APLIKASI DECISION SUPPORT SYSTEM _dewi SPK_

Document Sample
APLIKASI DECISION SUPPORT SYSTEM _dewi SPK_ Powered By Docstoc
					APLIKASI DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS) KPR BERBASIS WEB
(STUDI KASUS : BANK BTN)


1.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
        Di era globalisasi ini, manusia menuntut untuk mendapatkan berbagai fasilitas dan
kemudahan dalam setiap aktivitas mereka. Melihat peluang ini, maka berbagai cara akan
diusahakan oleh perusahaan dan pesaingnya untuk dapat memenuhi segala kebutuhan
manusia tersebut. Berbagai fasilitas terus disediakan untuk mempermudah konsumen
sekaligus untuk meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan. Layanan teknologi informasi
pun terus ditingkatkan untuk mempermudah para konsumen.
        Hal ini juga yang ingin dilakukan oleh setiap perusahaan yang bergerak di bidang
perbankan, khususnya di pengambilan
keputusan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Bank Tabungan Negara (BTN). BTN adalah
perusahaan dibawah naungan pemerintah yang bergerak di bidang perbankan, BTN memiliki
visi untuk menjadi bank yang terkemuka dalam pembiayaan perumahan.
        Pada proses berjalan saat ini, pengambilan keputusan dinilai oleh komite pemutus
kredit maupun petugas yang melakukan wawancara, yaitu dengan cara melakukan rapat yang
dihadiri oleh komite pemutus kredit di kantor pusat pada suatu kota tertentu. Untuk itu
dibutuhkan sebuah aplikasi Decision Support Systems (DSS).
Adapun masalah yang saat ini ada di rapat komite pemutus kredit. Sulitnya mengumpulkan
anggota komite dan seringnya keinginan pemohon kredit dalam lama jangka waktu yang
tidak sesuai dengankemampuan pemohon.DSS adalah sistem yang didesain untuk membantu
pengambilan keputusan manajerial dalam masalah yang tidak terstruktur. DSS
mendayagunakan resources individu-individu secara logika dengan kemampuan komputer
untuk meningkatkan kualitas konsistensi keputusan. Penggunaan DSS KPR ini dapat
mempercepat pangambilan keputusan pemberian kredit oleh komite pemutus kredit.


2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teknologi Informasi Untuk Perbankan

       Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dan strategi dunia
usaha perbankan yang selanjutnya lebih mendorong inovasi dan persaingan di bidang layanan
terutama jasa layanan pembayaran melalui bank. Inovasi jasa layanan perbankan yang
berbasis teknologi tersebut terus berkembang mengikuti pola kebutuhan nasabah bank.
Transaksi perbankan berbasis elektronik, termasuk internet dan menggunakan handphone
merupakan bentuk perkembangan penyedia jasa layanan bank yang memberikan peluang
usaha baru bagi bank yang kerakibat pada perubahan strategi usaha perbankan, dari yang
berbasis manusia (tradisional) menjadi berbasis teknologi informasi yang lebih efisien dan
praktis bagi bank. Pada perusahaan jasa seperti perbankan komputer digunakan untuk
menghitung bunga secara otomatis, transaksi on-line, ATM, dan sebagainya. (Teknik
Informatika 2009)

