Docstoc

contoh penyuluhan

Document Sample
contoh penyuluhan Powered By Docstoc
					   PENYULUHAN TENTANG
     PENCEGAHAN DAN
PENANGGULANGAN KEBAKARAN
TEORI DASAR API
         TEORI DASAR API
Fisika dan Kimia Api
Bentuk visual api
a. Api menyala/berkobar (Flaming Fire)
    Nyala Api : Gas hasil akhir reaksi
    pembakaran yang memancarkan energi
    panas dan cahaya
b. Api membara (Glowing Fire)
   Warna membara api pada permukaan
    benda berhubungan dengan temperaturnya
Kimia Api


Api adalah hasil akhir sejumlah reaksi kimiawi
  (pembakaran/oksidasi) yang berunsurkan bahan
  bakar, oksigen dan panas.

Pembakaran : reaksi berantai yang menghasilkan
  energi panas yang cukup untuk disebarkan
  kepada bahan bakar lainya ikut terbakar.

Kebakaran adalah peristiwa pembakaran yang tidak
  terkendali dan menimbulkan kerugian
 API



        TIDAK TERKENDALI         KEBAKARAN




PEMBAKARAN                       tidak terkendali
                           menimbulkan kerugian
Gas Beracun Hasil Pembakaran

             A. Carbon Monoksida (CO)
             B. Carbon Dioksida (CO2)
             C. Hidrogen Cianida (HCn)
             D. Phosgene (COCI2 )
             E. Hidrogen Clorida (HCI)

 Dalam kosentrasi tertentu senyawa kimia
 hasil pembakaran dapat mengancam
 keselamatan jiwa manusia.
Tahap Pengembangan Api Dalam Ruangan

Pengembangan api yang terjadi dalam ruangan/bangunan
   dapat dikenali melalui lima tahap.

1.   Penyalaan api muncul dalam ruangan. Api masih relatif
     kecil.
2.   Pengembangan awal. Api terus berkembang. Bahan
     bakar masih banyak
3.   Penyalaan serentak. Tahap flashover. Seluruh materi
     terbakar. Kebakaran sulit dikendalikan
4.   Pengembangan penuh. Ruangan beserta isinya terbakar
     secara sempurna
5.   Surut. Seluruh materi terbakar habis. Api mulai padam
Klasifikasi Jenis Kebakaran

1.   Kebakaran Kelas A : kebakaran bahan biasa yang
     mudah terbakar. Seperti : kayu, kertas, kain, plastik &
     termasuk tumbuhan kering
2.   Kebakaran Kelas B : kebakaran bahan cairan yang
     mudah terbakar. Seperti minyak bumi, bensin, gas,
     lemak dan sejenisnya
3.   Kebakaran Kelas C : kebakaran listrik (hubungan
     singkat, kebocoran listrik).
4.   Kebakaran Kelas D : kebakaran dari bahan
     mengandung logam. Seperti : zeng, magnesium,
     aluminium, sodium, dan lain-lain
     PENCEGAHAN DAN
PENANGGULANGAN KEBAKARAN
 Data statistik kebakaran DKI jakarta menyebutkan 47 % kebakaran
                  diduga penyebabnya adalah listrik


- Tidak meninggalkan peralatan listrik
  seperti setrika, kipas angin, pemasak nasi,
  kompor listrik dan lain lain dibiarkan
  menyala atau tetap tertancap pada sakelar
  listrik
- Tidak memasang tusuk kontak listrik
  secara bertumpuk tumpuk
- Tidak melakukan penggantian sekring
  pemutus arus induk tanpa izin.
                           Tips
 bia terjadi kebakaran pada instalasi listik dan peralatan
              listrik lakukan tindakana berikut
1. Segera putuskan aliran listrik dari sakelar
   pengaman (panel).
2. Padamkan dengan APAR non Konduktif
   terhadap listrik.
3. Yakinkan betul bahwa aliran listrik sudah
   benar benar mati.
4. Bila aliran listrik telah diputuskan maka
   pemadaman kebakaran dapat
   menggunakan air.
 Kebakaran pada kompor minyak
            tanah
1. Jangan disiram dengan air.

2. Jangan diangkat, ditendang atau /
   ditindakan lain yang dapat
   mengakibatkan kompor terguling.
   Penanganan kebakaran pada
      kompor minyak tanah
1. Gunakan karung basah / sejenisnya
   untuk menutup kebakaran tersebut.
2. Gunakan alat pemadam ringan
   Penanganan kebakaran pada
        kompor gas LPG
1. Cabut ragulatornya. Tutup keran /
   tutupnya.
2. Dingingkan / balut tabung LPG dengan
   karung basah / sejenisnya

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:109
posted:7/2/2012
language:Malay
pages:15