Docstoc

LP B2 CA MAMAE

Document Sample
LP B2 CA MAMAE Powered By Docstoc
					             LAPORAN KELOLAAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY S DENGAN CA MAMAE
  DI BANGSAL G RSUP DR. SURADJI TIRTONEGORO
                     KLATEN




                       OLEH
              Sri Sugesti Widianingsih
               03/172573/EIK/00353




               KULIAH PROFESI
       PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
                YOGYAKARTA
                     2005
                      KANKER PAYUDARA (CA MAMAE)



A. PENGERTIAN
       Kanker payudara merupakan penyakit keganasan yang paling banyak menyerang
wanita. Penyakit ini disebabkan karena terjadinya pembelahan sel-sel tubuh secara tidak
teratur sehingga pertumbuhan sel tidak dapat dikendalikan dan akan tumbuh menjaadi
benjolan tumor (kanker). Apabila tumor ini tidak diambil , dikhawatirkan akan masuk
dan menyebar ke dalam jaringan yang sehat. Ada kemungkinan sel-sel tersebut
melepaskan diri dan menyebar ke seluruh tubuh. Kanker payudara umumnya menyerang
wanita kelompok umur 40-70 tahun, tetapi resiko terus meningkat dengan tajam dan
cepat sesuai dengan pertumbahan usia. Kanker payudara jarang terjadi pada usia dibawah
30 tahun.


B. ETIOLOGI
            Sebab keganasan pada payudara masih belum jelas, tetpi ada beberapa faktor
   yang berkaitan erat dengan munculnya keganasan payudara yaitu: virus, faktor
   lingkungan , faktor hormonl dan familial;
   1. Wanita resiko tinggi daripada pria (99:1)
   2. Usia: resiko tertinggi pada usia diatas 30 tahun
   3. Riwayat keluarga: ada riwayat keluarga Ca Mammae pada ibu/saudara
       perempuan
   4. Riwayat meastrual:
             early menarche (sebelum 12 thun)
             Late menopouse (setelah 50 th)
   5. Riwayat kesehatan: Pernah mengalami/ sedang menderita otipical hiperplasia atau
       benign proliverative yang lain pada biopsy payudara, Ca. endometrial.
   6. Riwayat reproduksi: melahirkan anak pertama diatas 30 tahun, menggunakan
       obat kontrasepsi oral yang lama, penggunaan therapy estrogen
   7. Terapi radiasi; terpapar dari lingkungan yang terpapar karsinogen
   8. Life style: diet tinggi lemak, mengkomsumsi alcohol (minum 2x sehari), obesitas,
       trauma payudara, status sosial ekonomi tinggi, merokok.
C. PATOFISIOLOGI PENYAKIT

         Untuk dapat menegakkan dignosa kanker dengan baik, terutama untuk
  melakukan pengobatan yang tepat, diperlukan pengetahuan tentang proses terjadinya
  kanker dan perubahan strukturnya. Tumor/neoplasma merupakan kelompok sel yang
  berubah dengan ciri : proliferasi yang berlebihan dan tak berguna, yang tak
  mengikuti pengaruh jaringan sekitarnya. Proliferasi abnormal     sel kanker akan
  menggangu fungsi jaringan normal dengan meninfiltrasi dan memasukinya dengan
  cara menyebarkan anak sebar ke organ-organ yang jauh. Di dalam sel tersebut telah
  terjadi perubahan secara biokimiawi terutama dalam intinya. Hampir semua tumor
  ganas tumbuh dari suatu sel yang mengalami transformasi maligna dan berubah
  menjadi sekelompok sel ganas diantara sel normal.


  Proses jangka panjang terjadinya kanker ada 4 fase, yaitu:
  1. Fase induksi 15 – 30 tahun
      Kontak dengan bahan karsinogen membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai
      dapat merubah jaringan displasia menjadi tumor ganas.
  2. Fase insitu: 5 – 10 tahun
      Terjadi perubahan jaringan menjadi lesi “pre concerous” yang bisa ditemukan di
      serviks uteri, rongga mulut, paru, saluran cerna, kulit dn akhirnya juga di
      payudara.
  3. Fase invasi: 1 – 5 tahun
      Sel menjadi ganas, berkembang biak dan menginfiltrasi melalui membran sel ke
      jaringan sekitarnya dan ke pembuluh darah sera limfa
  4. Fase desiminasi: 1 - 5 tahun
      Terjadi penyebaran ke tempat lain
D. TANDA DAN GEJALA

