Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Panduan Penelitian Tindakan Kelas

VIEWS: 135 PAGES: 16

									  PANDUAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
        (Tugas Ringkasan mata kuliah Metode Penelitian)
                Pengampu : Prof. Dr Gafur DA




                         Disusun Oleh

             Linggar Agus Pambudi (08401241011)




JURUSAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN HUKUM
      FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI
        UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
                            2011
                                      BAB 1

                                PENDAHULUAN



A. Sejarah dan Dasar Pemikiran Penelitian Tindakan

            Penelitian tindakan pada awalnya memiliki misi pemberdayaan masyarakat dalam
   ilmu social yang diterapkan untuk meningkatkan kinerja dan produktifitas karyawan
   perusahaan yang dilakukan oleh kurt lewin.Tahun 1946 ia menulis tentang “Action
   research and minority problems” pada journal of socials Issues yang intinya penelitian
   dan tindakan adalah cara untuk meningkatkan hubungan dengan kelompok.

B. Dasar Epistemologi Penelitian Tindakan
            Penelitian tindakan pada dasarnya memiliki akar pada teori kritis (critical
   theory).Mazirrow (1981) melihat bahwa ilmu tradisional sebagai pencerminan struktur
   social   yang   ada   yang   menunjukkan     ketidakadilan.Ia   lalu   mengusulkanuntuk
   menggunakan pendekatan kritis (critical approach) dengan guru dan siswa (dalam adult
   education) bekerjasama melakukan tindakan dan belajar melalui             “critical self-
   reflection”.Seperti banyak diketahui bahwa “critical approach” mempunyai asumsi
   “multiplereality” yang diyakini pada penganut post positivistic sebagai dasar
   epistemology yang baku.


C. Penelitian Tindakan dan Penelitian Eksperimen semu ( Quasi Experiment)
            Penelitian tindakan bukan termasuk penelitian eksperimen.Penelitian tindakan
   dilakukan pada setting natural dan holistic dan tidak ada pengendalian variable sama
   sekali,sebaliknya eksperimen settingnya dibuat (customized) dan ada pengendalian
   variable-variabel yang berpengaruh dilakukan secara ketat.
   Selain itu penelitian eksperimen didasarkan pada logika positivism sedangkan penelitian
   tindakan awalnya dikembangkan dari Teori Kritis yang bervisi pemberdayaan seperti
   dikemukakan di atas,ada dalam paradigm post positivism.Dalam penelitian tindakan
jarang digunakan istilah treatment atau perlakuan seperti pada eksperimen,tetapi sebagai
gantinya digunakan istilah action atau tindakan.




                                        BAB II
PENELITIAN TINDAKAN DAN PENELITIAN TINDAKAN
                                       KELAS

A. Penelitian Tindakan
       Istilah action research (penelitian tindakan) untuk pertama kalinya dikenalkan
   oleh Lwin pada tahun 1944,seperti dijelaskan sebelumnya.Ia menggunakan istilah ini
   untuk mendeskripsikan bentuk penelitian yang mengawinkan antara pendekatan
   penelitian eksperimen dalam ilmu social dengan program tindakan sosial dalam
   merespon permasalahan sosial yang besar pada waktu itu.
       Penelitian tindakan merupakan bentuk penelitian untuk mendapatkan pengetahuan
   tentang perubahan dan peningkatan karena dampak suatu tindakan yang mampu
   memberdayakan kelompok sasaran.Berdasarkan definisi itu,dalam penelitian tindakan
   ada tiga elemen kunci yaitu : Penelitian,Tindakan dan Partisipasi.


   Fokus Penelitian Tindakan adalah :
      Peningkatan pemahaman individu terhadap hal-hal terkait dengan praksis
      Peningkatan kualitas tindakan dan praktik-praktik dalam kehidupan sosial
      Pemecahan permasalahan praktis yang harus segera dipecahkan.

   Secara metodologis,penelitian tindakan memiliki karakter sebagai berikut :

      Bersifat kolaboratif
      Dilaksanakan pada lokasi terjadinya permasalahan
      Bersifat partisipatori karena memerlukan partisipasi dari semua anggota tim
       peneliti
      Tidak ada upaya pengendalian variable pengganggu.


