; Kesenian CIlacap
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Kesenian CIlacap

VIEWS: 129 PAGES: 4

  • pg 1
									REVITALISASI KESENIAN TRADISIONAL
                  DI KAB CILACAP


               Oleh : Ansar Basuki Balasikh



1. Kabupaten Cilacap yang merupakan salah satu wilayah propinsi
   Jawa tengah bagian barat memiliki aneka ragam          bentuk
   kesenian tradisional. Beberapa jenis kesenian tradisisonal yang
   ada antara lain
   ebeg,ketoprak,angguk,menore,ombyok,sintren,calung,wayang
   kulit gagag banyumasan,begalan,kenthongan, janen,
   abid,rebana,jemblung,cowong, rodad,konto (pencak),dan
   sarag,jaipong

2. Pada masa-masa kurun waktu 20-30 tahun lalu, jenis-jenis
   kesenian yang saya sebutkan tadi menjadi bagian tak terpisahkan
   dalam kehidupan masyarakat Cilacap. Namun demikian,sejalan
   dengan perkembangan jaman, semakin lama kian berkurang,
   bahkan hilang sama sekali. Kondisi ini tentunya menjadikan
   sebuah keprihatinan tersendiri, lantaran kesenian adalah wujud
   ekspresi budaya masyarakat dalam bentuk seni yang merupakan
   pancaran dari nilai-nilai filosofi, ekspresi berpikir dan olah bathin.

3. Upaya-upaya untuk melestarikan seni tradisional sebenarnya
   telah dilakukan, khususnya oleh mereka para pelaku/pemain,
   komunitas-komunitas seni, kelompok peduli kesenian, dan
   pemerintah daerah. Namun demikian tampaknya, upaya-upaya
   pelestarian tidaklah bisa berjalan sesuai dengan harapan karena
   mengalami beberapa kendala.
4. Beberapa kendala yang dialami antara lain :

   a. Meninggalnya para praktisi/pemain kesenian tradisional.
   b. Tidak adanya regenerasi yang terbangun dengan baik.
   c. Tidak tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung.
   d. Kian lemahnya perhatian masyarakat akibat tergeser oleh
      pengaruh budaya modern.
   e. Perubahan kehidupan social budaya masyarakat yang lebih
      cenderung larut dalam budaya modern yang dirasa lebih “in” ,
      fresh, dan instan.
   f. Daya dukung yang lemah dari sisi pendanaan baik dari
      pemerintah, kelompok seni, maupun personal.

5. Untuk menghidupkan atau melestarikan kesenian tradisional yang
   telah hilang, akan hilang, sekarat, perlu dilakukan beberapa upaya
   antara lain :

   a. Kebijakan pemerintah setempat Pemkab Kab Cilacap cq Dinas
      Pariwisata dan Kebudayaan agar melakukan pendataan,
      dokumentasi, revitalisasi dalam bentuk ekspresi (missal lomba
      seni tradisional) untuk kembali memperkenalkan/sosialisasi
      pada masyarakat.
   b. Dukungan dari masyarakat lewat kebijakan polistis dari DPRD
      Cilacap untuk membac up upaya-upaya pelestarian dengan
      menerbitkan perda serta dukungan anggaran yang cukup.
   c. Kepedulian para seniman/aktifis kesenian dengan melakukan
      upaya atau langkah-langkah yang strategis dalam upaya
      membangkitkan kembali eksistensi seni tradisional.
   d. Kepedulian dari para elit: tokoh masyarakat, pengusaha
      dengan memberikana bantuan baik moril maupun financial.
             6. Upaya revitalisasi kesenian tradisional menjadi tanggung jawab
                baik Pemerintah, Para praktisi seni tradisional,
                kelompok/komunitas, kepedulian para tokoh baik politik,birokrat,
                seni, pengusaha (pemilik modal), dan masyarakat luas. Dengan
                demikian maka upaya revitalisasi seni tradisional khususnya di
                Kabupaten Cilacap dapat terwujudkan.



                 Salam
                 Selamat Melaksanakan Musda DKJT.

                 Ansar Basuki Balasikh
                 Ketua Dewan Kesenian Cilacap

                 Purwokerto, 22 oktober 2011




DATA KESENIAN TRADISIONAL KAB. CILACAP

1.EBEG ( KUDA LUMPING)
2.KETOPRAK

3.ANGGUK

4.MENORE

5.OMBYOK

6.SINTREN

7.CALUNG (LENGGER)

8.WAYANG KULIT GAGRAG BANYUMASAN

9.BEGALAN

10.KENTHONGAN

11.JANEN – JANEN

12.ABID

13.REBANA (GENJRING)

14.JEMBLUNG

15.RODAD

16.KONTO (PENCAK)

17.SARAG

								
To top