Docstoc

Evaluasi PBM

Document Sample
Evaluasi PBM Powered By Docstoc
					        EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR




                                     oleh:

                            I Gde Ekaputra Gunartha
            Dosen Statistika Fakultas Pertanian Universitas Mataram




   Materi disampaikan pada Lokakarya Penyusunan Garis-garis Besar Program
Pengajaran/Satuan Acara Perkuliahan (GBPP/SAP) dan Bahan Ajar Proyek DUE-Like
                  Universitas Mataram, 18 – 21 Oktober 1999




     Program Studi Hortikultura – Fakultas Pertanian UNRAM


                                Oktober 1999
                EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR

                                        oleh:

                             I Gde Ekaputra Gunartha
                    Dosen Statistka Fakultas Pertanian UNRAM


Pengantar

       Tulisan ini untuk memenuhi penugasan dari Ketua Program Studi
Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Mataram dalam rangka kegiatan
Lokakarya Penyusunan Garis-garis Besar Program Pengajaran/Satuan Acara
Perkuliahan (GBPP/SAP) dan Bahan Ajar Proyek DUE-Like UNRAM, 18 – 21
Oktober 1999.

       Materi ‘Evaluasi Proses Belajar Mengajar’ ini disarikan dari modul-modul
pelatihan program AKTA Mengajar V dan program Applied Approach dengan tujuan
memberikan pemahaman pada
1. pentingnya suatu evaluasi dalam proses belajar mengajar (PBM);
2. hal-hal yang menjadi obyek evaluasi PBM;
3. proses evaluasi PBM itu sendiri; dan
4. mampu merancang evaluasi PBM.



Pengertian Evaluasi dan Kegunaannya dalam PBM

       Evaluasi menempati posisi yang sangat strategik dalam proses belajar
mengajar,    karena dari hasil evaluasi dapat diperoleh keterangan tentang aras
keberhasilan usaha pendidikan yang diselenggarakan. Dalam melakukan evaluasi,
tujuan-tujuan pendidikan merupakan referensi dasar. Dilihat dari pihak mahasiswa,
tujuan-tujuan pendidikan yang akan memberitahukan kepada mereka, kemampuan-
kemampuan apa yang diharapkan dapat mereka kuasai.            Pengetahuan ini dapat
digunakan sebagai arah dalam usaha belajar mahasiswa.

       Evaluasi (evaluation) berasal dari kata kerja to evaluate yang berarti menilai.
Evaluasi adalah penentuan nilai sesuatu. Menurut Worthen dan Sanders (1973),
evaluasi mencakup usaha-usaha mencari dan mengumpulkan keterangan-keterangan



Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                        1
(informasi) yang akan dijadikan dasar menilai suatu program, prosedur, hasil, atau
manfaat berbagai cara pendekatan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah
ditetapkan. Dengan perumusan yang berbeda, Stufflebeam dalam Materi Dasar
Pendidikan AKTA Mengajar V (1984/1985), memandang evaluasi sebagai suatu
proses, yaitu proses menentukan, mencari/memperoleh dan menyajikan informasi
yang amat diperlukan untuk menilai berbagai alternatif keputusan. Mengacu pada
kedua definisi tersebut, maka dalam evaluasi terkandung makna suatu upaya yang
sistematis untuk mengumpulkan,         menyusun,    dan mengolah data,   fakta,   dan
informasi dengan maksud untuk mendapatkan kesimpulan terhadap nilai, kegunaan,
kinerja, dan dampak dari obyek yang dievaluasi; yang selanjutnya hasil tersebut
digunakan dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan.

            Proses belajar mengajar merupakan anasir kurikulum yang memegang
peranan penting karena melalui proses inilah terjadinya perubahan perilaku
mahasiswa sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan dalam proses
belajar mengajar merupakan salah satu indikator keberhasilan kurikulum. Evaluasi
terhadap anasir ini mencakup keseluruhan proses belajar mengajar untuk setiap mata
kuliah yang meliputi tujuan, pemilihan materi, alat-alat pengajaran, pendekatan dan
metode ajar, kegiatan belajar mengajar, penilaian hasil belajar, dan tindak lanjut.
Untuk itulah maka kegiatan evaluasi proses belajar mengajar harus dilakukan secara
iteratif.

            Banyak model evaluasi proses belajar mengajar yang ditulis dalam pustaka-
pustaka pendidikan,        namun pada dasarnya model-model tersebut menyaratkan
bahwa evaluasi yang baik harus memenuhi persyaratan berikut:

1. Berorientasi pada tujuan.--         Evaluasi yang dilaksanakan hendaknya tidak
    terlepas dari tujuan instruksional yang telah ditetapkan,      karena tujuan ini
    merupakan arah dan patokan kegiatan evaluasi yang akan dilaksanakan.

