Docstoc

Ca Thyroid

Document Sample
Ca Thyroid Powered By Docstoc
					    LAPORAN PENDAHULUAN

           ASUHAN KEPERAWATAN
            AN.D dengan Ca Thyroid
DI bangsal (D2) RS Dr. SARDJITO JOGJAKARTA




                Disusun Oleh
           Yanita Trisetiyaningsih




 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
      FAKULTAS KEDOKTERAN
     UNIVERSITAS GAJAH MADA
           JOGJAKARTA
               2005


                      1
                                         Ca Thyroid
Pendahuluan
Kanker Thyroid menempati urutan ke-9 dari sepuluh keganasan yang tersering. Lebih
banyak pada wanita dengan distribusi sekitar antara 2:1 sampai 3:1. insidennya berkisar
antara 5,4 – 30 %. Berdasarkan jenis histopatolologi. Sebarannya adalah kanker Thyroid
jenis papilar (71,4 %), kanker Thyroid jenis folikuler (16,7 %), kanker Thyroid jenis anaplastik
(8,4%) dan kanker Thyroid jenis meduler (1,4%). Berdasarkan usi kanker thyroid jenis papiler
biasanya pada pasien yang berusia kurang dari 40 tahun,berbeda dengan kanker thyroid
folikuler yang banyak pada usia diatas 40 tahun. Sedangkan kanker jenis meduler sering
ditemukan pada usia tua (50-60 tahun).


Etiologi
Etiologi yang pasti belum diketahui. Yang berperan khususnya well differentiated carcinoma
(papilar dan folikuler) adalah radiasi dan goiter endemis dan untuk jeni meduler adalah factor
genetic. Belum diketahui suatu karsinogen yang berperan untuk kanker anaplastik dan
meduler. Diperkirakan kanker thyroid anaplastik berasal dari perubahan kanker thyoid
berdifferensiasi baik (papiler dan folikuler) dengan kemungkinan jenis folikuler dua kali lebih
besar. Sedangkan limfoma pada tiroid diperkirakan karena perubahan perubahan
degenerasi ganas dari tiroiditis hashimoto.


Manifestasi Klinik
Gejala karsinoma Thyroid adalah sebagai berikut:
1. kista bisa cepat membesar, nodul jinak perlahan, sedang nodul ganas agak cepat dan
   nodul anaplastik cepat sekali (dihitung dalam minggu), tanpa nyeri.
2. terdapat factor factor risiko yaitu
        masa kanak kanak pernah mendapat terapi sinar di daerah leher atau sekitarnya
        anggota keluarga lainnya menderita kelainan kelenjar gondok (endemis)
        tetangga atau penduduk sekanpung ada yang menderita kelainan kelenjar
           gondok
3. merasakan adanya gangguan mekanik di daerah leher seperti gangguan menelan yang
   menunjukkan adanya desakan esophagus atau perasaan sesak yang menunjukkan
   adanya desakan/infiltrasi ke trakea
4. pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher (mungkin metastasis)
5. penonjolan/kelainan pada tulang tempurung kepala (metastasis di kepala)
6. perasaan sesak dan batuk batuk yang disertai dahak berdarah (metastasis di paru paru
   bagi jenis folikuler)




                                               2
Dari pemeriksaan fisis didapatkan:
1. pemeriksaan Thyroid. Nodul soliter pada thyroid kemungkinan ganasnya 15-20%,
   sedang nodul multiple mempunyai kemungkinan 5%. Kadang kadang nodul soliter yang
   ganas lama lama dapat berubah menjadi bernodul nodul. Pembesaran difus mungkin
   merupakan suatu tirotoksikosis
2. Pemerikaan pada tempat tempat kemungkinan terdapatnya penyebaran tumor
   (pembesaran kelenjar getah bening, dan organ organ). Metastase jauh karsinoma thyroid
   ialah paru paru, tulang (pelvis, vertebra, sternym, tengkorak dan humerus), hati, ginjal
   dan otak. Bagian tulang yang terkena adalah yang spongiosa dan kaya vaskularisasi.


