Docstoc

10. Mariyam WEB OF CAUTION icterus neonatorum

Document Sample
10. Mariyam WEB OF CAUTION icterus neonatorum Powered By Docstoc
					                                                                                                                             WEB OF CAUSATION (WOC)                                                                                                        Referensi:
                                                                                                                                                                                                                                                               Brethauer, M, Carey, L. (2010). Maternal experience with
                                                                                                                              IKTERUS NEONATORUM                                                                                                           neonatal jaundice. Pediatric Journal 23, 270- 273 diambil dari
                                                                                                                                                                                                                                                           http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/ pada tanggal 19
                                                                                                                                                                                                                                                           Februari 2010.
                                                                                                                                                                                                                                                               Hay, W.W., et. al. (1997). Current pediatric diagnosis &
                                                                                                                                                FAKTOR RESIKO                                                                                              treatment. Stamford, Connecticut: Appleton & lange.
                                                                                                                                                                                                                                                               Hockenberry, M.J, Wilson, D. (2009). Essentials of
                                                                                                        Faktor Maternal                                                                 Faktor Neonatus                                                    pediatric nursing. St. Louis, Missouri: Mosby
   METABOLISME BILIRUBIN                                                                                                                        Faktor Perinatal                                                                                               Insley, J. (2003). A paediatric vade-mecum. Alih bahasa
                                                                                                                                                                                                                                                           oleh Achmad Surjono. Jakarta: EGC
                                                                                                                                                                                                                                                               Weng, Y.H., Chiu, Y.W. (2009). Spectrum and outcome
                                                                                             Komplikasi kehamilan ( DM,                  Trauma lahir (                          Prematuritas                                                           analysis of marked neonatal hyperbilirubinemia with blood
                                                                                              Inkompatabilitas ABO dan                     sefalhematoma, ekimosis )               Faktor genetic                                                         group incompatibility. Cang Gung Medical Journal 32, 400-
Masa hidup eritrosit nenonatus rendah                                                         Rh)                                         Infeksi (bakteri, virus,                Polisitemia                                                            408. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/ pada tanggal 19
                                                                                             Penggunaan infuse oksitosin                  protozoa)                               Obat (streptomisin, kloramfenikol, sulfisoxazol)                       Februari 2010.
                                                                                              dalam larutan hipotonik                                                              Rendahnya asupan ASI                                                       Wong, Donna, L. (2003). Wong and whaley’s clinical
 Degradasi Hemoglobin dalam darah                                                            ASI                                                                                  Hipoglikemia                                                           manual of pediatric nursing. Alih bahasa oleh Monica Ester.
                                                                                                                                                                                   Hipoalbuminemia                                                        Jakarta: EGC
                                                                                                                                                                                                                                                               Zong, D.N, Gao, Z.Y. (2009). Relationship between
 Heme                       Globin                                                                                                                                                                                                                         glucose-6-pphosphate dehydrogenase gene mutations and
                                                                                                                                                    ETIOLOGI
                                                                                                                                                                                                                                                           neonatal jaundice in Naning. Pubmed.Gov 12, 970- 972.
                        Digunakan lagi oleh tubuh                                                                                                                                                                                                          http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/ pada tanggal 19
                                                                   Inkompatabilitas darah Rh, ABO                                                                                                         Obstruksi dalam hapar : infeksi,               Februari 2010.
Hem bebas mengalami proses oksidasi                                Kelainan morfologi eritrosit                  Imaturitas hepar                               Obat: salisilat, sulfafurazole           kerusakan hepar karena penyebab
                                                                   Defisiensi enzim G-6-PD, pirufat              Kurangnya substrat u konjugasi                                                           lain
                                                                    kinase, hexokinase                             bilirubin                                                                               Kerusakan di luar hepar: kelainan
               Biliverdin                                          Sepsis                                        Akibat asidosis, hipoksia, infeksi                                                       bawaan
                                                                                                                  Tidak terdapatnya enzim glukoronil                                                                                                                 Intervensi:
                                                                          Peningkatan hemolisis                                                                                                                                                                      Berikan makanan secepatnya untuk meningkatkan
                                                                                                                   ransferase
          Mengalami reduksi                                                                                       Defisiensi protein Y                                                                                                                               ekskresi bilirubin dalam feses
                                                                                                                                                                        Defisiensi albumin
                                                                                                                                                                                                                                                                     Kaji kulit akan adanya tanda ikterik yang
                                                    Anemia              Peningkatan destruksi SDM                                                                                                                                                                     mengindikasikan peningkatan kadar bilirubin
 Bilirubin Bebas/ tidak terkonjugasi                                                                                                                                                                                                                                 Ukur kadar bilirubin dgn bilirubinometri transkutan
                                                                                                                                                                                                                                                                      untuk menentukan peningkatan kadar
                                               Keadaan umum            Peningkatan produksi bilirubin                   Gangguan konjugasi hepar                  Gangguan transport bilirubin                   Gangguan ekskresi bilirubin                         Perhatikan kapan munculnya ikterik
                                                   lemah                                                                                                                                                                                                             Kaji status umum bayi
      Berikatan dengan albumin
                                                                                                                                                                                                                                                                            Lakukan fototerapi sesuai ketentuan

