Mengurangi Tingkat Kemiskinan di Daerah

Document Sample
Mengurangi Tingkat Kemiskinan di Daerah Powered By Docstoc
					dadang-solihin.blogspot.com   2
Nama               : Dr. Dadang Solihin, SE, MA
Tempat/Tgl Lahir   : Bandung 6 November 1961
Pekerjaan          : Direktur Evaluasi Kinerja
                     Pembangunan Daerah
                     Bappenas
Alamat Kantor      : Jl. Taman Suropati No. 2
                     Jakarta 10310
Telp/Fak Kantor    : (021) 392 6248
HP                 : 0812 932 2202
PIN BB             : 277878F0
Email              : dadangsol@yahoo.com
Website            :
 http://dadang-solihin.blogspot.com


                            dadang-solihin.blogspot.com   3
                         Materi
•   Tujuan dan Permasalahan
    Pembangunan Daerah
•   Permasalahan dan Tantangan
    Kemiskinan di Indonesia
•   Program Penurunan Kemiskinan




                        dadang-solihin.blogspot.com   4
dadang-solihin.blogspot.com   5
           Apa Itu Pembangunan?

Pembangunan adalah:                                 Tujuan Pembangunan:
 proses perubahan ke arah           1.    Peningkatan standar hidup (levels of
  kondisi yang lebih baik                  living) setiap orang, baik pendapatannya,
                                           tingkat konsumsi pangan, sandang,
 melalui upaya yang                       papan, pelayanan kesehatan, pendidikan,
  dilakukan secara                         dll.
  terencana.                         2.    Penciptaan berbagai kondisi yang
                                           memungkinkan tumbuhnya rasa percaya
                                           diri (self-esteem) setiap orang.
                                     3.    Peningkatan kebebasan
                                           (freedom/democracy) setiap orang.
                                                                       Todaro, 2000




                             dadang-solihin.blogspot.com                               6
                              How?
1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan
      antar daerah
      antar sub daerah
      antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan).
2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja.
4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.
5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar
   bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang
   (berkelanjutan).




                          dadang-solihin.blogspot.com              7
          Tantangan dalam Pembangunan Daerah
                                                                   • Mengurangi
                                Sarana dan
                                                                     ketimpangan
                              Prasarana yang
                               memadai dan                         • Memberdayakan
                                berkualitas                          masyarakat
                                                                   • Mengentaskan
                                                                     kemiskinan.
                                                                   • Menambah lapangan
                                                                     kerja.
                                             Dunia usaha yg        • Menjaga kelestarian
                                                kondusif             SDA
                            Pemanfaatan sumber
                               daya secara
                                berkualitas
                 Koordinasi yang
                semakin baik antar
                  stakeholders



Peningkatan kapasitas
        SDM
                                     dadang-solihin.blogspot.com                     8
 PEMBANGUNAN DAERAH                           PEMBANGUNAN DI DAERAH




   Upaya terencana untuk
                                              Upaya untuk memberdayakan
   meningkatkan kapasitas
                                              masyarakat di seluruh daerah
    Pemerintahan Daerah

    Sehingga tercipta suatu                       Sehingga tercipta suatu
  kemampuan yang andal dan                   lingkungan yang memungkinkan
     profesional dalam:                             masyarakat untuk:



 Memberikan pelayanan kepada                Menikmati kualitas kehidupan
  masyarakat,                                 yang lebih baik, maju, dan
                                              tenteram,
 Mengelola sumber daya                      Peningkatan harkat, martabat,
  ekonomi daerah.                             dan harga diri.

                          dadang-solihin.blogspot.com                     9
               PEMBANGUNAN DAERAH
                         Dilaksanakan Melalui:

Penguatan Otonomi              Pengelolaan
                                                           Good Governance
     Daerah                    Sumberdaya

               Keseimbangan Peran Tiga Pilar

   Pemerintahan                 Dunia Usaha                   Masyarakat

   Menjalankan dan
menciptakan lingkungan     Mewujudkan penciptaan           Penciptaan interaksi
politik dan hukum yang       lapangan kerja dan            sosial, ekonomi dan
 kondusif bagi unsur-           pendapatan.                       politik.
       unsur lain.

