Modul 10 Logika Matematika
W
Description
Modul Matematika
Document Sample


Modul 8
Standar Kompetensi
Menerapkan logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan
dengan pernyataan majemuk dan pernyatan berkuantor
Kompetensi Dasar
*Mendeskripsikan pernyataan dan bukan pernyataan ( kalimat terbuka )
*Mendeskripsikan ingkaran, konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi
*Mendeskripsikan invers, konvers, dan kontraposisi
*Mendeskripsikan pernyataan berkuantor eksistensial dan universal
*Menerapkan modus ponens, modus tollens, dan silogisme dalam proses
penarikan kesimpulan
Isi Inti Modul
A. Pernyataan Matematika
B. Kalimat Berkuantor
C. Penarikan Kesimpulan
TUJUAN PEMELAJARAN
TUJUAN PEMELAJARAN
Kriteria kinerja yang diharapkan dikuasai siswa setelah paripurnanya pengajaran materi
ini, adalah agar siswa dapat :
1. Mendeskripsikan pengertian pernyataan matematika
2. Membuat negasi dari suatu pernyataan yang diberikan kepadanya
3. Menunjukkan arti dan merangkai kalimat majemuk
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 1
Modul 8
4. Memberikan kalimat negasi dari kalimat majemuk yang dibuat
5. Mendeskripsikan bentuk-bentuk implikasi kalimat majemuk
6. Menyusun kalimat konvers, invres dan kontraposisi dari implikasi yang ada
7. Menyusun kalimat-kalimat majemuk ekuivalen
8. Menarik kesimpulan dari premis-premis yang disajikan kepadanya
9. Menerapkan konsep logika matematika pada kehidupan sehari-hari.
Kemampuan Prasyarat
Kemampuan Prasyarat
Dalam mempelajari modul ini diharapkan siswa telah mempunyai ketrampilan dasar
tentang : Operasi bilangan riil, persamaan dan pertidaksamaan dan kemampuan dasar
berbahasa.
Uji Kompetensi Awal
Uji Kompetensi Awal
Sebelum mempelajarai bab-bab dalam modul logika matematika ini, kerjakanlah soal-soal
berikut :
1. Buatlah lima pernyataan atau kalimat yang mempunyai nilai benar.
2. Buatlah lima pernyataan yang mempunyai nilai salah.
3. Tentukan penyelesaian dari persamaaan berikut ini :
a. 2 x + 3 = 7 , untuk x bilangan asli
b. 3 x – 5 1 , untuk x bilangan bulat
c. x2 – 3 x – 10 = 0, untuk x bilangan riil
d. x2 + 2 x +1 0 , untuk x bilangan rasional
e. 2 x2 = 18 , untuk x bilangan cacah.
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 2
Modul 8
A. Pernyataan Matematika
1. Pernyataan Tunggal
a. Kalimat Terbuka
Kalimat terbuka adalah kalimat matematika yang masih mengandung variabel
(peubah) sehinga belum dapat ditentukan nilai kebenarannya. Nilai kebenaran
ada dua yaitu bernilai benar dan atau benilai salah.
Contoh:
i. Siapakah presiden Indonesia sekarang ?
ii. 3x + 5y = 3
b. Kalimat tertutup
Kalimat tetutup atau penyataan adalah kalimat matematika yang sudah dapat
ditunjuk atau ditentukan nilai kebenarannya. Kalimat terbuka dapat diubah
menjadi kalimat tertutup dengan cara mengganti variabelnya dengan sebarang
nilai dalam semesta pembicaraannya. Pengganti variabel yang menyebabkan
nilai benar disebut penyelesaian dan kumpulan dari semua penyelesaian yang
ada disebut himpunan penyelesaiaan.
Contoh:
i. X = 5
ii. Ani anak yang pintar
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 3
Modul 8
c. Negasi / ingkaran
Negasi adalah suatu bentuk sanggahan atau sangkalan dari suatu pernyataan
asal atau pernyataan semula. Negasi dibuat dengan cara menyusupkan kata
bukan atau tidak atau tidak benar pada pokok pernyataan semula, Negasi diberi
notasi “ p“ atau “ “( dibaca : tidak p atau bukan p atau tidak benar p ).
Contoh:
i. Pernyataan , p : “Amir pergi ke sekolah”
Negasi , : “Tidak benar Amir pergi ke sekolah”, atau
, : “Amir tidak pergi ke sekolah”, atau
, : “Amir pergi bukan ke sekolah”
ii. Pernyataan , p : “3x + 2y 5”
Negasi , : “3x + 2y 5”
d. Tabel Kebenaran
Jika suatu pernyataan bernilai benar pastilah negasinya bernilai salah atau
sebaliknya jika suatu pernyataan bernilai salah maka ingkarannya akan bernilai
benar, karena tidak mungkin suatu pernyataan yang bertolak belakang itu
mempunyai nilai kebenaran yang sama.