2.2 Biro Aplikasi Kredit

        Tugas utama Biro Informasi Kredit adalah menghimpun dan menyimpan data
penyediaan dana/pembiayaan, dan pada akhirnya mendistribusikannya sebagai informasi
kredit yang selanjutnya disebut dengan Informasi Debitur Individual (IDI) Historis. IDI
Historis dapat dimanfaatkan oleh lembaga keuangan anggota Biro Informasi Kredit
(perbankan dan Lembaga Keuangan Non Bank), serta masyarakat baik perorangan maupun
badan usaha.
Bagi lembaga keuangan, IDI Historis yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan antara
lain untuk mengetahui kredibilitas (kelayakan) calon penerima fasilitas penyediaan dana
(debitur) dan untuk mengetahui calon debitur dimaksud sedang menerima fasilitas
penyediaan dana dari lembaga lain atau tidak. Informasi tersebut akan membantu lembaga
keuangan dalam:
1. mempermudah analisa untuk pemberian kredit/pembiayaan, sehingga dapat memperlancar
proses penyediaan dana; dan
2. penerapan manajemen risiko antara lain untuk menghindari kegagalan membayar pinjaman
yang telah diberikan dan mencegah penipuan. (Bank Indonesia, 2011)

2.3 Kredit

        Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/2/PBI/2005 pasal 1 nomor 5 mengatakan bahwa
kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan
persetujuan dan kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan
pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian
bunga termasuk:
1. cerukan (overdraft), yaitu saldo negatif pada rekening giro nasabah yang tidak dapat
dibayar lunas pada akhir hari;
2. pengambilalihan tagihan dalam rangka kegiatan anjak piutang;
3. pengambilalihan atau pembelian kredit dari pihak lain. (Bank Indonesia, 2011).

2.4 Kreditur

         Peminjam adalah nasabah perorangan atau perusahaan/badan yang memperoleh
Penyediaan Dana dari Bank, termasuk:
1. debitur, untuk penyediaan dana berupa kredit;
2. penerbit surat berharga, pihak yang menjual surat berharga, manajer investasi kontrak
investasi kolektif, dan atau reference entity, untuk penyediaan dana berupa surat berharga;
3. pihak yang mengalihkan risiko kredit (protection buyer) dan atau reference entity, untuk
penyediaan dana berupa derivatif kredit (credit derivative);
4. pemohon (applicant), untuk penyediaan dana berupa jaminan (guarantee), letter of credit
(l/c), standby letter of credit (SBLC), atau instrument serupa lainnya;
5. pihak tempat bank melakukan penyertaan modal (investee), untuk penyediaan dana berupa
penyertaan modal;
6. bank atau debitur, untuk penyediaan dana berupa tagihan akseptasi;
7. pihak lawan transaksi (counterparty), untuk penyediaan dana berupa penempatan dan
transaksi derivatif;
8. pihak lain yang wajib melunasi tagihan kepada bank. (Bank Indonesia, 2011)

2.5 Unsur Kredit

Menurut Kasmir (2010:98), unsur-unsur pemberian kredit adalah: “unsur-unsur yang
terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit adalah kepercayaan, kesepakatan, jangka
waktu, risiko dan balas jasa.”
Adapun penjelasan dari kutipan tersebut adalah :
1. Kepercayaan, yaitu suatu keyakinan pemberi kredit bahwa kredit yang

diberikan (berupa uang, barang atau jasa) akan benar-benar diterima
kembali di masa tertentu di masa yang akan datang.
2. Kesepakatan, dituangkan dalam suatu perjanjian dimana masing-masing

pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing.
3. Jangka waktu, mencakup masa pengembalian kredit yang telah

disepakati. Jangka waktu tersebut bisa berbentuk jangka pendek, jangka
menengah atau jangka panjang.
4. Risiko, adanya suatu tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan

suatu risiko tidak tertagihnya / macet pemberian kredit. Semakin
panjang suatu kredit, semakin besar risikonya, demikian pula
sebaliknya.
5. Balas jasa, merpukan keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa

tersebut yang kita kenal dengan nama bunga.” (Kasmir 2010)
Berdasarkan permohonan kredit dan data pendukung petugas Bank melakukan analisis
kelayakan kredit atas kelayakan untuk calon debitur menggunakan kriteria 5C, yang terdiri
dari :
1. Character
        Sifat-sifat positif calon debitur (perusahaan/perorangan), yang tercermin dalam
kemauan (willingness) dan bertanggung jawab atas kewajibannya. Sifat-sifat tersebut adalah
integrasi antara keterbukaa, kejujuran, kemauan keras, rasa tanggung jawab, bermoral baik,
tekun, tidak berjudi, hemat/efisien, sabar, konsultif, dan sebagainya.
2. Capacity
        Kemampuan manajemen mengkombinasikan factor-faktor sumber daya,
memproduksi barang/jasa yang dibutuhkan masyarakat dan menghasilkan pendapatan. Dalam
cakupan kemampuan calon debitur untuk mengkalkulasi/menghitung penghasilan sebagai
gambaran kemampuannya untuk melunasi kredit.
3. Capital
        Analisis modal untuk dapat menggambarkan struktur kapital, dengan demikian bank
dapat melihat besar/kecil rasa tanggung jawab calon debitur (risiko). Modal terdiri dari modal
saham, pinjaman bank dan pinjaman pihak ketiga lainnya. Hal ini dapat dilihat dari neraca
dan bukti-bukti akuntansi lainnya.

4. Collateral
        Analisis terhadap jaminan kredit untuk meyakinkan bank atas kesanggupan debitur
dalam melunasi kreditnya. Jaminan dapat berupa jaminan pokok yaitu jaminan yang dibiayai
dengan kredit dan jaminan tambahan merupakan jaminan selain jaminan pokok.
5. Condition
       Merupakan analisis terhadap suatu keadaan/kondisi yang dapat diantisipasi
dampaknya atas jalannya kegiatan usaha debitur, oleh sebab-sebab perkembangan ekonomi
moneter, keuangan/perbankan dan berbagai kebijaksanaan nasional maupun internasional.
(Wahyu 2011)

Dapat dilihat bahwa ada hubungan antara unsur-unsur kredit dan kriteria analisis kredit.
Petugas yang menganalisa permohonan kredit harus yakin bahwa collateral/jaminan yang
diajukan dapat dijual kembali di masa yang akan datang.
Sedangkan semua kriteria analisis kredit akan berpengaruh terhadap jangka waktu yang
nantinya akan diberikan, misalnya untuk jangka waktu yang pendek setidaknya pemohon
kredit tidak pernah memiliki tunggakan pada bank lain sebelumnya(character), penghasilan
yang cukup, membayar uang muka sedikitnya 7,5% dari jaminan, jaminan yang dapat dijual
kembali, dan kondisi pekerjaan yang stabil.
Namun jika petugas memberikan kredit dalam jangka waktu yang lama, maka beresiko
mendapat suatu masalah yang diakibatkan dari 5C tersebut. Misalkan kondisi perusahaan
tempat kreditur bekerja yang tidak stabil sehingga kreditur diberhentikan secara mendadak.
Dalam hal-hal tersebut, yang paling esensial adalah kepercayaan dari bank/kreditor terhadap
nasabah peminjam/debitur. Kepercayaan tersebut timbul karena dipenuhinya segala ketentuan
dan persyaratan untuk memperoleh kredit bank oleh debitur, antara lain jelasnya peruntukan
kredit, adanya benda jaminan atau agunan, dan lain-lain. (Hermansyah 2005)
Dengan kata lain, pemberian kredit oleh bank dimaksudkan sebagai salah satu usaha untuk
mendapatkan keuntungan, sehingga bank hanya boleh meneruskan kredit jika dia benar-
benar yakin bahwa si debitur akan mengembalikan pinjaman yang diterimanya sesuai
dengan jangka waktu dan syarat-syarat yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Hal
tersebut menunjukan perlu diperhatikannya faktor kemampuan dan kemauan, sehingga
tersimpul kehati-hatian dengan menjaga unsur kemanan dan sekaligus unsur keuntungan
dari suatu kredit. (Djumhana 2000)

