Docstoc

Gangguan sistem peredaran darah

Document Sample
Gangguan sistem peredaran darah Powered By Docstoc
					                  Gangguan sistem peredaran darah
                                         Anemia
    Anemia adalah gangguan sistem                 bertambah berat, bisa menyebabkan stroke
peredaran darah yang disebabkan jumlah            atau bahkan serangan jantung.
hemoglobin dalam tubuh di bawah normal.               Anemia     terjadi   apabila    terjadi
Hemoglobin        adalah    metaloprotein         perdarahan hebat, kekurangan zat besi,
pengangkut oksigen yang mengandung                kekurangan vitamin B12, kekurangan
besi dalam sel darah merah.                       asam folat, kekurangan vitamin C.
    Anemia menyebabkan darah tidak                    Ada pula jenis anemia yang bersifat
dapat mengangkut oksigen dalam jumlah             genetis dan mematikan yaitu talasemia dan
sesuai yang diperlukan tubuh. Gejala-             anemia sel sabit. Talasemia terjadi akibat
gejala yang disebabkan anemia seperti             kerusakan gen globin, sementara anemia
kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan           sel sabit akibat adanya eritrosit yang
kepala terasa melayang. Jika anemia               berbentuk            bulan           sabit.




                                             Leukimia
        Leukimia yaitu jumlah sel darah                 mielositik terjadi ketika leukemia
   putih yang jauh di atas normal dan                   mempengaruhi sel mieloid seperti
   menjadi “ganas” memakan sel darah                    neutrofil, basofil, dan eosinofil.
   merah. Ada dua jenis tipe leukemia                       Penyebab leukemia belum
   yaitu leukemia limfositik dan leukemia               diketahui secara pasti, namun diketahui
   mielositik.                                          beberapa faktor yang dapat
        Leukemia limfositik terjadi ketika              mempengaruhi frekuensi leukemia,
   leukemia mempengaruhi limfosit atau                  seperti: radiasi, faktor leukemogenik,
   sel limfoid. Sementara leukemia                      epidemiologi, dan virus.
                                           Hemofilia
Hemofilia adalah kelainan perdarahan            time/CT) karena itu hemofilia A dan B
yang diturunkan yang disebabkan adanya          kemudian dibedakan.
kekurangan faktor pembekuan. hemofilia          Pada awal tahun 1960an, kriopresipitat
A timbul jika ada defek gen yang                adalah konsentrat yang pertama kali ada
menyebabkan          kurangnya        faktor    untuk terapi hemofilia. pada tahun 1970an,
pembekuan VIII (FVII) sedangkan                 lyophilized              intermediate-purity
hemofilia B disebabkan kurangnya faktor         concentrates atau konsentrat murni liofil
pembekuan IX (FIX). hemofilia A dan B           menengah pertama kali dibuat dari
tidak dibedakan karena mempunyai                kumpulan darah donor. sejak saat itu terapi
tampilan klinis yang mirip dan pola             hemofilia secara dramatis berhasil
pewarisan gen yang serupa. hemofilia            meningkatkan harapan hidup penderitanya
adalah salah satu penyakit genetik tertua       dan dapat memfasilitasi mereka untuk
yang pernah dicatat. kelainan perdarahan        pembedahan dan perawatan di rumah
yang diturunkan yang terjadi pada seorang       Pada tahun 1980an, resiko tertular
laki-laki tercatat dalam berkas Talmud          penyakit yang berasal dari konsentrat FVII
pada Abad Kedua. sejarah modern dari            pertamakali diketahui. kebanyakan pasien
hemofilia dimulai pada tahun 1803 oleh          dengan hemofilia berat terinfeksi oleh
John Otto yang menerangkan adanya anak          penyakit hepatitis B dan hepatitis C. pada
yang menderita hemofilia, diikuti oleh          akhir tahun 1980an hampir semua pasien
Nasse pada tahun 1820 yang pertamakali          hemofilia berat terinfeksi hepatitis A,
mereview hemofilia. Wright pertama kali         hepatitis B, hepatitis C dan HIV. teknik
mendemonstrasikan adanya bukti suatu            virisidal terbaru kemudian ditemukan dan
defek pada proses pembekuan darah pada          efektif membunuh virus-virus tersebut.
hemofilia tahun 1893, namun faktor VIII         standar terbaru tatalaksana hemofilia
(FVIII) belum teridentifikasi sampai pada       sekarang menggunakan konsentrat FVIII
tahun 1937 ketika Patek dan Taylor              rekombinan           sehingga         dapat
berhasil mengisolasi faktor pembekuan           menghilangkan resiko tertular virus.
dari darah, yang saat itu mereka sebut          RIWAYAT PENYAKIT.
sebagai faktor antihemofilia (AHF).             Dalam anamnesa biasanya akan di
Suatu     bioasai     dari   faktor     VIII    dapatkan riwayat adanya salah seorang
diperkenalkan pada tahun 1950. walaupun         anggota keluarga laki-laki yang menderita
hubungan antara FVIII dan faktor von            penyakit yang sama yaitu adanya
Willbrad (vWF) saat ini telah diketahui,        perdarahan abnormal. Beratnya perdarahn
namun hal ini tidak disadari saat itu. pada     bervariawsia akan tetapi biasanya beratnya
tahun 1953, kurangnya faktor VIII pada          perdarahan itu sama dalam satu keluarga.
pasien dengan defisiensi vWF pertama kali       Sering perdarahan akibat sirkulasi adalah
diterangkan. lalu penelitian berikutnya         manifestasi pertama pada seseorang
oleh      Nilson     dan      kawan-kawan       menderita      hemofili.     Oleh    karena
mengindikasikan adanya interaksi antara 2       perdarahan dimulai sejak kecil sehingga
faktor pembekuan tadi.                          haemarhtros ( sebagai akibat jatuh pada
Pada tahun 1952, penyakit christmas             saat kelenjar berjalan yang menyebabkan
pertama kali dideskripsikan dan nama            perdarahan sendi merupakan gejala yang
penyakit tersebut diambil dari nama             paling sering dijumpai dari penderita
keluarga pasien pertama yang diteliti           hemofili ini.
secara menyeluruh. penyakit ini sangat          KELAINAN FISIK
berbeda       dari     hemofilia     karena     kelainan fisik tergantung dari perdarahan
pencampuran plasma pasien penyakit              yang sedang terjadi yang dapat berupa
christmas dengan plasma pasien hemofilia        hematom di kepala atau extrinitis. dan juga
menormalkan masa pembekuan (clotting            sering dijumpai hemartrasi. Tentu didaerah
hematom akan ada perasaan nyeri. Jarang          menyebabkan prognosis hemofilia menjadi
terjadi gangren. Perdarahan interstial akan      baik
menyebabk atrofi otot, pergerakan akan           Hemofilia berasal dari bahasa Yunani
terganggu,         dan         kadang-kadang     Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu
menyebabkan neuritis perifer.                    haima yang berarti darah dan philia yang
Pemeriksaan         hematologis       Jumlah     berarti cinta atau kasih sayang.
trombosit normal. Waktu perdarahan               Hemofilia adalah suatu penyakit yang
normal. Rumple leede negatif. Waktu              diturunkan, yang artinya diturunkan dari
pembekuan dan prothrombin consumpsion            ibu kepada anaknya pada saat anak
test abnormal.                                   tersebut dilahirkan.
Diagnosa pasti                                   Darah pada seorang penderita hemofilia
Diagnosa pasti hemofilia atas dasar              tidak dapat membeku dengan sendirinya
pemeriksaan generasi tromboplastin.              secara normal. Proses pembekuan darah
Komplikasi                                       pada seorang penderita hemofilia tidak
Komplikasi yang dapat timbul adalah              secepat dan sebanyak orang lain yang
akibat dari perdarahan atau transfusi darah.     normal.      Ia    akan     lebih    banyak
Komplikasi akibat perdarahan adalah              membutuhkan waktu untuk proses
anemia, ambulasis atau deformitas                pembekuan darahnya.
sendi,atrofi otot atau neuritis.                 Penderita        hemofilia       kebanyakan
Terapi                                           mengalami gangguan perdarahan di bawah
Terapi akibat perdarahan akut adalah             kulit; seperti luka memar jika sedikit
pemberian F VIII. Sekarang sudah ada F           mengalami benturan, atau luka memar
VIII yang dapat di berikan secara intra          timbul dengan sendirinya jika penderita
vena, dan apabila tidak mempunyai F VIII         telah melakukan aktifitas yang berat;
maka dapat di berikan kriopresipitat             pembengkakan pada persendian, seperti
(plasma yang didinginkan) atau di berikan        lulut, pergelangan kaki atau siku tangan.
transfusi darah segar.                           Penderitaan para penderita hemofilia dapat
Prognosis                                        membahayakan jiwanya jika perdarahan
Tersedianya            fasilitas        darah    terjadi pada bagian organ tubuh yang vital
segar,kropresipitat       dan      F     VIII    seperti perdarahan pada otak.

