Strategi Pembelajaran - PowerPoint
Shared by: 0Q0S3Rc
-
Stats
- views:
- 108
- posted:
- 6/26/2012
- language:
- Indonesian
- pages:
- 25
Document Sample


Mengapa Perlu Strategi
Pembelajaran ?
• Di antara tugas guru dlm persiapan
pembelajaran adl memikirkan:
1. Cara agar siswa dpt memproses informasi yg
disampaikan
2. Cara mengaitkan informasi baru dg pengetahu-
an yg sebelumnya sudah dimiliki siswa.
3. Cara menciptakan situasi dan kondisi agar
siswa dan memproses informasi dg lebih
mudah & cepat dipahami sekaligus melekat
lama dlm ingatan mereka.
Ceramah
• Ceramah: mrp strategi pembelajaran yg paling populer
• Ceramah adl metode pembelajaran yg dilakukan dg
menyampaikan pesan & informasi secara satu arah lewat
suara yg diterima melalui indra telinga.
• Metode ini tepat untuk beberapa kondisi sbb:
1. JIka informasi yg disampaikan tdak tersedia dlm bentuk
tulisan, teks yg tersedia tidak cocok, atau teks yg ada sudah
kedaluwarsa.
2. Untuk memberikan pengarahan sebelum melaksanakan
tugas.
3. Untuk memotivasi atau memberi tantangan kpd siswa
terutama ketika tidak terungkap dalam buku rujukan yg
diberikan.
4. Untuk menunjukkan antusiasme thd matakuliah yg
diajarkan
5. Untuk memberikan model cara berpikir atau pemecahan
masalah.
• Kelemahan Ceramah:
1. Daya tahan siswa untuk berkonsentrasi dan
mengandalkan alat indra telinga sangat
terbatas. Pada sepuluh menit pertama
mahasiswa mampu menyerap 70 % informasi
yang disampaikan. Sementara itu, pada
sepuluh menit terakhir informasi yang dapat
diserap oleh -siswa hanya 20%.
2. Ketika mendengarkan, siswa sangat mudah
terganggu karena siswa lebih terfokus pada
apa yang terlihat (visual) daripada yang
terdengar (audio).
3. Siswa tidak dapat membandingkan,
menganalisis atau mengevaluasi gagasan
atau informasi yang disampaikan guru
• Tips untuk mengoptimalkan metode ceramah:
• Membangun minat dg cara (a) mengawali dg menampilkan cerita/
gambar yg dpt menarik perhatian siswa thd topik yg akan diajarkan;
(b) menyajikan kasus yg berkaitan dg topik pembelajaran; dan (c)
mengajukan pertanyaan kpd siswa shg mrk termotivasi utk
mendengarkan pembelajaran dlm rangka mencari jawabannya.
• Memaksimalkan pemahaman & ingatan dg cara (a) membuat kata-
kata kunci yg berperan sbg subjudul verbal, (b) memberikan ilustrasi
nyata dari ide-ide yg disampaikan, atau apabila memungkinkan
membuat perbandingan antara yg materi yg disampaikan dg
pengetahuan/ pengalaman yang telah dimiliki siswa, dan (c)
menggunakan dukungan visual, seperti flip chart, OHP handout
singkat, atau demonstrasi
• Melibatkan siswa dlm pembelajaran dg cara (a) memberhentikan
pembelajaran scr periodik & menantang siswa utk memberikan
contoh dari konsep-konsep yg dipresentasikan/ untuk menjawab
pertanyaan dan (b) menyelingi pembelajaran dg aktivitas-aktivitas
singkat yg memperjelas topik.
• Memperkuat ingatan siswa thd materi perkuliahan dg (a)
mengajukan masalah/ pertanyaan utk dipecahkan/ dijawab oleh
siswa dan (b) meminta siswa utk saling mengulang/ mengetes
materi disajikan.
Diskusi
• Adl proses interaksi dan komunikasi dua
arah atau lebih yang melibatkan guru dan
siswa.
• Diskusi merupakan strategi penting untuk
menciptakan proses belajar aktif.
