Docstoc

Ikatan Kimia - DOC

Document Sample
Ikatan Kimia - DOC Powered By Docstoc
					                            RINGKASAN MATERI

Ikatan kimia terbentuk karena unsur-unsur yang tidak stabil, berusaha menjadi
stabil seperti unsur-unsur golongan gas mulia (VIIIA), yaitu memiliki 8 elektron
pada kulit terluar.
A. Jenis-jenis Ikatan Kimia
1. Ikatan Ion
         Ikatan ion adalah gaya tarik-menarik listrik antara ion yang berbeda
muatan. Ikatan ion dapat terjadi apabila atom unsur yang memiliki energi ionisasi
rendah melepaskan elektron valensinya sehingga berubah menjadi ion positif, dan
atom unsur yang lain mempunyai afinitas elektron tinggi menangkap elektron
tersebut sehingga berubah menjadi ion negatif. Contoh : ikatan dalam senyawa
NaCl
                    ××                       ××
         Na       × Cl ×        Na +       × Cl ×
                                                    NaCl
              +   × ××                 +
                                           × ××



Ikatan yang terjadi antara logam (khususnya golongan IIIA dan IIA) dengan
nonlogam (khususnya VIIA dan VIA) cenderung ionik.
2. Ikatan Kovalen
    Ikatan kovalen terbentuk dari dua atom unsur atau lebih        yang memiliki
afinitas elektron besar, dan pemakaian pasangan elektron secara bersama dari
masing-masing atom yang saling berikatan untuk mencapai kestabilan. Ikatan
yang terjadi antara sesama nonlogam merupakan ikatan kovalen.
    a. Ikatan Kovalen Tunggal
Contoh. ikatan yang terbentuk antara atom H dengan atom H dalam molekul H2.

                                                              H .          H
         H.
                                                                       x

                   +       xH


     1   Modul Kimia »» I Gusti Ayu Arisani
   b. Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Contoh. ikatan yang terbentuk antara atom O dengan atom O dalam molekul O2
   c.   Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Contoh. ikatan yang terbentuk antara atom N dengan atom N dalam molekul N2.

            .
        .. N. +         x                                     ..N .
                                                                  .    x

            .           x
                        x   N
                            xx                                    .    x
                                                                       x   N xx


   d. Ikatan Kovalen Koordinasi
         Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk akibat
   penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah satu atom
   yang berikatan. Contohnya SO3.
                                       O=S   O
                                         ONGAN PENDEKATAN, METODE,
   KBM DAN ASSESMENT
 Polarisasi Ikatan
         Kedudukan pasangan elektron milik bersama tidak selalu simetris
   terhadap kedua atom yang berikatan. Pasangan elektron akan lebih dekat ke
   arah atom yang mempunyai keelektronegatifan lebih besar. Hal ini
   mengakibatkan polarisasi atau pengutuban ikatan.


                    H            H                     H          Cl

                        (a) Nonpolar                                   (b) Polar


         Pada contoh (a), kedudukan pasangan elektron ikatan sudah pasti
   simetris terhadap kedua atom H. Dalam molekul H2 tersebut, muatan negatif
   (elektron) tersebar secara homogen. Ikatan seperti itu disebut ikatan kovalen
   nonpolar. Pada contoh (b), pasangan elektron ikatan tertarik lebih dekat ke
   atom Cl, karena Cl mempunyai daya tarik elektron lebih besar daripada H.
   Akibatnya, pada HCl terjadi polarisasi, dimana atom Cl lebih negatif daripada
   atom H. Ikatan seperti itu disebut ikatan kovalen polar.




