Docstoc

kuah bakso

Document Sample
kuah bakso Powered By Docstoc
					Main-main ke kota Bogor tak lengkap jika tidak mampir ke warung Bakso Seuseupan. Baksonya nikmat
ditambah kuah gurih. Slurp... Uniknya, bakso di sini juga diberi lemak goreng yang bikin makin sedap. Ah,
kelezatannya bikin ketagihan!

Bogor memang dikenal akan wisata kulinernya. Ada beberapa kawasan yang menjadi tempat
berkumpulnya warung dan restoran enak, salah satunya adalah Bantar Jati. Sepanjang Jalan Bangbarung
Anda akan menemukan macam-macam rumah makan yang berbaur dengan pemukiman. Toko kue,
restoran steak, hingga warung bakso terletak berjejer.

Bakso Seuseupan cukup mudah ditemukan karena terletak di pinggir jalan raya dan spanduknya
terpampang cukup jelas. Rumah makan ini terletak lebih rendah dari jalan, sehingga kita harus menuruni
tangga untuk masuk ke dalamnya. Meski terlihat sederhana, Bakso Seuseupan banyak dikunjungi
selebriti lho! Apa sebabnya?

Jika bukan tempatnya yang istimewa, pastilah rasanya yang mengundang pelanggan rela jauh-jauh ke
sini. Untuk membuktikannya, saya memesan seporsi bakso telor spesial (Rp 13,000) dan segelas es
kelapa alpukat (Rp 7,000). Kawan saya ingin mencicipi mie ayam (Rp 7,500) ditemani dengan segelas es
jeruk kelapa (Rp 7,000).

Pesanan kami diantar oleh pelayan berbaju batik. Hmm... Aroma bakso dan mienya menguap menusuk
hidung. Jika biasanya bakso telor berisi satu butir bakso besar isi telur dan tiga butir bakso daging kecil,
yang ini agak berbeda. Di mangkuk tersedia tiga butir bakso berukuran sedang dengan kuah bening
bertabur seledri.

Sengaja saya tak menambahkan apa-apa untuk mencicipi citarasa asli kuah bakso ini. Saat disruput, kuah
kaldunya gurih terasa. Asinnya pas. Memang tak seharusnya kuah ini ditambahkan saus, sambal, kecap,
cuka, atau garam karena begini saja sudah nikmat. Slurp!

Saat bakso dipotong menjadi dua potong, ternyata bakso ini berisi telur puyuh utuh, makanya tak terlalu
besar. Saat digigit, teksturnya lembut dan pas kenyalnya.

Saya penasaran dengan sesuatu berwarna cokelat keemasan yang mengapung di atas kuah. Saat
dikunyah, oh ternyata ini gajih yang dikeringkan dan digoreng! Sebelumnya, saya selalu menghindari
makan gajih yang dimasukkan bersama bakso karena terasa terlalu berlemak. Tapi, karena digoreng
kering, gajih ini terasa tak berlemak, renyah, dan gurih terendam kuah. Inovasi ini rasanya patut
diacungkan jempol karena membuat bakso makin sedap.

Mie ayam punya teman saya pun enak. Mienya agak kecil-kecil dan kenyal. Di atasnya diberi potongan
dada ayam yang empuk berwarna kecokelatan dan lumayan royal. Siraman kuah kaldu serta taburan
bawang goreng, daun bawang, dan caisim melengkapi mie ayam Seuseupan ini. Apalagi jika
ditambahkan kerupuk pangsit goreng (Rp 1,500) yang renyah enak. Kriuk kriuk!
Puas menikmati bakso dan mie ayam, saya menyedot manisnya es kelapa alpukat. Daging kelapanya
sedang, tak muda juga tidak tua. Air kelapanya ditambahkan gula merah dan sedikit santan, plus tidak
lupa potongan alpukat. Minuman ini sama segarnya dengan es jeruk kelapa punya teman saya. Cocok
membilas hangatnya kuah bakso dan mie.

Satu lagi yang patut diacungi jempol dari Bakso Seuseupan adalah kehalalannya yang tak asal sebut.
Higienitas dan kualitas makanan di sini terjamin dengan adanya sertifikat halal LPPOM MUI yang
tertempel di dinding. Dengan citarasa, mutu, dan harga sedemikian, rasanya wajar saja Bakso Seuseupan
jadi pilihan para tokoh kondang dari luar Bogor sekalipun.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:14
posted:7/1/2012
language:
pages:2