2. Berkesinambungan.-- Evaluasi terhadap proses belajar mengajar hendaknya
    merupakan suatu kegiatan yang berkesinambungan,               artinya merupakan
    rangkaian kegiatan yang saling berkaitan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan,
    sampai tahap penyimpulan.




Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                        2
3. Komprehensif.--                    Evaluasi terhadap proses belajar mengajar hendaknya
   mencakup seluruh anasir proses belajar mengajar tersebut secara terpadu
   (integrated). Jadi bukan hanya anasir metode mengajar saja, isi kurikulum saja,
   hasil belajar saja,                  dan sebagainya.         Di samping itu evaluasi hendaknya
   menggunakan berbagai pendekatan dan alat atau teknik evaluasi yang sesuai,
   sehingga dengan demikian diharapkan dapat memperoleh penilaian secara
   menyeluruh.

4. Berorientasi pada kriteria.-- Penafsiran terhadap informasi yang diperoleh
   sebagai hasil evaluasi, hendaknya didasarkan kepada suatu kriteria (indikator
   kinerja) tertentu yang telah ditetapkan secara seksama.

                 Visualisasi suatu proses evaluasi dapat dilihat pada Gambar 1. Model ini
bertolak dari kenyataan bahwa setiap program pengajaran yang terorganisasi selalu
mempunyai tujuan instruksional yang jelas.                                   Untuk mencapai tujuan (yang
dinyatakan) tersebut, pasti diperlukan Masukan (input) yang dimanfaatkan dalam
Proses untuk dapat mencapai Keluaran (outcome) dalam bentuk Hasil (output) dan
Dampak (impact).


      Gambar 1: PROSES EVALUASI


                                                                                             (ik03)
                                                  Tujuan             (k01)
                                                                                        Efektivitas
    Umpanbalik




                                            Persyaratan Ambang                      (k02)




                                   (ik01)                                      (ik02)
                 Masukan                            Proses                                                Keluaran
                                   Efisiensi                                 Produktivitas
                     (k03)                            (k04)                                                  (k05)
                 - Sumberdaya                       Pemanf aatan
                 - Keterkaitan                    sumberdaya untuk                                       Hasil dan dampak
                   lingkungan                      mencapai tujuan




                                                  Umpanbalik                                  (ik04) : akuntabilitas
                                                                                              (ik05) : adaptasi/inovasi
                                                                                              (ik06) : suasana akademik



                 Tujuan (yang dinyatakan) selalu terkait dengan seperangkat Persyaratan
Ambang,                   yaitu peraturan dan pengaturan yang mengikat pelaksanaan program


Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                                                                3
(Masukan,    Proses,     dan Hasil),   serta sumberdaya minimal yang harus dapat
disediakan agar Tujuan dapat tercapai.

       Keberhasilan      evaluasi   sangat   ditunjukkan   oleh   indikator    kinerja
(performance indicators) seperti: efektivitas, efisiensi, produktivitas, akuntabilitas,
kemampuan inovasi/adaptasi,         dan terciptanya suasana akademik (academic
atmosphere) yang baik.

       Secara umum evaluasi proses belajar mengajar dikelompokkan ke dalam dua
macam,      yaitu evaluasi pelaksanaan proses yang dikenal dengan evaluasi
manajerial (managerial evaluation),          dan evaluasi hasil belajar (substantive
evaluation) yang dikenal dengan sebutan 'tes dan pengukuran hasil belajar'.

       Berikut ini disampaikan beberapa manfaat evaluasi dalam proses belajar
mengajar, antara lain:

1. Untuk mengetahui kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), peluang
   (Opportunity) dan kendala (Threat), selanjutnya kita sebut SWOT.-- Dalam
   hal ini seorang dosen sangat membutuhkan data, fakta, dan informasi tentang
   sesuatu agar proses pembelajaran yang akan dilakukannya nanti dapat berjalan
   secara optimal. Misalnya, dosen tersebut ingin membutuhkan informasi tentang
   calon mahasiswa yang akan diajarnya,           dengan demikian si dosen mampu
   menentukan strategi perkuliahan secara tepat.

   Pertanyaan-pertanyaan evaluasi yang gayut diajukan untuk melihat SWOT
   mahasiswa, antara lain:

      Apakah mahasiswa telah cukup memiliki kompetensi keilmuan yang
       disyaratkan mata kuliah yang diasuh oleh dosen tersebut? Baik itu dari
       matakuliah yang menjadi prasyarat ataupun nilai awal yang menjadi dasar
       kompetensi untuk mengikuti matakuliah dosen tersebut.

      Bagaimana dengan fasilitas yang dimiliki mahasiswa berkait dengan
       prasyarat minimal yang diminta oleh matakuliah dosen bersangkutan?
       Berapa banyak mahasiswa yang memilikinya?

      Bagaimana aras perhatian dan motivasi mahasiswa dalam mengikuti kuliah?.
       Bagaimana respon mahasiswa terhadap stimuli belajar yang diberikan dosen?.



Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                         4
   Pertanyaan-pertanyaan evaluasi untuk SWOT sarana dan prasarana
   belajar, antara lain:

      Apakah bahan dan materi praktek laboratorium mahasiswa mencukupi atau
       tidak?

      Apakah ukuran ruang kuliah sebanding dengan volume mahasiswa yang
       mendaftar mengikuti kuliah tersebut?

      Apakah overhead transparency (OHT) yang selama ini dipakai dosen perlu
       direvisi atau tidak?

   Pertanyaan-pertanyaan evaluasi diri untuk SWOT dosen, antara lain:

      Apakah ada hal-hal yang perlu dilakukan dosen untuk meningkatkan
       kinerjanya?

      Apakah perkuliahan yang akan dilakukan masih tetap seperti yang telah
       dilakukan selama beberapa tahun terkahir ini?

      Apakah persiapan dosen dalam semester berikut ini telah cukp memadai baik
       dari gatra input dan proses?

2. Untuk membuat keputusan.--             Evaluasi proses belajar mengajar juga
   bermanfaat sebagai dasar pembuatan keputusan dan perencanaan berikutnya,
   misalnya: (a) apakah tim pengajar (teaching team) yang ada sekarang perlu
   diperbaiki formasinya atau tetap dipertahankan?;    (b) apakah strategi proses
   belajar mengajar yang ada sekarang perlu disempurnakan?, (c) apakah metode
   mengajar dosen perlu diperbaiki, dan sebagainya.

3. Untuk peningkatan mutu proses belajar mengajar.-- Beberapa pertanyaan
   evaluasi yang dapat digunakan untuk ini, antara lain: (a) Hasil evaluasi belajar
   ternyata menunjukkan 20% mendapat nilai E (tidak lulus), apa kira-kira yang
   menyebabkannya?; (b) Hasil angket yang disebarkan kepada mahasiswa di akhir
   kuliah menunjukkan bahwa sebagian besar menyatakan dosen menguasasi materi
   yang diajarkan, dan sebagian besar juga mengatakan penyampaian informasi
   kurang sistematik.      Benarkah kesimpulan mahasiswa tersebut?     Jika benar,
   pokok bahasan mana yang kurang sistematik?, dan sebagainya.




Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                     5
Obyek Evaluasi PBM

       Seperti divisualisasikan dalam Gambar 1,       maka obyek evaluasi proses
belajar mengajar dapat dirinci berikut.

1. Tujuan Instruksional.-- adalah penyataan yang jelas dan spesifik mengenai
   kompetensi yang diharapkan dikuasai mahasiswa di akhir perkuliahaan. Ciri-ciri
   tujuan instruksional yang baik:

      Jelas bagi semua pihak yang berkepentingan, dalam arti tidak ada kerancuan
       dalam mengintepretasi tujuan tersebut.

      Pencapaian tujuan harus dapat diamati, ditunjukkan atau dibuktikan dengan
       nyata dan obyektif.

      Tujuan harus bersifat realistik,        dalam arti bahwa sumberdaya dan
       kemampuan untuk mencapainya harus laik untuk dikerahkan.            Tetapi,
       perencanaan tujuan harus juga dilakukan sedemikian rupa,          sehingga
       pencapaiannya tidak 'terlalu mudah', agar selalu terdapat itikad kerja yang
       optimum. Dengan kata lain tujuan yang realistik dapat diartikan sebagai
       tujuan yang menunjukkan kesetaraan antara harapan semua pihak yang
       berkepentingan, dengan kepuasan dan motivasi untuk pencapaiannya.

2. Persyaratan Ambang.-- merupakan persyaratan minimum baik sumberdaya dan
   kemampuan yang harus dapat terpenuhi serta peraturan dan pengaturan yang
   mengikat bagi penyelenggaraan proses belajar mengajar.     Persyaratan ambang
   biasanya merupakan faktor eksternal dan tidak ditentukan/dikendalikan/diatur
   oleh program, tetapi bersifat mengikat atau menjadi prasyarat untuk Masukan,
   Proses, dan Keluaran.

3. Anasir Masukan (Input).-- adalah segala sesuatu yang dapat dikerahkan untuk
   dimanfaatkan dalam proses pencapaian tujuan.         Termasuk sebagai anasir
   Masukan adalah hal-hal yang nyata seperti: (a) mahasiswa, (b) dosen, (c)
   sarana dan prasarana perkuliahan, (d) teknologi, (e) materi kuliah, (f) satuan
   acara perkuliahan, (g) kurikulum, (h) strategi perkuliahan, (i) waktu (jadwal
   kuliah), dan (j) dana.




Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                    6
4. Anasir Proses.-- meliputi antara lain: (a) strategi pelaksanaan, (b) media
   intruksional, (c) organisasi isi/materi kuliah, (d) cara mengajar dosen, (e) cara
   belajar mahasiswa, dan (f) manajemen adminstrasi proses belajar mengajar.

