makalah pegadaian

Document Sample
makalah pegadaian Powered By Docstoc
					                              MAKALAH
              BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN
                              PEGADAIAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Lain




                              Disusun Oleh :

               1.   Shandy Eksani Putra    (09403241002)

               2.   Jatu Arifa Fahmi       (09403241003)

               3.   Dedi Kurnianto         (09403241004)

               4.   Asep Yogi Pamungkas    (09403241005)




            PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI
                              FAKULTAS EKONOMI
                    UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
                                        2011
                               KATA PENGANTAR




       Segala puji syukur marilah kita haturkan kehadirat Allah Subhanahu Wa
Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga
penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Bank dan Lembaga Keuangan Lain
dengan judul Pegadaian. Makalah Bank dan Lembaga Keuangan Lain ini berisi
sejarah perkembangan pegadaian, pengertian, manfaat, serta berbagai macam produk
dari pegadaian. Makalah ini dapat kami selesaikan berkat bantuan beberapa pihak,
diantaranya Ibu Novi dan Ibu Indah Mustikawati selaku dosen pengampu mata kuliah
Bank dan Lembaga Keuangan Lain serta teman-teman yang telah membantu, yang
tidak dapat disebutkan satu per satu.

       disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
mengharap saran dan kritik yang sifatnya membangun demi perbaikan pembuatan
makalah dikemudian hari. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi para
pembaca. Amin.


                                               Yogyakarta,   November 2011


                                                 Penyusun
                                    BAB II

                               PEMBAHASAN




A. Sejarah
          Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Penjajahan Belanda
   (VOC) mendirikan BANK VAN LEENING yaitu lembaga keuangan yang
   memberikan kredit dengan sistem gadai, lembaga ini pertama kali didirikan di
   Batavia pada tanggal 20 Agustus 1746.
          Ketika Inggris mengambil alih kekuasaan Indonesia dari tangan Belanda
   (1811-1816) Bank Van Leening milik pemerintah dibubarkan, dan masyarakat
   diberi keleluasaan untuk mendirikan usaha pegadaian asal mendapat lisensi dari
   Pemerintah Daerah setempat (liecentie stelsel).Namun metode tersebut
   berdampak buruk, pemegang lisensi menjalankan praktek rentenir atau lintah
   darat yang dirasakan kurang menguntungkan pemerintah berkuasa (Inggris).
   Oleh karena itu, metode liecentie stelsel diganti menjadi pacth stelsel yaitu
   pendirian pegadaian diberikan kepada umum yang mampu membayarkan pajak
   yang tinggi kepada pemerintah.
          Pada saat Belanda berkuasa kembali, pola atau metode pacth stelsel tetap
   dipertahankan dan menimbulkan dampak yang sama dimana pemegang hak
   ternyata banyak melakukan penyelewengan dalam menjalankan bisnisnya.
   Selanjutnya pemerintah Hindia Belanda menerapkan apa yang disebut dengan
   ‘cultuur stelsel’ dimana dalam kajian tentang pegadaian, saran yang
   dikemukakan adalah sebaiknya kegiatan pegadaian ditangani sendiri oleh
   pemerintah agar dapat memberikan perlindungan dan manfaat yang lebih besar
   bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pemerintah Hindia
   Belanda mengeluarkan Staatsblad (Stbl) No. 131 tanggal 12 Maret 1901 yang
   mengatur bahwa usaha Pegadaian merupakan monopoli Pemerintah dan tanggal
1 April 1901 didirikan Pegadaian Negara pertama di Sukabumi (Jawa Barat),
selanjutnya setiap tanggal 1 April diperingati sebagai hari ulang tahun Pegadaian.
       Pada masa pendudukan Jepang, gedung Kantor Pusat Jawatan Pegadaian
yang terletak di Jalan Kramat Raya 162 dijadikan tempat tawanan perang dan
Kantor Pusat Jawatan Pegadaian dipindahkan ke Jalan Kramat Raya 132. Tidak
banyak perubahan yang terjadi pada masa pemerintahan Jepang, baik dari sisi
kebijakan maupun Struktur Organisasi Jawatan Pegadaian. Jawatan Pegadaian
dalam Bahasa Jepang disebut ‘Sitji Eigeikyuku’, Pimpinan Jawatan Pegadaian
dipegang oleh orang Jepang yang bernama Ohno-San dengan wakilnya orang
pribumi yang bernama M. Saubari.
       Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, Kantor Jawatan
Pegadaian sempat pindah ke Karang Anyar (Kebumen) karena situasi perang
yang kian terus memanas. Agresi militer Belanda yang kedua memaksa Kantor
Jawatan Pegadaian dipindah lagi ke Magelang. Selanjutnya, pasca perang
kemerdekaan Kantor Jawatan Pegadaian kembali lagi ke Jakarta dan Pegadaian
kembali dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia. Dalam masa ini Pegadaian
sudah beberapa kali berubah status, yaitu sebagai Perusahaan Negara (PN) sejak
1 Januari 1961, kemudian berdasarkan PP.No.7/1969 menjadi Perusahaan
Jawatan (PERJAN), selanjutnya berdasarkan PP.No.10/1990 (yang diperbaharui
dengan PP.No.103/2000) berubah lagi menjadi Perusahaan Umum (PERUM)
hingga sekarang.
       Kini usia Pegadaian telah lebih dari seratus tahun, manfaat semakin
dirasakan oleh masyarakat, meskipun perusahaan membawa misi public service
obligation, ternyata perusahaan masih mampu memberikan kontribusi yang
signifikan dalam bentuk pajak dan bagi keuntungan kepada Pemerintah, disaat
mayoritas lembaga keuangan lainnya berada dalam situasi yang tidak
menguntungkan.
B. Pengertian
          Menurut kitab undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150, gadai adalah
   hak yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergaak.
   Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang
   yang mempunyai utang atau oleh seorang lain atas nama orang yang mempunyai
   utang. Seorang yang berutang tersebut memberikan kekuasaan kepada orang
   berpiutnag untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan untuk
   melunasi utang apabila pihak yang berhutang tidak dapat memenuhi
   kewajibannya pada saat jatuh tempo.
          Perusahaan Umum Pegadaian adalah satu-satunya badan usaha di
   Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan
   lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke
   masyarakat atas dasar hukum gadai seperti dimaksud dalam Kitab Undang-
   undang Hukum Perdata Pasal 1150 di atas . Tugas Pokoknya adalah memberi
   pinjaman kepada masyarakat atas dasar hokum gadai agar masyarakat tidak
   dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan           informal   yang cenderung
   memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat.Hal ini didasari pada
   fakta yang terjadi di lapangan bahwa terdapat lembaga keuangan yang seperti
   lintah darat dan pengijon yang dengan melambungkan tingkat suku bunga
   setinggi-tingginya.


