Docstoc

SAP TBC

Document Sample
SAP TBC Powered By Docstoc
					                     SATUAN ACARA PENYULUHAN
                                            (SAP)

Pokok bahasan                  : Penyakit sistem pernapasan
Sub Pokok Bahasan              : Tuberkulosa Paru (TB Paru)
Sasaran                        : Pasien TN    dan keluarga
Waktu                          : 30 menit
Hari/tanggal                   : Rabu, 16 Mei 2007
Tempat                         : Bangsal Mawar km 3 RS Margono Soekardjo


I.    Latar Belakang
               Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi bakteri menahun yang disebabkan
      oleh Mycobacterium tuberculosis yang ditandai dengan pembentukan granuloma pada
      jaringan yang terinfeksi. Mycobacterium Tuberkulosis merupakan kuman aerob yang
      dapat hidup terutama di paru dan berbagai organ tubuh lainnya. Penyakit tuberculosis
      ini biasanya menyerang paru tetapi dapat menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh
      termasuk selaput otak, ginjal, tulang dan kelenjar limfe. Infeksi awal biasanya terjadi
      2-10 minggu setelah pemajanan. Individu kemudian dapat mengalami penyakit aktif
      karena gangguan atau ketidak efektifan respon imun.
II.   Tujuan instruksional
      a. Umum
          Setelah mengikuti krgiatan penyuluhan pasien dan keluarga diharapkan
          mengetahui tentang penyakit TB Paru
      b. Khusus:
          Setelah mengikuti proses penyuluhan pasien dan keluarga diharapkan mampu
          menjelaskan:
          1. Pengertian TB Paru secara sederhana dengan benar
          2. Penyebab TB Paru
          3. Keluhan yang sering dirasakan pada penderita TB Paru
          4. Tanda dan gejala TB Paru
          5. Pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan penyakit TB Paru
          6. Penatalaksanaan
III. Materi
      (terlampir)
IV. Metode
      - Ceramah
      - Diskusi
      - Tanya jawab
V.    F. Media
      - Leaflet
G. Kegiatan Penyuluhan
                                                     Respon klien/keluarga
 No                       Kegiatan                                            Waktu
1      Pendahuluan :
        Menyampaikan salam                      -     Membalas salam        5 menit
        Menjelaskan tujuan                      -     Mendengarkan
        Apersepsi                               -     Memberikan respon
2.     Penjelasan Materi :
       a. Pengertian TB Paru secara sederhana -        Mendengarkan dan      15 menit
           dengan benar                                memperhatikan
       b. Penyebab TB Paru
       c. Keluhan yang sering dirasakan pada
          penderita TB Paru
       d. Tanda dan gejala TB Paru
       e. Pemeriksaan yang dilakukan untuk
          menegakkan penyakit TB Paru
       f. Penatalaksanaan
3.     Penutup :
       a. Tanya jawab                            -     Menanyakan hal yang 10 menit
                                                       belum jelas
       b. Menyimpulkan hasil penyuluhan          -     Aktif bersama dalam
                                                       menyimpulkan
       c. Memberikan salam penutup               -     Membalas salam


VII. Evaluasi
      Evaluasi proses :
          -     Acara berjalan tanpa gangguan.
          -     Pasien dan keluarga dapat mengerti dan memahami penyakit TB Paru
          -    Pasien dan keluarga menanyakan hal yang belum dimengerti
          -    Acara berjalan tanpa gangguan




DAFTAR PUSTAKA

-   Arif Mansjoer, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Penerbit Media Aeusculapius FKUI,
    Jakarta.
-   Doenges M.E. at al, 1992, Nursing Care Plan, F.A. Davis Company, Philadelphia.
-   Hundak C.M., 1994, Critical Care Nursing, Lippincort Company, Philadelpphia.
    Kuncara, H.Y., dkk, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
    Suddarth, EGC, Jakarta.


-
-   Soeparman, 1987, Ilmu Penyakit Dalam, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.
                              MATERI PENYULUHAN


A. Pengertian KHS
   Karsinoma Hepato Seluler (KHS) adalah proses keganasan pada hati. Tumor ganas
   primer pada hati yang berasal dari sel parenkim atau epitel saluran empedu ata
   metastase dari tumor jaringan lainnya.


B. Penyebab KHS
   Penyebab KHS belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor yang diduga sebagai
   penyebabnya adalah infeksi/penyakit hati kronik akibat virus hepatitis, serosis hati dan
   beberapa parasit seperti clonorchis sinencis. Beberapa penyebab KHS antara lain:
   1. Virus hepatitis B
      Viruis hepatitis B banyak ditemukan sebagai penyebab hepatitis kronik, serosis hati,
      yang selanjutnya berkembang menjadi KHS.           Pada pasien menghidap HBsAg
      memiliki rasio tinggi terjadi KHS. Pada biopsy penderita KHS banyak ditemukan
      HBsAg.
   2. Sirosis
      Kemungkinan timbulnya KHS pada pasien sirosis adalah adanya hyperplasia
      nodular yang berubah menjadi adenomata multiple dan kemudian berubah menjadi
      karsinoma multiple.
   3. Alfatoxin
      adalah mikotoxin yang berasal dari jamur Aspergilus Flavus yang biasa terdapat
      dalam makanan: kacang tanah, tembakau, dll.
   4. Infeksi
      Infeksi Clonosiasis dan sistomiasis.