    2   Modul Kimia »» I Gusti Ayu Arisani
              Senyawa Ion                                  Senyawa Kovalen
 Titik didihnya relatif tinggi                   Titik didihnya relatif rendah
 Pada suhu kamar, berupa zat padat,              Pada suhu kamar, ada yang berupa
 keras tetapi rapuh                              padatan dengan titik leleh yang
                                                 relatif rendah, ada yang berupa
                                                 cairan, ada pula yang berupa gas.
 Non volatil                                     Volatil
 larut dalam air, tetapi tidak larut dalam       tidak larut dalam air, tetapi lebih
 pelarut organik (seperti petroleum eter,        mudah larut dalam pelarut nonpolar
 aseton, alkohol, dan trikloroetana)
 Senyawa ion padat tidak menghantar              Baik lelehan maupun padatan
 listrik, tetapi lelehan dapat menghantar        senyawa kovalen tidak dapat
 listrik                                         menghantar listrik


 Ikatan Logam
           Unsur logam mempunyai sedikit elektron valensi. Oleh karena itu, kulit
terluar unsur logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong), sehingga
elektron dapat berpindah dari satu atom ke atom lain. Elektron-elektron valensi
tersebut berbaur sehingga menyerupai awan atau lautan yang membungkus ion-
ion positif logam di dalamnya. Jadi, struktur logam dapat dibayangkan sebagai
ion-ion positif yang dibungkus oleh awan atau lautan elektron valensi.

                           +     +     +     +        +     +      +


                           +     +     +     +        +     +      +


                           +     +     +     +        +     +      +


                           +     +     +     +        +     +      +

           Struktur logam di atas dapat menjelaskan sifat-sifat khas logam, seperti
daya hantar listrik, sifat dapt ditempa, dan ditarik. Logam merupakan konduktor
yang baik karena elektron valensinya mudah mengalir. Logam dapat ditempa atau
dapat ditarik karena ketika logam dipukul atau ditarik, atom-atom logam hanya
bergeser sedangkan ikatan diantaranya tidak terputus.

     3     Modul Kimia »» I Gusti Ayu Arisani
1. Gaya Van der Waals
a. Gaya Tarik-Menarik Dipol-Dipol
        Gaya tarik-menarik dipol-dipol terjadi antara molekul-molekul kutub
postif dan negatif. Dua buah kutub yang bermuatan berlawanan ini membentuk
sebuah dipol permanen. Dipol-dipol tersebut berperan dalam pembentukan gaya
tarik-menarik dipol-dipol antara molekul-molekul polar dalam suatu zat. Molekul-
molekul polar yang mempunyai gaya tarik-menarik dipol-dipol antara lain adalah
air, metanol, dan amonia.
b. Gaya Induksi
        Gaya induksi terjadi diantara molekul polar dan molekul nonpolar. Hal ini
karena molekul polar tersebut menginduksikan dipolnya pada molekul nonpolar,
sehingga muatan-muatan negatif pada molekul nonpolar akan terkumpul pada
suatu sisi molekul nonpolar di dekat sisi positif molekul polar. Kondisi ini dapat
menghasilkan dipol sesaat, yang menghasilkan gaya tarik-menarik diantara kedua
molekul tersebut yang disebut gaya induksi.
c. Gaya London
        Pada dasarnya, gaya London merupakan suatu bentuk gaya tarik-menarik
dipol-dipol yang lemah. Gaya london terjadi akibat gaya tarik menarik antar
molekul-molekul non-polar yang terkena aliran elektron (dipol sesaat) dengan
molekul nonpolar disebelahnya yang terpengaruh (dipol terimbas) yang
berdekatan. Contoh. N2, H2, CH4, dan gas-gas mulia.
2. Ikatan Hidrogen
        Ikatan hidrogen merupakan ikatan kimia yang terbentuk diantara molekul-
molekul yang mengandung atom hidrogen yang terikat pada suatu molekul yang
mengandung     atom    hidrogen   yang    terikat   pada   suatu   atom   dengan
elektronegativitas yang kuat, seperti Flour (F), oksigen (O), dan nitrogen (N).
Ikatan hidrogen ini lebih kuat dibandingkan dengan ikatan yang dibentuk oleh
gaya Van der Waals.




