Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Tarif Pajak by iklanerna

VIEWS: 125 PAGES: 6

									                                     TARIF PAJAK




             Untuk dapat menghitung berapa jumlah pajak yang terhutang, maka perlu
diketahui terlebih dahulu yang dijadikan dasar pengenaan pajak atau Dasar Pengenaan
Pajak (DPP) dan Tarif Pajak. Mengenai tarif pajak ini ada beberapa macam tarif, antara
lain:
A. Tarif Tetap;
                Tarif tetap adalah tarif yang merupakan jumlah tetap, tidak berubah,
    meskipun yang dijadikan dasar pengenaan pajaknya berubah. Jadi tarif tetap ini yang
    disebut tetap adalah jumlah uang yang harus dibayarkan oleh wajib pajak. Sebagai
    contoh adalah tarif Bea Meterai adalah Rp.6.000,- (enam ribu rupiah)
    Misalnya:
        No               Dasar Pengenaan Pajak                        Tarif
                                 (DPP)
             Surat yang memuat sejumlah uang:
        1    Rp. 1.000.000,-                                        Rp. 6.000,-
        2    Rp. 2.000.000,-                                        Rp.6.000,-
        3    Rp. 3.000.000,-                                        Rp.6.000,-
        4    Rp. 4.000.000,-                                        Rp.6.000,-

B. Tarif Proporsional;
                Tarif proporsional adalah tarif dengan jumlah prosentase tetap meskipun
    yang dijadikan dasar pengenaan pajak berubah. Semakin tinggi dasar pengenaan
    pajak tarifnya berupa prosentase tetap, maka jumlah pajak yang harus dibayar akan
    sesuai proporsinya. Sebagai contoh:
        No   Dasar Pengenaan Pajak           Tarif           Jumlah yang harus
                      (DPP)                                       dibayar
        1    Rp.1.000.000,-                  20%          Rp.200.000,-
        2    Rp.2.000.000,-                  20%          Rp.400.000,-
        3    Rp.3.000.000,-                  20%          Rp.600.000,-
        4    Rp.4.000.000,-                  20%          Rp.800.000,-
C. Tarif Progresif;
               Tarif progresif adalah tarif yang berupa prosentase yang semakin naik
   bilamana yang dijadikan dasar penghitungan naik, maka jumlah yang harus dibayar
   juga akan semakin naik. Sebagai contoh dapat dikemukakan sebagai berikut:
   No        Dasar Pengenaan Pajak            Tarif             Jumlah yang harus
                     (DPP)                                           dibayar
    1        Rp.10.000.000,-                  10%            Rp. 1.000.000,-
    2        Rp.20.000.000,-                  20%            Rp. 4.000.000,-
    3        Rp.30.000.000,-                  30%            Rp. 9.000.000,-
    4        Rp.40.000.000,-                  40%            Rp.16.000.000,-

               Tarif progresif ini dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu tarif
   progresif absolut dan tarif progresif berlapis.
   1. Tarif progresif absolut adalah tarif yang berupa prosentase yang semakin naik
        bilamana jumlah yang dijadikan dasar penghitungan naik, dan jumlah yang harus
        merupakan perkalian antara tarif dengan dasar pengenaan pajaknya (yang
        dijadikan dasar perhitungan). Contoh tarif progresif absolut sebagaimana ada pada
        contoh tarif progresif di atas. Jadi apabila seseorang telah mempunyai uang
        sejumlah Rp.30.000.000,- sebagai dasar penghitungan pajak, maka tarifnya 30%
        dan pajaknya Rp.9.000.000,-
   2. Tarif Progresif berlapis adalah tarif yang berupa prosentase yang semakin naik
        bilamana jumlah yang dijadikan dasar penghitungan naik, dan dasar penghitungan
        pajaknya ditentukan secara berlapis-lapis. Sebagai contoh:
        No              Dasar Pengenaan Pajak                  Tarif
                                 (DPP)
        1 Sampai dengan Rp. 10.000.000,-                        10%
        2 di atas Rp.10.000.000,- s/d Rp.20.000.000,-           20%
        3 di atas Rp.20.000.000,-                               30%
        Apabila seseorang memiliki uang sejumlah Rp.30.000.000,- sebagai dasar
        penghitungan pajak, maka pajak yang harus dibayarnya adalah:
        Rp.10.000.000,- X 10%             = Rp.1.000.000,-
        Rp.10.000.000,- X 20%             = Rp.2.000.000,-
        Rp.10.000.000,- X 30%             = Rp.3.000.000,-
                                        ________________
        Pajak yang terhutang              = Rp.6.000.000,-
D. Tarif Degresif;
               Tarif Degresif adalah tarif yang berupa prosentase yang semakin menurun
   bilamana jumlah yang dijadikan dasar penghitungan naik. Tarif degresif ini
   merupakan kebalikan dari tarif progresif, karenanya tarif degresif ini macamnya juga
   dua berupa tarif degresif absolut dan tarif degresif berlapis. Sebagai contoh dapat
   dikemukakan sebagai berikut:
   a. Tarif Degresif Absolut
      No Dasar Pengenaan Pajak                 Tarif         Jumlah yang harus
                 (DPP)                                             dibayar
       1 Rp.10.000.000,-                        40%         Rp. 4.000.000,-
       2 Rp.20.000.000,-                        30%         Rp. 6.000.000,-
       3 Rp.30.000.000,-                        20%         Rp. 6.000.000,-
       4 Rp.40.000.000,-                        10%         Rp. 4.000.000,-