Hemofilia A dan B

- Hemofilia A; yang dikenal juga dengan nama :
  - Hemofilia Klasik; karena jenis hemofilia ini adalah yang paling banyak kekurangan
    faktor pembekuan pada darah.
  - Hemofilia kekurangan Factor VIII; terjadi karena kekurangan faktor 8 (Factor VIII)
    protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.

- Hemofilia B; yang dikenal juga dengan nama :
  - Christmas Disease; karena di temukan untuk pertama kalinya pada seorang bernama
    Steven Christmas asal Kanada
  - Hemofilia kekurangan Factor IX; terjadi karena kekurangan faktor 9 (Factor IX) protein
    pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.

Bagaimana ganguan pembekuan darah itu dapat terjadi?
Gangguan itu dapat terjadi karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah
normal, bahkan hampir tidak ada. Perbedaan proses pembekuan darah yang terjadi antara
orang normal (Gambar 1) dengan penderita hemofilia (Gambar 2).
Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan pembuluh darah yang terluka di dalam darah tersebut
terdapat faktor-faktor pembeku yaitu zat yang berperan dalam menghentukan perdarahan.
                      a. Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh
                         darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu
                         darah keluar dari pembuluh.
                      b. Pembuluh darah mengerut/ mengecil.
                      c. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
                      d. Faktor-faktor pembeku da-rah bekerja membuat anyaman (benang -
                         benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti
                         mengalir keluar pembuluh.




     Gambar 1

a. Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh
   darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu
   darah keluar dari pembuluh.
b. Pembuluh darah mengerut/ mengecil.
c. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
d. Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu, mengakibatkan
   anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna, sehingga darah
   tidak berhenti mengalir keluar pembuluh.




                                                                            Gambar 2

Seberapa banyak penderita hemofilia ditemukan ?
Hemofilia A atau B adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi
sekurang - kurangnya 1 di antara 10.000 orang. Hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1
di antara 50.000 orang.

Siapa saja yang dapat mengalami hemofilia ?
Hemofilia tidak mengenal ras, perbedaan warna kulit atau suku bangsa.
Hemofilia paling banyak di derita hanya pada pria. Wanita akan benar-benar mengalami
hemofilia jika ayahnya adalah seorang hemofilia dan ibunya adalah pemabawa sifat (carrier).
Dan ini sangat jarang terjadi. (Lihat penurunan Hemofilia)
Sebagai penyakit yang di turunkan, orang akan terkena hemofilia sejak ia dilahirkan, akan
tetapi pada kenyataannya hemofilia selalu terditeksi di tahun pertama kelahirannya.
Tingkatan Hemofilia
Hemofilia A dan B dapat di golongkan dalam 3 tingkatan, yaitu :
 Klasifikasi Kadar Faktor VII dan Faktor IX di dalam darah
 Berat       Kurang dari 1% dari jumlah normalnya
 Sedang      1% - 5% dari jumlah normalnya
 Ringan      5% - 30% dari jumlah normalnya
Penderita hemofilia parah/berat yang hanya memiliki kadar faktor VIII atau faktor IX kurang
dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya, dapat mengalami beberapa kali perdarahan
dalam sebulan. Kadang - kadang perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.
Penderita hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan dibandingkan hemofilia berat.
Perdarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olah raga yang
berlebihan.
Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami perdarahan. Mereka mengalami masalah
perdarahan hanya dalam situasi tertentu, seperti operasi, cabut gigi atau mangalami luka yang
serius. Wanita hemofilia ringan mungkin akan pengalami perdarahan lebih pada saat
mengalami menstruasi.

Komplikasi terpenting yang timbul pada hemofilia A dan B
A. Timbulnya inhibitor. Suatu inhibitor terjadi jika sistem kekebalan tubuh melihat konsentrat
   faktor VIII atau faktor IX sebagai benda asing dan menghancurkannya.
B..Kerusakan sendi akibat perdarahan berulang.
C. Infeksi yang ditularkan oleh darah seperti HIV, hepatitis B dan hepatitis C yang ditularkan
   melalui konsentrat faktor pada waktu sebelumnya.

A. INHIBITOR
Apa itu inhibitor ?
Inhibitor adalah cara tubuh untuk melawan apa yang dilihatnya sebagai benda asing yang
masuk . Hal ini berarti segera setelah konsentrat faktor diberikan tubuh akan melawan dan
akan menghilangkannya.
Hal ini mirip dengan apa yang terjadi jika seseorang menerima organ yang dicangkok. Sistem
kekebalan tubuh melihat organ sebagai benda asing dan tubuh akan berusaha untuk
menolaknya. Orang yang menerima organ cangkok perlu mendapat obat untuk menghentikan
terjadinya hal ini.
Pada penderita hemofilia dengan inhibitor terhadap konsentrat faktor, reaksi penolaksan
mulai terjadi segera setelah darah diinfuskaan. Ini berarti konsentrat faktor dihancurkan
sebelum ia dapat menghentikan pedarahan.
Ini merupakan komplikasi hemofilia yang serius, karena konsentrat faktor tidak lagi efektif.
Pengobatan untuk perdarahan tidak berhasil. Penderita hemofilia dengan inhibitor
mempunyai risiko untuk menjadi cacat akibat perdarahan dalam sendi dan mereka dapat
meninggal akibat perdarahan dalam yang berat.

Apakah inhibitor sering dijumpai ?
Inhibitor dapat mengenai 1 diantara 5 penderita hemofilia A berat pada suatu ketika dalam
hidupnya. Kebanyakan inhibitor timbul ketika anak masih sangat muda yaitu segera setelah
menerima infus konsentrat Faktor VIII yang pertama. Pada beberapa orang inhibitor timbul
belakangan.
Inhibitor juga dapat timbul pada 1 diantara 15 penderita hemofilia A ringan atau sedang.
Inhibitor ini sering kali muncul pada usia dewasa. Mereka tidak hanya menghancurkan
konsentrat faktor VIII yang diinfus, tetapi juga menghancurkan faktor VIII itu sendiri.
Sebagai akibatnya penderita hemofilia ringan dan sedang akan berubah menjadi berat.
Untunglah, pada sekitar 60% dari penderita hemofilia ini, inhibitor menghilang sendiri rata-
rata dalam kurun waktu 9 bulan. Dan 40% sisanya, inhibitor tetap ada dan menjadi masalah
yang besar.
Pada hemofilia B, inhibitor jauh lebih jarang, kira-kira 1 diantara 100 penderita. Pada
kebanyakan kasus inhibitor ini muncul setelah infus konsentrat F IX pertama. Sayangnya,
inhibitor pada orang dengan hemofilia B dapat menjadi sangat berat karena dapat disertai
reaksi alergi.

Apakah inhibitor selalu sama ?
Tidak, beratnya berbeda. Beberapa orang termasuk "perespon rendah". Ini berarti inhibitor
terdapat dalam titer rendah dan bekerja lebih lambat untuk menghilangkan konsentrat faktor
yang diinfus.
Yang lain disebut "perespon tinggi". Inhibitornya terdapat dalam kadar tinggi dan bekerja
sangat cepat dalam menghilangkan konsentrat faktor yang diinfus. Akibatnya konsentrat
faktor cepat dinetralkan.
Inhibitor dapat bervariasi pada orang yang sama. Pada waktu tertentu, inhibitornya dapat
sangat aktif, pada waktu lain hampir menghilang.

