Docstoc

PERAN ILMU BIOKIMIA DALAM BIDANG FARMASI

Document Sample
PERAN ILMU BIOKIMIA DALAM BIDANG FARMASI Powered By Docstoc
					       TUGAS BIOKIMIA


 “PERAN ILMU BIOKIMIA”
 DALAM BIDANG FARMASI




       DI SUSUN OLEH :
NAMA          : MELANI FITRI AYU
NIM           : 09 10 096 140 161
SEMESTER      : ENAM ( VI )


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
           HARAPAN IBU
              JAMBI
                           KATA PENGANTAR


Puji syukur senantiasa dipersembahkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan segala rahmat dan kekuatan kapada saya sehingga penulisan makalah
ini dapat diselesaikan dengan baik.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna . Oleh karena itu,
saya sangat mengharapkan kritikan dan saran dari pembaca, sepajang kritikan dan
saran itu bersifat membangun dan memperbaiki tulisan ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.




                                         i
                               DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………………………………i

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………………………….ii

BAB I PENDAHULUAN

      A. Latar Belakang………………………………………………………………………………………………….1

      B. Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………………….1

      C. Tujuan dan Manfaat………………………………………………………………………………………….1

BAB II PEMBAHASAN

      2.1 Pengertian – Ruang Lingkup Biokimia……………………………………………………………..2

      2.2 Keterkaitan Biokimia dengan Ilmu Lain…………………………………………………………..3

      2.3 Manfaat Biokimia……………………………………………………………………………………………4



BAB III PENUTUP

      A. Kesimpulan……………………………………………………………………………………………………..6

      B. Kritik dan Saran……………………………………………………………………………………………….7

DAFTAR PUSTAKA




                                       ii
                                          BAB I
                                   PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG


Zaman semakin berkembang dengan pesat, teknologi pun juga semakin berkembang begitu
juga dengan ilmu pengetahuan. Ilmu biokimia saat ini sedang mengalami perkembangan
khususnya di negara Indonesia. Peranan ilmu biokimia bagi kehidupan manusia sangat luar
biasa bahkan hampir menyangkup berbagai aspek kehidupan. Contohnya dalam bidang
pangan, sekarang sudah banyak produk pangan yang menggunakan enzim untuk
mengkatalis proses pembuatan produk tersebut, begitu pula di dalam bidang kesehatan.
Contoh lain, berkembangnya metode rekayasa genetika dan kultur jaringan yang dilakukan
untuk meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan dan masih banyak hal lainnya
mengenai ilmu biokimia. Pengembangan dari aplikasi ilmu biokimia di Indonesia dapat
dipastikan semakin lama akan menambah kemajuan teknologi di Indonesia dan negara ini
dapat memanfaatkan sumber daya alam dengan ilmu biokimia.
Harapan kami, ini dapat menjadi awal dari langkah negara ini untuk terus mengembangkan
ilmu biokimia yang nantinya akan bermanfaat di segala bidang kehidupan.




B.    RUMUSAN MASALAH
     Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditarik suatu permasalahan yakni :
       Apa peran ilmu biokimia dalam farmasi ?


C. TUJUAN DAN MANFAAT
     Tujuan dari makalah ini adalah :
       Kita dapat mengetahui peran ilmu biokimia dalam farmasi?

                                          1
                                            BAB II
                                        PEMBAHASAN


2.1. PENGERTIAN – RUANG LINGKUP BIOKIMIA
Biokimia adalah kimia mahluk hidup. Biokimiawan mempelajari molekul dan reaksi kimia
terkatalisis oleh enzim yang berlangsung dalam semua organisme. Lihat artikel biologi
molekular untuk diagram dan deskripsi hubungan antara biokimia, biologi molekular, dan
genetika.
Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen selular, seperti
protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya. Saat ini biokimia lebih
terfokus secara khusus pada kimia reaksi termediasi enzim dan sifat-sifat protein.
Saat ini, biokimia metabolisme sel telah banyak dipelajari. Bidang lain dalam biokimia di
antaranya sandi genetik (DNA, RNA), sintesis protein, angkutan membran sel, dan
transduksi sinyal.


            Makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan maupun manusia terdiri atas unit-unit
kecil yang disebut sel. Selama makhluk itu masih hidup banyak sekali proses perubahan
yang terjadi di dalam sel. Aktivitas yang terjadi dalam sel inilah yang menunjang fungsi
organ-organ dalam makhluk itu dan dengan demikian juga merupakan penunjang
terlaksananya fungsi makhluk hidup itu sendiri.
Fenomena kehidupan yang ditandai oleh adanya pertumbuhan dan reproduksi serta hal-hal yang
berkaitan      merupakan        ruang       lingkup   Biologi    dan      ilmuilmu     yang
relevan misalnya ilmu farmasi atau kesehatan.
Di sisi lain Ilmu kimia adalah suatu ilmu tentang benda-benda serta proses perubahannya yang
ditinjau berdasarkan susunan dan sifat atom-atom atau molekul yang membentuknya. Jadi Ilmu
kimia menitik beratkan pembahasannya pada hubungan antara struktur kimia benda-benda dengan
fungsi dan reaksi-reaksinya dengan benda lain.

                                                 2
Interseksi sudut pandang ilmu kimia dengan biologi merupakan disiplin ilmu yang meninjau
organisme hidup serta proses yang terjadi di dalamnya secara kimia. Disiplin ilmu tersebut yaitu
Biokimia. Jadi ruang lingkup biokimia antara lain meliputi studi tentang susunan kimia sel, sifat-sifat
senyawa serta reaksi kimia yang terjadi dalam sel, senyawa-senyawa yang menunjang aktivitas
organisme hidup serta energi yang diperlukan atau dihasilkan. Dengan kata lain Biokimia
menyangkut dua aspek yaitu struktur senyawa dan reaksi antar senyawa dalam organism hidup.
Reaksi kimia yang terjadi dalam sel disebut metabolisme merupakan bagian penting dan pusat
perhatian dalam biokimia.
Saat ini, penemuan-penemuan biokimia digunakan di berbagai bidang, mulai dari genetika
hingga biologi molekular dan dari pertanian hingga kedokteran dan farmasi.


2.2. KETERKAITAN BIOKIMIA DENGAN ILMU LAIN
      Semula Ilmu Kimia mempunyai 2 spesialisasi yaitu Kimia anorganik dan Kimia Organik. Kimia
organic merupakan spesialisasi kimia yang mempelajari phenomena kimia dalam bahan alam atau
organisme (makhluk          hidup).
Bahan alam selalu menarik perhatian para ahli kimia dan biologi. Sejak sekitar pertengahan abad ke
18- telah dapat dipisahkan beberapa senyawa organic dari makhluk hidup. Sebagai contoh misalnya
: Karl Wilhelm sheele (1742-1786) telah berhasil memisahkan senyawa gliserol,asamoksala, laktat
dan sitrat dari sumber organik yang berasal dari tumbuhkan dan binatang . Friederich W.Struner
(1783-1841). Berhasil memisahkan morfina dari opium dan sebagainya.
Pada tahun 1828 Friedrich Wohler menunjukan bahwa Urea yang terdapat dalam urine ternyata
dapat dibuat dalam Laboratorium dengan jalan memanaskan alkali sianat dengan garam almonium.
Penemuan ini menjadi babak baru dalam perkembangan sudut padang Kimia organic.
Pada abat XIX Eduard dan Hans Buhner menemukan bahwa ekstrak sel-sel ragi yang telah dirusak
atau telah mati tetap dapat menyebabkan terjadinya proses peragian / fermentasi. Penemuan ini
membuka kemungkinan dilakukan analisis reaksi-reaksi biokimia secara in vitro (di Laboratorium).
Pada tahun 1926 J.B Sumner membuktikan bahwa urease yaitu enzim yang diperoleh dari biji kara
pedang (Jack beans) dapat dikristalkan seperti juga senyawa organic lainnya.
Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan tersebut memacu perkembangan dan spesialisasi
dari kimia organic yaitu Biokimia .