  1. Pimpinan
      Kegiatan usaha Perum Pegadaian dipimpin sebuah dewan direksi yang terdiri
      dari seorang direktur utama dan beberapa direktur. Masa jabatan dari masing-
      masing anggota dewan direksi adalah 5 (lima) tahun, dan setelah masa jabatan
      tersebut berakhir yang bersengkutan dapat diangkat kembali. Di samping
      dewan direksi yang bertugas menjalankan dan mengelola kegiatan usaha,
      Perum pegadaian juga mempunyai sebuah dewan pengawas yang fungsi
      utamanya adalah untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan usaha Perum
   Pegadaian agar selalu sesuai dengan ketemtuan yang berlaku dan dapat
   merealisasikan misinya untuk membantu masyarakat dalam bidangpendanaan
   atas dasar hokum gadai. Dewan pengawas juga bertanggung jawab untuk
   mengawasi pengelolaan keuangan perum pegadaian agar badan usaha ini tidak
   mengalamikerugian yang dapat memberatkan keuangan negara. Anggota
   dewan direksi dan dewan pengawas diangkat dan diberhentikan oleh presidan
   atas usul Menteri Keuangan dibantu oleh sebuah Direktorat Jenderal.


2. Kegiatan Usaha
   Penghimpunan Dana
   Dana yang diperlukan oleh Perum Pegadaian untuk melakukan kegiatan
   usahanya berasal dari :
   a) Pinjaman jangka pendek dari perbankan
   b) Dana jangka pendek sebagian besar adalah dalam bentuk ini (sekitar 80%
       dari total dana jangka pendek yang dihimpun)
   c) Pinjaman jangka pendek dari pihak lainnya (utang kepada rekanan, utang
       kepada nasabah, utang pajak, biaya yang masih harus dibayar, pendapatan
       diterioma dimuka, dan lain-lain)
   d) Penerbitan obligasi
   e) Sampai dengan tahun 1994, Perum Pegadaian sudah 2 (dua) kali
       menerbitkan obligasi yang jangka waktunya masing-masing 5 tahun.
       Penerbitan pertama adalah pada tahun 1993 sebesar Rp 25 miliardan
       penerbitan yang kedua kalinya adalh pada tahun 1994 juga sebesar Rp 25
       miliar, sehingga sampai tahun 1994 total nilai obligasi yang telah
       diterbitkan adalah Rp 50 miliar.
   f) Modal sendiri
       Modal sendiri yang dimiliki oleh Perum Pegadaian terdiri dari:
      1) Modal awal: kekayaan Negara diluar APBN sebesar Rp 205 miliar
      2) Penyertaan modal pemerintah
   3) Laba ditahan: laba ditahan ini merupakan akumulasi laba sejak
       perusahaan pegadaian inio berdiri pada masa Hindia Belanda.



Penggunaan Dana

Dana yang berhasil dihimpun kemudian digunakan untuk mendanai kegiatan
usaha Perum Pegadaian. Dana tersebutantara lain digunakan untuk hal-hal
berikut :

a) Uang kas dan dana likuid lain
    Perum pegadaian memerlukan dana likuid untuk berbagi kebutuhan
    seperti: kewajiban yang jatuh tempo, penyaluran dana dalam bentuk
    pembiayaan atas dasar hokum gadai, biaya operasional yang harus segera
    dikeluarkan, pembayaran pajak, dan lain-lain.
b) Pembelian dan pengadaan berbagai bbentuk aktiva tetap dan inventaris
    Aktiva tetap berupa tanah dan bangunan serta inventaris ini tidak secara
    langsung dapat menghasilkan penerimaan bagi perum pegadaian namun
    sangat penting agar kegiatan usahanya dapat dijalankan dengan baik.
    Aktiva tetap dan peralatan ini antara lain adalah berupa tanah, kantor atau
    bangunan, computer, kendaraan, meubel, brankas, dan lain-lain.
c) Pendanaan kegiatan operasional
    Kegiatan operasional Perum Pegadaian memerlukan dana yang tidak
    kecil. Dana ini antara lain digunakan untuk : gaji pegawai, honor,
    perawatan peralatan, dan lain-lain.
d) Penyaluran dana
    Pengunaan dana yang utama adalah untuk disalurkan dalam bentuk
    pembiayaan datas dasar hukum gadai. Lebih dari 50% dana yang telah
    dihimpun oleh Perum Pegadaian tertanam dalam bentuk aktiva ini, karena
    memang ini merupakan kegiatan utamanya. Penyaluran dana ini
       diharapkan akan dapat menghasilkan keuntungan, meskipun tetap
       dimungkinkan untuk mendapatkan penerimaan dari bunga yang
       dibayarkan oleh nasabah. Penerimaan inilah yang merupakan penerimaan
       utama bagi Perum Pegadaian dalam menghasilkan keuntungan, meskipun
       tetap ,dimungkinkan untuk mendapatkan penerimaan dari sumber yang
       lain seperti investasi surat berharga dan pelelangan jaminan gadai.
   e) Investasi lain
       Kelebihan dana (idle fund) yang belum diperlukan untuk mendanai
       kegiatan operasional maupun belum dapat disalurkan kepada masyarakat,
       dapat ditanamkan dalam berbagai macam bentuk investasi jangka pendek
       dan menengah. Investasi ini dapat menghasilkan penerimaan bagi Perum
       Pegadaian, namun penerimaan ini bukan merupakan penerimaan utama
       yang diharapkan oleh Perum Pegadaian. Sebagai contoh, Perum
       Pegadaian dapat memanfaatkan dananya untuk investasi dibidang
       property, seperti kantor dan took. Pelaksanaan investasi ini biasanya
       bekerja sama dengan pihak ketiga seperti pengembang (developer),
       kontraktor, dan lain-lain.


