Materi Training Perawatan & Perbaikan Pompa by samsudin1968

VIEWS: 394 PAGES: 17

									              Materi Training :

BONGKAR PASANG MOTOR GROUND DRIVE
    UNIT HARVESTER & BOOM SPRAYER CAMECO




                 Disusun Oleh :

                   SURYADI
           SEKSI SPECIAL EQUIPMENT

      PT. GREAT GIANT PINEAPPLE
  MAINTENANCE FARMING SERVICE DEPT.
       TERBANGGI BESAR KM. 77
           LAMPUNG TENGAH
               JUNI 2007
                             HYDROSTATIC MOTOR


Prosedur Sebelum Start ( Pre-Start Procedure )
Prosedur yang perlu diperhatikan sebelum menyetar suatu sistem dengan instalasi baru atau suatu
sistem dengan penggantian komponen baru atau yang baru di overhaule.

   1. Pastikan semua komponen dalam sistem hydraulic baik reservoir (tangki), instalasi pipa
      dan pressure hose dalam keadaan bersih dan telah disemprot (flushed).
   2. Isi reservoir dengan pompa oli yang dilengkapi filter
   3. Jika dimungkinkan, isi semua jalur oli high pressure dengan oli hydraulic untuk
      menghindari kemasukan angin pada sistem.
   4. Buka valve pada suction line / saluran input pompa.
   5. Isi rumah pompa / housing pompa dan motor sampai penuh melalui drain atau vent port
      yang bertanda T atau R.
   6. Periksa semua sambungan pressure line (fitting, port, elbow) sudah dikencangkan atau
      dalam keadaan aman.
   7. Pastikan semua mechanical gearbox (transmisi, PTO) telah diisi dengan pelumas yang
      tepat sampai kapasitas / level yang ditentukan.

Prosedur Start ( Start-up Procedure )
Prosedur ini untuk sistem dengan pemasangan pompa dan motor baru atau repairan

   1. Hidupkan mesin, dan jika mungkin pertahankan putaran pompa pada 750 rmp selama
       lima menit, ini untuk memungkinkan semua sistem telah terisi oli hydraulic.
   2. Dengar kemungkinan adanya suara / bunyi yang tidak normal.
   3. Periksa kemungkinan terjadinya kebocoran oli hydraulic.
   4. Naikkan putaran engine sampai 1.800 rpm
   5. Set charge pressure dan pilot pressure sesuai kebutuhan untuk aplikasi unit (lihat data
       hydraulic pressure setting).
   6. Operasikan kontrol untuk mejalankan unit (transmisi) sampai mendekati 20 % kecepatan
       maksimum.
   7. Jalankan sistem dengan membuka katup pengeluaran / bleed valve, atau dengan
       memutuskan hubungan ke couple gardan sampai oli kembali ke tangki tanpa gelembung
       udara / bubbles.
   8. Periksa level oli dan tambahkan jika perlu.
   9. Lanjutkan menjalankan transmisi dan secara bertahap tambah kecepatan. Dengan
       tambahan beban pada tahap ini.
   10. Dengan kontrol pada posisi netral, periksa dari kemungkinan terjadi pergeseran, jika
       pergeseran terjadi centerkan kembali kontrol sesuai instruksi.
   11. Pastikan sistem kontrol terpasang / terhubung secara benar. Pengoperasian kontrol harus
       sesuai instruksi.

                                              2
   12. Monitor semua pressure gauge, perbaiki semua kesalahan.
   13. Tekan pedal rem dan set high pressure relief valve, dengan mejalankan pompa ground
       drive sampai 20% langkah maksimum.
   14. Periksa semua sambungan pada high pressure line atau port dari kemungkinan terjadinya
       kebocoran.
   15. Periksa level oli dan temperatur.
   16. Lepas dan periksa semua high pressure filter element. Ganti dengan yang baru.
   17. Operasikan transmisi dalam kondidi tanpa beban (couple transmisi – gardan tidak
       tersambung) selama 15 menit. Ini dimaksudkan untuk menstabilkan temperatur dan
       membuang semua sisa udara yang terjebak / terperangkap dalam sistem.
   18. Sekali lagi, lepas dan periksa high pressure filter element. Jika masih terdapat
       kontaminasi pasang element filter yang baru dan lanjutkan untuk pembilasan sistem.
   19. Operasikan transmisi dengan kondisi beban penug dan kondisi normal (couple transmisi –
       gardan) tersambung).
   20. Erratic operation atau kondisi yang tidak menentu mungkin mengindikasikan bahwa
       masih ada udara dalam sistem.
       Gunakan handel kontrol pompa kesatu atau kedua sisi untuk membuang udara dalam
       sistem. Sistem yang bebas dari udara, bila fungsi hydraulic beroperasi secara halus dan
       tidak terdapat buih pada permukaan oli dalam tangki. Kondisi ini bisa terjadi dalam satu
       jam pertama operasi.

