Docstoc

Dasar OOP "Pemrograman berorientasi objek"

Document Sample
Dasar OOP "Pemrograman berorientasi objek" Powered By Docstoc
					Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


   DASAR-DASAR Object-Oriented Programming
                               disingkat OOP
             “Pemrograman berorientasi objek”


                                PEMBAHASAN

Pemrograman berorientasi objek
       Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming
disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek.
Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-
objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima
pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. Model data berorientasi
objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program,
dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung
OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan
pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.

Konsep dasar dari Pemrograman Berorientasi Objek
Pemrograman orientasi-objek menekankan konsep berikut:

        kelas — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk
suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of dog' adalah suatu unit yang terdiri atas
definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam
perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur
dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat
dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan
yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri
dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP).
Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek
dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan
menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.

             Objek - membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam
sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam
sebuah program komputer berorientasi objek.




                                                                                      1
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


              Abstraksi - Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi
yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam
sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja,
laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam
sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau
metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan
sebuah pengabstrakan.

              Enkapsulasi - Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti
keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam
objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses
interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya.
Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek
tersebut.

               Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada
pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu
yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di
mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak
cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan
yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah
pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut
polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai
jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat
memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang
sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui
penggunaan fungsi kelas-pertama.

               Inheritas- Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan
objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada -
objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru
mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki
inheritas.)

                Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu
masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut
(terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut.
Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager,
sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin
memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya
langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada
kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data
tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas
adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-
objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.




                                                                                   2
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


Bahasa pemrograman
Bahasa pemrograman yang mendukung OOP antara lain:

   1. Java
   2. C++
   3. Pascal (bahasa pemrograman)
   4. Visual Basic.NET
   5. SIMULA
   6. Smalltalk
   7. Ruby
   8. Python
   9. PHP
   10. C#
   11. Delphi
   12. Eiffel
   13. Perl




Java
  Java




  Paradigma:           OOP

  Muncul Tahun:        1990-an

  Didesign oleh:       Sun Microsystems

  Disiplin mengetik:   kuat, statis

  Implementasi besar: banyak




                                                     3
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


  Terpengaruh oleh:    Objective-C, C++, Smalltalk, Eiffel

  Mempengaruhi:        C#, D, J#, PHP




Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk
telepon genggam. Dikembangkan oleh Sun Microsystems dan diterbitkan tahun 1995.




Sejarah perkembangan Java
       Bahasa pemrograman Java pertama lahir dari The Green Project, yang berjalan
selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum
menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh Patrick Naughton,
Mike Sheridan, James Gosling dan Bill Joy, beserta sembilan pemrogram lainnya dari
Sun Microsystems. Salah satu hasil proyek ini adalah maskot Duke yang dibuat oleh Joe
Palrang.

Pertemuan proyek berlangsung di sebuah gedung perkantoran Sand Hill Road di Menlo
Park. Sekitar musim panas 1992 proyek ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program
Java Oak pertama, yang ditujukan sebagai pengendali sebuah peralatan dengan teknologi
layar sentuh (touch screen), seperti pada PDA sekarang ini. Teknologi baru ini dinamai
"*7" (Star Seven).

Setelah era Star Seven selesai, sebuah anak perusahaan TV kabel tertarik ditambah
beberapa orang dari proyek The Green Project. Mereka memusatkan kegiatannya pada
sebuah ruangan kantor di 100 Hamilton Avenue, Palo Alto.

Perusahaan baru ini bertambah maju: jumlah karyawan meningkat dalam waktu singkat
dari 13 menjadi 70 orang. Pada rentang waktu ini juga ditetapkan pemakaian Internet
sebagai medium yang menjembatani kerja dan ide di antara mereka. Pada awal tahun
1990-an, Internet masih merupakan rintisan, yang dipakai hanya di kalangan akademisi
dan militer.

Mereka menjadikan perambah (browser) Mosaic sebagai landasan awal untuk membuat
perambah Java pertama yang dinamai Web Runner, terinsipirasi dari film 1980-an, Blade
Runner. Pada perkembangan rilis pertama, Web Runner berganti nama menjadi Hot Java.