3. Proses Pinjaman atas Dasar Hukum gadai
   Barang yang dapat digadaikan
   Pada dasarnya, hampir semua barang bergerak dapat digadaikan di pegadaian
   dengan pengecualian untuk barang-barang tertentu. Barang-barang yng dapat
   digadaikan meliputi:
   a. Barang perhiasan
   b. Perhiasan yang terbuat dari emas, perak, platina, intan, mutiara, dan batu
       mulia.
   c. Kendaraan
   d. Mobil, sepeda motor, sepeda,dan lain-lain
   e. Barang elektronik
f. Kamera, refrigerator, freezer, radio, tape recorder, video player, televise,
    dan lain-lain
g. Barang rumah tangga
h. Perlengkapan dapur, perlengkapan makan, dan lain-lain
i. Mesin-mesin
j. Tekstil
k. Barang lain yang dianggap bernilai oleh Perum pegadaian.


Namun mengingat keterbatasan tempat penyimpanan, keterbatasan sumber
daya manusia di pegadaian, perlunya meminimalkan resiko yang ditanggung
oleh Perum Pegadaian, serta memperhatikan peraturan yang berlaku, maka
ada barang-barang tertentu yang tidak dapat digadaikan. Barang-barang yang
tidak dapat digadaikan meliputi :
a. Binatang ternak, karena memerlukan tempat penyimpanan khusus dan
    memerlukan cara pemeliharaan khusus.
b. Hasil bumi, karena mudah busuk atau rusak
c. Barang dagangan dalam jumlah besar, karena memerlukan tempat
    penyimpanan sangat besar yang tidak dimiliki oleh pegadaian.
d. Barang yang cepat rusak, busuk, atau susut
e. Barang yang amat kotor
f. Kendaraan yang sangat besar
g. Barang-barang seni yang sulit ditaksir
h. Barang yang sangat mudah terbakar
i. Senjata api, amunisi, dan mesiu
j. Barang yang disewabelikan
k. Barang milik pemerintah
l. Barang ilegal
Penaksiran
Pinjaman atas dasar hukum gadai mensyaratkan penyerahan barang bergerak
sebagai jaminan pada loket yang telah ditentukan pada kantor.pegadaian
setempat. Mengingat besarnya jumlah pinjamna sangat tergantung pada nilai
barang yang akan digadaikan, maka barang yang diterima dari calon
peminjam terlebih dahulu harus ditaksir nilainya oleh petugas penaksir.
Petugas penaksir adalah orang-orang yang sudah mendapatkan pelatihan
khusus dan berpengalaman dalam melakukan penaksiran barang-barang yang
akan digadaikan. Pedoman dasar penaksiran telah ditetapkan oleh Perum
Pegadaian agar penaksiran atas suatu barang bergerak dapat sesuai dengan
nilai sebenarnya. Pedoman penaksiran yang dikelompokkan atas dasar jenis
barang adalah sebagai berikut :
a. Barang berkantong
    1) Emas
        a) Petugas menaksir melihat Harga Pasar Pusat (HPP) dan standar
             taksiran logam yang telah ditetapkan oleh kantor pusat. Harga
             pedoman untuk keperluan penaksiran ini selalu disesuaikan
             dengan perkembangan harga yang terjadi.
        b) Petugas penaksir melakukan pengujian karatase dan berat.
        c) Petugas penaksir menentukan nilai taksiran


    2) Permata
        a) Petugas penaksir melihat standar taksiran permata yang telah
             ditetapkan oleh kantor pusat. Standar ini selalu disesuaikan
             dengan perkembangan pasar permata yang ada.
        b) Petugas penaksir melakukan pengujian kualitas dan berat permata
        c) Petugas penaksir menentukan nilai taksiran
    3) Barang gudang (mobil, mesin, barang elektronik, tekstil, dan lain-lain)
       a) Petugas penaksir melihat Harga Pasar Setempat (HPS) dari
           barang. Harga pedoman untuk keperluan penaksiran ini selalu
           disesuaikan dengan perkembangan harga yang terjadi.
       b) Petugas penaksir menentukan nilai taksiran


       Nilai taksiran terhadap suatu objek barang yang akan digadaikan tidak
ditentukan sebesar harga pasar, melainkan setelah dikalikan dengan presentase
tertentu. Sebagai contoh, emas yang menurut harga pasar adalah senilai Rp
100.00, nilai taksirannya tidak sebesar Rp 100.000. Nilai taksiran emas
tersebut adalah sebesar Rp 88.000. angka pengali sebesar 88% ditentukan oleh
Perum Pegadaian, dan angka ini bukanlah angka baku yang tetap sepanjang
masa, dengan kata lain angka ini bisa mengalami perubahan. Perum pegadaian
sudah menetapkan pengali untuk berlian adalah 45%, angka pengali untuk
tekstil adalah 83%, dan seterusnya. Nilai taksiran inilah yang dijadikan acuan
untuk menentukan besarnya pinjaman yang akan diberikan kepada nasabah.


