wisata

Document Sample
wisata Powered By Docstoc
					Ada beberapa tempat wisata di kudus. Makam Sunan Kudus, Makam Sunan Muria, Jurug Montel, dan
Museum Kretek adalah beberapa contoh tempat wisata di kudus. Tulisan ini akan menceritakan tentang
Museum Kretek. Salah satu tempat wisata di kudus yang menyimpan benda-benda sejarah rokok kretek
di kudus. Hingga saat ini kudus dikenal sebagai kota kretek.

Untuk mencapai museum kretek sangat mudah. Jika kita dari arah selatan (terminal induk kudus),
setelah sampai di depan kantor PLN, beloklah ke kanan (timur) akan ketemu pertigaan 1 kita belok ke
kiri (utara) lurus saja, kurang lebih 100 meter kita sudah sampai di museum kretek kudus. Jika kita dari
arah utara, sampai di gedung DPRD Kudus kita belok ke kiri (timur) di pertigaan belakang gedung DPRD
belok ke kanan (selatan) lurus saja, 150 meter kemudian kita sudah sampai di museum kretek kudus.

Memasuki pintu gerbang, kita berhenti dan membeli karcis yang harganya cukup murah. Hanya Rp 2000
per orang. Anak-anak kecil (balita) biasanya tidak dihitung. Seperti tadi pagi saya beserta istri dan anak
saya yang masih berumur 4 tahun hanya membayar Rp 4.000 saja. Setelah membeli karcis bergeraklah
ke kiri, sebab tempat parkir ada di sebelah kiri. Di sini kita akan di kenakan biaya Rp 1.000 dan
dibayarkan dimuka. Meski sudah ada yang jaga, ada baiknya motor kita kunci stang dan taruh barang-
barang di bagasi agar kita bisa berwisata dengan tenang.

Ketika masuk ke dalam gedung utama museum kretek kudus, kita akan dimintai karcis oleh petugas.
Tunjukan saja karcis yang dibeli ketika memasuki pintu gerbang tadi. Kalau karcis kita hilang, ya
terpaksan harus ke pintu gerbang lagi untuk membelinya.

Setelah urusan dengan petugas selesai, mari kita mulai tur kita di museum kretek kudus ini. Bergeraklah
searah jarum jam, agar semua dapat dinikmati dengan runtut.

Pertama, kita akan menjumpai foto-foto Nitisemito. Beliau lahir pada tahun 1847, dan maestro rokok
kretek Kudus. Pabrik yang beliau dirikan bernama Bal tiga dan sangat maju pada zamannya. Satu foto
yang membuatku tidak habis pikir adalah foto Pabrik Bal tiga mengikuti pameran di semarang dan
menyediakan hadiah mobil bagi yang beruntung. Busyet dah,, mobil pada zaman kolonial adalah sesuatu
yang langka banget. Jangankan mobil, sepeda onthel saja adalah barang mewah pada zaman itu.

Aku juga kagum sama kuitansi-kuitansi dan surat-surat yang digunakan oleh pabrik bal tiga milik mbah
nitisemito tersebut. Jenis hurufnya sudah variatif banget kayak dibuat pakai komputer. Padahal menurut
sejarah, komputer elektronik pertama saja dibuat tahun 1946. Itupun masih di amerika sono. Entah
mereka nyetaknya pake apa.

Kedua, kita akan disuguhi diorama pembuatan rokok kretek pada zaman dulu. Mulai dari proses panen
hingga proses produksi. Semuanya tergambar dengan rapi dan jelas. Di depan diorama ada alat-alat
produksi rokok kretek zaman dulu. Seperti alat pengrajang cengkeh, alat pengrajang tembakau, dan juga
alat penggiling tembakau. Semuanya terbuat dari kayu dan masih tradisional banget. Tapi tak pikir-pikir,
para leluhur kita daya kreatifitasnya tinggi juga, bisa menciptakan alat-alat seperti itu.
Ketiga, bergeraklah ke barat dan kita akan disuguhi berbagai jenis tembakau dan berbagai jenis cengkih.
Ada juga bungkus-bungkus rokok zaman dahulu yang masih memakai daun jagung. Di depannya kita
akan menjumpai alat pembuat rokok dan alat penyaring tembakau pada zaman dahulu.

Keempat, tepat di dinding barat bagian tengah terpampang foto-foto wiraswastawan rokok kretek
kudus. Mulai dari zaman Nitisemito hingga pendiri pabrik rokok djarum. Semuanya terpajang lengkap.
Saat memandang foto-foto mereka aku merasa kagum dan haru. Karena perjuangan merekalah kota
kudus bisa seperti saat sekarang ini. Mereka pula yang membuat lapangan kerja bagi mayoritas
masyarakat kudus. Tentu saja tanpa melupakan jasa tokoh-tokoh di bidang lain.