Nilai kebenaran suatu pernyataan dan negasinya selanjutnya dapat disajikan
dalam suatu tabel yang disebut dengan “ tabel kebenaran “.. Tabel kebenaran
dari kedua pernyataan yang bertolak belakang itu adalah sebagai barikut:
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 4
Modul 8
p p
B S
S B
Contoh:
i. P : “ Negara Indonesia adalah Negara kesatuan yang berbentuk
Republik “ …. ( B )
P : “Tidak benar Negara Indonesia Negara kesatuan yang
berbentuk Republik … (S)
ii. P : “ 5+3 ”… ( S )
p : “5+3 ”… ( B )
1. Dari kalimat-kalimat berikut ini, tentukan mana yang merupakan kalimat
terbuka dan mana yang merupakan kalimat tertutup ( pernyataan ), tentukan
pula kebenarannya ( benar atau salah !
a. Megawati adalah Presiden Indonesia ke lima .
b. 8 – 2 = 10
c. 2 merupakan satu-satunya bilangan prima yang genap
d. Indonesia adalah negara agraris
e. 3x + 5 = 2
f. Jika x bilangan negatif maka x2 merupakan bilangan positif.
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 5
Modul 8
Jawab :
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
2. Berikan masing-masing tiga buah contoh untuk :
a. Kalimat bukan pernyataan
b. Pernyataan yang bernilai benar
c. Pernyataan yang bernilai salah
Jawab :
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
3. Carilah himpunan penyelesaian dari kalimat terbuka berikut ini :
a. 3x + 5 = 7, dimana x bilangan rasional.
b. x2 – 3x + 2 = 0, dimana x bilangan bulat.
c. x < 15, dimana x bilangan prima.
Jawab :
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 6
Modul 8
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
4. Tentukan himpunan penyelesaian kalimat terbuka berikut ini :
a. 2 x2 + 3 x -5 = 0, x R
b. 3 – x3 + 2 x = 0 , x B
Jawab :
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
5. Buatlah ingkaran/ negasi dari setiap pernyataan berikut ini dan tentukan nilai
kebenarannya :
a. 2 adalah bilangan cacah dan prima.
b. Makassar adalah ibu kota propinsi Sulawesi selatan.
c. Tidak ada bilangan asli yang genap.
d. Jika x = 2 maka 2x + 5 = 10
e. Ada ikan yang tidak bisa berenang.
f. Semua yang bernyawa pasti akan binasa.
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 7
Modul 8
Jawab :
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
2. Pernyataan Majemuk
Pernyataan majemuk adalah pernyataan matematika yang terdiri atas dua atau
lebih pernyataan tunggal dimana antara pernyataan tunggal yang satu dan
pernyataan tunggal yang lain dihubungkan dengan beberapa macam kata
penghubung, seperti : dan, atau, jika … maka…, jika dan hanya jika, dan lain
sebagainya.
a) Konjungsi
1) Pengertian
Konjungsi adalah pernyataan majemuk yang memisahkan pernyataan-
pernyataan tunggalnya dengan menggunakan kata hubung ”dan”.
Konjungsi di beri notasi “ “ . Jadi “ p “ dibaca “ p dan q “.
Contoh:
P : “ Amir rajin belajar ”
Q : “ Nilai Amir lumayan baik ”
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 8
Modul 8
Konjungsinya , p q : “Amir rajin belajar dan nilainya lumayan baik”
Pernyataan majemuk ini merupakan suatu konjungsi yang bernilai benar .
2) Nilai Kebenaran Konjungsi
Konjungsi bernilai benar hanya jika kedua pernyataan tunggalnya bernilai
benar, atau konjungsi bernilai salah hanya jika salah satu dari kedua
pernyataan tunggalnya bernilai salah.
Selanjutnya dengan tabel kebenaran dapat disajikan sebagai berikut:
p q p q
B B B
B S S
S B S
S S S
b) Disjungsi
1) Pengertian
Disjungsi adalah pernyataan majemuk yang memisahkan pernyataan-
pernyataan tunggalnya menggunakan kata hubung “ atau ”. Disjungsi
diberi notasi “ “. Jadi “ p q “ dibaca : p atau q.
Contoh:
p : “ Hari turun hujan ”
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 9
Modul 8
q : “ para pejalan kaki memilih berteduh ”
Disjungsinya, p q : “ Hari turun hujan atau para pejalan kaki
memilih berteduh ”
Pernyataan majemuk ini merupakan suatu disjungsi yang bernilai benar.
2) Nilai Kebenaran Disjungsi
Disjungsi ada dua macam yaitu disjungsi inklusif dan disjungsi eksklusif.
Disjungsi inklusif, suatu disjungsi bernilai benar hanya bila salah satu
atau kedua pernyataan tunggalnya benilai benar atau disjungsi bernilai
salah hanya bila kedua pernyataan tunggalnya bernilai salah. Disjungsi
inklusif diberi notasi “ “.
Contoh :
i. Andi diminta memilih antara membeli baju atau sepatu, disjungsi
ini bernilai salah bila tidak satupun yang Andi beli.
ii. Untuk x2 – 3 x – 4 = 0, berninlai benar bila x = -x atau x = 4.
