2 perencanaan pembelajaran ips pak jumali by l15I5FV

VIEWS: 127 PAGES: 12

									   PERENCANAAN PEMBELAJARAN IPS


                      Disusun Untuk Memenuhi Tugas
                Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran IPS
Pada Program Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan Profesi
                       Angkatan II Tahun 2008-2009




                               Disusun Oleh:
                         HARI BUDIYANTO




                         PENDIDIKAN PROFESI
           FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
            UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
   Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura Telp. 0271-717417, 719483
                       Fax. 715448 Surakarta 57102
                             Teori Pembelajaran
   1.   Pandangan psikologi daya
   2.   Pandangan psikologi tanggapan
   3.   Pandangan psikologi naturalisme
   4.   Pandangan psikologi asosiasi
   5.   Pandangan psikologi conditioning
   6.   Pandangan psikologi gestalt

Teori-Teori pembelajaran, antara lain:
   1. Pandangan Psikologi Daya (Wolf, Tetens dan Kant
       a. Psikologi Daya menganalogikan jiwa dan jasmani
       b. Psikologi Daya Berpandangan bahwa inti belajar terletak pada ulangan
       c. Daya-daya jiwa jasmanimenurut psikologi daya haruslah sama halnya
          seperti daya-daya jasmani, yakni untuk memperkuat daya-daya harus
          melatihnya pula dengan cara mengerjakan sesuatu berulang-ulang.
   2. Pandangan Psikologi Tanggapan (John Reidrich Herbert-Jerman)
       a. Herbert berpendapat bahwa isi yang sederhana/terkecil jiwa adalah
          tanggapan (verstellung), jadi jiwa berisi tanggapan-tanggapan.
       b. Kekuatan tanggapan itu dapat diperhitungkan secara ilmu pasti dan
          tergantung pada dua hal, yaitu:
          1) jelas atau tidaknya pada waktu pertama kali oleh manusia, jadi makin
              jelas makin besar kekuatannya, dan sebaliknya.
          2) Frekuensinya (sering tidaknya) tanggapan tersebut masuk ke dalam
              alam kesadaran, berarti semakin sering makin bertambah kekuatannya
              dan sebaliknya.
       c. Ada beberapa prinsip dalam teori tanggapan, yaitu:
          1) menganalisa hidup jiwa sebagaimana matematik
          2) mencari unsur kecil seperti dilakukan dalam matematika dimana
              terdapat atom.
          3) unsur terkecil di dalam jiwa adalah tanggapan
          4) jiwa terdiri dari kumpulan tanggapan yang tidak selalu disadari oleh
              seseorang
          5) tanggapan yang tidak disadari tidak hilang akan tetapi tersimpan dalam
              ketidaksadaran dan bisa dimunculkan kembali ke alam sadar.
          6) tanggapan yang paling kuat berpengaruh ke tingkah laku, hal ini
              tergantung pada:
              a) jelas tidaknya tanggapan
              b) sering tidaknya tanggapan berada dalam kesadaran.
       d. Aplikasi konsep ini dalam pembelajaran:
          1) menyampaikan tanggapan sejelas mungkin agar dapat berperan dalam
              tingkah laku siswa.
          2) Memasukkan tanggapan sesering mungkin dan berulang-ulang ke
              dalam kesadaran, caranya:
              a) Cara pertama dapat dilakukan dengan menganalisa hal yang akan
                  diajarkan menjadi unsur yang sederhana, dan ini deberikan sedikit
                  demi sedikit kepada si terdidik, sebab yang sederhana itu jelas dan
                  mudah.




                                           2
           b) Cara kedua dilakukan dengan mengulang-ulang sesering mungkin
               memasukkan tanggapan ke dalam kesadaran. Dari uraian tersebut
               dapat diketahui pentingnya ulangan seperti yang dikemukakan
               Psikologi daya.
3. Psikologi Naturalisme (Jean Jaques Rousseau)
   a. Teori ini menyatakan bahwa setiap anak lahir mempunyai potensi atau
       kekuatan yang harus dikembangkan.
   b. Terlalu banyak diatur dan diberi, biarkan mereka mencari dan menemukan
       sendiri, sebab anak dapat berkembang sendiri
4. Psikologi Asosiasi (Edward L. Torndike)
   a. teori ini menyatakan bahwa yang menjadi darar belajarnialah asosiasi
       antara kesan panca indra dengan dorongan untuk bertindak.
   b. Asosiasi disebutnya connecting atau bond, karena prinsipnya yang
       demikian maka teori ini disebut connectionism atau bond psychology.
   c. Apabila diganbarkan, maka proses tersebut adalah:
                                 R 1 ------ tidak tepat, adakan
                                 R 2 ------ tidak tepat, adakan
       S                         R 3 ------ tidak tepat, adakan
                                 R 4 ------ tepat, diulang
       Catatan: S = stimulus/problem
                   R = Respon