Pada sekitar bulan Maret 1995, untuk pertama kali kode sumber Java versi 1.0a2 dibuka.
Kesuksesan mereka diikuti dengan untuk pemberitaan pertama kali pada surat kabar San
Jose Mercury News pada tanggal 23 Mei 1995.




                                                                                    4
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


Sayang terjadi perpecahan di antara mereka suatu hari pada pukul 04.00 di sebuah
ruangan hotel Sheraton Palace. Tiga dari pimpinan utama proyek, Eric Schmidt dan
George Paolini dari Sun Microsystems bersama Marc Andreessen, membentuk Netscape.

Nama Oak, diambil dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja "bapak
java", James Gosling. Nama Oak ini tidak dipakai untuk versi release Java karena sebuah
perangkat lunak sudah terdaftar dengan merek dagang tersebut, sehingga diambil nama
penggantinya menjadi "Java". Nama ini diambil dari kopi murni yang digiling langsung
dari biji (kopi tubruk) kesukaan Gosling.




Versi Awal
Versi awal Java ditahun 1996 sudah merupakan versi release sehingga dinamakan Java
Versi 1.0. Java versi ini menyertakan banyak paket standar awal yang terus
dikembangkan pada versi selanjutnya:

java.lang:   Peruntukan kelas elemen-elemen dasar.

java.io:   Peruntukan kelas input dan output, termasuk penggunaan berkas.

java.util:     Peruntukan kelas pelengkap seperti kelas struktur data dan kelas kelas
penanggalan.

java.net:   Peruntukan kelas TCP/IP, yang memungkinkan berkomunikasi dengan
komputer lain menggunakan jaringan TCP/IP.

java.awt:   Kelas dasar untuk aplikasi antarmuka dengan pengguna (GUI)

java.applet:    Kelas dasar aplikasi antar muka untuk diterapkan pada penjelajah web.

Kelebihan
        Multiplatform. Kelebihan utama dari Java ialah dapat dijalankan di beberapa
platform / sistem operasi komputer, sesuai dengan prinsip tulis sekali, jalankan di mana
saja. Dengan kelebihan ini pemrogram cukup menulis sebuah program Java dan
dikompilasi (diubah, dari bahasa yang dimengerti manusia menjadi bahasa mesin /
bytecode) sekali lalu hasilnya dapat dijalankan di atas beberapa platform tanpa
perubahan. Kelebihan ini memungkinkan sebuah program berbasis java dikerjakan diatas
operating system Linux tetapi dijalankan dengan baik di atas Microsoft Windows.
Platform yang didukung sampai saat ini adalah Microsoft Windows, Linux, Mac OS dan
Sun Solaris. Penyebanya adalah setiap sistem operasi menggunakan programnya sendiri-
sendiri (yang dapat diunduh dari situs Java) untuk meninterpretasikan bytecode tersebut.



                                                                                        5
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


        OOP (Object Oriented Programming - Pemrogram Berorientasi Objek) yang
artinya semua aspek yang terdapat di Java adalah Objek. Java merupakan salah satu
bahasa pemrograman berbasis oebjek secara murni. Semua tipe data diturunkan dari kelas
dasar yang disebut Object. Hal ini sangat memudahkan pemrogram untuk mendesain,
membuat, mengembangkan dan mengalokasi kesalahan sebuah program dengan basis
Java secara cepat, tepat, mudah dan terorganisir. Kelebihan ini menjadikan Java sebagai
salah satu bahasa pemograman termudah, bahkan untuk fungsi fungsi yang advance
seperti komunikasi antara komputer sekalipun.

        Perpustakaan Kelas Yang Lengkap, Java terkenal dengan kelengkapan
library/perpustakaan (kumpulan program program yang disertakan dalam pemrograman
java) yang sangat memudahkan dalam penggunaan oleh para pemrogram untuk
membangun aplikasinya. Kelengkapan perpustakaan ini ditambah dengan keberadaan
komunitas Java yang besar yang terus menerus membuat perpustakaan-perpustakaan baru
untuk melingkupi seluruh kebutuhan pembangunan aplikasi.