       Sedangkan dalam sektor perbankan yang lebih luas, unsur-unsur kredit juga meliputi
organisasi dan manajemen perkreditan, dokumen dan administrasi kredit, perjanjian kredit,
agunan, penyelesaian kredit macet, dan unsur lainnya. Dalam perkreditan ditemukan
banyak ketentuan yang mengatur dan membatasinya, hal itu karena memang bidang
perbankan merupakan kegiatan usaha yang paling banyak diatur dan dibatasi ketentuan
perundang-undangan. Dengan kondisi seperti itu, maka peraturan perundang-undangan
merupakan salah satu unsur utama dari bidang perkreditan. (Djumhana 2000)

2.6 Fungsi Kredit

Fungsi kredit untuk masyarakat, yaitu:
1. menjadi motivator dan dinamisator peningkatan kegiatan perdagangan dan perekonomian;
2. memperluas lapangan kerja bagi masyarakat;
3. memperlancar arus barang dan arus uang;
4. meningkatkan hubungan internasional;
5. meningkatkan produktivitas dana yang ada;
6. meningkatkan daya guna barang;
7. meningkatkan kegairahan berusaha masyarakat;
8. memperbesar modal kerja perusahaan;
9. meningkatkan income per capita masyarakat;
10. mengubah cara berpikir atau bertindak masyarak untuk lebih ekonomis. (Hasibuan
Malayu, 2004)

2.7 Bunga Perbankan
       Suku bunga Bank Indonesia atau sering disebut BI Rate adalah suku bunga kebijakan
yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia dan diumumkan kepada publik.
BI Rate diumumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia pada setiap Rapat Dewan
Gubernur bulanan dan diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan Bank
Indonesia melalui pengelolaan likuiditas (liquidity management) di pasar uang untuk
mencapai sasaran operasional kebijakan moneter. (Bank Indonesia, 2011)

2.8 Syarat Kredit
        Secara umum persyaratan dan ketentuan yang diperlakukan oleh bank untuk nasabah
yang akan mengambil KPR relatif sama. Baik dari sisi administrasi maupun dari sisi
penentuan kreditnya.
Untuk mengajukan KPR, pemohon harus melampirkan:
1. KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah);
2. kartu keluarga;
3. keterangan penghasilan atau slip gaji;
4. laporan keuangan (untuk wiraswasta);
5. NPWP Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 100 juta);
6. SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 50 juta);
7. foto kopi sertifikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer);
8. foto kopi sertifikat (bila jual beli perorangan);
9. foto kopi IMB (Izin Membangun Bangunan). (Bank Indonesia, 2011)

2.9 Agunan
       Agunan adalah jaminan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka
pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan. (Bank Indonesia, 2011)

2.10 Persyaratan Umum KPR
        Secara umum persyaratan dan ketentuan yang diperlakukan oleh bank untuk nasabah
yang akan mengambil KPR relatif sama. Baik dari sisi administrasi maupun dari sisi
penentuan kreditnya. Untuk mengajukan KPR, pemohon harus melampirkan:
1. KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah);
2. kartu keluarga;
3. keterangan penghasilan atau slip gaji;
4. laporan keuangan (untuk wiraswasta);
5. NPWP Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 100 juta);
6. SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 50 juta);
7. foto kopi sertifikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer);
8. foto kopi sertifikat (bila jual beli perorangan);

foto kopi IMB (Izin Membangun Bangunan). (Bank Indonesia 2001)
3. Analisis Kebutuhan dan Perancangan
3.1 Gambaran Sistem Berjalan