Pemberian Pinjaman
       Nilai taksiran atas barang yang akan digadaikan tidak sama dengan
besarnya pinjaman yang diberikan. Setelah itu ditentukan, maka petugas
menentukan jumlah uang pinjaman yang dapat diberikan. Penentuan jumlah
uang pinjaman ini juga berdasarkan persentase tertentu terhadap nilai taksiran,
dan presentase ini juga telah ditentukan oleh Perum Pegadaian berdasarkan
golongan yang besarnya berkisar antara 80-90%.
        Nasabah



             1. Permohonan dan
                peyerahan barang bergerak              Petugas penaksir


             2. Informasi penetapan
                jumlah pinjaman


                                                             Kasir

3. Pencairan uang




Pelunasan
       Sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan pada waktu
pemberian pinjaman, nasabah mempunyai kewajiban melakukan pelunasan
pinjaman yang telah diterima. Pada dasarnya nasabah dapat melunasi
kewajibannya setiap saat tanpa harus menunggu waktu jatuh tempo.
Pelunasan pinjaman beserta sewa modalnya (bunga) dibayarkan langsung ke
kasir disertai surat gadai. Setelah adanya pelunasan atau penebusan yang
disertai dengan pemenuhan kewajiban nasabah yang lain, nasabah dapat
mengambil kembali barang yang digadaikan.


Pelelangan
Penjualan barang yang digadaikan melalui suatu pelelangan akan dilakukan
oleh Perum Pegadaian pada saat yang telah ditentukan dimuka apabila terjadi
hal-hal berikut:
      1) Pada saat masa habis atau jatuh tempo, nasabah tidak bisa menebus
          barang yang digadaikan dan membayar kewajiban lainnya karena
          berbagai alasan, dan
      2) Pada saat masa pinjaman habis atau jatuh tempo, nasabah tidak
          memperpanjang batas waktu pinjamannya karena berbagai alasan
   Hasil pelelangan barang yang digadaikan akan digunakan untuk melunasi
   seluruh kewajiban nasabah kepada Perum pegadaian yang terdiri dari :
      1) Pokok pinjaman
      2) Sewa modal atau bunga
      3) Biaya lelang
   Apabila barang yang digadaikan tidak laku dilelang atau terjual dengan harga
   yang lebih rendah daripada nilai taksiran yang telah dilakukan pada wal
   pemberian pinjaman kepada nasabah yang bersangkutan, maka barang yang
   tidak laku dilelang tersebut dibeli oleh negara dan kerugian yang timbul
   ditanggung oleh perum pegadaian.


4. Manfaat
   Bagi nasabah
   Manfaat utamanya yang diperoleh oleh nasabah yang meminjam dari Perum
   Pegadaian adalah ketersediaan dana dengan prosedur yang relatif lebih
   sederhana dalam waktu yang lebih cepat terutama apabila dibandingkan
   dengan kredit perbankan. Di samping itu, mengingat jasa yang ditawarkan
   oleh Perum Pegadaian tidak hanya jasa pegadaian, maka nasabah juga dapat
   memperoleh manfaat antara lain :
   a. Penaksiran nilai suatu barang bergerak dari pihak atau institusi yang telah
       berpengalaman dan dapat dipercaya.penaksiran atas suatu barang antara
       penjual dan pembeli sering sulit sampai pada suatu kesepakatan yang
       sama.
   b. Penitipan suatu barang bergerak pada tempat yang aman dan dapat
       dipercaya. Nasabah yang akan berpergian, merasa kurang aman
       menempatkan       barang     bergeraknya    ditempat   sendiri,   atau   tidak
       mempunyai       sarana     penyimpanan     suatu   barang   bergerak     dapat
       menempatkan barang bergeraknya di Perum pegadaian.


   Bagi Perum Pegadaian
   Manfaat yang diharapkan dari Perum Pegadaian sesuai jasa yang diberikan
   kepada nasabahnya adalah :
   a. Penghasilan yang bersumber dari sewa modal yang dibayarkan oleh
       peminjam dana
   b. Penghasilan yang bersumber dari ongkos yang dibayarkan oleh nasabah
       memperoleh jasa tertentu dari Perum pegadaian.
   c. Pelaksanaan misi Perum Pegadaian sebagai suatu Badan Usaha Milik
       Negarayang bergerak dlam bidang pembiayaan berupa pemberian bantuan
       kepada masyarakat yang memerlukan dana dengan prosedur dan cara
       yang relatif sederhana.
   d. Berdasarkan peraturan pemerintah No. 10 Tahun 1990, laba yang
       diperoleh oleh Perum Pegadaian digunakan untuk :
         1) Dana pembangunan semesta (55%)
         2) Cadangan umum (20%)
         3) Cadangan tujuan (5%)
         4) Dana sosial (20%)




