Docstoc

Lempung (Clay)

Document Sample
Lempung (Clay) Powered By Docstoc
					Studi Pemodelan Pengaruh Penempatan Anyaman Kulit Bambu Di Ba-
wah Pondasi Telapak Terhadap Peningkatan Daya Dukung Pada Tanah
Lempung (Clay)

Eri Andrian Yudianto
Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

        ABSTRAK: Penggunaan bahan alami sebagai material perkuatan pondasi seperti bambu, kayu dan se-
rat alami lain masih belum intensif. Sedangkan bambu dapat diperoleh dengan mudah dan melimpah di Indo-
nesia. Apabila bambu dapat dimanfaatkan secara optimal, dapat menekan biaya pembangunan. Penelitian di-
lakukan untuk mencari pengaruh penempatan anyaman kulit bambu sebagai perkuatan di bawah pondasi
telapak terhadap peningkatan daya dukung pada media tanah lempung dan untuk mengetahui berapa reduksi
penurunan yang bisa dicapai.
        Penelitian terdahulu oleh Kumar and Walia (2006), Kumar and Saran S., (2004), C.R. Patra, B.M.
Das, and C. Atala, (2005), H.A. Alawaji, (2001), menggunakan bahan geosintetik (geogrid dan geotextile),
plat logam atau serat fiber sebagai material perkuatan. Kebanyakan penelitian terdahulu dilakukan terhadap
pondasi menerus, sedangkan yang umum di Indonesia adalah pondasi telapak.
        Anyaman kulit bambu (Gigantohla Apus Kurs) yang dipakai ukuran 150 x 150 mm dan 200x200 mm,
dengan tidak mempertimbangkan keawetan bambu. Model pondasi dari plat baja diameter 100 mm dan
bujursangkar panjang sisi 100 mm. Tebal plat baja 12 mm disangga pipa φ 3” tinggi 150 mm. Pengujian dila-
kukan di lapangan langsung pada tanah lempung lunak lembab dan jenuh, pembebanan dengan metode static
loading. Pengamatan penurunan pada interval waktu 1, 2, 4, 8, 15, 30, 60, 120, 240, 480, 900 dan 1800 detik.
Variasi konfigurasi perletakan anyaman bambu jarak 0.D, 0,5.D dan 1,0.D (D = diameter pondasi). Data yang
diperoleh dikelompokkan berdasarkan kondisi tanah dan perletakan perkuatan. Dengan metode analisa varian
dapat diketahui reduksi penurunan dan peningkatan daya dukung.
        Hasil pengujian diperoleh 1) Letak penempatan yang paling optimal adalah tepat di bawah pondasi
(0.D) 2) Peningkatan daya dukung bila dibanding dengan tidak menggunakan perkuatan adalah 26,51 –
33.48% (tanah lembab) dan 32.75 – 36.15 % (tanah jenuh). 3) Rereduksi penurunan dengan beban yang sama
hingga 20,95 – 25,08 % (tanah lembab) dan 24,67 – 26,55 % kali (tanah jenuh).