        Sistem pengambilan keputusan yang sedang berjalan pada saat ini masih dilakukan
secara musyawarah atau dirundingkan bersama-sama. Dimana komite kredit atau petugas
yang melakukan wawancara menilai semua persyaratan dengan pemikiran individu. Dari
kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem yang sedang berjalan pada saat ini kurang
efektif dari segi konsistensi keputusan yang diambil.
Nasabah datang ke kantor untuk mengajukan permohonan KPR, dan menerima formulir KPR
dari petugas untuk kemudian diisikan persyaratan kredit. Jika persyaratan dianggap sudah
lengkap maka nasabah harus menyerahkan formulir tersebut kepada petugas. Lalu petugas
akan memeriksa kelengkapan syarat kredit, jika syarat tidak lengkap maka nasabah harus
mengisi kelengkapan syarat lagi namun jika sudah lengkap nasabah dan petugas akan
melakukan wawancara di tempat yang ditentukan oleh petugas. Selesai wawancara petugas
akan menganalisa kemampuan dan karakter nasabah yang didapat dari hasil wawancara. Jika
kemampuan dan karakter nasabah dinilai tidak layak untuk kredit maka permohonan kredit
nasabah ditolak, namun jika nasabah dinilai layak untuk kredit maka petugas akan
memerintahkan appraisal dari pihak netral untuk melakukan penilaian terhadap jaminan.
Setelah appraisal melakukan penilaian jaminan, laporannya akan diserahkan kepada komite
pemutus kredit. Komite pemutus kredit akan menganalisa ualang hasil wawancara dan hasil
penilaian appraisal. Jika nasabah dianggap tidak layak kredit maka permohonan nasabah akan
ditolak, namun jika nasabah dianggap layak kredit maka komite akan memberi surat edaran
kepada petugas untuk mencetak SP3K. Petugas akan mencetak SP3K yang akan disahkan
pada serah terima kredit di waktu dan tempat yang ditentukan.


3.2 Gambaran Sistem Usulan
3.2.1 Proses Bisnis Untuk Pengajuan Kredit Usulan

        Sistem yang baru terdiri dari empat aktor, yaitu nasabah, aplikasi, petugas dan
appraisal. Nasabah hanya dapat mengakses informasi yang telah disediakan oleh pihak bank
serta mengisi formulir pengajuan kredit yang nantinya akan diolah oleh petugas bank.
Sedangkan petugas dapat mengelola data masuk dan keluar yang ada pada aplikasi ini.
Dari penjelasan tersebut dapat dilihat perbedaan antara sistem yang lama dengan sistem yang
baru. Pada sistem lama, pencatatan dilakukan secara tertulis pada kertas. Sedangkan pada
sistem yang baru, pencatatan dan penghitungan rincian kredit dilakukan secara otomatis oleh
sistem.
        Saat nasabah membuka website, nasabah akan diberikan tampilan formulir pengajuan
kredit. Lalu nasabah memasukan data permohonan kredit, setelah nasabah memasukan data
tersebut nasabah akan diperlihatkan kembali data yang mereka masukan untuk diperiksa
kembali apakah data sudah benar. Jika nasabah sudah yakin data tersebut benar, maka
aplikasi akan mengkalkulasi rincian kredit yang nantinya dapat dilihat oleh nasabah. Jika
sistem menilai data yang dimasukan tidak lengkap maka nasabah harus memasukan data
kembali, jika data sudah lengkap maka nasabah diminta mengirimkan formulir tersebut di
aplikasi. Aplikasi akan menyimpan data permohonan kredit di database kredit yang
kemudian akan dicek oleh petugas, kemudian petugas akan menilai kelayakan permohonan-
permohonan yang ada di database. Jika permohonan tidak layak maka petugas akan
memperbaharui data menjadi data ditolak yang akan disimpan di database kredit yang
kemudian akan ditampilkan kepada nasabah, namun jika permohonan dianggap kayak maka
petugas akan menugaskan appraisal yang bersifat netral untuk melakukan penilaian terhadap
jaminan. Penilaian akan diserahkan kepada petugas dan petugas akan memasukan data
validasi dan menampilkannya kepada nasabah bahwa permohonannya diterima.