    4   Modul Kimia »» I Gusti Ayu Arisani
3. Bentuk Geometri Molekul
  Jumlah                         Susunan
           PEI PEB
 pasangan              Tipe      pasangan     Bentuk molekul        Contoh
           (X) (E)
  elektron                       elektron
      2     2    0     AX2                         Linier           BeCl2



    3        3    0     AX3                    Trigonal planar       BF3




    3        2    1    AX2E                    Menekuk (V)           SO2



    4        4    0     AX4                     Tetrahedral        CH4, CCl4




    4        3    1    AX3E                  Segitiga piramida       NH3




    4        2    2    AX2E2                   Menekuk (V)           H2O




    5        5    0     AX5                  Segitiga bipiramida     PCl5




    5        4    1    AX4E                     Tetrahedron          SF4
                                                 terdistorsi




    5   Modul Kimia »» I Gusti Ayu Arisani
    5          3        2   AX3E2                            Bentuk T                ClF3




    5          2        3   AX2E3                                Linier              XeF2




    6          6        0   AX6                              Oktahedral              SF6




    6          5        1   AX5E1                       Segiempat piramida           IF5




    6          4        2   AX4E2                        Segiempat planar            XeF4




       Teori Hibridisasi
        Hibridisasi adalah peleburan beberapa orbital yang memiliki tingkat energi
yang berbeda sehingga diperoleh orbital dengan tingkat energi yang sama
(orbital hibrida).
          Hibridisasi                  Bentuk hibrida                     Contoh
             Sp                                     Linier                 BeCl2



              sp2                                Segitiga planar             BF3



              sp3                                  Tetrahedral               CH4




    6    Modul Kimia »» I Gusti Ayu Arisani
             sp3d                              Trigonal bipiramida   PCl5




        d2sp3 or sp3d2                             Oktahedral        SF6




                         SOAL DAN PEMBAHASAN


Soal-soal
1. Suatu unsur 17X dapat mencapai struktur oktet dengan cara ....
   a. melepas 7 elektron
   b. menerima sepasang elektron
   c. menyerap 1 elektron
   d. memasangkan 1 elektron
   e. menyerap atau memasangkan 1 elektron
2. Suatu unsur X dengan nomor atom 6 dan unsur Y dengan nomor atom 17
   dapat membentuk senyawa dengan jenis dan rumus ikatan....
   a. ion, XY
   b. ion, XY2
   c. ion, X2Y
   d. kovalen, XY2
   e. kovalen, XY4
3. Ikatan kovalen koordinasi terjadi pada senyawa ………………
   a. N2                             d. CO2
   b. CH4                            e. HF
   c. SO3




    7   Modul Kimia »» I Gusti Ayu Arisani
4. Atom pusat dalam senyawa CCl4 mengalami hibridisasi ……..
   a. SP
   b. SP2
   c. SP3
   d. SP3d
   e. SP3d2
5. Jumlah pasangan elektron bebas pada molekul XeO3 adalah ………………….
   a. 1                       d. 4
   b. 2                       e. 5
   c. 3
6. Unsur X mempunyai konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 dan unsur Y
   mempunyai konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5. Senyawa yang terbentuk
   dari kedua unsur ini adalah….
   a. XY                      d. XY2
   b. X2Y                     e. X2Y3
   c. XY3
7. Diantara senyawa-senyawa berikut, yang bersifat polar adalah ………….
   a. CO2                     d. CH4
   b. NH3                     e. CCl4
   c. KCl
8. Bentuk geometri molekul CH4 adalah ………….
   a. Tetrahedron             d. Piramida trigonal
   b. Planar bentuk V         e. Bipiramida trigonal
   c. Oktahedron
9. Pernyataan      berikut   yang    benar   mengenai   gaya   antar   partikel
   adalah…………….
   a. Gaya Van Der Waals untuk molekul polar disebut dengan gaya London
   b. Ikatan hidrogen hanya terjadi antara atom F dan O saja
   c. Gaya Van Der Waals untuk molekul nonpolar disebut dengan gaya antar-
        dipol
   d. Makin besar Mr senyawa kovalen maka makin lemah gaya Van Der
        Waalsnya
    8   Modul Kimia »» I Gusti Ayu Arisani
   e. Kekuatan ikatan hidrogen lebih besar dibandingkan gaya Van Der Waals
10. Perhatikan tabel berikut :
        No.     Senyawa kovalen        Bentuk geometri molekul
         1 NH3                        Tetrahedron
         2 XeF4                       Segiempat planar
         3 H2O                        Linier
         4 PCl5                       Piramida trigonal
         5 IF3                        Oktahedron
   Senyawa kovalen dengan bentuk molekulnya yang tepat adalah …….
   a. 1                          d. 4
   b. 2                          e. 5
   c. 3


