Docstoc

cintoh skripsi bk bab 1

Document Sample
cintoh skripsi bk bab 1 Powered By Docstoc
					                                                                        1




                                  BAB I
                           PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

       Masa remaja merupakan masa yang paling indah dan mengesankan

  dalam perkembangan manusia karena pada masa tersebut penuh dengan

  tantangan, gejolak emosi, dan peubahan yang menyangkut perubahan

  jasmani, psikologis dan sosial. Masa remaja juga masa yang penuh

  pergolakan psikis, emosi dan ketidakseimbangan. Pada masa ini seorang

  idividu dihadapkan pada tugas-tugas perkembangan yang         seringkali

  mengakibatkan mereka sering tertekan dan mengalami krisis penyesuaian.

  Dalam Hurlock(1980), meyebutkan masa remaja ini sebagai masa yang

  dipenuhi tekanan dan rasa tertekan.

       Pada masa ini banyak remaja yang mengalami gangguan yang bersifat

  psikis, psikologis serta emosional. Hal ini disebabkan tidak stabilnya

  kemampuan inidividu pada usia remaja dalam menjalani kehidupannya.

  Salah satu gangguan yang sering dialami oleh siswa adalah munculnya rasa

  tidak percaya diri dalam mengungkapkan pendapat.

       Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di lapangan pada tanggal 12

  Oktober 2010, ditemukan beberapa siswa Sekolah Menengah Atas yang

  mengalami permasalahan tidak berani mengungkapkan pendapat, hanya

  beberapa siswa yang terlihat aktif saat proses belajar berlangsung,

  sedangkan yang lainnya pasif tidak ada yang mengungkapkan pendapat di

  kelas, Ketika siswa di suruh maju ke depan untuk menjawab pertanyaan
                                                                          2




selalu malu-malu, gugup, takut ditertawakan apabila berbicara atau

berpendapat,   Ketika   diberikan   kesempatan   bertanya   mereka     tidak

memanfaatkan kesempatan tersebut. Fenomena tersebut juga terjadi di SMA

Muhammadiyah 10 Sugio Lamongan. Informasi yang diperoleh dari guru

bimbingan dan konseling yang ada di sekolah tersebut mengatakan bahwa

terdapat sedikitnya 5% dari jumlah siswa kelas XI yang mengalami gejala

kurang percaya diri dalam mengungkapkan pendapat. Hal ini terindikasi

dengan rendahnya prestasi beberapa siswa kelas XI, Khususnya kelas XI

IPS yang termasuk kelas yang kurang aktif dan cenderung pasif.

     Sekolah merupakan lembaga untuk melaksanakan pendidikan formal.

Menurut Mardiadja (1986), pendidikan merangkum segi-segi intelektif,

afektif, dan psikomotorik manusia. Melalui pendidikan di sekolah

diharapkan dapat membantu meningkatkan potensi individu agar pola pikir,

cara bersikap, kecakapan berbicara, bakat, minat dan ketrampilan motorik

dapat ditingkatkan secara proporsional. Dalam keseluruhan proses

pendidikan di sekolah belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini

berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung

pada bagaimana proses belajar yang dialami murid sebagai anak didik.

     Tetapi pada kenyataan terdapat beberapa individu yang memiliki

kemampuan dalam bidang akademis tetapi kurang mampu dalam bidang

non akademis misalnya dalam berbicara atau mengemukakan pendapat.

Faktor yang mempengaruhi adalah pengembangan yang tidak menyeluruh

dari potensi yang dimiliki(Mardiadja:1986)
                                                                             3




  Menurut Admin (2008), “Kurangnya rasa percaya diri dan tidak berani

 dalam mengungkapkan pendapat di kelas tidak hanya berpengaruh pada

 kualitas kemampuan berkomunikasi, tetapi juga menurunkan tingkat

 intelegensi kita”. Lebih lanjut Admin mengungkapkan bahwa komunikasi

 merupakan konsep diri dan aktualisasi diri. Jika kita diam kemampuan otak

 yang secara otomatis mencerna dan mengolah materi akan terkekang. Bila

 ini terus berlanjut, otak akan dilatih untuk tidak berpikir kritis dan

 pemikiran yang terpendam juga akan menjadi pemicu stress.

