Strategi Pembelajaran - PowerPoint by 0Q0S3Rc

VIEWS: 74 PAGES: 25

									        Mengapa Perlu Strategi
           Pembelajaran ?
• Di antara tugas guru dlm persiapan
   pembelajaran adl memikirkan:
1. Cara agar siswa dpt memproses informasi yg
   disampaikan
2. Cara mengaitkan informasi baru dg pengetahu-
   an yg sebelumnya sudah dimiliki siswa.
3. Cara menciptakan situasi dan kondisi agar
   siswa dan memproses informasi dg lebih
   mudah & cepat dipahami sekaligus melekat
   lama dlm ingatan mereka.
                       Ceramah
• Ceramah: mrp strategi pembelajaran yg paling populer
• Ceramah adl metode pembelajaran yg dilakukan dg
   menyampaikan pesan & informasi secara satu arah lewat
   suara yg diterima melalui indra telinga.
• Metode ini tepat untuk beberapa kondisi sbb:
1. JIka informasi yg disampaikan tdak tersedia dlm bentuk
   tulisan, teks yg tersedia tidak cocok, atau teks yg ada sudah
   kedaluwarsa.
2. Untuk memberikan pengarahan sebelum melaksanakan
   tugas.
3. Untuk memotivasi atau memberi tantangan kpd siswa
   terutama ketika tidak terungkap dalam buku rujukan yg
   diberikan.
4. Untuk menunjukkan antusiasme thd matakuliah yg
   diajarkan
5. Untuk memberikan model cara berpikir atau pemecahan
   masalah.
• Kelemahan Ceramah:
1. Daya tahan siswa untuk berkonsentrasi dan
   mengandalkan alat indra telinga sangat
   terbatas. Pada sepuluh menit pertama
   mahasiswa mampu menyerap 70 % informasi
   yang disampaikan. Sementara itu, pada
   sepuluh menit terakhir informasi yang dapat
   diserap oleh -siswa hanya 20%.
2. Ketika mendengarkan, siswa sangat mudah
   terganggu karena siswa lebih terfokus pada
   apa yang terlihat (visual) daripada yang
   terdengar (audio).
3. Siswa tidak dapat membandingkan,
   menganalisis atau mengevaluasi gagasan
   atau informasi yang disampaikan guru
• Tips untuk mengoptimalkan metode ceramah:
• Membangun minat dg cara (a) mengawali dg menampilkan cerita/
  gambar yg dpt menarik perhatian siswa thd topik yg akan diajarkan;
  (b) menyajikan kasus yg berkaitan dg topik pembelajaran; dan (c)
  mengajukan pertanyaan kpd siswa shg mrk termotivasi utk
  mendengarkan pembelajaran dlm rangka mencari jawabannya.
• Memaksimalkan pemahaman & ingatan dg cara (a) membuat kata-
  kata kunci yg berperan sbg subjudul verbal, (b) memberikan ilustrasi
  nyata dari ide-ide yg disampaikan, atau apabila memungkinkan
  membuat perbandingan antara yg materi yg disampaikan dg
  pengetahuan/ pengalaman yang telah dimiliki siswa, dan (c)
  menggunakan dukungan visual, seperti flip chart, OHP handout
  singkat, atau demonstrasi
• Melibatkan siswa dlm pembelajaran dg cara (a) memberhentikan
  pembelajaran scr periodik & menantang siswa utk memberikan
  contoh dari konsep-konsep yg dipresentasikan/ untuk menjawab
  pertanyaan dan (b) menyelingi pembelajaran dg aktivitas-aktivitas
  singkat yg memperjelas topik.
• Memperkuat ingatan siswa thd materi perkuliahan dg (a)
  mengajukan masalah/ pertanyaan utk dipecahkan/ dijawab oleh
  siswa dan (b) meminta siswa utk saling mengulang/ mengetes
  materi disajikan.
                 Diskusi
• Adl proses interaksi dan komunikasi dua
  arah atau lebih yang melibatkan guru dan
  siswa.
• Diskusi merupakan strategi penting untuk
  menciptakan proses belajar aktif.