         Penemuan dini kanker payudara masih sulit ditemukan, kebanyakan
  ditemukan jika sudah teraba oleh pasien.
  Tanda – tandanya:
  1. Terdapat massa utuh kenyal, biasa di kwadran atas bagian dalam, dibawah ketiak
     bentuknya tak beraturan dan terfiksasi
  2. Nyeri di daerah massa
  3. Adanya lekukan ke dalam, tarikan dan refraksi pada area mammae
  4. Edema dengan “peant d’ orange (keriput seperti kulit jeruk)
  5. Pengelupasan papilla mammae
  6. Adanya kerusakan dan retraksi pada area puting, keluar cairan spontan, kadang
     disertai darah
  7. Ditemukan lessi pada pemeriksaan mamografi


  Penentuan Ukuran Tumor, Penyebaran Berdasarkan Kategori T, N, M
  TUMOR SIZE ( T )
  1. Tx: Tak ada tumor
  2. To: Tak dapat ditunjukkan adanya tumor primer
  3. T1: Tumor dengan diameter , kurang dari 2 cm
  4. T2: Tumor dengan diameter 2 – 5 cm
  5. T3: Tumor dengan diameter lebih dari 5
  6. T4: Tumor tanpa memandang ukurannya telah menunjukkan perluasan secara
     langsung ke dinding thorak atau kulit
  REGIONAL LIMPHO NODUS ( N )
  1. Nx Kelenjar ketiak tak teraba
  2. No: Tak ada metastase kelenjar ketiak homolateral
  3. N1: Metastase ke kelenjar ketiak homolateral tapi masih bisa digerakkan
  4. N2: Metastase ke kelenjar ketiak homolateral, melekat terfiksasi satu sama lain
     atau jaringan sekitrnya
  5. N3: Metastase ke kelenjar homolateral suprklavikuler/ infraklavikuler atau odem
     lengan
  METASTASE JAUH ( M )
  1. Mo: Tak ada metastase jauh
  2. M1: Metastase jauh termasuk perluasan ke dalam kulit di luar payudara


E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
  1. Pemeriksaan labortorium meliputi:
       Morfologi sel darah
       LED
       Test fal marker (CEA) dalam serum/plasma
       Pemeriksaan sitologis
  2. Test diagnostik lain:
      a. Non invasive;
          Mamografi
          Ro thorak
          USG
          MRI
          PET


      b. Invasif
          Biopsi, ada 2 macam tindakan menggunakan jarum dan 2 macam tindakan
             pembedahan
          Aspirasi biopsy (FNAB)
          Dengn aspirasi jarum halus , sifat massa dibedakan antar kistik atau padat
          True cut / Care biopsy
          Dilakukan dengan perlengkapan stereotactic biopsy mamografi untuk
             memandu jarum pada massa
          Incisi biopsy
          Eksisi biopsy
      Hasil biopsi dapat digunakan selama 36 jam untuk dilakukan pemeriksaan
      histologik secara froxen section
F. KOMPLIKASI
         Metastase ke jaringan sekitar mellui saluran limfe (limfogen) ke paru,pleura,
  tulang dan hati.


G. PENATALAKSANAAN MEDIS
                    Ada 2 macam yaitu kuratif (pembedahan) dan poliatif (non
  pembedahan).       Penanganan kuratif dengan pembedahan yang dilakukan secara
  mastektomi parsial, mastektomi total, mastektomi radikal, tergantung dari luas, besar
  dan penyebaran knker. Penanganan non pembedahan dengan penyinaran, kemoterapi
  dan terapi hormonal.


H. PROSES KEPERAWATAN PASIEN KANKER PAYUDARA (CA MAMAE)


  PENGKAJIAN
          Hal yang perlu dikaji pada pasien dengan kanker payudara adalah reaksi
  pasien terhadap diagnosis dan kemampuannya untuk mengatasi situasi tersebut.
  Pertanyaan yang berhubungan mencakup hal-hal berikut:
   Bagaimana pasien berespon terhadap diagnosis?
   Mekanisme koping apa yang pasien temukan paling membantu?
   Dukungan psikologis atau emosional apa yang digunakan?
   Apakah ada pasangan, anggota keluarga atau teman untuk membantunya dalam
      membuat pilihan pengobatan?
   Bagian informasi mana yang paling penting yang pasien butuhkan?
   Apakah pasien mengalami ketidaknyamanan?
  Berdasarkan pengkajian, diagnosa keperawatan utama mencakup antara lain:
  Preoperatif:
   Kurang pengetahuan tentang kanker payudara dan pilihan pengobatan
      berhubungan dengan kurang paparan sumber informasi
   Koping tidak efektif berhubungan dengan krisis situasional atau maturasional
  Pasca operatif:
   Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri kimia (proses kanker, diskontinuitas
      jaringan)
     Kurang perawatan diri berhubungan dengan nyeri
     Resiko infeksi berhubungan dengan inadekuat pertahanan primer atau
        imunosupresi
     Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
        faktor psikologis
     Cemas berhubungan dengan status kesehatan
     Pk: perdarahan
     Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan insisi bedah
     Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kehilangan bagian tubuh, trauma
        terhadap bagian tubuh yang tidak berfungsi
     Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan fungsi dan struktur tubuh
        akibat pembedahan (mastektomi)


