contoh program pascal

Document Sample
contoh program pascal Powered By Docstoc
					CONTOH PROGRAM PENJUMLAHAN SEDERHANA PASCAL

Contoh program penjumlahan sederhana : .

buka program turbo pascal 7
1. ketik uses crt;
2. ketik var a,b,c : integer; ( ini mengenalkan variable, dan datanya itu bertype integer).
3. lalu ketik,
begin ( bagian pernyataan).

clrscr; ( fungsinya untuk menghapus).

write(‘a:’); ( untuk menampilkan huruf a:).

readln(a); ( untuk menginput, lalu menampilkan data integer yang di masukan).

write(‘b:’); ( untuk menampilkan huruf b:).

readln(b); ( untuk menginput, lalu menampilkan data integer yang di masukan).

c: = a+b; ( c adalah hasil nilai penjumlahan dari a + b).

writeln (‘c:’,c); ( menampilkan c:).

readln; ( menampilkan hasil c:).

end. ( mengakhiri ).



Saya akan membuat contoh program pascal,,,
tapi saya akan membuat contoh yang sedderhana dahulu di dalam pascal...
nh lah scriptnya...

Program latihan;
uses crt;
var
x,y:integer;
begin
clrscr;
write('x= ');read(x);
writeln;
wrtiteln('Nilai y=x+5');
y:=x+5;
write('y= ',y);
read(x);
end.
yang dmana susunan dalam penulisan pascal...
program (nama program);
var
y,x:integer;         (deklarasi)
begin              (statements)
end.




Silakan dicoba listing program sederhana di bawah ini :

program biodata;
uses crt;
var
    nama, alamat : string;
    umur          : integer;
begin
clrscr;
writeln('===========================================');
writeln('                    Biodata');
writeln('===========================================');
write('Nama      : '); readln(nama);
write('Umur      : '); readln(umur);
write('Alamat    : '); readln(alamat);
writeln('-------------------------------------------');
writeln('Jadi data Anda : ');
writeln('Anda bernama ',nama,'. Umur Anda ',umur,' tahun. Anda
tinggal di ',alamat,'.');
writeln;
readkey;
end.

Program di atas adalah sebuah program biodata, langsung tulis saja di programnya *capek,
nggak sih nulisnya?*. Sebenarnya ada cara yang lebih mudah untuk menyalin listing
program di atas ke TPX nya, baca di sini.

Kalau sudah ditulis semua, silakan compile program tersebut untuk melihat hasilnya.

Cara meng-compile nya sebagai berikut :

   1. Klik RUN
   2. Klik Run

Hwhwhwh… cara yang lebih mudah yaitu hanya dengan menekan tombol Ctrl + F9.

Udah kelihatan kan hasilnya?
Nah coba dicermati dulu…. penjelasannya ada di bawah :

      ‘Uses Crt’ merupakan salah satu unit di pascal. Unit yang satu ini harus digunakan
       jika ingin menggunakan perintah ‘clrscr’ (perintah untuk membersihkan layar) dan
       ‘readkey’ (perintah untuk membaca masukan user).
      ‘Var’ merupakan bagian pendeklarasian variabel yang di dalamnya memuat tipe-tipe
       data, seperti string, integer, byte, word, char, dll. Mengenai tipe-tipe data akan
       dibahas di artikel selanjutnya.
      Setiap listing program utama harus diawali dengan huruf ‘begin’ dan diakhiri dengan
       ‘end.’ (ingat! jangan lupa titik(.) nya pada end.)
      Perintah untuk mencetak adalah ‘write’. Jadi kalau mau mencetak “Halo, saya pascal”
       yaitu dengan perintah :

       write('Halo, saya pascal')

       Tapi selain write, ada juga perintah ‘writeln’. Bedanya kalau ‘write’ setelah mencetak
       kursornya tetap disamping, sedangkan kalau ‘writeln’ kursornya ke bawah. Untuk
       contohnya dapat dicermati dari listing program tadi.

      Perintah ‘read’ dan ‘readln’ digunakan untuk membaca input yang dimasukkan user.
       Perbedaan antara keduanya sama dengan ‘write’ dan ‘writeln’.
      Jangan lupa untuk menuliskan tanda titik dua (;) di setiap akhir baris program.

Mengertikah? Atau bingugkah? O_o

Yah… wajar sih kalau Anda nggak ngerti, soalnya saya kan nggak pintar nulis

Sekian dulu… *ternyata capek juga nulisnya*

Secara singkat, struktur program pascal terdiri dari :

1. Judul program

2. Blok program

   1. Bagian deklarasi

      deklarasi variabel
      deklarasi tipe
      deklarasi konstanta
      deklarasi label
      deklarasi prosedur
      deklarasi fungsi

2. Bagian pernyataan

Penjelasan :
       Bagian judul harus diletakkan di awal program (paling atas) dan diakhiri dengan titik
        koma (;). Namun, sebenarnya sebuah program boleh saja jika tidak menggunakan
        judul, karena tidak terlalu penting, hanya agar rapi saja. Judul program itu contohnya :

        program Coba_coba;

       Deklarasi variabel biasanya digunakan di setiap program. Hampir setiap program
        memerlukannya. Kata var digunakan sebagai judul di bagian deklarasi variabel dan
        diikuti oleh satu atau lebih pengenal (identifier) yg dipisahkan oleh tanda koma (,)
        diikuti dengan tanda titik dua ( : ) lalu tipe data dan diakhiri dengan titik koma (;).