   d. Torndike berpendapat bahwa proses belajar ditentukan oleh hukum belajar,
       yakni:
       1) Hukum Kesiapan (Law of Readiness)
           Hukum kesiapan untuk melakukan tindakan sebagai dasar dari belajar,
           tanpa adanya kesiapan akan berpengaruh terhadap proses dan hasil
           belajarn individu.
       2) Hukum Latihan (Law of Exercise)
           Belajar memerlukan banyak latihan atau ulangan-ulangan. Suatu
           kecakapan akan dikuasai apabila seseorang banyak berlatih. Hukum ini
           mengandung dua pengertian, yaitu:
           a) Law of Use, yaitu latihan atau penggunaannya akan memperkuat
               hubngan.
           b) Law of Disucse, yakni apabila tidak pernah latihan, makin lama
               hubungan stimulus dan respon makin lemah.
       3) Hukum Kepuasan (Law of effect)
           Hukum ini menyebutkan bahwa reaksi terhadap situasi atau kepuasan
           akan kepuasan (berhasil) memperkuat hubungan antara stimulus dan
           respon, sedangkan yang mengecewakan tidak berhasil memperlemah
           hubungan antara stimulus dan respon.
5. Psikologi Conditioning (Petrovich Pavlov)
   a. Teori ini disebut teori conditioning, karena menyatakan bahwa proses
       belajar terjadi karena proses persyaratan.
   b. Perbuatan belajar adalah perbuatan berwujud rentetan respon atau gerak
       reflek yang sifatnya mekanistis.
6. Psikologi Gestalt ( Kohler, Kurt, Koffka, Kurt Lewin)




                                     3
  a. Psikologi gestalt menekankan keseluruhan dan keterpaduan, belajar harus
     dimulai dari keseluruhan, baru kemudian kepada bagian-bagian.
  b. Dalam penga,atan itu terdapat satu hukum pragnans dan empat hukum
     tambahan yang tunduk pada hukum pokok.
  c. Hukum ini menyebutkan bahwa segala kejadian berarah ke keadaan
     pragnans, yaitu suatu keadaan yang seimbang, suatu gestalt yang baik,
     yang mencakup sifat-sifat keteraturan, kesederhanaan, kestabilan, dsb.
     Empat hukum tambahan tersebut adalah:
     1) hukum keterdelatan, menyebutkan bahwa yang terdekat merupakan
         gestalt.
     2) Hukum ketertutupan, menyebutkan bahwa yang tertutup merupakan
         gestalt
     3) Hukum kesamaan, menyebutkan bahwa yang sama merupakan gestalt
     4) Hukum kontinuitas menyebutkan bahwa yang kontinu merupakan
         gestalt
     Teori gestalt berpendapat bahwa dalam proses belajar yang terpenting
     bukanlah ulangan, akan tetapi pengertian (insight)
  d. Pola pembelajarannya sebagai berikut:
     1) Beajar merupakan kegiatan baik fisik maupun mental untuk mencapai
         tujuan
     2) Kegiatan itu berupa pemecahan masalah dengan terlebih dahulu
         melihat keseluruhan masalahnya untuk kemudian memahami
         hubungan antara keseluruhan dengan bagian-bagian.
     3) Jika telah diperoleh pemecahan masalah yang berupa pemahaman,
         maka hal ini diulang, agar pemahamannya lebih mendalam.
     4) Hasil belajar tersebut tidak terbatas, pada situasi dimana hasil itu
         diperoleh, tetapi tidak dipergunakan dalam situasi-situasi lain (dapat
         ditransfer).
  e. Ciri-ciri belajar menurut teori ini adalah:
     1) lebih mementingkan keseluruhan daripada agian-bagian
     2) prosesnya bersifat dinamis, artinya orang yang belajar berperan aktif di
         dalamnya (berusaha menyelidiki dan menemukan)
     3) suatu yang penting adalah memperoleh pemahaman, ulangan tidak
         berperan pokok, ia diperlukan agar pemahaman semakin mendalam.
     4) Hasil belajar lehih banyak ditentukan faktor-faktor intern orang belajar
         daripada faktor ekstern.

  Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun RPP adalah :
                PANDUAN PENGEMBANGAN
       RENCANA PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (RPP)

I. Pendahuluan

  Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah
  dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan
  Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam
  melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan




                                    4
   untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam
   RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran
   dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar.
   Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang
   memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam
   RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran,Materi Pembelajaran,
   Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber
   Belajar, dan Penilaian

II. Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
    (RPP)
A. Mencantumkan identitas
     Nama sekolah
     Mata Pelajaran
     Kelas/Semester
     Standar Kompetensi
     Kompetensi Dasar
     Indikator
     Alokasi Waktu

   Catatan:
    RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
    Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus
      yang disusun oleh satuan pendidikan
    Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar
      yang bersangkutan, yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya
      pertemuan. Oleh karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar
      dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung
      pada karakteristik kompetensi dasarnya.

B. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran
   Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang
   ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan
   pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari
   kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional,
   rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan
   pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau
   beberapa tujuan.

C. Mencantumkan Materi Pembelajaran
   Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan
   pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada
   materi pokok yang ada dalam silabus.

D. Mencantumkan Metode Pembelajaran
   Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula
   diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada
   karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.




                                   5
E. Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
   Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah
   kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat
   unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
   Akan tetapi, dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan
   karakteristik model yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan
   modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan
   kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.

F. Mencantumkan Sumber Belajar
   Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus
   yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup
   sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber
   belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar dalam
   silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku
   teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.

G. Mencantumkan Penilaian
   Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen
   yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat ituangkan
   dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan
   teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek
   harus disertai rubrik penilaian.

III. Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), antara lain:

            RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                          (RPP)

              SMP/MTs.                    : ...................................
              Mata Pelajaran                          : ...................................
              Kelas/Semester                          : ...................................
              Standar Kompetensi                      : ...................................
              Kompetensi Dasar                        : ...................................
              Indikator                   : ...................................
              Alokasi Waktu               : ..... x 40 menit (… pertemuan)

   A. Tujuan Pembelajaran
   B. Materi Pembelajaran
   C. Metode Pembelajaran
   D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
       Pertemuan 1
       Pertemuan 2
       dst
   E. Sumber Belajar
   F. Penilaian




                                      6
               RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah              : SMP Negeri 1 Mojokerto
Mata Pelajaran       : IPS
Kelas / Semester     : VII / 2
Pokok Bahasan      : Perkembangan Masyarakat Masa Hindu Budha sampai masa
                     Kolonial Eropa
Standar Kompetensi : 5. Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-
                        Budha sampai masa kolonial Eropa
Kompetensi Dasar   : 5.1.Mendeskripsikan perkembangan masyarakat,
                          kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Hindu-Budha,
                         serta peninggalan -peninggalannya
Indikator          :
                      1. Mendeskripsikan proses masuk dan berkembangnya
                          agama Hindu dan Buddha di Indonesia
                      2. Menjelaskan teori masuknya Hindu-Budha ke Indonesia
                      3. Mengkaji teori yang paling mendekati kebenaran tentang
                          proses masuk dan berkembangnya Hindu-Budha di
                          Indonesia
                      4. Menyebutkan kerajaan Hindu pertama di Indonesia
                          beserta bukti tertulis
                      5. Menunjukkan pada peta daerah-daerah yang dipengaruhi
                          unsur budaya Hindu Buddha di Indonesia
                      6. Mendeskripsikan peranan Sriwijaya sebagaii kerajaan
                          maritime terbesar dinusantara.
                      7. Mendeskripsikan kaitan antara kerajaan singosarii
                          dengan kerajaan Mojopahit.
                      8. Mendeskripsikan tentang upaya penyatuan nusantara
                          oleh Gajah Mada pada masa pemerintahan Hayam
                          Wuruk.
                      9. Mendiskusikan pengaruh Hindu Budha terhadap
                          kehidupan masyarakat di Indonesia
                      10. Menyusun kronologi perkembangan kerajaan Hindu-
                          Buddha di Indonesia
                      11. Mengidentifikasi karya sastra peninggalan kerajaan
                          Hindu-Budha di Indonesia
                      12. Mengidentifikasi sumber-sumber sejarah kerajaan Hindu-
                          Budha di Indonesia
                      13. Mengidentifikasi peninggalan sejarah kerajaan bercorak
                          Hindu-Buddha di berbagai daerah
Alokasi Waktu        : 6 x 40 (3 kali pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
   Setelah proses pembelejaran diharapkan siswa dapat:
   1. Mendeskripsikan proses masuk dan berkembangnya agama Hindu dan
      Buddha di Indonesia
   2. Menjelaskan teori masuknya Hindu-Budha ke Indonesia
   3. Mengkaji teori yang paling mendekati kebenaran tentang proses masuk dan
      berkembangnya Hindu-Budha di Indonesia
   4. Menyebutkan kerajaan Hindu pertama di Indonesia beserta bukti tertulis
   5. Menunjukkan pada peta daerah-daerah yang dipengaruhi unsur budaya
      Hindu Buddha di Indonesia