Mengapa timbul inhibtor?
Dokter tidak tahu secara pasti mengapa inhibitor timbul pada orang tertentu sedang orang lain
tidak. Mereka memikirkan 2 kemungkinan penyebab.
- Kemungkinan penyebab pertama adalah lingkungan. Hal ini sifatnya diluar penderita
   hemofilia. Dokter memikirkan sesuatu dalam konsentrat faktor memicu sistem kekebalan
   tubuh untuk bereaksi. Dengan alasan ini, banyak dokter yang mengobati hemofilia lebih
   suka untuk tidak mengganti merk konsentrat. Jika suatu produk bekerja baik, dokter tidak
   mau menganjurkan untuk ganti merk kecuali ada alasan yang sangat kuat.

- Kemungkinan kedua adalah genetik. Beberapa penderita hemofilia dengan mutasi gen
  faktor VIII tertentu mungkin cenderung membentuk inhibitor. Ini menerangkan mengapa
  pembentukan inhibitor seringkali terdapat dalam 1 keluarga. Anggota keluarga, tentu saja
  mempunyai mutasi gen yang sama. Pembentukan inhibitor oleh penyebab genetik juga
  mungkin terjadi pada hemofilia B.
Inhibitor terhadap Faktor VIII juga dapat muncul pada orang yang tidak mewarisi hemofilia
secara genetik. Ini disebut hemofilia didapat ( Acquired Hemophilia), karena ia muncul
setelah dilahirkan kadang bahkan pada usia tua.

Apa itu Hemofilia yang didapat ( Acquired Hemophilia) ?
Orang dengan Hemofilia didapat membentuk antibodi terhadap Faktor VIII normal dalam
tubuhnya sendiri. Namun hal ini sangat jarang. Ini terjadi kira-kira 1 dalam 1 juta orang per
tahun. Ini juga dapat terjadi :
- Setelah kehamilan
- Setelah operasi
- Setelah kecelakan
- Setelah menderita kanker
- Setelah minum antibiotika tertentu atau
- tanpa alasan yang jelas
Untunglah, antibodi atau inhibitor, pada banyak kasus dapat diatasi dengan pengobatan
medis. Darah orang tersebut mampu untuk membeku lagi.

Apa yang dapat diperbuat agar bisa bebas dari inhibitor pada hemofilia A?
Dokter telah mempunyai pengalaman 25 tahun dalam membebaskan penderita hemofilia A
dari inhibitor. Pengobatannya disebut Immune Tolerance Therapy (ITT). Tujuannya adalah
membuat sistem kekebalan tubuh menjadi terbiasa dengan infus Faktor VIII sehingga tidak
lagi menolaknya.
Terdapat 3 cara ITT berbeda yang telah berhasil. Semua terapi meliputi :
- Dosis tinggi Faktor VIII untuk jangka waktu lama
- Pemakaian produk darah lain atau obat untuk melemahkan respon kekebalan tubuh.
Pengobatan ini berlangsung dalam kurun waktu 1 sampai 24 bulan. Cara ini berhasil pada 3
dari 4 penderita hemofilia berat.
"Perespon rendah" (orang dengan inhibitor kadar rendah) mempunyai lebih banyak
kesempatan berhasil dengan ITT dari pada perespon tinggi (orang dengan inhibitor kadar
tinggi).

Apa yang dapat diperbuat untuk bebas dari inhibitor pada hemofilia B?
Dokter mempunyai lebih sedikit pengalaman dengan ITT pada hemofilia B. Ini karena
jumlah penderita hemofilia B dengan inhibitor sangat jarang terjadi.
Sayangnya, ITT tampaknya kurang berhasil pada hemofilia B. Apa lagi banyak penderita
hemofilia B dengan inhibitor mengalami reaksi alergi berat dengan infus faktor IX secara
terus menerus. Ini dapat membuat ITT menjadi terapi yang berbahaya.

Pengobatan apa yang tersedia untuk hemofilia dengan inhibitor ?
Beberapa penderita hemofilia tidak tertolong dengan Immune Tolerance Therapy. Mereka
tetap mempunyai inhibitor kadar tinggi yang akan menghilangkan konsentrat Factor VIII dan
IX melalui infus. Mereka memerlukan jenis terapi lain yang tidak bertujuan untuk
menghilangkan inhibitor, tetapi ditujukan untuk menghentikan perdarahan.
Penderita hemofilia A berat dapat menerima:
- activated prothrombin complex concentrate (disebut FEIBA™VH)
- porcine Factor VIII, terbuat dari darah babi (disebut Hyate:C)
- Faktor VIIa rekombinan (disebut Niastase®)
Penderita hemofilia A sedang dan ringan dapat menerima:
- porcine Factor VIII
- desmopressin
- Faktor VII rekombinan
Penderita hemofilia B dapat menerima:
- Faktor VII rekombinan

B. KERUSAKAN SENDI
Kerusakan sendi adalah kerusakan yang disebabkan oleh perdarahan berulang di dalam dan di
sekitar rongga sendi. Kerusakan yang menetap dapat disebabkan oleh satu kali perdarahan
yang berat (hemarthrosis). Namun secara normal, kerusakan merupakan akibat dari
perdarahan berulang ulang pada sendi yang sama selama beberapa tahun. Makin sering
perdarahan dan makin banyak perdarahan makin besar kerusakan.
Dokter menyebut kerusakan sendi pada hemofilia sebagai "artropati hemofilia".

Bagaimana kerusakan sendi terjadi ?
Kerusakan sendi pada hemofilia mirip dengan kerusakan sendi pada orang normal dengan
radang sendi atau artritis. Ini terjadi pada 2 tempat yaitu pada sinovium dan rawan sendi.
Sinovium adalah lapisan tipis di bagian dalam sendi yang mempunyai 3 fungsi :
- untuk melumasi sendi
- memberi makan rawan sendi dan
- untuk menyingkirkan cairan dan kotoran dari sendi
Terdapat banyak pembuluh darah dalam sinovium. Ini merupakan satu alasan mengapa sendi
sering mengalami perdarahan pada hemofilia.
Jika terjadi perdarahan dalam sendi, sinovium menyerap darah untuk menyingkirkannya. Zat
besi dalam darah akan tertimbun pada sinovium. Dokter menganggap zat besi dapat
menyebabkan sinovium menjadi tebal. Sinovium yang tebal ini mengandung lebih banyak
pembuluh darah sehingga lebih mudah berdarah.
Terdapat 2 jenis rawan sendi, yang paling penting adalah pembentuk tutup yang licin dan
keras pada ujung tulang sendi. Ini memungkinkan tulang untuk saling bersinggungan tanpa
gesekan. Rawan sendi ini mendapat makanan dari enzim dari sinovium yang bengkak. Jenis
rawan sendi yang lain adalah seperti peredam kejut, hanya terdapat pada lutut, dan sering
trauma waktu olah raga. Yang ini tidak begitu penting pada kerusakan sendi pada hemofilia.
Dengan cara ini, perdarahan pada sendi merupakan lingkaran setan. Jika sendi rusak,
perdarahan lebih sering terjadi. Kerusakan akan makin buruk. Seperti kerusakan sendi, sering
terjadi pengerutan jaringan lunak, tendo, dan ligamen sekitar sendi sehingga kemampuan
gerak sendi sebagian hilang.(Bandingkan sendi normal dengan sendi artritis pada gambar 1)




                                         Gambar 1

Berapa seringnya terjadi artropati hemofilia ?
Hampir semua penderita hemofilia yang berusia lanjut menderita artropati pada satu atau
beberapa sendi.Atropati sering terjadi pada lutut, pergelangan kaki dan siku. Makin lanjut
usia penderita hemofilia, makin besar kemungkinannya untuk menderita artropati multipel
yang berat. Karena pada masa kanak - kanak pengobatan hemofilia belum maju sehingga
terjadi kerusakan sendi.
Untunglah, banyak anak anak sekarang dapat tumbuh dengan sendi yang mendekati normal.
Penggunaan terapi profilaksis (terapi pengganti faktor beberapa kali seminggu untuk
mencegah perdarahan) telah memperbaiki kesempatannya untuk mencapai usia dewasa tanpa
artropati.
Penderita hemofilia ringan dan sedang lebih jarang mendapat perdarahan sendi dari pada
hemofilia berat, sehingga mereka lebih jarang mendapat artropati hemofilia. Namun seperti
dinyatakan di atas, kerusakan sendi dapat dimulai juga dari satu kali perdarahan berat. Oleh
karena itu, tetap penting untuk mencegah kerusakan sendi akibat perdarahan pada hemofilia
ringan dan sedang.