Disjungsi eksklusif, suatu disjungsi bernilai benar hanya bila salah satu
dan bukan kedua pernyataan tunggalnya bernilai benar atau disjungsi
bernilai salah hanya bila kedua pernyataan tunggalnya bernilai benar atau
keduanya bernilai salah. Disjungsi ekslusif diberi notasi “ ”.
Contoh :
i. Joko sedang makan atau tidur, disjungsi ini bernilai salah bila Joko
makan dan juga tidur atau tidak makan juga tidak tidur.
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 10
Modul 8
ii. Marlina mendapatkan nilai yang baik bila dan hanya bila dia rajin
belajar.
Nilai kebenaran kedua macam disjungsi itu dapat ditunjukkan dengan
p q Inklusif Eksklusif
p p q
B B B S
B S B B
S B B B
S S S S
Selanjutnya dalam pembahasan yang digunakan untuk disjungsi adalah
yang inklusif dan dikenal dengan nama disjungsi dengan notasi ” ”.
c) Implikasi
1) Pengertian Implikasi
Implikasi adalah pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung
“jika....,maka…”.Implikasi diberi notasi ” ”.
Jadi “ p dibaca “ jika p maka q “.
Pernyataan awal disebut anteseden dan pernyataan berikutnya disebut
konsekuen.
Contoh:
Anteseden, p : “ Ali sakit ” dan konsekuen, q :“ Ali minum obat ”
Implikasinya, “p q” : “ jika Hadi sakit, maka ia minum obat ”.
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 11
Modul 8
2) Kebenaran suatu implikasi
Suatu implikasi bernilai benar hanya bila antesedennya bernilai benar
dan konsekuensinya bernilai benar atau suatu implikasi bernilai benar
hanya bila antesedennya bernilai salah. Atau suatu implikasi bernilai
salah hanya jika antesedennya bernilai benar dan ( tetapi )
konsekuensinya bernilai salah.
Contoh :
i. Jika Amanda sakit maka ia minum obat.
ii. Jika x2 – x – 2 = 0 maka x = 2 atau x = -1.
Selanjutnya nilai kebenaran suatu implikasi dengan tabel kebenaran
dapat ditunjukkan, sebagai berikut :
P q p q
B B B
B S S
S B B
S S B
3) Macam implikasi
Bentuk-bentuk implikasi ada beberapa macam, yaitu : konvers, invers,
kontraposisi dan biimplikasi.
Misal dipunyai suatu implikasi “ jika p , maka q “ ditulis “ p q “.
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 12
Modul 8
Konvers nya adalah “ jika q maka p ” ditulis “ q p”.
Invers nya adalah ” jika maka “ ditulis “ ”
Kontraposisi nya adalah “ jika maka “ ditulis “ ”
Biimplikasi nya adalah “ jika p maka q dan jka q maka p “ ditulis
”p q q atau “p jika dan hanya jika q” ditulis “ p q ”.
Contoh :
Dari anteseden, p : “ Ali giat belajar ” dan konsekuen, q : “ Ali pandai ”.
Buatlah : implikasi, konvers, invers, kontraposisi dan biimplikasinya !
Jawab :
*Implikasi, : “ jika Ali giat belajar, maka ia pandai ”
*Konvers, q p : “ jika Ali pandai, maka ia giat belajar ”
*Invers, : “ Jika Ali tidak giat belajar, maka ia tidak pandai”
*Kontraposisinya ; : “ jika Ali tidak pandai, maka ia malas belajar”
*Biimplikasinya ; p q : “Ali giat belajar jika dan hanya jika ia pandai”
4) Biimplikasi atau Ekuivalensi
a) Pengertian
Biimplikasi atau biasa disebut Ekuivalensi adalah suatu pernyataan
majemuk yang merupakan implikasi dua ( dwi ) arah. Biimplikasi
diberi notasi “ p ” dibaca : “ jika p maka q dan jika q maka p”
atau “ p jika dan hanya jika q “.
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 13
Modul 8
b) Nilai Kebenaran Biimplikasi
Karena biimplikasi merupakan implikasi dua arah, yaitu berupa
konjungsi antara implikasi dan konvers maka dapat ditunjukkan bahwa
suatu biimplikasi bernilai benar hanya jika implikasi dan konversinya
bernilai benar. Dapat pula disebutkan bahwa biimplikasi bernilai
benar hanya bila kedua pernyataan tunggalnya mempunyai nilai logik
yang sama ( sama-sama bernilai benar atau sama-sama bernilai salah ).
Atau biimplikasi bernilai salah hanya bila implikasi atau konversinya
bernilai salah, atau biimplikasi bernilai salah hanya bila pernyataan
tunggalnya mempunyai nilai logik yang berbeda.
