Tokoh Pewayangan Ramayana

Document Sample
Tokoh Pewayangan Ramayana Powered By Docstoc
					Ramayana
Nama - nama dan deskripsi singkat tokoh dalam cerita
             pewayangan Ramayana
         Wibisana
Nama lain : Harya Balik
Ayah : Begawan Wisrawa
Ibu : Dewi Sukesi
Anak : Dewi Trijatha dan Raden Bisawarna
Tempat : Alengka

Wibisana (Sanskerta: Vibhishana) adalah
tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana.
Ia adalah adik kandung Rahwana. Wibisana
merupakan putera bungsu dari Resi Wisrawa,
putera Resi Pulatsya, dengan seorang puteri
Detya bernama Kekasi. Wibisana memiliki tiga
saudara kandung, bernama Rahwana,
Kumbakarna, dan Surpanaka. Di antara
saudaranya, Wibisana adalah anak yang paling
baik. Sifatnya tidak seperti rakshasa pada
umumnya meskipun ia merupakan keturunan
rakshasa. Karakternya mirip dengan Prahlada
yang dilahirkan sebagai keturunan asura,
namun menjadi pemuja Wisnu yang setia.
Wibisana menghabiskan masa mudanya
dengan bertapa dan memuja Wisnu. Ketika
Rahwana dan Kumbakarna bertapa memuja
Brahma, Wibisana juga berbuat demikian. Saat
Dewa Brahma memberi kesempatan kepada
Wibisana untuk memohon anugerah,
Wibisana meminta agar ia selalu berada di
jalan kebenaran atau dharma. Sikapnya tidak
seperti kakaknya yang meminta kekuatan
untuk menaklukkan para dewa.
          Jembawan
Jembawan adalah putra Resi Pulastya
dari pertapan Grastina. Ia menjadi
pengasuh Subali/Guwarsi, putra Resi
Gotama dengan Dewi
Indradi/Windradi. Dalam peristiwa
rebutan Cupumanik Astagina,
Jembawan ikut terjun kedalam telaga
Sumala dan berubah wujud menjadi
kera.
Dalam perang besar Alengka,
Jembawan ikut terjun di medan
pertempuran, menjadi salah satu
senapati perang tentara kera. Karena
pengabdinnya itu, Jembawan kembali
menjadi manusia berwajah tampan,
sehingga dapat memperistri Dewi
Trijata, putri Arya Wibisana dengan
Dewi Triwati (Mahabharata).
Dari perkawinan ini, memperoleh
seorang putri bernama Dewi
Jembawati yang setelah dewasa
menjadi istri Prabu Kresna, raja
negara Dwarawati.
          Jamadagni
Jamadagni adalah putra brahmana
Ricika/Wisanggeni, putra Maharsi
Brigu (Dewatama) dari pertapaan
Jatisrana, dengan Dewi Setiawati,
putri Prabu Gadi raja negara
Kanyakawaya. Ia mempunyai saudara
kandung bernama Swandagni yang
menjadi brahmana di pertapaan
Ardisekar.