Contoh :

        var
               nama, alamat : string;
               umur, tanggal lahir : integer;

       Untuk deklarasi tipe, lebih baik kita mulai dari contoh nya :

        type
            pecahan = real;
            bulat = integer;
            huruf = string;
            karakter = char;
            logika = boolean;
        var
            nama : huruf;
            sekolah : logika;
            umur : pecahan;
            predikat : karakter;

Sekarang jelas bahwa deklarasi tipe digunakan untuk membuat nama lain dari identifier,
sehingga dapat memudahkan dalam mengingat tipe data saat membuat variabel. Deklarasi
tipe diawali dengan kata type, simbol yang digunakan adalah tanda sama dengan (=), dan
diakhiri dengan titik koma (;).

       Untuk menetapkan sesuatu yang mutlak dan tidak dapat diubah, kita dapat
        menggunakan deklarasi konstanta. Deklarasi konstanta diawali dengan kata Const,
        menggunakan tanda sama dengan (=), dan diakhiri dengan titik koma (;).

Contoh :

       const
               gaji = 200000;
               utang = 50000;

       Jika program Anda ingin loncat dari baris yang satu ke baris yang lain, maka Anda
        memerlukan goto dan deklarasi label untuk mewujudkannya. Pendeklarasian label
        diawali dengan kata label diikuti oleh identifier label dan diakhiri dengan titik koma
        (;).
Contoh :

       label
          pertengahan, 300, selesai;
       begin
       writeln('halo');
       goto 300;
       writeln('saya');
       goto pertengahan;
       writeln('pascal');
       writeln('^_^');
       goto selesai;
       300:
       writeln('nama');
       pertengahan:
       writeln('program');
       selesai;
       end.

Untuk pendeklarasian yang lain (deklarasi prosedur dan fungsi) Insya Allah akan saya muat
di artikel berikutnya karena sudah lebih spesifik.

Pascal adalah sebuah bahasa pemrograman yang pertama kali di buat oleh Profesor Niklaus
Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun
1971. Dengan mengambil nama dari matematikawan Perancis, Blaise Pascal, yang pertama
kali menciptakan mesin penghitung, Profesor Niklaus Wirth membuat bahasa Pascal ini
sebagai alat bantu untuk mengajarkan konsep pemrograman komputer kepada mahasiswanya.
Selain itu, Profesor Niklaus Wirth membuat Pascal juga untuk melengkapi kekurangan-
kekurangan bahasa pemrograman yang ada pada saat itu, sehingga pascal mempunyai banyak
kelebihan-kelebihan diantaranya :

       tipe Data Standar, tipe-tipe data standar yang telah tersedia pada kebanyakan bahasa
        pemrograman. Pascal memiliki tipe data standar seperti : boolean, integer, real, char,
        string, word.
       User defined Data Types, programmer dapat membuat tipe data lain yang diturunkan
        dari tipe data standar.
       Strongly-typed, programmer harus menentukan tipe data dari suatu variabel, dan
        variabel tersebut tidak dapat dipergunakan untuk menyimpan tipe data selain dari
        format yang ditentukan.
       Terstruktur, memiliki sintaks yang memungkinkan penulisan program dipecah
        menjadi fungsi-fungsi kecil (procedure dan function yang merupakan program kecil
        di dalam program) yang dapat dipergunakan berulang-ulang.
       Sederhana dan Ekspresif, memiliki struktur yang sederhana dan sangat mendekati
        bahasa manusia (bahasa Inggris) sehingga mudah dipelajari dan dipahami.

Hebatnya lagi, bahasa PASCAL masih digunakan sebagai standar bahasa pemrograman
TOKI (Tim Olimpiade Komptuter Indonesia) dan IOI (International Olympiad in
Informatics), lho…
Contoh program Pascal yang paling sederhana yaitu :

Program program_pertamaku;
begin
end.

Nah, program diatas merupakan program paling sederhana dari bahasa Pascal.

Program program_pertamaku;

Baris program di atas merupakan bagian judul program. Setiap program tidak diharuskan
menggunakannya, biasanya sih seorang programmer menggunakannya hanya agar listing
programnya kelihatan rapi.
Tapi saya sangat sarankan untuk menggunakannya, kan enak kalau rapi


begin
end.

Bagian di atas merupakan bagian program utama, di sini lah programmer menuliskan
perintah – perintah nya.

Jika program ini di-compile, hasilnya tidak ada apa-apa karena di bagian program utama
tidak diisi apapun.

Selain bagian judul program dan program utama, bagian penting lainnya yaitu bagian
deklarasi.

Karena program yang sedang kita bahas adalah program yang paling sederhana, maka tidak
memerlukan deklarasi.

Namun, setahu saya semua program memerlukan bagian deklarasi, baik itu deklarasi variabel,
konstanta, tipe, dan label.

Wah2.. Rumitkah? Kalau Anda menganggapnya rumit ya rumit, tapi kalau Anda
menganggapnya nggak rumit ya nggak rumit. Yang pasti nggak usah dijaiin rumit, lah. Kalau
kita berusaha Insya Alah bisa

Hmm…. apa saya sudah terlalu jauh ngebahas nya pada pengenalan ini, ya?