3.2.2 Proses Bisnis Untuk Analisis Kredit Usulan

        Melihat adanya keterb atasan pada sistem lama, maka dibuatlah sebuah aplikasi yang
akan membantu dalam proses pemutusan kredit, khususnya KPR. Aplikasi ini akan
membantu dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh komite pemutus kredit.
Sistem yang baru terdiri dari dua aktor, yaitu aplikasi dan komite pemutus kredit. Yang dapat
mengakses aplikasi ini hanya komite pemutus kredit.
Dapat dilihat dari penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan sistem
yang lama dan sistem yang baru. Pada sistem yang lama dilakukan rapat anggota komite
pemutusan kredit untuk memutus pengajuan kredit, sedangkan pada sistem yang baru
pemutusan kredit bisa dilakukan di luar rapat dengan menggunakan aplikasi yang baru.
Tetapi aplikasi yang dibuat ini hanyalah berupa aplikasi pembantu dalam memilih keputusan,
sedangkan keputusan yang mutlak tetap diberikan oleh komite.
Komite pemutus kredit akan menanalisis hasil wawancara, lalu komite akan diberikan
tampilan alternative pilihan yang dalam hal ini pilihan jangka waktu kredit. Setelah itu
komite akan memasukan kriteria penilaian yang akan disimpan di aplikasi lalu diproses.
Setelah diproses data akan disimpan di database dan parameter tersebut akan diproses.
Namun jika ada yang memperbaharui parameter maka data yang ada di database akan
berubah. Jika semua komite sudah memasukan kriteria maka parameter akan diproses. Jika
hasil akhir tidak memenuhi maka aplikasi akan menampilkan status ditolak, namun jka hasil
akhir memenuhi maka aplikasi akan menampilkan status dari jangka waktu kredit yang akan
diberikan kepada nasabah.


3.3 Kebutuhan Perangkat Keras

a. Spesifikasi Tahap Pengembangan
1. Prosesor : Intel Core 2 Duo 1,8 GHz
2. RAM : 2 GB DDR2
3. Hardisk : 80 GB

b. Spesifikasi Tahap Implementasi
1. Prosesor : [DATA DI BANK]
2. RAM : [DATA DI BANK]
3. Hardisk : [DATA DI BANK]



3.4 Kebutuhan Perangkat Lunak

a. Spesifikasi Tahap Pengembangan
1. Sistem Operasi Windows XP, Windows Vista atau Windows 7
2. Adobe Dreamweaver 8
3. HTML 5 dan CSS 3
4. Web browser Mozilla Firefox version 5.0
5. Apache
6. PhpMySQL
b. Spesifikasi Tahap Implementasi
1. Sistem Operasi Windows XP, Windows Vista atau Windows 7
2. Web browser Mozilla Firefox version 5.0