Contoh :
i. Ali masuk sekolah jika dan hanya jika hari ini hari libur …….( S )
ii. 2 + 3 = 10 3 – 5 = 15 ………………………………..........( B )
5) Tabel Kebenaran Bentuk-bentuk Implikasi
Nilai kebenaran dari semua bentuk-bentuk implikasi di atas adalah :
Kontra Biimpli
Implikasi Konvers Invers
p q posisi kasi
p q q p
p q
B B S S B B B B B
B S S B S B B S S
S B B S B S S B S
S S B B B B B S B
EKUIVALEN
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 14
Modul 8
6) Negasi Pernyataan majemuk
Untuk pernyataan majemuk negasinya adalah, sebagai berikut :
Negasi dari konjungsi,: adalah atau
Negasi dari disjungsi ,: adalah atau
Negasi dari implikasi ,: adalah p atau p
karena p q q maka
Negasi konvers :
Negasi invers : q
Negasi kontraposisi : p
Negasi biimplikasi :
(p )
Contoh :
Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan di bawah ini :
i. Jika Ali sakit, maka ia minum obat.
ii. Jika hari tidak hujan , maka Amir pergi ke sekolah.
iii. Bagus berpakaian mewah bila dan hanya ia anak orang kaya
Jawab :
i. Ali sakit dan ia tidak minum obat
ii. Hari tidak hujan dan Amir tidak pergi ke sekolah
iii. Bagus berpakaian mewah dan ia bukan anak orang kaya atau Bagus
tidak berpakaian mewah tetapi ia bukan anak orang kaya.
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 15
Modul 8
Uji Kompetensi 2
1. Tentukan negasi dari pernyataan di bawah ini
a. Budi orang kaya tetapi dia tidak pandai
b. Sisi pergi ke Bali bila dan hanya bila ia dapat cuti dari kantor.
c. 3x + 5 = 2 bila dan hanya bila x = -1.
Jawab :
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………................................................
2. Lengkapi tabel di bawah ini !
p q p (p ) ( )
B B ……… ……… ……… ……… ……………
B S ……… ……… ……… ……… ……………
S B ……… ……… ……… ……… ……………
S S ……… ……… ……… ……… ……………
3. Dengan tabel kebenaran tunjukkan bahwa { p (p q) q adalah suatu
bentuk implikasi yang logis.
Jawab :
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 16
Modul 8
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
…………………………………………...............................................................
4. Buatlah konvers, invers , kontraposisi dan biimplikasi dari implikasi : “ jika
Aco tidak rajin belajar, maka ia akan mempunyai nilai tidak baik ”.
Jawab :
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
…………………………………………...............................................................
5. Tentukan x, agar biimplikasi berikut ini bernilai benar
a. 3x - 2 = 5 bila dan hanya bila Komeng seorang pelawak.
b. Andi pergi umroh ke Mekkah jika dan hanya jika x2 – x – 2 = 0, x R
c. 2x – 4 = 8 jika dan hanya jika 2 + 3 = 10
Jawab :
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 17
Modul 8
B . Kalimat Berkuantor
Kalimat berkuantor adalah kalimat atau pernyataan matematika majemuk yang
menggunakan kata depan : ada, beberapa, sebagian, seluruh, semua setiap dan
lain-lain yang sejenis. Ada dua macam kalimat berkuantor, yaitu eksistensial dan
universal.
1. Eksistensial ( Kuantor Khusus )
a. Pengertian
Eksistensial adalah kalimat matematika yang memakai kata “ ada”
atau ” beberapa ” atau “ada tepat satu”. Eksistensial diberi notasi “ ”.
Jadi ( dibaca ada x sedemikian sehingga berlaku P(x) atau
beberapa x bersifat P (x).
Contoh :
i. ( 3x2 -2 x- 1= 0 di baca ada x sedemikian hingga berlakulah
3x2 - 2 x – 1= 0
ii. ( x!) . 7 x- 3 = 5 di baca ada tepat satu x sedemikian hingga berlaku
7 x- 3 = 5.
b. Nilai Kebenaran Eksistensial
Eksistensial bernilai benar hanya jika dapat ditunjukkan satu saja elemen
yang memenuhi atau menyebabkan pernyataanya bernilai benar. Atau
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 18
Modul 8
eksistensial akan bernilai salah hanya jika tidak ada satupun elemen yang
memenuhi pernyataannya.
Contoh:
Tentukan nilai kebenaran dari pernyataan di bawah ini
i. Ada x B yang memenuhi persamaan 3x2 + 2x – 1 = 0
ii. ( . 15x – 3 = 16 +17 x, x
Jawab :
i. Soal di atas dapat ditulis ( . 3 x2 + 2x – 1 = 0
Bernilai benar , sebab 3 x2 + 2 x - 1 = 0
(3 x – 1 ) ( x + 1 ) = 0
3x–1=0 atau x + 1 = 0
x= B x = -1
Jadi HP = { x / x = -1 }
ii. Bernilai salah , sebab 15x - 3 = 16 + 17x
15 x – 17 x = 16 + 3
-2 x = 19
x=- B … tidak memenuhi
2. Universal ( Kuantor Umum )
a. Pengertian Universal
Universal adalah suatu bentuk pernyataan yang menggunakan kata semua,
atau seluruh atau setiap atau segala. Universal diberi nutasi ( ditulis ) .
