civil society

Document Sample
civil society Powered By Docstoc
					Daniel menjelaskan, transisi

demokrasi berkenaan dengan mengatur kembali

hubungan state dan civil society. Bagaimana state

harus diubah ini berkaitan dengan reformasi.

Namun, Indonesia mempunyai kebutuhan

yang lebih besar dibanding sekedar mengatur hubungan state dan civil society. Elemen civil

society (CS) tidak ada pengalamannya. Karena itu

perlu social kapital. Tapi, bagaimana harus

disiapkan untuk mengatur hubungan state dan CS

ini tidak ada pengalamannya. Mengelola CS menuju

transformasi inilah yang kita tidak punya skill. CS

kita punya masalah yang tidak kalah besarnya

dibanding state dan kita harus jujur mengakui. CS

kita tidak punya waktu yang cukup untuk

mengembangkan diri, bahkan pada masyarakat

kolonial sekalipun. Orde Baru mengembangkan

argumentasi sipil lemah untuk melemahkan

demokrasi. Misalnya dengan mengatakan ada SARA

di masyarakat.

Jika harus dilakukan pemberdayaan

masyarakat sebagai usaha, pertanyaannya adalah

siapa yang mau memberdayakan? Yang disebut

agency untuk mengembangkan diri biasanya

adalah LSM. Mereka merasa lebih tinggi dari yang

lain tapi, ini terjadi karena kondisi masyarakat sipil

kita lemah. Kita juga punya masalah dengan wakil

rakyat yang berperspektif kacau. Ini juga kesalahan
orang yang memilih juga. Misalnya ada istilah

majority rule. Mereka menganggap majority rule

ini adalah soal kuantitas. Padahal bukan ini.

Ditingkat CL, mereka menyerahkan pengambilan

keputusan oleh parlemen dan mereka juga tidak

melibatkan diri.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3
posted:6/26/2012
language:Indonesian
pages:2