B. Penelitian Tindakan Kelas
       Penelitian tindakan kelas adalah salah satu jenis penelitian tindakan yang
   dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelasnya.Misi
   pemberdayaan dalam konteks penelitian tindakan kelas adalah memberdayakan guru
   sekaligus siswa.Guru diberdayakan dari sudut pengembagan profesionalitas
   sedangkan siswa mendapatkan manfaat dari upaya guru karena mendapatkan
   pelayanan      yang   lebih   baik   karena   dampak   dari   meningkatnya   kualitas
   pembelajarannya.Kolaborasi juga bisa dilakukan oleh peneliti dengan guru
   lain,kepala sekola,peneliti dari universitas,guru senior dan sebagainya.Urgesi
   pelaksanaan penelitian tindakan kelas adalah guru merupakan agent of change yang
   harus selalu membuat perubahan dan peningkatan profesionalitas.




                                          BAB III
       PRINSIP-PRINSIP PENELITIAN TINDAKAN KELAS


       Penelitian Tindakan adalah “the way groups of people can organize of conditions
   under which they can learn from their own experiences dan make their experience
   accessable to other (Kemmis dan Mc Taggart, 1982)”.


   A. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas
           Penelitian tindakan mempunyai beberapa karakteristik yang sedikit berbeda
       bila dibandingkan dengan jenis penelitian lainnya.Beberapa karakteristik penting
       tersebut diantaranya sebagai berikut.
   1. Permasalahan yang dipecahkan merupakan permasalahan praktis dan urgen
      yang dihadapi oleh para guru atau peneliti dalam profesinya sehari-hari.
   2. Peneliti memberikan perlakuan atau tindakan yang berupa tindakan terencana
      untuk memecahkan permasalahan dan sekaligus meningkatkan kualitas yang
      dapat dirasakan implikasinya oleh subyek yang diteliti.
   3. Langkah-langkah penelitian yang direncanakan selalu dalam bentuk siklus
      atau tindakan atau daur yang memungkinkan terjadinya peningkatan dalam
      setiap siklusnya.
   4. Adanya empat komponen penting dalam setiap langkah,yaitu
      a. Perencanaan
      b. Tindakan
      c. Observasi
      d. Reflektif
   5. Adanya langkah berfikir reflektif dan kolektif yang dilakukan oleh para
      peneliti baik sesudah maupun sebelum tindakan.


B. Tujuan da Manfaat Penelitian Tindakan Kelas

   Secara umum penelitian tindakan kelas mempunyai tujuan sebagai berikut :

   1. Memperbaiki layanan maupun hasil kerja dalam suatu lembaga
   2. Mengembangkan rencana tindakan guna meningkatkan apa yang telah
      dilakukan oleh seorang guru selama ini,
   3. Mewujudkan proses penelitian yang mempunyai manfaat ganda baik peneliti
      maupun pihak subyek.
   4. Mengembangkan budaya peneliti,dengan prinsip sambil bekerja dapat
      melakukan penelitian di bidang yang ditekuninya.
   5. Menumbuhkan kesadaran subyek yang diteliti terhadap pentingnya upaya
      refleksi guna meningkatkan kualitas melalui suatu tindakan
   6. Diperolehnya pengalaman nyata yang berkaitan erat dengan usaha
      peningkatan kualitas secara professional maupun akademik.
          C. Prinsip-Prinsip Penelitian Tindakan Kelas
                 Seperti halnya metode penelitian pendidikan lainnya,penelitian tindakan kelas
             memiliki    beberapa   prinsip    penting   yang   perlu   diperhatikan   oleh   ara
             peneliti.Beberapa prinsip penting tersebut diantaranya dapat diuraikan sebagai
             berikut :
             1. Penelitian tindakan kelas memecahkan permasalahan signifikan yang dihadapi
                 para guru.
             2. Penelitian tindakan kelas memberikan perlakuan atau tindakan kepada siswa
                 atau response yang diteliti
             3. Penelitian tindakan kelas dilakukan oleh para guru secara kolaboratif atau
                 bersama-sama.
             4. Penelitian tindakan kelas menekankan kepada kontribusi bagi peningkatan
                 profesionalitas guru.
             5. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang menekankan cara
                 berfikir kolektif dan reflektif yang dilakukan bersama responden yang diteliti.
             6. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan secara sistematis dan memperhatikan
                 asas-asas metodologi penelitian.
             7. Penelitian tindakan kelas menjadikan wahana bagi guru untuk lebih
                 memahami pribadi siswa.