                             dadang-solihin.blogspot.com                          10
              Pergeseran Paradigma:
            From Government to Governance




          Government                                    Governance
 Memberikan hak ekslusif bagi           Persoalan-persoalan publik
  negara untuk mengatur hal-hal           adalah urusan bersama
  publik,                                 pemerintah, civil society dan
 Aktor di luarnya hanya dapat            dunia usaha sebagai tiga aktor
  disertakan sejauh negara                utama.
  mengijinkannya.

                          dadang-solihin.blogspot.com                      11
                   Pelaku Pembangunan:
                   Paradigma Governance
   Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang
    bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
                                    Tenaga Kerja
                       Kontrol                           Kontrol



         Dunia Usaha
                                    Pemerintah                      Masyarakat
           Swasta


                         Nilai                        Redistibusi
                   Pertumbuhan                   Melalui Pelayanan
                                        Pasar

   Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan
    Good.
                                 dadang-solihin.blogspot.com                     12
                Model Governance
                Sektor Swasta         Sektor Publik            Sektor Ketiga


   Tingkat        Perusahaan           Organisasi                  LSM
Supranasional    transnasional      Antar Pemerintah          Internasional




  Tingkat        Perusahaan                                      Ormas/LSM
  Nasional        Nasional            GOVERNANCE                  Nasional



   Tingkat        Perusahaan            Pemerintah               LSM Lokal
 Subnasional         Lokal                Lokal

                                                  (Kamarack and Nye Jr., 2002)


                          dadang-solihin.blogspot.com                            13
Pelaku Pembangunan: Stakeholders

         STATE                              CITIZENS
         Executive                          organized into:
         Judiciary           Community-based organizations
        Legislature          Non-governmental organizations
                                Professional Associations
       Public service
                                    Religious groups
          Military                  Women’s groups
           Police                         Media

                      BUSINESS
            Small / medium / large enterprises
               Multinational Corporations
                   Financial institutions
                      Stock exchange



              dadang-solihin.blogspot.com                     14
   Troika




dadang-solihin.blogspot.com   15
Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia
         Usaha Swasta, dan Masyarakat



  Masyarakat,
  Bangsa, dan
    Negara                                      Masyarakat

                                                             VISI
                                        Pemerintah

Good Governance            Dunia Usaha




                  dadang-solihin.blogspot.com                       16
Sinergitas Stakeholders




       dadang-solihin.blogspot.com   17
Sinergitas Stakeholders




       dadang-solihin.blogspot.com   18
dadang-solihin.blogspot.com   19
Permasalahan Kemiskinan di Indonesia
                           Tiga karakteristik kemiskinan
                           yang menonjol saat ini
                           1. Jumlah Penduduk miskin masih
                              cukup besar
                           2. Ketimpangan kemiskinan antar
                              wilayah
                           3. Akses & kualitas pelayanan
                              dasar penduduk miskin masih
                              jauh tertinggal.




             dadang-solihin.blogspot.com                    20
                                                                 1/3
         Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan Natural
•   Kemiskinan natural adalah kemiskinan karena dari asalnya memang
    miskin.
•   Kelompok masyarakat ini miskin karena tidak memiliki sumberdaya
    yang memadai, baik dari sumber daya alam, sumber daya manusia
    maupun sumber daya pembangunan lainnya,
•   sehingga mereka tidak dapat ikut secara aktif dalam pembangunan
    atau kalaupun ikut serta dalam pembangunan mereka mendapatkan
    imbalan pendapatan yang amat rendah.