                                       7
   6. Mendeskripsikan peranan Sriwijaya sebagaii kerajaan maritime terbesar
       dinusantara.
   7. Mendeskripsikan kaitan antara kerajaan singosarii dengan kerajaan
       Mojopahit.
   8. Mendeskripsikan tentang upaya penyatuan nusantara oleh Gajah Mada pada
       masa pemerintahan Hayam Wuruk.
   9. Mendiskusikan pengaruh Hindu Budha terhadap kehidupan masyarakat di
       Indonesia
   10. Menyusun kronologi perkembangan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
   11. Mengidentifikasi karya sastra peninggalan kerajaan Hindu-Budha di Indonesia
   12. Mengidentifikasi sumber-sumber sejarah kerajaan Hindu-Budha di Indonesia
   13. Mengidentifikasi peninggalan sejarah kerajaan bercorak Hindu-Buddha di
       berbagai daerah

B. MATERI PEMBELAJARAN
   1. Proses masuk dan berkembangnya Hindu-Budha ke Indonesia
   2. Teori masuknya Hindu-Budha ke Indonesia
       a. Teori Brahmana
       b. Teori Ksatria
       c. Teori Waisya
   3. Teori Arus balik
   4. Kerajaan Kutai dan sumber-sumber tertulisnya
   5. Peta persebaran pengaaruh Hindu Budha di Indonesia
   6. Peranan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim terbesar di nusantara
   7. Kaitan antara Kerajaan Singosari dan Majapahit.
   8. Upaya penyatuan nusantara oleh Gajahmada dan Hayam Wuruk
   9. Pengaruh Hindu Budha terhadap kehidupan masyarakat
   10. Kronologi perkembangan kerajaan Hindu Budha
   11. Hasil karya sastra yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia
   12. Sumber-sumber sejarah kerajaan Hindu-Budha di Indonesia
   13. Peninggalan sejarah Kerajaan bercorak Hindu-Budha di Indonesia

C. METODE PEMBELAJARAN
   1. Ceramah bervariasi dengan tanya jawab
   2. Diskusi kelompok
   3. Observasi
   4. Tugas Terstruktur
   5. Pendekatan: CTL

D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
    Pertemuan                                              Alokasi       Sumber
                     Kegiatan Pembelajaran
        ke                                                 Waktu          Bahan
              1. Pendahuluan
                 a. Pemberian salam
                 b. Menyampaikan tujuan
                 c. Apersepsi menanyakan hal-hal
                    yang berkaitan dengan Hindu
         1          Budha
              2. Kegiatan Inti
              a. Menceritakan kembali proses
                 masuk dan berkembangnya Hindu
                 Budha di Indonesia.
              b. Menjabarkan teori masuk dan