Oke, deh…. selebihnya akan saya lanjutkan di artikel2 berikutnya.

Sampai jumpa
Kalkulator sederhana

uses wincrt;
var x,y,hasil:real;
jawab:char;
begin
  write ('masukan angka ke-1:');readln (x);
  write ('pilih operator: (+)/(-)/(*)/(/)');readln (jawab);
  write ('masukan angka ke-2:');readln (y);
  if ( jawab= '+') then
  begin
     hasil:= x+y
  end;
  if ( jawab = '-') then
  begin
     hasil:= x-y
  end;
  if ( jawab = '*') then
  begin
     hasil:= x*y
  end;
  if (jawab='/') then
  begin
     hasil:= x/y
  end;
  write ('hasilnya: ',(hasil):5:2);
end.

Dibawah ini adalah program pertukaran uang dari rupiah ke dolar atau sebaliknya dari dolar
ke rupiah menggunakan percabangan if or then else.

uses wincrt;

var a : char;
  j,ntr,ntd,h,s : longint;
  satuan1,satuan2 : string;
begin
  write ('tukar rupiah atau dolar ? (r/d) '); readln (a);
  writeln;
  if (a='r') or (a='R') then
  begin
     write ('jumlah rupiah : '); readln (j);
     write ('nilai tukar rupiah terhadap dolar : '); readln (ntr);
     h := j div ntr ;
     s := j mod ntr ;
     satuan1 := ‘dolar’;
     satuan2 := ‘rupiah’;
  end
  else
  begin
     write ('jumlah dolar : '); readln (j);
     write ('nilai tukar dolar terhadap rupiah : '); readln (ntd);
     h := j*ntd;
     satuan1 :=’rupiah’;
  end;
  writeln;
  writeln ('hasil : ',h,’ ‘,satuan1);
  if (a = ‘r’) then
  writeln (‘sisa : ‘,s,’ ‘,satuan2);
end.
Tampilan
tukar rupiah atau dolar ? (r/d) r
jumlah rupiah : 1000000
nilai tukar rupiah terhadap dolar :9800
hasil : 102 dolar
sisa : 400 rupiah
atau
tukar rupiah atau dolar ? (r/d) d
jumlah dolar : 58
nilai tukar dolar terhadap rupiah : 10500
hasil : 609000 rupiah

logika

var a menggunakan char sebab yang dibaca adalah bentuk karakter, r dan d.
var j(jumlah),ntr (nilai tukar rupiah),ntd (nilai tukar dolar),h (hasil),s (sisa) menggunakan
longint sebab uang yang akan ditukarkan dan hasil bisa mencapai 2 milyar lebih. Tetapi
jumlah yang dimasukkan dan hasil tidak boleh melebihi 2.147.483.647.
var satuan1,satuan2 menggunakan string sebab tipe data yang dimasukkan berupa
karakter/kata.
Pertama memilih pertukaran, bila ingin menukarkan rupiah ketik r dan bila ingin menukarkan
dolar ketik d lalu enter.
Bila yang diketik r atau R maka program akan mengerjakan pertukaran rupiah.
Jumlah rupiah diinputkan 1000000
Nilai tukar rupiah terhadap dolar diinputkan 9800
Karena dalam dolar tidak ada pecahan maka,
Rumus hasil adalah j div ntr {div adalah integer division atau pembulatan pembagian}. Jadi
1000000 dibagi 9800 dibulatkan hasilnya 102.
Rumus sisa adalah j mod ntr {mud adalah remainder atau sisa hasil bagi yang dibulatkan}.
Jadi 1000000 mod 9800 adalah 400 karena 1000000 dibagi 9800 dibulatkan menjadi 102 dan
masih mempunyai sisa 400.
Satuan1 untuk memberi keterangan dolar dibelakang angka pada hasil dalam pertukaran
rupiah ke dolar.
Satuan2 untuk memberi keterangan rupiah dibelakang angka sebab sisa masih dalam bentuk
rupiah.
karena huruf yang diketikkan dalam pertukaran adalah r/R, maka akan ditampilkan hasil dan
sisa, tamplannya sebagai berikut:
hasil : 102 dolar
sisa : 400 rupiah
bila diketik dolar maka program akan mengerjakan pertukaran dolar ke rupiah.
Jumlah dolar diinputkan 58
Nilai tukar dolar terhadap rupiah diinputkan 10500
Karena hasilnya akan lebih banyak karena akan dalam bentuk rupiah maka
Rumus hasil jumlah dikalikan nilai tukar dolar. Dan tanpa sisa.
Satuan1 untuk member keterangan rupiah dibelakang angka pada hasil dalam pertukaran
dolar ke rupiah.
karena huruf yang diketikkan dalam pertukaran bukan r/R, maka yang ditampilkan hanya
hasil saja. tampilannya sebagai berikut :

hasil : 609000 rupiah
Array adalah variabel yang dapat menyimpan lebih dari satu nilai sejenis. Terdapat dua
bagian penting yaitu elemen array yang merupakan nilai dan endeks array yang merupakan
nilai urut untuk mengakses nilai pada array.
Berikut ini contoh array A dengan 10 buah elemen tiap elemen memiliki nilai antara 10
hingga 100.