                          dadang-solihin.blogspot.com            21
                                                                    2/3
          Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan Struktural
•   Kemiskinan struktural adalah kemiskinan (baik kemiskinan absolut
    maupun relatif) yang disebabkan oleh perbedaan struktur
    masyarakat yang telah ikut serta dalam proses pembangunan
    dengan masih tertinggal.
•   Kemiskinan struktural ini dikenal juga dengan kemiskinan yang
    disebabkan hasil pembangunan yang belum seimbang.




                           dadang-solihin.blogspot.com                 22
                                                                 3/3
         Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan Kultural
•   Kemiskinan kultural mengacu pada sikap seseorang atau
    masyarakat yang disebabkan oleh gaya hidup, kebiasaan hidup dan
    budidaya, mereka sudah merasa kekurangan.
•   Kelompok masyarakat ini tidak mudah untuk diajak berpartisipasi
    dalam pembangunan, tidak mudah melakukan perubahan, menolak
    mengikuti perkembangan, dan tidak mau berusaha untuk
    memperbaiki tingkat kehidupannya sehingga menyebabkan
    pendapatan mereka rendah menurut ukuran yang umum dipakai.




                          dadang-solihin.blogspot.com             23
                                    Data Makro Kemiskinan
 54,2
                                                                                                                                             • Kemiskinan terus
                                                            47,9                                                                               menurun, namun
                                                                                                                                               lajunya relatif
 40,1                                                              38,4 37,4                      39,3                                         melambat
                                                                                   36,1                    37,2
                                                     34                                   35,1                      34,9
                                                                                                                            32,5 31,02
        28,6
                                           22,5
               21,6                                         23,4
                                                                   18,2   17,4                      17,8
                      17,4                           17,3                          16,7    15,9            16,6
                             15,1   13,7                                                                            15,4       14,15 13,33
                                           11,3




1976 1980 1984 1987 1990 1993 1996 1996 1999 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

                             penduduk miskin [juta]                        % penduduk miskin
                                                                                                                                                             2010
• Pertumbuhan relatif                          Indikator
                                                                          2004            2005             2006            2007        2008         2009
                                             Pembangunan                                                                                                    APBN-P
  stagnan sehingga
  tidak signifikan                         Pertumbuhan                       4.1              5.7             5.5             6.3             6.3     4.3        5.8
  terhadap penurunan
                                           Inflasi                           6.4            17.1              6.6             6.6            12.5     6.2        5,3
  kemiskinan
                                           Kemiskinan                     16.60            15.97            17.75           16.58        15.42      14.15    13.33
                                                               dadang-solihin.blogspot.com                                                                  24
   Sebagian Besar Penduduk Miskin Tinggal di Perdesaan

                                                                                      • Laju penurunan kemiskinan
               Perkembangan Jumlah Penduduk miskin                                      melambat. Dari tahun 2006, rata-
               di Perdesaan dan Perkotaan, 2000 - 2010                                  rata penurunan jumlah penduduk
30,00
                                                                                        miskin di perkotaan adalah 0,85
                                                                                        jt/th dan di perdesaan 1,22 jt/th.
25,00
                                                                                       Garis Kemiskinan Perkotaan & Perdesaan
                                                                                               (Rupiah/kapita/bulan)
20,00                                                                                   Tahun    Kota     Desa     Kota+Desa
                                                                                         2000    91.632   73.648       80.842
                                                                                         2001   100.011   80.382       88.234
15,00
                                                                                         2002   130.499   96.512      108.889
                                                                                         2003   138.803 105.888       118.554
10,00                                                                                    2004   143.455 108.725       122.775
                                                                                         2005   165.565 117.365       138.574
                                                                                         2006   175.324 131.256       151.997
 5,00
                                                                                         2007   187.942 146.837       166.697
                                                                                         2008   204.896 161.831       182.636
   -                                                                                     2009   222.123 179.835       200.262
        2000    2001   2002   2003   2004   2005   2006   2007   2008   2009   2010
                                                                                         2010   232.989 192.354       211.726
                       Penduduk miskin perkotaan (juta orang)
                       Penduduk miskin perdesaan (juta orang)
                                                    dadang-solihin.blogspot.com                                          25
          Data Mikro Kemiskinan