Jika transmisi tidak bekerja dengan baik setelah pre-tart dan startup prosedure, lihat pembahasan
pada bagian trobleshooting.

TROBLESHOOTING

Untuk membantu / memastikan trobleshooting, perhatikan sambungan – sambungan port
diagnosa untuk pemasangan test gauge.
Prosedure ini dengan asumsi bahwa test gauge telah dipasang.

SYMPTON ( GEJALA ) :
Transmisi tidak bekerja saat engine hidup.
   1. Level oli dalam tanki kurang
       Priksa level oli dan tambah jika perlu
   2. Kopling engine tidak mencengkeram
       Perbaiki / sambung kopling atau clutch
   3. Periksa semua hose dan fitting dari kemungkinan rusak dan bocor
       Perbaiki jika ditemukan kerusakan
   4. Rem tidak bekerja
       Periksa mekanisme atau sistem rem
   5. Periksa arah putaran pompa.
       Betulkan jika arah putarannya salah / terbalik
Charge pump dan relief valve
   6. Saluran input bocor / rusak


                                               3
        Periksa saluran input.
   7. Filter pada saluran input tersumbat / kotor.
        Ganti filter element.
   8. Sistem pembuangan angin pada tangki / tanki breather, tersumbat atau rusak.
        Bersihkan atau ganti tank breaher yang baru.
   9. Cartridge dari charge pressure relief valve rusak.
        Ganti dengan cartridge yang baru.
   10. Kerusakan pada charge pump assy
        Repair atau ganti komponen assy yang baru.
   11. Charge pump dipasang dengan arah berlawanan arah putaran yang salah
        Rubah kembali pemasangan charge pump dengan cara memutar 180° housingnya.
   12. Charge pressure kurang dari 400 psi
        Setting ulang sampai 400 psi dengan menambah / mengurangi spring shim pada relief
           valve.

MotorControl
   13. Sambungan atau cable kontrol lepas atau tidak terhubung ke kontrol pompa.
        Sambung dan test bahwa sinyal kontrol sudah bekerja.
   14. Periksa apakah transmisi bekerja dengan baik, dengan cara menggerakkan handle kontrol
       kedua arah.
        Jika tidak bergerak, periksa kemungkinan kerusakan pada transmisi.

SYMPTON ( GEJALA ) :
Kerja Transmisi Tidak Lancar atau Loncat
   1. Kabel kontrol atau sambungan macet
       Lumasi atau bersihkan jalur kabel kontrol atau sambungan
   2. Periksa apakah rem dapat bekerja penuh
       Periksa mekanisme kerja rem
   3. Charge pump naik turun lebih dari 30 psi saat aplikasi
       Pelajari dan pahami penyebab fluktuasi dan perbaiki penyebabnya,

SYMPTON ( GEJALA ) :
Transmisi Bekerja Hanya Dalam Satu Arah

   1. Setelah kontrol line dipindahkan / diubah, pompa tetap berputar dalam satu arah yang
      berlawanan
       Sinyal kontrol dari satu sisi tidak bekerja, perbaiki sebagimana fungsinya.
   2. Setelah kontrol line dipindahkan, pompa tetap berputar dalam arah putaran pertama
       Permasalahan ada pada satu sisi dari kontrol modul atau pompa, perbaiki sebagimana
          fungsinya.
   3. Shuttle spool dari flushing valve / katup pembilasan menekan atau menusuk dalam satu
      posisi.
       Lepas flushing valve dan bersihkan atau ganti..



                                             4
SYMPTON ( GEJALA ) :
Transmisi Bekerja Dengan Suara Yang Sangat Kasar
   1. Drive gearbox atau transmisi tidak diisi dengan pelumas yang sesuai.
       Tap oli dan ganti dengan oli yang sesuai grade-nya sampai level yang ditentukan
   2. Couple penggerak tidak center atau salah satudlm pemasangan
       Perbaiki kelurusan couple
   3. Terdapat udara dalam oli hydraulic
       Buang udara dalam oli hydraulic (de-aerate) dan periksa sistem dari kemungkinan
          masuknya udara.

