penerapan sistem akuntansi penjualan kredit - DOC - DOC by 94e1A6

VIEWS: 0 PAGES: 78

									PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT
   PADA PT. KARYA LANCAR MANDIRI DINAMIKA
                   KENDARI




                  SKRIPSI




                  OLEH :
        ANITA HERDIANTI RACHMAN
                B1C1 06 012




           JURUSAN AKUNTANSI

            FAKULTAS EKONOMI

          UNIVERSITAS HALUOLEO

                 KENDARI

                   2011
 PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT
PADA PT. KARYA LANCAR MANDIRI DINAMIKA KENDARI




                         SKRIPSI


                     Diajukan kepada
                   Universitas Haluoleo
           Untuk memenuhi salah satu persyaratan
           Dalam menyelesaikan Progran Sarjana




                           Oleh


             ANITA HERDIANTI RACHMAN
                       B1C1 06 012




                 JURUSAN AKUNTANSI
                 FAKULTAS EKONOMI
               UNIVERSITAS HALUOLEO
                        KENDARI
                           2011
                     PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN



Yang bertanda tangan di bawah ini:

           Nama       : Anita Herdianti Rachman

           NPM        : B1C1 06 012

           Jurusan    : Akuntansi

           Fakultas : Ekonomi



Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar
merupakan hasil karya saya sendiri.


Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasil ciplakan,
maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.



                                                    Kendari,               2011

                                                    Yang membuat pernyataan,




                                                     Anita Herdianti Rachman
                        HALAMAN PERSETUJUAN




Skripsi oleh      :     Anita Herdianti Rachman ini telah diperiksa dan
                        disetujui untuk diuji.




Kendari,              2011
Pembimbing I,




H. Ishak Awaluddin, S.E.,M.Si.,Ak
Nip. 19590529 198603 1 002




Kendari,              2011
Pembimbing II,




Sitti Nurnaluri, S.E.,M.Si
NIP. 19800410 200604 2 001
                       HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi oleh : Anita Herdianti Rachman ini telah dipertahankan didepan dewan
penguji pada tanggal 08 Juli 2011, berdasarkan SK. Dekan Fakultas Ekonomi No.
1799/UN29.2/PP/2011. Dan dinyatakan lulus dihadapan komisi penguji yang
terdiri dari:


Dewan penguji :




H. Ishak Awaluddin, S.E.,M.Si.,Ak                         Ketua
NIP. 19590529 198603 1 002




H. Andi Basru Wawo, S.E.,M.Si.,Ak                        Sekretaris/Anggota
NIP. 19570312 198703 1 002




Emillia Nurdin, S.E.,M.Si                                Anggota
NIP. 19770201 200112 2 002




Sitti Nurnaluri, S.E.,M.Si                               Anggota
NIP. 19800410 200604 2 001


Mengetahui/Mengesahkan
Ketua Jurusan Akuntansi




H. Arifuddin Mas’ud, SE.,M.Si.,Ak.
NIP. 19680426 199512 1 001
                                 ABSTRAK


Anita Herianti Rachman, 2011. Penerapan Sistem Akuntansi Penjualan Kredit
     Pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari. Skripsi. Jurusan
     Akuntansi, Program Sarjana, Universitas Haluoleo. Pembimbing I: H. Ishak
     Awaluddin, SE.,M.Si.,Ak. Pembimbing II: Sitti Nurnaluri, SE.,M.Si.


       Perusahaan didirikan untuk mencari laba yang sebesar-besarnya dan untuk
dipertahankan kelangsungan hidup usahanya. Tentu saja kelangsungan usaha ini
dapat terwujud jika barang atau jasa yang ditawarkan dapat diterima di pasaran,
dan dapat menarik pangsa pasar. Oleh karena itu, penting untuk perusahaan
mempelajari sistem penjualan, karena penjualan merupakan sumber penghasilan
bagi perusahaan. Salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan penjualan
adalah dengan menggunakan sistem penjualan kredit. Untuk mencapai tujuan
tersebut, pimpinan perusahaan membutuhkan suatu sistem untuk dapat membantu
mengadakan pengendalian intern yang dapat memberi informasi sejauh mana
kemajuan perusahaan yang telah dicapai, serta dapat mempertanggungjawabkan
kekayaan perusahaan yang diserahkan padanya. Atas dasar kondisi di atas
dipandang perlu untuk mengetahui penerapan sistem penjualan kredit pada PT.
Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari.
       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem akuntansi
penjualan kredit pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari. Apakah
Sistem Akuntansi Penjualan kredit pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika
Kendari telah memenuhi Sistem Pengendalian Intern yang memadai. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif.
       Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem akuntansi
penjualan kredit pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari sudah cukup
baik namun perlu dilakukan pencatatan ke dalam jurnal penjualan dan buku besar
pada bagian akuntansi.


Kata Kunci : Sistem Akuntansi, Penjualan Kredit.
                                 ABSTRACT

Anita Herdianti Rachman, 2011. Credit Application Sales Accounting System At
     PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari. Thesis. Accounting
     Department, Graduate Program, University of Haluoleo. Mentors I: H.
     Ishak Awaluddin, SE.,M.Si,Ak. Supervising II: Sitti Nurnaluri, SE., M.Si.

      Sales is one important aspect of a company. Management companies that
are less well will hurt the company because it can impact on profitability, and
ultimately may reduce earnings. Each company has a different system of doing
business. In general, companies must have the right systems in all aspects of the
slayings. A good system is one of the keys in the control. Companies are always
trying to improve the company's revenue as well. One of the ways used to increase
sales is by using System Credit Sales.

     The study was conducted to determine the application of the accounting
system of credit sales at PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari, using
descriptive analysis method. The study conducted showed that the accounting
system of credit sales at PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari of Turkey's
good enough but need dilakuakan records into the sales journal and general
ledger accounting in part.

Keywords: Accounting Systems, Credit Sales.
                            KATA PENGANTAR

       Puji syukur kepada Allah SAW untuk segala berkat, karunia dan ridha-
Nya yang terus mengalir dalam kehidupan penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul “ Penerapan Sistem Akuntansi
Penjualan Kredit Pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari” sebagai
salah satu syarat dalam menyelesaikan program strata 1 (S1) pada Jurusan
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo Kendari.

       Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari banyaknya hambatan dan
tantangan yang dihadapi. Namun, hambatan dan tantangan tersebut dapat teratasi
berkat motivasi dan kerjasama dari berbagai pihak yang kesemuanya atas izin
Tuhan Yang Maha Pengasih. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada
Bapak H. Ishak Awaluddin, SE,M.Si,Ak selaku Pembimbing I dan Ibu Sitti
Nurnaluri, SE,M.Si selaku Pembimbing II yang telah banyak memberikan
arahan dan bimbingan mulai dari penyusunan proposal penelitian sampai pada
penyelesaian skripsi ini.

       Ucapan terima kasih yang sangat mendalam secara khusus kepada kedua
orang tua saya tercinta, Papa Abd. Rachman Supu dan Mama Nurming, BA.
Terima kasih atas bimbingan, arahan, motivasi dan bantuannya, baik moril dan
materil. Untuk suamiku Agusman dan putraku Muh.Anugrah Saputra serta
keluarga besarku tercinta terima kasih untuk doa, bantuan, motivasi dan
pengertiannya.

       Pada kesempatan ini, penulis juga menyampaikan terima kasih kepada :

   1. Bapak Prof. Dr. Ir. Usman Rianse, MS, selaku Rektor Universitas
       Haluoleo.
   2. Bapak H. Halim, SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas
       Haluoleo.
   3. Bapak H. Arifuddin Mas’ud, SE, M.Si.,Ak, selaku Ketua Jurusan
       Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo.
   4. Ibu Satira Yusuf, SE, M.Si, selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas
       Ekonomi Universitas Haluoleo.
   5. Bapak dan ibu dosen penguji yang dengan sabar dan penuh pengertian
       telah memberikan arahan serta masukan sehingga skripsi ini dapat selesai.
   6. Pimpinan serta staf PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari yang
       telah memberikan izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian.
   7. Untuk seluruh staf Jurusan Akuntansi yang telah membantu dalam segala
       pengurusan berkas-berkas sehingga skripsi ini dapat selesai.
   8. Keluargaku tercinta, tante ira, veny ade spu2Q thank’s buat semuanya…..
   9. Sahabat-sahabatku tersayang “ The Ankcer “ (Eny, Che’x, Nita, Reza,
       Riky, Ranggi) juga buat Litha, Mirwan dan Diana. Terima kasih atas
       semangat dan dukungan yang diberikan serta kebersamaan kita selama ini.
       Love u all….
   10. Semua teman-teman akuntansi 2006 yang sama-sama berjuang dalam
       perkuliahan, Anty, Feby, Fiki, Ime, Dwi, Pepi, Dian, Icha, Rhea, Aisyah,
       Any, Kiki, Rina, Aliman, Yuyu, Fury, Indy, Mimi,dan teman-teman
       lainnya yang tidak sempat disebutkan satu per satu. Terima kasih untuk
       semua semangat dan doanya. Kebersamaan kita sangat berkesan. Sukses
       untuk kalian semua…
   11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah
       memberikan dorongan, semangat dan motivasi bagi penulis, sehingga
       penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
      Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan Skripsi ini,
namun penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Hal
itu disebabkan karena terbatasnya pengetahuan dan sempitnya pengalaman
penulis. Harapan penulis semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca demi
kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan.