• Dalam strategi tersebut peran guru
  adalah memfasilitasi proses diskusi serta
  mengatur lalu lintas gagasan & komentar
  siswa agar berjalan dengan lancar
• Diskusi akan efektif jika guru ingin:
1. Membantu siswa berpikir atau melatih berpikir
   dalam disiplin ilmu tertentu.
2. Membantu siswa belajar menilai logika, bukti,
   dan hujah, baik pendapatnya sendiri rnaupun
   pendapat orang lain.
3. Memberi kesempatan kpd siswa utk
   memformulasikan penerapan prinsip-prinsip
   tertentu.
4. Membantu siswa menyadari dan
   mengidentifikasi problem dari penggunaan
   informasi dari buku rujukan atau perkuliahan.
5. Memanfaatkan keahlian (sumber belajar) yang
   ada pada anggota kelompok
• Ketika proses diskusi, guru sering
   menghadapi beberapa hambatan, antara
   lain, adalah sebagai berikut.
1. Melibatkan partisipasi siswa dalam
   diskusi.
2. Membuat siswa sadar terhadap
   pencapaian tujuan pembelajaran.
3. Mengatasi reaksi emosional siswa
4. Memimpin diskusi tanpa banyak
   melakukan intervensi.
5. Membuat struktur diskusi, mulai dari
   pengantar sampai dengan kesimpulan.
• Tips memimpin diskusi.
1. Mengungkapkan kembali apa yang dikatakan oleh
   seorang siswa sehingga siswa tersebut meraasa bahwa
   pertanyaan atau komentarnya dipahami dan siswa lain
   dapat mendengar ringkasan apa yang telah ditanyakan.
2. Mengecek pemahaman guru tentang apa yang
   dikatakan siswa atau meminta siswa untuk menjelaskan
   apa yang mereka katakan.
3. Memberikan pujian atau komentar yang lebih
   mencerahkan
4. Mengelaborasi kontribusi siswa dengan memberi contoh
   atau menyarankan cara baru melihat problem.
5. Memacu diskusi dengan mempercepat tempo,
   menggunakan humor, atau kalau perlu mendorong
   siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi.
6.Menolak ide siswa dengan santun untuk
  merangsang diskusi tetap berjalan.
7.Menengahi perbedaan pendapat antara
  mahasiswa dan mencairkan ketegangan yang
  muncul di antara mereka.
8.Menarik ide-ide yang berkembang clan
  menunjukkan hubungan di antara ide-ide
  tersebut.
9.Mengubah proses diskusi dengan mengganti
  cara partisipasi peserta diskusi atau dengan
  meminta kelompok tampil ke depan.
10.Meringkas, atau mencatat bila diperlukan, ide-
  ide penting yang berkembang dalam diskusi di
  kelas.
                   Power of Two
•    Digunakan untuk mendorong pembelajaran kooperatif &
     memperkuat pentingnya serta manfaat sinergi, yaitu
     dua kepala lebih baik daripada hanya satu kepala
•    Prosedur:
1.   Ajukan satu atau lebih pertanyaan yang menuntut
     perenungan
     dan pemikiran. Contoh: Mengapa terjadi perbedaan
     paham dan aliran di kalangan umat Islam?
2.   Siswa diminta utk menjawab pertanyaan scr individual.
3.   Setelah semua siswa menjawab dg lengkap, mintalah
     mereka utk berpasangan & saling bertukar jawaban
     satu dg yg lain & membahasnya.
4.   Mintalah pasangan-pasangan tsb membuat jawaban
     baru, sekaligus memperbaiki jawaban individual
     mereka.
5.   Ketika semua pasangan telah menulis jawaban baru
     bandingkan jawaban setiap pasangan di dlm kelas.
       Question Students Have
• Digunakan untuk mengetahui kebutuhan &
   harapan siswa.
• Mrp strategi dpt mendatangkan partisipasi siswa
   melalui tulisan dari pd secara lisan.
• Prosedur:
1. Bagikan secarik kertas kosong kpd siswa.
2. Setiap siswa diminta menulis pertanyaan yg
   terkait dg materi pembelajaran yang sedang
   berlangsung (nama siswa tidak ditulis).
3. Edarkan kertas tsb searah jarum jam. Ketika
   setiap kertas tersebut diedarkan kepada siswa
   berikutnya, dia harus membaca dan
   memberikan tanda cek (v) pada kertas yang
   berisi pertanyaan yang juga menjadi konsen
   pembacanya.