Kata Kunci : Anyaman bambu, Pondasi telapak, Perkuatan horizontal, Tanah lempung


1.   PENDAHULUAN                                          rucuk bambu dengan cara pemancangan vertikal pa-
     Sampai saat ini, usaha untuk meningkatkan daya       da tanah lunak. Cara ini digunakan pada daerah den-
dukung tanah terhadap pondasi dengan metode per-          gan bahan bambu melimpah, sedangkan pemasangan
kuatan (reinforcement) pada tanah lempung (Clay)          secara horizontal di bawah muka tanah jarang dila-
masih menarik untuk dijadikan penelitian. Hal ini         kukan, meskipun menurut penyelidikan DPMB kuat
seperti penelitian yang telah dilakukan antara lain       tarik bambu mencapai 4000 kg/cm2 (Nasruchan W.
oleh Kumar A., and Walia (2006), Kumar, A. and            et al, 1975).
Saran S., (2004), C.R. Patra, B.M. Das, and C. Ata-            Perkuatan sangat perlu diperhatikan pada tanah
la, (2005), H.A. Alawaji, (2001). Kebanyakan pene-        lempung lunak karena keterbatasan daya dukungnya.
litian itu dilakukan terhadap pondasi menerus (Strip      Dengan penggunaan serat alami bambu, merupakan
Footing), sedangkan pondasi yang umum digunakan           salah satu alternatif bahan perkuatan yang mudah
di Indonesia adalah Pondasi Telapak. Penelitian ter-      didapat di Indonesia. Namun masalahnya adalah se-
sebut menggunakan bahan geosintetik (geogrid dan          berapa besar pengaruh peningkatan daya dukung
geotextile), plat logam ataupun serat fiber sebagai       pondasi yang diberikan dengan adanya perkuatan
material perkuatan tanah.                                 anyaman bambu, dan dimana letak penempatan yang
     Penggunaan bahan alami sebagai material per-         optimal dibawah pondasi telapak? Penelitian ini juga
kuatan seperti bambu, kayu dan serat alami lain ma-       bertujuan untuk melengkapi khasanah penelitian
sih belum intensif. Sedangkan bahan alami tersebut        berkaitan dengan perkuatan bambu. Penelitian dila-
dapat diperoleh dengan mudah dan melimpah pada            kukan dengan pengujian secara langsung dalam ska-
beberapa tempat di Indonesia. Apabila serat alami         la model di lapangan untuk mengetahui perilaku in-
tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal maka           teraksi antara anyaman bambu terhadap peningkatan
akan dapat menekan biaya pembangunan. Di Indo-            daya dukung pondasi telapak pada berbagai konfigu-
nesia, teknik perkuatan umumnya menggunakan ce-           rasi perletakan.
2.      DAYA DUKUNG TANAH                                  3.    METODOLOGI
        Terzaghi (1943), melakukan analisis bagai-             Persiapan Peralatan dan Lokasi Penelitian
mana sebenarnya skema penyaluran beban dari suatu                Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan,
struktur pondasi dangkal ke lapisan tanah di bawah-        lahan maupun peralatan yang akan dipakai :
nya, dan kemudian melontarkan suatu teorema ten-           1. Media pengujian adalah tanah lempung (Clay)
tang kapasitas daya dukung tanah dengan beberapa              kondisi jenuh (Saturated) dan lembab (moist).
anggapan, sebagai berikut :                                2. Material (bahan) perkuatan anyaman dari kulit
  1. Pondasi berbentuk memanjang tak terhingga                bambu apus (Giganthola Apus Kurs) tebal 2 mm
  2. Tanah di bawah dasar pondasi homogen.                    dengan ukuran 15x15 cm dan 20x20 cm, dan ti-
  3. Beban di atas dasar pondasi merupakan beban              dak mempertahankan keawetannya.
      terbagi rata sebesar po = Dƒ. , dengan Dƒ
      adalah kedalaman pondasi dan adalah berat
      volume tanah di atas dasar pondasi.
  4. Tahanan geser tanah di atas dasar pondasi di-
      abaikan.
  5. Dasar pondasi kasar.
  6. Bidang keruntuhan terdiri dari lengkung spiral
      logaritmis dan linier.
        Hasil dari penyelidikan Terzaghi (1943) ter-             Gambar 2. Perkuatan anyaman kulit bambu
sebut, disimpulkan bahwa :                                            ukuran 15x15 cm dan 20x20 cm.
  1. Bila ada tegangan yang ditimbulkan dari beban
                                                           3. Model pondasi dari plat baja bentuk lingkaran
      ( P ) pada dasar podasi selebar ( B ), akan dis-
                                                              diameter 100 mm dan bujursangkar panjang sisi
      ebarkan ke lapisan di bawahnya membentuk
      bidang keruntuhan ( I ) yang bersifat elastis.          100 mm. Tebal plat baja 12 mm disangga pipa φ
  2. Bila tegangan geser yang timbul akibat beban             3”, tinggi 150 mm.
      masih besar, maka secara elastis bidang ( I )
      akan meneruskan gaya gesernya mendorong
      membentuk bidang ( II ).
  3. Bila tegangan geser yang timbul masih besar
      juga, maka tegangan geser yang terjadi dari bi-
      dang ( II ) akan diteruskan ke bidang ( III ) dan
      ditahan oleh beban timbunan ( Po ).
  4. Pergerakan pergeseran keruntuhan tanah pada
                                                            Gambar 3. Model Pondasi Telapak Persegi dan Lingkaran.
      bidang I ke II ke III melalui alur bidang geser
                                                           4. Pengukur penurunan (Dial Gauge) dengan keteli-
      tanah yang ditahan oleh gaya kohesi ( C ) yang
                                                              tian penurunan 0,1 mm
      bergerak pada jalur DFH dan DEG
                                                           5. Pipa penumpu beban Ø 2,5” tinggi 600 mm alas
                                                              plat persegi 250 x 250 mm dan dipasang siku
                                                              perpanjangan sebagai tempat Dial Gauge.
                                                           6. Plat beban ukuran 600 x 600 mm tebal 3,0 mm
                                                              dengan ring ∅ 2,5” pada tiap sudut sebagai pe-
                                                              gangan pada tiang penyangga.