                                                       Kendari,       Juli 2011

                                                           Penulis
                                                 DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL.............................................................................................               i

HALAMAN PERSETUJUAN ..............................................................................                     iii

HALAMAN KEASLIAN TULISAN ...................................................................                           iv

ABSTRAK ............................................................................................................    v

ABSTRACT ..........................................................................................................    vi

KATA PENGANTAR ..........................................................................................              vii

DAFTAR ISI .........................................................................................................   ix

DAFTAR TABEL .................................................................................................         xi

DAFTRAR SKEMA .............................................................................................            xii

BAB I.         PENDAHULUAN

               1.1 Latar Belakang................................................................................       1
               1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................           5
               1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................       5
               1.4 Manfaat Penelitian ..........................................................................        5
               1.5 Ruang Lingkup ...............................................................................        6

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

               2.1 Penelitian Terdahulu .......................................................................         7
               2.2 Pengertian Sistem dan Prosedur .....................................................                 7
               2.3 Pengertian Sistem Akuntansi ..........................................................              10
               2.4 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi .........................................                     10
               2.5 Pengertian Sistem Akuntansi Penjualan Kredit ..............................                         11
               2.6 Definisi dan Komponen Pengendalian Intern .................................                         12
               2.7 Tujuan Pengendalian Intern ............................................................             16
               2.8 Deskripsi Sistem Akuntansi Penjualan Kredit ...............................                         19
                   2.8.1 Jaringan Prosedur Yang Membentuk Sistem .......................                               19
                   2.8.2 Dokumen yang Digunakan ...................................................                    21
                   2.8.3 Catatan akuntansi Yang Digunakan .....................................                        22
                   2.8.4 Unit Organisasi Yang Terkait ...............................................                  23
            2.8.5 Unsur Pengendalian Intern ...................................................                     24
            2.8.6 Bagan Alir Dokumen dari Sistem Pengendalian Intern........                                        26
        2.9 Kerangka Pikir ................................................................................         34

BAB III. METODE PENELITIAN

        3.1 Objek Penelitian .............................................................................          36
        3.2 Jenis dan Sumber Data
            3.2.1 Jenis Data...............................................................................         36
            3.2.2 Sumber Data ..........................................................................            36
        3.3 Teknik Pengumpulan Data .............................................................                   37
        3.4 Metode Analisis ..............................................................................          38
        3.5 Definisi Operasional .......................................................................            38



BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

        4.1 Gambaran Umum Perusahaan ........................................................                       39
        4.2 Struktur Organisasi .........................................................................           41
        4.3 Tugas dan Wewenang Masing-masing Fungsi ..............................                                  43
        4.4 Jaringan Prosedur Yang Membentuk Sistem Penjualan Kredit......                                          46
        4.5 Dokumen Yang Digunakan Dalam Sistem Penjualan Kredit .........                                          47
        4.6 Catatan Akuntansi Yang Digunakan Dalam Sistem Akuntansi
             Penjualan Kredit ............................................................................          48
        4.7 Bagian Atau Fungsi Yang Terkait Dalam Penjualan Kredit ..........                                       49
        4.8 Unsur-Unsur Pengendalian Intern Dalam System Penjualan Kredit                                           50
        4.9 Uraian Bagan Alir Dalam System Penjualan Kredit Pada PT. Karya
            Lancar Mandiri Dinamika Kendari.................................................                        51
        4.10 Penerapan Sistem Akuntansi Penjualan Kredit Pada PT. Karya
             Lancar Mandiri Dinamika Kendari...............................................                         56


BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

      5.1 Kesimpulan .......................................................................................        66
      5.2 Saran .................................................................................................   67

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
                                    DAFTAR TABEL


Tabel 1.1   Data Penjualan Per Desember 2010 ...................................................   4
                                     DAFTAR SKEMA


Skema 2.1   Kerangka Pikir Penelitian ................................................................      35
Skema 4.1   Struktur Organisasi PT. KLMD Kendari .........................................                  42
Skema 4.2   Bagan Alir Sistem Penjualan Kredit Pada PT. Karya Lancar Mandiri
            Dinamika Kendari ............................................................................   54
Skema 4.3   Alternatif Penerapan Sistem Penjualan Kredit Pada PT. Karya
            Lancar Mandiri Dinamika Kendari ..................................................              63
                                      BAB I

                                 PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

      Perkembangan perusahaan saat ini semakin pesat. Era saat ini mendorong

banyak perusahaan untuk semakin memperluas usahanya dengan meraih pangsa

pasar. Hal tersebut mendorong terjadinya persaingan ketat antar perusahaan.

Perusahaan adalah suatu instansi yang terorganisir, berdiri dan berjalan yang tidak

dapat terlepas dari hukum ekonomi dan prinsip dasar perusahaan pada umumnya.

Perusahaan didirikan untuk mencari laba yang sebesar-besarnya dan untuk

dipertahankan kelangsungan hidup usahanya.

      Perusahaan banyak melakukan usaha untuk mencapai tujuannya itu.

Perusahaan harus tetap berusaha mempertahankan kelangsungan usahanya di

masa yang akan datang. Usaha yang dilakukan pasti memiliki kemampuan untuk

menghasilkan profit dan keuntungan. Perusahaan yang didirikan ada dua macam,

yaitu di bidang jasa dan manufaktur. Tentu saja kelangsungan usaha ini dapat

terwujud jika barang atau jasa yang ditawarkan dapat diterima di pasaran, dan

dapat menarik pangsa pasar. Oleh karena itu, penting untuk perusahaan

mempelajari sistem penjualan, karena penjualan merupakan sumber penghasilan

bagi perusahaan. Penjualan yang sukses adalah penjualan yang dapat menguasai

pangsa pasar. Dengan peningkatan penjualan maka laba yang akan diperoleh

perusahaan   akan    meningkat    serta   perusahaan   akan   dapat   melanjutkan

kelangsungan hidupnya.
      Penjualan merupakan salah satu aspek yang penting dalam sebuah

perusahaan. Pengelolaan perusahaan yang kurang baik akan merugikan

perusahaan karena dapat berimbas pada perolehan laba, dan pada akhirnya dapat

mengurangi pendapatan. Setiap perusahaan memiliki sistem berbeda dalam

melakukan usahanya. Secara umum perusahaan harus memiliki sistem yang tepat

dalam semua aspek yang dijalankannya. Sistem yang baik ini merupakan salah

satu kunci dalam pengendalian.

      Kegiatan operasi perusahaan dapat dikatakan efektif bergantung pada

kebijakan manajemen. Pihak manajemen mengutamakan adanya pengendalian

intern, maka semua bagian dalam struktur organisasi pun akan mematuhi

kebijakan dan prosedur yang ditetapkan perusahaan. Pemahaman terhadap

pengendalian intern merupakan unsur yang penting, sebab dengan pemahaman

tersebut aplikasi kunci-kunci pengendalian dapat diuraikan dalam melaksanakan

transaksi penjualan. Agar tujuan pengendalian dapat terpenuhi perlu adanya

pengendalian sistem penjualan.

      Dalam aktivitas penjualan tidak hanya sekedar pekerjaan menjual saja, tapi

adalah dari awal bagaimana aktivitas penjualan tersebut dapat tercatat baik,

bagaimana memperoleh konsumen, kemudian mengadakan pemesanan, sampai

barang tersebut diterima oleh konsumen dengan puas tanpa adanya keluhan dari

konsumen.

      Pada perusahaan jasa maupun manufaktur, penjualan sangatlah penting dan

merupakan salah satu roda penggerak dalam kelangsungan hidup usaha

perusahaan. Agar kegiatan penjualan dapat berjalan secara efektif, tujuan
perusahaan dapat tercapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan, maka perlu

adanya pengendalian internal. Pengendalian ditetapkan agar kegiatan operasi

berjalan dengan efektif dan efisien, serta menjamin adanya keandalan mengenai

catatan laporan keuangan. Pengendalian intern sangat besar pengaruhnya atas

laporan keuangan. Dengan adanya pengendalian intern akan tercipta suatu sarana

untuk menyusun, mengumpulkan informasi-informasi yang berhubungan dengan

transaksi perusahaan, yang secara tidak langsung dapat dijalankan dengan baik.

      Evaluasi mengenai sistem pengendalian intern penjualan ini akan

memberikan     informasi-informasi     yang   penting   bagi   perusahaan   dalam

menjalankan usahanya dengan baik, dan dapat meningkatkan usahanya. Tentu saja

aktivitas penjualan akan menghasilkan produktivitas yang optimal jika diimbangi

oleh sistem pengendalian intern penjualan yang baik.(Mulyadi, 2002).

      Sistem pengendalian intern ini dijalankan oleh dewan komisaris,

manajemen dan dewan personil lain yang didesain untuk memberikan keyakinan

memadai mengenai pencapaian tujuan yaitu, keandalan pelaporan keuangan,

kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, efektivitas dan efisiensi

operasi. Oleh karena itu diperlukan evaluasi mengenai sistem pengendalian intern

terhadap penjualan untuk tetap mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan

serta tercapainya tujuan perusahaan.

     PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika (KLMD) adalah sebuah perusahaan

dagang yang bergerak di bidang perdagangan motor, khususnya motor bermerek

Viar dengan berbagai type. Sejak awal berdirinya yaitu tahun 2007 hingga

sekarang, perusahaan ini berkonsentrasi pada penjualan motor viar dan suku
cadang viar dengan berbagai type. Adapun data penjualan PT. Karya Lancar

Mandiri Dinamika Kendari untuk bulan Desember 2010 adalah sebagai berikut :

                                             Tabel 1.1

                               Data Penjualan Per Desember 2010

                                                              Jumlah Penjualan
      No.                         Type
                                                                     /Unit

       1.     Star Fit ZR                                             40

       2.     Star X 125                                               7

       3.     Star CX                                                 16

       4.     Maxi Pro                                                 3

       5.     VIX R                                                   11

       6.     Karya                                                    3

                           Total Penjualan                            80

    Sumber: PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari

            Dari tabel 1.1 tersebut di atas maka dapat diketahui bahwa jumlah

   Penjualan PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika per 31 Desember 2010

   berjumlah 80 unit yang terdiri dari penjualan Type Star Fit ZR terjual 40 unit,

   Star X 125 terjual 7 unit, Star CX terjual 16 unit, Maxi Pro terjual 3 Unit, Fix

   R terjual 11 Unit, dan Karya terjual 3 unit.

            Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk

   melakukan penelitian dengan mengambil judul “ Penerapan Sistem

   Akuntansi Penjualan Kredit Pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika

   Kendari “.
1.2 Rumusan Masalah

          Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan di atas, maka

   permasalahan dalam penelitian ini adalah “ Apakah Sistem Akuntansi

   Penjualan kredit pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari telah

   memenuhi Sistem Pengendalian Intern yang memadai ?”

1.3 Tujuan Penelitian

          Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini

   adalah untuk mengetahui penerapan sistem akuntansi penjualan kredit pada

   PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari.

1.4 Manfaat penelitian

          Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :

   1. Bagi perusahaan,

      Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi

      perusahaan agar memperoleh manfaat dari penerapan sistem dan prosedur

      penjualan dalam memahami penilaian terhadap pengendalian intern

      khususnya siklus penjualan pada perusahaan.

   2. Bagi penulis,

      Agar menambah wawasan serta pengetahuan tentang perkembangan ilmu

      akuntansi dalam memahami penilaian terhadap pengendalian intern

      khususnya siklus penjualan.

   3. Bagi pembaca,

      Kiranya dapat menjadi bahan masukan yang bermanfaat bagi peneliti lain

      yang berminat di bidang ini.
1.5 Ruang Lingkup

         Agar penafsiran yang lebih luas terhadap sasaran penelitian ini dapat

   dihindari, serta lebih memudahkan dalam penyelesaiannya maka perlu

   dilakukan pembatasan terhadap masalah yang akan dibahas. Adapun masalah

   tersebut adalah sistem akuntansi penjualan kredit pada PT. Karya Lancar

   Mandiri Dinamika Kendari.
                                    BAB II

                           TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

          Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan judul ini

   yang dapat dijadikan sebagai acuan yaitu penelitian yang dilakukan oleh

   Christina Ramba dengan judul penelitian “ Evaluasi Penerapan Sistem dan

   Prosedur Penggajian pada SPBU Ilham Samudera Unaaha “. Hasil penelitian

   menunjukkan bahwa sistem dan prosedur penggajian yang diterapkan pada

   SPBU Ilham Samudera Unaaha belum memenuhi struktur pengendalian intern

   yang memadai. Adapun persamaan dari penelitian terdahulu dengan penelitian

   ini adalah menerapkan sistem informasi akuntansi yang sesuai dengan

   prosedur yang berlaku umum. Perbedaan dari penelitian ini adalah terletak

   pada lokasi penelitian dan data yang digunakan. Perbedaan lokasi dan data

   yang diteliti ini yang akan menghasilkan informasi serta hasil penelitian yang

   berbeda sesuai dengan keadaan perusahaan yang diteliti.



2.2 Pengertian Sistem dan Prosedur

        Pengertian sistem menurut Mulyadi (2001: 5) adalah suatu jaringan

   prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan

   pokok perusahaan.

        Menurut Zaki Baridwan (1998: 3) sistem adalah suatu kerangka dari

   prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu

   skema yang menyeluruh, untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi
utama dari perusahaan. Jadi sistem terdiri dari unsur-unsur yang berbeda,

unsur tersebut merupakan bagian terpadu dari sistem yang bersangkutan tetapi

dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan.

     Unsur-unsur yang mawakili suatu sistem secara umum adalah masukan

(input), pengolahan (processing), dan keluaran (output). Disamping itu semua

sistem senantiasa tidak terlepas dari lingkungam sekitarnya. Maka umpan

balik (feed-back) dapat berasal dari output tetapi juga berasal dari lingkungan

sistem yang dimaksud. Organisasi dipandang sebagai suatu sistem yang

tentunya akan memiliki unsur-unsur ini.

     Pendekatan sistem memberikan banyak manfaat dalam memahami

lingkungan kita. Pendektan sistem berusaha menjelaskan sesuatu dipandang

dari sudut pandangan sistem, yang berusaha menemukan unsur yang

membentuk sistem tersebut dan mengidentifikasi proses bekerjanya setiap

unsur yang membentuk sistem tersebut. Dengan memahami struktur sistem

dan proses system, sesorang akan dapat menjelaskan mengapa tujuan suatu

sistem tidak tercapai.

     Suatu sistem tentunya berkaiatan dengan prosedur, hal ini diperkuat oleh

pendapat Mulyadi (2001:5) yang mengemukakan bahwa : “Prosedur adalah

suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu

departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara

seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang”.

     Sedangkan menurut Zaki Baridwan (1998: 3) adalah suatu uruturutan

pekerjaan kerani (clerical), biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu
bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam

terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi. Yang termasuk

dalam kegiatan klerikal yaitu menulis, menggandakan, menghitung, memberi

kode, mendaftar, memilih, memindahkan dan membandingkan. Jadi sistem

terdiri dari prosedur yang berantai yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

     Beberapa pengertian dan prosedur diatas, melibatkan orang-orang,

sumber daya, konsep-konsep dan prosedur yang mempunyai tujuan untuk

melaksanakan fungsi tertentu yang dapat diidentifikasikan guna mencapai

sasaran tertentu berdasarkan transaksi-transaksi yang berhubungan dengan

kegiatan perusahaan.

     Oleh karena itu suatu sistem perusahaan yang secara keseluruhan di

dalam suatu perusahaan tidak dapat dipisahkan dengan sistem-sistem yang lain

di dalam mendukung dan menunjang proses kegiatan operasional. Dari semua

sistem-sistem yang ada saling kontrol mengontrol sehingga dapat menciptakan

keharmonisan di dalam melakukan suatu pekerjaan rutin perusahaan.

Beritegrasikan untuk menciptakan atau menimbulkan suatu situasi atau tujuan

dari suatu posisi keseimbangan dimana aktivitas-aktivitas diantara semua

kegiatan   membantu     pencapaian    tujuan   yang   telah   digariskan   atau

kebijaksanaan perusahaan.

     Sedangkan prosedur merupakan aturan kerja dari kegiatan yang terlibat

dalam sistem itu sendiri, yaitu keseluruhan proses kerja sama dari sekelompok

orang dalam melakukan suatu kegiatan yang didasarkan atas dasar

pertanggungjawaban dalam mencapai sasaran yang telah ditentukan
   sebelumnya. Jadi dalam prosedur ini tercipta sistem administrasi (pembukuan)

   yang meliputi alat-alat untuk mengumpulkan data-data, membuat laporan serta

   alat untuk pengawasan.



2.3 Pengertian Sistem Akuntansi

    Pengertian sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan

yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi yang

dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan

(Mulyadi, 2001: 3).

    Definisi akuntansi menurut Haryono Jusup (2001: 4) adalah suatu disiplin

yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan

secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi. Dari

pengertian tersebut sistem akuntansi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan untuk

mengumpulkan, mengorganisir dan mengikhtisarkan tentang berbagai transaksi

perusahaan secara efisien yang digunakan untuk membantu manajeman dalam

menangani operasi perusahaanya. Unsur pokok sistem akuntansi adalah formulir,

catatan yang terdiri dari jurnal, buku besar, buku pembantu dan laporan yang

dihasilkan.



2.4 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Samiaji Sarosa (2009: 13) mendefinisikan sistem informasi akuntansi (accounting

      information system) sebagai berikut:
               “Sistem   informasi      akuntansi   adalah    sebuah   sistem   yang

               mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data

               sehingga menghasilkan informasi yang berguna dalam membuat

               keputusan”.

          Sistem informasi akuntansi merupakan suatu kombinasi dari orang,

catatan-catatan dan prosedur yang dipergunakan oleh perusahaan untuk memenuhi

kebutuhan data keuangan mereka. Karena setiap perusahaan mempunyai

kebutuhan informasi yang berbeda, maka tiap perusahaan juga akan menggunakan

sistem akuntansi yang berbeda. Skala usaha akan menentukan sistem informasi

akuntansi (SIA) seperti apa yang dibutuhkan. Semakin besar skala suatu usaha

maka semakin banyak jenis dan kompleksitas proses bisnis yang terdapat di

dalamnya. Sistem informasi akuntansi (SIA) bisa berupa kertas dan alat tulis

(manual) maupun terkomputerisasi penuh (serba otomatis) atau kondisi di antara

keduanya (gabungan manual dan komputerisasi).

          Menurut Nugroho Widjajanto (2001: 4-5) mendefinisikan sistem informasi

akuntansi sebagai susunan berbagai formulir catatan, peralatan, termasuk

komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksananya, dan

laporan      yang    terkoordinasikan     secara    erat     yang   didesain    untuk

mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang di butuhkan

manajemen.
2.5 Pengertian Sistem Akuntansi Penjualan Kredit

    Sistem akuntansi penjualan kredit menurut Mulyadi (2001: 210) yaitu

penjualan kredit dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mengirimkan barang

sesuai dengan order yang diterima dari pembeli dan untuk jangka waktu tertentu

perusahaan mempunyai tagihan kepada pembeli tersebut. Jadi dalam system

akuntansi penjualan terdapat unsur-unsur yang mendukung dan kesemua unsur

tersebut diorganisasi sedemikian rupa dalam sebuah sistem akuntansi yang disebut

sistem akuntansi penjualan kredit.



2.6 Definisi dan Komponen Pengendalian Intern

      Sebelumnya istilah yang dipakai untuk pengendalian intern adalah sistem

pengendalian intern, sistem pengawasan intern dan struktur pengendalian intern.

Mulai tahun 2001 istilah resmi yang digunakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

adalah pengendalian intern (Sukrisno Agoes, 2004: 79).