    RENCANA KEPERAWATAN
    1. DIAGNOSA       KEPERAWATAN       : KURANG      PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT
        KANKER PAYUDARA B.D       KURANG PAPARAN SUMBER INFORMASI

     NOC dan indicator                NIC dan aktifitas                  Rasional


NOC: Pengetahuan tentang       NIC: Pengetahuan penyakit
penyakit, setelah diberikan    Aktifitas:
penjelasan selama 2 x ps        1. Jelaskan tentang proses     1. Meningkatan pengetahuan
mengerti proses penyakitnya        penyakit                       dan mengurangi cemas
dan Program perawatan serta
Therapi yg diberikan dg:        2. Jelaskan tentang program    2. Mempermudah intervensi
Indikator:                         pengobatan dan alternatif
Ps mampu:                          pengobantan
  Menjelaskan          kembali
  tentang proses penyakit, 3. Jelaskan tindakan untuk          3. Mencegah keparahan
  mengenal           kebutuhan     mencegah komplikasi            penyakit
  perawatan dan pengobatan
  tanpa cemas                   4. Tanyakan kembali            4. Mereviw
                                   pengetahuan ps tentang
                                   penyakit, prosedur prwtn
                                   dan pengobatan
    2. Dx. Keperawatan: Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri kimia
       (proses kanker, diskontinuitas jaringan)
      NOC dan indicator                    NIC dan aktifitas                         Rasional


NOC: Kontrol nyeri, setelah         NIC: Manajement nyeri
dilkukan perawatan selama 3x24      Aktifitas:
jam nyeri ps berkurang dg:          1. Lakukan penilaian terhadap 1. untuk menentukan intervensi
Indikator:                             nyeri, lokasi, karakteristik dan    yang sesuai dan keefektifan
 Menggunakan skala nyeri              faktor-faktor     yang     dapat    dari therapi yang diberikan
   untuk mengidentifikasi tingkat      menambah nyeri
   nyeri                            2. Amati isyarat non verbal 2. Membantu                           dalam
                                       tentang kegelisaan                  mengidentifikasi          derajat
 Ps menyatakan nyeri                                                      ketidaknyamnan
  berkurang                         3. Fasilitasi linkungan nyaman      3. Meningkatkan kenyamanan
                                    4. Berikan obat anti sakit          4. Mengurangi      nyeri        dan
 Ps mampu istirahan/tidur                                                 memungkinkan pasien untuk
                                                                           mobilisasi tampa nyeri
 Menggunakan tekhnik non           5. Bantu pasien menemukan           5. Peninggin lengan menyebabkan
  farmakologi                          posisi nyaman                       pasie rileks

                                    6. Berikan massage di punggung      6. Meningkatkan relaksasi dan
                                                                           membantu untuk menfokuskan
                                                                           perhatian      shg      dapat
                                                                           meningkatkan sumber coping
                                    7. Tekan dada saat latihan batuk
                                                                        7. Memudahkan partisipasi pada
                                                                           aktifitas tampa timbul rasa tidak
                                                                           nyaman


    3. Diagnosa keperawatan: deficite self care b.d nyeri
       NOC dan indicator                    NIC dan aktifitas           Rasional

NOC: Perawatan diri : (mandi,
     berpakaian), setelah diberi    NIC: Membantu perawatan diri
     motivasi perawatan             pasien
     selama 2x24 jam, ps            Aktifitas:
     mampu melakukan mandi          1. Tempatkan alat-alat mandi
     dan berpakaian sendiri dg:        disamping TT ps                  1.   Mempermudah jangkauan
                                    2. Libatkan keluarga dan ps         2.   Melatih kemandirian
Indikator:
                                    3. Berikan bantuan selama ps        3.   Meningkatkan kepercayaan
 Tubuh bebas dari bau dan
     menjaga keutuhan kulit            masih mampu mengerjakan
 Menjelaskan cara mandi dan           sendiri
     berpakaian secara aman
                                    NIC: ADL berpakaian
                                    Aktifitas:
                                    1. Informasikan pd ps dlm           1. Memudahkan intervensi
                                       memilih pakaian selama
                                       perawatan
                                    2. Sediakan pakaian di tempat       2. Melatih kemandirian
                                       yg mudah dijangkau
                                    3. Bantu berpakaian yg sesuai       3. Menghindari nyeri bertambah
                                    4. Jaga privcy ps                   4. Memberikan kenyamanan
                                    5. Berikan pakaian pribadi yg       5. Memberikan kepercayaan diri
                                       digemari dan sesuai                 ps
    4. Diagnosa keperawatan: Risiko infeksi bd indekuat pertahanan primer
       atau imonosupresi
      NOC dan indikator                      NIC dan aktifitas                         Rasional