     Gambar 1. Skema Diagram Tegangan Geser Tanah Di Ba-
          wah Pondasi Dangkal Menurut Terzaghi

   Sehingga konsep dasar bagaimana perletakan an-
yaman bambu dapat mereduksi penurunan dan me-
ningkatkan daya dukung adalah dengan memo-tong
jalur pergerakan bidang geser yang terjadi di bawah
pondasi dangkal. Sehingga, alur gaya geser ditahan
oleh anyaman bambu.
                                                           Gambar 4. Skema Loading Test Model Pondasi Telapak Per-
                                                                            segi dan Lingkaran.
 7. Pipa penyangga diameter 2” dan panjang 2,0 m        si telapak persegi dan telapak lingkaran baik tanah
    sebagai pegangan plat beban .                       lempung lunak kondisi lembab maupun kondisi je-
 8. Ember plastik besar berisi air sebagai beban        nuh serta perkuatan anyaman bambu dengan berba-
     Dilakukan persiapan lokasi pengujian dan me-       gai konfigurasi jarak yang telah ditentukan. Berikut
meriksa kelayakan lokasi, meliputi :                    ini pada Gambar (6) dicontohkan hasil plot grafik
1. Pembersihan lapisan tanah lempung (Clay) +           waktu terhadap penurunan untuk model pondaasi te-
    20,0 cm untuk menghilangkan rumput / tanaman        lapak persegi
    dan material anorganik, serta dilakukan pengam-
                                                        Tabel 1. Hasil Pencatatan Penurunan vs Waktu Model Pondasi
    bilan sampel tanah untuk memastikan apakah ta-
                                                                 Telapak Persegi Tanah Jenuh Perkuatan 20,0x20,0 cm
    nah di area pengujian masuk kategori lempung.
2. Pembuatan parit disekeliling lahan sedalam 50                                                Beban 40,0 kg                                           Beban 50,0 kg
                                                               Waktu
    cm untuk mengatur ketinggian muka air tanah.               (detik)
                                                                                                 TANPA               0D         0,5 D        1,0 D        TANPA              0D           0,5 D          1,0 D