       George H. Bodnar & Wlliam S Hopwood (2000:201) mengatakan bahwa

“struktur pengendalian intern perusahaan secara rutin mengumpulkan dan

memproses informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas, pemindahan

otoritas, persetujuan, dan verifikasi”. Struktur pengendalian intern yang digunakan

suatu entitas merupakan faktor yang menentukan keandalan laporan keuangan

yang dihasilkan suatu entitas. Al Haryono Yusuf (2001:4) mengatakan bahwa

“untuk mengatasi hal seperti itu, dalam menjalankan perusahaan, manajer harus

mendelegasikan sebagian wewenangnya dan mengandalkan prosedur-prosedur

pengendalian intern”.
      IAI (2001: 319.2) mendefinisikan pengendalian intern yang dikutip oleh

Sukrisno Agoes (2004: 79) sebagai berikut:

“Pengendalian intern sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris,

manajemen dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan

memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: (a) keandalan

pelaporan keuangan, (b) efektivitas dan efisiensi operasi, dan (c) kepatuhan

terhadap hukum dan peraturan yang berlaku”.

      Pengendalian Intern menurut Committee of Sponsoring Organizations of

the Treadway Commission (COSO) yang dikutip oleh Akmal (2007: 24) yaitu:

“Pengendalian intern adalah proses yang dilakukan oleh manusia (dewan direksi,

manajemen dan pegawai) yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang

masuk akal/memadai untuk mencapai tujuan berikut ini: (a) keandalan informasi,

(b) ketaatan pada peraturan yang berlaku, dan (c) efisiensi dan efektivitas

operasi.”

      Menurut Nugroho Widjajanto (2001: 18-19) menjelaskan bahwa:

pengendalian intern adalah suatu system pengendalian yang meliputi struktur

organisasi beserta semua metode dan ukuran yang diterapkan dalam perusahaan

dengan tujuan untuk:

       a. Mengamankan aktiva perusahaan,

       b. Mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi,

       c. Meningkatkan efisiensi, dan

       d. Mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran

            organisasi.
       Agar dapat berjalan dengan baik, menurut Nugroho Wijajanto (2001:18)

suatu sistem pengendalian intern harus memiliki unsur-unsur pokok sebagai

berikut :

        1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional

             secara tegas.

        2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan

             perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan, dan

             biaya.

        3. Pelaksanaan kerja yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi

             setiap unit organisasi.

        4. Karyawan yang berkualitas sesuai dengan tanggung jawab yang di

             pikulnya.

       Menurut Sukrisno Agoes (2004: 79-80) pengendalian intern terdiri dari

lima komponen yang saling terkait. Lima komponen tersebut yaitu:

       1. Lingkungan         pengendalian.   Menetapkan   corak   suatu   organisasi,

            mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan

            pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian

            intern, menyediakan disiplin dan struktur.

       2. Penaksiran risiko. Identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang

            relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk

            menentukan bagaimana risiko harus dikelola.

       3. Aktivitas pengendalian. Kebijakan dan prosedur yang membantu

            menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan.
4. Informasi dan komunikasi. Pengidentifikasian, penangkapan dan

   pertukaran    informasi      dalam   suatu   bentuk   dan   waktu   yang

   memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka.

5. Pemantauan. Proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian

   intern sepanjang waktu.

       Lebih lanjut Sukrisno Agoes (2004:84) mengatakan bahwa ada tiga

cara yang bisa digunakan untuk memahami dan melakukan evaluasi

terhadap pengendalian intern:

1. Internal control questionnaires.

   Cara ini paling banyak digunakan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP),

   karena dianggap lebih sederhana dan praktis. Pertanyaan-pertanyaan

   dalam ICQ diminta untuk dijawab Ya (Y), Tidak (T).

2. Flow chart

   Flow chart menggambarkan arus dokumen dalam sistim dan prosedur

   dari suatu unit usaha, misalnya dalam flow chart untuk sistim dan

   prosedur pembelian, utang dan pengeluaran kas, digambarkan arus

   dokumen mulai dari permintaan pembelian (purchase requisition), order

   pembelian (purchase order) sampai dengan pelunasan utang yang

   berasal dari pembalian tersebut. Setelah flow chart dibuat, langkah

   selanjutnya melakukan walk through, yaitu mengambil dua atau tiga

   dokumen untuk mentest apakah prosedur yang dijalankan sesuai dengan

   apa yang digambarkan dalam flow chart.
     3.    Narrative

           Dalam hal ini, auditor menceritakan dalam bentuk memo, sistim dan

           prosedur akuntansi yang berlaku diperusahaan, misalnya prosedur

           pengeluaran kas, sistim dan prosedur akuntansi yang berlaku di

           perusahaan, misalnya prosedur pengeluaran kas. Cara ini biasa

           digunakan untuk klien kecil yang pembukuannya sederhana.



2.7 Tujuan Pengendalian Intern

             Pengendalian dibutuhkan untuk mengurangi eksposur-eksposur.

     Organisasi tergantung pada beragam eksposur yang dapat menimbulkan

     efek yang buruk bagi operasi perusahaan, dan hal ini dapat timbul terus

     menerus.

             George H. Bodnar dan William S. Hopwood (2000:168) mengatakan

     bahwa “Eksposur terdiri dari dampak keuangan potensial yang berlipat

     ganda karena kemunculannya. Istilah ‘risiko’ sinonim dengan ‘probabilitas

     kemunculan’.” Jadi eksposur adalah risiko dikalikan dengan konsekuensi

     keuangannya. Selanjutnya mereka mengatakan bahwa eksposur melekat

     dalam setiap organisasi dan dapat timbul karena berbagai sebab antara lain:

     a) Biaya berlebihan

          Biaya yang berlebihan akan mengurangi pendapatan. Pengeluaran

          perusahaan mempunyai potensi akan lebih dari yang seharusnya.

          Pembayaran barang     yang dibeli    untuk   kepentingan perusahaan

          mempunyai potensi semacam itu. Cek pembayaran distribusi kepada
  pekerjaan yang tidak efektif, tidak efisien, atau keduanya. Produksi tidak

  efisien diakibatkan oleh penggunaan bahan dan tenaga kerja secara

  berlebihan. Pembelian aktiva secara berlebihan juga dapat terjadi. Biaya

  untuk iklan atau perjalanan dinas yang dibesarkan, serta tagihan pajak

  yang terlambat yang menyebabkan harus dilakukan pembayaran denda

  atau bunga yang berkaitan.

b) Pendapatan Menurun

   Pendapatan menurun akan mengurangi laba. Piutang tak tertagih dalam

   penjualan kredit bisa melebihi seharusnya. Penjualan yang dikirimkan

   kepada pelanggan tidak dicatat, dan sehingga tidak ditagih. Pelanggan

   ditagih secara tidak benar dengan jumlah yang lebih kecil dari

   seharusnya. Tagihan dapat hilang atau diikhtisarkan secara tidak benar

   sebagai piutang dagang. Penjualan diretur atau dibatalkan karena

   pengiriman order yang terlambat, pengiriman order berkualitas buruk,

   atau pengiriman barang yang diorder secara tidak benar. Potongan

   penjualan berlebihan timbul dengan alasan-alasan yang sama.

c) Kehilangan Aktiva.

   Aktiva dapat hilang karena pencurian, penipuan, atau kerusakan alamiah.

   Perusahaan harus menangani aktivanya yang memiliki potensi hilang.

   Aktiva dapat dihilangkan secara tidak diinginkan. Kas, persediaan, atau

   peralatan secara tidak disengaja dihilangkan atau dirusak oleh karyawan

   yang ceroboh atau bahkan oleh karyawan yang hati-hati. Kas,
   persediaan, atau peralatan juga dapat dihilangkan atau dirusak dengan

   sengaja oleh karyawan, termasuk juga manajemen.

d) Akuntansi yang tidak akurat

   Kebijakan      dan   prosedur-prosedur   akuntansi   dapat   mengandung

   kesalahan, tidak tepat, atau sangat berbeda dari harapan. Kesalahan-

   kesalahan dapat mencakup penilaian, ketepatan waktu, atau klasifikasi

   transaksi. Kesalahan pencatatan dapat bersifat disengaja atau tidak

   disengaja. Kesalahan-kesalahan berdampak pada informasi yang tidak

   akurat bagi kepentingan keputusan manajemen dan menimbulkan

   kesalahan yang material pada laporan keuangan.

e) Interupsi bisnis

    Interupsi bisnis dapat terdiri dari kejadian-kejadian pada saat operasi

   atau diakhir operasi suatu organisasi. Interupsi bisnis dapat ditimbulkan

   oleh karena eksposur operasi yang berlebihan, tindakan kekerasan fisik,

   atau kerusakan alamiah.

f) Sanksi wajib

   Sanksi wajib mencakup setiap hukuman yang timbul dari otoritas hukum

   atau peraturan yang memiliki jurisdiksi atas perusahaan dan operasinya.

   Organisasi harus meyakini bahwa aktivitasnya sesuai dengan hukum dan

   peraturan-peraturan. Interupsi atas operasi bisnis yang normal dapat

   terjadi oleh karena sanksi yang dikenakan oleh yang berwajib pada saat

   perusahaan diketahui telah melakukan tindak kriminal.
     g) Kerugian kompetitif

         Kerugian kompetitif adalah ketidak mampuan organisasi untuk tetap

         bertahan dalam pasar. Kerugian kompetitif dapat timbul dari kombinasi-

         kombinasi eksposur di atas, dan juga dapat timbul dari keputusan

         manajemen yang tidak efisien.

     h) Penipuan dan Penggelapan

         Penipuan dan penggelapan dapat dilakukan oleh orang dari luar

         perusahaan maupun orang dari dalam perusahaan. Biaya yang

         berlebihan, pendapatan yang menurun dan kerugian aktiva dapat

         merupakan hasil dari penipuan dan kecerobohan.