4. Ketika masing-masing kertas sudah kembali ke
   penulisnya, setiap orang telah membaca semua
   pertanyaan yg muncul di dlm kelas. Sampai di sini
   identifikasi pertanyaan yg menerima paling banyak
   tanda cek (v). Responslah setiap pertanyaan ini
   dengan: segera memberikan jawaban yg singkat, atau
   atau memberi tahu mereka bahwa tidak menjawab
   semuanya (janjikan respons secara personal di luar
   kelas bila memungkinkan).
5. Mintalah beberapa siswa untuk secara sukarela
   berbagi penjelasan tentang pertanyaan mereka
   sekalipun tidak menerima tanda cek (v) terbanyak.
6. Kumpulkan kertas tersebut karena mungkin di
   dalamnya ada pertanyaan yang mungkin akan
   direspons pada pertemuan yang akan datang
                      Card sort
• Digunakan utk membangun kolaborasi siswa,
   mempelajari konsep, karakteristik klisifikasi, fakta
   tentang obyek , atau mereviu informasi.
• Gerakan fisik yang dominan, shg dapat membantu
   mendinamisasi kelas yang kelelahan.
• Prosedur:
1. Kartu indeks yang berisi informasi atau contoh yang
   tercakup -satu atau lebih kategori dibagikan kepada
   setiap siswa. Contoh: karakteristik hadis sahih; rukun
   iman
2. Siswa diminta untuk bergerak & berkeliling di dlm kelas
   utk menemukan kartu dg kategori yang sama.
3. Siswa dengan kategori yang sama diminta
   mempresentasikan kategori masing-masing di depan
   kelas
4. Seiring dg presentasi dari tiap-tiap kategori tsb, siswa-
   diberi butir-butir penting berkaitan dengan materi
   pembelajaran.
             Active debate
• Debat bisa menjadi satu metode berharga
  yang dapat mendorong pemikiran dan
  perenungan, terutama kalau siswa
  diharapkan mempertahankan pendapat
  yang bertentangan dg keyakinannya
  sendiri.
• Ini merupakan strategi yang secara aktif
  melibatkan setiap mahasiswa di dalam
  kelas, bukan hanya para pelaku debatnya
• Prosedur:
1. Kembangkan sebuah pernyataan kontroversial yang
   berkaitan dengan materi perkuliahan, misalnya "Tidak ada
   keharusan mendirikan negara Islam".
2. Bagilah kelas menjadi dua tim, yakni kelompok "pro" dan
   "kontra".
3. Berikutnya, buatlah dua hingga empat subkelompok dalam
   masing--masing kelompok debat. Setiap subkelompok
   diminta untuk mengembangkan argumen yang mendukung
   masing-masing posisi atau menyiapkan urutan daftar
   argumen yg bisa mereka diskusikan dan seleksi. Pada
   akhir diskusi, setiap subkelompok memilih seorang juru
   bicara.
4. Siapkan dua hingga empat kursi untuk para juru bicara
   pada keleompok "pro" dg jumlah kursi yang sama untuk
   kelompok "kontra”. Siswa lainnya duduk di belakang para
   juru bicara. Mulailah perdebatan dg para juru bicara
   mempresentasikan pandangan mereka. Proses ini disebut
   argumen pembuka
5.   Setelah mendengarkan argumen pembuka, hentikan perdebatan,
     dan kembali ke subkelompok. Setiap subkelompok
     mempersiapkan argumen untuk menyanggah argumen pembuka
     dari kelompok -lawan. Setiap subkelompok memilih juru bicara
     yang baru (yang belum pernah bertindak sebagai juru bicara).
6.   Lanjutkan kembali perdebatan. Juru bicara yang saling
     berhadapan -diminta untuk memberikan sanggahan argumen.
     Ketika perdebatan berlangsung, peserta lainnya didorong untuk
     memberikan catatan yang berisi usulan argumen atau bantahan.
     Mintalah mereka untuk bersorak atau bertepuk tangan untuk
     masing-masing argumen dari para wakil kelompok
7.   Pada saat yang tepat akhiri perdebatan. Tidak perlu menentukan
     kelompok mana yang menang. Kemudian, buatlah kelas dengan
     posisi melingkar. Pastikan bahwa kelas terintegrasi. Untuk itu,
     mereka diminta duduk berdampingan dengan mereka yang
     berada di kelompok lawan. Diskusikan tentang sesuatu yang
     dapat dipelajari siswa dari pengalaman perdebatan tersebut.