5. Pegadaian Syariah
          Perkembangan produk-produk berbasis syariah kian marak di
   Indonesia, tidak terkecuali pegadaian. Perum Pegadaian mengeluarkan produk
   berbasis syariah yang disebut dengan pegadaian syariah. Pada dasarnya
produk-produk berbasis syariah mempunyai karakteristik seperti, tidak
memunggut bunga dalam berbagai bentuk karena riba, menetapkan uang
sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas yang diperdagangkan, dan
melakukan bisnis untuk memperoleh imbalan atas jasa dan atau bagi hasil.
Pegadaian syariah atau kerap dikenal dengan istilah rahn, dalam
pengoperasiannya menggunakan metode Fee Based Income (FBI).
       Sebagai   penerima   gadai   ataudisebut   mutahim,penggadai   akan
mendapatkan Surat Bukti Rahn (gadai) berikut dengan akad pinjam-
meminjam yang disebut dengan Akad Gadai Syariah dan Akad Sewa Tempat
(ijarah). Dalam akad gadai syariah disebutkan bila jangka waktu akad tidak
diperpanjang maka penggadai menyetujui agunan (marhun) miliknya dijual
oleh muhtarin guna melunasi pinjaman. Sedangkan akad sewa tempat (ijaroh)
merupakan kesepakatan antara penggadai dengan        penerima gadai untuk
menyewa tempat untuk penyimpanan dan penerima gadai akan mengenakan
jasa simpan.
       Salah satu inovasi produk yang diluncurkan oleh pegadaian adalah
Program Kredit Tunda Jual Komoditas Pertanian yang saat ini lebih dikenal
dengan Gadai Gabah.program ini diluncurkan atas landasan pemikiran bahwa
dalam rangka mengurangi kerugian petani akibat perbedaan harga jual gabah
pada saat panen raya.sasaran utama program ini adalah membantu petani agar
bisa menjual gabah yang dimilikinya sesuai dengan harga dasar yang
ditetapkan oleh pemerintah. Pengalaman saat ini ketika terjadi panen raya ,
petani selalu dirugikan . Untuk mencegah kerugian yang diderita oleh petani
pada saat musim panen akibat anjloknya harga gabah, Perum pegadaian
meluncurkan gadai gadai gabah. Dengan sistem ini, petani menggadaikan
gabahnya pada musim panen, untuk ditebus dan dijual ketika harga gabah
kembali normal.Petani menggadaikan sebagian gabahnya pada musim panen
pada perum pegadaian dengan harga yang berlaku saat itu. Setelah harga
gabah kembali normal, petani dapat menebusnya dengan harga yang sama
     ketika menggadaikan gabahnya ditambah harga sewa modal sebesar 3,5
     persen per bulan. Jika selama batas empat bulan (masa jatuh tempo kredit)
     petani tidak dapat menebusnya, gabah akan dilelang oleh perum pegadaian .
     kelebihan harga gabah akan diberikan kepada petani. Gabah yang diterima
     sebagai barang jaminan adalah Gabah kering Giling (GKG). Bila gabah petani
     bukan gabah kering giling maka petani akan dikenakan proses penanganan
     (handling) sebesar Rp 10 per kg.


C. Produk
   1. KCA (Kredit Cepat Aman)
            Kredit KCA adalah pinjaman berdasarkan hukum gadai dengan
       prosedur pelayanan yang mudah, aman dan cepat. Dengan usaha ini,
       Pemerintah melindungi rakyat kecil yang tidak memiliki akses kedalam
       perbankan.
            Dengan demikian, kalangan tersebut terhindar dari praktek pemberian
       uang pinjaman yang tidak wajar. Pemberian kredit jangka pendek dengan
       pemberian pinjaman mulai dari Rp. 20.000,- sampai dengan Rp.
       200.000.000,-. Jaminannya berupa benda bergerak, baik berupa barang
       perhiasan emas dan berlian, elektronik, kendaraan maupun alat rumah tangga
       lainnya. Jangka waktu kredit maksimum 4 bulan atau 120 hari dan dapat
       diperpanjang dengan cara hanya membayar sewa modal dan biaya
       administrasinya saja.


   2. Kreasi (Kredit Angsuran Fidusia)
            Membantu mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengan
       (UMKM) serta menyejahterakan masyarakat merupakan suatu misi yang
       diemban Pegadaian sebagai sebuah BUMN.
            Pegadaian selalu berusaha membantu perkembangan usaha produktif,
       terutama bagi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah melalui pemberian
berbagai fasilitas kredit yang cepat, mudah dan murah. Salah satu bentuk
fasilitas pinjaman yang dapat diperoleh para pengusaha UMKM adalah
kredit KREASI.
    KREASI adalah kredit dengan sistem FIDUSIA, yang diberikan kepada
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan
usahanya.
   Prosedur pengajuannya sederhana, mudah dan cepat.
    Dalam tempo 3 hari kredit sudah bisa cair.
   KREASI dapat diperoleh di kantor cabang diseluruh Indonesia.
   Jangka waktu pinjaman fleksibel, mulai dari 12 bulan, 18 bulan, 24
    bulan, atau pun 36 bulan.
   Sewa Modal (bunga pinjaman) relatif murah, hanya 0.9% per bulan, flat.
    Agunan BPKB kendaraan bermotor (mobil plat kuning / hitam, serta
    sepeda                                                           motor)
     sehingga kendaraan dapat tetap dipergunakan untuk mendukung
    operasional usaha.
   Pelunasan kredit dilakukan dengan angsuran tetap setiap bulan.
   Pelunasan sekaligus dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan pemberian
    diskon untuk sewa modal.


Persyaratan :
   Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
   Menyerahkan dokumen usaha yang sah
   Usaha telah berjalan minimal 1(satu) tahun
   Menyerahkan dokumen kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB asli,
    fotokopi STNK, dan faktur pembelian)
   Memenuhi kriteria kelayakan usaha
     Prosedur pemberian KREASI :
        Nasabah mengisi formulir aplikasi Kredit KREASI.
        Nasabah     menyerahkan    dokumen-dokumen      usaha,   agunan    dan
         persyaratan lainnya.
        Petugas Pegadaian memeriksa keabsahan dokumen yang diserahkan.
        Petugas melakukan survey ke tempat usaha untuk menganalisis
         kelayakan usaha serta menaksir agunan.
        Nasabah bersama istri / suami menandatangani surat perjanjian kredit
        Pencairan kredit.