Sendi yang mana yang paling sering rusak akibat perdarahan ?
Sendi yang paling sering rusak adalah sendi engsel seperti :
- lutut
- pergelangan kaki
- siku
Sendi engsel ini hanya mempunyai sedikit perlindungan terhadap tekanan dari samping.
Akibatnya sering terjadi perdarahan.
Sendi peluru yang mempunyai penunjang lebih baik, jarang terjadi perdarahan seperti :
- panggul
- bahu
Sendi pada pergelangan tangan, tangan dan kaki kadang - kadang mengalami perdarahan.
Namun jarang menimbulkan kerusakan sendi.

Bagaimana kerusakan sendi mempengaruhi aktivitas sehari - hari penderita hemofilia ?
Kerusakan sendi dapat mempengaruhi aktivitas sehari hari melalui beberapa cara. Pada
umumnya kerusakan sendi akan menimbulkan :
- perdarahan berulang pada sendi yang sama
- kemampuan gerak sendi menjadi terbatas (sendi tak dapat dibuka atau ditutup maksimal)
- hilangnya kekuatan otot sekitar sendi
- sendi terasa nyeri jika dipakai
- bahkan nyeri terasa jika sendi dalam keadaan istirahat
Jika kerusakan terjadi pada lutut atau pergelangan kaki dan tergantung beratnya, seorang
penderita hemofilia berkemungkinan :
- tak dapat mengendarai sepeda, lari atau menari
- tak dapat berjalan tanpa nyeri
- tak dapat membawa barang berat
- sendi terasa nyeri jika dipakai
- tak dapat berlutut
- mendapat masalah pada saat naik terutama turun tangga
- mengalami kesulitan untuk masuk dan keluar dari mobil
- memerlukan tongkat atau penyangga
- memerlukan kursi roda untuk bergerak
Jika kerusakan terjadi pada siku, tergantung beratnya maka penderita hemofilia
berkemungkinan :
- tak dapat membawa beban berat
- tidak dapat mengancingkan baju atau memasang dasi
- sulit untuk bercukur atau makan
- nyeri bila menulis

Bagaimana kerusakan sendi dapat dicegah ?
Lebih mudah untuk mencegah dari pada memperbaiki kerusakan sendi. Faktanya, sekali
sendi rusak, dokter mungkin dapat memperlambat atau mencegah bertambah rusaknya sendi
tetapi tak dapat membuat sendi seperti baru.
Satu satunya cara untuk mencegah kerusakan sendi adalah mencegah perdarahan ke dalam
sendi. Ini dapat dilakukan dengan terapi pengganti. (Lihat pengobatan hemofilia)
Jika terjadi perdarahan, mereka memerlukan pengobatan segera dengan konsentrat faktor. Hal
ini akan menghentikan perdarahan dan membatasi jumlah darah dalam sendi.
Hal lain yang juga dapat dilakukan untuk membatasi akibat dari perdarahan yang menetap
adalah :
- istirahat (membiarkan perdarahan berhenti)
- angkat anggota gerak (untuk menurunkan tekanan darah dan memungkinkan darah untuk
   mengalir keluar)
- fisioterapi aktif ( agar sendi dapat bergerak lagi dan menghindari pembentukan jaringan
   ikat dalam sendi)
- rangsangan listrik pada otot sekitar sendi (untuk menghindari otot mengecil karena tak
   terpakai ketika sendi menyembuh)
- obat anti radang non steroid (untuk mengurangi pembengkakan)
Jika seorang hemofilia sering mengalami perdarahan pada sendi yang sama, maka
dimungkinkan untuk mengadakan terapi profilaksisdalam jangka waktu 3 sampai 6 bulan.
Tujuannya adalah untuk memutuskan lingkaran setan perdarahan dan memungkinkan sinovia
kembali normal. Jika ini tidak berhasil, mungkin perlu pengobatan lain.

Apa yang dapat diperbuat untuk mengobati sendi yang rusak?
Pengobatan untuk kerusakan sendi disebut sinovectomi. Ini adalah pengangkatan sinovium.
Tujuan utamanya adalah mengurangi lama perdarahan dan memutuskan lingkaran setan
perdarahan dan kerusakan sendi. Setelah diangkat, sinovium tumbuh lagi tetapi tidak setebal
dan sepenuh dengan pembuluh darah seperti sebelumnya.
Ada 3 cara sinovektomi:
- operasi
- radioaktif dan
- kimiawi

Pada operasi sinovektomi,penggangkatan sinovium dilakukan dengan cara bedah.
Jika kerusakan sendi tidak terlalu berat, prosedur yang dipakai adalah arthroscopic
synovectomy, atau sinovektomi "tertutup". Dokter mengangkat sinovium melalui tabung
logam, tanpa membuka sendi. Keuntungan cara ini pasien segera dapat mulai menggerakkan
sendi. Hal ini membuat masa penyembuhan lebih pendek.
Jika kerusakan sendi lebih buruk, dan rawan serta tulang kasar dan bergerigi, sinovektomi
terbuka dapat dikerjakan. Sendi dibuka, sinovium diangkat, dan tonjolan rawan yang kasar
dihaluskan. Namun penyembuhan perlu waktu lebih lama, cara ini tidak dapat dikerjakan
pada siku.
Jenis kedua adalah sinovektomi radioaktif. Bahan kimia radioaktif diinjeksikan ke dalam
sinovium. Sinovium yang bengkak perlahan lahan mati dan diganti dengan yang sehat.
Keuntungan cara ini adalah tak ada tindakan bedah. Kerugiannya karena bahan radioaktif
maka ada sedikit risiko kanker. Dengan alasan ini sinovektomi radioaktif tidak dilakukan
pada anak - anak.
Jenis ketiga adalah sinovektomi yang dapat dikerjakan dengan injeksi bahan kimia seperti
rifampisin. Ini telah terbukti lebih bermanfaat untuk sendi pergelangan kaki dan siku.
Dari cara cara ini tak ada yang dapat membuat sendi seperti baru dan juga tidak dapat
memperbaiki pergerakan sendi yang telah hilang. Namun terdapat beberapa keuntungan
utama antara lain :
- nyeri berkurang
- sendi lebih fungsional (berjalan lebih mudah)
- jumlah perdarahan berkurang
- kerusakan sendi berhenti atau diperlambat.

C. INFEKSI YANG DITULARKAN OLEH DARAH
Dalam 20 tahu terakhir, komplikasi hemofilia yang paling serius adalah infeksi yang
ditularkan oleh darah. Di seluruh dunia banyak penderita hemofilia yang tertular HIV,
hepatitis B dan hepatitis C. Mereka terkena infeksi ini dari plasma, cryopresipitat dan
khususnya dari konsentrat factor yang dianggap akan membuat hidup mereka normal.
Perawatan Kesehatan Secara Umum
Apa yang dibutuhkan oleh seorang penderita hemofilia untuk menjaga kondisi tubuh yang
baik ?
1. Mengkonsumsi makanan/minuman yang sehat dan menjaga berat tubuh tidak berlebihan.
   Karena berat berlebih dapat mengakibatkan perdarahan pada sendi-sendi di bagian kaki
   (terutama pada kasus hemofilia berat).
2. Melakukan kegiatan olahraga. Berkaitan dengan olah raga, perhatikan beberapa hal
   berikut:
   - Olah raga akan membuat kondisi otot yangkuat, sehingga bila terbentur otot tidak
       mudah terluka dan perdarahan dapat dihindari.
   - Bimbingan seorang fisio-terapis atau pelatih olah raga yang memahami hemofilia akan
       sangat bermanfaat.
   - Bersikap bijaksana dalam memilih jenis olah raga; olah raga yang beresiko adu fisik
       seperti sepak bola atau gulat sebaiknya dihindari. Olah raga yang sangat di anjurkan
       adalah renang.
   - Bimbingan seorang fisio-terapis dari klinik rehabilitasi medis diperlukan pula dalam
       kegiatan melatih otot pasca perdarahan.
3. Rajin merawat gigi dan gusi dan melakukan pemeriksaan kesehatan gisi dan gusi secara
   berkala/rutin, paling tidak setengah tahun sekali, ke klinik gigi.
4. Mengikuti program imunisasi. Catatan bagi petugas medis adalah suntikan imunisasi
   harus dilakukan dibawah kulit (Subkutan) dan tidak ke dalam otot, diikuti penekanan
   lubang bekas suntikan paling sedikit 5 menit.
5. Menghindari penggunaan Aspirin, karena aspirin dapat meningkatkan perdarahan.
   Penderita hemofilia dianjurkan jangan sembarang mengkonsumsi obat-obatan. Langkah
   terbaik adalah mengkonsultasikan lebih dulu kepada dokter.
6. Memberi informasi kepada pihak-pihak tertentu mengenai kondisi hemofilia yang ada,
   misalnya kepada pihak sekolah, dokter dimana penderita berobat, dan teman-teman di
   lingkungan terdekat secara bijaksana.
7. Memberi lingkungan hidup yang mendukung bagi tumbuhnya kepribadian yang sehat agar
   dapat optimis dan berprestasi bersama hemofilia.