• Dalam strategi tersebut peran guru
adalah memfasilitasi proses diskusi serta
mengatur lalu lintas gagasan & komentar
siswa agar berjalan dengan lancar
• Diskusi akan efektif jika guru ingin:
1. Membantu siswa berpikir atau melatih berpikir
dalam disiplin ilmu tertentu.
2. Membantu siswa belajar menilai logika, bukti,
dan hujah, baik pendapatnya sendiri rnaupun
pendapat orang lain.
3. Memberi kesempatan kpd siswa utk
memformulasikan penerapan prinsip-prinsip
tertentu.
4. Membantu siswa menyadari dan
mengidentifikasi problem dari penggunaan
informasi dari buku rujukan atau perkuliahan.
5. Memanfaatkan keahlian (sumber belajar) yang
ada pada anggota kelompok
• Ketika proses diskusi, guru sering
menghadapi beberapa hambatan, antara
lain, adalah sebagai berikut.
1. Melibatkan partisipasi siswa dalam
diskusi.
2. Membuat siswa sadar terhadap
pencapaian tujuan pembelajaran.
3. Mengatasi reaksi emosional siswa
4. Memimpin diskusi tanpa banyak
melakukan intervensi.
5. Membuat struktur diskusi, mulai dari
pengantar sampai dengan kesimpulan.
• Tips memimpin diskusi.
1. Mengungkapkan kembali apa yang dikatakan oleh
seorang siswa sehingga siswa tersebut meraasa bahwa
pertanyaan atau komentarnya dipahami dan siswa lain
dapat mendengar ringkasan apa yang telah ditanyakan.
2. Mengecek pemahaman guru tentang apa yang
dikatakan siswa atau meminta siswa untuk menjelaskan
apa yang mereka katakan.
3. Memberikan pujian atau komentar yang lebih
mencerahkan
4. Mengelaborasi kontribusi siswa dengan memberi contoh
atau menyarankan cara baru melihat problem.
5. Memacu diskusi dengan mempercepat tempo,
menggunakan humor, atau kalau perlu mendorong
siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi.
6.Menolak ide siswa dengan santun untuk
merangsang diskusi tetap berjalan.
7.Menengahi perbedaan pendapat antara
mahasiswa dan mencairkan ketegangan yang
muncul di antara mereka.
8.Menarik ide-ide yang berkembang clan
menunjukkan hubungan di antara ide-ide
tersebut.
9.Mengubah proses diskusi dengan mengganti
cara partisipasi peserta diskusi atau dengan
meminta kelompok tampil ke depan.
10.Meringkas, atau mencatat bila diperlukan, ide-
ide penting yang berkembang dalam diskusi di
kelas.
Power of Two
• Digunakan untuk mendorong pembelajaran kooperatif &
memperkuat pentingnya serta manfaat sinergi, yaitu
dua kepala lebih baik daripada hanya satu kepala
• Prosedur:
1. Ajukan satu atau lebih pertanyaan yang menuntut
perenungan
dan pemikiran. Contoh: Mengapa terjadi perbedaan
paham dan aliran di kalangan umat Islam?
2. Siswa diminta utk menjawab pertanyaan scr individual.
3. Setelah semua siswa menjawab dg lengkap, mintalah
mereka utk berpasangan & saling bertukar jawaban
satu dg yg lain & membahasnya.
4. Mintalah pasangan-pasangan tsb membuat jawaban
baru, sekaligus memperbaiki jawaban individual
mereka.
5. Ketika semua pasangan telah menulis jawaban baru
bandingkan jawaban setiap pasangan di dlm kelas.
Question Students Have
• Digunakan untuk mengetahui kebutuhan &
harapan siswa.
• Mrp strategi dpt mendatangkan partisipasi siswa
melalui tulisan dari pd secara lisan.
• Prosedur:
1. Bagikan secarik kertas kosong kpd siswa.
2. Setiap siswa diminta menulis pertanyaan yg
terkait dg materi pembelajaran yang sedang
berlangsung (nama siswa tidak ditulis).
3. Edarkan kertas tsb searah jarum jam. Ketika
setiap kertas tersebut diedarkan kepada siswa
berikutnya, dia harus membaca dan
memberikan tanda cek (v) pada kertas yang
berisi pertanyaan yang juga menjadi konsen
pembacanya.