Jamadagni menjadi raja negara
Kanyakawaya menggantikan
kakeknya, Prabu Gadi yang meninggal
karena usia lanjut. Ia menikah dengan
Dewi Renuka, putri Prabu Prasnajid.
Dari perkawinan tersebut ia
memperoleh lima orang putra
semuanya lelaki dan yang bungsu
bernama Ramaparasu atau Jamadagni
Putra.
   Ditya Kumba kumba
Ditya Kumba-Kumba adalah putra
sulung Arya Kumbakarna dengan
Dewi Aswani. Ia mempunyai seorang
adik laki-laki bernama Aswanikumba.
Kumbakumba tinggal berasama orang
tuanya di kesatrian/negara
Leburgangsa, wilayah negara Alengka.
Kumbakumba memiliki sifat dan
perwatakan; pemberani, jujur, setia
dan patuh. Pada saat pecah perang
Alengka, negara Alengka diserang oleh
balatentara kera Prabu Rama di bawah
pimpinan Prabu Sugriwa, raja kera
dari Gowa Kiskenda dalam upaya
membebaskan Dewi Sinta dari
sekapan Prabu Dasamuka,
Kumbakumba masih kanak-kanak.
Atas perintah Prabu Dasamuka, ia
maju ke medan peperangan karena
ayahnya, Kumbakarna sedang tapa
tidur tidak bisa dibangunkan.
Kumbakumba sangat sakti dan tak
tertandingi oleh senapati perang
lawan. Tapi akhirnya ia gugur dalam
pertempuran melawan Anoman.
         Kumbakarna
Arya Kumbakarna adalah putra kedua
Resi Wisrawa dengan Dewi Sukesi,
putri Prabu Sumali, raja negara
Alengka. Ia mempunyai tiga orang
saudara kandung bernama;
Dasamuka/Rahwana, Dewi
Sarpakenaka dan Arya Wibisana.
Kumbakarna juga mempunyai saudara
lain ibu bernama Wisrawana/Prabu
Danaraja raja negara Lokapala, putra
Resi Wisrawa dengan Dewi Lokawati.
Kumbakarna mempunyai tempat
kedudukan di kesatrian/negara
Leburgangsa. Ia berwatak jujur, berani
karena benar dan bersifat satria. Pada
waktu mudanya ia pergi bertapa
dengan maksud agar dapat anugerah
Dewa berupa kejujuran dan kesaktian.
Kumbakarna pernah ikut serta Prabu
Dasamuka menyerang Suralaya, dan
memperoleh Dewi Aswani sebagai
istrinya. Dari perkawinan tersebut
memperoleh dua orang putra
bernama; Kumba-kumba dan
Aswanikumba.
  Prabu Maesasura


Prabu Maesasura adalah raja
negara Guwa Kiskenda. Ia
berwujud raksasa berkepala
kerbau. Prabu Maesasura
mempunyai seorang patih yang
bernama Lembusura, raksasa
berkepala sapi.

Prabu Maesasura sangat sakti
karena mempunyai saudara
seperguruan bernama Jatasura,
seekor harimau yang memiliki
rambut gimbal di lehernya.

Prabu Maesasura dan Jatasura
seolah-olah dua jiwa yang satu,
artinya ; keduanya tidak dapat
mati, apabila hanya satu dari
mereka yang tewas.
        Ramaparasu

Ramaparasu adalah putra bungsu dari
lima bersaudara lelaki, putra Prabu
Jamadagni raja negara Kanyakawaya
yang kemudian hidup sebagai
brahmana di pertapaan Dewasana.
Ibunya bernama Dewi Renuka, putri
Prabu Prasnajid.

Ramaparasu adalah seorang
brahmancari/tidak kawin, karena
sangat menggemari olah kejiwaan. Ia
juga menekuni olah kesaktian dan
olah keprajuritan hingga menjadi
sangat sakti.

Ramaparasu berperawakan
birawa/gagah perkasa, mempunyai
pusaka berwujud busur beserta anak
panahnya yang luar biasa besarnya dan
bernama Bargawasta (panah Sang
Bargawa).
            Sugriwa
Sugriwa dikenal pula dengan nama
Guwarsa (pedalangan). Ia merupakan
putra bungsu Resi Gotama dari
pertapaan Erraya/Grastina dengan
Dewi Indradi/Windardi, bidadari
keturunan Bathara Asmara. Sugriwa
mempunyai dua orang saudara
kandung masing-masing bernama :
Dewi Anjani dan Subali.
Ketika berlangsungnya perang
Alengka, Sugriwa tampil sebagai
senapati perang Prabu Rama. Ia
berhasil membunuh beberapa
senapati perang Alengka, antara lain;
Pragasa, Kampana dan Gatodara.
Setelah perang berakhir, Sugriwa
kembali ke Gowa Kiskenda, hidup
bahagia dengan istrinya, Dewi Tara. Ia
tidak bisa kembali kewujud aslinya
sebagai manusia, karena penyerahan
dirinya kepada Dewata belum
sempurna, masih terbelenggu oleh
kenikmatan duniawi.
        Lawa & Kusya
Lawa & Kusya adalah putra kembar,
putra Prabu Ramawijaya, raja negara
Ayodya dengan Dewi Sinta. Menurut
Kitab Mahabharata, mereka lahir di
pertapaan Wismaloka tempat tinggal
Resi Walmiki.