2.8 Deskripsi Sistem Akuntansi Penjualan Kredit

    Sistem akuntansi penjualan kredit yaitu penjualan yang pembayaranya

dilakukan setelah penyerahan barang dengan jangka waktu yang telah disepakati

oleh kedua belah pihak. Adapun pokok bahasan yang dibahas dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut:



   2.8.1 Jaringan Prosedur Yang Membentuk Sistem

         Menurut Mulyadi (2001: 219,220) jaringan prosedur yang membentuk

   sistem akuntansi penjualan kredit meliputi:

   1. Prosedur order penjualan

       Dalam prosedur ini, fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan

       menambahkan informasi penting pada surat order dari pembeli.
 2. Prosedur persetujuan kredit

     Dalam prosedur ini, fungsi penjualan meminta persetujuan penjualan

     kredit kepada pembeli dari fungsi kredit.

 3. Prosedur pengiriman

     Dalam prosedur ini, fungsi pengiriman mengirimkan barang kepada

     pembeli sesuai dengan informasi dalam surat order pengiriman.

 4. Prosedur penagihan

     Dalam prosedur ini, fungsi penagihan membuat faktur penjualan dan

     mengirimkannya kepada pembeli.

 5. Prosedur pencatatan piutang

     Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mencatat tembusan faktur penjualan

     ke dalam kartu piutang.

 6. Prosedur distribusi penjualan

     Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mendistribusikan data penjualan

     menurut informasi yang diperlukan oleh manajemen.

 7. Prosedur pencatatan harga pokok penjualan

     Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mencatat secara periodik total harga

     pokokproduk yang dijual dalam periode tertentu.



2.8.2 Dokumen yang digunakan

    Menurut mulyadi dalam bukunya Sistem Akuntansi, dokumen yang

digunakan dalam sistem akuntansi penjualan kredit adalah:
1. Surat order Pengiriman dan tembusanya

     a. Tembusan Kredit (Credit Copy)

     b. Surat pengakuan (Acknowledgement Copy)

     c. Surat Muat (Bill of loading)

     d. Slip Pembungkus

     e. Tembusan Gudang (Warehouse Copy)

     f. Arsip Pengendalian Pengiriman (Sales Order Follow Up Copy)

     g.   Arsip Index Silang (Cross Index File Copy)



2. Faktur dan tembusanya

     a. Tembusan Piutang (Account Receivable Copy)

     b. Tembusan Jurnal Penjualan (Sales JournalCopy)

     c. Tembusan Analisis (Analisys Copy)

     d. Tembusan Wiraniaga (Salesperson Copy)



3.   Rekapitulasi Harga Pokok Penjualan

     Rekapitulasi harga pokok penjualan merupakan dokuman pendukung yang

     digunakan untuk menghitung total harga pokok produk yang dijual selama

     periode akuntansi tertentu.
4.   Bukti Memorial

     Bukti memorial merupakan dokuman sumber untuk dasar pencatatan

     kedalam jurnal umum.



2.8.3 Catatan akuntansi yang digunakan

Menurut Mulyadi (2001: 218), catatan akuntansi yang digunakan adalah:

1. Jurnal Penjualan

     Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik

     penjualan tunai maupun kredit.

2. Kartu Piutang

     Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi mutasi piutang

     perusahaan kepada tiap debiturnya.

3.   Kartu Persediaan

     Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi

     setiap jenis persediaan.

4. Kartu Gudang

     Catatan akuntansi ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat

     mutasi dan persediaan fisik barang yang ada di gudang.

5. Jurnal Umum

     Jurnal ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama

     periode tertentu.
2.8.4 Unit Organisasi yang terkait

     Menurut Mulyadi dalam bukunya Sistem Akuntansi, unit organisasi yang

terkait dalam sistem akuntansi penjualan kredit yaitu:



1.   Fungsi Penjualan

     Fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima order dari pelanggan,

     mengedit order dari pelanggan, meminta otorisasi kredit, menentukan

     tanggal pengiriman barang. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk

     membuat back order pada saat tidak tersedianya persediaan untuk memenuhi

     order dari pelanggan.



2. Fungsi Kredit

     Fungsi ini bertanggung jawab untuk meneliti status kredit pelanggan dan

     memberikan otorisasi pemberian kredit kepada pelanggan.



3. Fungsi Gudang

     Fungsi ini bertanggung jawab menyimpan dan menyiapkan barang yang

     dipesan oleh pelanggan serta menyerahkan barang ke bagian pengiriman.



4. Fungsi Pengiriman

     Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyerahkan barang atas dasar surat

     order pengiriman yang diterima dari fungsi penjualan.
5. Fungsi Penagihan

    Fungsi ini bertanggung jawab membuat dan mengirimkan faktur penjualan

    kepada pelanggan.



6. Fungsi Akuntansi

    Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat piutang dari transaksi

    penjualan kredit, membuat serta mengirimkan pernyataan piutang kepada

    debitur, dan membuat laporan penjualan, serta mencatat harga pokok

    persediaan yang dijual kedalam kartu persediaan.



2.8.5 Unsur pengendalian intern

         Menurut Mulyadi (2001: 221) unsur pengendalian intern dalam penjualan

kredit terdiri dari:



1. Organisasi

    a. Fungsi penjualan harus terpisah dari fungsi kredit.

    b.    Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi penjualan dan fungsi kredit.

    c. Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi kas.

    d. Transaksi penjualan kreidt harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan,

         fungsi kredit, fungsi pengiriman, fungsi penagihan dan fungsi akuntansi.
2.   Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan

     a. Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan.

     b. Persetujuan pemberian kredit diberikan oleh fungsi kredit.

     c. Pengiriman barang kepada pelanggan diotorisasi oleh fungsi pengiriman.

     d. Penetapan harga jual, syarat penjualan, syarat pengangkutan barang dan

          potongan penjualan berada di tangan Direktur Pemasaran dengan

          penerbitan surat keputusan mengenai hal tersebut.

     e. Terjadinya      piutang   diotorisasi   oleh   fungsi   penagihan   dengan

          membubuhkan tanda tangan pada faktur penjualan.

     f.   Pencatatan ke dalam Kartu Piutang dan ke dalam jurnal penjualan, jurnal

          penerimaan kas dan jurnal umum diotorisasi oleh fungsi akuntansi

          dengan cara memberikan tanda tangan pada dokumen sumber (faktur

          penjualan, bukti kas masuk dan memo kredit)

     g. Pencatatan terjadinya piutang didasarkan pada faktur penjualan yang

          didukung dengan surat order pengiriman dan surat muat.



3. Praktik yang sehat

     a. Surat order pengiriman bernomor urut tercetak dan pemakaianya di

          pertanggung jawabkan oleh fungsi penjualan.

     b. Faktur     penjualan bernomor urut tercatak dan pemakaianya di

          pertanggung jawabkan oleh fungsi penagihan.

     c. Secara periodik fungsui akuntansi mengirim pernyataan piutang kepada

          setiap debitur.
    d.   Secara periodik diadakan rekonsiliasi kartu piutang dengan rekening

         kontrol piutang dalam buku besar.



4. Karyawan yang profesional

    Kualitas karyawan ditentukan oleh tiga aspek, antara lain :

    a. Pendidikan

    b. Pengalaman

    c. Ahlak

         Pendidikan dan pengalaman berada pada satu sisi dimensi karena

    bersifat saling mengisi. Pendidikan yang rendah dapat diisi oleh pengalaman

    yang panjang. Sebaliknya, pengalaman yang pendek dapat diisi oleh

    pendidikan yang sesuai dan panjang, meskipun dalam beberapa jenis

    pekerjaan, pengalaman mutlak diperlukan.



2.8.6 Bagan alir dokumen dari sistem penjualan kredit

    Uraian bagan alir dokumen dari sistem akuntansi penjualan kredit antara lain

:

    1. Bagan Order penjualan

         a. Menerima order dari pelanggan.

         b. Berdasarkan surat order yang diterima dari pelanggan membuat Surat

            Order Pengiriman dan faktur.

         c. Mendistribusikan Surat Order Pengiriman lembar pertama dikirim ke

            Bagian Gudang, lembar 2, 3, 4, 5 dikirim ke Bagian pengiriman,
        lembar 6 ke bagian pelanggan, lembar 7 ke bagian kredit, lembar 8, 9

        diarsipakan sementara menurut tanggal.

   d. Menerima Surat Order pengiriman lembar 7 dan bagian kredit untuk

        diarsipkan permanan menurut abjad.

   e.   Menerima Surat Order Pengiriman lembar 1, 2 dari bagian

        pengiriman pada surat order pengiriman lembar 9.

   f.   Surat Order Pengiriman lembar 1, 2 dikirim ke bagian Penagihan.



2. Bagian Kredit

   a. Berdasarkan Surat Order Pengiriman lembar 7 dari bagian Order

        Penjualan dilakukan pemeriksaan status kredit.

   b. Memberikan otorisasi kredit.

   c. Surat Order Pengiriman lembar 7 dikembalikan ke bagian order

        penjualan.



3. Bagian Gudang

   a. Berdasarkan Surat Order Pengiiman lembar 1, dilakukan penyiapan

        barang.

   b. Barang yang telah disiapkan kemudian dilakukan penyerahan barang.

   c. Berdasarkan Surat Order Pengiriman lembar 1, maka direkap ke

        dalam kartu gudang.

   d. Bersama dengan barang, Surat Order Pengiriman lembar 1 dikirim ke

        bagian pengiriman.
4. Bagian Pengiriman

   a.   Surat Order Pengriman dan barang yang diterima secara bersama

        dari bagian gudang serta Surat Order Pengiriman lembar 2, 3, 4, 5.

   b. Menempel Surat Order Pengiriman lembar 5 pada pembungkus

        barang sebagai slip pembungkus.

   c.   Menyerahkan barang kepada perusahaan angkutan.

   d. Mengembaliakn Surat Order Pengiriman lembar 1, 2 ke bagian Order

        Pengiriman dan lembar 3 diserahkan ke perusahaan pengangkutan.

   e. Surat Oder Pengiriman lembar 4 diarsipkan secara permanen

        menurut nomor urut.