    RUMAH TANGGA                          2005                         2008
    SASARAN (RTS)             RIBU RTS               %           RIBU RTS     %
Sangat Miskin                      3.894,3                20,4     2.989,9     17,1
Miskin                             8.237,0                43,1     6.828,8     39,1
Hampir Miskin (Near Poor)          6.969,6                36,5     7.665,3     43,8
Total                            19.100,9            100,0        17.484,0    100,0

Sumber: BPS
• Jumlah penduduk yang dekat miskin atau vulnerable/rentan terhadap shock
  (krisis ekonomi, bencana, dsb) semakin besar  tidak bisa hanya dengan
  strategi penanggulangan kemiskinan yang seragam, perlu intervensi
  kebijakan yang beragam sesuai dg kelompok sasaran (targeting) yang
  tepat.

                            dadang-solihin.blogspot.com                           26
Penduduk Miskin Tersebar Tidak Merata

 21% tersebar di        3,4% tersebar
   Sumatera                                     7,5% tersebar
                        di Kalimantan            di Sulawesi




                                                                4,2% tersebar di
                                                                Maluku & Papua
                   57.8% tersebar
                                           6.2% tersebar di
                    di Jawa-Bali
                                            Nusa Tenggara
                             dadang-solihin.blogspot.com                           27
                                                                                                      10,00
                                                                                                                                            15,00
                                                                                                                                                                      20,00
                                                                                                                                                                                                25,00
                                                                                                                                                                                                           30,00
                                                                                                                                                                                                                   35,00
                                                                                                                                                                                                                                  40,00




                                                                   0,00
                                                                          5,00 3,48
                                                     DKI Jakarta
                                                            Bali




                                                                                 4,88 5,21
                                              Kalimantan Selatan
                                                 Bangka Belitung
                                              Kalimantan Tengah
                                                         Banten




                                                                                        6,51 6,77 7,16




Sumber: Susenas 2010
                                               Kalimantan Timur




                                                                                                     7,66 8,05
                                                 Kepulauan Riau
                                                          Jambi




                                                                                                    8,34 8,65
                                                           Riau
                                                Kalimantan Barat
                                                  Sulawesi Utara
                                                   Maluku Utara                                          9,02 9,10 9,42 9,50

                                                 Sumatera Barat
                                                                                                                            11,27




                                                      Jawa Barat
                                                                                                                                11,31




                                                 Sumatera Utara
                                                                                                                                    11,60




                                                Sulawesi Selatan
                                                       Indonesia
                                                                                                                                                                  13.33




                                                  Sulawesi Barat
                                                                                                                                            13,58




                                                     Jawa Timur
                                                                                                                                                15,26




              dadang-solihin.blogspot.com
                                                Sumatera Selatan
                                                                                                                                                    15,47




                                                    Jawa Tengah
                                                                                                                                                        16,56




                                                   DI Yogyakarta
                                                                                                                                                            16,83




                                               Sulawesi Tenggara
                                                                                                                                                                17,05




                                                Sulawesi Tengah
                                                       Bengkulu
                                                                                                                                                                   18.07 18,30




                                                       Lampung
                                                                                                                                                                             18,94




                                                           NAD
                                                                                                                                                                                                                                          Ketimpangan Antar Wilayah




                                                                                                                                                                                     20,98




                                             Nusa Tenggara Barat
                                                                                                                                                                                         21,55




                                            Nusa Tenggara Timur
                                                                                                                                                                                             23,03




                                                      Gorontalo
                                                                                                                                                                                                 23,19




                                                         Maluku
                                                                                                                                                                                                         27,74




                                                    Papua Barat
                                                                                                                                                                                                                      34,88




              28




                                                          Papua
                                                                                                                                                                                                                          36,80
         Kemiskinan dan Pengangguran
               di Desa dan Kota

   URAIAN            KEMISKINAN (2010)                    PENGANGGURAN (2009)