Lawa dan Kusya lahir tatkala Dewi
Sinta hidup dalam pengasingan.
Sebagai akibat sikap Prabu Rama yang
tetap meragukan kesucian Dewi Sinta
yang hampir 12 tahun dalam sekapan
Prabu Dasamuka, raja Alengka meski
pun kesucian Dewi Sinta telah
dibuktikan dengan masuk api
pembakaran, Dewi Sinta yang dalam
keadaan hamil diasingkan ke dalam
hutan.

Dewi Sinta kemudian tinggal di
pertapaan Wisamaloka dalam
lindungan Resi Walmiki.
           Hanoman
Hanoman adalah putra Bathara Guru
dengan Dewi Anjani, putri sulung Resi
Gotama dengan Dewi Windradi dari
pertapaan Erriya/Grastina.Anoman
merupakan makluk kekasih dewata. Ia
mendapat anugerah Cupumanik
Astagina, juga ditakdirkan berumur
panjang, hidup dari jaman Ramayana
sampai jaman Mahabharata, bahkan
sampai awal/memasuki jaman Madya.
Anoman memiliki beberapa kesaktian.
Ia dapat bertiwikrama, memiliki Aji
Sepiangin (dari Bathara Bayu), Aji
Pameling (dari Bathara Wisnu), dan
Aji Mundri (dari Resi Subali). Tata
pakaiannya yang melambangkan
kebesaran, antara lain ; Pupuk
Jarotasem Ngrawit, Gelung
Minangkara, Kelatbahu Sigar Blibar,
Kampuh/Kain Poleng berwarna hitam,
merah dan putih, Gelang/Binggel
Candramurti dan Ikat Pinggang Akar
Mimang.
          Indrajit


Indrajit (Méghanada) adalah salah
satu putera Rahwana dan menjadi
putera mahkota Kerajaan Alengka.
Indrajit merupakan ksatria yang
sakti mandraguna, dalam perang
antara pihak Rama dan Rahwana,
Indrajit sering merepotkan bala
tentara Rama dengan
kesaktiannya.

Ia punya senjata sakti yang
bernama Nagapasa, apabila senjata
tersebut dilepaskan, maka akan
keluar ribuan naga meyerang ke
barisan musuh. Dalam perang
besar tersebut akhirnya Indrajit
tewas di tangan Laksmana, adik
Rama.
    Prabu Danaraja


Prabu Danaraja yang waktu
mudanya bernama Wisrawana,
dikenal pula dengan nama gelar,
Prabu Danapati dan Prabu
Bisawarna. Ia adalah putra tunggal
Resi Wisrawa, raja negara Lokapala
dengan permaisuri Dewi Lokawati,
putri Prabu Lowana dengan Dewi
Lokati.

Danaraja juga mempunyai empat
saudara seayah lain ibu, putra Resi
Wisrawa dengan Dewi Sukesi,
putri Prabu Sumali dari negara
Alengka, masing-masing bernama
: Rahwana/Dasamuka, Arya
Kumbakarna, Dewi Sarpakenaka
dan Arya Wibisana.
    Ditya Jambumangli
Ditya Jambumangli adalah putra Ditya
Maliawan, adik Prabu Sumali, raja
negara Alengka. Meskipun memiliki
bentuk tubuh agak pendek menurut
ukuran raksasa, karena ketekunanya
bertapa, Jambumangli menjadi sangat
sakti.