5. Anasir Keluaran (Outcome).-- berupa antara lain hasil belajar mahasiswa
   (evaluasi di sini biasanya dikenal dengan evaluasi hasil belajar atau tes dan
   pengukuran hasil belajar.

6. Indikator keberhasilan evaluasi proses belajar mengajar.--                   Indikator,
   menurut So et al. (1979), merupakan salah satu 'intelligence' (kecerdasan) atau
   faktor-faktor esensial yang dipilih atau diolah dari data informasi. Sedangkan
   OECD (1994) menjelaskankan bahwa 'An indicator is an empirical interpretation
   of reality and not reality itself. Indicators are commonly used to present a
   quantitative account of a complex situation or process …. Indicators usually
   translate data and statistics into succint information that can be readily
   understood and used by several groups of people ...'. Bertuglia et al (1994)
   mengingatkan bahwa indikator perlu diartikan sesuai arti katanya yaitu sebagi
   'pemberi indikasi' suatu hal. Indikator evaluasi proses belajar mengajar seperti
   digambarkan pada Gambar 1,            adalah:   (a) efektivitas,    (b) efisiensi,   (c)
   produktivitas,   (d) akuntabilitas,     (e) kemampuan inovasi,        dan (f) suasana
   akademik.



Pelaksanaan Evaluasi

       Banyak model evaluasi telah dituliskan dalam buku-buku literatur, namun
tidak ada model yang sesuai untuk segala situasi dan kebutuhan.                Untuk itu
setidaknya ada enam langkah yang dapat dijadikan dasar untuk melaksanakan
evaluasi proses belajar mengajar, seperti yang divisualisasikan pada Gambar 2.

Langkah 1: Penetapan Tujuan Evaluasi

       Pada tahap ini,    semua tujuan evaluasi ditentukan.           Langkah ini sangat
menentukan corak dan proses evaluasi secara keseluruhan. Formulasi tujuan harus
mengacu pada persyaratan suatu tujuan yang baik, seperti telah dijabarkan pada
Butir Obyek Evaluasi PBM di atas.




Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                             7
         Beberapa contoh tujuan evaluasi:

1. Bagaimana           persepsi          mahasiswa           terhadap            kemapuan             dosen        dalam hal
   menyelenggarakan proses belajar mengajar?

2. Menurut mahasiswa dan rekan-rekan dosen, apakah media instrusional yang
   saya gunakan dalam proses belajar mengajar sudah sesuai dengan kebutuhan dan
   efektif-efisien?

3. Evaluasi itu bertujuan untuk mengukur efektivitas metode diskusi kelompok yang
   telah digunakan dalam beberapa minggu pertama perkuliahan.

4. Tujuan evaluasi ini adalah untuk menilai efektivitas kegiatan instruksional mulai
   dari pembuatan Satuan Acara Perkuliahan, pelaksanaan perkuliahan, sampai
   dengan hasil belajar.



                                                 Meta Evaluasi


      Penetapan          Perancangan       Pengembangan                                       Analisis dan            Tindak
                                                                   Pengumpulan
        Tujuan             (Desain)          Instrumen                                        Interpretasi            Lanjut
                                                                      Data
       Evaluasi            Evaluasi           Evaluasi                                         Evaluasi



    • mengapa       • pendekatan model    • kesesuaian alat     • sifat data kuanti-      • proses data secara   • hasil evaluasi ini
     evaluasi ini    evaluasi apa yang     dengan jenis data      tatif? kualitatif?        manual atau de-        untuk apa?
     diadakan        akan dipakai?          yang dikumpulkan                                ngan komputer?
                                                                • siapa responden-                               • apakah hasil eva-
                    • siapa yg menjadi    • perlu uji coba        nya?                    • siapa yang mem-        luasi sudah obyek-
                      evaluator             instrumen                                       baca dan menaf-        tif dan absah?
                                                                • di mana data ter-         sirkan hasil
                    • jadwal evaluasi?                            sedia?                    evaluasi
                    • teknik & alat                             • kapan pengumpu-
                      pengumpulan                                 lan data dilaku-
                      data?                                       kan?
                    • anggaran??


                                           Gambar 2. PROSES EVALUASI




Untuk memudahkan pelaksanaannya,                               sebaiknya digunakan pendekatan matrik,
dengan membuat tabel yang berisi tiga kolom,                                     yaitu:       kolom Nomor,                   kolom
Informasi Yang Dibutuhkan, dan kolom Indikator.


Langkah 2: Rancangan Evaluasi
         Setelah tujuan evaluasi diformulasikan, maka pekerjaan berikutnya adalah
merancang pelaksanaan evaluasi, meliputi:


Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                                                                            8
1. Pendekatan model evaluasi apa yang akan diaplikasikan?
2. Siapa yang menjadi evaluator? Apakah 'orang luar' (external evaluator), seperti
    konsultas,    ahli evaluasi,   dan sebagainya;   atau 'orang dalam'   (internal
    evaluator).
3. Penetapan jadwal evaluasi.
4. Teknik dan instrumen pengumpulan data apa yang akan dipakai?
5. Bagaimana anggarannya?