               Bergaya C++, memiliki sintaks seperti bahasa pemrograman [C++]
sehingga menarik banyak pemrogram C++ untuk pindah ke Java. Saat ini pengguna Java
sangat banyak, sebagian besar adalah pemrogram C++ yang pindah ke Java. Universitas-
universitas di Amerika juga mulai berpindah dengan mengajarkan Java kepada murid-
murid yang baru karena lebih mudah dipahami oleh murid dan dapat berguna juga bagi
mereka yang bukan mengambil jurusan komputer.

              Pengumpulan sampah otomatis, memiliki fasilitas pengaturan
penggunaan memori sehingga para pemrogram tidak perlu melakukan pengaturan
memori secara langsung (seperti halnya dalam bahasa C++ yang dipakai secara luas).

Kekurangan
       Tulis sekali, perbaiki di mana saja - Masih ada beberapa hal yang tidak
kompatibel antara platform satu dengan platform lain. Untuk J2SE, misalnya SWT-AWT
bridge yang sampai sekarang tidak berfungsi pada Mac OS X.

        Mudah didekompilasi. Dekompilasi adalah proses membalikkan dari kode jadi
menjadi kode sumber. Ini dimungkinkan karena koe jadi Java merupakan bytecode yang
menyimpan banyak atribut bahasa tingkat tinggi, seperti nama-nama kelas, metode, dan
tipe data. Hal yang sama juga terjadi pada Microsoft .NET Platform. Dengan demikian,
algoritma yang digunakan program akan lebih sulit disembunyikan dan mudah
dibajak/direverse-engineer.

       Penggunaan memori yang banyak. Penggunaan memori untuk program
berbasis Java jauh lebih besar daripada bahasa tingkat tinggi generasi sebelumnya seperti
C/C++ dan Pascal (lebih spesifik lagi, Delphi dan Object Pascal). Biasanya ini bukan
merupakan masalah bagi pihak yang menggunakan teknologi terbaru (karena trend
memori terpasang makin murah), tetapi menjadi masalah bagi mereka yang masih harus
berkutat dengan mesin komputer berumur lebih dari 4 tahun.


                                                                                       6
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


Tahap Kompilasi Java
    1. Tulis / Ubah. Pemrogram menulis program dan menyimpannya di media dalam
       bentuk berkas '.java'.
    2. Kompilasi. Pengkompilasi membentuk bytecodes dari program menjadi bentuk
       berkas '.class'
    3. Muat. Pemuat kelas memuat bytecodes ke memori
    4. Verifikasi. Peng-verifikasi memastikan bytecodes tidak mengganggu sistem
       keamanan Java
    5. Jalankan. Penerjemah menerjemahkan bytecodes ke bahasa mesin


                                     UML
       Unified Modeling Language (UML) merupakan sistem arsitektur yang bekerja
dalam OOAD (Object-Oriented Analysis/Design) dengan satu bahasa yang konsisten
untuk menentukan, visualisasi, mengkontruksi, dan mendokumentasikan artifact
(sepotong informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses rekayasa
software, dapat berupa model, deskripsi, atau software) yang terdapat dalam sistem
software. UML merupakan bahasa pemodelan yang paling sukses dari tiga metode OO
yang telah ada sebelumnya, yaitu Booch, OMT (Object Modeling Technique), dan OOSE
(Object-Oriented Software Engineering).

       UML merupakan kesatuan dari dari ketiga pemodelan tersebut dan ditambah
kemampuan lebih karena mengandung metode tambahan untuk mengatasi masalah
pemodelan yang tidak dapat ditangani ketiga metode tersebut. UML dikeluarkan oleh
OMG (Object Management Group, Inc) yaitu organisasi internasional yang dibentuk
pada 1989, terdiri dari perusahaan sistem informasi, software developer, dan para user
sistem komputer.

       Dengan adanya UML, diharapkan dapat mengurangi kekacauan dalam bahasa
pemodelan yang selama ini terjadi dalam lingkungan industri. UML diharapkan juga
dapat menjawab masalah penotasian dan mekanisme tukar menukar model yang terjadi
selama ini.

       Tujuan UML diantaranya adalah :

   Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk
    mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara
    umum.

   Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan
    proses rekayasa.

   Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan.



                                                                                    7
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


       Untuk membuat suatu model, UML memiliki diagram grafis sebagai berikut :

   Business Use Case model

   Activity Diagram

              Use Case model




   Behavior diagram :

                      Sequence diagram

   Implementation diagram :

                      Component diagram

                      Deployment diagram

   Generate Code

Diagram diagram tersebut diberi nama berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda
terhadap sistem dalam

proses analisis atau rekayasa.

Dibuatnya berbagai jenis diagram diatas karena :

              Setiap sistem yang kompleks selalu paling baik jika didekati melalui
               himpunan berbagai sudut

               pandang yang kecil yang satu sama lain hampir saling bebas
               (independent). Sudut pandang

               tunggal senantiasa tidak mencukupi untuk melihat isi item yang besar dan
               kompleks.

              Diagram yang berbeda-beda tersebut dapat menyatakan tingkatan yang
               berbeda-beda dalam

               proses rekayasa.




                                                                                      8
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


             Diagram-diagram tersebut dibuat agar model yang dibuat semakin
              mendekati realitas.

Diagram-diagram ini ditambah dengan kemampuan dokumentasi perupakan artifacts
utama UML. Data-flow

diagram dan tipe diagram lain yang tidak terdapat dalam UML tidak termasuk dalam
paradigma

object-oriented. Activity diagram dan collaboration diagram yang terdapat dalam UML
menggantikan

data-flow diagram. Activity diagram juga sangat bermanfaat untuk membuat workflow.

Rational Rose
Rational Rose adalah software yang memiliki perangkat-perangkat pemodelan secara
visual untuk membangun
suatu solusi dalam rekayasa software dan pemodelan bisnis. Rational Rose dikeluarkan
oleh perusahaan
software bernama Rational Software, perusahaan yang mencetuskan ide pembentukan
konsorsium bagi
perusahaan-perusahaan yang memakai standar UML sebagai bahasa pemodelan di
perusahaannya. Rational
Rose memakai UML sebagai bahasa pemodelannya, ditambah beberapa fitur lain yang
membuat Rational Rose
menjadi software pemodelan visual yang terkemuka.

Beberapa fitur terkemuka diantaranya Rational Rose memiliki Rational Unified Process
(RUP) yaitu proses
yang paling terperinci yang ada saat ini dan akan memberikan pedoman secara umum
dalam pembuatan
software dan pemodelan bisnis. Selain itu, Rational Rose memiliki kemampuan membuat
solusi client/server,
yang kemudian dapat diterapkan dan didistribusikan dalam lingkungan perusahaan.

       Rational Rose memiliki keunggulan, diantaranya :

              Bahasa yang digunakan adalah bahasa pemodelan standar yaitu UML,
              akan meningkatkan komunikasi intra tim.

              Rational Rose mendukung round-trip engineering sehingga kita dapat
              meng-generate model kedalam kode (Java, C++, Visual Basic, dan
              sebagainya) dan melakukan reverse engineering untuk menampilkan
              arsitektur software dari kode yang ada. Hal ini dapat dilakukan secara
              bolak-balik sebagai proses iterative selama proses rekayasa software.


                                                                                       9
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


            Model dan kode senantiasa sinkron selama dalam development cycle.

             Membangun software menggunakan Rational Rose memudahkan dalam
             memperbaiki software tersebut karena apabila suatu saat ditemukan
             requirement baru, kita dapat lagi menggambarkan lagi software tersebut
             dalam UML.

             Para user Rational Rose dapat berkomunikasi walaupun bekerja dalam
             sistem operasi yang berbeda (Windows atau UNIX).

             Dengan menggunakan Rose Web Publisher suatu tim dapat
             mengkomunikasikan model dan spesifikasinya dalam web browser.

              Mendukung rekayasa software untuk sistem client/server sehingga
             Rational Rose merupakan software pemodelan visual yang tangguh dalam
             lingkungan client/server, e-business, dan lingkungan perusahaan
             terdistribusi (kantor-kantor terletak dalam tempat yang berbeda-beda).