Jambumangli sebenarnya ingin
memperistri Dewi Sukesi, putri Prabu
Sumali, yang berarti saudara
sepupunya sendiri. Tetapi keinginan
itu hanya disimpan dalam hati, takut
mengutarakan dengan terus terang.
Ketika Dewi Sukesi menjadi lamaran
banyak satria dan raja-raja, dan Dewi
Sukesi sendiri juga mengeluarkan
persyaratan penjabaran ilmu “Sastra
Harjendra Yuningrat”, Jambumangli
memaksakan keinginannya kepada
Prabu Sumali agar dirinya dijadikan
satu persyaratan : bahwa hanya
mereka yang dapat mengalahkannya
yang berhak memperistri Dewi Sukesi.
    Leksmanawidagda
Leksmana atau Laksmanawidagda
adalah putra Prabu Dasarata, raja
negara Ayodya dengan permaisuri
kedua Dewi Sumitra, putri Prabu
Ruryana raja negara Maespati. Ia
mempunyai empat orang saudara
seayah lain ibu masing-masing
bernama ; Ramawijaya/Ramadewa,
dari permaisuri Dewi Kusalya, dan
Barata, Satrugna serta Dewi Kawakwa
ketiganya putra Prabu Dasarata
dengan permaisuri Dewi Kekayi.
Leksmana bertempat tinggal di
kesatrian Girituba. Ia seorang satria
brahmacari (tidak kawin).

Mempunyai watak halus, setia dan tak
kenal takut. Sejak kecil Leksmana
sangat rapat dan sangat sayang kepada
Ramawijaya. Leksmana diyakini
sebagai titisan Bathara Suman,
pasangan Bathara Wisnu.
            Maricha
Marica (Sanskerta: Maricha) adalah
seorang rakshasa, putera Tataka dan
Sunda. Ia tinggal di hutan Dandaka
dan menjadi patih Rahwana. Kakek
Marica adalah seorang yaksa bernama
Suketu, ia tidak memiliki anak dan
memohon anugerah dari Dewa
Brahma.

Brahma memberi anugerah bahwa
Suketu akan memiliki seorang puteri
saja, namun cantik nan kuat. Puteri
tersebut diberi nama Tataka, dan
menikahi Sunda. Dari pasangan
tersebut, lahirlah Marica. Karena
Sunda tewas akibat kutukan Resi
Agastya, Tataka dan Marica marah lalu
melukai Sang Resi. Kemudian Sang
Resi mengutuk mereka berdua agar
menjadi buruk rupa dan hidup dengan
memakan daging manusia.
     Patih Lembusura

Lembusura berwujud raksasa
berkepala sapi (lembu). Karena
kesaktiannya, dia diangkat menjadi
patih negara Gowa Kiskenda dibawah
pemerintahan Prabu Maesasura,
raksasa berkela kerbau.

Ia mempunyai saudara seperguruan
bernama Diradasura, berwujud
raksasa berkepala gajah.
       Patih Prahasta
Patih Prahasta adalah putra Prabu
Sumali, raja raksasa negara Alengka
dengan Dewi Desidara. Ia mempunyai
kakak kandung bernama Dewi Sukesi
yang menjadi istri Resi Wisrawa dari
pertapaan Girijembatan, wilayah
negara Lokapala.