3. Untuk pengujian pada tanah lempung lembab,                     1
                                                                  2
                                                                                                  101,5
                                                                                                  134,5
                                                                                                                     52
                                                                                                                     75
                                                                                                                                    71
                                                                                                                                    97
                                                                                                                                              88
                                                                                                                                              116
                                                                                                                                                              133,5
                                                                                                                                                              168,5
                                                                                                                                                                             77
                                                                                                                                                                             103
                                                                                                                                                                                          80,5
                                                                                                                                                                                           106
                                                                                                                                                                                                          122
                                                                                                                                                                                                          152
    lahan diairi secara merata dan mengatur keting-               4
                                                                  8
                                                                                                  172,5
                                                                                                  221,5
                                                                                                                     100
                                                                                                                     131
                                                                                                                                    129
                                                                                                                                    167
                                                                                                                                              152
                                                                                                                                              198
                                                                                                                                                               214
                                                                                                                                                              260,5
                                                                                                                                                                             130
                                                                                                                                                                             165
                                                                                                                                                                                          142,5
                                                                                                                                                                                          177,5
                                                                                                                                                                                                          187
                                                                                                                                                                                                          230
    gian muka air tanah. Untuk pengujian pada tanah              15                                276               171            210       253              312           208          214,5           279
                                                                 30                                329               217            257       319              370           259           263            334
    lempung jenuh, lahan digenangi air.                          60                               387,5              275            313       382              438           315           321            395

    Prosedur Pengujian                                           120
                                                                 240
                                                                                                   453
                                                                                                   523
                                                                                                                     343
                                                                                                                     405
                                                                                                                                    381
                                                                                                                                    440
                                                                                                                                              440
                                                                                                                                              497
                                                                                                                                                              504,5
                                                                                                                                                              585,5
                                                                                                                                                                             379
                                                                                                                                                                             439
                                                                                                                                                                                          371,5
                                                                                                                                                                                          424,5
                                                                                                                                                                                                          465
                                                                                                                                                                                                          530
     Secara garis besar, metode pengujian ini meng-              480
                                                                 900
                                                                                                   592
                                                                                                   661
                                                                                                                     459
                                                                                                                     502
                                                                                                                                    488
                                                                                                                                    530
                                                                                                                                              539
                                                                                                                                              566
                                                                                                                                                              652,5
                                                                                                                                                              722,5
                                                                                                                                                                             493
                                                                                                                                                                             542
                                                                                                                                                                                          472,5
                                                                                                                                                                                           516
                                                                                                                                                                                                          578
                                                                                                                                                                                                          611
gunakan static loading test. Beban yang digunakan               1800                              719,5              542            561       588             789,5          587           595            637

adalah 2 macam, sebesar 40 kg dan 50 kg dengan                                                  Penurunan vs Waktu Tanah Jenuh Beban 40 kg (Persegi) Perkuatan 20x20cm

maksud untuk mendapatkan lebih banyak data. In-                                         0       120     240    360     480    600     720
                                                                                                                                             Waktu (detik)

                                                                                                                                            840   960   1080     1200    1320   1440    1560   1680    1800      1920
terval wektu pencatatan data penurunan dilakukan                                   0


pada interval 1, 2, 4, 8, 15, 30, 60, 120, 240, 480,                                                                                                TANPA
                                                                                                                                                    Tanpa
                                                                                                                                                                      0D
                                                                                                                                                                      0D
                                                                                                                                                                                       0.5 D
                                                                                                                                                                                       0.5 D
                                                                                                                                                                                                       1.0 D
                                                                                                                                                                                                       1.0 D

900, 1800 detik. Untuk jarak penempatan anyaman                                   200

bambu dibawah pondasi, dibuat berbeda-beda den-
gan konfigurasi D=0, D=0,5 dan D=1,0 dimana D
                                                         Penurunan (0.01 mm)




merupakan diameter/sisi pondasi (10 cm). Air di da-                               400



lam parit di sekeliling area pengujian diatur keting-
giannya dengan maksud untuk mengatur model ele-                                   600


vasi muka air tanah. Untuk lebih jelasnya dapat
                                                                                                                                                                                                  y = 65,194x 0,3158



dilihat pada Gambar (5).
                                                                                                                                                                                                  y = 88,102x 0,278
                                                                                  800                                                                                                             y = 110,01x 0,259