4. Ketika masing-masing kertas sudah kembali ke
penulisnya, setiap orang telah membaca semua
pertanyaan yg muncul di dlm kelas. Sampai di sini
identifikasi pertanyaan yg menerima paling banyak
tanda cek (v). Responslah setiap pertanyaan ini
dengan: segera memberikan jawaban yg singkat, atau
atau memberi tahu mereka bahwa tidak menjawab
semuanya (janjikan respons secara personal di luar
kelas bila memungkinkan).
5. Mintalah beberapa siswa untuk secara sukarela
berbagi penjelasan tentang pertanyaan mereka
sekalipun tidak menerima tanda cek (v) terbanyak.
6. Kumpulkan kertas tersebut karena mungkin di
dalamnya ada pertanyaan yang mungkin akan
direspons pada pertemuan yang akan datang
Card sort
• Digunakan utk membangun kolaborasi siswa,
mempelajari konsep, karakteristik klisifikasi, fakta
tentang obyek , atau mereviu informasi.
• Gerakan fisik yang dominan, shg dapat membantu
mendinamisasi kelas yang kelelahan.
• Prosedur:
1. Kartu indeks yang berisi informasi atau contoh yang
tercakup -satu atau lebih kategori dibagikan kepada
setiap siswa. Contoh: karakteristik hadis sahih; rukun
iman
2. Siswa diminta untuk bergerak & berkeliling di dlm kelas
utk menemukan kartu dg kategori yang sama.
3. Siswa dengan kategori yang sama diminta
mempresentasikan kategori masing-masing di depan
kelas
4. Seiring dg presentasi dari tiap-tiap kategori tsb, siswa-
diberi butir-butir penting berkaitan dengan materi
pembelajaran.
Active debate
• Debat bisa menjadi satu metode berharga
yang dapat mendorong pemikiran dan
perenungan, terutama kalau siswa
diharapkan mempertahankan pendapat
yang bertentangan dg keyakinannya
sendiri.
• Ini merupakan strategi yang secara aktif
melibatkan setiap mahasiswa di dalam
kelas, bukan hanya para pelaku debatnya
• Prosedur:
1. Kembangkan sebuah pernyataan kontroversial yang
berkaitan dengan materi perkuliahan, misalnya "Tidak ada
keharusan mendirikan negara Islam".
2. Bagilah kelas menjadi dua tim, yakni kelompok "pro" dan
"kontra".
3. Berikutnya, buatlah dua hingga empat subkelompok dalam
masing--masing kelompok debat. Setiap subkelompok
diminta untuk mengembangkan argumen yang mendukung
masing-masing posisi atau menyiapkan urutan daftar
argumen yg bisa mereka diskusikan dan seleksi. Pada
akhir diskusi, setiap subkelompok memilih seorang juru
bicara.
4. Siapkan dua hingga empat kursi untuk para juru bicara
pada keleompok "pro" dg jumlah kursi yang sama untuk
kelompok "kontra”. Siswa lainnya duduk di belakang para
juru bicara. Mulailah perdebatan dg para juru bicara
mempresentasikan pandangan mereka. Proses ini disebut
argumen pembuka
5. Setelah mendengarkan argumen pembuka, hentikan perdebatan,
dan kembali ke subkelompok. Setiap subkelompok
mempersiapkan argumen untuk menyanggah argumen pembuka
dari kelompok -lawan. Setiap subkelompok memilih juru bicara
yang baru (yang belum pernah bertindak sebagai juru bicara).
6. Lanjutkan kembali perdebatan. Juru bicara yang saling
berhadapan -diminta untuk memberikan sanggahan argumen.
Ketika perdebatan berlangsung, peserta lainnya didorong untuk
memberikan catatan yang berisi usulan argumen atau bantahan.