NOC: Kontrol infeksi dan
       kontrol resiko, setelah       NIC: Perawatan payudara/ luka
       diberikan perawatan           Aktifitas:
       selama 3x24 jam tidak         1. Amati luka dari tanda2 infeksi    1. Penanda proses infeksi
       terjadi infeksi sekunder      2. Lakukan perawatan payudara        2. Menghindari infeksi
       dg:                              dengan tehnik aseptic dan
Indikator:                              gunakan kassa steril untuk
 Bebas dari tanda-tanda                merawat dan menutup luka
     infeksi                         3. Anjurkan pada ps utnuk            3. Mencegah infeksi
 Angka leukosit normal                 melaporkan dan mengenali
 Ps mengatakan tahu tentang            tanda-tanda infeksi
     tanda-tanda infeksi             4. Kelola th/ sesuai program         4. Mempercepat penyembuhan

                                     NIC: Kontrol infeksi
                                     Aktifitas:
                                     1.Batasi pengunjung                  1. Mencegah infeksi sekunder
                                     2.Cuci tangan sebelum dan            2. Mencegah INOS
                                       sesudah merawat ps
                                     3.Tingkatkan masukan gizi yang       3. Meningkatkan daya tahan tubuh
                                       cukup
                                     4.Anjurkan istirahat cukup           4. Membantu      relaksasi   dan
                                     5.Pastikan penanganan aseptic           membantu proteksi infeksi
                                       daerah IV                          5. Mencegah tjdnya infeksi
                                     6.Berikan PEN-KES tentang risk       6. Meningkatkan pengetahuan ps
                                       infeksi

    5. Dx. keperawatan: Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
       tubuh b.d faktor psikologis
       NOC dan indikator                      NIC dan aktifitas                        Rasional


NOC: Status nutrisi, setelah          NIC: terapi gizi
       diberikan penjelasan dan       Aktifitas:
       perawatan selama 4x 24         1. Monitor masukan makanan/           1. Penanda malnutrisi
       jam kebutuhan nutrisi ps          minuman dan hitung kalori
       terpenuhi dg:                     harian secara tepat
Indikator:                            2. Kaloborasi ahli gizi               2. Penentuan jumlah kalori dan
 Pemasukan nutrisi yang                                                       bahan     makanan      yang
  adekuat                                                                      memenuhi standar gizi
 Pasien mampu menghabiskan           3. Pastikan dapat diet TKTP           3. Mencegah penurunan nafsu
  diet yang dihidangkan                                                        makan
 Tidak ada tanda-tanda               4. Berikan perawatan mulut            4.
  malnutrisi                          5. Pantau hasil labioratoriun         5. Penanda kekurangan nutrisi
 Nilai laboratorim, protein total       protein, albumin, globulin, HB
  8-8 gr%, Albumin 3.5-5.4 gr%,       6. Juhkn benda-benda yang tidak       6. Dapat    mengurangi    nafsu
  Globulin 1.8-3.6 gr%, HB tidak         enak untuk dipandang seperti          makan
  kurang dari 10 gr %                    urinal, kotak drainase, bebat
 Membran mukosa dan                     dan pispot
  konjungtiva tidak pucat             7. Sajikan     makanan     hangat     7. Menambah      selera   makan
                                         dengan variasi yang menarik           psien
    6. Dx. keperawatan: Cemas b.d status kesehatan
      NOC dan indikator                   NIC dan aktifitas                       Rasional


NOC: kontrol kecemasan dan        NIC: Penurunan kecemasan
coping, setelah dilakukan         Aktifitas:
perawatan selama 2x24 jam cemas   1. Bina Hub. Saling percaya        1. Mempermudah intervensi
ps hilang atau berkurang dg:      2. Libatkan keluarga               2. Mengurangi kecemasan
Indikator:                        3. Jelaskan semua Prosedur         3. Membantu        ps      dlam
Ps mampu:                                                               meningkatkan     pengetahuan
 Mengungkapkan cara mengatasi                                          tentang status kes dan
  cemas                                                                 meningkatkan          kontrol
 Mampu menggunakan coping                                              kecemasan
 Dapat tidur                     4. Hargai pengetahuan ps           4. Merasa dihargai
 Mengungkapkan tidak ada            tentang penyakitnya
  penyebab fisik yang dapat       5. Bantu ps untuk                  5. Dukungan akan memberikan
  menyebabkn cemas                   mengefektifkan sumber              keyakinan thdp peryataan
                                     support                            harapan untuk sembuh/masa
                                                                        depan
                                  6. Berikan reinfocement untuk      6. Penggunaan Strategi adaptasi
                                     menggunakan Sumber                 secara bertahap ( dari
                                     Coping yang efektif                mekanisme pertahan, coping,
                                                                        samapi strategi penguasaan)
                                                                        membantu ps cepat
                                                                        mengadaptasi kecemsan