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 19
Modul 8
Jadi ( x) . p (x) : dibaca untuk semua x berlakulah p(x).
Contoh :
i. Semua siswa SMK berseragam putih abu-abu.
ii. ( . x2 atau semua bilangan riil kuadratnya positif.
b. Nilai Kebenaran Universal
Universal bernilai benar hanya jika semua elemennya bernilai benar
atau memenuhi pernyataannya . Atau universal bernilai salah bila dapat
diperlihatkan satu saja elemen dalam semesta pembicaraan yang tidak
memenuhi syarat ( yang menyebabkan pernyataan bernilai benar ).
Contoh:
Tentukan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan di bawah ini :
i. ( x) . x2 0,x
ii. ( x) . x2 + 3x – 4 = 0 ,x
iii. (
Jawab :
i. Bernilai benar, sebab semua bilangan real bila dikuadratkan akan
menghasilkan bilangan positif ( ≥ 0 ), atau tidak satupun bilangan real
yang jika dikuadratkan tidak menghasilkan bilangan positif.
ii. Bernilai salah, sebab x2 + 3 x – 4 = 0
(x+4) (x–1) =0
x+4=0 x–1=0
x = -4 x=1
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 20
Modul 8
Artinya persamaan x2 + 3x – 4 = 0 bernilai benar hanya
berlaku untuk x = - 4 dan x = 1 saja, sedang bilangan riil
yang lain tidak berlaku.
iii. Bernilai salah, sebab x + 2 = 5 hanya berlaku untuk x = 3 saja
sedang untuk bilangan real yang lain tidak berlaku.
b. Negasi Pernyataan Berkuantor
Secara umum dapat dikatakan bahwa ingkaran dari eksitensial adalah
universal dan sebaliknya ingkaran untuk universal adalah eksistensial.
Jadi a. ( x ). ( x ) dan
b. ( (x)
Contoh:
Tentukan ingkaran dari pernyataan – pernyataan di bawah ini :
i. Ada siswa kelas satu yang jenius
ii. Semua makhluk bernyawa pasti akan binasa
Jawab:
i. “Ada siswa kelas satu yang jenius “ . negasinya adalah : “semua siswa
kelas satu tidak jenius “ atau “ tidak ada siswa kelas satu yang jenius“.
ii. “Semua makhluk bernyawa pasti binasa” negasinya adalah :“ada
makhluk bernyawa yang tidak pasti binasa” atau “tidak semua makhluk
bernyawa pasti binasa”.
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 21
Modul 8
Uji Kompetensi 3
1. Tentukan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan di bawah ini ;
a. ( . 3x + 2 = 7, A =
b. . 2x – 3 ≥ 5, B
c. . x2 – 3x + 2 ,C=
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………..…
2. Tentukan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan berikut ini :
a. . 3x + 2 = 7, A =
b. . 2x – 3 ≥ 5, B =
c. . x2 -3x + 2 ≤ 0, C =
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 22
Modul 8
3. Diketahui pernyataan berkuantor universal . 3x – 5 merupakan bilangan
genap. Tentukan nilai kebenarannya jika semestanya adalah :
a. Himpunan bilangan asli
b. Himpunan bilangan rasional
c. Himpunan bilangan riil.
d. Himpunan bilangan bulat
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
4. Tentukan negasi dari pernyataan berkuantor berikut ini :
a. Ada penjaga gudang yang menemukan mesin tik rusak diluar gudang.
b. Beberapa siswa SMK bekerja pparuh waktu.
c. Semua kendaraan bermotor di Sulawesi selatan berplat nomor DD.
d. Setiap pagi hari siswa SMK berlari pagi di halaman sekolah.
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 23
Modul 8
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
5. Jika x , maka tentukan nilai negasi dari pernyataan berkuantor berikut ini :
a. ( x2 – 4x = 0 )
b. ( x2 + 6x + 9 ≥ 0 )
c. ( 3x – 5 = 7 – x )
d. ( x2 – 3x – 10 ≤ 0 )
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
C. Penarikan Kesimpulan
1. Pengertian
Pada setiap data-data atau argumentasi-argumentasi yang ada dan telah
dikumpulkan, pasti dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai bagian akhir
dari hasil analisa dan buah pemikiran. Dalam matematika penarikan
kesimpulan mulai dari proses awal hingga proses akhir harus memenuhi
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 24
Modul 8
langkah-langkah yang logis ( dapat diterima akal ) atau sahih dan dapat
dipertanggung jawabkan.
Pernyataan-pernyataan awal yang ada sebagai data acuan disebut premis.
Premis terbagi dua yaitu premis mayor (utama) dan premis minor
( pendukung ), sedang kesimpulannya disebut konklusi.