                                          BAB IV

          MODEL DAN DESAIN PENELITIAN TINDAKAN



      Ada banyak model penelitian tindakan antara lain model Kurt Lewis,Kemmis dan Mc
Teggart,Model Ebbut,Model Elliot dan Model Mc Kerman.
A. Model-Model Penelitian Tindakan
   1. Model Kurt Lewin
          Ada       4     elemen     dari    penelitian    yang      dikembangkan          yaitu
      perencanaan,tindakan,pengamatan dan refleksi.Hubungan secara tali temali dari
      keempat elemen ini dipandang sebagai siklus.



                        Tindakan




      Perencanaan              Pengamatan




                         Refleksi


   2. Model Kemmis dan McTaggart
          Model ini menggunakan empat komponen penelitian dalam setiap langkah
      (perencanaan,tindakan,observasi dan refleksi).Dalam langkah pertama,kedua dan
      seterusnya system spiral yang saling terkait perlu diperhatikanoleh para peneliti.


   3. Model Ebbut
      Model Ebbut terdiri dari 3 tingkatan atau daur :
      Tingkat 1 :
         Ide awal,Identifikasi permasalahan,tujuan dan manfaat
         Langkah tindakan
         Monitoring efek tindakan

      Tingkat 2 :

         Revisi rencana umum
         Langkah tindakan
         Monitoring efek tindakan sebagai bahan untuk masuk ke tingkat 3

      Tingkat 3 :

         Refisi Ide Umum
         Rencana diperbaiki
         Monitoring efek tindakan sebagai bahan evaluasi tujuan penelitian


   4. Model Elliot
          Model ini mengembangkan model dari Kemmis yang dibuat lebih rinci pada
      setiap tingkatannya.Pengembangan secara rinci ini mempunyai tujuan utama agar
      lebih memudahkan para peneliti dalam melakukan tindakannya.Proses yang telah
      dilaksanakan dalam semua tingkatan tersebut,kemudian digunakan untuk menyusun
      laporan penelitian.


   5. Model Mc Kernan
      Pada model Mc Kernan ide umumnya telah dibuat lebih rinci,yaitu dengan
      diidentifikasi permasalahan,pembatasan masalah dan tujuan,penilaian kebutuhan
      subjek,dan dinyatakannya hipotesis atau jawaban sementara terhadap masalah,dalam
      setiap tingkatan atau siklus.


B. Desain Penelitian Tindakan Kelas
   1. Ide Awal
          Ide tentang perlunya dilakukan penelitian tindakan kelas seharusnya dating dari
      guru yang telah menyadari adanya suatu permasalahan dalam kelas yang diasuhnya.




   2. Penelitian Tema dan Judul Penelitian
          Tema merupakan rumusan umum yang mengandung substansi konseptual dan
      teoritis.jadi tema merupakan paying judul penelitian tindakan.Sedangkan judul
      mengandung metode,cara atau strategi untuk mengembangkan atau meningkatkan
      sesuatu.
3. Perencanaan
      Perencanaan meruakan tindakan yang dibangun dan akan dilaksanakan,sehingga
   harus mampu melihat jauh ke depan.
4. Implementasi Tindakan
      Implementasi tindakan adalam implementasi tindakan dalam konteks proses
   belajar mengajar yang sebenarnya.
5. Pengamatan
      Pengamatan berfungsi sebagai proses pendokumentasian dampak dari tindakan
   dan menyediakan informasi untuk tahap refleksi.
6. Refleksi
      Refleksi adalah upaya evaluasi diri yang secara kritis dilakukan oleh tim
   peneliti,kolaborator,outsiders dan orang-orang yang terlibat dalam penelitian.