     Mintalah siswa untuk mengidentifikasi argumen yang paling baik
     menurut mereka
                  Planted question
•  Teknik ini membantu Anda untuk mempresentasikan informasi dalam
   bentuk respons terhadap pertanyaan yang telah ditanamkan/diberikan
   sebelumnya kepada siswa tertentu
• Prosedur:
1. Pilihlah pertanyaan (3-6) yang akan mengarahkan pada materi perkuliahan
   yang akan disajikan.
2. Tulislah setiap pertanyaan pd satu kartu indeks (berukuran 10 x 15 cm), &
   tulislah isyarat yg akan digunakan untuk memberi tanda kapan pertanyaan
   tsb diajukan. Tanda yang bisa digunakan di antaranya adalah: (1)
   menggaruk atau mengusap hidung; (2) membuka kaca mata, dan (3)
   membunyikan jari jari.
3. Instruksi dalam kartu itu akan tampak seperti: JANGAN TUNJUKKAN
   KARTU INI KEPADA SIAPA PUNSetelah beristirahat, saya akan
   membahas "Apakah kecerdasan itu
   diwariskan?" dan kemudian mempersilakan Anda untuk bertanya. Ketika
   saya mengggaruk hidung, angkat tangan dan tanyakan pertanyaan:
   “Apakah bentuk kecerdasan itu hanya satu?”Jangan baca pertanyaan
   itu keras-keras. Hafalkan dan ungkapkan
   pertanyaan tersebut dengan kata-kata Anda sendiri.
4. Sebelum perkuliahan dimulai, pilihlah siswa yang
    akan mengajukan pertanyaan tersebut. Berikan
    setiap kartu indeks dan jelaskan petunjuknya.
    Yakinkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut
    tidak diketahui siswa lain.
5. Bukalah sesi tanya jawab dengan menyebutkan
    topik yang akan dibahas dan berilah israyat
    pertama. Kemudian, jawablah pertanyaan pertama
    dan teruskan dengan tanda-tanda dan pertanyaan-
    pertanyaan berikutnya.
6. Sekarang, bukalah forum untuk pertanyaan baru
    (bukan pertanyaan yang sebelumnya telah
    dibuatkan atau diajukan
             Information search
• Metode ini sama dengan ujian open book.
• Scr berkelompok siswa mencari informasi yg menjawab
   pertanyaan-pertanyaan yg diberikan kpd mereka
• Prosedur:
1. Buatlah beberapa pertanyaan yg dpt dijawab dg mencari
   informasi yg dpt ditemukan dlm bahan-bahan sumber yg
   bisa diakses siswa. Bahan-bahan sumber ini bisa dalam
   -bentuk: hands out, dokumen, buku teks, informasi dari
   internet, dll.
2. Bagikan pertanyaan-pertanyaan tsb kpd siswa.
3. Mintalah siswa menjawab pertanyaan, baik scr
   individual maupun kelompok kecil. Kompetisi antar
   kelompok dpt diciptakan untuk meningkatkan partisipasi.
4. Berilah komentar atas jawaban yg diberikan siswa.
   Kembangkan jawaban untuk memperluas wawasan
   pembelajaran
              Learning contract
•  Belajar mandiri pengaruhnya sering lebih mendalam
   dan lebih permanen.
• Tetapi, perlu ada kesepakatan yang jelas tentang apa
   dan bagaimana sesuatu akan dipelajari
• Prosed ur:
1. Setiap siswa diminta untuk memilih sebuah topik yang
   akan dipelajari secara mandiri.
2. Setiap siswa didorong untuk membuat rencana studi
   dengan hati-hati. Berilah waktu yang cukup untuk
   membuat perencanaan.
3. Setiap siswa diminta untuk membuat kontrak tertu
   mencakup kategori: (1) tujuan pembelajaran yang akan
   dicapai; (2) pengetahuan atau kemampuan spesifik
   yang akan dikuasai; (3) kegiatan belajar yang akan
   dikerjakan, dan (4) tanggal penyerahan.