      Dilihat dari sudut pandang Bimbingan dan Konseling, siswa yang

 kurang rasa percaya diri dalam mengungkapkan pendapat memiliki ciri-ciri :

 kurang percaya diri dalam berbicara atau mengunggkapkan pendapat,

 mereka akan merasa sangat kesulitan dalam berkomunikasi dan sering

 banyak salah ucap dalam berbicara.


          Siswa   yang   kurang    memiliki     rasa    percaya   diri   dalam

berberpendapat    memerlukan      bantuan     dari     konselor   agar   dapat

mengungkapkan pendapatnya secara baik dan benar, salah satu metode yang

bisa diberikan pada siswa untuk meningkatkan rasa percaya diri dalam

mengungkapkan pendapat adalah menggunakan konseling kelompok rational

emotif terapy (RET).

       Menurut Ellis dalam buku modul pendekatan-pendekatan konseling

kelompok (Rosjidan, 1994 : 74), konseling kelompok RET adalah konseling

kelompok yang menekankan pendapat kognitif-rasional-persuasif dalam

membantu konseli temukan nilai-nilai dasarnya secara pasti, bagaimana
                                                                          4




mereka ciptakan problem-problem emosional, dan apa yang mereka dapat

untuk mempertanyakannya, dan merubahnya serta menjadi lebih realistis dan

menerima diri secara terus menerus. Layanan konseling kelompok digunakan

karena dengan layanan ini siswa akan memperhatikan masalah-masalah orang

lain sehingga mereka dapat saling berinteraksi satu sama lain untuk

menyelesaikan masalahnya tersebut.

       Menurut Corey (2003 : 241) Konseling Rasional Emotif adalah “

Aliran psikoterapy yang berlandaskan asumsi bahwa manusia dilahirkan

dengan potensi, baik untuk berfikir rasional dan jujur maupun untuk berfikir

irasional dan jahat. RET diberikan karena kognisi, emosi dan perilaku saling

mempengaruhi, sehingga mengubah kognisi dan pernyataan diri menjadi

rasional merupakan cara yang paling efektif untuk meningkatkan ketiga aspek

kognisi, emosi dan perilaku tersebut. Karena tujuan teknik RET sendiri

adalah untuk membantu individu mengidentifikasi keyakinannya yang tidak

rasional dan kemudian memodifikasi agar menjadi lebih rasional. Secara

khusus RET memusatkan perhatian pada upaya membantu konseli untuk

belajar memperoleh ketrampilan yang memudahkannya untuk membentuk

pikiran-pikiran yang lebih rasioanl, mengarahkan pada penerimaan diri dan

kebahagiaan yang lebih besar dan mendorong kesanggupan untuk menikmati

hidupnya (Darminto dalam buku teori-teori konseling, 2007 : 199)

       Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bimbingan dan konseling

 di SMA Muhammadiya 10 Sugio Lamongan, dimana terdapat beberapa

 siswa yang memiliki tingkat rasa percaya diri rendah dalam mengungkapkan
                                                                           5




 pendapat sehingga muncul keinginan untuk melakukan penelitian untuk

 menguji Konseling Kelompok RET untuk meningkatkan rasa percaya diri

 dalam mengungkapkan pendapat pada siswa kelas XI IPS SMA

 Muhammadiyah 10 Sugio Lamongan.

B. Rumusan Masalah


        Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka

 dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah penerapan konseling

 kelompok      RET      dapat   meningkatkan   rasa   percaya   diri   dalam

 mengungkapkan pendapat pada siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah

 10 Sugio Lamongan?”


C. Tujuan Penelitian


        Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dirumuskan di atas, maka

   tujuan penelitian ini adalah ingin menguji penerapan konseling kelompok

   RET untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam mengungkapkan

   pendapat pada siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 10 Sugio

   Lamongan.