                                                                     3,81 juta jiwa
DESA                 19,93 juta jiwa (64,2%)
                                                                           (42,5 %)
                               11,10 juta jiwa                       5,15 juta jiwa
KOTA
                                        (35,8%)                             (57,5%)

TOTAL                          31,02 juta jiwa                       8,96 juta jiwa

Catatan:
1. Tidak semua penganggur adalah miskin – Penganggur berkecukupan (discourage
   worker)
2. Orang bekerja tapi miskin: underemployed (<35 jam) dan unpaid worker
3. Dari total Angkatan Kerja (2009) sebesar 113.83 juta, hanya 29,11 juta (25.6%) formal
4. Di sektor formal, hanya 4,5 juta tercatat memiliki upah di atas Rp 3 juta.

                                dadang-solihin.blogspot.com                          29
     Contoh Ketimpangan Akses Pelayanan Dasar

                   Angka Putus Sekolah Kelompok Usia 13-15 Tahun,
                                     Jawa-Bali, 2007

25

                                                                               21,62
      20,1
20




15                  13,88
                                                                                                           Miskin
                                                                                                           Tidak Miskin
                                                                                              9,28
10                                                                                                         Jumlah
                                                                  7,13
                                    6,41

 5                          4,05                                                       3,86
                                                    3,45
            2,93       2,49                                             2,86
                                          2,28                       1,87         2,21                 2
         1,77                          1,37                                                      1,6
                                                          0,95
                                                       0,25
 0
     DKI Jakarta    Jawa Barat     Jawa Tengah        D.I.       Jawa Timur     Banten          Bali
                                                   Yogyakarta
                                                 dadang-solihin.blogspot.com                                        30
              Contoh Ketimpangan Akses Pelayanan Dasar

                                                                                                                                               Persentase Rumah Tangga yang
              Persentase Rumah Tangga yang                                                             100
                                                                                                                                              Menggunakan Jamban di Provinsi
                 Menggunakan Air Bersih
100                                                                                                                                               Kepulauan Timur, 2007
                   di Kalimantan, 2007                                                                 90

 90




                                                                                                                                             73,91
                                                                                                       80




                                                                                                                                           71,3




                                                                                                                                                                                                                                66,83
                                                                                                                                                                                                        66,45
 80




                                                                                       67,33




                                                                                                                                   62,29
                                                                                                       70




                                                                                                                                                             60,78
                                                                                               64,48




                                                                                                                                                                                                                                        57,82
                                                                                                                                                                                                                57,14
                                                                                                                                                                                       56,35
 70




                                                                                                                           54,94




                                                                                                                                                                     53,41




                                                                                                                                                                                     53,35
                                                                                                       60
                                                               55,14
                                                                       53,89




                                                                                                                      48,61
 60
                                                                                                       50




                                                                                                                                                                                                                        40,05
 50




                                                                                                                                                                                                36,57
                                                                                                       40




                                                                                                                                                     30,46
                                                                               33,08
                                       32,66
                                               31,65




 40
                                                        31,9




                                                                                                              24,61




                                                                                                                                                                             22,78
                                                                                                       30
 30
                               18,41
              17,23
                      16,19