A[1]     A[2]     A[3]    A[4]     A[5]      A[6]     A[7]    A[8]      A[9]     A[10]
1        2        3       4        5         6        7       8         9        10
10       20       30      40       50        60       70      80        90       100
Deklarasi Array.
Array dideklarasikan pada bagian deklarasi. Deklarasi umum dari array adalah
NamaArray : array[IndeksAwal..IndeksAkhir] of tipe_data;

Contoh: Jika akan mendeklarasikan viriabel A sebagai Array dengan 10 elemen bertipe
integer :
Var
A: array [1..10] of Integer;
Contoh lain:
A1: array[0..9] of Integer;
A1: array[10..20] of Integer;
A1: array[‘a’..’j’] of Integer;
Mengakses elemen Array
Untuk memberikan nilai pada variabel array dapat dengan menggunakan parameter berikut :
NamaArray [indeks]:=nilai;

Contoh
Var
A: array[1..10] of integer;
Begin
A[1]:=1; {Mengisikan elemen 1 dengan nilai 1}
A[9]:=200; {Mengisi elemen 9 dengan nilai 200};
End.
Array sebagai konstanta

Nilai pada array dapat bernilai konstan. Dapat kita lakukan dengan mendeklarasikannya pada
bagian constanta.
Bentuk umum pendeklrasiannya adalah:
Const
NamaArray : array[IndeksAwal..IndeksAkhir] of Tipe_Data = (nilai1, nilai2,………);
Banyaknya nilai konstanta harus sama dengan jumlah elemennya.
Contoh penggunaanya
Program ArrayKonstanm;
Uses Wincrt;
Const
Hari : array[1..2] oof string = (’senin’,’selasa’,'rabu’,'kamis’,'jumat’,’sabtu’,'minggu’);
Var
noHari:integer;
begin
clrscr;
write(‘Masukan nomor harinya : ‘);readln(noHAri);
write(‘Hari ke’,noHari,’adalah’,Har[noHari]);
end.
Jika dieksekusi maka hasilnya adalah:
Masukan nomor harinya : 2
Hari ke 3 adalah rabu
Array saebagai parameter

Array pada waktu tertentu dapat digunakan sebagai parameter dari suatu proesdur atyau
fungsi. Contoh
Type
Bilangan = array [1..100[ of integer;
Procedure InputArray(A:bilangan; N:integer);
var
i:integer;
begin
for i:=1 to N do
write('Masukan elemen array ke ',i); readln(A[i]);
end.
Contoh diatas adalah prenggunaan array sebagai parameter untuk memberikan nilai pada
suatu array tertentu.
Array berisi record
Caranya adalah mendefinisikan record terlebih dahulu yang kemudian akan digunakan
sebagai tipe data pada saat pendeklarasiaan array. Contoh:
Type
Tsiswa = record
NIM:=string[9[;
Nama:string[25];
End;
TkumpulanSiswa = array [1..100] of Tsiswa;

Var
A: TkumpulanSiswa;

Variabel A diatas akan menampung 100 buah record yang bertipe Tsiswa. Sementara untuk
record berisi array dengan contoh perhitungan nilai siswa berikut : Nilai = (20% * kuis) +
(30% * UTS) + (50% * UAS). Maka kita dapat mendefinisikan mahasiswa sebagai tipe
record yang memiliki 3 nilai dengan menggunakan array. Yaitu:
Type
Tsiswa = record
NIM:=string[9[;
Nama:string[25];
Nilai = array [1..3] of real;
Kode diatas menunjukan bahwa setiap mahasiswa memiliki 3 nilai.
Metode pencarian pada Array
Ada beberapa macam teknik dalam mendapatkan nilai dari suatu elemen pada array salh
satunya dengan metode pencarian beruntun.Contoh:
Program CaraiBeruntun;

Uses Wincrt;
Const
N : array[1..5] of integer= (10,20,30,40,50);
Var
a,b,index : integer;
begin
clrscr;
write(‘Masukan nilai yang akan dicari : ’);readln(a);
index:=0;
for b:=1 to 5 do begin
if N[b] = a then begin
index:=b;
break;
end;
end;
writeln(a,’ adalah nilai yang ditemukan pada index ke ’,index);
end.
Array 2 dimensi
Array 2 dimensi adalah array yang memiliki 2 buah elemen bertipe array yang berbentuk
kolom dan baris. Pendeklarasiannya adlah sebagai berikut:
NamaArray : array[1..BanyakBaris, 1..BanyakKolom] of tipe_data;
Contoh
Array2D : array[1..3, 1..4] of integer;
Sedangkan untuk mengaskes maupun memberikan nilai dengan parameter:
Array2D [2,3]:=200; {Mengisikan nilai 200 pada baris 2 kolom 3}

Reserved Word

Reserved Word adalah kata-kata baku yang digunakan dalam program dan sudah

terintergrated dalam pascal dan juga mempunyai bentuk serta kegunaan tertentu yang

telah didefinisikan oleh Pascal.

Reserved Word tidak boleh didefinisikan kembali oleh pemakai, sehingga tidak dapat

digunakan sebagai pengenal (Identifier). Dalam bahasa pemrograman Pascal,

beberapa Reserved Word dalam Pascal anatra lain:

AND DOWNTO IN OF STRING

ASM ELSE INHE RITED OR THEN

ARRAY END INLINE PACKED TO

BEGIN EXPORTS INTERFACE TYPE PROCEDURE

CASE FILE LABEL PROGRAM UNIT

CONST FOR LIBRARY RECORD UNTIL
REPEAT USES FUNCTION MOD CONSTRUCTOR

GOTO NIL SET VAR DESTRUCTOR

DIV IF NOT SHL WHILE

DO OBJECT SHR WITH IMPLEMENTATION

.

