Docstoc

Sajian ayam

Document Sample
Sajian ayam Powered By Docstoc
					Sajian ayam yang satu ini dijamin bikin ngiler. Ayam jantan mungil diungkep bumbu kemudian digoreng
kering dan dimemarkan. Sentuhan akhirnya, sambal rawit super pedas dan lalapan timun plus daun poh-
pohan. Yang ini dijamin bikin ketagihan!

Ayam geprek, demikian orang Jabar menyebutnya. Orang Jatim menyebutnya ayam penyet. Istilah ini
merujuk pada sajian yang serba dimemarkan. Awalnya sebagai sajian makanan yang langsung ditaruh di
atas sambal dalam cobek. Dengan ditekan-tekan atau dimemarkan sambal akan lebih meresap ke dalam
ayam.

Nama rumah makan Ayam Geprek Istimewa sudah kondang di Bogor. Pokoknya semua yang ke Bogor
pasti mampir ke restoran yang sudah punya dua cabang ini. Makanya saat melintasi Jalan Bangbarung
tentu saja kami mampir ke restoran bergaya rumahan ini.

Bernuansa serba hijau, di bagian depan ada pikulan sop empal. Bagian dalam ditata seperti ruang makan
sehingga suasananya jadi nyaman. Kali ini yang jadi incaran ayam geprek, sop empal dan ayam pencok.
Selain ayam ada sajian iga sapi dan udang serta nasi timbel komplet.

Sop empal disajikan panas mengepul, diracik dari pikulan saat dipesan. Isinya wortel, soun, daging empal
dan perkedel. Diberi taburan bawang goreng dan daun seledri. Aroma gurih kaldupun tercium tajam.
Kuahnya bening, bukan soto tetapi isiannya mirip soto sapi.

Daging lemusir dengan sedikit lemak yang sudah diungkep dengan bumbu rasanya gurih sedikit manis.
Diadu dengan suun yang kenyal dan perkedel kentang yang gurih empuk. Ah, sebuah sajian pembuka
yang pas. Apalagi setelah dikucuri sedikit air jeruk nipis dan diaduk dengan sambal rawit merah.

Satu potong ayam geprek bagian paha berukuran mungil, disajikan dengan taburan bawang goreng dan
lalapan timun dan daun poh-pohan. Sambal rawit merah yang garang disajikan terpisah dalam wadah
mungil. Ayamnya dibumbui sederhana, terasa kuat aroma bawangnya. Gurih empuk karena ayamnya
muda.

Baru terasa dahsyat setelah dicocol sambal rawit merah yang menyala. Huah..huah..pedas menendang.
Pas disuap dengan nasi hangat yang pulen. Daun poh-pohan yang sedikit asam dan wangipun menjadi
pengiring yang pas. Hmm..sepertinya perlu 2 potong ayam untuk memuaskan selera karena ukurannya
yang mungil.

Selain ayam geprek, ayam pencok juga tak kalah sedapnya. Pencok adalah sambal tradisional khas
Sumedang, terbuat dari cabai, bawang putih, kencur, garam, dan terasi. Biasanya ditambahkan leunca
segar atau kacang panjang yang diiris halus dan dimemarkan. Rasa pedas diiringi krenyes sayuran segar
menjadi ciri khas sambal ini.

Sedangkan sajian ayam pencok, ayam gorengnya juga digeprek lalu diberi topping sambal pencok kacang
panjang. Daging ayamnya empuk, gurih dengan selingan rasa pedas dan renyah kacang panjang. Wah,
sensasinya cukup seru di lidah. Terutama karena gigitan cabai rawit hijau dalam sambal tak terlalu kuat.

Waduh tak terasa suapan ayam geprek ini berjalan cukup cepat. Dalam sekejap licin tandas! Untung saja
harga yang ditawarkan resto yang selalu padat ini tak terlalu mahal. Untuk ayam geprek dan ayam
pencok Rp. 12.000,00. Sedangkan sop empal hanya Rp. 12.500 per porsinya. Tak salah jika orang senang
mengisi perut di rumah makan ini. Raos euy!

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3
posted:7/1/2012
language:
pages:2