Kelima, di sebelah utara foto-foto orang besar tadi ada benda-benda promosi rokok mulai zaman dulu
hingga zaman sekarang. Ada piring, cangkir, gelas, kaos dan lain-lain. Disebelahnya ada foto-foto pabrik
rokok, foto-foto mesin pembuat rokok zaman sekarang, dan juga patung orang yang sedang membuat
rokok.

Keenam, berlawanan dengan diorama pembuatan rokok zaman dulu, di sebelah utara ada diorama
pembuatan rokok masa kini. Sangat terlihat bedanya. Biar lebih jelas, kita bisa kembali lagi ke dinding
sebelah selatan untuk melihat diorama pembuatan rokok pada zaman dulu, lalu kita kembali lagi ke
dinding utara untuk melihat diorama pembuatan rokok masa kini.

Ke tujuh, di depan diorama ada berbagai macam bungkus rokok zaman dulu dan zaman sekarang.
Semuanya ada. Meski aku bukan perokok namun aku mengenali beberapa bungkus rokok yang biasa aku
lihat di toko sebelah rumah. Saat itu yang terpikirkan olehku. Mesin cetak apa yang mereka gunakan
untuk memberi gambar dan tulisan pada bungkus rokok. Gambar dan tulisannya kok sudah rapi banget.

Ke delapan, selanjutnya ada foto-foto pelayanan terhadap karyawan/karyawati pabrik rokok. Mulai
pelayanan kesehatan hingga pendidikan ketrampilan. Cuma kayaknya gambar terbaru belum di pasang.
Maksudku saat ini di Kudus kan sedang gencar-gencarnya kursus gratis di BLK dengan biaya dari dana
cukai rokok. Nah foto-foto itu yang belum ada.

Ke sembilan. Disini kita akan menjumpai patung penjual rokok beserta gerobaknya. Disampingnya ada
dokar pengangkut roko pada zaman dulu. Tapi bukan dokar asli soalnya dokarnya kecil banget. Berarti
ini miniaturnya. Hehe

Ke sepuluh. Kita ketemua lagi sama mbak-mbak petugas yang minta karcis tadi. Berarti tur kita di dalam
museum kretek sudah selesai. Kalau masih belum puas bisa diulang lagi. Kalau sudah puas kita bisa
melanjutkan wisata kita diluar gedung. Di area museum kretek ini juga ada pilihan wisata lain yang tidak
kalah menarik.

Let’s go..

Dari gedung utama museum kretek berjalanlah ke kiri. Kita akan menjumpai rumah adat kudus. Rumah
kuno berbentuk joglo yang semuanya terbuat dari kayu penuh ukiran. Pas banget buat melepas lelah
setelah jalan-jalan di dalam gedung museum tadi.
Setelah puas melihat-lihat ornamen rumah adat kudus. Kita bisa berjalan ke arah barat, ke belakang
gedung utama tadi. Pertama kita akan ketemu ama mushola. Yang mau shalat dulu bisa masuk ke sini. Di
sebelah baratnya ada bioskop mini. Tapi gedung yang satu ini sepi. Berkali-kali aku ke sini belum pernah
lihat pas buka. Jadi ndak tahu apa isinya.

Dari gedung bioskop mini, berjalanlah ke barat. Kita akan menjumpai kolam renang. Ya,, kolam renang.
Di museum kretek ini memang ada kolam renangnya. Jadi cocok juga bagi yang suka berenang dan
wisata air. Kolam renangnya ada dua, yang sebelah selatan untuk dewasa, yang sebelah utara untuk
anak-anak. Yang dewasa harga tiketnya Rp 15.000 yang anak-anak hanya Rp5.000. kalau aku biasanya
lebih suka masuk yang kolam renang anak-anak. Maklum kantong pas-pasan. Hehe

Habis berenang kita bisa membeli jajanan yang ada di sekiat situ. Di depan bioskop tadi ada yang jualan
es the bermerk. Aku lupa merknya. Di sebelah timur rumah adat kudus juga ada banyak orang jualan di
tempat yang sudah disediakan. Kalau aku lebih senang beli popo mie dan es lalu tak nikmati di bawah
rindangnya pohon sambil mengamati si kecil bermain-main di situ.

<<Posting ini ku buat berdasarkan kunjunganku ke museum kretek kudus pada hari ahad tanggal 24 Juni
2012>>

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: wisata, kudus
Stats:
views:24
posted:7/16/2012
language:Indonesian
pages:3