HUBUNGAN MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN

Document Sample
HUBUNGAN MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN Powered By Docstoc
					           HUBUNGAN MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN

                       Oleh: Siti Nur Hidayatul Hasanah, M.Pd.I.


A. Selayang Pandang Kepemimpinan
           Kepemimpinan kepala sekolah sebagai agen perubahan dalam sekolah
   mempunyai      peran     aktif   dalam   meningkatkan    kualitas   pendidikan.   Untuk
   meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah maka kepala sekolah sebagai pemimpin
   harus mampu mempunyai leadership yang baik. Kepemimpinan yang baik adalah
   kepala sekolah yang mampu dan dapat mengelolah sumber daya pendidikan untuk
   mencapai tujuan pendidikan. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dan
   sumber daya manusia hendaknya mampu menciptakan iklim organisasi yang baik
   agar semua komponen sekolah dapat memerankan diri secara bersama untuk
   mencapai sasaran dan tujuan organisasi1.
           Teori kepemimpinan yang berkembang selama ini ingin mengetahui
   bagaimana terjadinya keefektifan kepemimpinan dalam organisasi. Sehingga berbagai
   hasil penelitian menemukan teori bahwa kepemimpinan dapat dilihat dari pribadi
   pemimpin, perilaku pemimpin, situasi budaya organisasi, hubungan pemimpin
   dengan yang dipimpin, hubungan pemimpin dengan tugas-tugasnya dan seterusnya.
   Dalam     lembaga      pendidikan,   hubungan   antara   kepemimpinan,     manajemen,
   administrasi dan organisasi saling membutuhan dan memiliki peranan yang penting
   dalam memaju lembaga pendidikan Islam. Oleh karena itu, dalam pandangan penulis,
   empat komponen tersebut tidak bisa dipisahkan dalam lembaga pendidikan.
           Kepemimpinan merupakan prilaku mempengaruhi individu atau kelompok
   untuk melakukan sesuatu dalam rangka tercapainya tujuan organisasi. Secara lebih
   sederhana dibedakan antara kepemimpinan dan manajemen, yaitu pemimpin
   mengerjakan suatu yang benar (people who do think right), sedangkan menejer
   mengerjakan suatu dengan benar (people do right think). Landasan inilah yang
   menjadi acuan mendasar untuk melihat peran pemimpin dalam suatu organisasi.
   Perbedaan ini memberikan gambaran bahwa pemimpin biasanya terkait dengan
       1
         Jurnal el-Harakah, Wacana Kependidikan, Keagamaan dan Kebudayaan, Malang: fakultas
Tarbiyah UIN-Malang, Edisi 59, 2003, 15


                                             1
    tingkat kebijakan puncak atau pengambil keputusan puncak yang bersifat menyeluruh
    dalam organisasi, sedangkan menejer merupakan pengambil keputusan tingkat
    menengah.2
            Ada kecenderungan dalam masyarakat luas di Indonesia, bahwa administrasi
    dipersepsikan dalam pengertian yang keliru, yaitu sebagai aktivitas-aktivitas kantor,
    urusan surat menyurat, yang sering disebut tatausaha. Tetapi kajian secara ilmiah
    menunjukkan, bahwa administrasi memiliki cakupan arti yang luas, yaitu sebagai
    proses, sebagai fungsi dan sebagai institusi dari tiap kegiatan kerja sama. Secara
    definitive juga dengan tegas dinyatakan, bahwa administrasi adalah organisasi dan
    manajemendari tiap kerja sama pencapai tujuan. Dan ini merupakan beban dan
    sekaligus tantangan yang berat bagi para pembina (pengajar) ilmu administarsi.3
            Dengan       demikian,     dalam      pandangan       penulis     bahwa      keberadaan
    kepemimpinan, manajemen, administarsi dan organisasi dalam lembaga pendidikan
    tidak bisa dipisahkan dalam rangka mengembangkan dan memajukan lembaga
    pendidikan tersebut. Komponen-komponen tersebut (kepemimpinan, manajmen,
    administarai dan organisasi) merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan yang
    erat dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Dalam proses kegiatan dan
    pemgembangan lembaga pendidikan, empat komponen tersebut merupakan alat untuk
    mencapai tujuan yang ingin dicapai. Apabila salah satu dari empat komponen tersebut
    diabaikan, maka akan mempengaruhi terhadap komponen yang lainnya sehingga
    berdampak terhadap lekeberadaan lembaga pendidikan. Oleh sebab itu, antara
    kepemimpinan, manajemen, administrasi dan organisasi memiliki hubungan yang
    saling mendukung dalam sebuah lembaga pendidikan demi mencapai tujuan yang
    telah ditetapkan.
            Kepemimpinan dipahami sebagai segala daya dan upaya bersama untuk
    menggerakkan semua sumber dan alat (resources) yang tersedia dalam suatu
    organisasi. Untuk itu dapat dikatakan bahwa sukses tidaknya suatu organisasi untuk
    mencapai tujuan yang telah ditetapkan sengat tergantung atas kemampuan