5. Bagian Penagihan

   a. Menurut faktur berdasarkan Surat Order Pengiriman lembar 1 dan 2

        yang diterima dari bagian order Penjualan.

   b. Mengirim Faktur lembar 1 ke pelanggan.

   c.   Mengirim Faktur 2 bersama Surat Order Pengiriman lembar 1 dan 2

        ke bagian piutang.

   d. Mengirimkan Faktur lembar 3 ke bagian kartu persediaan.

   e. Mengirimkan Faktur lembar 4 ke bagian jurnal.

   f.   Mengirimkan Faktur lembar 5 ke Wiraniaga.
6. Bagian Piutang

   a. Faktur yang diterima dari Bagian Penagihan dibuat rekap ke dalam

      kartu piutang.

   b. Faktur dan Surat Order Pengiriman lembar 1 dan surat Muat lembar

      2 diarsipkan permanen menurut nomor urut.



7. Bagian Kartu Persediaan

   a. Berdasrkan faktur lembar 3, merekap ke kartu persediaan dan faktur

      tersebut diarsipkan permanen sesuai nomor urut.

   b. Berdasarkan kartu persediaan dibuat rekapitulasi harga pokok

      penjualan secara periodik.

   c. Berdasarkan rekapitulasi harga pokok penjualan membuat bukti

      memorial.

   d. Bukti memorial dan rekapitulasi tersebut dikirim ke bagian jurnal.




8. Bagian Jurnal

   a. Rekapitulasi Harga Pokok Penjualan dan Bukti Memorial direkap ke

      dalam jurnal umum dan diarsipkan menurut nomor urut.

   b. Faktur lembar 4 direkap ke dalam jurnal penjualan kemudian

      diarsipkan.
Mulyadi (2001: 231)
2.9 Kerangka Pikir

     Penjualan barang dan jasa perusahaan dapat dilakukan melalui penjualan

secara tunai dan penjualan secara kredit. Untuk penjualan tunai perusahaan tidak

menghadapi suatu masalah yang berarti karena begitu barang atau jasa dijual

maka kas akan langsung diperoleh. Namun untuk penjualan kredit, perusahaan

akan menunggu beberapa waktu untuk memperoleh kas tersebut bahkan

perusahaan    dapat     mengalami      kehilangan         uang   kas      tersebut   karena

pembeli/pelanggan lalai untuk membayarnya.

     Dalam     melaksanakan        penjualan     kredit    tersebut    diperlukan    system

pengandali   agar     kas   yang     diperoleh     perusahaan     tidak     hilang   karena

pembeli/pelanggan lalai untuk membayarnya dan juga dengan adanya system

pengendalian intern dalam perusahaan dapat menghindarkan perusahaan dari

penyelewengan dan penggelapan oleh karyawan yang mungkin saya bisa terjadi.

     Berdasrkan penjelasan diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian

pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari untuk membuktikan apakah

system akuntansi penjualan kredit yang diterapkan telah memadai sesuai dengan

prosedur yang berlaku umum dengan menggunakan alat analisis deskriptif.

     Adapun kerangka pikir tersebut dapat ditampilkan dalam bentuk skema

sebagai berikut :
                      Skema 2.1


                 Kerangka Pikir




    Perusahaan



Sistem & Prosedur
 Penjualan Kredit

                                  Unsur SPI :
Bagian yang Terkait
                                     -   Struktur Organisasi
Formulir
                                     -   Otorisasi dan Prosedur
Narasi                               -   Praktek yang Sehat
                                     -   Karyawan yang
Flow chart                               Profesional



   Metode Analisis
   Metode Deskriptif



    Rekomendasi
                                   BAB III

                           METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

        Adapun yang menjadi objek penelitian ini yaitu sistem akuntansi

   penjualan kredit pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika (KLMD) yang

   terletak di Jln. Ahmad Yani No. 140 Kendari.



3.2 Jenis dan sumber Data

    3.2.1 Jenis Data

               Berdasarkan sifatnya, data yang digunakan dalam penelitian ini

         adalah :

         a) Data Kualitatif, yaitu data yang berupa penjelasan / pernyataan yang

             tidak berbentuk angka yang diperoleh dari PT. Karya Lancar

             Mandiri Dinamika Kendari, misalnya seperti data tentang kebijakan

             akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan serta struktur organisasi

             perusahaan.

         b) Data Kuantitatif, yaitu data yang berupa angka, seperti data

             penjualan, dan laporan keuangan perusahaan.



    3.2.2 Sumber Data

               Berdasarkan sumbernya, data yang digunakan dalam penelitian ini

         adalah :
         a) Data Primer yaitu jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh

            peneliti mengenai prosedur akuntansi serta kebijakan perusahaan

            dan data penjualan perusahaan.

         b) Data Sekunder yaitu laporan-laporan yang telah dihasilkan oleh

            perusahaan seperti laporan keuangan perusahaan.



3.3 Teknik Pengumpulan Data

   Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah :

   a. Interview

           Metode ini berupa tanya jawab secara langsung dengan pihak-pihak

      yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat pada penelitian ini.



   b. Observasi

           Bentuk metode ini merupakan pengamatan secara langsung pada

      keadaan yang sebenarnya di perusahaan, meliputi aktivitas perusahaan

      dalam pengadaan persediaan dan juga mengkonfirmasi kebenaran data

      yang diperoleh dari interview dan dokumentasi.



   c. Dokumentasi

           Metode ini merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan

      melakukan pencatatan dokumen yang berupa formulir-formulir yang

      dimiliki oleh perusahaan untuk mendukung objek yang diteliti.
3.4 Metode Analisis

          Metode analisis data yang digunakan oleh penulis adalah analisis

   deskriptif. Metode ini merupakan penyajian data yang berasal dari masalah

   yang dihadapi perusahaan, dari masalah-masalah itu dilakukan analisis dengan

   menggunakan pendekatan yang didasarkan pada teori-teori yang ada.



3.5 Definisi Operasional

   1. Penjualan Kredit adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh PT. Karya

       Lancar     Mandiri      Dinamika       Kendari    untuk     memuaskan

       kebutuhan/keingginan    pelanggan    guna   mendapatkan   laba   dimana

       pembayaranya dilakukan setelah penyerahan barang dengan jangka waktu

       yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

   2. Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang saling berkaitan

       yang digunakan untuk mengolah data keuangan PT. Karya Lancar Mandiri

       Dinamika Kendari sehingga dapat menghasilkan suatu informasi keuangan

       yang berguna bagi pemakainya dalam pengambilan keputusan.

   3. Sistem akuntansi penjualan kredit adalah penjualan kredit dilaksanakan

       oleh PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari dengan cara

       mengirimkan barang sesuai dengan order yang diterima dari pembeli dan

       untuk jangka waktu tertentu perusahaan mempunyai tagihan kepada

       pembeli tersebut.
                                  BAB IV

                       HASIL DAN PEMBAHASAN



4.1 Gambaran Umum Perusahaan

     Pada awalnya PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari didirikan pada

tanggal 12 Juni 2007 dengan nama PT. Karya Lancar Mandiri (KLM) yang

beralamat di Jalan Sao-Sao No. 14, kemudian sekitar tanggal 21 Juli 2008 PT.

KLM ini berganti nama menjadi PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika (KLMD).

     Dari awal berdirinya hingga sekarang PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika

Kendari bergerak dibidang perdagangan motor, khusunya motor bermerek Viar

dengan berbagai type. Dalam kegiatan perdagangannya PT. KLMD Kendari ini

bekerja sama dengan dealer-dealer resmi viar yang tersebar di berbagai kota,

kabupaten maupun kecamatan. Dimana lokasi penjualanya mencangkup Kendari,

Konawe, Konsel, Konut, Bau-bau, dan Raha.

     Dalam mengembangkan usahanya PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika

Kendari bekerjasama dengan Adira Finance pada tahun 2007 hingga sekarang.

Hal ini ditunjukan dengan ditunjuknya Adira Finance sebagai perusahaan

pembiayaan resmi dari penjualan yang dilakukan PT. Karya Lancar Mandiri

Dinamika Kendari.

     PT. KLMD membentuk cabang/sub dealer yang tersebar di berbagai

kabupaten dan kecamatan di kota kendari. Antara lain Al-Ikhwan Motor, Toko

Resky, Aries Motor, Bengkel Kurnia Motor, Bengkel Surya, Handayani Motor,

Alil Motor, Cahaya Bone, dan lain sebagainya. Sub-sub dealer tersebut ditunjuk
sebagai dealer resmi PT.KLMD untuk mendistribusikan motor viar kepada

konsumen di berbagai daerah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan konsumen

yang berdomisili di kabupaten, kecamatan maupun pedesaan dalam membeli

motor tersebut.

      Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang alat transportasi yang

berupa motor, PT. KLMD mengharapkan dengan berdirinya perusahaan ini maka

dapat memberikan kemudahan serta manfaat yang lebih kepada masyarakat.

Dalam hal ini dllihat dari peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas maka PT.

KLMD memebrikan salah satu solusi untuk mendapatkan alat transportasi yang

berupa motor bermerek viar dengan harga yang terjangkau serta kualitas dan mutu

yang terjamin.

      Sebagaimana perusahaan lainnya, maka untuk mememnuhi aspek legalitas

PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari juga memiliki beberapa surat izin

dari instansi terkait sebagai berikut :

      1. No. Izin Usaha : 503/314/KAB/2007

      2. SITU/ Izin gangguan Nomor : 2016/UPT/XII/2000, tanggal 11

          Desember Perda Nomor 2 Tahun 2008.
4.2 Struktur Organisasi

     Dalam melaksanakan aktivitasnya setiap organisasi atau perusahaan sangat

memerlukan struktur organisasi yang baik untuk mendukung keberhasilan

perusahaan yang sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Struktur

oraganisasi perusahaan yang baik hendaknya merupakan sebuah gambaran yang

kongkrit. Bahwa system manajemen yang diterapkan oleh perusahaan menurut

hasil penelitian penulis bahwa PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari

menggunakan system organisasi komando, karena struktur organisasi komando

merupakan sebuah rambu-rambu dan koridor setiap unit organisasi didalam

menjalankan tugas dan tanggung jawab serta penyaluran wewenang yang dimiliki.