Langkah 3. Pengembangan Instrumen Evaluasi
        Ada empat macam alat yang selama ini lazim digunakan dalam evaluasi
proses belajar mengajar, yaitu: kuesioner, interview, observasi, dan review
dokumen. Penggunaan instrumen-instrumen itu sangat bergantung pada jenis data
yang hendak dikumpulkan. Untuk lebih jelasnya contoh instrumen dapat dilihat pada
Lampiran 1a dan 1b.
        Butir-butir yang disampaikan pada instrumen penangkap data hendaknya
harus konsisten dengan 'Informasi Yang Dibutuhkan' dan 'Indikator' yang sudah
ditetapkan pada Langkah 1.


Langkah 4. Pengumpulan Data
        Pada Langkah ini, hal yang perlu diperhatikan adalah:
   Responden.--     Siapa yang akan menjadi responden?         Untuk mendapatkan
    pengumpulan data yang baik, responden sebaiknya diajak mengetahui apa tujuan
    evaluasi?, dan sebagainya.
   Sifat Data.-- Apakah data yang hendak dikumpulkan bersifat kuantitatif atau
    kualitatif?
   Instrumen.-- Apakah instrumen telah sejalan dengan tujuan evaluasi dan jenis
    data yang hendak dicari?       Apakah instrumen sudah dirancang dengan baik?
    Apakah instrumen telah diperbanyak sesuai dengan jumlah responden?, dan
    sebagainya.
   Tempat dan waktu.-- Apakah tempat dan jadwal evaluasi telah dipertimbangkan
    dengan cermat sehingga pengumpulan data dapat optimal.




Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                     9
Langkah 5. Analisis dan Interpretasi Data
       Pertanyaan yang perlu ditindaklanjuti adalah:
   Bagaimana data terkumpul itu dianalisis/diproses?      Apakah akan dilakukan
    secara manual atau dengan bantuan komputer?
   Siapa yang akan membaca dan menafsirkan hasil evaluasi?


Langkah 6. Tindak Lanjut
       Ada sedikitnya tiga aktivitas yang dapat dilakukan setelah diperoleh hasil
evaluasi, yaitu:
1. Melaporkan hasil evaluasi kepada pihak-pihak yang membutuhkan,             ini
    merupakan suatu akuntabilitas atas pelaksanaan proses belajar mengajar.
2. Mengambil keputusan-keputusan intsruksional.
3. Membuat meta-evaluasi


       Berikut ini seperti divisualisasikan pada Gambar 3, salah satu alur pikir
evaluasi tentang efektivitas untuk menilai kegiatan instruksional mulai dari
pembuatan SAP, pelaksanaan perkuliahan, sampai dengan hasil belajar.




Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                   10
Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar   11
Penutup
       Sedemikian pentingnya evaluasi dalam proses belajar mengajar, sehingga
tidak ada satupun upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang dapat
dilakukan tanpa disertai langkah evaluasi. Untuk mendapatkan hasil evaluasi yang
baik, maka evaluasi harus:
1. Termotivasi secara internal dan dilakukan terus menerus mengikuti dinamika
   perkembangan tuntutan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan
   teknologi. Pada Lampiran 2 dapat dilihat kutipan makalah tentang ‘Redifinisi
   Paradigma Pembangunan Pendidikan Nasional dalam Perspektif Global’
2. Ada komitmen yang baik dari manajemen atas.
3. Mampu menggambarkan kebutuhan dan kondisi program/kegiatan.
4. Mampu memperjelas tujuan dan aras keberhasilan belajar
5. Adanya peranserta semua pihak yang terlibat dalam proses belajar mengajar.
6. Manajemen dalam proses evaluasi harus baik, terbuka, dan jelas.
7. Indikator kinerja yang dipilih untuk mengukur mutu harus dapat digambarkan
   oleh data kuantitatif dan informasi kualitatif.
8. Hasil evaluasi harus dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dan
   perencanaan.


Daftar Pustaka


Bertuglia, C.S., G.P. Clarke, and A.G. Wilson, 1994. Modelling the City:
     Performance, Policy and Planning, Routledge, London.
Gunartha, I G.E., 1999. Membangun Suatu Sistem Perencanaan Cerdas Perguruan
     Tinggi. Materi diskusi pada Pertemuan Tim Pengembang Universitas
     Mataram, 11 Oktober 1999.
OECD, 1979. Better Understanding Our Cities: The Role of Urban Indicators.
    Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), Paris,
    France.
PAU - PPAI -UT, 1994. Mengajar di Perguruan Tinggi. Materi Program Applied
    Approach. Bagian Tiga. Jakarta.
Pramutadi, S., 1995. Panduan Penyelenggaraan Evaluasi Diri Di Perguruan Tinggi.
     Proyek Pendidikan Tenaga Guru, Ditjen Dikti, Jakarta.
Sallis, E., 1993.       Total Quality Management in Education.       Kogan Page,
       Philadelphia.




Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                    12
So, F.S., I. Stollman, F. Beal, and D.S. Arnold, 1979. The Practice of Local
     Government Planning.       International City Management Association,
     Washington D.C.
Sudarsono, J. 1999. Redifinisi Paradigma Pembangunan Pendidikan Nasional
     dalam Perspektif Global. Makalah disampaikan pada Seminar dan Lokakarya
     Nasional Pembangunan Pendidikan, 24 Agustus 1999 di Hotel Homann,
     Bandung.
Universitas Terbuka - Ditjen Dikti, 1984/1985. Penilaian dalam Pendidikan. Materi
     Dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V, Buku IIIB, Jakarta.
Worthen, B.R. and J.R. Sanders, 1973. Educational Evaluation: theory and
     practice. Wadsworth, Belmont.




Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                   13
                                  Lampiran 1a:
            MATA KULIAH : STATISTIKA
Bacalah pernyataan berikut dan lingkarilah angka di dalam kotak yang sesuai dengan
pengalaman Saudara selama mengikuti perkuliahan!!!

                                                      sangat
                                                      tidak    tidak    ragu-   setuju   sangat
                                                      setuju   setuju   ragu             setuju
1. Saudara selalu mengetahui dan memahami
    tujuan perkuliahan seperti yang dijabarkan pada     1        2        3       4        5
    TIU dan TIK.
2. Saudara mengetahui standar pemahaman yang            1        2        3       4        5
    disyaratkan pada perkuliahan ini.
3. Perasaan tegang selama mengikuti perkuliahan
    menyebabkan keragu-raguan Saudara untuk             1        2        3       4        5
    mengikuti perkuliahan ini dengan baik.
4. Saudara memperoleh banyak bantuan dan saran-
    saran cara belajar yang baik dalam mengikuti        1        2        3       4        5
    perkuliahan ini.
5. Penilaian dalam perkuliahan ini (Kuiz/Praktek,
    Midterm dan Ujian Utama) akan lebih baik pada
    materi yang Saudara dapat ingat dibandingkan        1        2        3       4        5
    dengan apa yang Saudara dapat pahami.
6. Umpan balik penilaian (dengan mengembali-kan
    hasil kerja ujian secepat mungkin) banyak           1        2        3       4        5
    membantu Saudara dalam strategi belajar.
7. Adalah sangat memungkinkan untuk mencapai
    kelulusan dalam mata kuliah ini hanya dengan        1        2        3       4        5
    cara belajar semalam.
8. Padatnya materi perkuliahan yang diberikan
    menyebabkan Saudara kurang dapat memaha-mi          1        2        3       4        5
    keseluruhan materi ajar.
9. Praktek dengan penggunaan komputer dapat
    membawa alih pemahaman yang lebih baik              1        2        3       4        5
    terhadap penjabaran materi di ruang kelas/
    tutorial.
10. Pemberian kuiz di awal praktek sangat mem-          1        2        3       4        5
    bantu pemahaman materi yang akan dipelajari.
11. Buku ajar sudah berisikan semua materi yang
    dibutuhkan untuk memahami materi yang               1        2        3       4        5
    disebutkan pada pencapaian tujuan perku-liahan.
12. Terlalu banyak teori yang diberikan diban-
    dingkan dengan aplikasinya (contoh-contoh di        1        2        3       4        5
    bidang pertanian).
13. Perkuliahan terlalu banyak ditekankan pada
    analisis komputernya dibandingkan dengan            1        2        3       4        5
    interpretasi hasil analisis.




Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                               14
Lanjutan Lampiran 1a:


                                                                                 sangat
                                                                                 tidak      tidak       ragu-       setuju      sangat
                                                                                 setuju     setuju      ragu                    setuju
14. Saya menyukai tipe ujian ‘open book’.                                           1           2          3           4           5
15. Saya melihat bahwa semua materi yang
    diberikan pada perkuliahan ini sangat penting
    dan mendukung perkuliahan yang ada di                                           1           2          3           4           5
    Fakultas Pertanian UNRAM maupun untuk
    bekal di masa kerja nantinya.


16.Bagaimana hasil nilai ujian Saudara?

           Sangat Jelek                                    Cukup                              Baik

                    1              2                           3                  4              5

17.Aspek mana dari perkuliahan ini (baik materinya, prakteknya, ataupun
   pemahaman teorinya) yang Saudara anggap paling sulit untuk diikuti?. Sebutkan
   pula kira-kira faktor penyebabnya?
   ....................................................................................................................................
   ....................................................................................................................................
   ...............................................................................................................

18.Saran apakah yang dapat Saudara berikan untuk penyempurnaan perkuliahan ini?
   ....................................................................................................................................
   ....................................................................................................................................
   ...............................................................................................................