                                                  3
Kimia organic pertama kali dikenal dengan nama kimia zat alam dan biokimia satu sama lain saling
jalin menjalani tanpa terlihat adanya garis pembatasan yang tegas. Senyawa yang ternyata
merupakan hasil samping metabolisme, misalnya pencernaan, pada hakekatnya telah lama
diketahui orang dan sebenarnya adalah zat-zat organic. Senyawa organic yang dikenal sebagai
karbohidrat dalam biokimia adalah sumber energi metabolisme orang / binatang, tetapi juga
merupakan hasil proses fotosintesa dari tumbuhan.
Meskipun biokimia yang pada hakekatnya merupakan spesialisasi dari kimia organic,namun dalam
perkembangannya terdapat perbedaannya yang tajam dalam penekanannya yaitu sebagai brikut :
1.   Kimia organic terutama mempelajari struktur, sifat-sifat dan fisika secara   sintesisnya baik
secara alami atau in vivo dari zat-zat kimia, bahan alam misalnya cara pembentukan dan peran
biologisnya.
2.   Biokimia terutama menekankan pada proses metabolisme primer, yang terdiri dari anabolisme
(Reaksi pembentukan) dan katabolisme (Reaksi pemecahan). Metabolisme primer yaitu
keseluruhan proses sintesis dan perombakan zat-zat penyusun utama makhluk hidup seperti polisa
karida, protein, lemak dan asam nukleat, yang dilakukan oleh organisme untuk kelangsungan
hidupnya. Biokimia meliputi sebagian proses-proses kimia organic, bukan saja pada tumbuhan,
melainkan juga pada hewan dan makhluk hidup lainnya.
3.   Biosintesa terutama mempelajari pembentukan molekul alam dari molekul lain yang rumit
strukturnya dengan melalui endoorganic yang merupakan ciri khas pada proses-proses anabolic
dalam metabolisme.

2.3. MANFAAT BIOKIMIA
       Sebagai suatu disiplin ilmu, ‘biokimia mengalami kemajuan ber¬kat penelitian yang telah

dilakukan oleh para abli biokimia. Manfaat yang diperoleh tampak pada penerapan hasil-hasil
penelitian tersebut.
Pada dasarya penerapan biokimia banyak terdapat dalam bidang pertanian dan kedokteran.
Sebagai conton biokimia mempunyai peranan dalam memecahkan masalah gizi, penyakit-penyakit
akibat dari kurang gizi temtama pada anak-anak. Biokimia juga dapat menjelaskan hal~hal dalam
bidang farmakologi dan toksikologi brena dua bidang ini berhubungan dengan pengaruh bahan
kimia dari luar terhadap metabolisme.

                                                4
Obat-obatan biasanya mempenga¬rubi jalur metabolik tertentu, misalnya antibiotik penisilin dapat
membunuh bakteri dengan menghambat pembentukan polisakarida pada dinding sel bakteri.
Dengan demikian bakteri akan mati karena tak dapat membentuk dinding sel.


Penggunaan pestisida di bidang pertanian telah kita kenal lama. Pada umumnya pestisida bekerja
dengan jalan menghambat enzim yang bekerja pada hama atau organism ter:tentu.
Dalam hal ini biokimia berperan dalam meneliti mekanisme ketja pestisida tersebut sehingga dapat
meningkatkan selektivitasnya dan dengan demikian dapat dicegah dampak negatif terhadap
lingkungan hidup yang dapat ditimbulkannya. Jadi biokimia juga merupakan komponeri penting
dalam pengetahuan tentang lingkungan hidup.
Peningkatan kualitas produk dalambidang pertanian dan peternakan telah dapat diwujudkan
dengan menerapkan hasil-hasil penelitian dalam bidang genetika. Rekayasa genetika pada waktu ini
telah      dilaksanakan    dan       memberikan       hasil   yang menggembirakan.
Di atas telah dijelaskan tentang manfaat biokimia sebagai suatu disiplin ilmu. Manfaat apakah yang
dapat kita peroleh bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain dengan mempelajari biokimia ini?
Dengan mempelajari biokimia kita mengetahui tentang reaksi-reaksi kimia penting yang teljadi
dalam      sel.
Hal ini berarti kita dapat memahami proses-proses yang terjadi dalam tubuh. Dengan demikian
diharapkan kita akan mampu menghindari hal-hal dari luar yang akan mempengaruhi proses dalam
sel-sel tubuh, misalnya kita akan dapat mengaJ;ur makanan yang akan kita makan sehingga kita
memperoleh manfaat dari makanan secara optimal. Contoh lain kita akan mampu menghindari
damp’ak dari suatu lingkungan yang tercemar oleh,Jimbah yang membahayakan kesehatan.
Manfaat mempetajari biokimia tersebut tentu dapat kita berikan kepada orang lain, masyarakat
atau kepada anak didik apabila kita bekerja sebagai guru. Bagi guru sangat diperlukan adanya suatu
wawasan yang luas. Misalnya dalam mengajarkan ilmu kimia, maka pengetahuan kita tentang
biokimia akan sangat membantu dalam memberikan contoh-contoh yang dapat menarik perhatian
para anak didik. Wawasan yang luas tentang masalah lingkungan hidup tentu akan meningkatkan
gairah qalam proses belajar-mengajar dan hal ini akan membantu upaya kita dalarn menjaga
kelestarian lingkungan yang sehat.