Dengan demikian maka setiap aktivitas perusahaan akan dilakukan dengan lancar

oleh setiap unit kerja (unit organisasi) yang telah siap dengan tugas dan tanggung

jawab seseorang.

     Dalam rangka memperlancar aktivitasnya struktur organisasi pada PT.

Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari dapat dilihat pada skema berikut :
4.3 Tugas dan Wewenang Masing-masing Fungsi

    Hubungan wewenang dan tanggung jawab seseorang didasarkan pada tugas

masing – masing struktur organisasi yang telah ditetapkan. Adapun tugas dan

tanggungjawab dari masing-masing fungsi tersebutadalah sebagai berikut :

    1. Kepala Cabang

              Sebagai pimpinan perusahaan yang mewakili tugas dan tanggung

        jawab yang paling besar terhadap maju tidaknya perusahaan yang

        dikelola dan yang dipimpinnya masing- masing bagian. Tugas utamanya

        adalah mengkoordinasi semua kegiatan yang ada, baik mengawasi

        maupun merencanakan serta mengambil keputusan yang tepat dan

        bertanggung jawab sepenuhnya atas perusahaan yang dipimpinya.



    2. Staf Operasional

        a. Membantu       Direktur   menjalankan   tugasnya    demi     kemajuan

           perusahaan.

        b. Mengantikan direktur apabila pimpinan tidak ada di tempat.

        c. Mengkoordinir karyawan.

        d. Administrasi pegawai.



    3. Bendahara

        d. Bertanggung jawab kepada staf operasional.

        e. Menerima dan menghitung jumlah penerimaan dan pengeluaran kas

           dan melaporkannya pada staf operasional.
   f. Membuat laporan keuangan dan melampirkannya kepada staf

      operasional.

   g. Menyetor uang kepada bank.

   h. Menyortir uang setiap harinya.



4. Administrasi Finance

      a. Bertanggung jawab mencatat semua pemjualan secara kredit

      b. Bertugas untuk menyampaikan surat tagihan kepada pelanggan

         yang telah jatuh tempo.

      c. Melayani order- order yang diterima.



5. Administrasi Operasional

   a. Menerima faktur penjualan tunai dilampiri dengan pita register kas

      dari bagian pengiriman.

   b. Mencatat penerimaan kas dari penjualan tunai ke jurnal penerimaan

      kas.

   c. Mencatat semua transaksi penjualan maupun pembelian.

   d. Mengkordinir bagian-bagian dibawahnya.

   e. Mengatur pengeluaran dari gudang.



6. Sales Counter (SC)

   a. Bertanggung jawab untuk memasarkan produk yang ditawarkan

   b. Menyakinkan langganan akan hasil produksi.
   c. Melayani order- order yang diterima.

   d. Menyiapkan data- data untuk penentuan harga jual.

   e. Menerima semua barang yang dipesan konsumen.

   f. Melaporkan semua barang yang dipesan.



7. Mekanik

   a. Bertanggung jawab untuk memeriksa kondisi fisik motor yang akan di

      distribusikan ke dealer ataupun pada konsumen.

   b. Menjaga kualitas produk yang dihasilkan.

   c. Memberikan pelayanan jasa servis motor kepada pelanggan sesuai

      dengan ketentuan yang belaku pada perusahaan.



8. Gudang

   a. Melakukan pengiriman atas barang yang telah dipesan oleh

      pelanggan.

   b. Mencatat jumlah barang yang dikirim ke pelanggan.

   c. Mencatat semua persediaan yang ada.



9. Driver

      Bertanggung jawab untuk mengantarkan unit yang berupa motor

   kepada sub dealer ataupun ke pelanggan.
    10. OB (Office boy)

             Bertugas untuk mengatur kebersihan ruangan dalam perusahaan.



4.4 Jaringan Prosedur yang membentuk sistem penjualan kredit

    Adapun jaringan prosedur yang membentuk sistempenjualan kredit pada PT.

Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari antara lain sebagai berikut :

 1. Prosedur Order Penjualan

     Dalam prosedur order penjualan ini, fungsi Sales Counter menerima

     permintaan dari pelanggan dan menyetujui permintaan tersebut. Fungsi

     Sales     Counter    kemudian   membuat    daftar   pesanan   barang   dan

     mengirimkannya kepada berbagai fungsi yang lain. Fungsi penjualan

     membuat faktur penjualan dan mengirimkanya ke berbagai fungsi yang lain

     untuk memungkinkan fungsi - fungsi yang lain mengetahui harga barang

     dari pembeli atau pelanggan.



 2. Prosedur Pengiriman

     Dalam prosedur pengiriman ini, fungsi gudang memberikan barang sesuai

     dengan pesanan dan menyiapkan barang kemudian mengirimkan barang dan

     faktur kepada pelanggan sesuai dengan informasi yang tercantum pada surat

     pengantar yang diterima dari fungsi central order yang sudah di otorisasi

     oleh fungsi pengiriman.
 3. Prosedur Penagihan

     Dalam prosedur penagihan ini, fungsi akuntansi menerima faktur dari fungsi

     penjualan dan membuat surat penagihan secara periodik kemudian

     mengirimkannya kepada pelanggan dengan dilampiri kwitansi.



 4. Prosedur Pencatatan Piutang

     Dalam prosedur pencatatan piutang ini, fungsi akuntansi mencatat surat

     penagihan ke dalam buku piutang sebagai rekapan dari piutang PT. Karya

     Lancar Mandiri Dinamika Kendari kepada pelanggannya.



 5. Prosedur Distribusi Penjualan

     Dalam prosedur distribusi penjualan ini, fungsi akuntansi mencatat hasil

     transaksi penjualan kredit ke dalam jurnal penjualan.



4.5 Dokumen Yang Digunakan Dalam Sistem Penjualan Kredit

     Dalam sistem penjualan kredit, dokumen yang digunakan oleh PT. Karya

Lancar Mandiri Dinamika Kendari adalah sebagai berikut :

   1. Daftar Pesanan Barang

       Daftar Pesanan Barang adalah dokuman yang berisi order permintaan dari

       pelanggan yang dibuat oleh bagian sales counter dan ditandatangani oleh

       sales counter, bagian penjualan dan bagian akuntansi.
   2. Surat Pengantar

       Surat pengantar adalah surat yang memberikan otorisasi kepada fungsi

       pengiriman untuk mengirimkan barang kepada pelanggan.



   3. Surat Penagihan

       Surat Penagihan adalah surat yang berisikan rincian tagihan atas piutang

       dan digunakan untuk menagih piutang yang timbul akibat transaksi

       penjualan kredit kepada pelanggan.



   4. Faktur

       Faktur adalah dokumen yang berisikan harga barang dan sebagai bukti

       bahwa barang telah diterima oleh pelanggan.



   5. Kwitansi

       Kwitansi adalah tanda bukti pembayaran pelanggan atas transaksi

       penjualan kredit.



4.6 Catatan Akuntansi Yang Digunakan Dalam Sistem Akuntansi Penjualan

   Kredit

      Adapun catatan akuntansi yang digunakan dalam system akuntansi

penjualan kredit pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari yaitu :

   1. Buku Piutang
       Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu piutang yang digunakan

       untuk mencatat berkurangnya piutang PT. Karya Lancar Mandiri

       Dinamika Kendari.

   2. Jurnal Penjualan

       Jurnal penjualan ini digunakan untuk mencatat penjualan baik secara tunai

       maupun kredit berdasarkan informasi yang diterima.



4.7 Bagian Atau Fungsi Yang Terkait Dalam Sistem Penjualan Kredit

      Adapun bagian atau fungsi yang terkait dalam prosedur penjualan kredit

pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari adalah sebagai berikut :

   1. Bagian Central Order

       Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertugas menerima order

       penjualan dari pelanggan, memberi otorisasi penjualan kredit, membuat

       daftar pesanan barang. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk membuat

       surat pengantar sebagai pengantar pengiriman barang kepada pelanggan.



   2. Bagian Penjualan

       Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertugas mencatat daftar

       pesanan barang dan membuat faktur.
   3. Bagian Pengiriman/Gudang

       Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertugas memeriksa barang

       yang akan dikirim, memberi otorisasi pengiriman dan mengirimkan

       barang.



   4. Bagian Akuntansi

       Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini mencatat daftar pesanan

       barang, membuat surat penagihan dan membuat kwitansi serta

       mengirimkan pernyataan piutang kepada para pelanggan. Fungsi ini juga

       bertanggung jawab untuk mencatat jurnal penjualan dan mencatat piutang

       ke buku piutang yang timbul dari transaksi penjualan kredit.



4.8 Unsur – unsur pengendalian intern dalam sistem penjualan kredit

     PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari melakukan pengendalian

intern terhadap sistem penjualan kredit sebagai berikut :

 1. Organisasi

     a. Bagian Penjualan terpisah dari bagian penagihan

         Bagian Penjualan di pegang oleh Bagian Penjualan dan

         Bagian Penagihan di pegang oleh Bagian Akuntansi.

     b. Bagian akuntansi terpisah dari bagian penjualan



 2. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan

     a. Order dari pelanggan di otorisasi oleh bagian Central
         Order dengan menggunakan Daftar Pesanan Barang

     b. Pengiriman produk di otorisasi oleh fungsi pengiriman dengan menanda

         tangani Surat Pengantar dan faktur.

     c. Pencatatan kedalam Buku Piutang dan kedalam jurnal penjualan di

         otorisasi oleh fungsi akuntansi dengan cara menanda tangani Surat

         Penagihan dan faktur.