3.   Kredit Angsuran Sistem Gadai (KRASIDA)
          KRASIDA merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha
     Mikro dan Kecil (dalam rangka pengembangan usaha) atas dasar gadai
     dengan pengembalian pinjaman dilakukan melalui mekanisme angsuran.
     Keungulan :
        Proses mudah dan pengajuan kredit Anda sudah bisa cair dalam waktu
         yang relatif cepat.
        Fleksibel dalam menentukan jangka waktu pinjaman, mulai dari 12
         bulan, 24 bulan, ataupun 36 bulan.
        Sewa modal yang relatif murah hanya 0.9% per bulan Flat atau 11.8%
         per tahun *)
        Agunan perhiasan hanya emas
        Pinjaman bisa mencapai 95% dari nilai taksiran agunan
        Pelunasan kredit dilakukan dengan cara mengangsur setiap bulan
         dengan jumlah angsuran tetap
        Didukung oleh staf yang berpengalaman serta ramah dan santun dalam
         memberikan pelayanan
        Pelunasan sekaligus dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan pemberian
         diskon sewa modal.


     Persyaratan :
        Membawa agunan berupa perhiasan emas
        Fotocopy Identitas Diri (KTP dan KK)
        Fotocopy Surat Ijin Usaha atau surat keterangan domisili usaha dari
         Lurah/Kades.
     Prosedur Pemberian Kredit :
        Nasabah mengisi formulir aplikasi kredit KRASIDA
        Nasabah menyerahkan dokumen-dokumen usaha, perhiasan emas, serta
         persyaratan lainnya
        Petugas Pegadaian memeriksa keabsahan dokumen-dokumen yang
         diserahkan
        Petugas Pegadaian menaksir agunan yang diserahkan
        Bersama Suami/Istri untuk menandatangani surat perjanjian kredit
        Pencairan kredit


4.    Gadai Syariah ( Ar- Rahn)
          RAHN adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsi-prinsip
      Syariah, dimana nasabah hanya akan dipungut biaya administrasi dan
      Ijaroh (biaya jasa simpan dan pemeliharaan barang jaminan).
          Pegadaian Syariah menjawab kebutuhan transaksi gadai sesuai
      Syariah, untuk solusi pendanaan yang Cepat, Praktis, dan Menentramkan.
      Persyaratan:
        Membawa fotocopy KTP atau identitas lainnya (SIM, Paspor, dll).
        Mengisi formulir permintaan Rahn.
        Menyerahkan barang jaminan (marhun) bergerak, seperti: perhiasan
         emas, berlian; kendaraan bermotor; barang-barang elektronik.


     Prosedur Pemberian Pinjaman (Marhun Bih):
        Nasabah mengisi formulir permintaan Rahn.
        Nasabah menyerahkan formulir permintaan Rahn yang dilampiri dengan
         fotocopy identitas serta barang jaminan ke loket.
        Petugas Pegadaian menaksir (marhun) agunan yang diserahkan.
        Besarnya pinjaman/marhun bih adalah sebesar 90% dari taksiran
         marhun.
        Apabila disepakati besarnya pinjaman, nasabah menandatangani akad
         dan menerima uang pinjaman


5.   Jasa Taksiran
          Jasa Taksiran adalah suatu layanan kepada masyarakat yang peduli
     akan harga atau nilai harta benda miliknya.
          Dengan biaya yang relatif ringan, masyarakat dapat mengetahui
     dengan pasti tentang nilai atau kualitas suatu barang miliknya setelah lebih
     dulu diperiksa dan ditaksir oleh juru taksir berpengalaman.
          Kepastian nilai atau kualitas suatu barang. Misalnya kualitas emas atau
     batu permata, dapat memberikan rasa aman dan rasa lebih pasti bahwa
     barang tersebut benar-benar mempunyai nilai investasi yang tinggi.


6. Jasa Titipan
          Dalam dunia perbankan, layanan ini dikenal sebagai safe deposit box.
     Harta dan surat berharga perlu di jaga keamanannya agar tidak sampai
     hilang, rusak atau di salahgunakan orang lain. Tetapi ternyata tidak
     selamanya barang dan surat berharga itu aman di tangan sendiri.
           Jika anda mendapatkan kesulitan "mengamankan"nya di rumah
     sendiri, karena akan dinas ke luar kota/luar negeri, menunaikan ibadah haji,
     berlibur, sekolah di luar negeri , dll. Percayakan saja penyimpanannya
     kepada kami. Jangka waktu penitipan dua minggu sampai dengan satu
     tahun dan dapat di perpanjang. Kami akan menjaga dan melindunginya
     dengan penuh perhatian.


7.   KRISTA
           Membantu      mengembangkan       Usaha    Rumah     Tangga,     serta
     menyejahterakan masyarakat merupakan suatu misi yang diemban
     Pegadaian sebagai sebuah BUMN.
           Pegadaian selalu berusaha membantu perkembangan usaha produktif,
     Usaha Rumah Tangga melalui pemberian berbagai fasilitas kredit yang
     cepat, mudah dan murah. Salah satu bentuk fasilitas pinjaman yang dapat
     diperoleh para Usaha Rumah Tangga adalah kredit KRISTA. KRISTA
     adalah kredit Usaha Rumah Tangga, yang diberikan kepada Usaha Rumah
     Tangga untuk pengembangan usahanya.
          Prosedur pengajuannya sangat mudah.
          Pelayanan mudah, cepat dan aman
          Proses ± hanya 3 hari.
          Pinjaman sampai dengan Rp 3.000.000,00
          Pinjaman dapat diangsur sampai 36 bulan dengan jumlah angsuran
           tetap.
          Sewa modal cukup kompetitif, hanya 1% per bulan.
          Agunan tidak menjadi persyaratan mutlak.