        2
         Ibid, 15-16
        3
         Ulber Silalahi, Studi Tentang Ilmu Administrasi Konsep teori dan Demensi, Bandung: Sinar Baru
Algensindo, 1997, xi-xii



                                                  2
    pempinannya untuk menumbuhkan iklim kerja sama agar dengan mudah dapat
    menggerakkan sumber daya tersebut, sehingga dapat mendayagunakannya dan dapat
    berjalan secara efektif dan efisien.
            Di dalam lingkungan organisasi, kepemimpinan terjadi melalui dua bentuk,
    yaitu: kepemimpinan formal (formal leadership) dan kepemimpinan informal
    (informal leadership). Kepemimpinan formal terjadi apabila di lingkungan organisasi
    jabatan otoritas formal dalam organisasi tersebut diisi oleh orang-orang yang ditunjuk
    atau dipilih melalui proses seleksi. Sedangkan kepemimpinan informal terjadi,
    dimana kedudukan pemimpin dalam suatu organisasi diisi oleh orang-orang yang
    muncul dan berpengaruh terhadap orang lain karena kecakapan khusus atau berbagai
    sumber yang dimilikinya dirasakan mampu memecahkan persoalan organisasi serta
    memenuhi kebutuhan dari anggota organisasi yang bersangkutan.4
            Kepemimpinan yang efektif dapat ditunjukkan dengan kemampuan seseorang
    dalam membaca situasi dan kondisi yang berkaitan dengan iklim kerja dalam sebuah
    organisasi yang ditunjukkan, misalnya dengan tinggi-rendahnya angka ketidakhadiran
    bawahan dalam bekerja, banyak-sedikitnya pengawai yang minta berhenti, rendahnya
    kedisiplinan kerja pegawai, tinggi-rendahnya produktivitas kerja pegawai dan
    banyak-sedikitnya keluhan pengawai, baik yabg disampaikan secara terang-terangan
    maupun secara sembunyi-sembunyi. Seorang pemimpin harus mampu memberikan
    dorongan kepada anggota kelompoknya untuk bekerja dengan penuh rasa tanggung
    jawab serta dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan organisasi yang telah
    ditetapkan5.


B. Hubungan Majemen dan Leadership (kepemimpinan)
              Kepemimpinan berasal dari kata dasar pimpin yang artinya bimbing, tuntun.
    Kata kerjanya memimpin (membimbing, menuntun). Secara umum kepemimpinan
    diartikan sebagai aktivitas mempengaruhi perilaku orang lain, baik secara individu


        4
          Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teoritik dan Prmasalahannya, Jakarta:
RajaGrafindo Persada, 2005, 84
        5
          Marno, Triyo Supriyatno, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam, Bandung: Refika
Aditama, 2008, 31



                                                3
maupun kelompok agar melakukan aktivitas dalam usaha mencapai tujuan dalam
situasi tertentu.6
          Dengan demikian kepemimpinan sebenarnya merupakan inti daripada
manajemen, karena kepemimpinan merupakan motor penggerak bagi sumber-sumber
dan alat-alat dalam suatu organisasi. Begitu penting peran seorang pemimpin
sehingga dapat dikatakan bahwa sukses tidaknya kegiatan organisasi itu sebagian
besar ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang dimiliki oleh orang-orang yang
diserahi tugas dalam memimpin atau memenej organisasi itu. Dan perlu dicatat bahwa
sukses tidaknya seorang pemimpin melaksanakan tugas kepemimpinannya, tidak
ditentukan oleh tingkat ketrampilan teknis yang dimiliki sang pemimpin, akan tetapi
lebih banyak ditentukan oleh keahlianya dalam mengerakkan orang lain untuk bekerja
dengan efektif. Ketrampilan inilah yang disebut dengan “managerial skill”. Dengan
sendirinya seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang tidak melaksanakan
sendiri tindakan-tindakan yang bersifat operasional, melainkan lebih banyak terlibat
dalam kegiatan: (1) pengambilan keputusan, (2) penentuan kebijakan, dan (3)
mengerakkan orang lain untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil sesuai
dengan kebijaksanaan yang telah digariskan.7




    6
     Ulbert Silalahi, Studi tentang Ilmu Administrasi Konsep, Teori dan Dimensi, 184
    7
     Burhanuddin, Analisis Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan,, 111


                                            4

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Stats:
views:282
posted:6/29/2012
language:Malay
pages:4
Description: education