah sampai pada batas kesempurnaan maka ia akan mengalir dan berlalulah kabar beritanya. Seolah-olah puncak jiwa itu adalah buah-buahan yang bila telah masak dan angin menerpa sehari saja maka pohon itu merontokkan buah-buah itu. Dan saat itu dia berkata dialah tubuh-tubuh yang bila telah tertidur maka tidak ada yang tersisa dalam jiwa itu percakapan dan rasa haus. Seolah-olah dia, puncak jiwa itu, adalah bayang-bayang dalam empang, jika airnya keruh warnanya maka bayang-bayang itu akan menjadi kabur dan bekas-bekasnya terhapus. Orang-orang itu membayangi karena itu tidak ada bagia terkecil yang ada di dalam satu jasad pun itu diam atau mati dan tidak pula bagian terkecil dari jiwa itu bisa larikan. Bukanlah orang jahat itu menggulung ujung-ujung kain yang berakal sehingga ia beruntung, ia hanya bertemu dengan orang terhormat karena itu terkenallah ia. Aku tidak menemukan di hutan itu perbedaan antara jiwa dan jasad. Karena udara adalah air yang saling memberi hadian dan embun itu adalah air yang tidak mengalir. Dan yang semerbakbaunya itu adalah bunga yang terus menerus mekar. Dan pohon yang jelek baunya adalah bunga yang membeku. Dan bayang-bayang awan adalah kegelapan yang disangka malam karena itu ia pergi tidur. Kematian dibumi, bagi orang biasa adalah titik akhir dan bagi arkeolog adalah titik awal dan prestise. Karena itu barang siapa dalam mimpi-mimpinya memeluk pesona maka ia akan tetap ada dan barang siapa yang tidur pada setiap malamnya maka ia akan tergilas. Dan barang siapa membiasakan debu menjejali kesadarannya maka ia akan memeluk debu sampai cahaya meredup pada. Kematian itu seperti laut, barang siapa yang unsur-unsurnya yang ringan maka laut akan mengapungkannya, dan yang berbobot berat maka ia akan tergelincir kebawah, tenggelam. Apakah kamu mandi dengan wangi-wangian dan berselimut dengan cahaya. Dan kamu meminum cahaya fajar sebagai arak dalam cawan yang terbuat dari ether? Apakah kamu duduk di suatu senja sepertiku di antara tandan-tandan kurma kering. Dan gugusan-gugusan kurma itu terurai seperti butiran-butiran emas. Tandan kurma hutan bagi pemburu adalah mata dan bagi orang-orang yang lapar adalah makanan. Hutan adalah madu, hutan adalah wangi-wangian dan hutan adalah untuk yang menginginkan kelanggengan.apakah kamu merumput pada malam hari dan kamu berselimutkan kurma kering sambil menjauh dari apa yang akan datang dan melupakan apa yang telah berlalu?
Get documents about "