Perawatan Kesehatan Khusus
Perawatan kesehatan khusus diberikan ketika penderita hemofilia mengalami luka atau
perdarahan.
Perdarahan dapat terjadi di bagian dalam dan luar tubuh. Perdarahan di bagian dalam tubuh
umumnya sulit atau tidak terlihat mata. Pada kondisi ini diperlukan kewaspadaan dan
pertolongan segera. Kewaspadaan juga diperlukan karena perdarahan dapat terjadi tanpa
sebab yang jelas.
Kewaspadaan lainnya yang harus dilakukan apabila terjadi benturan keras pada kepala
penderita. Penderita hendaknya segera dibawa kerumah sakit terdekat untuk dapat dirawat
secara khusus dan seksama oleh dokter. Karena perdarahan yang terjadi pada kepala dapat
berakibat buruk bahkan hingga sampai pada keadaan yang mematikan.

Pertolongan Pertama
Pertolongan pertama dapat dilakukan, sebelum penderita dapat dibawa ke rumah sakit.
Terkadang pertolongan pertama dapat menghentikan perdarahan. Pengamatan dan
kewaspadaan terhadap kondisi perdarahan harus dilakukan di bawah bimbingan seorang
dokter ahli darah (hematolog).
Pertolongan pertama pada saaat terjadi luka kecil atau lecet maupun memar biru dikuli
adalah:
- Membersihkan luka kecil yang terbuka terlebih dahulu dengan menggunakan alkohol.
- Memberi tekanan dalam waktu lama pada luka tersebut. Tekanan diberikan dengan
   menggunakan bantal kapas berbungkus kain kassa/perban. Penekanan dilakukan baik
   dengan jari tangan atau perban elastis.
- Memberi kompres es/dingin pada luka. Kompres es/dingin dapat berupa handuk basah
   terbungkus plastik yang telah disimpan di lemari pendingin. Kompres es/dingin dilakukan
   dengan melindungi kulit lebih dulu dengan selapis kain, yang berguna untuk menghindari
   kerusakan kulit.
Pertolongan pertama ketika terjadi perdarahan terjadi di dalam otot atau pada sendi adalah
melakukan langkah-langkah R,I,C dan E (disingkat RICE; keterangan ada pada bagian
berikut).

Replacement Therapy
Perdarahan pada hemofilia, seringkali menuntut pertolongan yang disebut Replacement
Therapy, yaitu pemberian factor pembeku darah sesuai yang dibutuhkan, baik dalam bentuk
transfusi plasma. Transfusi plasma tersebut adalah Cryoprecipitate untuk plasma yang
mengandung faktor VIII atau Fresh Frozen Plasma (Plasma Segar Beku) yang mengandung
faktor IX. Keduanya melalui pembuluh darah vena. Pemberian dosis dan jadwal replace
therapy berdasarkan analisa dokter hematologi.

Tanda-tanda Perdarahan Otot dan Sendi
Ketika terjadi perdarahan di otot dan sendi, penderita akan merasa kesemutan dan panas di
tempat dimaksud. Selanjutnya akan timbul rasa sakit yang hebat dan pembengkakan. Pada
saat itu posisikan anggota tubuh yang terluka pada posisi yang paling nyaman (tidak
menimbulkan rasa sakit). Bila perdarahan terjadi di daerah sendi, jangan memaksakan posisi
sendi lurus. Pada umumnya perdarahan di daerah sendi mengakibatkan sendi tidak dapat
digunakan.

R, I , C dan E
Apa yang harus dilakukan ketika terjadi perdarahan di otot dan sendi, baik sebelum maupun
sesudah mendapatkan Replacement Therapy?
- R Rest atau istirahatkan anggota tubuh dimana ada luka. Bila kaki yang mengalami
      perdarahan, gunakan alat Bantu seperti tongkat.
- I Ice atau kompreslah bagian tubuh yangterluka dan daerah sekitarnya dengan es atau
      bahan lain yang lembut & beku/dingin.
- C Compress atau tekan dan ikat, sehingga bagian tubuh yang mengalami perdarahan tidak
      dapat bergerak (immobilisasi). Gunakan perban elastis namun perlu di ingat, jangan
      tekan & ikat terlalu keras.
- E Elevation atau letakkan bagian tubuh tersebut dalam posisi lebih tinggi dari posisi dada
      dan letakkan diatas benda yang lembut seperti bantal.




Adakah obat yang tak boleh diminum oleh penderita hemofilia ?
Ya. Obat - obat tertentu mempengaruhi kerja trombosit yang berfungsi membentuk sumbat
pada pembuluh darah. Karena hemofilia memang sudah merupakan masalah perdarahan,
minum obat ini hanya akan memperburuk perdarahannya. Penderita hemofilia tidak boleh
minum obat yang mengandung :
- aspirin (ASA) dan obat lain yang mengandung aspirin (Alka-Seltzer, Anacin, Aspirin,
  Bufferin, Dristan, Midol, 222)
- obat anti radang non-steroid (indomethacin dan naproxen)
- pengencer darah seperti warfarin atau heparin
Obat yang mengandung acetaminophen dapat dipakai untuk demam, sakit kepala dan nyeri.