SYMPTON ( GEJALA ) :
Transmisi Bekerja Pada Temperatur Diatas Normal
   1. Temperatur operasi diatas 90°C ( 195°F )
       Bersihkan oil cooler
   2. Temperatur masih diatas 90°C ( 195°F ) stl oil cooler dibersihkan
       Periksa jalur oli dari oil cooler ke tangkidr kemungkinan tersumbat akibat
          penyempitan hose yang tertekuk atau terkena beban, atau akibat rusak pada hose.
   3. Motor hydraulic sering mengalami gejala “stalling atau drop
       Oli hydraulic terlalu panas sat melewati sistem relief valve. Matikan sistem perbaiki
          penyebab motor drop.
   4. Aliran dari charge pump ke oil cooler tidak normal
       Bongkar dan periksa charge pump, perbaiki atau ganti bila perlu.

MEKANIKAL PENYENTERAN POMPA
( Chain Drain Pressure )

Semua motor hydraulic disuply oleh suatu viton shaft seal. Putaran dan tekanan pada rumah
(case) yang rendah, akan menambah umut seal-shaft. Case pressure maksimum yang diijinkan
adalah 30 psi.

REMOTE HYDRAULIC PILOT CONTOL

Dengan remote hydraulic pilot control, langkah motor (motor displacement) akan bervariasi
secara tak terbatas, dalam suatu range antara 25° sampai 5° dalam hubungannya kesuatu tekanan
rendah, dalam menyuply hydraulic pilot signal ke port X dari kontrol motor.
Motor akan normal pada langkah maksimum, (torsi maksimum, kecepatan minimum) dan distel
kearah langkah minimum, (torsi minimum, kecepatan tinggi) sebagai respon dari suatu
penambahan / peringatan suply ke port X yaitu pilot pressure signal.
Pressure utama (pilot pressure)pada motor mulai berubah dari langkah maksimum ke langkah
minimum, dapat distel, dan range dua pilot pressure ramp dapat diterima (available).

ΔP = 145 psi (10 Bar) V max ke V min.




                                             5
Kontrol dapat digunakan ut dua titik atau dua kecepatan dengan memasang suatu ON-OFF pilot
signal pd port X, sampai ke suatu tekanan maksimum pada 1450 psi (100 Bar).
Motor swivel time : swivel time dari motor dengan normal dokontrol dengan sebuah shuttle
orifice yang tetap dan bersifat bersih sendiri. Orifice ini mengontrol swivel time motor, dari
langkah minimum ke langkah maksimum, tetapi rancangan yang lain juga mungkin.
Juga dimungkinkan pemakaian sebuah swivel time valve yang dapat distel jika cukup presisi dan
terpisahkan. Swivel time yang tetap atau dapat distel selanjutnya digunakan untuk mengurangi
kejutan dalam sistem dan secara fungsional memberikan keamanan kontrol motor.

PRESSURE OVERRIDE

Control description (deskripsi kontrol), Motor yang dilengkapi dengan pilihan ini membiarkan
remote control dari langkah motor sampai pressure sistem memcapai angka yang diset pada
pressure override (POR) valve. Bila ini terjadi, langkah motor secara otomatis diatur ke arah
maksimum, sampai hasil dari kerja motor / langkah motor dan setingan dari pressure sistem
tercapai pada torsi motor yang sesuai dengan permintaan.
Tekanan sistem lebih besar daripada pressure yang diset pada POR valve akan menjaga motor
berada langkah maksimum, bahkan jika sinyal kontrol diatur untuk mengubah / memindahkan
motor ke langkah minimum.
POR valve bertingkat / menanjak (integral POR valve) mempunyai kemampuan penyetingan dari
tekanan tinggi ke rendah. Ini mengijinkan tekanan sistem dimana fungsi POR valve ini diset lagi
pada dua pressure level yang berbeda.
Range yang tinggi dipilih dengan memberikan sinyal pressure dari port G k port G2 dari POR
valve. Screw penyetel A digunakan untuk mengatur penyetingan high POR.
Range yang rendah dipilih dengan mengeblok suply dari port G dan hubungan antara port G2 dari
POR valve ke tanki. Screw penyetel B digunakan untuk penyetingan low POR.
Jika sebuah penyetingan POR tunggal (single POR setting) dibutuhkan untuk suatu aplikasi,
screw penyetel A kemudian dipakai untuk mengeset override pressure.