C. Keluhan yang sering dirasakan pada penderita KHS
   Pada awalnya pasien tidak merasakan ada keluhan sehingga tidak sadar sampai tumor
   menjadi besar. Keluhan yang sering disampaikan adalah nyeri tumpul, tidak terus
   menerus, terasa penuh di perut kanan atas, tidak ada nafsu makan.
D. Tanda dan gejala KHS
   1. Klasik: malaise, anoreksia, berat badan turun, nyeri epigastrik, hepatomegali, asites.
   2. Demam: menggigil karena adanya perdarahan, nekroses tumor sentral.
   3. Abdominal: nyeri perut hebat, mual, muntah, tekanan darah turun.
   4. Ikterus: adanya obstruksi ikterus.
   5. Metastase: metastase pada organ lain (tulang)


E. Pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan penyakit KHS
   Untuk menegakkan KHS, selain anamnesis dan pemeriksaan fisik diperlukan beberapa
   pemeriksaan penunjang antara lain:
   1. USG: merupakan pencintraan kondisi sel hati tanpa prosedur invasif
   2. CT Scan dan angiografi:
      Kedua pemeriksaan ini dapat mendeteksi tumor berdiameter > 2 cm. Dengan media
      kontras lipiodol yang disuntikkan ke dalam arteri hepatika.         Lipiodol ini dapat
      masuk pada nodul KHS.
   3. Laboratorium:
      -   Alkali Pospatase
          Pada pasien KHS alkali pospatase meningkat, disebabkan penekanan tumor
          terhadap jaringan hati sekitar, sehingga terjadi regurgitasi pada aliran darah
      -   Transaminase
          Enzim, SGPT dan SGOT meningkat karena kerusakan jaringan sel hati
   4. Paraneoplastik
      Manifestasi paraneoplastik yang sering muncul antara lainL:
      -   Eritrositosis → tumor memproduksi globulin yang berinteraksi dengan
          eritropoesis stimulating faktor.
      -   Hiperkalsemia → akibat resorbsi atau kerusakan tilang oleh metastase
      -   Hiperkolesterolemia → peningkatan sintesis kolesterol oleh sel tumor.
      -   Alfafetoprotein → sel hati mengalami diferensiasi seperti sel hati pada saat
          janin.
F. Penatalaksanaan
   KHS sulit diobati karena biasanya pasien datang dengan stadium lanjut sehingga telah
   metastase ke organ lain.
   1. Pengobatan non bedah
      a. Kemoterapi
          Obat sitostatika bukan merupakan pengobatan efektif. Yang banyak digunakan
          adalah 5-Flurourasil (5 Fu) dan Adriamicin, yang diberikan secara intravena.
      b. Radiasi:
          Pada umumnya tidak banyak berperan. Sebab sel KHS tidak sensitive terhadap
          radiasi dan sel hati normal lebih peka terhadap radiasi. Tetapi radiasi dapat
          mengurangi nyeri, anoreksia, dan kelemahan.
      c. Embolisasi
          TAE: transcateter hepatic arteri emboliZation yaitu dengan cara menyuntikkan
          gel foam melalui arteri hepatica. Jaringan tumor yang dilalui arteri tersebut
          akan mati karena kekurangan O2 dan nutrisi.
      d. Drainase bilier perkutan
          Untuk membuat pintasan saluran empedu yang tersumbat oleh sel tumor hati.
          Dapat mengurangi nyeri karena obstruksi cairan empedu.
      e. TAI (perchutaneus Alcohol injektin)
          Yaitu penyuntikan alcohol secara langsung kedalam tumor dengan tuntunan
          ultrasonografi.
   2. Pengobatan bedah
      Seperti pada tumor ganas lain, pengobatan terbaik adalah pembedahan.
      Pembedahan berhasil baik bila tumor kecik dan belum mengalami metastase.
      Transplantasi hati dilakukan bila tidak ada cara lain untuk mengatasuI KHS
   Prognosis
   Pada umumnya prognosis adalah jelek. Tanpa pengobatan biasanya terjadi kematian
   kurang dari 1 tahun sejak keluhan pertama. Pada KHS stadium dini yang dilakukan
   pembedahan dan sitostatik, umur pasien dapat diperpanjang 4-6 tahun.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:870
posted:7/9/2012
language:
pages:6
widyapertiwi eka widyapertiwi eka
About belejar lbh giat lagi