Selain dari Reserved Word di atas, Turbo Pascal masih memiliki tambahan Reserved

Word berikut:

ABSOLUTE ASSEMBLER ( ) FAR FORWARD INDEX

Beberapa Statemen Turbo Pascal

Statemen adalah perintah untuk pengerjaan program pascal. Statemen terletak di bagian

deklarasi statemen dengan diawali oleh kata cadangan BEGIN dan diakhiri dengan kata
cadangan END. Akhir dari setiap statemen diakhiri dengan titik koma [;]. Statemen statemen
dalam bahasa Pascal terdiri dari pernyataan yang berupa fungsi dan prosedur yang telah
disediakan sebagai perintah standar Turbo Pascal.

1. Statemen-statemen yang digunakan untuk input/output.

# Read/Readln [prosedur].

Perintah ini digunakan untuk memasukkan [input] data lewat keyboard ke dalam suatu
variabel.

Sintaks: Read/Readln(x); (ingat, selalu diakhiri dengan titik koma [;])

Keterangan : x = variabel.

Read = pada statemen ini posisi kursor tidak

pindah ke baris selanjutnya.

Readln = pada statemen ini posisi kursor akan

pindah ke baris selanjutnya setelah di

input.

# ReadKey [fungsi].

Untuk pembacaan sebuah karakter dari keyboard. Tipe data
yang dihasilkan adalah char.

Sintaks: ReadKey;

# Write/Writeln [prosedur].

Digunakan untuk menampilkan isi dari suatu nilai variable di

layar.

Sintaks: Write/Writeln(x);

Keterangan : x = variabel.

Write/Writeln = statement ini digunakan untuk mencetak

variable ke dalam monitor

Contoh :

Program input;

Uses Crt;

Var nm : String;

npm : String;

Begin

Clrscr;

Writeln (‘masukkan nama dan NPM ‘);

Writeln (‘——————————’);

Write (‘nama anda : ‘);

Readln (nm);

Writeln (‘NPM anda : ‘);

Readln (npm);

End.

Bila dijalankan hasilnya adalah:

masukkan nama dan NPM
——————————

nama anda : ( di input )

NPM anda : ( di input )

2. Statemen-statemen yang digunakan untuk pengaturan letak layar.

# ClrScr [prosedur].

Perintah ini digunakan untuk membersihkan layar.

sintaks: ClrScr; ..[Clear screen]

# GotoXY[prosedur].

Untuk menempatkan posisi kursor pada layar.

Sintaks: GotoXY(X, Y: Byte);

Keterangan : X = sumbu X (posisi horisontal)

Y = sumbu Y (posisi vertikal)

# DelLine [prosedur].

Untuk menghapus sebuah baris pada posisi kursor dan menaikkan

baris-baris dibawahnya.

Sintaks: DelLine;

# InsLine [prosedur].

Untuk menyisipkan sebuah baris pada posisi kursor dan meng-

geser kebawah tampilan-tampilan baris dibawahnya.

Sintaks: InsLine;

# Delay [prosedur].

Untuk menghentikan sejenak proses program.

Sintaks: Delay (MS: Word);

Keterangan : variable MS = ukuran waktu dalam milisecond.

Contoh :
Program Layar;

Uses Crt;

Var x : Char;

Begin

ClrScr;

GotoXY(35,10);Writeln (‘I Love Dinda’);

Write (tunggu sebentar…!!’);

Delay (5000);

InsLine;

GotoXY (35,11);Writeln (‘Aku sayang kamu’);

GotoXY(01,13);Writeln (‘Tekan Enter !’);

Delay(1000);

GotoXY(15,12);

DelLine;

Read(x);

End.

Hasilnya adalah :

I Love Dinda

tunggu sebentar…!!

Aku sayang kamu

Tekan Enter !

3. Statemen yang digunakan untuk memanipulasi string.

# ConCat[fungsi].

Untuk menggabungkan 2 atau beberapa variabel string.

Sintaks: ConCat (s1 [,s2,...,sn]: String) : String;
contoh: ConCat (‘ABC’,'DEF’) { ABCDEF }

# Copy [fungsi].

Mengambil satu atau beberapa karakter dari sebuah string.

Sintaks: Copy (S,Index,Count) : String;

Keterangan :

S = sebuah string (string).

Index = posisi awal kita akan mengambil beberapa

karakter (integer)

Count = banyaknya karakter yang akan diambil (integer).

# Delete [prosedur].

Menghapus sebagian karakter dari sebuah string.

Sintaks: Delete (S,Index,Count);

Keterangan : sama dengan statemen Copy.

# Insert [prosedur].

Menyisipkan satu atau beberapa karakter ke dalam sebuah string.

Sintaks: Insert (Source,var S,Index);

Keterangan : Source = sumber string untuk disisipi (string)

var S = string tujuan yang akan disisipi oleh

string Source (string)

Index = posisi mulai (integer).

# Length [fungsi].

Memberikan nilai panjang dari suatu string (jumlah karakter dalam string).