                        Kunci Jawaban dan Pembahasan
1. Jawaban : B
   Konfigurasi elektron unsur 17X = 2 8 7
   Untuk dapat mencapai sturktur oktet maka unsur X perlu menyerap 1 elektron
   sehingga konfigurasinya menjadi 2 8 8
2. Jawaban : E
   Konfigurasi elektron unsur 6X = 2 4, elektron valensi = 4
   Konfigurasi elektron unsur 17Y = 2 8 7, elektron valensi = 7
   Maka untuk mencapai kestabilan, kedua unsur tersebut dapat membentuk
   ikatan kovalen menjadi XY4
3. Jawaban : C
   Ikatan kovalen koordinasi terjadi pada senyawa SO3
   O=S       O
         O
4. Jawaban : C
   Yang menjadi atom pusat dalam senyawa CCl4 adalah atom C. Konfigurasi
   elektron unsur 6C = 1s2         2s2         2p2


   Peristiwa hibridisasi akan mengubah konfigurasi elektron diatas menjadi :
                                               Orbital hibrida = sp3
                 1s2     2s2             2p2
     9   Modul Kimia »» I Gusti Ayu Arisani
5. Jawaban : A
   Molekul XeO3 :
   Memiliki elektron valensi atom Xe = 8
   Memiliki pasangan elektron ikatan = 2 x 3 = 6
                                          (8  6)
   Memiliki pasangan elektron bebas =             1
                                             2
6. Jawaban : D
   12X   = 1s2 2s2 2p6 3s2 = golongan IIA, melepaskan 2 elektron
   17Y   = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 = golongan VIIA, menerima 1 elektron
   Senyawa yang terbentuk adalah X2+ + Y- → XY2
7. Jawaban : B
   CO2 dan CH4 = atom pusatnya tidak memiliki PEB sehingga bersifar nonpolar
   CCl4 = molekulnya berbentuk simetris (momen dipol = 0) sehingga bersifat
   nonpolar
   KCl = berikatan ionik
   NH3 = mempunyai sepasang elektron bebas sehingga molekulnya bersifat
   polar.
8. Jawaban : A
   Molekul CH4 :
   Memiliki elektron valensi atom C = 4
   Memiliki pasangan elektron ikatan (X) = 4
                                          (4  4)
   Memiliki pasangan elektron bebas =             0
                                             2
   Jadi tipe molekul CH4 adalah AX4 dengan bentuk geometri molekul
   tetrahedron.
9. Jawaban : E
   Pernyatan yang benar mengenai gaya antar partikel adalah Kekuatan ikatan
   hidrogen lebih besar dibandingkan gaya Van Der Waals. Sedangkan
   pernyataan lainnya yang benar adalah :
        Gaya Van Der Waals untuk molekul polar disebut dengan gaya antar-dipol
        Ikatan hidrogen hanya terjadi antara atom F, O dan N.



   10    Modul Kimia »» I Gusti Ayu Arisani
       Gaya Van Der Waals untuk molekul nonpolar disebut dengan gaya
        London
       Makin besar Mr senyawa kovalen maka makin kuat gaya Van Der
        Waalsnya
10. Jawaban : B
   Bentuk geometri molekul yang tepat dari tabel tersebut adalah XeF4 yang
   berbentuk segiempat planar. Sedangkan bentuk geometri molekul yang tepat
   dari senyawa kovalen yang lain adalah :
                   Senyawa kovalen           Bentuk geometri molekul
          No.
           1     NH3                     Piramida trigonal
           2     H2O                     Planar bentuk V
           3     PCl5                    Bipiramida trigonal
           4     IF3                     Planar bentuk T




   11   Modul Kimia »» I Gusti Ayu Arisani

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:1670
posted:7/9/2012
language:Indonesian
pages:11