3.5 Perancangan Basis Data
3.5.1 ERD (Entity Relationship Diagram)




                    Gambar 3.5.1 ERD (Entity Relationship Diagram)
3.5.2 Nama dan Deskripsi Tabel

Tabel 3. 1 Nama dan Deskripsi Tabel




3.5.3 DFD (Data Flow Diagram)

3.5.3.1 DFD Level 0




                              Gambar 3.5.3.1 DFD Level 0
3.5.3.2 DFD Level 1
3.5.3.3 DFD Level 2

1. Proses 1.0




2.Proses 2.0




3.Proses 3.0
4. Proses 5.0




3.6 Kamus Data

1. Data Nasabah
DataNasabah=no_rekening+nama+username+pas
sword+no_ktp+npwp+jenis_kelamin+tgl_lahir+al
amat+kota+kode_pos+email+no_hp+no_telepon
+nama_gadis_ibu_kandung+pekerjaan+alamat_p
erusahaan+kota_perusahaan+telp_perusahaan+ja
batan+penghasilan_pemohon+lama_cicilan+alam
at_agunan+harga_agunan+atas_nama+nmr_imb+
luas_tanah+luas_bangunan+status_nasabah+scan _npwp+scan_penghasilan+status_dss
no_rekening = 1{character}15
nama = 1{character}50
username = 1{character}15
password = 1{character}15
no_ktp = 1{character}16
npwp = 1{character}20
jenis_kelamin = 1{character}9
tgl_lahir = date
alamat = 1{character}50
kota = 1{character}15
kode_pos = 1{character}10
email = 1{character}50
no_hp = 1{character}12
no_telepon = 1{character}12
nama_gadis_ibu_kandung = 1{character}50
pekerjaan = 1{character}25
alamat_perusahaan= 1{character}50
kota_perusahaan = 1{character}15
telp_perusahaan = 1{character}12
jabatan = 1{character}30
penghasilan_pemohon = 1{number}13
lama_cicilan = 1{number}2
alamat_agunan = 1{character}50
harga_agunan = 1{character}12
atas_nama = 1{character}13
nmr_imb = 1{character}20
luas_tanah = 1{number}10
luas_bangunan = 1{number}10
status_nasabah = 1{character}20
scan_npwp = 1{character}50
scan_penghasilan = 1{character}50
status_dss =1{character}20
character = [A-Z|a-z|0-9]
number = [0-9]

2. Data Syarat
Data syarat=id_syarat+syarat_kpr
Id_syarat = 1{number}2
Syarat_kpr = 1{character}50
character = [A-Z|a-z|0-9]
number = [0-9]

3. Data Petugas
Data petugas=id_petugas+username+password
Id_petugas = 1{character}5
Username = 1{character}20
Password = 1{character}30
character = [A-Z|a-z|0-9]

4. Data Komite
Data komite=id_komite+nama_kmt+username+password
Id_komite = 1{character}5
Nama_kmt = 1{character}30
Username = 1{character}20
Password = 1{character}20
character = [A-Z|a-z|0-9]

5. Data Validasi
Data validasi=id_validasi+no_rekening+status_validasi
Id_validasi = 1{number}11
No_rekening = 1{character}15
Status_validasi = 1{character}20
character = [A-Z|a-z|0-9]
number = [0-9]

6. Data DSS
Data dss=id_dss+kep_kom1+kep_kom2+kep_kom3+status_dss
Id_dss = 1{number}11
Kep_kom1 = 1{character}20
Kep_kom2 = 1{character}20
Kep_kom3 = 1{character}20
Status_dss = 1{character}20
character = [A-Z|a-z|0-9]
number = [0-9]


4. Implementasi Dan Pengujian

4.1 Implementasi
       Implementasi di bawah ini merupakan implementasi dari aplikasi yang sudah
dirancang. Berikut gambar dari implementasi antarmuka yang digunakan pada Aplikasi
Decision Support System(DSS)KPR Berbasis Web (Studi kasus : BTN Bandung).
1. Implementasi antarmuka login
       Antarmuka ini menampilkan form login ketika aplikasi pertama kali dibuka. Nasabah,
petugas dan komite dapat mengisikan username dan password. Sedangkan jika nasabah
belum memiliki id, dapat daftar dahulu sebagai nasabah.




                       Gambar 4.1 Implementasi antarmuka login

2. Implementasi Antarmuka Daftar Nasabah
Antarmuka ini menampilkan halaman dimana user yang baru akan mendaftar sebagai
nasabah yang akan mengajuka kredit di aplikasi ini.
                Gambar 4.2 Implementasi antarmuka daftar nasabah


3. Implementasi Antarmuka Nasabah
       Antarmuka ini menampilkan halaman nasabah ketika aplikasi berhasil login sebagai
nasabah. Nasabah dapat mengisikan formulir yang ada pada menu formulir, selain itu juga
nasabah dapat melihat persyaratan dan pemberitahuan.