                                                                Reflek hisap                                                             Akumulasi bilirubin dalam darah                            Bersifat lipofilik                         Sulit diekskresi                       Resiko tinggi cidera
                 Hepar                                                                        Melalui membrane biologik                                                                                                                                             
                                                                  lemah


                                                                                                    Sawar darah otak                     Ikterik pada sclera, leher, tubuh,                          Penanganan                                                                  Tujuan: Anak mendapatkan terapi yang
Bilirubin terikat reseptor membrane sel
                                                                                                                                                       kuku                                                                                                                      tepat jika diutuhkan untuk mempercepat
                   hepar                                                                                                                                                                                                                                                         ekskresi bilirubin
                                                                                                                                                                                                                                                                                 Kriteria hasil:
                                                                                                        Kern ikterus
                                                 Siklus eritropoetik                                                                                                                                                                                                             Anak menyusu segera setelah lahir, anak
                                                                                                                                                                          Fototerapi                                             Transfusi tukar
     Bilirubin masuk ke sel hepar                                                                                                                                                                                                                                                dipajankan pada sumber sinar yang
                                                                                                                                                                                                                                                                                 ditentuakan

 Terikat dengan ligandin (protein Y),
              protein Z                                          Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh                           Resiko tinggi cidera                                             Peningkatan suhu tubuh                                        Perubahan proses keluarga


Masuk ke reticulum endoplasma hati
                                                              Tujuan:                                                  Tujuan:                                                          Tujuan: Anak tidak mengalami peningkatan                      Tujuan: Bayi mendapat dukungan dari keluarga
                                                              kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi                         Bayi tidak mengalami cidera selama                               suhu tubuh                                                    Kriteria Hasil: Keluarga paham tentang terapi pada
 adanya enzim glukoronil transferase
                                                              Kriteria Hasil:                                          pemberian fototerapi                                             Kriteria hasil:                                               bayinya,
                                                              BB tidak mengalami penurunan, reflek                     Kriteria hasil:                                                  Suhu 36c- 37c, membrane mukosa
       Terjadi proses konjugasi
                                                              menghisap bayi meningkat, bayi tenang                    Tidak terjadi iritasi mata dan kelamin, bayi                     lembab,
                                                                                                                       tenang, tidak ada dehidrasi