Persiapan Penyetelan ( Gauge Methode )
Untuk pengontrol sambungan T untuk pilot line dan pressure gauge dan pressure gauge 0 – 750
psi dipasang pada port X lepas plug pada port G dan M dan pasang masing – masing dengan
pressure gauge 0 – 10.000 psi. Screw penyetel langkah awal yang terdapat pada bagian belakang
housing seperti ditunjukkan pada gambar, akan digunakan untuk mengeset langkah awal.
Untuk penyetelan, putuskan tampercap penaan dan putar keluar mur pengunci (lock nut) sambil
menahan screw penyetel dengan kunci 10 mm, untuk memutar mur pengunci.

Prosedur Penyetelan
Langkah awal dapat distel dengan mengikuti prosedur berikut :
   1. Kunci atau bebani motor dan kemudian jalankan pompa sampai loop pressure pompa naik
      paling sedikit 600 psi. Jangan biarkan oli mengalir melalui high pressure relief valve
      dalam waktu yang lama, karena panas yang berlebih akan timbul pada pompa.
   2. Terapkan / coba suatu low pressure pilot signal yang berbeda atau bervariasi pada gauge
      di port X, begitupun pada charge pump atau suatu sumber luar (external source), seperti
      remote pilot controller atau pressure reducing valve dengan tidak melebihi 30 psi pada
      control.

                                              6
   3. Secara bertahap tambahkan / naikkan pilot pressure pada port X pada gauge, port M. Bila
      pressure pada port M mulai naik, catat pilot pressure yang terbaca pada gauge port X. Ini
      menjadi patokan (set pinion) dari langkah awal. Pengertian awal berada dalam range 29 –
      295 psi.
   4. Untuk mengubah titik pengesetan langkah awal (the begin of stroke set point), putar
      screw penyetel searah jarum jam untuk menguragi dan putar keluar berlawanan arah
      jarum jam untuk menambah set poit.
   5. Ulangi langkah 1- 4 hingga control set poit awal yang diminta / diinginkan dapat diterima
      dan sudah stabil
   6. Jika penyetingan yang benar selesai, kunci screw penyetel pada tempatnya dan atur / uji
      pilot pressure diatas dan dibawah begitu set point untuk mengecheck operasi / kerja
      motor.
   7. Setelah hasil penyetingan yang diinginkan tercapai matikan sistem, lepas semua gauge,
      pasang kembali semua plug dan hubungkan kembali jalur utama (pilot line) seperti
      semula

Persiapan Penyetelan ( Metode Penyelidikan / Probe Method )
Peralatan yang digunakan dalam penyetelan metode ini, terdiri dari sebuah alat tes (test probe),
sebuah screw pembatas yang berlubang ( hollow limiting screw)yang dilengkapi dengan mur dan
sebuah pita elastis / elastic band, yang diperlukan untuk semua pengontrolan. Peralatan ini
disediakan oleh CAMECO dengan part no. 0330041238.
Screw pembatas pada motor harus diganti dengan terdapat pada peralatan penyetelan sebelum
penyetelan dilakukan. Dalam melakukan ini, pemasangan hollow limiting screw harus dengan
kedalaman yang sama dengan kedalaman screw aslinya. Ini untuk mencegah motor dari
kemungkinan mengalami kecepatan yang lebih / overspeeding. Berikut langkah – langkah dalam
pemasangan peralatan penyetingan :

   1. Kendorkan sedikit mur pengunci pada screw pembatas
   2. Lepas pembatas dengan hati – hati tanpa mengganggu posisi mur pengunci.
   3. Ukur pajang Y ke bagian bawah mur pengunci dan catat
   4. Pasang mur pengunci dalam jarak Y pada hollow screw, dan masukkan / pasang ke dalam
      motor. Kencangkan mur pengunci, hati – hati jangan sampai mengubah jarak Y.
   5. Masukkan test probe dan kaitkan atau ekatkan pita elastis / elastic band hingga kencang
      pada kedua posisi langkah maksimum dan minimum.

Kunci L 6 mm, kunci 19 mm
Untuk pengontrolan, pasang tee pada pilot line / aliran utam dan sebuah pressure gauge (0-750
psi) pada port X. Pasang pressure gauge (0-10.000 psi) pada port G.

Prosedur Penyetelan
Langkah awal (the begin of stroke) dapat distel dengan mengikuti prosedur berikut :
   1. Kunci atau bebani motor dan kemudian jalankan atau naikkan langkah / stroke pompa
      sampai pressure loop pompa naik minimum 600 psi. Jangan biarkan oli mengalir melalui
      high pressure relief valve dalam waktu yang lama, karena panas yang berlebih akan
      timbul pada pompa.