2. Macam-macam Metode Penarikan Kesimpulan
Ada beberapa macam metode penarikan kesimpulan, diantaranya adalah :
modus ponens. Modus tollens, silogisme, Barbara dan tautologi.
a. Modus ponens
Modus ponens adalah suatu proses penarikan kesimpulan yang didasarkan atas
premis mayor berupa implikasi yang bernilai benar dan premis minor berupa
anteseden dari implikasinya juga bernilai benar ( dipenuhi ). Dan sebagai
konklusinya ( kesimpulan ) adalah konsekuennya pastilah bernilai benar (
dipenuhi ), sebab jika konsekuennya salah ( tidak dipenuhi ), maka akan
bertentangan dengan premis awal ( implikasi ) yang ada.
Secara matematika dapat dituliskan :
Premis , P1 : p q ……………………(B)
Premis , P2 : p …………………… (B)
Konklusi : q …………………… (B)
Dalam bentuk implikasi, modus ponens di atas dapat ditulis menjadi :
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 25
Modul 8
Selanjutnya dapat dibuktikan dengan tabel kebenaran, sebagai berikut :
p q q
B B B B B
B S S S B
S B B S B
S S B S B
Dari tabel diatas, terbukti bahwa modus ponens sah karena semuanya
bernilai benar. Jadi argumentasi itu juga benar adanya.
Contoh :
i. P1 : “Jika Ali rajin belajar, maka nilainya akan baik”
P2 : “Ali rajin belajar”
Konkulasi : Nilai Ali akan baik
ii. P1 : Jika Nomo sakit , maka ia minum obat .
P2 : Ternyata Nomo sakit
Kesimpulannya : Nomo minum obat.
b. Modus Tollens
Modus Tollens adalah suatu proses penarikan kesimpulan yang didasar- kan
atas premis mayor berupa implikasi yang bernilai benar dan premis minor
berupa ingkaran konsekuensi dari implikasinya bernilai benar. Sebagai
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 26
Modul 8
konklusinya negasi antesedenya pastilah benar. Sebab jika ingkaran anteseden
salah artinya anteseden benar, maka implikasinya akan salah yang berarti
bertentangan dengan implikasi semula yang ada.
Secara matematika dapat ditulis
Premis , P1 : p q … (B)
Premis , P2 : … (B)
Konklusinya, : … (B)
Dalam bentuk implikasi, modus tollens dapat ditulis sebagai berikut :
Selanjutnya modus tollens dapat dibuktikan keabsahannya dengan tabel
kebenaran, sebagai berikut :
p q
B B S S B S B
B S S B S S B
S B B S B S B
S S B B B B B
Berdasarkan tabel di atas, terbukti bahwa modus tollens sah karena semuanya
bernilai benar. Jadi argumen di atas benar adanya.
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 27
Modul 8
Contoh :
i. P1 : Jika Ali sakit, maka minum obat
P2 : Ali tidak minum obat
Konklusinya : Ali tidak sakit
ii. P1 : Jika hari hujan , maka pepohonan menjadi basah.
P2 : ternyata pohon tidak basah
Konklusinya : hari tidak hujan
c. Silogisme
Silogisme adalah proses penarikan kesimpulan yang didasarkan atas premis-
premis berupa implikasi-implikasi yang saling berkaitan bernilai benar, maka
disimpulkan suatu implikasi baru yang sah dimana anteseden nya adalah
anteseden dari implikasi awal sedang konsekuensinya adalah konsekuen
implikasi terakhir.
Secara matematika dapat dituliskan :
P1 : p q ……………………………….. (B)
P2 : r … …………………………… (B)
P3 : r s ………………………………. (B)
Konklusinya : p ……………………………………. (B)
Dalam bentuk implikasi, silogisme dapat ditulis sebagai berikut :
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 28
Modul 8
Silogisme argumentasinya ( premisnya ) dapat terdiri atas dua atau lebih
implikasi-implikasi yang saling bertautan, tetapi kesimpulannya tetap sama,
yaitu berupa suatu implikasi baru dimana antesedennya adalah anteseden
implikasi awal dan konsekuennya adalah konsekuen implikasi terakhir.
Selanjutnya silogisme dengan dua implikasi bertautan secara umum dapat
dibuktikan keabsahannya dengan tabel kebenaran, sebagai berikut :
p q r
B B B B B B B B
B B S B S S S B
B S B S B B S B
B S S S B S S B
S B B B B B B B
S B S B S B S B
S S B B B B B B
S S S B B B B B
Berdasarkan tabel di atas, terbukti bahwa silogisme sahih karena semuanya
bernilai benar. Jadi argumentasi itu bernilai benar.
Contoh :
i. P1 : Jika Ali rajin belajar, maka ia menjadi pandai .
P2 : Jika Ali menjadi pandai, maka nilainya menjadi baik
Konklusinya : Jika Ali rajin belajar, maka nilainya menjadi baik
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 29
Modul 8
ii. Ani lebih tinggi dari Budi, tetapi Budi lebih tinggi dari Cici, dan Cici lebih
tinggi dari Dono.