                                                  5
                                         BAB III
                                       PENUTUP


A. KESIMPULAN


Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yakni :
1. Biokimia adalah kimia mahluk hidup. Biokimiawan mempelajari molekul dan reaksi
kimia terkatalisis oleh enzim yang berlangsung dalam semua organisme. Lihat artikel
biologi molekular untuk diagram dan deskripsi hubungan antara biokimia, biologi
molekular, dan genetika
2.   Makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan maupun manusia terdiri atas unit-unit kecil
yang disebut sel
3. Reaksi kimia yang terjadi dalam sel disebut metabolisme merupakan bagian penting
dan pusat perhatian dalam biokimia.
4. Ilmu Kimia mempunyai 2 spesialisasi yaitu Kimia anorganik dan Kimia Organik.
5. Kimia organic pertama kali dikenal dengan nama kimia zat alam dan biokimia satu sama
lain saling jalin menjalani tanpa terlihat adanya garis pembatasan yang tegas
6.   Perkembangan biokimia juga tidak terlepas dari perkembangan yang terjadi pada
bidang pengetahuan genetika.
7. biokimia yang pada hakekatnya merupakan spesialisasi dari kimia organic,namun dalam
perkembangannya terdapat perbedaannya yang tajam dalam penekanannya yaitu sebagai
brikut :
a. Kimia organic terutama mempelajari struktur, sifat-sifat dan fisika secara   sintesisnya
baik secara alami atau in vivo dari zat-zat kimia, bahan alam misalnya cara pembentukan
dan peran biologisnya.
b.   Biokimia terutama menekankan pada proses metabolisme primer, yang terdiri dari
anabolisme (Reaksi pembentukan) dan katabolisme (Reaksi pemecahan).

                                             6
    Metabolisme primer yaitu keseluruhan proses sintesis dan perombakan zat-zat penyusun
    utama makhluk hidup seperti polisa karida, protein, lemak dan asam nukleat, yang
    dilakukan oleh organisme untuk kelangsungan hidupnya. Biokimia meliputi sebagian
    proses-proses kimia organic, bukan saja pada tumbuhan, melainkan juga pada hewan dan
    makhluk hidup lainnya.
    c.    Biosintesa terutama mempelajari pembentukan molekul alam dari molekul lain yang
    rumit strukturnya dengan melalui endoorganic yang merupakan ciri khas pada proses-
    proses anabolic dalam metabolisme.




    B.     SARAN
           - Perlunya pembelajaran yang lebih efisien lagi




    DAFTAR PUSTAKA
         Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar- Dasar Biokimia. UI-Press. Yogyakarta.Yanovski, susan
         Z.,dan Yanovski, Jack A. 2002. Obesity. NEJM. Volume: 346 hal.591-602

Sumber dari internet:

         www.exelsa.usd.ac.id/goDownload.php?file=uploads/materi/dislipidemia/DislipidemiA.
         docdiakses tanggal 3 mei 2009 pukul 15.24http://library.usu.ac.id/download/fk/gizi-
         bahri3.pdf diakses tanggal 3 mei 2009 pukul 15.24

         http://freemedicarticles.blogspot.com/ diakses tanggal 3 mei 2009 pukul 15.24

         http://dokter-alwi.com/dislipidemia.html diakses tanggal 3 mei 2009 pukul
         15.24Diposkan oleh Sophia Nirmalida di 20.11




                                                7

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:2195
posted:7/10/2012
language:
pages:10
Description: PERAN ILMU BIOKIMIA DALAM BIDANG FARMASI