                                               7
   2. Terapkan / coba suatu low pressure pilot signal yang berbeda atau bervariasi pada gauge
      di port X, begitupun dengan charge pump atau sumber luar (external source), seperti pilot
      remote controller atau pressure rducing valve dengan tidak melebihi 30 psi pada control.
   3. Secara bertahap tambah / naikkan pilot pressure pada port X, smabil memperhatikan alat
      pengetesan . test probe.
   4. Bila test probe mulai meninggalkan atau keluar dari motor (langkah motor mulai turun),
      baca pressure pada gauge port X. Ini merupakan titik pengesetan langkah awal.
   5. Untuk mengubah penyetingan, atur pilot pressure hingga sesuai dengan keperluan untuk
      penyetingan awal. Awal pengaturan dalam penyetingan berada dalam range 29 – 295 psi.
   6. Jika pilot pressure telah ditetapkan dan telah stabil, putar screw penyetel keluar
      (berlawanan arah jarum jam) untuk menjamin motor berada pada langkah maksimum,
      dengan pengertian test probe telah ditarik kedalam motor secara penuh.
   7. Untuk mengeset titik awal, putar screw penyetel searah jarum jam sampai test probe
      menunjukkan akan mulai meninggalkan motor ( dengan pengertian memanjang )
   8. Jika yakin kontrol awal telah diset dengan benar, kencangkan mur pengunci dan set pilot
      pressure keatas dan kebawah dari titik awal yang telah ditentukan pada langkah 4, untuk
      mengecheck operasi motor.
   9. Setelah mendapatkan penyetingan yd diinginkan matikan sistem, pasang kembali screw
      pembatas yang asli pada tempatnya dan set pegas, kencangkan kembali mur pengunci,
      lepaskan semua gauge, pasang kembali plug pada port G dan hubungkan kembali jalur
      utama (pilot line) seperti semula.


SWIVEL TIME ORIFICE TYPE MEMBERSIHKAN SENDIRI
( Self-Cleaning Swivel-Time Orifice )

Terdapat dua tipe dari self cleaning swivel-time orifice yang dapat dipertimbangkan untuk
dipakai, yaitu tipe satu arah (unit-directional) dan tipe du arah (bi-directional).
Ini berarti bahwa tipe shuttle orifice pertama mengontrol aliran dalam satu arah lainnya aliran
bebas (freeflow). Tipe kedua dari shuttle orifice akan mengontrol aliran dalam dua arah.
Komponen dari swivel time orifice plug A pada port M sampai ke dasarnya. Jangan berlebihan
dalam mengencangkan orifice plug ini. Kemudian masukkan shuttle orfiffice dalam posisi / arah
yang semestinya untuk pengontrolan aliran yang diinginkan. Terakhir, pasang dengan cara
memutar ulir dari orifice plug B ke port M sampai cukup kencang terhadap orifice A. Plug port
M.
Pengaturan arah dari shuttle dengan tipe satu arah adalah penting. Dengan terpasangnya shuttle
satu arah ke cap motor, pengontrolan aliran akan terjadi dari saluran (passage) 1 ke saluran
(passage) 2 atau keluar dari langkah piston. Aliran bebas terjadi dari saluran (passage) 2 ke
saluran (passage) 1 atau ke dalam langkah piston. Untuk membalikkan control / aliran, putaran
shuttle tipe satu arah 180°. Orifice plug menggunakan kunci L (allen wrench) 6 mm.

Penyetelan Sudut Minimum Swivel Angel
( Minimum Swivel Angle Adjustment – Displacement )

Penyetelan minimum swivel angle menentukan langkah minimum, oleh karena itu kecepatan
output motor maksimum.
Penyetelan ini telah diset oleh CAMECO dan ini tidak harus disetting lagi.

                                              8
Jika motor di overhoule, ukur dan catat jarak screw sebelum pembatas / penyetel (limiting
screw).
Penyetelan yang benar pada kecepatan rendah dari engine adalah 11 mm (dari ujung atas mur
pengencang atau seal nut ke ujung screw / limiting screw).
Penyetelan yang benar pada kecepatan tinggi dari engine adalah 12 mm (dari ujung atas mur
pengencang atau seal nut ke ujung screw / limiting screw).
Kunci yang digunakan adalah kunci L (allen wrench) 6 mm dan kunci kombinasi 19 mm.
Perhatikan : putaran / kecepatan rendah engine tidak boleh lebih dari 23 MPH ( ......km/jam)

Penggantian Seal Shaft
( Replace of Shaft Seal )

   1. Lepas semua baut penahan cover depan.
   2. Dengan dua obeng, cungkil keluar cover depan secara hati – hati.
   3. Lepas o-ring dan shaft – shaft pada cover depan. Ganti o-ring dan seal shaft pada cover
      depan sebelum dirakit kembali.