    7. DX. KEPERAWATAN: PK: PERDARAHAN

      NOC dan indikator                   NIC dan aktifitas                      Rasional

NOC: Perdarahan berhenti,         NIC: Pencegahan sirkulasi
       setelah dilakukan
                                  Aktifitas:
       perawatan selama 4x24
       jam perawat mampu           1. Lakukan penilaian              1. Penanda gangguan sirkulasi
       menghentikan perdarahan        menyeluruh tentang                darah dan antisipasi kekurangan
       dg Indikataor:                 sirkulasi; cek nadi, edema,       HB
 Luka sembuh kering, bebas           pengisian kapiler, dan
  pus, tidak meluas.                  perdarahan di saat merawat
 HB tidak kurang dari 10 gr %        mamae
                                   2. Lakukan perawatan luka         2. Menghentikan perdarahan dan
                                      dengan hati-hati dengan           menghindari perluasan luka
                                      menekan daerah luka dengan
                                      kassa steril dan tutuplah
                                      dengan tehnik aseptic basah-
                                      basah
                                   3. Kelola th/sesuai order         3. Diberikan secara profilaksis
                                                                        atau untuk menghentikn
                                                                        perdarahan
ANALISA DATA KLIEN
Tgl : 28 maret 2005
NO DATA                                               ETIOLOGI          MASALAH

 1   S: Ps mengatakan nyeri sekali di payudara     Agen        injuri: Nyeri akut
         kiri dan sejak 3 hr yl                    Kimia     (proses
     O: Massa dengan ulkus berdiameter             Tumor),
         10x5Cm, berdarah&berbau di mamae          diskontinuitas
         kiri                                      jaringan
         Keluar keringat dingin
         Nyeri Level 3 . N:98 x/mnt, RR:26
         x/mnt, TD:130/80 mmHg

 2   S: Ps mengatakan sejak 1 bln yl tumor                 -           PK: perdarahan
         membesar dengan cepat dan sejak 3
         hari yl berdarah terus tidak bisa
         berhenti
     O: Massa seperti kembang kool, ulkus,
         berdarah, kulit mamae mengelupas

 3   S: Ps mengatakan sangat khawatir tentang      Status kesehatan    Cemas
         penyakitnya kaau bertambah parah dn
         kenapa proses tumornya cepat
         membesar, berdarah dan bau
     O: Ps menangis sambil memegang tangan
        perawat erat-erat

 4   S: Ps mengatakan belum paham tentang           Kurang paparan     Kurang
         penyakitnya dan bertanya kenapa           sumber informasi    pengetahuan
         mudah berdarah, menanyakn apakah
         memang spt ini prosesnya

     S: Ps mengatakan sejak 1 bln Yang lalu        Faktor psikologis   Keseimbangan
 5       nafsu makan turun dan saat ini kalau                          nutrisi kurang
         diisi mual
     O: Makan habis ½ Porsi (hanya bubur saja
         yang dimakan)

     O: Massa mamae tampak kotor, berbau,          Tidak    adekuat Risiko Infeksi
 6   berdarah, kulit tidak utuh, seperti kembang   pertahanan tubuh
     kool, ulkus, kulit mamae mengelupas           primer/
                      TH/ INVASIF                  imonosupresi

     S: Ps mengatakan tidak bisa mandi dan
         berpakaian sendiri
 7   O: (mandi dan berpakaian skor 2)              Nyeri               Deficite     self
                                                                       care
Diagnosa keperawatan yang muncul pd Ny “W, 44 th
   1. Nyeri akut b.d agen injuri kimia (proses Tumor), diskontinuitas jaringan
   2. PK: Perdarahan
   3. Cemas b.d Status kesehatan
   4. Kurang pengetahuan bd kurang paparan sumber informasi
   5. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d faktor psikologis
   6. Risiko Infeksi b.d tidak adekuat pertahanan tubuh primer dan imonosupresi
   7. Deficite self care b.d nyeri
                       CATATAN PERKEMBANGAN