                                                                                                       20
 20
       6,71




                                                                                                       10
 10
                                                                                                        0
  0                                                                                                            Nusa     Nusa                         Maluku                  Maluku            Irian Jaya               Papua
      Kalimantan              Kalimantan               Kalimantan Kalimantan                                 Tenggara Tenggara                                               Utara                Barat
         Barat                  Tengah                   Selatan    Timur                                      Barat   Timur
                                                                                 dadang-solihin.blogspot.com                                                                                                                    31 31
                  Miskin                Tidak Miskin                       Jumlah                                                     Miskin                 Tidak Miskin                      Jumlah
                                                                        1/2
                 Tantangan Saat Ini
1. Masih diperlukan pertumbuhan yg cukup tinggi dan konsisten untuk
   mempercepat kemiskinan secara signifikan.
   • Pertumbuhan saat ini bertumpu pada sektor yang kurang menyerap TK
     (a.l. jasa perdagangan dan keuangan), tidak diimbangi oleh peningkatan
     kapasitas produksi DN yg menyerap TK besar (seperti pertanian).
   • Di perdesaan kurang terjadi perluasan usaha off farm yang memberi
     peluang peningkatan pendapatan penduduk perdesaan.
2. Globalisasi meningkatkan kerentanan ekonomi dan masyarakat
   miskin.
  •   Prospek ekonomi dunia membaik, namun masih dibayangi oleh tekanan
      inflasi sejalan dengan tingginya harga minyak dan komoditas pangan
      dunia
  •   kerentanan pasar domestik mengakibatkan masyarakat miskin semakin
      terekspos pada fluktuasi harga yang mempengaruhi daya beli dan
      tingkat kesejahteraan masyarakat.


                            dadang-solihin.blogspot.com                  32
                                                                  2/2
                Tantangan Saat Ini
3. Perubahan iklim
    – Masyarakat miskin (termasuk petani, nelayan, dsb) yang paling
      menderita akibat dampak musim yg tidak teratur, menurunnya
      ketersediaan air, bencana, dan munculnya berbagai penyakit
      akibat pemanasan global.
4. Kebijakan perluasan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat miskin
   masih belum menjangkau mereka yang tinggal terisolasi di daerah-
   daerah terpencil dan tertinggal.
5. Hasil SP 2010 menunjukkan bahwa kelompok penduduk terbesar
   adalah usia produktif 25-39 tahun, yang dalam jangka panjang
   berkonsekuensi pada kebutuhan perluasan kesempatan kerja,
   semakin tingginya persaingan memanfaatkan sumber daya, dan
   beban dari munculnya kemiskinan baru.


                         dadang-solihin.blogspot.com              33
                                                                   1/3
             Tantangan Ke Depan
1. Pertumbuhan yg cukup tinggi dan konsisten untuk mendukung
   penurunan kemiskinan secara signifikan.
   a. Saat ini pertumbuhan tinggi hanya di sektor yang kurang
      menyerap TK (jasa perdagangan, sektor keuangan) dan
      konsumsi. Tidak diimbangi peningkatan kapasitas produksi
      dalam negeri yg menyerap TK besar(sektor informal dan
      pertanian).
   b. Kegiatan di perdesaan masih didominasi on farm, kurang terjadi
      perluasan usaha off farm (jasa perdagangan, pengolahan
      hasil/industri) yang memberi peluang peningkatan pendapatan
      penduduk perdesaan.




                          dadang-solihin.blogspot.com                  34
                                                                    2/3
             Tantangan Ke Depan
2. Desentralisasi dan demokratisasi yang efektif
  a. Kebijakan pusat dan daerah yang pro-poor.
  b. Peningkatan kapasitas pemda vs. pergantian/rotasi jabatan di
     daerah sangat cepat
  c. Pemekaran wilayah  kurang kesiapan teknis, administrasi,
     finansial & ekonomi




                         dadang-solihin.blogspot.com                35
                                                                   3/3
             Tantangan Ke Depan
3. Globalisasi yang meningkatkan kerentanan masyarakat miskin:
  a. Keterbukaan pasar –kerentanan pasar domestik dan fluktuasi
     harga mempengaruhi daya beli kesejahteraan masyarakat
     miskin. Masyarakat miskin juga semakin sulit meningkatkan
     pendapatannya karena kompetisi yang semakin terbuka.
  b. Perubahan iklim global (musim yg tidak teratur, menurunnya
     ketersediaan air, bencana, dan munculnya berbagai penyakit)
     membuat masyarakat miskin yang paling menderita.