Penggantian Seal Control Piston
( Replacing the Control Piston Seal )

   1. Lepas regulator valve, bilas / bersihkan valve dan control group dari port plate.
   2. Lepas port plate dari housing
   3. Lepas skrup clamp / clamping screw (pemasangan dengan loctite 601), kemudian pin
       pengontrol panas dan piston control mendekati 120° C.
   4. Lepas pin
   5. Lepas piston kontrol
   6. Bersihkan seluruhnya piston control, skrup clamp dan pin
   7. Lepas semua seal yang lama dan ganti dengan yang baru
   8. Periksa area kerja (running area) dari piston control.
   9. Pasang back-up ring dan packing ring yang baru pada piston control (lumasi dengan
       grease semua ring).
   10. Tekan masuk ring piston pada ujung piston dengan menggunakan tangan.
   11. Masukkan piston kontrol.
   12. Pasang pipa pada piston dengan benar. Catatan : loctiti digunakan untuk pemasangan
       kembali skrup clamp.
   13. Rakit kembali (reassemble)

Penggantian Rotary Group
( Replacing the Rotary Group )

   1.   Lepas port plate
   2.   Lepas plate control, cylinder, semua colar dan spring / pegas.
   3.   Lepas cover depan
   4.   Lepas rotary group dengan extractor / pencabut.
   5.   Periksa apakah ring luar (outer ring) dalam housing tidak pecah (twisted) dan housing
        tidak rusak.

                                              9
6. Shaft assy tidak dapat diperbaiki (not serviceable). Jika rusak diganti dengan yang baru.
7. Hydraulic group dari rotary (piston, retaianer, block cylinder dan plate control) dapat
    diperbaiki.
8. Lepas retainer / retaining plate. Panaskan jika penting, semua baut menggunakan loctite
    sebagai pengaman saat pemasangan.
9. Periksa piston dari kemungkinan tergores (scratch) pada bagian kepala body.
10. Periksa center pin dari kemungkinan tergores bagian kepala body.
11. Periksa apakah semua permukaan luncur ( lens sliding surface ) bebas dari cacat dan aus.
12. Periksa plate penahan / retaining plate dari kemungkinan aus / tergores.
13. Periksa block cylinder dan plate dari kemungkinan aus / tergores. Semua permukaan
    harus licin (should be smooth) dan bahkan tapa goresan, atau retak. Kekerasan minimal
    adalah 700 HV 10. ganti piston secara komplit. Ganti block cylinder dan plate control
    seperti kondisi / ukuran barunya. Bila mengganti komponen lainnya, kalibrasi ulang jika
    penting / perlu.
14. Masukkan center pin kedalam plat penahan. Retaining plate sepanjang disc.
15. Gunakan loctite dengan tipis pada baut dan pasang sesuai posisinya (pada shaft assy)
16. Lumasi dengan grease semua spring, colar dan cup-spring. Pasang kedalam block cylinder
    dengan menggunakan obeng
17. Pastikan semua komponen telah terpasang pada posisinya di block cylinder
18. Pasang piston pada posisinya di block cylinder
19. Saat menahan block cylinder centerkan melalui retainer plate, tekan piston head benar –
    benar kedalam cup retainer plate.
20. Ayun block cylinder ke posisi maksimum dan pasang takel / hoist.
21. Panaskan housing sampai 80° C ( 176° F)
22. Masukkan rotary group sampai kebahunya pada housing. Plate support harus ditekan
    masuk sebagimana rotary group dibawah housing.
23. Tekan rotary group kearah cover plate hingga rapat, pastikan bahwa cover plate tidak
    bergerak.
24. Pasang port plate.




                                           10
HYDROSTATIC MOTOR




       11
HYDROSTATIC MOTOR – DIAGNOGSA PORT




                12
HYDROSTATIC MOTOR REPAIR




           13
HYDROSTATIC MOTOR REPAIR




           14
HYDROSTATIC MOTOR REPAIR




           15
HYDROSTATIC MOTOR REPAIR
      Regulator Valve




           16
HYDROSTATIC MOTOR REPAIR
       Control Group




       Flushing Valve




             17

								
To top