                                        8
       berkembangnya Hindu-Budha di
       Indonesia
    c. Membuat kesimpulan teori yang
       paling mendekati kebenaran
       tentang proses masuk dan
       berkembangnya Hindu Budha di
       Indonesia
    d. Menyebutkan kerajaan Hindu pertama
       di Indonesia beserta bukti tertulis
    e. Penutup
       a. Kesimpulan
       b. Refleksi
       c. Evaluasi
    1. Pendahuluan
       a. Pemberian salam
       b. Menyampaikan tujuan
       c. Apersepsi menanyakan hal-hal
          yang berkaitan dengan kerajaan
          Hindu Budha di Indonesia
    2. Kegiatan Inti
    a. Menyebutkan dengan menunjuk
       pada peta daerah-daerah yang
       dipengaruhi unsur Budaya Hindu
       Budha di Indonesia
2   b. Menceritakan kembali peranan
       Sriwijaya sebagai kerajaan besar
       dinusantara.
    c. Menyimpulkan         kaitan      antara
       kerajaan       singosarii       dengan
       kerajaan Mojopahit.
    d. Menjelaskan        tentang        upaya
       penyatuan nusantara oleh Gajah
       Mada pada masa pemerintahan
       Hayam Wuruk.
    e. Mempresentasikan hasil diskusi
       pengaruh Hindu Budha di Indonesia.
    3. Penutup
       a. Kesimpulan
       b. Refleski
       c. Evaluasi
    1. Pendahuluan
       a. Pemberian salam
       b. Menyampaikan tujuan
       c. Apersepsi menanyakan hal-hal
          yang berkaitan dengan kerajaan
          Majapahit.
3   2. Kegiatan Inti
    a. Membuat peta konsep urutan
         perkembaangan kerajaan Hindu-
         Budha di Indonesia
    b. Membuat tabel klasifikasi hasil
         karya sastra peninggalan Hindu
         Budha di Indonesia




                             9
                  c.   Membuat tabel pengelompokan
                       sumber-sumber sejarah kerajan
                       Hindu-Budha di Indonesia
                  d. Membuat tabel pengelompokan
                       hasil peninggalan sejarah
                       kerajaan bercorak Hindu Budha
                       di berbagai daerah di Indonesia.
                  3. Penutup
                     a. Kesimpulan
                     b. Refleksi
                     c. Evaluasi

E. SUMBER BELAJAR
   1. Buku IPS Terpadu kelas VII untuk SMP, Penerbit Erlangga, Ganesa, Balaii
      Pustaka, Tiga Serangkai, Yudistira.
   2. Atlas sejarah / peta sejarah
   3. Gambar-gambar candi di Indonesia

F. PENILAIAN
   a. Teknik                : Tertulis
   b. Bentuk Instrumen      : Subyektif Test
K.D   Indikator                 Penilaian Tertulis
5.1       1       1. Jelaskan proses masuk dan
                      berkembangnya Hindu Budha di Indonesia.
          2       2. Jelaskan teori masuk dan berkemangnya
                      Hindu-Budha di Indonesia
          3       3. Buatlas sebuah kesimpulan teori yang
                      paling mendekati kebenaran tentang proses
                      masuk dan berkembangnya Hindu Budha di
                      Indonesia
          4       4. Sebutkan kerajaan Hindu pertama di
                      Indonesia beserta bukti tertulis
          5       5. Sebutkan daerah-daerah yang dipengaruhi
                      unsur Budaya Hindu Budha di Indonesia
          6       6. Jelaskan kembali peranan Sriwijaya sebagai
                      kerajaan besar dinusantara.
          7       7. Jelaskan kaitan antara kerajaan singosarii
                      dengan kerajaan Mojopahit.
          8       8. Jelaskan tentang upaya penyatuan
                      nusantara oleh Gajah Mada pada masa
                      pemerintahan Hayam Wuruk.
          9       9. Jelaskan pengaruh Hindu Budha di
                      Indonesia.
         10       10. Buatlah peta konsep urutan
                      perkembaangan kerajaan Hindu-Budha di
                      Indonesia
         11       11. Buatlah tabel klasifikasi hasil karya sastra
                      peninggalan Hindu Budha di Indonesia
         12       12. Buatlah tabel pengelompokan sumber-
                      sumber sejarah kerajan Hindu-Budha di
                      Indonesia
         13       13. Buatlah tabel pengelompokan hasil




                                        10
                   peninggalan sejarah kerajaan bercorak
                   Hindu Budha di berbagai daerah di
                   Indonesia.



        Mengetahui                              Mojokerto, Juli 2008
Kepala SMP Negeri 1 Mojokerto                   Guru Mata Pelajaran




 Dra. Hj. CHOIRUN NISA                        HARI BUDIYANTO, S.Pd
      NIP 131456897                              NIP 132174882




                                     11
12

								
To top