                         dadang-solihin.blogspot.com               36
dadang-solihin.blogspot.com   37
Dua Jalur Penurunan Kemiskinan
1. Melalui “Mekanisme Ekonomi”
  • Kebijakan ekonomi yang mendukung penciptaan lapangan kerja
    bagi masyarakat miskin
  • Kebijakan ini sangat terkait dengan kebijakan ekonomi makro
    yang disusun dalam rangka percepatan dan perluasan
    pertumbuhan ekonomi

2. Melalui Fasilitasi & Bantuan Pemerintah
  • Perluasan upaya penanggulangan kemiskinan yang inklusif dan
    berkeadilan  perluasan sasaran maupun program/kegiatan
    melalui kegiatan yang bersifat affirmative.
  • Peningkatan dan perluasan dari 3 klaster program
    penanggulangan kemiskinan.

                        dadang-solihin.blogspot.com               38
Tiga Klaster Program Pro-rakyat
                                             o     Jamkesmas
                                             o     Beasiswa Miskin
                                             o     BLT *
KLASTER PERTAMA                              o     PKH
Perlindungan Sosial Berbasis                 o     Raskin
Keluarga                                     o     Bantuan Sosial
                                             o     Bantuan Bencana

KLASTER KEDUA                                o     PNPM Inti Perdesaan &
                                                   Perkotaan
Pemberdayaan Masyarakat –                    o     PNPM Penguatan
PNPM Mandiri
                                             o     Penyaluran Kur
                                             o     Peningkatan Jangkauan
KLASTER KETIGA                                     Pelayanan & Kapasitas
                                                   UMKM
Pemberdayaan UMKM
                                             o     Revitalisasi Sistem Diklat
                                                   Perkoperasian
                         dadang-solihin.blogspot.com                            39
              Direktif Presiden
A. Peningkatan dan Perluasan Program-program Pro-
   rakyat
                    6 PROGRAM BARU
1. Program Rumah Sangat Murah
2. Program Kendaraan Angkutan Umum Murah
3. Program Air Bersih Untuk Rakyat
4. Program Listrik Murah & Hemat
5. Program Peningkatan Kehidupan Nelayan
6. Program Peningkatan Kehidupan Masyarakat Pinggir Perkotaan


B. Pengurangan Pengangguran Melalui Penciptaan
   Lapangan Kerja
Peningkatan dan Perluasan PNPM untuk Penciptaan Lapangan
Kerja
                       dadang-solihin.blogspot.com              40
                 Buku I RKP 2012
Sasaran:
Penurunan tingkat kemiskinan absolut dari 13,33% pada 2010 menjadi 10,5 -
11,5% pada 2012 dan perbaikan distribusi pendapatan dengan pelindungan
sosial yang berbasis keluarga, pemberdayaan masyarakat dan perluasan
kesempatan ekonomi masyarakat yang berpendapatan rendah.
Arah Kebijakan Prioritas:
1. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan pro-rakyat miskin
   dengan memberi perhatian khusus pada usaha-usaha yang melibatkan
   orang-orang miskin serta usaha-usaha yang dapat menciptakan lapangan
   pekerjaan;
2. Meningkatkan kualitas serta memperluas kebijakan afirmatif/keberpihakan
   untuk penanggulangan kemiskinan melalui perluasan 3 klaster program pro-
   rakyat yang dituangkan dalam pelaksanaan klaster 4;
3. Meningkatkan efektivitas pelaksanaan penurunan kemiskinan di daerah
   termasuk percepatan pembangunan daerah terpencil dan perbatasan; dan
4. Menata dan meningkatkan kualitas pelaksanaan lembaga jaminan sosial.

                            dadang-solihin.blogspot.com                     41
     Peningkatan dan Perluasan Program Pro-rakyat

                            MASTER PLAN EKONOMI
                                                                                                   Peningkatan
                   Klaster-1
 RTHM                                    Klaster-2               Klaster-3                        Kesejahteraan
             1. BEASISWA
                                                                 KREDIT                             Masyarakat,
                MISKIN
                                         PROGRAM              USAHA RAKYAT                        serta Perluasan
             2. JAMKESMAS
                                       PEMBERDAYAAN
             3. RASKIN                                                                           dan Peningkatan
     RTM
             4. PKH
                                        MASYARAKAT                  (KUR)
             5. BLT (Bila                                                                           Kesempatan
                                            (PNPM)
                  diperlukan)                                                                           Kerja
 RTSM        6. Dll.