                                        BAB V
     PERMASALAHAN DALAM PENELITIAN TINDAKAN
                                        KELAS


   A. Asumsi dalam Penelitian Tindakan Kelas
      Penelitian Tindakan Kelas Mendasar kan pada beberapa asumsi.
      1. Guru/dosen adalah orang yang paling mengetahui benarselk-beluk pekerjaan.
      2. Guru/dosen       memiliki   kewajiban   terus   belajar   meingkatkan      kualitas
          pembelajaran.
      3. Guru/dosen saling terbantu dalam mengembangkan profesionalitasnya.
      4. Guru/dosen merupakan agen perubahan


   B. Hakekat Permasalahan dalam Penelitian Tindakan Kelas
              Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas merupakan permasalahan
      yang biasa dihadapi oleh guru/dosen dalam melaksanakan tugasnya sehari-
   hari.Seperti dalam jenis penelitian lainnya,permasalahan ini kadang-kadang tidak
   disadari oleh para guru/dosen,meskipun banyak juga guru/dosen yang telah
   menyadari adanya permasalahan dalam pembelajaran di kelasnya.


C. Identifikasi Permasalahan Penelitian Tindakan Kelas
           Target-target yang dicapai melalui penelitian tindakan kelas sebaiknya
   tidak langsung peningkatan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran,namun
   variable lain yang memiliki korelasi positif dengan prestasi belajar.


D. Rumusan Masalah
           Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas hamper sama dengan
   penelitian lain.Biasanya rumusan masalah dituliskan dalam bentuk kalimat
   Tanya.Hal ini memudahkan dalam memecahkan permasalahan melalui penelitian.


E. Hipotesis Tindakan atau Pertayaan Penelitian
           Hipotesis tindakan boleh digunakan dalam penelitian tindakan kelas,tetap
   harus dipahami bahwa hipotesis tindakan tidak sama dengan hipotesis dalam
   penelitian positivistik.
                                            BAB VI

           MONITORING DALAM PENELITIAN TINDAKAN



         Monitoring merupakan pekerjaan yang penting dalam penelitian tindakan.Langkah
monitoring ada dalam komponen observasi.Dalam monitoring ,perubahan setiap saat setelah
tindakan harus dicatat dengan menggunakan instrument yang telah dirancang,misalnya dengan
selembar observasi,wawancara atau hasil dokumen seperti portofolio dan catatan-catatan pribadi
siswa.

   A. Sasaran Monitoring

                Monitoring dilakukan untuk melihat dampak atau efek tindakan yang diberikan
         dalam penelitian tindakan kelas.Dampak atau efek yang dimoitor dalam penelitian
         tindakan kelas lebih ke aspek proses atau kondisi siswa dalam belajar dan sangat sedikit
         yang berkenaan dengan archievement atau capaian akhir belajar.

   B. Pelaku Monitoring

                Dalam pandangan moderat,menurut Mills pelaku monitoring atau observer dalam
         peneitian tindakan kelas dimana gru juga sebagai peneliti,adalah guru sendiri (sebagai
         participant observer).Participant Observer ini menurut sifat intensitasnya dalam
         melakukan observasi,bisa berupa : active participant observer,privileged active observer
         dan passive observer

   C. Tekhnik-tekhnik Monitoring

                Menurut Geoffrey E. Mills (2003) dan Ernie Stringer (2004) data dalam penelitian
         tindakan bisa berupa data kualitatif dan juga bisa berupa data kuantitatif.Data kualitatif
         adalah berupa keterangan,narasi atau deskripsi sementara data kuantitatif adalah berupa
         gambaran situasi atau kondisi sasaran yang berupa angka-angka,atau bisa diangkakan.
1. Tekhnik wawancara

            Tekhnik     wawancara     merupakan       tekhnik   memperoleh    data   dengan
   mengadakan dialog langsung dengan subyek yang akan dinilai.

2. Tekhnik Observasi

            Tekhnik observasi merupakan tekhnik monitoring dengan melakukan
   observasi terhadap sasaran pengukuran dengan menggunakan lembar pengamatan
   atau lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya.

3. Tekhnik Angket

            Tekhnik angket merupakan tekhnik memperoleh data dengan memberikan
   daftar pernyataan atau pertanyaan tertulis yang harus ditanggapi atau dijawab oleh
   sejumlah besar responden.Instrumen untuk tekhnik ini adalah berupa angketdapat
   dibuat    berdasar    skala     sikap   misalnya    :   Skala   Likert,Skala   perbedaan
   sumantik,Thurstone,Chapin dan Borgadus.

      a. Skala Likert

                   Merupakan skala penilaian dengan rentangan dari yang sangat positif
            sampai sangat negative.