DX.                Implementasi                                Evaluasi
kep.
 1     28-3-2005 j. 8.00 WIB                     S: Ps menyatakan nyeri sekali&ber+
       - Mengkaji tingkat nyeri pasien, lokasi        nyeri saat buat miring atau saat
          nyeri                                       diganti balutan
       - Mengevaluasi faktor-faktor yang         O: KU: sedang, CM, TD: 130/80
          dapat menambah peningkatan nyeri            mmHg, N: 88 x/mnt, level
       - Mengganti linen                              nyeri 3
       - Memberikan inj.pronalges 1 mg/IM        A: masalah belum teratasi
       - Memberikan posisi semi fowler           P: Kelola inj. Pronalges 1 mg/IM,
                                                     jam 08.00-16.00-24.00 WIB

                                                 S: -
 2     -   melakukan perewatan payudara          O: Pengisian kapiler 3”, Suhu
         dengan kassa steril dg tehnik basah-       ekstremitas hangat
         basah                                      Luka payudara masih berdarah
       - Melakukan penilaian Nd, pengisian          dan berbau
          kapiler,  temp.     extremitas   &     A: masalah belum teratasi
          mengevaluasi       keadaan     luka    P: Kelola Inj. Kalnex 1 amp/IV, jam
          dipyudara                                   08.00-16.00-24.00 WIB
       - Memberikan inj. Kalnex 1 amp IV
                                        S: Ps menyatakan sangat takut dg
 3     - Menemani ps&menanyakan bgmn         penyakitnya
         perasaan saat ini              O: Ps menangis& tampak cemas
       - Memberikan reinfocement sambil A: masalah belum teratasi
         memegang tanganya disaat ps P: Temani Ps disaat membutuhkan
         mengungkapkan perasaanya           dan gali kembali faktor-faktor
                                            yang menimbulkan cemas

                                                 S:      Ps    menanyakan  apakah
 4     - Memberikan penjelasan pd Ps tentang            perawatannya    memerlukan
          proses penyakitnya dan program                waktu yg lama
          pengobatan dan perawatan yg O: -
          diberikan                          A: mslh teratasi sebagian
       - Memberikan kesempatan Ps bertanya   P: Jelaskan tentang prosedur dan
                                                manfaat biopsy mamae

                                        S: Ps mengatakan belum bisa makan
 5     -Mengkaji Kebutuhan makan ps dan      banyak krn setiap diisi mual
         memonitor intake makanan dan O: makan bubur habis ¼ porsi
         minuman                        A: Masalah belum teratasi
                                        P: Jelaskan manfaat gizi untuk
                                        kesembuhan Ps

                                                 S: -
                                             O: luka payudara seperti ulkus,
 6     - Melakukan perawatan payudara dg        berdarah, dan berbau
          tehnik      basah-basah&memonitor S: Mslh teratasi sebagian
          kondisi luka payudara              P: Kelola inj. Cefrox 1 gr berikan
       - Menutup luka dg kassa steril          jam 8.00 WIB.
       - Memberikan injeksi Cefrox 1gr/IV
                                             S: Ps mengatakan bisa makan,
                                                minum, ke WC sendiri kecuali
 7     - Mengevaluasi kembali Keb. ADL          mandi dan pakai baju belum bisa
          pasien ( Mandi dan berpakaian skor    karena nyeri
          2)                                 O: Berpakaian dan mandi dibantu
                                                keponakannya
                                             A: Mslh teratasi sebagian
                                             P: Kaji ADL mandi dan berpakaian




                       CATATAN PERKEMBANGAN

DX.                Implementasi                             Evaluasi
kep.
 1     29-3-2005                               S: Ps masih menyatakan nyeri
       - Mengkaji keluhan nyeri pasien,        O: KU: sedang, CM, TD: 130/80
          tingkat nyeri                             mmHg, N: 86 x/mnt, level
       - Mengganti linen                            nyeri 5
       - Memberikan inj.pronalges 1 mp/Im      A: mslh teratasi sebagian
          (J.8.00 WIB)                         P: Kelola inj. Pronalges 1 mg/IM,
                                                   jam 08.00-16.00-24.00 WIB

 2     - melakukan perewatan mamae dengan      S: -
          kassa steril dg tehnik basah-basah   O: Luka payudara masih berdarah
       - Mengukur TTV                             dan berbau, TD: 130/70 mmhg,
       - Mengevaluasi luka di payudara            N: 80x/mnt, Sh: 36,50C
       - Memberikan inj. Kalnex 1 amp/IV       A: mslh teratasi sebagian
          jam 8.00 WIB                         P: Kelola Inj. Kalnex 1 amp/IV, jam
                                                    08.00-16.00-24.00 WIB