Kesimpulannya : Ani lebih tinggi dari Dono.
Uji kompetensi 4
1. Tentukan konklusi dari prewmis-premis berikut ini :
a. Premis 1 : Jika Anton rajin belajar maka nilainya akan baik
Premis 2 : nilai Anton jelek.
b. Premis 1 : Jika hari turun hujan maka pepohonan menjadi basah
Premis 2 : Jika pohon-pohon basah maka udara menjadi lembab
c. Premis 1 : Jika matahari mulai bersinar maka hari menjadi siang
Premis 2 : matahai mulai bersinar
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………...................................................................................
2. Tentukan sah atau tidak argumen berikut dan tuliskan macam modusnya.
a. Premis 1 : Jika Aldo naik kelas maka ia akan berdarmawisata ke bali
Premis 2 : Aldo tinggal di rumah saja
Konklusinya : Aldo tidak punya uang
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 30
Modul 8
b. Premis 1 : Jika Susi memakan roti maka ia memakai selai
Premis 2 : Susi memakan roti
Konklusinya : Susi memakai fla
c. Premis 1 : Jika Andi rajin bekerja maka upahnya akan naik
Premis 2 : Jika badan Andi sehat maka ia rajin bekerja
Konklusinya : Jika badan Andi sehat maka upahnya akan naik
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
…………………………………...............................................................................
3. Tentukan kesimpulan pernyataan berikut ini dengan tabel kebenaran !
a. Premis 1 : p c. Premis 1 : p
Premis 2 : p Premis 2 :
Konklusinya : q Konklusinya : p
b. Premis 1 : d. Premis 1 :
Premis 2 : Premis 2 : r
Konklusinya : p Konklusinya : p
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 31
Modul 8
………………………………………………………………………………………
………........................................................................................................................
4. Buatlah kesimpulan yang sahih dari pernyataan berikut : Jika a, b dan c sisi
segitiga , maka akan berlaku a + b ,b+c a dan ada sisi a b+c
Konsekuensinya adalah ....................................................
Jawab
..…………………………………………………………………………………..…
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
……………………………………............................................................................
5. Selidiki kebenaran pernyataan berikut ini ;
a. ( . x2 + x – 12 untuk x R
b. ( x) . 3x + 3 2–1 4x – 5 , x
c. Premis 1 : Jika Andi membeli kemeja maka Budi membeli celana
Premis 2 : Jika Budi tidak membeli celana maka Cici membeli baju
Konklusinya : Jika Andi membeli kemeja maka Cici tidak membeli baju
Jawab :
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
…………………………………………...............................................................
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 32
Modul 8
RANGKUMAN
Pernyataaan atau kalimat tertutup adalah kalimat matematika yang sudah dapat
ditentukan nilai kebenarannya, yaitu bernilai benar atau bernilai salah.
Kalimat terbuka kalimat matematika yang masih memuat variabel ( peubah ),
sehingga belum dapat ditentukan nilai kebenarannya.
Negasi atau ingkaran adalah suatu bentuk pernyataan sangkalan atau sanggahan
dari pernyataan yang ada, dan nilainya berlawanan dengan nilai pernyataan
semula.
Pernyataan majemuk adalah pernyataan yang terdiri atas dua atau lebih
pernyataan tunggal yang dirangkai menjadi satu dan menggunakan kata hubung
logika, seperti : dan, atau , jika … maka… , dan … jika dan hanya jika … .
Ada 4 macam pernyataan majemuk, yaitu :
a. Konjungsi, memakai kata hubung dan , diberi notasi
b. Disjungsi, memakai kata hubung atau , diberi notasi
c. Implikasi, memakai kata hubung jika … maka … , diberi notasi
d. Biimplikasi, memakai kata hubung … jika dan hanya jika …, diberi notasi
Jika dipunyai sebuah implikasi maka berlakulah :
a. Konversnya adalah ;
b. Inversnya adalah ;
c. Kontraposisinya adalah ;
d. Biimplikasinya adalah
Jika sebuah pernyataan majemuk terdiri atas n buah pernyataan tunggal yang
berbeda maka banyaknya baris tabel kebenaran yang memuat nilai kebenaran 2n.
Dua pernyataan majemuk p dan q dikatakan ekuivalen jika kedua pernyataan itu
mempunyai nilai kebenaran yang sama, dan ditulis p .
Bentuk-bentuk ekuivalensi diantaranya , adalah :
a. Hukum identitas
b. Hukum komutatif
c. Hukum asosiatif
d. Hukum distributif
e. Hukum de morgan.
Pernyataan berkuantor ada dua, yaitu :
a. Kuantor universal, diberi notasi dibaca untuk semua atau untuk setiap
b. Kuantor eksistensial, diberi notasi dibaca ada atau beberapa atau ada
sekurang-kurangnya satu.
