Profil ahmad tantowi

Document Sample
Profil ahmad tantowi Powered By Docstoc
					Juara All England Ahmad Tantowi Asli Wong Banyumas

Ahmad Tantowi, atlet bulutangkis ganda campuran yang berpasangan dengan Liliana Natsir merupakan
atlet kelahiran Banyumas. Juara dunia bulutangkis All England tahun 2012 itu lahir pada 18 Juli 1987 di
Sumpiuh, sebuah kecamatan di wilayah selatan kabupaten Banyumas.
“Aku besar di Sumpiuh, salah satu kecamatan di kabupaten Banyumas, Jawa tengah. Bagi teman-teman
yang belum tau Sumpiuh itu dimana, aku kasih tau dulu deh. Sumpiuh itu sebuah kecamatan yang
terletak di bagian selatan wilayah Kabupaten Banyumas dan merupakan salah satu kecamatan di
Banyumas yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap. Bahasa sehari-hari yang di gunakan itu
bahasa Jawa, tapi “ngapak-ngapak” alias bahasa Jawa dengan logat Cilacap hehehehe” demikian kata
Ahmad Tantowi seperti dikutip situs pbdjarum.org.

Tantowi merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya laki-laki, dan kaka kedua nya
perempuan. Menurut pengakuan Owi, demikian panggilan akrabnya, hampir sebagian masa kecilnya di
habiskan di Banyumas. Sekolah, bermain, semuanya di Banyumas. Ia menyelesaikan sekolah dasar di
Madrasah Ibtidaiyah Miftahulhuda Selandaka, Banyumas. Setelah lulus ia melanjutkan sekolah ke SMP N
1 Kemranjen. Pada saat masih duduk di bangku SMP itulah Ahmad Tantowi pindah sekolah ke Tangerang
mengikuti saudaranya.

Aku juga tidak beda jauh dengan bocah anak-anak yang lainnya, sukanya bermain. Tapi aku lebih suka
bermain layang-layang dibanding main sepakbola. Jadi.. kalo ada teman-teman yang mau ngajak aku
bermain layang-layang, kabari aku ya....

Latih Ayah Sendiri

Sejak kecil aku gemar sekali bermain. Layang-layang menjadi pemainan favoritku. Agar aku tidak terlalu
sering bermain, ayahku mulai mengenalkan olah raga kepadaku. Karena ayah merupakan pelatih
bulutangkis, makanya aku di kenalkan ke bulutangkis. Sedari aku belum bisa memukul, ayah dengan
telaten mengajariku. Dari mulai cara memegang raket sampai belajar memukul shuttlecock. Aku tak
perlu jauh-jauh berlatih bulutangkis. Lapangan tempat aku berlatih tidak terlalu jauh tempatnya dari
rumahku. Jadinya cukup dengan jalan kaki atau berlari-lari kecil aku sudah sampai ke tempat latihan.
Sebenarnya ayah sabar dan telaten dalam mengajari ku latihan bulutangkis. Tapi memang dasarnya aku
yang nakal, ayah sering memarahiku. Ayah memarahiku karena aku suka bolos latihan. Memang kadang
aku lebih memilih bermain Layang-layang dengan teman-temanku di banding latihan dengan ayahku
hehehehe. Kalo ayah sudah marah, tidak satupun yang bisa meredakannya. Ibuku pun memilih diam jika
ayah sedang marah.

Tapi.. Jika aku mengingat kenakalanku di masa kecil, rasanya ayah memang pantas memarahiku. Ayah
sudah dengan tulus mengajariku, sementara aku sering mangkir dalam latihan. Jika bukan karena ayah,
tidak mungkin aku bisa seperti sekarang ini.. Maafkan aku ayah....

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:250
posted:7/17/2012
language:Malay
pages:1