   b. Tarif Degresif Berlapis
      No                   Dasar Pengenaan Pajak                         Tarif
                                     (DPP)
       1      Sampai dengan Rp. 10.000.000,-                             30%
       2      di atas Rp.10.000.000,- s/d Rp.20.000.000,-                20%
       3      di atas Rp.20.000.000,-                                    10%

               Tarif Degresif ini hanya ada dalam teori dikarenakan penerapan tarif ini
   dianggap tidak adil, karena semakin wajib pajak mempunyai Penghasilan Kena Pajak
   yang besar maka akan semakin dikenakan tarif nol persen.

E. Tarif Gabungan.
               Tarif Gabungan adalah tarif yang merupakan gabungan dari macam tarif
   yang ada, seperti misalnya gabungan antara Tarif Pregresif dengan Tarif Degresif,
   antara Tarif Progresif dengan Tarif Degresif dan Tarif Proporsional, serta antara Tarif
   Progresif dengan Tarif Degresif dan Tarif Tetap, dan Tarif Progresif Progresif, Tarif
   Degresif Degresif atau sebaliknya. Sebagai contoh dapat dikemukakan sebagai
   berikut:
No          Dasar Pengenaan Pajak     Tarif         Marjinal
                     (DPP)                          Kenaikan
1    Rp.10.000.000,-                   10%
                                                    5%
2    Rp.20.000.000,-                   15%

3    Rp.30.000.000,-                   21%          6%

4    Rp.40.000.000,-                   28%          7%
                                    Progresif      Progresif


No          Dasar Pengenaan Pajak     Tarif         Marjinal
                     (DPP)                          Kenaikan
1    Rp.10.000.000,-                   10%
                                                    5%
2    Rp.20.000.000,-                   15%
3    Rp.30.000.000,-                   20%
                                                    5%
4    Rp.40.000.000,-                   25%
                                                    5%
                                    Progresif      Proporsional


No          Dasar Pengenaan Pajak     Tarif         Marjinal
                     (DPP)                          Kenaikan
1    Rp.10.000.000,-                   10%
                                                    5%
2    Rp.20.000.000,-                   15%

3    Rp.30.000.000,-                   19%          4%

                                                    3%
4    Rp.40.000.000,-                   22%

                                     Progresif   Degresif
    No           Dasar Pengenaan Pajak                Tarif     Marjinal
                          (DPP)                                 Kenaikan
     1    Rp.10.000.000,-                             30%
                                                                5%
     2    Rp.20.000.000,-                             25%

     3    Rp.30.000.000,-                             19%        6%

     4    Rp.40.000.000,-                             12%        7%

                                                    Degresif   Progresif


    No           Dasar Pengenaan Pajak                Tarif     Marjinal
                          (DPP)                                 Kenaikan
     1    Rp.10.000.000,-                             30%
                                                                5%
     2    Rp.20.000.000,-                             25%

     3    Rp.30.000.000,-                             21%        4%

     4    Rp.40.000.000,-                             18%        3%

                                                    Degresif   Degresif

    No           Dasar Pengenaan Pajak                Tarif     Marjinal
                          (DPP)                                 Kenaikan
     1    Rp.10.000.000,-                             30%
                                                                5%
     2    Rp.20.000.000,-                             25%

     3    Rp.30.000.000,-                             20%        5%

     4    Rp.40.000.000,-                             15%        5%

                                                   Degresif    Proporsional




         Tarif yang digunakan oleh Undang-undang Pajak Penghasilan adalah tarif
progresif berlapis, sebagaimana tercantum dalam Pasal 17 Undang-Undang Nomor 17
Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan adalah sebagai berikut:
Tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi:
a. Wajib pajak orang pribadi dalam negeri adalah sebagai berikut:
             Lapisan Penghasilan Kena Pajak                        Tarif Pajak
   Sampai dengan Rp.25.000.000,- (dua puluh lima juta                   5%
   rupiah)                                                         (lima persen)
   Di atas Rp.25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) s/d            10%
   Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah)                      (sepuluh persen)
   Di atas Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) s/d                15%
   Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah)                      (lima belas persen)
   Di atas Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) s/d                  25%
   Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah)                 (dua puluh lima persen)
   Di atas Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah)                    35%
                                                            (tiga puluh lima persen)

b. Wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap adalah sebagai berikut:
              Lapisan Penghasilan Kena Pajak                        Tarif Pajak
   Sampai dengan Rp.50.000.000,- (lima puluh lima juta                  10%
   rupiah)                                                        (sepuluh persen)
   Di atas Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) s/d                 15%
   Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah)                       (lima belas persen)
   Di atas Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah)                       30%
                                                                (tiga puluh persen)

								
To top