Sintaks: Length (S);

Keterangan : S = string

Length(S) menghasilkan nilai integer.
# Pos [fungsi].

Mencari posisi sebuah bagian string (substring) didalam

sebuah string.

Sintaks: Pos (Substr,S); {menghasilkan nilai Byte}

Keterangan : Substr = substring yang akan dicari posisinya di

dalam sebuah string S.

Bila bernilai 0 berarti nilai string yang dicari tidak ada.

# Str [prosedur].

Merubah nilai numerik ke dalam nilai string.

Sintaks: Str (N,S);

Keterangan :

N = data tipe integer,

S = data tipe string.

# Val [prosedur].

Merubah nilai string ke dalam nilai numerik.

Sintaks: Val (S,N,P);

Keterangan :

S = nilai string,

N = nilai real,

P = posisi salah.

Nilai string harus berisi angka, plus atau minus, bila tidak

berarti kesalahan dan letak kesalahannya ditunjukkan oleh va-

riabel posisi salah. Jika benar, maka nilai variabel tsb = 0

(nol).

# UpCase [fungsi].
Memberikan huruf kapital dari argumen.

Sintaks: UpCase (S);

Keterangan :

S = variabel bertipe karakter.

Contoh :

Program Man_String;

Uses Crt;

Var s : String;

l : Integer;

h : String;

Const a=’Dinda’;

b=’Bayi ‘;

c=’Sehatku’;

Begin

ClrScr;

s:= ConCat (a,b,c);

Writeln (s);

Insert (‘ & ‘,s,6);

Writeln(s);

Delete (s,7,7);

Writeln (s);

h:=Copy (s,1,5);

Writeln (h);

l:= Length(s);

Writeln (‘Panjangnya string S : ‘,l);
Writeln (‘Posisi “Sehat” pada nilai S : ‘,POS(‘Sehat’,s));

End.

Hasilnya adalah :

DindaBayiSehatku

Dinda & Bayi Sehatku

Dinda Sehatku

Dinda

Panjangnya string S : 16

Posisi “Sehat” pada nilai S : 7

4. Statemen-statemen untuk perhitungan aritmatik.

# Abs [fungsi].

Memberikan nilai mutlak dari suatu argumen.

Sintaks: ABS(x);

# ArcTan[fungsi].

Memberikan nilai dari fungsi arctangent dari perhitungan

goniometri.

Sintaks: ArcTan (x);

dimana x dapat bertipe real atau integer dan akan menghasil-

kan nilai bertipe real.

# Cos [fungsi].

Memberikan nilai dari fungsi Cosinus.

Sintaks: Cos (x);

# Exp [fungsi].

Menghitung nilai pangkat dari bilangan e (bilangan alam),

yaitu sebesar x.
Sintaks: Exp (x);

x dapat bertipe real atau integer dan akan menghasilkan

nilai bertipe real.

# Frac [fungsi].

Untuk mendapatkan nilai pecahan dari suatu bilangan.

Sintaks: Frac (x);

Tipe dari x sama seperti yang diatas.

# Int [fungsi].

Memberikan nilai integer (bilangan bulat) dari suatu variabel

dengan membuang bilangan di belakang koma.

Sintaks: Int (X);

# Ln [fungsi].

Digunakan untuk menghitung nilai logaritma alam (natural

logarithm) dari nilai x.

Sintaks: Ln (x);

# Sin [fungsi].

Memberikan nilai dari fungsi Sinus.

Sintaks: Sin (x);

# Sqr [fungsi].

Digunakan untuk menghitung nilai pangkat kuadrat dari suatu

bilangan.

Sintaks: Sqr (x);

Tipe dari x bisa berupa real maupun integer. Dan hasilnya a-

kan sama dengan tipe dari x.

# Sqrt (fungsi).
Digunakan untuk menghitung nilai akar dari suatu bilangan.

Sintaks: Sqrt (x);

Contoh :

Program Aritmatik;

Uses Crt;

Var x : Real;

Begin

Clrscr;

Write(‘Masukkan nilai dari X = ‘);

Readln (x);

If x <0 Then x:=Abs (x);

Writeln(‘Nilai X = ‘,x:5:2);

Writeln (‘Nilai eksponentialnya = ‘,EXP(x):9:3);

Writeln (‘Nilai logaritma alamnya = ‘,LN(x):9:3);

Writeln (‘Nilai integernya = ‘,INT(x):5:2);

Writeln (‘Nilai fraksionalnya = ‘,FRAC(x):5:2);

Writeln (‘Nilai X dipangkatkan = ‘,SQRT(x):9:3);

Writeln (‘Nilai X diakarkan = ‘,SQRT(x):9:3);

Write(‘Nilai X jika dimasukkan dalam ‘);

Writeln(‘fungsi Sin,Cos,Tangen: ‘);

Writeln(‘- Sinus = ‘,Sin(x):9:3);

Writeln(‘- Cosinus = ‘,Cos(x):9:3);

Writeln(‘- Tangen = ‘,ArcTan(x):9:3);

End.