Desain UML

       Untuk menghasilkan desain model yang diterapkan, penulis memberikan uraian
   singkat langkah-langkah yang perlu diikuti , yaitu :

         a. Menggunakan bahasa pemodelan standar yaitu UML karenaUML
            merupakan bahasa pemodelan yang kaya dengan semantic dan notasi yang
            dihasilkan dari penggabungan metode Booch, OMT, OOSE dengan
            membuang elemen-elemen yang tidak praktis, ditambah elemen-elemen
            dari metode lain yang lebih efektif dan elemen-elemen baru yang belum
            ada pada metode terdahulu.
         b. Untuk mendesain sebuah model, penulis menggunakan Rational Rose
            yang memiliki perangkat-perangkat pemodelan secara visual untuk
            membangun suatu solusi dalam rekayasa software dan pemodelan bisnis.

             Langkah-langkah Rational Rose untuk mendesain model adalah :

                Business Use Case model

             Adalah model yang menggambarkan proses-proses bisnis dari sebuah
             bisnis atau organisasi dan interaksi proses tersebut dengan pihak luar.




                                                                                 10
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo




            

            

            

            

            


               Activity Diagram

            Berfungsi untuk memodelkan alur kerja (workflow) sebuah proses bisnis
            dan urutan aktifitas dalam suatu proses.




               Use Case model


                                                                              11
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


            Model ini menunjukkan fungsionalitas suatu sistem atau kelas dan
            bagaimana sistem berinteraksi dengan dunia luar.

               Behavior diagram :

                      Sequence diagram

                   Model ini menjelaskan interaksi objek yang disusun dalam suatu
                   urutan waktu.




               Implementation diagram :

                      Component diagram

                   Model ini menggambarkan alokasi semua kelas dan objek kedalam
                   komponen-komponen dalam desain fisik sistem software.




                                                                              12
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo




                    

                    

                    

                    

   Deployment diagram

    Model ini memperlihatkan pemetaan software kepada hardware.




3. Generate Model



                                                                  13
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


   Langkah-langkah yang diperlukan untuk men-generate model adalah :

   o   Membuat database dengan menggunakan Microsoft Access 2000.




   o    Menggunakan model analisis yang telah dibuat digunakan sebagai masukan dan
       arahan untuk membuat model desain.




   o   Mendesain kelas Boundary.


                                                                               14
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


      Kelas Boundary menggambarkan satu bagian dari user interface, misalnya form.
      Kelas boundary yang menggambarkan interaksi dengan sistem luar biasanya
      menggambarkan suatu referensi ke dalam sebuah ActiveX component atau DLL.




                                                                               15
Objek Oriented Programming By : Dedy Wibowo


                            DAFTAR PUSTAKA
   1. (DB :BROWSING OBJECT)
      http://www.w3.org/Conferences/WWW4/Papers2/282/
   2. http://en.wikipedia.org/wiki/Object_oriented
   3. http://kur2003.if.itb.ac.id/file/Tugas2%20IF5011%20Object%20Oriented%20Dat
      abases%20104.PDF
   4. http://www.lapanrs.com/TEKNO/bangtek/uploads/abstrak/2007/Model%20Analis
      a%20Perubahan%20Objek%20Menggunakan%20Teknik%20Interferometri%20S
      AR.pdf

   5. http://java.stikom-bali.ac.id/uml/data/PBO.pdf

   6. http://www.mmt.its.ac.id/library/wp-content/uploads/2008/07/07/6-prosiding-
      eddy-syarifudin-ok-print.pdf

   7. http://mti.ugm.ac.id/~brianadi/data/mti/%5Bmakalah%5DPerancangan%20e-
      Learning%20Gateway%20%5BbAp%5D.pdf

   8. http://mti.ugm.ac.id/~brianadi/data/mti/[makalah]Perancangan e-Learning
      Gateway [bAp].pdf.htm

   9. http://ppta1.stikom.edu/contoh/contoh_proposal.htm

   10. http://henderi.blogster.com/soal-studi-kasus-desain-sistem-menggunakan-uml-
       henderi-dkk




                                                                                     16

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:223
posted:7/17/2012
language:
pages:16
Description: Object Oriented Class have many choice to begin How to Programming Application