Prahasta berwatak; jujur, setia dan
penuh pengabdian. Ia sesungguhnya
putra mahkota negara Alengka. Tetapi
karena ia takut dengan kesaktian yang
dimiliki Rahwana, putra Dewi Sukesi
dengan Resi Wisrawa, Prahasta
merelakan tahta negara Alengka oleh
ayahnya diberikan kepada Rahwana
dan dia bersedia menduduki jabatan
patih.
           Rahwana
Nama lain: Raawan; Rewana; Ravan;
Dasamuka; Dasagriwa; Dasakanta;
Dasanana
Golongan: Rakshasa
Asal: Kerajaan Alengka
Senjata: Gada, pedang, tombak,
panah, dan lain-lain.
Rahwana adalah tokoh utama yang
bertentangan terhadap Rama dalam
Sastra Hindu, Ramayana. Dalam
kisah, ia merupakan Raja Alengka,
sekaligus Rakshasa atau iblis, ribuan
tahun yang lalu.
Rawana dilukiskan dalam kesenian
dengan sepuluh kepala, menunjukkan
bahwa ia memiliki pengetahuan dalam
Weda dan sastra. Ia juga memiliki dua
puluh tangan, menunjukkan
kesombongan dan kemauan yang tak
terbatas. Ia juga dikatakan sebagai
ksatria besar.
    Dewi Sarpakenaka
Dewi Sarpakenaka adalah putri ketiga
Resi Wisrawa dengan Dewi Sukesi,
putri Prabu Sumali, raja negara
Alengka. Ia mempunyai tiga orang
saudara kandung masing-masing
bernama; Dasamuka/Rahwana, Arya
Kumbakarna dan Arya Wibisana.
Sarpakenaka juga mempunyai saudara
seayah lain ibu bernama : Prabu
Danaraja/Danapati, raja negara
Lokapala, putra Resi Wisrawa dengan
Dewi Lokawati.

Walau seorang raksesi, Sarpakenaka
sangat sakti. Ia memiliki kuku yang
berbisa ular dan merupakan senjata
pusaka yang diandalkan. Sarpakenaka
berwatak : congkak, ganas, bengis,
angkara murka dan serakah. Ia
mempunyai dua orang suami masing-
masing bernama : Ditya Kardusana
dan Ditya Nopati.
      Dewi Sukesi


Dewi Sukesi adalah putri sulung
Prabu Sumali, raja negara Alengka
dengan permaisuri Dewi Desidara.
Ia mempunyai adik kandung
bernama Prahasta. Walau ayahnya
berwujud raksasa Dewi Sukesi
berwajah cantik seperti ibunya,
seorang hapsari/bidadari. Ia
mempunyai perwatakan, sangat
bersahaja, jujur, setia dan kuat
dalam pendirian.

Setelah dewasa Dewi Sukesi
menjadi lamaran para satria dan
raja. Untuk menentukan pilihan,
Dewi Sukesi menggelar sayembara
: barang siapa yang bisa
menjabarkan ilmu “Sastra
Harjendra Yuningrat” dialah yang
berhak menjadi suaminya.
        Dewi Sumitra
Dewi Sumitra dikenal pula dengan
nama Dewi Priti. Ia putri dari Bathara
Hira/Prabu Ruryana, raja negara
Maespati, yang berarti cucu Prabu
Arjunawijaya atau Prabu Arjunasasra
dengan permaisuri Dewi Citrawati.
Dewi Sumitra berwajah sangat cantik.
Ia memilki sifat dan perwatakan; setia,
murah hati,baik budi, sabar, jatmika
(selalu dengan sopan santun) dan
sangat berbakti.

Dewi Sumitra menjadi permaisuri
ketiga Prabu Dasarata, Raja negara
Ayodya. Dari perkawinannya dengan
Prabu Dasarata, Dewi Sumitra
memperoleh seorang putra yang
berwajah sangat tampan bernama,
Raden Lesmana yang diyakini sebagai
penjelmaan Bathara Suman.
        Dewi Sinta


Dewi Sinta adalah putri Prabu
Janaka, raja negara Mantili atau
Mitila (Mahabharata). Dewi Sinta
diyakini sebagai titisan Bathari Sri
Widowati, istri Bathara Wisnu.
Selain sangat cantik, Dewi Sinta
merupakan putri yang sangat setia,
jatmika (selalu dengan sopan
santun) dan suci trilaksita
(ucapan, pikiran dan hati)nya.
Dewi Sinta menikah dengan
Ramawijaya, putra Prabu Dasarata
dengan Dewi Kusalya dari negara
Ayodya, setelah Rama
memenangkan sayembara
mengangkat busur Dewa Siwa di
negara Mantili. Dari perkawinan
tersebut ia memperoleh dua orang
putra masing-masing bernama;
Lawa dan Kusya.
      Prabu Sumali


Prabu Sumali adalah putra Prabu
Suksara, raja raksasa negara Alengka
dengan permaisuri Dewi Subakti. Ia
mempunyai adik kandung bernama
Ditya Maliawan. Prabu Sumali
menjadi raja negara Alengka
menggantikan kedudukan ayahnya,
Prabu Suksara yang mengundurkan
diri hidup sabagai brahmana.