Klasifikasi
Klasifikasi histopatologi karsinoma thyroid epithelial adalah
1. Adenokarsinoma berdifferensiasi baik, terdiri atas:
            Papiler
            Folikuler
            Campuran papiler dan folikuler
2. Adenikarsinoma berdiferensiasi buruk, terdiri atas:
            Karsinoma sel kecil
            Karsinoma sel besar
            Karsinoma sel spindel
3. Karsinoma meduler
4. Karsinoma sel skuamosa
Sedangkan klasifikasi histopatologi karsinoma thyroid non epithelial adalah limfoma,
sarcoma, metastatik tumor, teratoma malignan dan tomur yang tidak dapat diklasifikasikan.


Stadium kanker
Stadium kanker ini tidaksaja berdasarkan histopatologi, ekstensi lokal, regional dan
metastase jauh, tetapi juga pada umur dan jenis kelamin. Klasifikasi TNM adalah sebagai
berikut:
    Tipe dan stadium                   <45 tahun                          > 45 tahun
Papiler
    Stadium I              Setiap T, setiap N, M0              Setiap T, N0, M0, T1, N1, M0
    Stadium II             Setiap T, setiap N, M1              T2-4, N1, M0
    Stadium III
    Stadium IV                                                 Setiap T, setiap N, M0




                                               3
   Tipe dan stadium                     <45 tahun                        >45 tahun
Folikuler
    Stadium I              Setiap T, setiap N, M0            T1, N0, M0
    Stadium II             Setiap T, setiap N, M1            T2-4, N0, M0
    Stadium III            -                                 Setiap T, N1, M0
    Stadium IV             -                                 Setiap T, setiap N, M0
Meduler
    Stadium I              -                                 T1, N0, M0
    Stadium II             setiap T, setiap N, M0            T2-4, N0, M0
    Stadium III            -                                 Setiap T, N1, M0
    Stadium IV             setiap T, setiap N, M1            Setiap T, setiap N, M1
Tdk dapat dikalsifikasikn
    Stadium I              -                                 -
    Stadium II             -                                 -
    Stadium III            -                                 -
    Stadium IV             setiap T, setiap N, etiap M       setiap T, setiap N, setiap M


Catatan :
       Tx : tumor tidak dapat ditentukan
       T0 : Tidak ada tumor
       T1 : tumor berdiameter terpanjang < 3 cm
       T2 : tumor berdiameter terpanjang >3 cm
       T3 : fikus intraglanduler multiple
       T4 : tumor primer terfiksasi


Metastase Kanker
Nodul tanpa nyeri pada tiroi atau pada leher biasanya merupakan tanda awal adanya
penyakit. Keterlibatan limfonodi servikal sering timbul pada awal diagnosis. Setiap
pembesaran limfonodi servikalis yang tidak terjelaskan memerlukan pemeriksaan tiroid, yang
kadang kadang menderita tumor primer yang sangat kecil untuk diraba, diagnosisnya
didasarkan pada hasil biopsy limfonodi. Paru paru merupakan tempat metastase yang paling
lazim di luar leher. Mungkin tidakada menifestasi klinis yang dapat diacu padanya, secara
rontgenografis, tumor ini tampak sebagai infiltrasi nodular atau milies difus, terutama bagian
basal. Tumor ini mungkin terkelirukan dengan TBC, histoplasmosis atau sarkoidosis. Tempat
tempat matastasis lain meliputi mediatinum, tulang panjang, tulang tengkorak dan aksilla.




                                               4
Diagnosis
Secara klinis ditegakkan diagnosis struma nodusa dengan persangkaan jinak atau ganas.
Diagnosis yang diperoleh dapat berupa :
   1. kelainan yang bukan neoplasma
   2. neoplasma jinak
   3. neoplasma ganas. Bila diagnosisnya suatu proses keganasan tiroid maka harus
       dinilai apakah masih operable ataukah sudah inoperable.
Diagnosis pasti dengan histopatologi. Sediaan dapat diperoleh denganpemerisaan potong
beku atau pemeriksaan dengan paraffin coupe (gold standar).