     Persyaratan :
          Pengusaha kelompok mikro (pedagang kecil / tukang sayur / K5)
          Usaha sudah berjalan minimal 6 bulan.
          Menerapkan system tanggung renteng pada anggota kelompok.
          Tidak sedang mempunyai hutang modal kerja kepada kelompok usaha
            / lembaga keuangan lain.
          Tempat tinggal / domisili jelas dibuktikan dengan identitas diri (KTP
            dan KK).


8.   ARRUM (ar-rahn untuk usaha mikro kecil)
           Bagi Anda para pengusaha mikro kecil, kini telah hadir Pembiayaan
     ARRUM untuk pengembangan usaha Anda dengan berprinsip syariah.
     Keunggulan:
          Persyaratan yang mudah, proses yang cepat (± 3 hari), serta biaya-
           biaya yang kompetitif dan relatif murah.
          Jangka waktu pembiayaan yang fleksibel, mulai dari 12 bulan, 18
           bulan, 24 bulan, hingga 36 bulan.
          Jaminan berupa BPKB kendaraan bermotor (mobil ataupun motor)
           sehingga fisik kendaraan tetap berada di tangan nasabah untuk
           kebutuhan operasional usaha.
          Nilai pembiayaan dapat mencapai hingga 70% dari nilai taksiran
           agunan.
          Pelunasan dilakukan secara angsuran tiap bulan dengan jumlah tetap.
          Pelunasan sekaligus dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan pemberian
           diskon ijaroh.
          Didukung oleh staf yang berpengalaman serta ramah dan santun dalam
           memberikan pelayanan.
Persyaratan:
     Calon nasabah merupakan pengusaha mikro kecil dimana usahanya
      telah berjalan minimal 1 tahun
     Memiliki     kendaraan   bermotor     (mobil/motor)   sebagai   agunan
      pembiayaan
     Melampirkan:
    a. Copy KTP dan Kartu Keluarga (KK)
    b. Copy KTP Suami/Istri
    c. Copy Surat Nikah
    d. Copy dokumen usaha yang sah (bagi pengusaha informal cukup
       menyerahkan surat keterangan usaha dari Kelurahan atau Dinas
       terkait)
    e. Asli BPKB Kendaraan bermotor
    f. Copy rekening koran/tabungan (jika ada)
    g. Copy pembayaran listrik dan telpon
    h. Copy pembayaran PBB
    i. Copy laporan keuangan usaha
     Memenuhi kriteria kelayakan usaha
      Proses memperoleh pembiayaan ARRUM.
     Mengisi formulir aplikasi pembiayaan ARRUM
     Melampirkan dokumen-dokumen usaha, agunan, serta dokumen
      pendukung lainnya yang terkait.
     Petugas Pegadaian memeriksa keabsahan dokumen-dokumen yang
      dilampirkan.
     Petugas Pegadaian melakukan survey analisis kelayakan usaha serta
      menaksir agunan.
     Penandatanganan akad pembiayaan.
     Pencairan pembiayaan.
9.   Mulia
          Logam Mulia atau emas mempunyai berbagai aspek yang menyentuh
     kebutuhan manusia disamping memiliki nilai estetis yang tinggi juga
     merupakan jenis investasi yang nilainya stabil, likuid, dan aman secara riil.
          Mulia (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi) adalah
     penjualan logam Mulia oleh Pegadaian kepada masyarakat secara tunai,
     dan agunan dengan jangka waktu Fleksibel.
          Akad Murabahah Logam Mulai untuk Investasi Abadi Abadi adalah
     persetujuan atau kesepakatan yang dibuat bersama antara Pegadaian dan
     Nasabah atas sejumlah pembelian Logam Mulia disertai keuntungan dan
     biaya-biaya yang disepakati.
     Keuntungan berinvestasi melalui Logam Mulia :
     a. Jembatan mewujudkan Niat Mulia Anda untuk :
         1) Menabung Logam Mulia untuk menunaikan Ibadah Haji
         2) Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak di masa mendatang
         3) Memiliki Tempat Tinggal dan Kendaraan.
     b. Alternatif Investasi yang aman untuk menjaga Portofolio Asset Anda
     c. Merupakan Asset yang sangat Likuid dalam memenuhi kebutuhan dana
          yang     mendesak,    memenuhi     kebutuhan     modal    kerja   untuk
          pengembangan usaha, atau menyehatkan cashflow keuangan bisnis
          Anda, dll.
     d. Tersedia pilihan logam mulia dengan berat 5gr, 10gr, 25gr, 50gr, 100gr,
          dan 1kg


     Persyaratan Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi :
                Copy KTP Pemohon * | **
                Copy Kartu Keluarga *
                Copy NPWP **
            Copy AD/ART **
            Menyerahkan Uang Muka * | **
        * = Perorangan
        ** = Badan Usaha


10. Kucica (Kiriman Uang Cara Instan, Cepat dan Aman)
        Adalah suatu produk pengiriman uang dalam dan luar negeri yang
    bekerjasama dengan Western Union.
    Keuntungan dan keunggulan :
       Dapat dilayani di Kantor Cabang Pegadaian di seluruh Indonesia.
       Standar layanan yang berkualitas dalam hal Keamanan, Operasi dan
        Layanan Pelanggan.
       Cara Cepat dan mudah pengiriman ke seluruh dunia.
       Transaksi aman dan hanya dibayarkan kepada orang yang dituju.
       Biaya yang cukup kompetitif.
       Tanpa harus memiliki Rekening Bank
       Tidak ada biaya apapun untuk penerima uang.