Hasilnya :
masukkan nilai dari X = -2.5

Nilai X = 2.50

Nilai eksponensialnya = 12,182

Nilai logarima alamnya = 0,196

Nilai integernya = 2.00

Nilai fraksionalnya = 0.50

Nilai X dipangkatkan = 6.250

Nilai X diakarkan = 1.581

Nilai X jika dimasukkan dalam fungsi Sin,Cos,Tangen:

– Sinus = 0.598

– Cosinus = -0.801

– Tangen = 1.190

5. Statemen-statemen untuk transfer nilai dari suatu variabel.

# Chr [fungsi].

Merubah nilai dari byte ke bentuk karakter yang sesuai dengan kode ASCII.

Sintaks: Chr (x);

Keterangan : x bertipe byte

contoh : Writeln (Chr (61));

hasilnya : a

# Ord [fungsi].

Merubah nilai suatu variabel dari bentuk karakter ke bentuk

longint.

Sintaks: Ord (x);

Keteranagn : x bertipe char

contoh : Writeln(Ord (‘B’)); hasilnya : 42
# Round [fungsi].

Membulatkan data tipe real ke data tipe longint.

Sintaks: Round (x);

Keterangan : Jika nilai pecahan < 0,5 maka dibulatkan kebawah.

Jika nilai pecahan > 0,5 maka dibulatkan keatas.

contoh : Writeln(‘10/3 dibulatkan = ‘,Round(10/3));

hasilnya : 10/3 dibulatkan = 3

# TRUNC [fungsi].

Membulatkan kebawah data tipe real ke data tipe longint.

Sintaks: Trunc (x);

contoh :

Writeln(‘20/3 dibulatkan kebawah = ‘,

Trunc (20/3));

hasilnya : 20/3 dibulatkan kebawah = 6

6. Statemen-statemen untuk memanipulasi data.

# Pred [fungsi].

Memberikan nilai sebelum nilai argumen dalam urutannya dalam

ASCII.

Sintaks: Pred (x);

# Succ [fungsi].

Memberikan nilai sesudah nilai argumen dalam urutannya dalam

ASCII.

Sintaks: Succ (x);

# Inc[fungsi].

Menambah (increments) nilai suatu variabel.
Sintaks: Inc (x,i); {i >= 1}

# Dec [fungsi].

Mengurangi (decrements) nilai suatu variabel.

Sintaks: DEC(x,i); {i >=1}

Contoh :

Progam Man_Data;

Uses Crt;

Type

hari = (hr0,hr1,hr2,hr3,hr4,hr5,hr6,hr7)

Var

urutanhr : hari;

Const

namahr : Array [hr1..hr7] of String [6]=

(‘Senin’,'Selasa’,'Rabu’,'Kamis’,

‘Jumat’,'Sabtu’,'Minggu’);

Begin

Writeln(‘Daftar Nama Hari);

urutanhr := hr0;

While Urutanhr < hr7 DO

Begin

urutanhr := Succ(urutanhr);

Write(‘hari ke ‘,Ord(Urutanhr):2,’ adalah ‘);

Writeln(namahr[urutanhr]);

End;

End.
hasilnya adalah :

Daftar Nama Hari

hari ke 1 adalah Senin

hari ke 2 adalah Selasa

hari ke 3 adalah Rabu

hari ke 4 adalah Kamis

hari ke 5 adalah Jumat

hari ke 6 adalah Sabtu

hari ke 7 adalah Minggu

7. Statemen-statemen tambahan (warna,suara dan window).

# TextColor [prosedur].

Untuk mengatur warna dari karakter-karakter di layar.

Sintaks: TextColor (color : Byte);

Catatan : untuk pilihan warna lihat pada buku Turbo Pascal yang anda miliki.

Daftar TextColor :

(2) .. Hijau Muda (3) .. Hijau pupus (4) .. Merah

(5) .. Ungu Tua (6) .. Kuning (7) .. Putih

(8) .. Biru Tua (9) .. Biru Cerah (10) .. Hijau Muda

(12) .. Merah Muda (13) .. Ungu Cerah (14) .. Kuning Muda

(15) .. Ungu Pupus (16) .. Hitam

Daftar TextColor dengan Blink :

(17) .. Biru Tua (18) .. Hijau Muda (19) .. Hijau Pupus

(20) .. Merah (21) .. Ungu Tua

# TextBackGround [prosedur].

Untuk mengatur warna latar belakang dari karakter-karakter di layar.
Sintaks: TextBackGround (Color : Byte);

# Window [prosedur].

Untuk membuat suatu jendela (window) yang terletak pada layar.

Sintaks: Window (x1,x2,y1,y2 : Byte);

x1,x2 = kordinat kiri atas dengan nilai maksimal

sesuai dengan mode layar.

y1,y2 = kordinat kanan bawah dengan nilai

maksimal sesuai dengan mode layar.

# TextMode [prosedur].

Untuk mengatur lebar layar, 80 kolom atau 40 kolom.

Sintaks: TextMode(Mode: Byte);

Default = C80

# Sound [prosedur].

Untuk mengaktifkan suara (beep) pada internal speaker.

Sintaks: Sound (Hz : word);

Untuk mengnonaktifkannya, gunakan statemen NoSound.

Contoh :

Program Layar2;

Uses Crt;

Begin

ClrScr;

Window (5,5,20,75);

TextBackGround(Red); .. anda juga bisa menggunakan angka (4)

TextColor(Yellow);

Sound (220);
GotoXY(10,7);

Writeln(‘I Love Dinda’);

GotoXY(11,7);

Writeln(‘Bayi Sehatku’);

NoSound;

End.