Pemeriksaan Penunjang
Langkah pertama yang dianjurkan adalah menetukan status fungsi tiroid dengan memeriksa
TSH (sensitive) dan T4 bebas. Pada keganasan thyroid umumnya fungsi thyroid normal.
Tetap abnormalitas fungsi thyroid tidak          dapat   dengan sendirinya menghilangkan
kemungkinan keganasan.
   1. Pemeriksaan laboratorium tidk ada yang spesifik, kecuali pemeriksaan kadar
       kalsitonin untuk pasien yang dicurigai karsinoma meduler. Pengukuran kadar human
       Thyroglobulin, suatu pertanda tumor untuk keganasan tiroid yang berdiferensiasi baik
       terutama untuk monitoring setelah terapi pembedahan total tiroidektomi.
   2. Pemeriksaan ultrasonografi untuk menentukan apakah nodul padat atau kistik dan
       sebagai penuntun pada biopsy jarum halu. Nodul padat cenderung ganas.
   3. Pemeriksaan sisdik thyroid, dapat dilakukan jika terdapat fasilitas kedokteran muklir.
       Bila nodul menangkap yodium sedikit dari jaringan thyroid yang normal disebut nodul
       dingin. Bila sama afinitasnya disebut nodul hangat. Karsinoma thyroid sebagian
       besar nodul dingin.
   4. Biopsi jarum dapat dilakukan dengan cara needle core biopsy atau biopsy jarum
       halus. Hasil ketepatan diagnostiknya masih diperdebatkan.
   5. Pemeriksaan radiologis dilakukan untuk mencari metastasis. Dilakukan foto paru
       posterioanterior, foto polos jaringan lunak leher antero-posterior dan lateral dengan
       posisi leher hiperekstensi bila tumornya besar, esofagogram bila secara klinis
       terdapat tanda tanda adanya infiltrasi ke esophagus dan foto tulang bila ada tanda
       tanda metastasis ke tulang.


Penatalaksanaan
1. Pembedahan
   Bila diagnosis kemungkinan telah ditegakkan dan operable, operasi yang dilakukan
   adalah lobektomi sisi yang patologik atau lobektomi subtotal dengan risiko bila ganas
   kemungkinan ada sel sel karsinoma yang tertinggal. Pembedahan umumnya berupa

                                             5
   tiroidektomi total. Komplikasi dari operasi antara lain terputusnya nervus laringeus
   rekurens dan cabang eksterna dari nervus laringeus superior, hipotiroidisme dan ruptur
   esophagus. Setelah pembedahan, hormon tiroid diberikan dengan dosis supresif untuk
   menurunkan kadar TSH hingga tercapai keadaan eutiroid
2. Radiasi
   Bila tumor sudah inoperable atau pasien menolak operasi lagi untuk lobis kontralateral,
   dilakukan:
     a. Radiasi interna dengan I131. hanya tumor tumor berdiferensiasi baik yang
         mempunyai afinitas terhadap I131 terutama yang folikuler. Radiasi interna juga
         diberikan pada tumor tumor yang telah bermetastasis atau terdapat sisa tumor
     b. Radiasi eksterna, memberikan hasil yang cukup baik untuk tumor tumor inoperable
         atau anplastik yang tidak berafinitas terhadap I131. [pemberian eksterna terapi
         radiasi menghadapi risiko untukmengalami mukositis, kekeringan mulut, disfagia,
         kemerahan mulut, anoreksia, kelelahan.


Prognosis
Prognosis pasien dengan kanker thyroid berdiferensiasi baik tergantung pada umur, adanya
ekstensi, adanya lesi metastasis, diameter tumor dan jenis histopatologi.




                                              6

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:244
posted:7/9/2012
language:
pages:6
widyapertiwi eka widyapertiwi eka
About belejar lbh giat lagi