                    Gambar 4.1 Implementasi antarmuka nasabah

4. Implementasi Antarmuka Persyaratan
Antarmuka ini menampilkan menu persyaratan pada halaman nasabah.




                  Gambar 4.2 Implementasi antarmuka persyaratan
5. Implementasi Antarmuka Pemberitahuan
Antarmuka ini menampilkan menu pemberitahuan pada halaman nasabah.




                Gambar 4.3 Implementasi antarmuka pemberitahuan




6. Implementasi Antarmuka Formulir
Antarmuka ini menampilkan menu formulir pada halaman nasabah




                    Gambar 4.4 Implementasi antarmuka formulir

7. Implementasi Antarmuka Petugas

       Antarmuka ini menampilkan halaman petugas ketika aplikasi berhasil login sebagai
petugas. Petugas dapat memvalidasi data nasabah yang sudah mengajukan kredit dengan
memilih menu form validasi. Jika petugas ingin melihat daftar nasabah yang diterima dan
ditolak maka dapat langsung memilih menu diterima atau menu ditolak. Petugas dapat
mengelola syarat pada menu kelola syarat dan petugas dapat melihat laporan yang disetujui
ataupun tidak pada menu report.




Gambar Error! No text of specified style in document..5 Implementasi antarmuka petugas

8. Implementasi Antarmuka Form Validasi Petugas
Antarmuka ini menampilkan menu form validasi pada halaman petugas




  Gambar Error! No text of specified style in document..6 Implementasi antarmuka form validasi petugas

9. Implementasi Antarmuka Diterima
Antarmuka ini menampilkan menu diterima pada halaman petugas.




                       Gambar 4.7 Implementasi antarmuka diterima
10. Implementasi Antarmuka Ditolak
Antarmuka ini menampilkan menu ditolak pada halaman petugas.




Gambar Error! No text of specified style in document..8 Implementasi antarmuka ditolak


11. Implementasi Antarmuka Kelola Syarat
Antarmuka ini menampilkan menu kelola syarat pada halaman petugas.




                  Gambar 4.9 Implementasi antarmuka kelola syarat


12. Implementasi Antarmuka Report Petugas
Antarmuka ini menampilkan menu report pada halaman petugas.
13. Implementasi Antarmuka Komite
Antarmuka ini menampilkan halaman komite ketika aplikasi berhasil login sebagai komite.
Komite bisa mengelola dss untuk nasabah yang sudah divalidasi dengan memilih menu form
validasi. Sedangkan jika komite ingin melihat laporan rekapitulasi maka dapat langsung
memilih menu report.




   Gambar Error! No text of specified style in document..11 Implementasi antarmuka komite


14. Implementasi Antarmuka Form Validasi Komite
Antarmuka ini menampilkan menu form validasi pada halaman komite.




             Gambar 4.12 Implementasi antarmuka form validasi komite


15. Implementasi Antarmuka Report Komite

Antarmuka ini menampilkan menu report pada halaman komite.
Gambar Error! No text of specified style in document..13 Implementasi antarmuka report komite



4.2 Pengujian

Pengujian yang dilakukan penulis pada aplikasi ini menggunakan metode pengujian
blackbox. Pengujian ini dilakukan dengan cara menguji aplikasi dari segi fungsionalitas.


Tabel Error! No text of specified style in document..1 Pengujian Daftar Nasabah




                                        Tabel 4.2 Pengujian Login
      Tabel Error! No text of specified style in document..3 Pengujian Edit Formulir




5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengerjaan proyek akhir ini dapat disimpulkan bahwa:
1. Aplikasi Decision Support System(DSS) KPR Berbasis Web yang dibangun mampu
mengatasi proses pengajuan kredit dan analisi kredit.
2. Aplikasi yang dibuat dapat menghasilkan laporan statistik pengajuan kpr.

5.2 Saran

Ada beberapa hal yang disarankan penulis, yaitu:
1. Keamanan aplikasi ditingkatkan mengingat pentingnya privasi data kreditur.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:9
posted:7/5/2012
language:Indonesian
pages:21