    Syarat yang harus dipenuhi nasabah Pengirim Uang :
           Mengisi dan melengkapi form Pengiriman Uang.
           Membawa Kartu Tanda Pengenal Berfoto (KTP/SIM/Paspor)
           Mengetahui nama dan alamat lengkap Calon Penerima Uang


    Syarat yang harus dipenuhi nasabah Penerima uang :
           Mengisi dan melengkapi form Menerima Uang.
           Membawa Nomor Kontrol Kiriman Uang atau MTCN.
           Membawa Kartu Tanda Pengenal Berfoto (KTP/SIM/Paspor)
           Mengetahui dengan baik nama pengirim.
   Mengetahui tempat asal uang.
   Mengetahui dengan benar berapa jumlah yang akan diambil.
                                     BAB III

                                    PENUTUP



Simpulan

           Gadai adalah hak yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas
   suatu barang bergaak. Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang
   berpiutang oleh seorang yang mempunyai utang atau oleh seorang lain atas nama
   orang yang mempunyai utang. Perusahaan Umum Pegadaian adalah satu-satunya
   badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan
   kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana
   ke masyarakat atas dasar hukum gadai seperti dimaksud dalam Kitab Undang-
   undang Hukum Perdata Pasal 1150 di atas . Tugas Pokoknya adalah memberi
   pinjaman kepada masyarakat atas dasar hokum gadai agar masyarakat tidak
   dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan            informal    yang cenderung
   memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat.Hal ini didasari pada
   fakta yang terjadi di lapangan bahwa terdapat lembaga keuangan yang seperti
   lintah darat dan pengijon yang dengan melambungkan tingkat suku bunga
   setinggi-tingginya. Kegiatan usaha Perum Pegadaian dipimpin sebuah dewan
   direksi yang terdiri dari seorang direktur utama dan beberapa direktur.
           Dana yang diperlukan oleh Perum Pegadaian untuk melakukan kegiatan
   usahanya berasal dari :
      g) Pinjaman jangka pendek dari perbankan
      h) Dana jangka pendek
      i) Pinjaman jangka pendek dari pihak lainnya Penerbitan obligasi
      j) Penerbitan obligasi
      k) Modal sendiri
           Modal sendiri yang dimiliki oleh Perum Pegadaian terdiri dari:
           4) Modal awal: kekayaan Negara diluar APBN sebesar Rp 205 miliar
       5) Penyertaan modal pemerintah
       6) Laba ditahan: laba ditahan ini merupakan akumulasi laba sejak
           perusahaan pegadaian inio berdiri pada masa Hindia Belanda.

       Dana yang berhasil dihimpun kemudian digunakan untuk mendanai
kegiatan usaha Perum Pegadaian. Dana tersebutantara lain digunakan untuk hal-
hal berikut :

   f) Uang kas dan dana likuid lain
   g) Pembelian dan pengadaan berbagai bbentuk aktiva tetap dan inventaris
   h) Pendanaan kegiatan operasional
   i) Penyaluran dana
   j) Investasi lain
Barang-barang yng dapat digadaikan meliputi:
   l. Barang perhiasan
   m. Perhiasan yang terbuat dari emas, perak, platina, intan, mutiara, dan batu
       mulia.
   n. Kendaraan
   o. Mobil, sepeda motor, sepeda,dan lain-lain
   p. Barang elektronik
   q. Kamera, refrigerator, freezer, radio, tape recorder, video player, televise,
       dan lain-lain
   r. Barang rumah tangga
   s. Perlengkapan dapur, perlengkapan makan, dan lain-lain
   t. Mesin-mesin
   u. Tekstil
   v. Barang lain yang dianggap bernilai oleh Perum pegadaian.

        Barang yang diterima dari calon peminjam terlebih dahulu harus ditaksir
nilainya oleh petugas penaksir. Pedoman dasar penaksiran telah ditetapkan oleh
Perum Pegadaian agar penaksiran atas suatu barang bergerak dapat sesuai dengan
nilai sebenarnya.

       Penjualan barang yang digadaikan melalui suatu pelelangan akan
dilakukan oleh Perum Pegadaian pada saat yang telah ditentukan dimuka apabila
terjadi hal-hal berikut:
       3) Pada saat masa habis atau jatuh tempo, nasabah tidak bisa menebus
            barang yang digadaikan dan membayar kewajiban lainnya karena
            berbagai alasan, dan
       4) Pada saat masa pinjaman habis atau jatuh tempo, nasabah tidak
            memperpanjang batas waktu pinjamannya karena berbagai alasan.

        Manfaat utamanya yang diperoleh oleh nasabah yang meminjam dari
Perum Pegadaian adalah ketersediaan dana dengan prosedur yang relatif lebih
sederhana dalam waktu yang lebih cepat terutama apabila dibandingkan dengan
kredit perbankan.

Produk dari pegadaian:

11. KCA (Kredit Cepat Aman)
12. Kreasi (Kredit Angsuran Fidusia)
13. Kredit Angsuran Sistem Gadai (KRASIDA)
14. Gadai Syariah ( Ar- Rahn)
15. Jasa Taksiran
16. Jasa Titipan
17. KRISTA
18. ARRUM (ar-rahn untuk usaha mikro kecil)
19. Mulia
20. Kucica (Kiriman Uang Cara Instan, Cepat dan Aman)
                              Daftar Pustakaa




Sigit Triandaru dan Totok Budisantoso. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. 2006.
     Yogyakarta: Salemba Empat

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:581
posted:7/18/2012
language:Malay
pages:30