      b. Skala Perbedaan Numerik

                   Merupakan model skala dengan meletakkan suatu rentangan sifat
            diantara dua kata atau ide yang berlawanan sehingga berupa skala perbedaan
            sematik.

      c. Skala Thurstone
                   Merupakan skala sikap yang mirip skala Likert,hanya saja kalau skala
            Thurstone menggiring jawaban responden dengan kisaran dari sangat baik
            sampai sangat jelek.
          d. Skala Chapin

                      Skala ini digunakan untuk mengukur tingkat keterlibatan seseorang
             pada suatu kegiatan kelompok.misalnya untuk melihat aktivitas siswa dalam
             suatu kegiatan studi lapangan,setiap siswa dilihat seberapa jauh aktivitasnya
             dalam setiap kegiatanbaik kegiatan kelas ataupun kelompok selama kegiatan
             lapangan tersebut diselenggarakan,mulai perencanaan sampai selesai.



          e. Skala Bogardus

                      Skala ini sangat cocok untuk mengukur sikap seseorang dalam hal
             berinteraksi dengan orang lain.Salah satu contoh model skala Borgadus adalah
             menanyakan sikap siswa terhadap teman baru yang kebetulan beda suku atau
             agama.




                                     BAB VII

                              ANALISIS DATA



A. Pendahuluan
          Analisis data pada dasarnya bertujuan mengolah informasi kualitatif maupun
   kuantitatif sedemikian rupa sampai informasi itu menjadi lebih bermakna.




B. Data dan Spesifikasinya
          Data yang perlu dikumpulkan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah berkisar
   pada kemampuan-kemampuan misalnya data tentang :
         Minat siswa
         Tingkat partisipasi siswa
         Aktivitas siswa dalam belajar
         Ketrampilan siswa melakukan sesuatu
         Ketrampilan siswa menggunakan alat tertentu
         Kemampuan siswa menguasai konsep tertentu
         Kemampuan siswa menerapkan konsep atau prinsip tertentu
         Dan sebagainya


C. Analisis dan Interpretasi Data
          Oleh karena penelitian tindakan kelas merupakan penelitian kasus di suatu kelas
   yang hasilnya tidak untuk digeneralisasikan ke tempat lain maka analisis data cukup
   dengan mendeskripsikan data yang terkumpul.Apabila digunakan program atau tekhnik
   statistika maka model analisis yang lebih tepat adalah analisis statistika deskriptif.
                                Proses Analisis Data Kualitatif

       Proses analisis data pada penelitian tindakan mengandung beberapa langkah yang saling
terkait.Keenam langkah dalam analisis data secara diagram dapat dilihat seperti berikut ini.




                       Menghimpun
                          data
                                                              Menampilkan
                                                                 data




     Menginterpreta
        si data                                                                     Melakukan
                                                                                     Koding




                         Memverifikasi
                            data
                                                           Mereduksi data




   a. Menghimpun data
               Langkah awal dari proses analisis data penelitian tindakan kelas adalah
       menghimpun data,dalam kelompok-kelompok sejenis dengan mengacu pada focus
       penelitian atau pertanyaan penelitian yang telah ditetapkan di awal penelitian.Data yang
       dihimpun walau sudah dikelompokkansecara spesifik,juga secara keselurhan perlu di
       scanning atau dilihat dalam keseluruhan data.
b. Melakukan Koding
           Catatan-catatan lapangan hasil observasi guru atau observer kadang-kadang
   berupa catatan rekaman riil yang penulisannya sering acak dan naratif.


c. Menampilkan Data
           Pada langkah ini peneliti berusaha menyusun data yang relevan sehingga menjadi
   informasi yang dapat disimpulkan dan memiliki makna tertent dengan cara menampilkan
   dan membuat hubungan antar variable agar peneliti lain mengerti apa yang telah terjadi
   dan apa yang perlu ditindaklanjuti untuk mencapai tujuan penelitian.


d. Reduksi data
           Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari
   berbagai sumber.


e. Verifikasi Data
           Verifikasi atau menarik kesimpulan adalah kegiatan penting dari proses analisis
   data kualitatif.


f. Menginterpretasi Data
       Ada 3 komponen dalam mengintepretasi data,yaitu :
   a. Taktik untuk memaknai
   b. Taktik menkonfirmasi makna
   c. Penafsiran data

								
To top