     Dari hasil pengujian, diperoleh data penurunan                                                                                                                                               y = 121,54x 0,2589


dan waktu. Data dikelompokkan menurut kondisi ta-                              1000
nah, beban yang diberikan, jenis telapak pondasi dan                                                                                        (a)
penempatannya. Pada beberapa pengujian diambil                                                  Penurunan vs Waktu Tanah Jenuh Beban 50 kg (Persegi) Perkuatan 20x20cm
sampel dua kali dengan menggunakan prosedur sa-                                                                                               Waktu (detik)


ma dan hasilnya dirata-rata dengan alasan untuk                                         0
                                                                                            0     120    240    360     480    600    720   840   960    1080    1200    1320   1440   1560    1680   1800      1920



memperkuat keyakinan. Selanjutnya data-data terse-                                                                                                   TANPA
                                                                                                                                                     Tanpa
                                                                                                                                                                        0D
                                                                                                                                                                        0D
                                                                                                                                                                                       0.5 D
                                                                                                                                                                                       0.5 D
                                                                                                                                                                                                        1.0 D
                                                                                                                                                                                                        1.0 D

but ditabelkan. Selanjutnya, data yang diperoleh di-                                200
plot pada grafik exponensial Dengan persamaan re-
gresi y = a . x b untuk b<1. Pengolahan pada grafik
ini berutujuan untuk mendapatkan data :
                                                            Penurunan (0.01 mm)




                                                                                    400



     a) Perbandingan waktu terhadap penurunan.
     b) Rasio peningkatan beban                                                     600


     c) Rasio reduksi penurunan (settlement)                                                                                                                                                    y = 96,977x 0,2609
                                                                                                                                                                                                y = 90,819x 0,2746

     Data-data hasil pengujian dilakukan pengelom-                                  800
                                                                                                                                                                                                y = 139,64x 0,2283

pokan dan penabelan untuk memudahkan analisa
                                                                                                                                                                                                y = 152,74x 0,2367
data dan pembuatan grafik sehingga diperoleh anali-                                1000