 RTHM                           Klaster-4
             1.    PROGRAM RUMAH SANGAT MURAH
             2.    PROGRAM KENDARAAN ANGKUTAN UMUM MURAH                                           Pengurangan
             3.    PROGRAM AIR BERSIH UNTUK RAKYAT                                                    Angka
 RTM   *)
             4.    PROGRAM LISTRIK MURAH & HEMAT                                                    Kemiskinan
             5.    Program Peningkatan Kehidupan Nelayan *)
             6.    Program Peningkatan Kehidupan Masyarakat Pinggir
RTSM *)
                   Perkotaan *)
*)     Program Peningkatan Kehidupan Nelayan dan Program Peningkatan Kehidupan Masyarakat Pinggir
       Perkotaan merupakan program dengan target sasaran kelompok tertentu, pada umumnya 60% RTS termiskin.
                                               dadang-solihin.blogspot.com                                    42
Program Klaster 4 Program Pro-Rakyat
 1. Pembangunan rumah murah dan sangat murah bagi masyarakat
    sangat miskin dan miskin melalui Program Pengembangan
    Perumahan dan Permukiman;
 2. Penyediaan angkutan umum murah yang dilakukan melalui
    pengembangan mobil perdesaan serta pengembangan industri
    kendaraan bermotor roda empat hemat energi, ramah lingkungan, dan
    harga terjangkau;
 3. Penyediaan air bersih untuk rakyat yang ditekankan untuk daerah
    rawan air;
 4. Penyediaan listrik murah dan hemat serta terjangkau bagi masyarakat
    miskin;
 5. Peningkatan kehidupan nelayan yang diarahkan pada 400 Pangkalan
    Pendaratan Ikan (PPI);
 6. Peningkatan kehidupan masyarakat pinggir perkotaan mencakup
    pembangunan rumah murah, pengembangan ekonomi masyarakat
    melalui KUR dan UKM juga penyediaan fasilitas khusus sekolah dan
    puskesmas.
                           dadang-solihin.blogspot.com                43
        Arah Kebijakan Klaster 4
• Klaster-4 merupakan program pelengkap dari ketiga Klaster
  Program yang sudah ada.
• Dari 6 program yang dicanangkan, 4 program pertama diatas,
  ditargetkan untuk mensasar seluruh Rumah Tangga Sasaran (RTS)
  yaitu Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), Rumah Tangga Miskin
  (RTM), dan Rumah Tangga Hampir Miskin (RTHM).
• Sementara itu 2 program lainnya pada klaster-4 ini, yaitu program 5
  dan 6, merupakan suatu program yang dikhususkan untuk
  menjangkau masyarakat tertentu yaitu nelayan dan masyarakat
  pinggir perkotaan. Untuk kelompok ini dimungkinkan untuk
  mendapatkan bantuan dari berbagai program yang ada pada
  Klaster-4 dan ketiga klaster lainnya.
• Kelompok masyarakat pada program 5 dan 6, pada umumnya
  masuk pada 60% masyarakat termiskin, yaitu kelompok RTSM dan
  RTM, serta sebagian kecil dari RTHM.
• Secara Makro kebijakan Peningkatan dan Perluasan Program Pro-
  Rakyat ini tidak terlepas dari kebijakan dalam Master Plan Ekonomi.
                          dadang-solihin.blogspot.com              44
dadang-solihin.blogspot.com   45

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: kemiskinan
Stats:
views:69
posted:7/10/2012
language:Malay
pages:45
Description: Capacity Building DPRD Kabupaten Pangkep di Ibis Kemayoran Hotel-Jakarta, 10 Juli 2012