Dapatkah penderita hemofilia berolah raga ?
Ya. Penderita hemofilia sangat perlu melakukan olah raga teratur untuk menjaga otot dan
sendi tetap kuat dan untuk kesehatan tubuhnya. Mempunyai kondisi fisik yang baik benar -
benar dapat mengurangi jumlah masa perdarahan.
Seorang penderita hemophilia harus menemukan sendiri aktivitas fisik apa yang dapat dan
yang tidak dapat dilakukan oleh dirinya. Banyak orang dengan hemofilia ringan ikut dalam
semua jenis olah raga termasuk olah raga aktif seperti sepak bola dan olah raga berisiko
tinggi seperti ski. Aktivitas ini dapat menimbulkan perdarahan berat untuk penderita
hemofilia berat.
Dokter spesialis di klinik hemofilia dapat memberi nasehat mengenai risiko berdasarkan
penilaian kondisi tiap orang.
Orang dengan hemofilia berat harus mendapat konsentrat untuk pengobatan prophylactic
sebelum ikut berolah raga, demikian juga beberapa orang dengan hemofilia ringan.
Tabel di bawah memberi informasi tentang aktivitas olah raga untuk para penderita
hemofilia.
                                         Derajat
                 Risiko
                            Sendi yang stres Rekomendasi
   Olahraga        Olah                                             Komentar Tambahan
                              terlibat    untuk    peralatan
                   raga
                                          sendi
Renang         sangat   bahu             +     Tidak ada      Berenang adalah olah raga
               rendah                                         dengan risiko rendah (tanpa
                                                              selam) Stress ke sendi
                                                              tergantung intensitas dan
                                                              lamanya berenang.
Ski Air        Tinggi   Lutut          +++     Jaket          Sangat stressful pada otot.
                        bahu           ++      pelampung/     Risiko keseluruhan tinggi
                        siku           ++      jaket          karena gaya dari luar yang
                                               pelindung      tak dapat dikontrol
Windsurfing/ Sedang tulang             +++     Jaket          Pelajaran awal perlu untuk
Selancar            belakang                   pelampung/     teknik yang benar. Angin
Angin               bahu                ++     jaket          yang besar meningkatkan
                    siku                ++     pelindung      risiko khususnya yang tak
                                                              berpengalaman
Bola Golf      Rendah bahu               +     Sepatu yang
                      siku               +     tepat
                      lutut              +
Bola Tenis     Rendah lutut             ++     Sepatu tenis
                        pergelangan   ++
                        siku           +
Squash/        Sedang lutut           +++   Sepatu, kaca   kontak dengan bola dan raket
Raquetball            pergelangan     +++   mata           dapat berbahaya
                      siku            ++
                      bahu            ++
Bola Voley     Rendah lutut           ++    Kneepads      Risiko meningkat dengan
               Sedang tangan(jari/    ++    High-top      kompetisi
                      pergelangan)          running shoes
                      pergelangan     ++
                      kaki
Bola basket    Rendah lutut           ++    High-top       High-top running shoes
               sedang pergelangan     ++    running        dapat cegah nyeri
                      kaki                  shoesKnee      pergelangan. Knee pads
                      jari            ++    pads           menjadi bantalan waktu jatuh
                                                           pada lutut
Baseball       Sedang bahu            ++    sepatu, topi   Risiko tinggi untuk
                      lutut           ++                   kerusakan jaringan lunak
                      siku            ++
                      pergelangan     ++
Sepak bola     Sedang pergelangan     +++   Sepatu yang Risiko tinggi cedera jaringan
                      kaki                  tepat,        lunak
                      lutut           ++    Bantalan
                      panggul         ++    tulang kering
Football       Tinggi   lutut         +++   Helmet         Risiko tinggi cedera kepala
(tackle)                pergelangan   +++   bantalan       dan perdarahan karena
                        kaki                               kontak fisik
                        bahu          ++
Rugby          Tinggi   lutut         +++                  Berbahaya kontak fisik. bisa
                        pergelangan   +++                  cedera kepala dan tulang
                        kaki                               belakang
Weight         Sedang siku            +++                  Teknik yang tepat dapat
lifting/              bahu            +++                  mengurangi risiko cedera
Angkat berat          tulang          +++                  dianjurkan angkat hanya
                      belakang                             rentang sedang. Lebih
                                                           diutamakan pengulangan
                                                           dari pada penambahan beban
                                                           Latihan teratur. Tidak
                                                           dianjurkan untuk anak muda
Skating        Rendah lutut           ++    Penopang       Helmet disarankan selama
                      pergelangan     ++    pergelangan    latihan awal. Bantalan lutut
                      kaki                  kaki           dan celana salju
Skateboarding Tinggi    lutut         +++   Helmet         Risiko patah tulang cedera
                        pergelangan   +++   Bantalan lutut kepala jika jatuh
                        kaki                dan siku
Rollerskating/ Tinggi   Tulang           +++    Helmet          Risiko cedera tinggi karena
Rollerblading           belakang                bantalan lutut, jatuh pada permukaan keras,
                                                siku dan        kasar, bukit.
                                                tulang kering
Road hockey    Sedang lutut              ++     Helmet dan     Kontak dengan tongkat dan
                      pergelangan        ++     bantalan lutut pemain lain berbahaya
                      kaki
Ice hockey     Tinggi   lutut            +++    Penopang      Kontak dengan puck,
                        pergelangan      ++     pergelangan tongkat, papan, pemain lain
                        kaki                    kaki Bantalan berbahaya
                        bahu             +++    bahu, siku,
                                                lutut Helmet
Cross country Rendah lutut               ++                     Kesulitan lapangan dan
              sedang pergelangan          +                     risiko jatuh
                     kaki
                     bahu                ++
Berkuda        Tinggi   Tulang           ++     Topi            Risiko cedera kepala dan
                        belakang                                otot atau sendi tinggi karena
                                                                kemungkinan jatuh. Hindari
                                                                melompat
Bersepeda      Rendah lutut               +                     Untuk mengurangi stress
                                                                pada lutut:
                                                                1. Atur tinggi sadel
                                                                2. Hindari bukit
                                                                3. Tetap pada gigi ringan
Lari           Rendah pergelangan        ++     Sepatu          Permukaan lari (contoh:
               Sedang kaki                                      beton atau tanah tak rata)
                      lutut              ++                     akan memprngaruhi risiko.
                                                                Intensitas lari juga
                                                                mempengaruhi risiko
Beladiri       Sedang lutut              ++                     Risiko cedera tinggi jika ada
               Tinggi pergelangan         +                     kontak. Tanpa kontak,
                      kaki                                      latihan baik untuk
                      siku                +                     memperbaiki kelenturan
                                                                ototf, koordinasi dan
                                                                keseimbangan

Adakah vaksin yang perlu untuk penderita hemophilia ?
Ya, ada. Hepatitis B masih dapat ditularkan melalui produk darah tertentu. Vaksin terhadap
hepatitis B dianjurkan untuk semua orang yang rutin menerima produk darah.
Walaupun jarang terjadi, hepatitis A dapat ditularkan melalui produk darah. Oleh karena itu,
dokter menganjurkan vaksinasi terhadap hepatitis A untuk orang yang menerima produk
darah. Ini penting untuk orang yang telah terinfeksi hepatitis A, karena dapat menjadi berat
dan bahkan fatal pada orang yang telah terinfeksi hepatitis C.
Tak ada vaksin untuk hepatitis C.
Apa lagi yang perlu diperhatikan oleh penderita hemophilia ?
Setiap penderita hemofilia harus memakai gelang atau kalung dengan petanda hemofilia
untuk kewaspadaan medis. Hemofilia tidak popular dan tidak mudah di diagnosa. Jika terjadi
kecelakaan gelang petanda tersebut akan sangat membantu personil medis.
Setiap penderita hemofilia harus mengetahui tentang kondisi hemofilianya, tahu obat apa
yang harus diterimanya dalam keadaan darurat, dan membawa keterangan tentang dirinya. Ia
harus tahu bahwa ia tidak boleh disuntik ke dalam otot. Ia harus datang ke klinik dengan
teratur.
Sebelum bepergian, ia harus mendapat pengobatan, dan mendapat alamat klinik hemofilia di
tempat yang akan dikunjunginya. (The World Federation of Hemophilia menyediakan buku
alamat klnik di semua Negara di seluruh dunia.)


                                      Hipertensi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi             tinggi diperoleh pada saat jantung
adalah kondisi medis di mana terjadi             berkontraksi (sistolik), angka yang lebih
peningkatan tekanan darah secara kronis          rendah diperoleh pada saat jantung
(dalam jangka waktu lama). Penderita             berelaksasi (diastolik). Tekanan darah
yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga           kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan
bacaan tekanan darah yang melebihi               sebagai "normal". Pada tekanan darah
140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan          tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan
mempunyai keadaan darah tinggi.                  sistolik dan diastolik. Hipertensi biasanya
                                                 terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg
Pada pemeriksaan tekanan darah akan              atau ke atas, diukur di kedua lengan tiga
didapat dua angka. Angka yang lebih              kali dalam jangka beberapa minggu.