sa yang tepat dan benar.                                                                                           (b)
                                                                                                Gambar 6. Grafik Hubungan Penurunan vs Waktu
4.   ANALISA                                                                                            (a) Beban 40,0 kg (b) 50,0 kg
    Penurunan dan Peningkatan Beban
     Dari pengelompokan data yang diperoleh dari             Rasio peningkatan beban adalah perbandingan
pengujian, maka dilakukan analisa Grafik Exponen-       penurunan yang terjadi pada pengujian dengan pe-
sial. Penggunaan tabel dan grafik bertujuan untuk       makaian perkuatan (perletakan D=0; D=0,5; D=1,0)
mengetahui nilai persamaan regresi y = a . x b dan      terhadap tanpa perkuatan. Berikut ini dicontohkan
nilai R-square yang berbeda-beda tergantung ponda-      hasil perhitungan peningkatan beban yang dapat di-
                                                        capai untuk pondasi telapak bujur sangkar dalam
kondisi jenuh perkuatan anyaman bambu ukuran
20,0 x 20,0 cm
                                                                                         Keterangan :
                                                                                            Penurunan rata – rata (%) terbesar 25,688 %
Tabel 2. Rasio Peningkatan Beban Pondasi Persegi Perkuatan
          20x20cm Kondisi Jenuh.
                                                                                            (perkuatan 20,0 x 20,0 cm)
                        Perkuatan                                                           Dengan probabilitas 95%, diperoleh perkiraan
No Beban                                                        Keterangan
             Tanpa     D=0     D=0,5      D=1,0                                             interval penurunan antara 24,670 % < reduksi
 1   40 kg    719,5   542,0    561,0      588,0 δmax - Penurunan maksimum                   penurunan < 26,554 % (perkuatan 20,0 x 20, cm)
                      1,327    1,283      1,224 LI        - Peningkatan Beban (kali)
                      32,749   28,253     22,364 LP - Peningkatan Beban (%)
 2   50 kg    789,5   587,0    595,0      637,0 δmax - Penurunan maksimum
                                                                                         3.3. Peningkatan Daya Dukung Tanah.
                      1,345    1,327       1,239 LI - Peningkatan Beban (kali)
                                                                                              Berdasarkan analisa dari lebih 56 data loading
                      34,497   32,689     23,940 LP - Peningkatan Beban (%)              test yang nantinya diganbarkan grafik hubungan an-
                                                                                         tara waktu terhadap penurunan dan rasio peningka-
Keterangan :                                                                             tan beban, maka dapat diketahui nilai rasio pening-
• Peningkatan Beban :                                                                    katan daya dukung (BCR/Bearing Capacity Ratio)
        δ     719,5                                                                      sebagai berikut :
    LI = NR =       = 1,327                                                              1. Rasio peningkatan beban terbesar pada kondisi
         δ R 542,0
                                                                                            lembab terjadi pada perkuatan 20,0 x 20,0 cm
• Peningkatan Beban (dalam prosentase) :                                                    dengan konfigurasi D = 0 (26.506 – 33.475 %),
         δ −δR                                                                           2. Rasio peningkatan beban terbesar pada kondisi
   LP = NR        × 100 %                                                                   jenuh terjadi pada perkuatan 20,0 x 20,0 cm den-
                      δR                                                                    gan konfigurasi D = 0 (32.749 – 36.154 %)
                719,5 − 542,0
       LP =                   × 100% = 32,749%                                           5.   KESIMPULAN dan SARAN
                   542,0
                                                                                             Kesimpulan.
4.2. Analisa Varian                                                                           Berdasarkan hasil pengujian, analisa perbandin-
       Hasil data pengujian (penurunan & waktu)                                          gan data dan grafik :
dikelompokkan, untuk nilai penurunan dan pening-                                         1. Pemakaian anyaman kulit bambu sebagai perkua-
katan daya dukung sehingga didapat prosentase re-                                           tan dibawah pondasi dapat mengurangi penuru-
duksi penurunan dan peningkatan beban.                                                      nan dan dapat menaikkan daya dukung tanah.
                                                                                         2. Reduksi penurunan dan rasio peningkatan beban
Tabel 3. Penurunan Berdasarkan Kondisi Jenuh :
                                                                                            terbesar terjadi pada penempatan perkuatan any-
No             Perkuatan
                                            Beban 40 kg              Beban 50 kg            aman bambu jarak D=0 (menempel) tepat di ba-
                                        40 (kg)   Reduksi (%)    50 (kg)   Reduksi (%)
 1 Tanpa perkuatan                      71.95                    78.95
                                                                                            wah pondasi.
 2 Perkuatan 20x20 cm D=0               54.20       24.67        58.70       26.30