Mintalah mereka untuk bersorak atau bertepuk tangan untuk
masing-masing argumen dari para wakil kelompok
7. Pada saat yang tepat akhiri perdebatan. Tidak perlu menentukan
kelompok mana yang menang. Kemudian, buatlah kelas dengan
posisi melingkar. Pastikan bahwa kelas terintegrasi. Untuk itu,
mereka diminta duduk berdampingan dengan mereka yang
berada di kelompok lawan. Diskusikan tentang sesuatu yang
dapat dipelajari siswa dari pengalaman perdebatan tersebut.
Mintalah siswa untuk mengidentifikasi argumen yang paling baik
menurut mereka
Planted question
• Teknik ini membantu Anda untuk mempresentasikan informasi dalam
bentuk respons terhadap pertanyaan yang telah ditanamkan/diberikan
sebelumnya kepada siswa tertentu
• Prosedur:
1. Pilihlah pertanyaan (3-6) yang akan mengarahkan pada materi perkuliahan
yang akan disajikan.
2. Tulislah setiap pertanyaan pd satu kartu indeks (berukuran 10 x 15 cm), &
tulislah isyarat yg akan digunakan untuk memberi tanda kapan pertanyaan
tsb diajukan. Tanda yang bisa digunakan di antaranya adalah: (1)
menggaruk atau mengusap hidung; (2) membuka kaca mata, dan (3)
membunyikan jari jari.
3. Instruksi dalam kartu itu akan tampak seperti: JANGAN TUNJUKKAN
KARTU INI KEPADA SIAPA PUNSetelah beristirahat, saya akan
membahas "Apakah kecerdasan itu
diwariskan?" dan kemudian mempersilakan Anda untuk bertanya. Ketika
saya mengggaruk hidung, angkat tangan dan tanyakan pertanyaan:
“Apakah bentuk kecerdasan itu hanya satu?”Jangan baca pertanyaan
itu keras-keras. Hafalkan dan ungkapkan
pertanyaan tersebut dengan kata-kata Anda sendiri.
4. Sebelum perkuliahan dimulai, pilihlah siswa yang
akan mengajukan pertanyaan tersebut. Berikan
setiap kartu indeks dan jelaskan petunjuknya.
Yakinkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut
tidak diketahui siswa lain.
5. Bukalah sesi tanya jawab dengan menyebutkan
topik yang akan dibahas dan berilah israyat
pertama. Kemudian, jawablah pertanyaan pertama
dan teruskan dengan tanda-tanda dan pertanyaan-
pertanyaan berikutnya.
6. Sekarang, bukalah forum untuk pertanyaan baru
(bukan pertanyaan yang sebelumnya telah
dibuatkan atau diajukan
Information search
• Metode ini sama dengan ujian open book.
• Scr berkelompok siswa mencari informasi yg menjawab
pertanyaan-pertanyaan yg diberikan kpd mereka
• Prosedur:
1. Buatlah beberapa pertanyaan yg dpt dijawab dg mencari
informasi yg dpt ditemukan dlm bahan-bahan sumber yg
bisa diakses siswa. Bahan-bahan sumber ini bisa dalam
-bentuk: hands out, dokumen, buku teks, informasi dari
internet, dll.
2. Bagikan pertanyaan-pertanyaan tsb kpd siswa.
3. Mintalah siswa menjawab pertanyaan, baik scr
individual maupun kelompok kecil. Kompetisi antar
kelompok dpt diciptakan untuk meningkatkan partisipasi.
4. Berilah komentar atas jawaban yg diberikan siswa.
Kembangkan jawaban untuk memperluas wawasan
pembelajaran
Learning contract
• Belajar mandiri pengaruhnya sering lebih mendalam
dan lebih permanen.
• Tetapi, perlu ada kesepakatan yang jelas tentang apa
dan bagaimana sesuatu akan dipelajari
• Prosed ur:
1. Setiap siswa diminta untuk memilih sebuah topik yang
akan dipelajari secara mandiri.
2. Setiap siswa didorong untuk membuat rencana studi
dengan hati-hati. Berilah waktu yang cukup untuk
membuat perencanaan.
3. Setiap siswa diminta untuk membuat kontrak tertu
mencakup kategori: (1) tujuan pembelajaran yang akan
dicapai; (2) pengetahuan atau kemampuan spesifik
yang akan dikuasai; (3) kegiatan belajar yang akan
dikerjakan, dan (4) tanggal penyerahan.