                         Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa [1]
               Kategori Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik
             Normal         < 120 mmHg              (dan) < 80 mmHg
             Pre-hipertensi 120-139 mmHg            (atau) 80-89 mmHg
             Stadium 1      140-159 mmHg            (atau) 90-99 mmHg
             Stadium 2      >= 160 mmHg             (atau) >= 100 mmHg
Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan     menunjukkan bahwa tekanan darah di atas
sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih,           130/80 mmHg harus dianggap sebagai
tetapi tekanan diastolik kurang dari 90          faktor resiko dan sebaiknya diberikan
mmHg dan tekanan diastolik masih dalam           perawatan.
kisaran normal. Hipertensi ini sering            Pengaturan tekanan darah
ditemukan pada usia lanjut.                      Meningkatnya tekanan darah di dalam
Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir         arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:
setiap orang mengalami kenaikan tekanan           Jantung memompa lebih kuat sehingga
darah; tekanan sistolik terus meningkat              mengalirkan lebih banyak cairan pada
sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik           setiap detiknya
terus meningkat sampai usia 55-60 tahun,          Arteri besar kehilangan kelenturannya
kemudian berkurang secara perlahan atau              dan menjadi kaku, sehingga mereka
bahkan menurun drastis.                              tidak dapat mengembang pada saat
Dalam pasien dengan diabetes mellitus                jantung memompa darah melalui arteri
atau penyakit ginjal, penelitian telah               tersebut. Karena itu darah pada setiap
    denyut jantung dipaksa untuk melalui            bertambah dan tekanan darah kembali
    pembuluh yang sempit daripada                   ke normal.
    biasanya dan menyebabkan naiknya             Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan
    tekanan. Inilah yang terjadi pada usia          darah dengan menghasilkan enzim
    lanjut, dimana dinding arterinya telah          yang disebut renin, yang memicu
    menebal       dan       kaku       karena       pembentukan hormon angiotensi, yang
    arteriosklerosis. Dengan cara yang              selanjutnya akan memicu pelepasan
    sama, tekanan darah juga meningkat              hormon aldosteron.
    pada saat terjadi "vasokonstriksi",         Ginjal merupakan organ penting dalam
    yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk   mengendalikan tekanan darah; karena itu
    sementara waktu mengkerut karena            berbagai penyakit dan kelainan pda ginjal
    perangsangan saraf atau hormon di           bisa menyebabkan terjadinya tekanan
    dalam darah.                                darah tinggi.
   Bertambahnya cairan dalam sirkulasi         Misalnya penyempitan arteri yang menuju
    bisa menyebabkan meningkatnya               ke salah satu ginjal (stenosis arteri renalis)
    tekanan darah. Hal ini terjadi jika         bisa menyebabkan hipertensi.
    terdapat kelainan fungsi ginjal             Peradangan dan cedera pada salah satu
    sehingga tidak mampu membuang               atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan
    sejumlah garam dan air dari dalam           naiknya tekanan darah.
    tubuh. Volume darah dalam tubuh             Sistem saraf otonom
    meningkat, sehingga tekanan darah           Sistem saraf simpatis merupakan bagian
    juga meningkat.                             dari sistem saraf otonom, yang untuk
                                                sementara waktu akan:
Penyesuaian      terhadap   faktor-faktor        meningkatkan tekanan darah selama
tersebut dilaksanakan oleh perubahan di             respon fight-or-flight (reaksi fisik
dalam fungsi ginjal dan sistem saraf                tubuh terhadap ancaman dari luar)
otonom (bagian dari sistem saraf yang            meningkatkan kecepatan dan kekuatan
mengatur berbagai fungsi tubuh secara               denyut jantung; juga mempersempit
otomatis).                                          sebagian besar arteriola, tetapi
Perubahan fungsi ginjal                             memperlebar arteriola di daerah
Ginjal mengendalikan tekanan darah                  tertentu (misalnya otot rangka, yang
melalui beberapa cara:                              memerlukan pasokan darah yang lebih
 Jika tekanan darah meningkat, ginjal              banyak)
    akan menambah pengeluaran garam              mengurangi pembuangan air dan
    dan air, yang akan menyebabkan                  garam oleh ginjal, sehingga akan
    berkurangnya volume darah dan                   meningkatkan volume darah dalam
    mengembalikan tekanan darah ke                  tubuh
    normal.                                      melepaskan          hormon        epinefrin
 Jika tekanan darah menurun, ginjal                (adrenalin)       dan       norepinefrin
    akan mengurangi pembuangan garam                (noradrenalin), yang merangsang
    dan air, sehingga volume darah                  jantung dan pembuluh darah.
                                           Gejala
Pada sebagian besar penderita, hipertensi       kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada
tidak menimbulkan gejala; meskipun              penderita hipertensi, maupun pada
secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi    seseorang dengan tekanan darah yang
bersamaan dan dipercaya berhubungan             normal.
dengan tekanan darah tinggi (padahal            Jika hipertensinya berat atau menahun dan
sesungguhnya      tidak).   Gejala     yang     tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan         sakit kepala
dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan         kelelahan
   mual dan muntah                               Kadang penderita         hipertensi   berat
   sesak nafas                                   mengalami penurunan kesadaran dan
   gelisah                                       bahkan       koma        karena     terjadi
   pandangan menjadi kabur yang terjadi          pembengkakan otak. Keadaan ini disebut
    karena adanya kerusakan pada otak,            ensefalopati hipertensif, yang memerlukan
    mata, jantung dan ginjal.                     penanganan segera.
                              Penyebab hipertensi
Hipertensi    berdasarkan      penyebabnya        tekanan darah untuk sementara waktu, jika
dibagi menjadi 2 jenis :                          stres telah berlalu, maka tekanan darah
    1. Hipertensi primer atau esensial            biasanya akan kembali normal.
       adalah hipertensi yang tidak /             Beberapa penyebab terjadinya hipertensi
       belum diketahui penyebabnya                sekunder:
       (terdapat pada kurang lebih 90 %               1. Penyakit Ginjal
       dari seluruh hipertensi).                             o Stenosis arteri renalis
    2. Hipertensi      sekunder      adalah                  o Pielonefritis
       hipertensi     yang      disebabkan/                  o Glomerulonefritis
       sebagai akibat dari adanya penyakit                   o Tumor-tumor ginjal
       lain.                                                 o Penyakit ginjal polikista
Hipertensi primer kemungkinan memiliki                          (biasanya diturunkan)
banyak penyebab; beberapa perubahan                          o Trauma pada ginjal (luka
pada jantung dan pembuluh darah                                 yang mengenai ginjal)
kemungkinan bersama-sama menyebabkan                         o Terapi penyinaran yang
meningkatnya tekanan darah.                                     mengenai ginjal
Jika penyebabnya diketahui, maka disebut              2. Kelainan Hormonal
hipertensi sekunder. Pada sekitar 5-10%                      o Hiperaldosteronisme
penderita hipertensi, penyebabnya adalah                     o Sindroma Cushing
penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%,                          o Feokromositoma
penyebabnya adalah kelainan hormonal                  3. Obat-obatan
atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil                   o Pil KB
KB).                                                         o Kortikosteroid
Penyebab hipertensi lainnya yang jarang                      o Siklosporin
adalah feokromositoma, yaitu tumor pada                      o Eritropoietin
kelenjar adrenal yang menghasilkan                           o Kokain
hormon     epinefrin     (adrenalin)   atau                  o Penyalahgunaan alkohol
norepinefrin (noradrenalin).                                 o Kayu manis (dalam jumlah
Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang                           sangat besar)
tidak aktif (malas berolah raga), stres,              4. Penyebab Lainnya
alkohol atau garam dalam makanan; bisa                       o Koartasio aorta
memicu terjadinya hipertensi pada orang-                     o Preeklamsi pada kehamilan
orang memiliki kepekaan yang diturunkan.                     o Porfiria intermiten akut
Stres cenderung menyebabkan kenaikan                         o Keracunan timbal akut.
               Obat tradisional yang dapat digunakan
       murbei
       daun cincau hijau
       seladri (tidak boleh lebih 1-10 gr per hari, karena dapat menyebabkan penurunan
        tekanan darah secara drastis)
       bawang putih (tidak boleh lebih dari 3-5 siung sehari)
       daun misai kucing
      minuman serai. teh serai yang kering atau serai basah(fresh) diminum 3 kali sehari.
       Dalam seminggu dapat nampak penurunan tekanan darah tinggi