 3     - Menemani ps& menanyakan kembali       S: Ps mengatakan sedikit tenang
          bgmn perasaan saat ini                    setelah mendapat penjelasan
       - Memberikan reinfocement sambil             kemarin
          memegang tanganya disaat ps          O: -
          mengungkapkan perasaanya             A: mslh teratasi sebagian
                                               P: Temani Ps disaat membutuhkan
                                               dan anjurkan untuk mengefektifkan
                                               sumber coping.
 4     - Menanyakan kembali apakah sudah      S: Ps menyatakan sudah mulai
          paham tentang penyakitnya dan            paham ttg penyakitnya tapi
          semua prosedur pengobatan                tidak menyangka prosesnya
       - Memberikan penjelasan tentang             akan demikian cepat setelah
          rencana biopsy yg akan dilakukan         ada luka.
          besuk                               O: -
       - Memberikan kesempatan Ps bertanya    A: masalah teratasi sebagian
                                              P: Pastikan kesiapan Ps untuk
                                                  dilakukan biopsi

 5     - Mengkaji Kebutuhan makan ps dan      S: Ps mengatakan musti nafsu
          memonitor intake makanan dan             makan turun tapi berusaha
          minuman                                  untuk mengabiskn makanan
       - Memberikan penjelasan tentang             yang diberikan
          pentingnya masukan gizi untuk       O: makan habis 2/3 porsi
          membantu proses penyembuhan dan     A: Mslh teratasi sebagian
          meningkatkan daya tahan tubuh       P: Monitor ketat jumlah diet yang
          untuk melawan penyakitnya.              yg dihabiskan Ps

 6     - Melakukan perawatan payudara         S: -
          dengan tehnik basah-basah dan       O: luka payudara seperti ulkus,
          memonitor kondisi luka payudara        berdarah, dan berbau
       - Menutup luka dg kassa steril         S: Masalah teratasi sebagian
       - Dressing infus dan monitor tanda-    P: Lakukan perawatan luka setiap
          tanda plebitis                        hari dengan tehnik aseptik basah-
       - Memberikan injeksi Cefrox 1gr/IV       basah dan Kelola inj. Cefrox 1 gr
                                                berikan jam 8.00 WIB.
 7     - Mengevaluasi Keb. ADL pasien (
          Mandi dan berpakaian skor 2)        S: -
       - Memberikn reinfocement kepada kel.   O: Berpakaian dan mandi dibantu
          Untuk membantu keb. ADL PS             kel.
          selama masih Nyeri                  A: Masalah teratasi sebagian
                                              P: Kaji keb. Mandi dan berpakaian




                       CATATAN PERKEMBANGAN

DX.                Implementasi                            Evaluasi
kep.
 1     30 -3- 2005                            S: Ps masih menyatakan nyeri
       - Mengkaji keluhan nyeri pasien,       O: KU: sedang, CM, TD: 130/80
          tingkat nyeri                            mmHg, N: 86 x/mnt, level
       - Mengganti linen                           nyeri 5
       - Memberikan inj.pronalges 1 mp/Im     A: mslh teratasi sebagian
      (J.8.00 WIB)                         P: Kelola inj. Pronalges 1 mg/IM,
                                           jam 08.00-16.00-24.00 WIB

2   - Memberikan injeksi Kalnex 1 Amp/IV S: -
       (jam 8.00 WIB)                    O: Luka payudara masih berdarah
    - Mengevaluasi luka di payudara         dan berbau
                                         A: mslh teratasi sebagian
                                         P: Kelola Inj. Kalnex 1 amp/IV, jam
                                              08.00-16.00-24.00 WIB

3   - Menemani ps& menanyakan kembali      S: Ps mengatakan sedikit tenang
       bgmn perasaan saat ini                    setelah mendapat penjelasan
    - Memberikan reinfocement sambil             kemarin
       memegang tanganya disaat ps         O: -
       mengungkapkan perasaanya            A: mslh teratasi sebagian
                                           P: Jelaskan Prosedur setelah hasil
                                                biopsi ada tentang kemungkinan
                                                program pengobatan
                                                kemotherapi dan sistostatika

                                           S: Ps menyatakan sudah paham ttg
4   - Menanyakan kembali apakah sudah           penyakitnya dan siap untuk
       jelas dan siap untuk dilakukan           dilakukan biopsi
       biopsy nanti dan paham bahwa        O: -
       biopsy dilkukn untuk menentukan     A: masalah teratasi
       program pengobatan dan perawatan    P: -
       selanjutnya.
    - Memberikan kesempatan Ps bertanya