Prabu Sumali adalah raja Aditya yang
berwatak brahmana. Ia memerintah
negara dengan arif dan bijaksana, adil
dan jujur. Prabu Sumali menikah
dengan Dewi Desidara, seorang
hapsari keturunan Bathara Brahma
dari permaisuri Dewi Sarasyati. Dari
perkawinan tersebut ia memperoleh
dua orang putra masing-masing
bernama ; Dewi Sukesi dan Prahasta.
     Rama Wijaya


Rama Wijaya adalah kesatria
titisan Dewa Wisnu. Ia adalah anak
Prabu Dasarata, raja Ayodya.
Ibunya bernama dewi Sukasalya
atau Dewi Raghu. Orang menyebut
Rama Wijaya dengan sebutan
Raden Regawa yang berarti anak
Dewi Raghu.

Rama merupakan tokoh utama
dalam cerita Ramayana. Ia
memiliki saudara lain ibu yaitu
Barata anak dari Ibu Dewi Kekayi,
serta Lesmana dan Satrugna dari
ibu Dewi Sumitrawati. Rama
bersaudara sejak kecil dididik oleh
Resi Wasista, seorang resi yang
sangat sakti pada masa itu. Oleh
karena itu Rama, Barata dan
Lesmana ketika dewasa menjadi
satria pilih tanding, sakti rendah
hati dan berbudi luhur.
   Bambang Sumantri
Bambang Sumantri adalah putra Resi
Suwandagni dari pertapaan Argasekar
dengan permaisuri Dewi Darini,
seorang hapsari/bidadari keturunan
Bathara Sambujana, putra Sanghyang
Sambo. Ia mempunyai seorang adik
bernama Bambang
Sukasarana/Sukrasana, berwujud
raksasa kerdil/bajang.

Sumantri sangat sakti dan memiliki
senjata pusaka berupa Panah Cakra.
Selain ahli dalam ilmu tata
pemerintahan dan tata kenegaraan.
Sumantri juga mahir dalam olah
keprajuritan dan menguasai berbagai
tata gelar perang. Setelah dewasa, ia
mengabdi pada Prabu
Arjunasasra/Arjunawijaya di negara
Maespati. Sebagai batu ujian, ia
ditugaskan melamar Dewi Citrawati,
putri negara Magada yang waktu itu
menjadi rebutan/lamaran raja-raja
dari seribu negara.
        Resi Wisrawa
Resi Wisrawa adalah putra Resi
Supadma dari pertapaan Giri
Jembatan, masih keturunan Bathara
Sambodana, putra Bathara Sambu.
Resi Wisrawa sangat sakti dan
termashur dalam ilmu Kasidan. Ia
kemudian dinikahkan dengan saudara
sepupunya. Dewi Lokawati, putri
Prabu Lokawana raja negara Lokapala
dengan permaisuri Dewi Lokati. Dari
perkawinan tersebut ia memperoleh
seorang putra bernama Wisrawana.

Setelah Prabu Lokawana mangkat,
atas perkenan Dewi Lokawati, Resi
Wisrawa dilantik menjadi raja negara
Lokapala. Ia tidak lama memerintah.
Setelah Wisrawana dewasa, tahta
kerajaan diberikan kepada putranya.
Resi Wisrawa kemudian hidup sebagai
brahmana di pertapaan Girijembatan.
 Tokoh- tokoh pewayangan dalam cerita Ramayana
yang anda baca dan saksikan pada gambar hanyalah
  sebahagian karena keterbatasan informasi yang
                diperoleh Penulis .

                    SEKIAN

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:560
posted:7/3/2012
language:
pages:29
Description: Mengenal nama tokoh pewayangan dalam cerita ramayana