Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

pameran komputer

VIEWS: 37 PAGES: 2

									Pameran komputer adalah saat yang dinanti-nantikan oleh para praktisi komputer. Pengguna
komputer, mahasiswa komputer, teknisi komputer, bahkan orang yang tidak punya komputer tertarik
untuk mengunjungi pameran komputer. Bahkan jika pameran komputer itu digelar di kota besar seperti
semarang, kami yang dari daerahpun (kebetulan domisiliku di kudus) rela menyempatkan diri dan
meluangkan waktu untuk melihat pameran komputer tersebut. Kadang kami datang sendirian, kadang
juga datang berombongan. Bahkan dalam beberapa even pameran komputer, kami rela menginap di
kos-kosan teman agar puas dalam mengikuti pameran yang diselenggarakan.

Tujuan kami mengunjungi pameran komputer beragam. Ada yang sekedar ingin jalan-jalan dan melihat-
lihat, ada yang mencari komputer dengan harga yang murah, ada yang ingin mengetahui perkembangan
komputer terkini, ada yang ingin mencari aksesoris-aksesoris komputer yang jarang dijumpai di pasara,
dan berbagai tujuan yang lain. Apapun tujuannya tapi intinya tetap sama, bahwa komputer
menyuguhkan sesuatu yang berbeda dibandingkan dengan berbelanja di toko komputer.

Di pameran komputer aku pernah memperoleh mouse yang (menurutku) langka. Mouse tersebut ada
air dan boneka bebeknya. Kalau dilihat sangat lucu dan unik. Apalagi harganya sangat murah, hanya
sepuluh ribu rupiah. Temanku yang lain juga pernah mendapatkan monitor LCD dengan harga murah,
hampir separo dari harga monitor LCD di toko-toko komputer. Itu hanya beberapa contoh bahwa
pameran komputer kita bisa mendapatkan sesuatu yang lebih yang jarang kita jumpai di toko komputer
pada umumnya.

Kelebihan lain yang kita dapatkan di toko komputer adalah kita bisa membandingkan harga antara satu
toko/stan dengan toko yang lain tanpa perlu jauh-jauh berpindah tempat. Kita cukup berdiri di depan
stan-stan yang ada, kita perhatikan daftar-daftar harga yang tertempel di depan stan tersebut. Dari situ
kita bisa langsung melihat perbandingan harga antara satu stan toko dengan stan toko yang lain. Bisa
juga kita menggunakan trik mengumpulkan brosur sebanyak-banyaknya. Setelah mendapatkan banyak
brosur, kita bisa keluar pameran sebentar (misalnya ke warung terdekat), membeli segelas es teh
sambil membanding-bandingkan harga antara satu brosur dengan brosur yang lain. Setelah
menemukan brosur dengan harga termurah barulah kita kembali ke tempat pameran dan langsung
menuju ke toko yang menerbitkan brosur tersebut. Kelemahan cara ini, kadang kita lupa dimana stan
toko itu berada sehingga kita perlu muter-muter lagi untuk mencarinya.

Tapi sayangnya, hal-hal yang aku tulis di atas adalah pameran komputer “pada zaman itu”. Kira-kira 1
atau 2 tahun yang lalu dimana pameran komputer adalah hal yang kami nanti-nantikan. Saat ini, aku
(juga teman-temanku) sudah tidak merasakan hal itu lagi.

Apa sebabnya?

Ada beberapa hal yang menyebabkan “rasa” itu hilang dari diriku, yaitu :

    1. Peserta pameran komputer tidak sebanyak dulu lagi
Terus terang aku tidak tahu berapa jumlah stan di pameran komputer tersebut. Dulu yang ikut berapa,
sekarang yang ikut berapa, aku tidak tahu jumlah pastinya. Aku hanya mengukur dari pegalnya kaki
dalam melihat-lihat stan yang ada.
Dulu aku merasa kaki ini sudah lelah, mata sudah pegel, keringat sudah bercucuran, tapi stan
komputernya ndak habis-habis. Masih ada saja stan yang belum kami kunjungi. Bahkan seperti yang
sudah aku sampaikan di atas. Kami kadang sampai menginap dan mengunjungi stan pada esok harinya
sebab kami merasa belum puas sebab belum semua stan kami kunjungi.
Tapi sekarang, rasanya belum sampai pegal kaki ini melangkah, eh tiba-tiba stannya sudah habis. Muter
satu kali lagi, eh tiba-tiba sudah nyampai di tempat awal lagi. Jadi rasanya ndak puas. Kami merasa
perjalanan kami (jauh-jauh datang dari kudus) tidak sebanding dengan hasil yang kami dapat.


    2. Harganya tidak lagi murah
Harga murah atau mahal sebenarnya sangat relatif. Misal harga modem usb satu juta rupiah pada saat
itu bisa disebut murah sebab pasarannya adalah satu juta setengah rupiah, tapi sekarang modem harga
tiga ratus ribu rupiah dianggap mahal sebab pasarannya adalah 200 ribu rupiah. Caraku dalam
mengatakan harga mahal atau murah adalah dengan membandingkan harga antara satu toko dengan
toko yang lain. Atau dalam kasus ini adalah membandingkan harga antara toko komputer dengan harga
di pameran.
Dulu harga di pameran komputer sebagian besar lebih murah dari pada harga di toko komputer, akan
tetapi sekarang harga di toko komputer sebagia lebih murah dari pada di pameran komputer. Catatan;
bagi kami (dari kudus) biaya transportasi juga dipertimbangkan.


    3. Produk yang dijual kurang variatif
Kami merasa bahwa produk-produk pameran komputer saat ini kurang variatif dan kurang up to date.
Dulu ketika laptop masih langka, aku pernah menjumpai laptop yang bisa diputar-putar sampai 360
derajat. Saat itu di toko-toko komputer belum ada. Tapi sekarang apa yang ada di pameran komputer
biasanya sudah aku lihat di toko komputer langgananku. Jadi aku tidak menemukan hal baru di
pameran komputer.

Demikian opini yang sangat subyektif ini, karena hanya berdasarkan perasaan semata. Apabila ada
kesalahan mohon dimaafkan.

								
To top