D. Manfaat Penelitian


   Penelitian ini dilaksanakan dengan harapan bermanfaat :


   a.   Bagi Peneliti

        Dapat menambah wawasan peneliti, khususnya tentang penerapan

        konseling kelompok RET untuk meningkatkan rasa percaya diri dalam
                                                                              6




        mengungkapkan      pendapat   pada    siswa   kelas    XI   IPS   SMA

        Muhammadiyah 10 Sugio Lamongan

   b.   Bagi Konselor Sekolah

        Dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kualitas

        layanan bimbingan dan konseling , khususnya dalam membantu siswa

        agar dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam mengungkapkan

        pendapat dengan menggunakan konseling kelompok RET dan dapat

        dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan kegiatan layanan

        bimbingan dan konseling.

   c.   Bagi Sekolah

        Dapat digunakan sebagai masukan bagi konselor sekolah dalam

        pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling , terutama untuk

        memberi bantuan pada siswa agar dapat meningkatkan rasa percaya

        diri dalam mengungkapkan pendapat di dalam kelas dengan konseling

        kelompok RET



E. Definisi , Asumsi dan Keterbatasan.


          Agar    memperoleh       kesamaan   pengertian      dan   menghindari

   kesalahpahaman dalam menafsirkan judul penelitian ini, maka penting

   diberikan penjelasan mengenai definisi, asumsi dan keterbatasan dan judul

   penelitian sebagai berikut :
                                                                         7




1. Definisi Operasional

       Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan

  variabel terikat. Sebagai variabel bebas adalah penerapan konseling

  kelompok rasional emotif terapy sedangkan sebagai variabel terikat

  adalah rasa percaya diri dalam mengungkapkan pendapat.

  a.   Konseling kelompok RET (variabel bebas)


                  Konseling kelompok teknik RET adalah suatu teknik yang

       mengarahkan individu berfikir secara realita berdasarkan kenyataan

       dan merubah pandangan yang bersifat irasional terhadap dirinya

       menjadi pandangan yang rasional..

  b.   Rasa Percaya Diri dalam Mengungkapkan Pendapat (variabel

       terikat)

                  Rasa percaya diri dalam mengungkapkan pendapat adalah

       keyakinan seseorang akan kemampuan diri serta potensi yang

       dimiliki untuk mengemukakan gagasan secara sepontan mengenai

       pendapat, ide atau pemikiran akan suatu hal dengan tegas. tanda-

       tanda individu percaya diri adalah : (a) percaya akan kemampuan

       dan potensi diri, (b) tidak terdorong menunjukkan sikap konformis

       demi diterima oleh orang lain, (c) berani menerima dan

       menghadapi penolakan orang lain, (d) punya pengendalian diri

       yang baik, (e) Tidak mudah menyerah , (f) memiliki cara pandang

       yang positif terhadap diri sendiri, orang lain an situasi di luar

       dirinya, (g) memilki harapan yang realistis
                                                                          8




2. Asumsi

           Adapun beberapa asumsi atau anggapan dasar yang dapat

     dikemukakan sebagai pegangan untuk memecahkan dalam penelitian

     ini yaitu :

     a.    Setiap individu memiliki tingkat rasa percaya diri yang berbeda-

           beda

     b.    Konseling kelompok RET merupakan salah satu teknik dalam

           bimbingan dan konseling

3.    Keterbatasan

           Sehubungan dengan permasalahan yang telah dikemukakan serta

      untuk menghindari kesalahpahaman dan mencapai pengertian yang

      sama maka peneliti akan membatasi penelitian ini pada:

      a.    Penelitian ini hanya terbatas pada konseling kelompok RET untuk

            meningkatkan rasa percaya diri dalam mengungkapkan pendapat

            pada siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 10 Sugio

            Lamongan.

      b.    Subyek penelitian hanya terbatas diberikan kepada siswa kelas XI

            IPS SMA Muhammadiya 10 Sugio Lamongan.

      c.    Dalam penelitian ini hanya terbatas pada penggunaan Konseling

            kelompok RET.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: cintoh, skripsi
Stats:
views:260
posted:7/15/2012
language:Malay
pages:8