 Blirubin direk/ bilirubin terkonjugasi                                                                                                                                                                                                              Intervensi:
                                                                                                                                                                                         Intervensi:                                                Kaji pemahamaman keluarga tentang ikterik dan
                                                               Intervensi:                                        Intervensi:                                                           Pertahankan suhu lingkungan yang netral                     tujuan terapi
      Diekskresi dalam empedu                                 Kaji kemampuan menghisap bayi                     Tutup mata bayi dengan eye protector khusus yang                      Kaji suhu tubuh tiap 2-4 jam/ sesuai                       Beritahukan keluarga bahwa kulit akan kembali
                                                              Monitor intake dan output                          dapat memantulkan cahaya                                               kebutuhan                                                   normal
                                                              Monitor berat badan tiap hari                     Tutup kelamin, periksa tiap 4 jam untuk drainase atau                 Jika panas lakukan kompres                                 Jelaskan pada keluarga tentang penyakit dan
                 Usus                                         Beri minum melalui sonde (ASI yang                 iritasi                                                               Tingkatkan masukan cairan peroral                           terapinya
                                                               diperah)                                          Buka seluruh pakaian bayi dan tempatkan bayi di                       Kolaborasi pemberian antipiretik                           Hentikan fototerapi saat keluarga datang
   reduksi          enzim β glucuronidase
                                                              Lakukan oral hygiene, olesi mulut dengan           bawah sinar untuk pemajanan maksimal
                                                               kapas basah                                       Ubah posisi setiap 6 – 8 jam
  Urobilinogen        Bilirubin terkonjugasi
                      dikonversi menjadi                                                                         Pantau suhu tubuh
                      tidak terkonjugasi                                                                         Dokumentasikan pelaksanaan fototerapi dengan tepat
  Feses                                                                                                          Hindari penggunaan bahan yang mengandung minyak
   dan terbe                                                                                                      pada kulit
                                                                                                                 Pastikan masukan cairan yang adekuat
                      Diserap mukosa
                                                                                                                 Pantau kadar bilirubin
                      ususs

                      Ditransport ke hati



                                                                                                                ANGKA KEJADIAN                                                      IKTERUS FISIOLOGIS                         IKTERUS PATOLOGIS                        PEMERIKSAAN PENUNJANG

                                                                                  Ikterus neonatorum merupakan masalah yang umum pada bayi baru                                  Warna kuning timbul pada                      Ikterus timbul pada 24 Jam                  Pemeriksaan kadar bilirubin
                                                                                  lahir.                                                                                          hari ke 2 dan 3 tampak jelas                   pertama                                      serum berkala
                                                                                  Hampir semua bayi baru lahir perkembangan jumlah bilirubin diatas 2                             pada hari ke 5 dan k3 6 serta                 Ikterus menetap setelah 2                   Pemeriksaan darah tepi
                                                                                  mg/ dl dan 65 % dari mereka akan menunjukkan perkembangan level                                 menghilang pada hari ke 10                     minggu pertama                              Pemeriksaan penyaring G-6-
                                                                                  bilirubin di atas 5 mg/ dl selama minggu pertama kehidupan.                                    Bayi tampak biasa, minum                      Kadar bilirubin  12,5                       PD
                                                                                  Di Amerika Serikat, sebanyak 65 % bayi baru lahir menderita ikterus                             baik dan pertambahan berat                     mg/dl pada bayi cukup                       Uji Coombs
                                                                                  dalam minggu pertama kehidupannya.                                                              badan biasa                                    bulan dan  10 mg/dl pada
                                                                                                                                                                                                                                                                             Biakan darah, biopsy hepar
                                                                                  Di Malaysia, hasil survei pada tahun 1998 di rumah sakit pemerintah dan                        Kadar bilirubin serum tidak                   bayi kurang bulan
                                                                                                                                                                                                                                                                              bila perlu
                                                                                  pusat kesehatan di bawah Departemen Kesehatan mendapatkan 75%                                   10 mg/ dl pada bayi kurang                    Peningkatan bilirubin  5
                                                                                  bayi baru lahir menderita ikterus dalam minggu pertama kehidupannya.                            bulan dan  12 mg/ dl pada                     mg/dl/ hari
                                                                                  Angka kejadian insiden ikterus pada bayi baru lahir di RSU Dr. Cipto                            bayi cukup bulan                              Kadar bilirubin direk  1
                                                                                  Mangunkusumo Jakarta ialah 32,19% dan 62,53% kadar bilirubin                                   Peningkatan konsentrasi                        mg/ dl
                                                                                  indireknya melebihi 10 mg%. Sedangkan di RSU Dr. Soetomo                                        bilirubin serum  12 mg/ dl                   Terdapa factor resiko
                                                                                  Surabaya, ikterus patologis sebanyak 9,8% pada tahun 2002 dan 15,66%                                                                          Tinja berwarna pucat
                                                                                  pada tahun 2003.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:686
posted:7/4/2012
language:
pages:1
Description: 10. Mariyam WEB OF CAUTION icterus neonatorum