• Contoh kontrak yang dibuat siswa.
• Topik : Meresensi Buku "A".
• Tuj Pembelaj: Mampu membuat resensi terhadap buku "A'.
• Penget.Spesifik
1. Membuat format tulisan yang tepat
2. Membuat tulisan/resensi dlm 4 halaman.
• Aktivitas Pembelajaran
1. Membaca buku yang akan diresensi.
2. Mencari ide-ide pokok dan memberi komentar.
3. Menyiapkan draft untuk didiskusikan dengan guru.
4. Menulis ulang sesuai perbaikan/ masukan guru
5. Mendiskusikan hasil perbaikan dengan orang lain
6. Menulis draft akhir resensi.
• Waktu Penyerahan: Dua minggu setelah kontrak ditandatangani.
4. Diskusikan proposal kontrak belajar dengan siswa.
Berilah saran tentang sumber-sumber bacaan yang
tersedia dan berilah masukan untuk perubahan apabila
diperlukan
Everyone is a teacher here
• Strategi ini sangat tepat untuk mendapatkan partisipasi
kelas secara keseluruhan dan secara individual.
• Strategi ini juga memberi kesempatan kepada setiap
mashasiswa untuk berperan sebagai dosen bagi siswa
lainnya
• Prosedur:
1. Bagikan secarik kertas/kartu indeks kpd seluruh siswa.
Mintalah siswa untuk menuliskan satu pertanyaan tentang
materi pembelajaran yg sedang dipelajari di kelas.
2. Kumpulkan kertas, acak kertas tersebut, kemudian
bagikan kpd setiap siswa. Mintalah mereka untuk
membaca dalam hati pertanyaan dalam kertas tersebut &
memikirkan jawabannya.
3. Mintalah siswa untuk membacakan secara sukarela
pertanyaan tersebut dan menjawabnya.
4. Setelah jawaban diberikan, mintalah siswa lainnya untuk
menambahkan.
5. Lanjutkan dengan sukarelawan berikutnya
Modeling the way
• Strategi ini mberi kesempatan kpd siswa utk mempraktikkan
keterampilan spesifik yg dipelajari di kelas melalui demonstrasi.
• Siswa diberi waktu untuk menciptakan skenario sendiri dan
menentukan bgm mereka mengilustrasikan ketrampilan & teknik yg
baru saja dijelaskan
• Prosedur:
1. Setelah pembelajaran satu topik tertentu, identifikasi beberapa
situasi umum yang siswa dituntut untuk menggunakan keterampilan
yang baru dibahas.
2. Bagilah kelas ke dalam beberapa kelompok kecil menurut jumlah
siswa yang diperlukan untuk mendemonstrasikan satu skenario
(minimal 2 atau 3 orang).
3. Berilah waktu 10-15 menit untuk menciptakan skenario.
4. Berilah waktu 5-7 menit untuk berlatih.
5. Secara bergiliran tiap kelompok mendemonstrasikan skenarionya.
Berilah kesempatan untuk memberi umpan balik pada setiap
demonstrasi yang dilakukan.
Billboard ranking
• Strategi ini tepat sekali untuk menstimulasi refleksi dan
diskusi mengenai nilai-nilai, gagasan, dan pilihan-
pilihan yang ada di dalam masyarakat.
• Prosedur:
1. Bagilah kelas ke dalam beberapa kelompok kecil 4-6
orang.
2. Berikan daftar nilai-nilai luhur yang dianggap penting.
3. Berikan potongan kertas dan mintalah mereka untuk
menulis kembali nilai-nilai tersebut.
4. Mintalah mahasiswa untuk membuat urutan dari nilai
dianggap terpenting hingga yang tidak penting.
5. Buatlah sejenis "Billboard" tempat kelompok tadi
menampilkan peringkat urutan daftar nilai tersebut.
6. Bandingkan semua urutan nilai tersebut di depan kelas.
Pengelolaan Kelas
1.Memusatkan perhatian siswa
2.Menciptakan kondisi belajar yg kondusif
3.Memberikan teguran
Get documents about "