 3. Praktik yang Sehat

     a. Penggunaan dokumen dengan bernomor urut tercetak.

     b. Secara periodik Bagian akuntansi mengirimkan pernyataan kepada

         pelanggan.



 4. Karyawan dengan kualitas yang sesuai dengan tanggung jawabnya

     Untuk mendapatkan karyawan yang kompoten dan dapat dipercaya, pada

     saat penerimaan karyawan dilakukan seleksi calon karyawan sesuai

     kebutuhan perusahaan.



4.8 Uraian Bagan Alir Dokumen Dari Sistem Penjualan Kredit Pada PT.

   Sampurna Kuningan Juwana

    Bagan alir dokumen dari sistem penjualan kredit akan di uraikan perbagian

yang terkait dalam sistem penjualan kredit.

   1. Bagian Central Order

       a. Menerima order penjualan.
     b. Menyetujui order dari pelanggan.

     c. Membuat Daftar Pesanan Barang 2 rangkap.

     d. DPB lembar 1 di simpan di bagian central order.

     e. DPB lembar 2, ke bagain penagihan.

     f. Berdasarkan DPB lembar 1 kemudian membuat Surat Pengantar

        rangkap 3.

     g. SP lembar 1, diarsip secara permanen berdasarkan nomor.

     h. SP lembar 2, ke bagian gudang.

     i. SP lembar 3, di berikan kepada pelanggan.



2.   Bagian Gudang

     a. Menerima SP dari bagian central order kemudian menyiapkan barang

        yang dipesan pelanggan.

     b. Menyerahkan barang dan SP ke bagian pengiriman dan dicatat di kartu

        gudang.



 3. Bagian Pengiriman

     a. Menerima SP dan barang dari bagian gudang.

     b. Membuat Surat Pengantar Barang rangkap 4.

     c. Menyerahkan barang kepada pelanggan.

     d. SPB lembar 1,2,3 dan SP, ke bagian penagihan.

     e. SPB lembar 4, diarsip berdasarkan nomor.
4. Bagian Penagihan

   a. Berdasarkan Daftar Pesanan Barang dari central order dan SPB serta

      SP dari bagian pengiriman, kemudian dibuatkan faktur rangkap 3.

   b. SPB lembar 1, 2 ke bagian akuntansi, dan SP di arsip secara

      permanen berdasarkan nomor.

   c. Faktur lembar 1, 2 di kirim ke pelanggan.

   d. Faktur lembar 3, ke bagian akuntansi.



5. Bagian Akuntansi

   a. Menerima faktur dan SPB dari bagian penagihan.

   b. Berdasarkan faktur dan SPB, kemudian membuat surat penagihan

      rangkap 2.

   c. Surat penagihan lembar 1, dikirim ke pelanggan.

   d. Suart penagihan lembar 2, di arsip berdasarkan nomor.
4.9 Penerapan Sistem Akuntansi Penjualan Kredit Pada PT. Karya

      Lancar Mandiri Dinamika Kendari

      Berdasarkan hasil penelitian pada sistem akuntansi penjualan kredit di PT.

Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari terdapat kelebihan dan kelemahan-

kelemahan dalam menjalankan kegiatan usahanya, maka dalam pembahasan ini

akan diuraikan kelebihan dan kelemahan yang ada pada PT. Karya Lancar

Mandiri Dinamika Kendari.

   1. Kelebihan-kelebihan yang terdapat pada sistem akuntansi penjualan kredit

      pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari adalah:

      a. Dalam melaksanakan transaksi penjualan kredit PT. Karya Lancar

          Mandiri Dinamika Kendari melibatkan bagian-bagian yang terkait

          sehingga perusahaan dapat dikatakan sudah cukup baik dalam

          pelaksanaan kegiatannya. Hal ini dapat dilihat dari semua bagian yang

          terkait seperti bagian central order, bagian gudang, bagian pengiriman,

          bagian penagihan dan bagian akuntansi. Sehingga kegiatan bisa

          berjalan dengan lancar karena semua tanggung jawab yang ada sudah

          ditangani oleh masing-masing bagian.



      b. Dalam transaksi penjualan kredit, ada bagian central order. Hal ini

          dapat menguntungkan perusahaan karena bagian ini bertugas untuk

          menerima order penjualan dan melaporkan ke bagian penjualan dari

          pelanggan.
       c. Dalam melaksanakan kegiatan transaksi penjualan kredit, PT. Karya

          Lancar Mandiri Dinamika Kendari menggunakan dokumen kwitansi.

          Hal ini menunjukan bahwa setiap transaksi penjualan ada dokumen

          sebagai bukti pembayaran dari pelanggan.



   2. Kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem akuntansi penjulalan

       kredit yang terjadi pada PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika Kendari

       adalah:

       a. Dalam bagian Akuntansi faktur penjualan langsung diarsipkan tanpa di

          catat dahulu ke dalam jurnal penerimaan kas dan rekening buku besar.



       Dengan melihat kelemahan yang ada pada PT. Karya Lancar Mandiri

Dinamika Kendari terutama pada sistem akuntansi penjualan kredit. Maka

alternatif yang dapat diambil dalam sistem akuntansi penjualan kredit pada PT.

Karya Lancar MAndiri Dinamika Kendari adalah:

 1. Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penjualan kredit adalah:

     a. Fungsi Central Order

        Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertugas menerima order

        dari pelanggan dan menyetujui penjualan kredit. Fungsi ini juga

        bertanggung jawab membuat daftar pesanan barang.
   b. Fungsi Penjualan

      Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertugas memeriksa daftar

      pesanan barang dan membuat faktur.



   c. Fungsi Gudang

      Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertugas menyiapkan barang

      dan membuat kartu gudang.



   d. Fungsi Pengiriman

      Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertugas membuat surat

      pengantar dan mengirimkan barang.



   e. Fungsi Penagihan

      Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertugas membuat surat

      pengantar dan kwitansi.



   f. Fungsi Akuntansi

      Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertugas mencatat harga

      pokok penjualan, jurnal penjualan, dan mencatat piutang ke dalam buku

      piutang.



2. Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan kredit adalah:

   a. Daftar Pesanan Barang
      Dokumen yang berisikan nama barang pesanan dari pelanggan dan

      sebagai bukti order penjualan.



   b. Surat Pengantar

      Dokumen yang memberikan otorisasi bagian pengiriman untuk

      mengirimkan barang.



   c. Faktur

      Dokumen yang berisikan harga barang dan sebagai bukti bahwa barang

      sudah diterima pelanggan.



   d. Surat Penagihan

      Dokumen yang berisikan rincian piutang dan digunakan untuk menagih

      piutang.



   e. Kwitansi

      Dokumen sebagai bukti pembayaran pelanggan atas transaksi penjualan



3. Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan kredit

   adalah:

   a. Jurnal Penjualan

      Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan

      baik secara tunai maupun kredit.
   b. Buku Piutang

      Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang

      atas transaksi penjualan kredit.



   c. Kartu Gudang

      Catatan yang berisikan data kuantitas barang yang ada di gudang.



4. Rancangan prosedur yang membentuk sistem akuntansi penjualan kredit

   adalah:

 a. Bagian Central Order

    1) Menerima order penjualan dari pembeli

    2) Menyetujui penjualan kredit

    3) Membuat DPB rangkap 2, lembar 1 diarsip secara permanen sesuai

       dengan nomor urut.

    4) DPB lembar 2 dikirim ke bagian penagihan.



 b. Bagian Gudang

    1) Berdasarkan DPB lembar 2 kemudian menyiapkan barang dan

        mencatat ke dalam kartu gudang.

    2) DPB lembar 2 dikirim ke bagian pengiriman.
c. Bagian Pengiriman

  1. Berdasarkan DPB lembar 2 kemudian membuat surat pengantar barang

     rangkap 4.

  2. Surat pengantar barang lembar 1, 2, 3 dan DPB lembar 2 dikirim ke

     bagian penagihan.

  3. Surat pengantar barang lembar 4 diarsip permanen berdasarkan nomor

     urut.



d. Bagian Penagihan

  1) Menerima daftar pesanan barang dari bagian central order dan Surat

     Pengantar barang dari bagian pengiriman.

  2) Berdasarkan DPB dan SPB kemudian membuat faktur rangkap 3.

  3) Secara periodik membuat surat penagihan rangkap 3 dan membuat

     kwitansi.

  4) Surat penagihan lembar 1, 2, kwitansi dan DPB dikirim ke pelanggan.

  5) Faktur lembar 3 dikirim ke bagian akuntansi.



e. Bagian Akuntansi

  1) Menerima faktur, SPB rangkap 2 dari bagian penagihan.

  2) Berdasarkan SPB dan faktur kemudian membuat surat penagihan

     rangkap 2.

  3) Surat penagihan lembar 1 dikirim ke pelanggan.

  4) Surat penagihan lembar 2 arsip berdasarkan nomor urut.
      5) Berdasarkan faktur lembar 3 dari bagian penagihan kemudian dicatat ke

          dalam jurnal penjualan dan rekening buku besar, kartu piutang serta

          kartu persediaan.



 5. Unsur pengendalian intern dalam sistem akuntansi penjualan kredit adalah:

     a. Bagian akuntansi terpisah dari bagian penagihan

     b. Order dari pelanggan diotorisasi oleh bagian central order

     c. Pengiriman barang diotorisasi oleh fungsi pengiriman

     d. Pencatatan buku piutang, jurnal penjualan diotorisasi oleh fungsi

         akuntansi

     e. Penggunaan dokumen bernomor urut tercetak

     f. Secara periodik bagian akuntansi mengirimkan pernyataan saldo kepada

         pelanggan.

     g. Pada saat penerimaan karyawan dilakukan seleksi calon karyawan sesuai

         kebutuhan karyawan.



       Rancangan bagan alir sistem akuntansi penjualan kredit dapat dilihat pada

gambar berikut ini:
s

								
To top