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 33
Modul 8
Ingkaran atau negasi dari pernyataan majemuk :
a. Ingkaran dari konjungsi,
b. Ingkaran dari disjungsi,
c. Ingkaran dari implikasi,
d. Ingkaran dari biimplikasi,
e. Ingkaran dari kuantor universal, =
f. Ingkaran dari kuantor eksistensial, = . (x)
Metode penarikan kesimpulan
a. Modus Ponens
Penarikan kesimpulan berdasarkan premis mayor dan premis minor p
menghasilkan kesimpulan ( konklusi ) q.
b. Modus Tollens
Penarikan kesimpulan berdasarkan premis mayor p dan premis minor
menghasilkan kesimpulan
c. Silogisme
Penarikan kesimpulan berdasarkan premis-premis dan
menghasilkan kesimpulan .
PETA KONSEP
LOGIKA MATEMATIKA
PERNYATAAN KALIMAT PENARIKAN MACAM
BERKUANTOR EKUIVALENSI
KESIMPULAN
PERNYATAAN TUNGGAL
*UNIVERSAL *IDENTITAS
*MODUS PONENS *KOMUTATIF
* EKSISTENSIAL
*MODUS TOLLENS *ASOSIATIF
PERNYATAAN MAJEMUK *SILOGISME *DISTRIBUTIF
*DE MORGAN
KONJUNGSI DISJUNGSI IMPLIKASI BIIMPLIKASI
* Konvers, p
* Invers,
*Kontraposisi,
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 34
Modul 8
Penilaian Kompetensi
PENILAIAN KOMPETENSI
Kompetensi : Logika matematika
Program : Bisnis dan teknologi
Kelas : XI
Waktu : 75 Menit
1. Buat negasi dari pernyataan berikut ini
a. Jika Ali sedang gembira, maka ia menangis
b. Semua politikus adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah
c. Ada sekawanan bangau yang terbang rendah di kaki bukit.
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
…………………………………................................................................................
2. Buktikan ekuivalensi: (p q ) dengan tabel kebenaran
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
…………………………………................................................................................
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 35
Modul 8
3. Buatlah nilai dalam tabel kebenaran pernyataan-pernyataan di bawah ini:
a. P (q )
b. ( p q)
c. ( ) q
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
4. Diketahui suatu implikasi “ Jika mobil melaju kencang , maka mobil itu memakai
banyak BBM “. Buatlah:
a. Inversnya
b. Konversnya
c. Kontraposisinya
d. Biimplikasinya
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 36
Modul 8
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
5. Tuliskan pernyataan yang ekuivalen bunyinya dengan pernyataan berikut ini :
a. Hari masih terang tetapi burung-burung sudah kembali ke sarang
b. Jika ada asap maka pastilah ada api
c. Ada dunia lain selain dunia yang kita huni sekarang
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
…………………………………................................................................................
6. Buatlah Invers, Konvers dan kontra posisi dari Implikasi ( q)
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
…………………………………................................................................................
7. Tentukan kesimpulan untuk premis-premis berikut ini :
a. Premis 1 : Jika manusia bersayap maka pastilah bisa terbang
Premis 2 : Manusia tidak bias terbang
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 37
Modul 8
b. Premis 1 : Jika Ani rajin bekerja maka pimpinannya menjadi senang
Premis 2 : Jika upah kerja tinggi maka Ani menjadi rajin bekerja
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
…………………………………................................................................................
8. Jika 14 + 5 = 9 , maka 17 : 3 = 5. Tentukan nilai kebenaran dari inversnya,
konversnya , kontraposisinya dan biimplikasinya.
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
…………………………………................................................................................
9. Dengan menggunakan tabel kebenaran, buktikan bahwa pernyataan-pernyataan
berikut ini merupakan pernyataan yang ekuivalen.
a.
b.
c.
Jawab :
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 38
Modul 8
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
10. Tentukan nilai x pernyataan berikut ini agar bernilai benar untuk semesta
himpunan bilangan riil.
a. x2 = x
b. x2 – 2 x
Jawab :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 39
Modul 8
DAFTAR PUSTAKA
Rawuh, dkk, .1986 . Matenatika SMA Jilid 2 b Program IPS- Pengetahuan Budaya dan
Ilmu-ilmu Agama . Jakarta . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia.
Adi Gunawan ,K , Drs . 2004. Tangkas Matematika SMU . Surabaya . Kartika.
Gawatri, UR, dkk . 2002 . Matematika SMK I . Jakarta . Yudhistira.
Andi Hakim Nasution, dkk . 1999 . Matematika 1 SMU . Jakarta . Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan.
BNSP . 2006 . Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar 2006 Mata Pelajaran
Matematika Sekolah Menemgah Kejuruan / Madrasah Aliyah Kejuruan Kelompok Sosial ,
Administrasi Perkantoran dan Akuntansi , Teknologi . Jakarta . Departemen Pendidikan
Nasional.
Abdurahman , M. 2000 , Matematika SMA Tingkat II . Bandung . Armico.
ERMAN ………………LOGIKA MATEMATIKA……………SMK Page 40
Get documents about "