PERCABANGAN

Statemen Penyeleksian Kondisi
Statemen penyeleksian kondisi menunjukkan bahwa suatu statemen akan dikerjakan bila
suatu kondisi adalah benar. Jika kondisi salah satu syarat tidak terpenuhi maka statemen yang
lainnya setelah kata cadangan Else akan dikerjakan atau diproses. Kata else tidak boleh
diawali dengan titik koma (;) karena titik koma menunjukkan akhir dari statemen.

Struktur IF-THEN
Statemen IF-THEN digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi, jika kondisi yang diseleksi
terpenuhi, maka statemen yang mengikuti THEN akan diproses. Tetapi, apabila kondisi tidak
terpenuhi, maka yang akan diproses adalah statemen berikutnya.
Contoh program:

1    {*Program Hitung Nilai*}
2    {*keterangan: Nilai per poin=10*}
3    uses wincrt;
4    var
5    Jumlahpoin, nilaiperpoin, nilai:integer;
6
7    begin
8      write('Jumlah poin:');
9      read(Jumlahpoin);
10     write('Nilai per poin:');
11     readln(nilaiperpoin);
12     nilai:=jumlahpoin*nilaiperpoin;
13     if Jumlahpoin&gt;30 then
14        nilai:=nilai+(jumlahpoin-30)*nilaiperpoin;
15     write('Nilai yang diperoleh sebesar:',nilai);
16   End.


Hasil eksekusi dari program adalah:
Contoh1:
Jumlah poin              : 20
Nilai per poin             : 10
Nilai yang diperoleh sebesar : 200
Contoh 2:
Jumlah poin            : 40
Nilai per poin            : 10
Nilai yang diperoleh sebesar : 500
Statemen IF-THEN…ELSE digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi. Statemen 1 akan
diproses jika kondisi yang diseleksi benar, sedangkan statemen 2 akan diproses jika kondisi
yang diseleksi tidak terpenuhi.
Contoh program:
uses wincrt;
var
nilai:real;
begin
write(‘Masukkan nilai:’);
readln(nilai);
If nilai>60 then
writeln(‘Bagus’)
Else
writeln(‘Buruk’);
End.

Hasil eksekusi dari program adalah:
Masukkan nilai: 70
Bagus

Struktur CASE-OF…ELSE merupakan pengembangan dari struktur CASE-OF dan juga
merupakan pengembangan dari standar Pascal. Pada struktur CASE-OF bila tidak ada kondisi
yang terpenuhi berarti tidak ada statemen di dalam lingkungan CASE-OF yang diproses.
Dengan struktur CASE-OF…ELSE, bila tidak ada kondisi yang terpenuhi, maka statemen
yang akan diproses dalam lingkungan CASE-OF adalah statemen yang ada di ELSE.
Contoh program:
uses wincrt;
var
Pilihan:byte;
R,L,T,Luas:real;
Begin
R:=0;
L:=0;
T:=0;
ClrScr;
GotoXY(10,2);Writeln(‘–> PILIHAN < --');
GotoXY(10,4);Writeln('1.Menghitung Luas Lingkaran');
GotoXY(10,6);Writeln('2.Menghitung Luas Segitiga');
GotoXY(10,8);Writeln('3.Menghitung Luas Bujur Sangkar');
GotoXY(10,20);Write('Pilih Nomer(1-3)?');Read(pilihan);
ClrScr;
case Pilihan of
1:Begin
Write ('Jari-jari lingkaran?');Readln(R);
Luas:=Pi*R*R;
Writeln('Luas Lingkaran=',Luas:9:2);
End;
2:Begin
Write('Panjang sisi alas?');Readln(L);
Write('Tinggi Segitiga?');Readln(T);
Luas:=0.5*L*T;
Writeln;
Writeln('Luas segitiga=',Luas:9:2);
End;
3:Begin
write('Panjang bujur sangkar?');Readln(T);
Write('Lebar bujur sangkar?');Readln(L);
Luas:=T*L;
Writeln;
Writeln('Luas bujur sangkar=',Luas:9:2);
End;
Else
Begin
Writeln('Pilihannya hanya 1,2,atau3');
Writeln('Anda tadi pilih nomer berapa?......Sembarangan aja milih!!!!!!!');
End;
End;
End.
Hasil eksekusi program adalah:
-->PILIHAN<–
Menghitung Luas Lingkaran
Menghitung Luas Segitiga
Menghitung Luas Bujur-Sangkar

Pilih Nomer (1-3)? 9
Anda tadi pilih nomer berapa?……Sembarangan aja milih!!!!!!!

Statemen CASE-OF digunakan untuk memilih jika terdapat lebih dari dua kondisi yang setiapnya
memerlukan penanganan yang berbeda.
Contoh program:
uses wincrt;
var
harike:integer;
Begin
write(‘Hari ke..=’);
readln(harike);
case harike of
1:Writeln(‘Senin’);
2:Writeln(‘Selasa’);
3:Writeln(‘Rabu’);
4:Writeln(‘Kamis’);
5:Writeln(‘Jumat’);
6:Writeln(‘Sabtu’);
7:Writeln(‘Minggu’);
End;
End.
Hasil eksekusi dari program adalah:
Hari ke..= 4
Kamis

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:993
posted:6/27/2012
language:Malay
pages:30