•    Contoh kontrak yang dibuat siswa.
•    Topik        : Meresensi Buku "A".
•    Tuj Pembelaj: Mampu membuat resensi terhadap buku "A'.
•    Penget.Spesifik
1.   Membuat format tulisan yang tepat
2.   Membuat tulisan/resensi dlm 4 halaman.
•    Aktivitas Pembelajaran
1.   Membaca buku yang akan diresensi.
2.   Mencari ide-ide pokok dan memberi komentar.
3.   Menyiapkan draft untuk didiskusikan dengan guru.
4.   Menulis ulang sesuai perbaikan/ masukan guru
5.   Mendiskusikan hasil perbaikan dengan orang lain
6.   Menulis draft akhir resensi.
•    Waktu Penyerahan: Dua minggu setelah kontrak ditandatangani.

4. Diskusikan proposal kontrak belajar dengan siswa.
     Berilah saran tentang sumber-sumber bacaan yang
     tersedia dan berilah masukan untuk perubahan apabila
     diperlukan
        Everyone is a teacher here
•    Strategi ini sangat tepat untuk mendapatkan partisipasi
     kelas secara keseluruhan dan secara individual.
•    Strategi ini juga memberi kesempatan kepada setiap
     mashasiswa untuk berperan sebagai dosen bagi siswa
     lainnya
•    Prosedur:
1.   Bagikan secarik kertas/kartu indeks kpd seluruh siswa.
     Mintalah siswa untuk menuliskan satu pertanyaan tentang
     materi pembelajaran yg sedang dipelajari di kelas.
2.   Kumpulkan kertas, acak kertas tersebut, kemudian
     bagikan kpd setiap siswa. Mintalah mereka untuk
     membaca dalam hati pertanyaan dalam kertas tersebut &
     memikirkan jawabannya.
3.   Mintalah siswa untuk membacakan secara sukarela
     pertanyaan tersebut dan menjawabnya.
4.   Setelah jawaban diberikan, mintalah siswa lainnya untuk
     menambahkan.
5.   Lanjutkan dengan sukarelawan berikutnya
                     Modeling the way
•    Strategi ini mberi kesempatan kpd siswa utk mempraktikkan
     keterampilan spesifik yg dipelajari di kelas melalui demonstrasi.
•    Siswa diberi waktu untuk menciptakan skenario sendiri dan
     menentukan bgm mereka mengilustrasikan ketrampilan & teknik yg
     baru saja dijelaskan
•    Prosedur:
1.   Setelah pembelajaran satu topik tertentu, identifikasi beberapa
     situasi umum yang siswa dituntut untuk menggunakan keterampilan
     yang baru dibahas.
2.   Bagilah kelas ke dalam beberapa kelompok kecil menurut jumlah
     siswa yang diperlukan untuk mendemonstrasikan satu skenario
     (minimal 2 atau 3 orang).
3.   Berilah waktu 10-15 menit untuk menciptakan skenario.
4.   Berilah waktu 5-7 menit untuk berlatih.
5.   Secara bergiliran tiap kelompok mendemonstrasikan skenarionya.
     Berilah kesempatan untuk memberi umpan balik pada setiap
     demonstrasi yang dilakukan.
                   Billboard ranking
•    Strategi ini tepat sekali untuk menstimulasi refleksi dan
     diskusi mengenai nilai-nilai, gagasan, dan pilihan-
     pilihan yang ada di dalam masyarakat.
•    Prosedur:
1.   Bagilah kelas ke dalam beberapa kelompok kecil 4-6
     orang.
2.   Berikan daftar nilai-nilai luhur yang dianggap penting.
3.   Berikan potongan kertas dan mintalah mereka untuk
     menulis kembali nilai-nilai tersebut.
4.   Mintalah mahasiswa untuk membuat urutan dari nilai
     dianggap terpenting hingga yang tidak penting.
5.   Buatlah sejenis "Billboard" tempat kelompok tadi
     menampilkan peringkat urutan daftar nilai tersebut.
6.   Bandingkan semua urutan nilai tersebut di depan kelas.
         Pengelolaan Kelas
1.Memusatkan perhatian siswa
2.Menciptakan kondisi belajar yg kondusif
3.Memberikan teguran

								
To top