                                                                                         3. Semakin lebar perkuatan anyaman bambu, sema-
 3 Perkuatan 20x20 cm D=0,5             56.10       22.03        59.50       25.30          kin besar pula reduksi penurunan dan rasio pe-
 4 Perkuatan 20x20 cm D=1,0             58.80       18.28        63.70       20.03          ningkatan beban.
Tabel 4. Analisa Varians :                                                               4. Penggunaan perkuatan anyaman kulit bambu
                                                                                            sangat cocok diterapkan pada daerah yang memi-
                                                       20x20 cm                             liki surplus tanaman bambu, karena memiliki ni-
             Perkuatan
                                           D=0          D=0,5              D=1,0            lai ekonomis
Mean                                        25.688          226.055        189.076           Saran.
Standard Error                            0.44508           115.075        0.67505            Dari hasil pengujian dan analisa data maka di-
Median                                    257.642           226.593        191.508       berikan saran-saran sebagai berikut :
Mode                                       #N/A             #N/A           200.251
                                                                                         1. Penelitian lanjutan dengan variasi beban lebih
Standard Deviation                        0.89016           230.151        135.011
                                                                                            banyak, sehingga dapat diketahui berapa beban
Sample Variance                           0.79239           529.694         18.228          ultimit yang dapat diberikan.
Kurtosis                                  -38.156           0.08781        -35.722       2. Penelitian lanjutan dengan variasi ukuran perkua-
Skewness                                  -0.2581             -0.126       -0.4298          tan anyaman kulit bambu untuk mendapatkan ha-
Range                                     188.376           549.276        272.143          sil luasan yang optimal bagi perkuatan.
Minimum                                   246.699           198.054        173.037       3. Penelitian lanjutan untuk kondisi tanah lempung
Maximum                                   265.537           252.982        200.251
                                                                                            berpasir maupun tanah pasir.
Sum                                       102.752           904.222        756.305
Count                                           4                  4             4
Confidence Level(95.0%)                   141.645           366.221        214.833
                                                      Sharma R., Chen Q., Abu-Farsakh M., Yoon S.
REFERENSI                                                (2008), “Analytical Modeling of Geogrid Rein-
Bowles J.E., 1977, “Foundation Analysis and De-          forced Soil Foundation”, Science Direct On-
    sign”, Mc Graw Hill, Kogakusha Ltd., Tokyo           line Journal Geotextile and Geomembrane, Vo-
Bowles J.E., 1984, “Physical and Geotechnical            lume 27 Issue 1.
    Properties of Soil”, Mc Graw Hill Book Com-
    pany, US
C.R. Patra, B.M. Das, and C. Atala, (2005), “Bear-
    ing Capacity of Embedded Strip Foundation on
    Geogrid-Reinforced Sand”, Geotextiles and
    Geomembranes, Volume 23, Issue 5, October,
    Pages 454-462
Coduto, D.P., (1994), “Foundation Design, Prin-
    ciples and Practices”, Prentice Hall, Englewood
    Cliffs,New Jersey.
Das, B.M., (1990), “Principles of Foundation Engi-
    neering”, PWS-KENT Publishing Company,
    Boston.
Das, B.M., (1991) “Prinsip-prinsip Rekayasa Geo-
    teknis Jilid II – Alih Bahasa Noor Endah dan
    Indrasurya B. Mochtar”, Erlangga, Jakarta
E. C. Shin, B. M. Das, E. S. Lee and C. Atalar,
    (2002), “Bearing Capacity of Strip Foundation
    on Geogrid-Reinforced Sand”, Journal of Geo-
    technical and Geological Enginering, Volume
    20 No. 2, June 2002, Springer, US.
H. A. Alawaji, (2001), “Settlement and Bearing Ca-
    pacity of Geogrid-Reinforced Sand Over Col-
    lapsible Soil”, Geotextiles and Geomembranes,
    Volume 19, Issue 2, March 2001, Pages 75-88.
Hardiyatmo H.C., (2003), “Mekanika Tanah I”,
    Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Hardiyatmo H.C., (2003), “Mekanika Tanah II”,
    Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Hardiyatmo H.C., (1995), “Teknik Pondasi I”, Gra-
    media Pustaka Utama, Jakarta.
Hardiyatmo H.C., (1995), “Teknik Pondasi II”,
    Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Kumar, A., Walia, B, (2006) “Bearing Capacity of
    Square Footings on Reinforced Layered Soil”,
    Journal of Geotechnical and Geological Engi-
    nering, Volume 4 – No. 4, August 2006, Sprin-
    ger, US.
Kumar, A., Saran S., (2004), “Bearing Capacity of
    Rectangular Footing on Reinforced Soil”, Jour-
    nal of Geotechnical and Geological Enginering,
    Volume 21, Number 3 / September, 2003,
    Springer, US.
Mahmoud G., Arash A. L., (2008), “Interference Ef-
    fect of Shallow Foundations Constructed on
    Sand Reinforced With Geosynthetics”, Science
    Direct On-line Journal Geotextile and Geo-
    membrane, Volume 26 Issue 5.
Nasruchan W., Newoto F., (1975),”Bambu Sebagai
    Bahan Bangunan”, Lembaga Penyelidikan Ma-
    salah Bangunan, Bandung
Peck R.B., Hanson, W.E., Thornburn, T.H.,
    (1973), “Foundation Engineering”, John Wiley
    & Son, International Edition, US.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: free, documents
Stats:
views:86
posted:7/9/2012
language:
pages:6
Description: These all my public document, and that is free