                                           S: Ps mengatakan nafsu makan
5   - Mengkaji Kebutuhan makan ps dan           sudah mulai baik
       memonitor intake makanan dan        O: makan habis 1 porsi ditambah
       minuman                                buah pisang, pepaya dan apel
                                           A: Mslh teratasi
                                           P: Kaji kembali keb. Mandi dn
                                               berpakaian Ps apakah masih
                                               nyeri jika dibuat mandi sendiri


                                           S: -
6   - Melakukan perawatan payudara         O: luka payudara seperti ulkus,
       dengan tehnik basah-basah dan          berdarah, dan berbau
       memonitor kondisi luka payudara     S: Masalah teratasi sebagian
    - Menutup luka dg kassa steril         P: Lakukan perawatan luka setiap
    - Memberikan injeksi Cefrox 1gr/IV       hari dengan tehnik aseptik basah-
     - Dressing infus dan monitor tanda-     basah dan Kelola inj. Cefrox 1 gr
       tanda plebitis                        berikan jam 8.00 WIB.
                                              S: Ps menyatakan mandi dan
 7     - Mengevaluasi Keb. ADL pasien            berpakaian sudah dilakukan
       - Memberikn reinfocement dan pujian       sendiri
          kepada ps karena mampu              O: Berpakaian dan mandi skor 0
          mengadaptasi nyeri sehingga mampu   A: Masalah teratasi
          aktifitas sendiri                   P: -



                       CATATAN PERKEMBANGAN

DX.                Implementasi                            Evaluasi
kep.
 1     31 -3- 2005                            S: Ps masih menyatakan nyeri
       - Mengkaji keluhan nyeri pasien,       O: KU: sedang, CM, TD: 130/80
          tingkat nyeri                            mmHg, N: 86 x/mnt, level
       - Mengganti linen                           nyeri 6
       - Memberikan inj.pronalges 1 mp/Im     A: mslh teratasi sebagian
          (J.8.00 WIB)                        P: Kelola inj. Pronalges 1 mg/IM,
                                              jam 08.00-16.00-24.00 WIB
                                              S: -
 2     - Memberikan injeksi Kalnex 1          O: Luka payudara masih berdarah
          Amp/IV                                 dan berbau
       - Mengevaluasi luka di payudara        A: mslh teratasi sebagian
                                              P: Kelola Inj. Kalnex 1 amp/IV, jam
                                              08.00-16.00-24.00 WIB

 3     - Menanyakan kembali apakah            S: Ps mengatakan sedikit tenang
          bagaimana perasaanya hari ini dan        setelah mendapat penjelasan
          apakah bisa istirahat/tidur.        O: -
       - Memberikan kesempatan Ps bertanya    A: mslh teratasi sebagian
                                              P: Temani Ps disaat membutuhkan

 6     - Melakukan perawatan payudara         S: -
          dengan tehnik basah-basah dan       O: luka payudara seperti ulkus,
          memonitor kondisi luka payudara        berdarah
       - Menutup luka dg kassa steril         S: Masalah teratasi sebagian
       - Memberikan injeksi Cefrox 1gr/IV     P: Kelola inj. Cefrox 1 gr berikan
                                                jam 8.00 WIB.
                        DAFTAR PUSTAKA


Barbara,  CL.,   1996,   Perawatan  Medikal   Bedah     (Suatu
     Pendekatan proses keperawatan), Bandung.

Brunner & Suddarth, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal
     Bedah, alih bahasa: Waluyo Agung., Yasmin Asih.,
     Juli., Kuncara., I.made karyasa, EGC, Jakarta.

Carpenito, L.J., 2000, Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada
     Praktek Klinis, alih bahasa: Tim PSIK UNPAD Edisi-6,
     EGC, Jakarta

Doenges,M.E.,  Moorhouse,   M.F.,  Geissler,   A.C.,   1993,
     Rencana Asuhan Keperawatan untuk perencanaan dan
     pendukomentasian    perawatan   Pasien, Edisi-3, Alih
     bahasa; Kariasa,I.M., Sumarwati,N.M., EGC, Jakarta

Kuliah ilmu penyakit dalam PSIK – UGM, 2004, Tim spesialis
     dr. penyakit dalam RSUP dr.Sardjito, yogyakarta.

McCloskey&Bulechek,      1996,     Nursing        Interventions
     Classifications,     Second   edisi,    By      Mosby-Year
     book.Inc,Newyork

NANDA,  2001-2002,   Nursing  Diagnosis:     Definitions   and
     classification, Philadelphia, USA

University IOWA., NIC and NOC Project., 1991,           Nursing
     outcome Classifications, Philadelphia, USA

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:230
posted:7/9/2012
language:
pages:20
widyapertiwi eka widyapertiwi eka
About belejar lbh giat lagi