                        Aterosklerosis (Atherosclerosis)
Aterosklerosis            (Atherosclerosis)       terutama kolesterol, sel-sel otot polos dan
merupakan istilah umum untuk beberapa             sel-sel jaringan ikat.
penyakit, dimana dinding arteri menjadi           teroma bisa tersebar di dalam arteri sedang
lebih tebal dan kurang lentur.                    dan arteri besar, tetapi biasanya mereka
Penyakit yang paling penting dan paling           terbentuk di daerah percabangan, mungkin
sering ditemukan adalah aterosklerosis,           karena      turbulensi    di   daerah    ini
dimana bahan lemak terkumpul dibawah              menyebabkan cedera pada dinding arteri,
lapisan sebelah dalam dari dinding arteri.        sehingga disini lebih mudah terbentuk
Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di        ateroma.
otak, jantung, ginjal, organ vital lainnya        Arteri yang terkena aterosklerosis akan
dan lengan serta tungkai.                         kehilangan kelenturannya dan karena
Jika aterosklerosis terjadi di dalam arteri       ateroma terus tumbuh, maka arteri akan
yang menuju ke otak (arteri karotid),             menyempit.         Lama-lama        ateroma
maka bisa terjadi stroke. Jika terjadi di         mengumpulkan endapan kalsium, sehingga
dalam arteri yang menuju ke jantung               menjadi rapuh dan bisa pecah.
(arteri koroner), bisa terjadi serangan           Darah bisa masuk ke dalam ateroma yang
jantung.                                          pecah, sehingga ateroma menjadi lebih
Penyebab: Aterosklerosis bermula ketika           besar dan lebih mempersempit arteri.
sel darah putih yang disebut monosit,             Ateroma       yang     pecah    juga    bisa
pindah dari aliran darah ke dalam dinding         menumpahkan kandungan lemaknya dan
arteri dan diubah menjadi sel-sel yang            memicu pembentukan bekuan darah
mengumpulkan        bahan-bahan     lemak.        (trombus). Selanjutnya bekuan ini akan
Pada saatnya, monosit yang terisi lemak           mempersempit bahkan menyumbat arteri,
ini akan terkumpul, menyebabkan bercak            atau bekuan akan terlepas dan mengalir
penebalan di lapisan dalam arteri.                bersama aliran darah dan menyebabkan
Setiap daerah penebalan (yang disebut             sumbatan di tempat lain (emboli).
plak aterosklerotik atau ateroma) yang            Resiko terjadinya aterosklerosis meningkat
terisi dengan bahan lembut seperti keju,          pada:
mengandung sejumlah bahan lemak,                   Tekanan darah tinggi
                                                   Kadar kolesterol tinggi
 Perokok                                         familial, kadar kolesterol yang sangat
 Diabetes (kencing manis)                        tinggi menyebabkan terbentuknya ateroma
 Kegemukan (obesitas)                            yang lebih banyak di dalam arteri koroner
 Malas berolah raga                              dibandingkan arteri lainnya.
 Usia lanjut.
Pria memiliki resiko lebih tinggi daripada
wanita.
Penderita       penyakit         keturunan
homosistinuria memiliki ateroma yang
meluas, terutama pada usia muda. Penyakit
ini mengenai banyak arteri tetapi tidak
selalu mengenai arteri koroner (arteri yang
menuju ke jantung). Sebaliknya, pada
penyakit keturunan hiperkolesterolemia
                                               ateroma yang juga berlangsung secara
                                               perlahan. Tetapi jika penyumbatan terjadi
                                               secara tiba-tiba (misalnya jika sebuah
                                               bekuan menyumbat arteri), maka gejalanya
                                               akan timbul secara mendadak.
                                               ebelum terjadinya komplikasi,
                                               aterosklerosis mungkin tidak akan
                                               terdiagnosis.
                                               Diagnosa: Sebelum terjadinya komplikasi,
                                               terdengarnya bruit (suara meniup) pada
                                               pemeriksaan dengan stetoskop bisa
                                               merupakan petunjuk dari aterosklerosis.
                                               Denyut nadi pada daerah yang terkena bisa
                                               berkurang.
                                               Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk
                                               mendiagnosis aterosklerosis:
                                                ABI (ankle-brachial index), dilakukan
                                                  pengukuran tekanan darah di
                                                  pergelangan kaki dan lengan
                                                Pemeriksaan Doppler di daerah yang
                                                  terkena
                                                Skening ultrasonik Duplex
                                                CT scan di daerah yang terkena
                                                Arteriografi resonansi magnetik
Gejala: Sebelum terjadinya penyempitan          Arteriografi di daerah yang terkena
arteri atau penyumbatan mendadak,               IVUS (intravascular ultrasound).
aterosklerosis biasanya tidak menimbulkan      Pengobatan: Bisa diberikan obat-obatan
gejala.                                        untuk menurunkan kadar lemak dan
Gejalanya      tergantung     dari    lokasi   kolesterol dalam darah (contohnya
terbentuknya, sehingga bisa berupa gejala      Kolestiramin, kolestipol, asam nikotinat,
jantung, otak, tungkai atau tempat lainnya.    gemfibrozil, probukol, lovastatin).
Jika      aterosklerosis      menyebabkan      Aspirin, ticlopidine dan clopidogrel atau
penyempitan arteri yang sangat berat,          anti-koagulan bisa diberikan untuk
maka bagian tubuh yang diperdarahinya          mengurangi resiko terbentuknya bekuan
tidak akan mendapatkan darah dalam             darah.
jumlah yang memadai, yang mengangkut           Angioplasti balon dilakukan untuk
oksigen ke jaringan. Gejala awal dari          meratakan plak dan meningkatkan aliran
penyempitan arteri bisa berupa nyeri atau      darah yang melalui endapan lemak.
kram yang terjadi pada saat aliran darah       Enarterektomi         merupakan       suatu
tidak dapat mencukupi kebutuhan akan           pembedahan untuk mengangkat endapan.
oksigen. Contohnya, selama berolah raga,       Pembedahan bypass merupakan prosedur
seseorang dapat merasakan nyeri dada           yang sangat invasif, dimana arteri atau
(angina) karena aliran oksigen ke jantung      vena yang normal dari penderita
berkurang; atau ketika berjalan, seseorang     digunakan untuk membuat jembatan guna
merasakan       kram      di     tungkainya    menghindari arteri yang tersumbat.
(klaudikasio interminten) karena aliran        Pencegahan: Untuk membantu mencegah
oksigen ke tungkai berkurang.                  aterosklerosis yang harus dihilangkan
Yang khas adalah bahwa gejala-gejala           adalah faktor-faktor resikonya.
tersebut timbul secara perlahan, sejalan       Jadi tergantung kepada faktor resiko yang
dengan terjadinya penyempitan arteri oleh      dimilikinya, seseorang hendaknya:
 Menurunkan kadar kolesterol darah
 Menurunkan tekanan darah
 Berhenti merokok
 Menurunkan berat badan
 Berolah raga secara teratur.
Pada orang-orang yang sebelumnya telah
memiliki resiko tinggi untuk menderita
penyakit jantung, merokok sangatlah
berbahaya karena:
- merokok bisa mengurangi kadar
kolesterol baik (kolesterol HDL) dan
meningkatkan kadar kolesterol jahat
(kolesterol LDL)
- merokok menyebabkan bertambahnya
kadar karbon monoksida di dalam darah,
sehingga meningkatkan resiko terjadinya
cedera pada lapisan dinding arteri
- merokok akan mempersempit arteri yang
sebelumnya telah menyempit karena
aterosklerosis,    sehingga      mengurangi
jumlah darah yang sampai ke jaringan
- merokok meningkatkan kecenderungan
darah untuk membentuk bekuan, sehingga
meningkatkan resiko terjadinya penyakit
arteri perifer, penyakit arteri koroner,
stroke dan penyumbatan suatu arteri
cangkokan setelah pembedahan.
Resiko seorang perokok untuk menderita
penyakit arteri koroner secara langsung
berhubungan dengan jumlah rokok yang
dihisap setiap harinya. Orang yang
berhenti merokok hanya memiliki resiko
separuh dari orang yang terus merokok,
tanpa menghiraukan berapa lama mereka
sudah merokok sebelumnya.
Berhenti merokok juga mengurangi resiko
kematian setelah pembedahan bypass
arteri koroner atau setelah serangan
jantung. Selain itu, berhenti merokok juga
mengurangi penyakit dan resiko kematian
pada      seseorang      yang       memiliki
aterosklerosis pada arteri selain arteri yang
menuju ke jantung dan otak.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:495
posted:7/11/2012
language:Malay
pages:21