19.Apa yang paling berkesan dan menarik dari perkuliahan ini (materinya,
   prakteknya, penyampaian materi oleh pengajarnya, sistematikanya ajarnya, dan
   sebagainya), sebutkan dan berikan komentar singkat Saudara?
   ....................................................................................................................................
   ....................................................................................................................................
   ...............................................................................................................

20.Apa yang paling kurang berkesan dan kurang menarik dari perkuliahan ini
   (materinya, prakteknya, penyampaian materi oleh pengajarnya, sistematikanya
   ajarnya, dan sebagainya), sebutkan dan berikan komentar singkat Saudara?
   ....................................................................................................................................
   ....................................................................................................................................
   ...............................................................................................................

21.Apa komentar Saudara dengan adanya sistem evaluasi perkuliahan seperti ini?
   ....................................................................................................................................
   ....................................................................................................................................
   ...............................................................................................................


Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                                                                       15
                                                         Lampiran 1b:
                                        STAF PENGAJAR
                                 Dr. I Gde Ekaputra Gunartha

                                                                                  sangat
                                                                                  tidak       tidak      ragu-       setuju      sangat
                                                                                  setuju      setuju     ragu                    setuju
1. Pengajar telah berupaya menerangkan materi
   ajar dengan baik dan jelas sehingga dengan                                        1           2           3           4           5
   mudah memahami materi yang dijelaskan.
2. Pengajar menyiapkan materi ajar (handout,
   lembar transparansi dan outline perkuliahan)                                      1           2           3           4           5
   pada setiap tatap muka.
3. Pengajar banyak memberikan waktu untuk
   diskusi di dalam kelas, ruang praktek
   maupun di luar waktu perkuliahan, sehingga                                        1           2           3           4           5
   Saudara dapat mengetahui dengan cepat
   aspek mana yang banyak belum dimengerti.
4. Pengajar selalu memberikan umpan balik
   yang cepat (dengan mengembalikan hasil                                            1           2           3           4           5
   kerja ujian/praktek) sehingga Saudara dapat
   menga-tur strategi belajar pada perkuliahan
   ini.
5. Pengajar selalu berupaya untuk mengcover
   materi ajar yang banyak sehingga kurang                                           1           2           3           4           5
   memperhatikan        apakah     pemahaman
   mahasis-wa terhadap topik ajar yang satu
   sudah ter-penuhi atau belum?
6. Pengajar selalu berupaya secara konsisten
   untuk menciptakan suasana kelas tidak                                             1           2           3           4           5
   berada pada suasana tegang namun hidup
   dan menarik pada penciptaan suasana kelas
   yang aktif dan dinamis.                                                           1           2           3           4           5
7. Pengajar selalu menyampaikan materi ajar
   secara logis dan koheren.
8. Pengajar selalu memenuhi kehadiran tatap                                          1           2           3           4           5
   muka sesuai dengan jadwal yang ditetapkan
   oleh Fakultas Pertanian UNRAM.


Berikan komentar Saudara secara umum tentang proses belajar-mengajar perkuliahan
ini, baik itu mengetai materi ajar, sistematikanya, penyampaian materinya maupun
pengajarnya sendiri!.
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................



Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                                                                         16
                             Lampiran 2:
    Kutipan Makalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang:
    “Redifinisi Paradigma Pembangunan Pendidikan Nasional dalam
                            Perspektif Global”

       Berikut kutipan tulisan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang disampai-
kan pada Seminar dan Lokakarya Nasional Pembangunan Pendidikan, 24 Agustus
1999 di Hotel Homann, Bandung; tentang implikasi globalisasi terhadap pendidikan
(Sudarsono, 1999), antara lain:

“Pertama, pendidikan harus mampu menyiapkan sumberdaya manusia yang
bermutu dan semakin bermutu agar mampu bersaing. Dewasa ini, mutu pendidikan
suatu negara tidak hanya ditakar dalam kriteria negara itu, melainkan harus selalu
dibandingkan dengan mutu pendidikan di negara-negara lain. Negara-negara maju
secara berkelanjutan melakukan kajian perbandingan mutu pendidikan antarnegara
guna melihat kedudukan relatif setiap negara, khususnya negaranya sendiri, dalam
peta pendidikan global. Amerika Serikat berteriak ketika menyaksikan bahwa
prestasi matematika anak-anak sekolahnya kalah oleh anak-anak Jepang, Korea, dan
Belanda. Inggris terhenyak ketika prestasi pendidikan anak-anaknya dalam berbagai
tes internasional kalah oleh negara-negara lainnya. Di kalangan peneliti pendidikan,
khususnya pendidikan perbandingan (comparative education), makin banyak studi
dilakukan untuk mempelajari kekuatan dan kelemahan proses pendidikan di berbagai
negara, kemudian dicoba diperkirakan kekuatan bersaing negara-negara itu. Di
tingkat perguruan tinggi,      makin sering studi atau survei dilakukan untuk
membandingkan mutu perguruan tinggi di berbagai negara. Di Indonesia, usaha ke
arah ini mulai dilakukan, meskipun belum ditangani secara sistematis sebagai suatu
agenda di kalangan peneliti dan pengkaji pendidikan.
Kedua, dalam dirinya proses pendidikan (termasuk kurikulumnya) harus secara
sadar diarahkan untuk menjadikan manusia Indonesia memiliki wawasan dan
kesadaran global. Kesadaran adalah tahap pertama bagi manusia untuk dapat
mendudukkan dirinya dalam posisi yang tepat. Tanpa kita sadar sebagai bagian dari
dunia yang berubah cepat disertai persaingan yang ketat – kadang-kadang kejam –
sulit diharapkan kita memiliki kemauan untuk bersaing dan meningkatkan mutu.
Dalam pendidikan di Indonesia, kita melakukan berbagai langkah antisipasi, antara
lain dengan cara memberikan penekanan muatan kurikulum yang lebih besar pada
penguasaan ketrampilan dasar di tingkat SD (menulis,                   membaca,
berhitung/matematika, dan IPA); penguasaan matematika, IPA, dan bahasa di
tingkat SLTP, yang makin besar porsi jamnya untuk penguasaan sains dan bahasa –
khususnya bahasa asing – di tingkat pendidikan menengah. Di tingkat pendidikan
tinggi, upaya menyeimbangkan porsi program studi berbasis sains dan teknologi
dengan ilmu-ilmu sosial juga merupakan salah satu antisipasi terhadap
perkembangan ke depan dan kebutuhan pada saat ini.
Ketiga, dalam era global, pendidikan harus mampu mengantarkan peserta didik
untuk menjadi warga negara yang baik dengan nasionalisme yang kuat, namun juga
sadar bahwa dirinya merupakan ‘warga dunia’. Dua hal tersebut tidak bisa dilihat
lagi secara mutually exclusive, melainkan komplementer, karena kenyataannya


Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                     17
demikianlah tuntutan yang ada. Tantangan seperti ini sekarang tidak pernah sekuat
sebelumnya. Konsekuensinya adalah pendidikan internasional yang diarahkan untuk
membangun saling pengertian antarbangsa merupakan tuntutan. Dalam kutikulum
pendidikan kita, muatan pendidikan internasional terkandung secara integral dalam
mata pelajaran IPS, sejarah, bahasa, dan juga sains. Karena terjadi peluberan
budaya yang sedemikian kuat, maka kita dituntut juga untuk memperkuat moralitas
bangsa yang bagi bangsa Indonesia hal itu berakar pada nilai-nilai keagamaan. Itulah
antara lain yang dewasa ini dikenal dengan integrasi IMTAQ/IPTEK yang pada
dasarnya merupakan upaya menyisipkan muatan-muatan spiritual pada ilmu.
Keempat, akses masyarakat yang makin luas ke jaringan informasi pengetahuan
(termasuk melalui jaringan internet) mengakibatkan proses pemerkayaan
pengetahuan lebih cepat dari waktu-waktu sebelumnya. Akibatnya, pendidikan
sekolah yang formal bukan lagi satu-satunya andalan untuk mencerdaskan bangsa.
Di luar sekolah, anggota masyarakat khususnya peserta didik dapat belajar yang
mungkin bisa lebih cepat dan kaya dibandingkan dengan di lembaga pendidikan
formal. Menyadari hal itu, maka pemerkuatan jalur pendidikan luar sekolah
termasuk pendidikan dalam keluarga merupakan tuntutan yang tidak bisa di tawar-
tawar. Hal ini sejalan dengan kajianMarvin Centron dalam dokumen berjudul 74
Trends that Will Affect America'’ Future -–and Yours (1994: 5-6) yang
mengemukakan sembilan kecenderungan dalam bidang pendidikan: (1) demand for
lifelong education and training services will heat up throughout society; (2) new
technologies will greatly improve education and training; (3) business is taking on a
greater role in training and education; (4) education cost will continue to rise; (5)
school districts through out the United States are reinventing the educational system;
(6) educational institutions will pay more attention to the outcomes and effectiveness
of their programs; (7) improved pedagogy – the science of learning – will
revolutionize education: individuals will learn more on their own, so the ‘places’ of
learning will be more dispersed, and the age at which things are learned will
depend on individual ability, not tradition; computer-supported approaches to
learning will improve educational techniques and make it possible to learn more in a
given period; the ultimate consequence may be a one-sixth reduction is learning
time overall; (8) universities will stress development of the whole student. They will
redesign the total university environment to promote that development; (9)
institution of higher education are shrinking.”




Lokakarya Penyusunan GBPP/SAP dan Bahan Ajar                                       18

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Stats:
views:236
posted:7/20/2012
language:Malay
pages:19